• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1 PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN PROMOSI HIGIENE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4.1 PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN PROMOSI HIGIENE"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

1

BAB IV PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI SAAT INI DAN YANG DIRENCANAKAN

Pengembangan layanan sanitasi yang memenuhi prinsip layanan sanitasi secara menyeluruh dan berkesinambungan memerlukan pendekatan-pendekatan strategis yang tepat. Sesuai aspek-aspek pendukung yang terkait dengan penanganan sanitasi, antara lain bidang kesehatan, perumahan, pekerjaan umum kebersihan, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup, maka strategi yang dilaksanakan diarahkan kepada melibatkan berbagai stakeholders dalam proses perencanaan pembangunan sanitasi sesuai kapasitasnya masing-masing, meningkatkan kesadaran untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan jenis layanan yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna, meningkatkan sinergi antara pihak-pihak pelaku pembangunan sanitasi, termasuk instansi pemerintah dan pihak non-pemerintah (masyarakat dan swasta), menciptakan kerangka kelembagaan dan regulasi yang lebih kondusif bagi pengembangan layanan sanitasi dan melakukan pembangunan sanitasi sesuai dengan ketersediaan sumber daya secara bertahap.

Dari strategi sanitasi tersebut diaplikasikan dalam beberapa rencana program prioritas yang lebih, antara lain terlaksananya pembangunan sarana dan prasarana sanitasi, pengembangan TPA dan sarana pengelolaan persampahan dalam rangka memaksimalkan pengelolaan pesampahan, tersusunnya masterplan drainase dalam rangka memaksimalkan pembangunan dan pemeliharaan drainase, meningkatnya pengetahuan, kesadaran, partisipasi dan pembedayaan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan, dan meningkatnya kualitas infrastruktur pengelolaan sarana air limbah. Kebijakan pembangunan sanitasi juga perlu diarahkan pada peningkatan peran masyarakat terhadap sarana dan prasarana sanitasi melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi yang berbasis partisipasi masyarakat.

4.1 PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN PROMOSI HIGIENE

Untuk menciptakan kondisi hidup yang sehat maka diperlukan program dan kegiatan yang menyentuh langsung pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat baik bagi masyarakat. Program ini bertujuan mewujudkan lingkungan hidup yang sehat, sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan keluarga dan masyarakat yang lebih baik. Sasaran yang ingin dicapai dalam program ini diantaranya meningkatnya persentase keluarga yang memenuhi syarat kesehatan menjadi dengan peningkatan persentase pengguna air bersih, peningkatan jumlah jamban sesuai syarat kesehatan dan pengurangan genangan air dan pengurangan timbulan sampah serta peningkatan persentase tempat-tempat umum yang sesuai standar kesehatan. Selain itu peningkatan pola hidup bersih sehat dapat dilakukan dengan menargetkan bertambahnya desa bebas dari buang air besar Sembarangan atau yang disebut sebagai desa ODF. Program bebas BABs (stop BABS) yang dilaksanakan di 24 Desa/Kelurahan pada tahun 2011 dan 22 Desa Kelurahan tahun 2012 dan akan ditargetkan sampai tahun 2013 mencapai 70 Desa/Kelurahan.

(2)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

2

Berdasarkan data yang ada, bahwa pada tahun 2011 angka penyakit yang diakibatkan oleh sanitasi buruk sangat besar di Kabupaten Soppeng. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

JENIS PENYAKIT RAWAT JALAN (kasus) RAWAT INAP (kasus) TOTA L % Demam Berdarah 53 180 233 6.77 Diare 1207 870 2077 60.34 Tipes 136 77 213 6.19 TBC 776 117 893 25.94 Tetanus 14 7 21 0.61 Kusta - 2 2 0.06 Malaria - 3 3 0.09

Sumber:Dinas Kesehatan Kab. Soppeng, 2012

KECAMATAN AIDS IMS DBD DIARE TB MALARIA

Marioriwawo - 1 16 1969 22 355 Lalabata 1 6 53 1708 15 201 Liliriaja - 1 18 801 28 98 Ganra - - 8 531 5 67 Citta - - 7 260 19 263 Lilirilau - 11 22 1771 55 170 Donri-donri - - 13 1533 28 75 Marioriawa - 1 10 1839 37 201 JUMLAH 1 20 147 10412 209 1430 TOTAL 12219 % 0.01 0.16 1.20 85.21 1.71 11.70

Sumber:Dinas Kesehatan Kab. Soppeng, 2012

Jumlah kasus DBD di Kabupaten Soppeng pada tahun 2011 sebanyak 147 kasus, sementara jumlah kasus diare 10.412 kasus dan jumlah diare pada balita 4.021 kasus. Jumlah penderita penyakit malaria pada tahun yang sama 1.430 kasus malaria.

Permasalahan diatas dapat dicegah dengan melaksanakan p ol a Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dimana dilakukan tindakan oleh perorangan, kelompok atau masyarakat yang sesuai dengan norma-norma kesehatan dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Disamping itu, dalam PHBS masyarakat

Tabel 4.1

Jumlah kasus penyakit menular di Rumah Sakit Umum Ajjapange Kab. Soppeng tahun 2011

Tabel 4.2

Jumlah kasus penyakit AIDS, IMS, DBD, Diare, TB dan Malaria perkecamatan di Kab. Soppeng tahun 2011

(3)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

3

diharapkan dapat mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PHBS di Kabupaten Soppeng diantaranya yaitu tingkat sosialisasi dan informasi yang masih kurang, koordinasi stakeeholder yang sangat pasif, pemberdayaan masyarakat masih belum tampak dalam ber PHBS, masih minimnya anggaran PHBS akibat rendahnya komitmen, regulasi tentang PHBS sangat minim, lemahnya monitoring dan evalusi dalam kegiatan PHBS. Dengan melihat kondisi dan kendala telah diuraikan diatas serta mengingat pentingnya PHBS di massyarakat, beberapa program PHBS dalam dokumen Renstra dan Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, telah merumuskan beberapa program terutama pada peningkatan kegiatan Penyuluhan dan pelatihan tentang PHBS. Total dana yang direncanakan Rp. 3.478.479.000,00. Tabel di bawah ini beberapa rencana program dan kegiatan pada tahun 2013.

NO. Kegiatan/Paket Pekerjaan Nama Program/ Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Kegiatan Lokasi Sumber Data Pelaksana Kegiatan A. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Pengembangan Media Promosi

dan Informasi Hidup Sehat 1 Paket 3,424,780,000 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 2 Penyuluhan Masyarakat Pola

Hidup Sehat 1 Paket 22,274,000 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 3 Peningkatan Pendidikan

Tenaga Penyuluh Kesehatan 1 Paket 11,662,500 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 4 Monitoring, Evaluasi dan

Pelaporan 1 Paket 19,762,500 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES B Program Pengembangan Lingkungan Sehat

1 Pengkajian Pengembangan

Lingkungan Sehat 1 Paket 35,042,500 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 2 Penyuluhan Menciptakan

Lingkungan Sehat 1 Paket 3,787,400 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 3 Sosialisasi Kebijakan

Lingkungan Sehat 1 Paket 31,100,000 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 4 Monitoring, Evaluasi dan

Pelaporan 1 Paket 4,000,000 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES C Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

1 Penyemprotan/ Fogging sarang

Nyamuk 1 Paket 27,340,000 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 2 Pengadaan alat dan

bahan-bahan fogging 1 Paket 27,032,500 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 3 Pelayanan Pencegahan dan

Penanggulangan Penyakit

Menular 1 Paket

160,352,500 APBD II DAU 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES 4 Peningkatan surveilance

Epidomologi &

Penanggulangan Wabah 1 Paket 49,581,300 DAU

APBD II 8 Kec Renja Dinkes 2013 DINKES Sumber:Dinas Kesehatan Kab. Soppeng, 2012

Mengingat minimnya anggaran yang dietapkan oleh Pemerintah Daerah terhadap kegiatan PHBS, maka pada tahun 2012, Program PHBS di Kabupaten Soppeng yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng hanya ada pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.3

Rencana program dan kegiatan PHBS dan Promosi Hygiene tahun 2013

Tabel 4.4

(4)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

4

NO. Nama Program/ Kegiatan/Paket Pekerjaan Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Kegiatan Lokasi Pelaksana Kegiatan

A. Program Pengembangan Lingkungan Sehat 1 Pengkajian Pengembangan

Lingkungan sehat 350 Sampel 26,832,500 APBD II 8 Kec Dinkes

2 Penyuluhan menciptakan lingkungan

Sehat 12 Bulan 3,919,900 APBD II 8 Kec Dinkes

3 Sosialisasi Kebijakan Lingkungan

Sehat 12 Bulan 20,150,000 APBD II 8 Kec Dinkes

4 Monitoring, evaluasi dan pelaporan 12 Bulan 2,910,100 APBD II 8 Kec Dinkes B. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Pengembangan media promosi dan

informasi sadar hidup sehat 1 Paket 22,415,000 APBD II 8 Kec Dinkes 2 Penyuluhan masyarakat pola hidup

sehat 203 kali 17,665,000 APBD II 8 Kec Dinkes

3 Monitoring,Evaluasi & Pelaporan 1 Paket 2,930,000 APBD II 8 Kec Dinkes C. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

1 Penyemprotan / Foging Sarang

nyamuk 12 Fokus 17,100,000 APBD II 8 Kec Dinkes

2 Pengadaan alat fogging dan

bahan-bahan fogging 1 Paket 31,138,830 APBD II 8 Kec Dinkes

3 Pelayanan pencegahan dan

penanggulangan penyakit menular 12 Bulan 47,500,770 APBD II 8 Kec Dinkes D. Program WISE (Water Sanitation, and hygiene support of school environment) Project

School Training for Hygiene Promo 125 sekolah Hibah luar negeri

8 Kec WISE CONSORTIUM (UNICEF, DUBAI CARE, SAVE THE CHILDREN) Sumber:Dinas Kesehatan Kab. Soppeng, 2012

4.2 PENINGKATAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK

Penyediaan prasarana dan sarana sanitasi di Kabupaten Soppeng masih sangat terbatas, seperti keberadaan instalasi pengolah air limbah (IPAL) hanya terdapat pada bangunan-bangunan tertentu (Rumah Sakit). Sedangkan sebagian masyarakat membuang air limbah rumah tangganya dihuniannya masing-masing dan di beberapa lokasi secara komunal.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan di Kabupaten Soppeng diperlukan sarana Sanitasi yang memadai khususnya kaitan dengan limbah Domestik. Akibat dari belum adanya sistem IPAL yang memadai menyebabkan masyarakat membuang limbah masih tergabung dengan drainase dan sungai. Pemberian sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya sanitasi lingkungan bagi kesehatan dan penyediaan sarana dan parasarana sanitasi pada lingkungan padat penduduk. Perbaikan sanitasi lingkungan juga perlu dilakukan khususnya pada kawasan padat penduduk dengan lahan dan ruang yang terbatas. Sistem sanitasi komunal menjadi salah satu alternatif pada lokasi-lokasi yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi atau pada kawasan kumuh. Untuk mengatasi masalah tersebut diatas, maka idealnya pada setiap hunian rumah tangga atau kawasan permukiman harus memiliki sistem penanganan air limbahnya.

(5)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

5

dihadapi dalam mewujudkan sistem terpusat. Selain itu kondisi topografi juga membuat pembuatan sanitasi terpusat akan menelan banyak biaya dan juga tidak efektif. Kondisi yang bergunung dan di lewati oleh sungai membuat sistem ini tidak efektif. Hal ini yang menyebabkan akan lebih efektif jika diterapkan sistem komunal ataupun terpusat skala kawasan. Sistem on site merupakan sistem yang banyak dikembangkan di Kabupaten Soppeng dalam pengelolaan sanitasi secara individu dengan penggunaan septiktank. Selain itu direncanakan pula sistem komunal dengan metode Sanimas.

NO. Nama Program/ Kegiatan/Paket Pekerjaan Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Kegiatan Lokasi Pelaksana Kegiatan A. Program Pengelolaan Air Minumdan Air Limbah

I Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prsarana Air Minum Perdesaan 1 Penyehatan Lingkungan dan

Sanitasi Daerah Pesisir Danau Tempe Kabupaten Soppeng

4 Pkt 4,000,000,000 DAK SLBM + APBD Pendamping Kec. Marioriawa DPU APBN Sanimas/ APBD Prov Kec. Marioriawa DPU Kec. Marioriawa DPU Desa Donri-Donri DPU

2 Pendampingan SANIMAS 1 Pkt 80,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU

3 Pendampingan SLBM 3 Pkt 240,000,000 APBD II 8 Kec DPU

4 Pengelolaan Limbah Tinja Rumah

Tangga Kabupaten Soppeng 1 Pkt 500,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 5 Outline Plan Air Limbah Kota

Watansoppeng 1 Pkt 50,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU

6 Pengadaan Software Aplikasi Data

Limbah di Kab. Soppeng 1 Pkt 30,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 7 Pembangunan Instalasi

Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)

Tahap II Kabupaten Soppeng 1 Pkt 300,000,000

APBN / APBD Prov./

APBD Kab. Kec. Lalabata DPU 8 Pembangunan MCK tersebar

diseluruh Kabupaten Soppeng (

DAK ) 3 Pkt 1,284,454,930 APBD II 8 Kec DPU

9 Pendampingan SANIMAS 1 Pkt 80,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU

10 Pendampingan SLBM 3 Pkt 240,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU

Sumber:Dinas Pekerjaan Umum Kab. Soppeng, 2012

Mengingat minimnya anggaran untuk subsektor Air Limbah menyebabkan tidak terlalu banyak program yang menyentuh secara langsung terhadap pengelolaan Air Limbah. Beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahun 2012 yang tertuang dokumen DPA Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Soppeng dan dokumen pelaksanaan Program WISE Konsorsium UNICEF, Save The Children dan CARE Internasional adalah melalui pembangunan MCK Plus, IPAL dan pembangunan 43 unit WC sekolah yang dilaksanakan secara bertahap di beberapa kecamatan. Rinciannya tergambar pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.5

Rencana program dan kegiatan pengelolaan limbah domestik tahun 2013

Tabel 4.6

(6)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

6

NO. Kegiatan/Paket Pekerjaan Nama Program/ Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Kegiatan Lokasi Pelaksana Kegiatan

A. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan

I Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prsarana Air Minum Perdesaan 1 Pembangunan SLBM (Komponen Air Limbah) di

Maccile 1 Pkt 273,837,666 DAK + APBD Pendamping Kec. Lalabata DPU 2 Pembangunan SLBM (Komponen Air Limbah) di

Tetetewatu 1 Pkt 273,837,666 DAK + APBD Pendamping Kec. Lilirilau DPU 3 Pembangunan SLBM (Komponen Air Limbah) di

Labokong 1 Pkt 273,837,666 DAK + APBD Pendamping Kec. Donri-Donri DPU 4 Pembangunan IPAL SANIMAS di Kel. Botto 1 Pkt 400,000,000 APBN Kec. Lalabata DPU 5 Pembangunan MCK Sumur Watu di Desa Congko 1 Pkt 60,000,000 APBD II Marioriwawo Kec. DPU 6 Pembangunan MCK Tae di Rompegading 1 Pkt 60,000,000 APBD II Kec. Liliriaja DPU 7 Pembangunan MCK DanraE 1 Pkt 60.000.000,00 APBD II Kec. Lalabata DPU 9 Penyusunan RKM dan Pendampingan SLBM 1 Pkt 50,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 10 Pendampingan Sanimas 1 Pkt 80,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU Program WISE (Water Sanitation, and hygiene support of school environment) Project

School Hygiene Infrastruktur

BATCH 2 (43 Schools) 43 Sekolah

Hibah Luar

Negeri 4 UNICEF, DUBAI

CARE, SAVE THE CHILDREN Sumber:Dinas Pekerjaan Umum Kab. Soppeng, 2012

4.3 PENINGKATAN PENGELOLAAN PERSAMPAHAN

Aktivitas masyarakat Kabupaten Soppeng yang cukup tinggi saat ini, terutama di kota Watansoppeng berpengaruh yang cukup besar terhadap peningkatan volume dan jenis sampah yang di hasilkan. Belum maksimalnya sarana pengolahan sampah yang baik, mengingat kondisi TPA Kubba yang berlokasi di Kecamatan Lalabata yang masih perlu penataan dan peningkatan sarana sehingga perlu pembangunan yang membuat pengelolaan persampahan dapat terlaksana dengan baik. Seperti telah diuraikan bab 3.3 tentang pengelolaan persampahan di Kabupaten Soppeng kondisi dimana terbatasnya alat pengangkut sampah, sehingga cakupan layanannya masih belum bisa ditingkatkan. Oleh karena itu, kedepan beberapa agenda penting yang akan dituangkan dalam program perioritas SKPD (DPU dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan) yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk sub bidang persampahan. Untuk mengatasi persoalan sampah terutama mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana, maka pada tahun 2013 Kabupaten Soppeng menetapkan beberapa program dan kegiatan perioritas pengelolaan Persampahan yang akan direncanakan. Di bawah ini beberapa program dan kegiatan yang telah direncanakan tercantum

pada tabel di bawah ini. Tabel 4.7

(7)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

7

NO. Nama Program/ Kegiatan/Paket Pekerjaan Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Kegiatan Lokasi Pelaksana Kegiatan

A. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

1 Penyediaan Prasarana & Sarana Pengelolaan Persampahan 1 Thn 203,327,500 APBD II Soppeng Kab. DKP 2 Peningkatan Operasionaldan pemeliharaan Prasarana dan Sarana Persampahan 1 Thn 793,755,000 APBD II Soppeng Kab. DKP 3 Pengadaan TPS Permanen Viber, Kayu 2725 Unt 500,000,000 APBD II 8 Kec DKP 4 Pememliharaan TPS Persampahan 50 Unt 50,000.000.00 APBD II Soppeng Kab. DKP 5 Penyusunan Data Base Persampahan Kab. Soppeng 1 Pkt 175.000,000 APBD II Soppeng Kab. DPU 6 Penyusunan Master Plan Persampahan Kab. Soppeng 1 Pkt 150,000,000 APBD II Soppeng Kab. DPU 7 Penyusunan Bussines Plan Persampahan Kab. Soppeng 1 Pkt 150,000,000 APBD II Soppeng Kab. DPU B. Program Peningkatan Sarana & Prasarana Aparatur

1 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas / Operasional 32 Unt 695,142,000 APBD II Soppeng Kab. DKP C. Program Peningkatan Kinerja TPA

1 Pembuatan Bronjong Pengaman Kolam Lindi 1 Pkt 50,000,000 APBN Kubba TPA DPU

2 Pembuatan Jalan Inspeksi TPA 1 Pkt 50,000,000 APBN Kubba TPA DPU

3 Pembuatan Workshop TPA 1 Pkt 150,000,000 APBN Soppeng Kab. DPU

4 Pengadaan Instalasi Jaringan Listrik TPA 1 Pkt 25,000,000 APBN Kubba TPA DPU D. Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan, Dan Pelaksanaan Pengembangan Sanitasi Dan Persampahan

1 Pengadaan Alat Berat Buldoser 1 Pkt 1,500,000,000 APBN Soppeng Kab. Satker PLP 2 Pengolahan Sampah Terpadu (3R) 1 Unt 550,000,000 APBN Soppeng Kab. Satker PLP Sumber:Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan dan pertamanan Kab. Soppeng, 2012

Pada tahun 2012, pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan telah menyusun beberapa kegiatan untuk meningkatkan pelayanan pengelolaan persampahan. Di bawah ini beberapa kegiatan yang sedang dilaksanakan dibidang pengelolaan persampahan di Kabupaten Soppeng tahun 2012.

N

O. Nama Program/ Kegiatan/Paket Pekerjaan Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Lokasi Kegiatan Pelaksana Kegiatan A. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

1 Penyediaan Prasarana & Sarana Pengelolaan Persampahan 1 Thn 203,327,500 APBD II Soppeng Kab. DKP 2 Peningkatan Operasionaldan pemeliharaan

Prasarana dan Sarana Persampahan 1 Thn 793,755,000 APBD II Soppeng Kab. DKP B. Program Peningkatan Sarana & Prasarana Aparatur

1 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas / Operasional 32 Unt 695,142,000 APBD II Soppeng Kab. DKP Sumber:Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan dan pertamanan Kab. Soppeng, 2012

4.4 PENINGKATAN PENGELOLAAN DRAINASE LINGKUNGAN Tabel 4.8

(8)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

8

Permasalahan mendasar dalam pengelolaan drainase lingkungan di Kabupaten Soppeng dikarenakan belum adanya masterplan sistem drainase untuk kabupaten Soppeng yang berakibat kurang terarahnya sistem pembangunan dan pemeliharaan drainase lingkungan yang juga membawa akibat pada banyaknya saluran drainase yang dalam kondisi rusak, sehingga kurang berfungsi secara optimal dan saluran drainase sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat disekitar. Berangkat dari kondisi tersebut, maka sangat diperlukan program dan kegiatan perioritas untuk menangani persolaan drainase di Kabupaten Soppeng.

Selain melakukan kegiatan fisik dalam bentuk pembangunan dan perbaikan saluran yang telah rusak, kepedulian dan peran serta masyarakat dalam menjaga dan memelihara drainase antara lain dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk memelihara dan tidak membuang sampah di badan saluran harus digalakkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menyusun sebuah regulasi dalam bentuk Perda terkait pengelolaan drainase yang mana termasuk didalamnya tercantum mekanisme sanksi bagi masyarakat yang tidak memelihara drainase di lingkungan mereka.

Mengingat minimnya anggaran pembangunan drainase, sehingga berakibat pada kondisi drainase yang belum memenuhi standar sehingga, pada tahun 2013 pemerintah daerah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pekerjaan Umum menyusun program dan kegiatan merupakan rekomendasi untuk memperbaiki kondisi drainase kabupaten Soppeng. Secara rinci rencana program dan kegiatan pengelolaan Drainase Kabupaten Soppeng pada tahun 2013 tergambar pada tabel dibawah ini:

N O

. Nama Program/ Kegiatan/Paket Pekerjaan Sat. Vol. Biaya (Rp.)

Sumber

Dana Kegiatan Lokasi Pelaksana Kegiatan Program Pembangunan Saluran Darainase/Gorong-Gorong

Pembangunan Drainase dan Gorong-Gorong

1 Penyusunan Master Plan Drainase 1 Pkt 200,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 2 Penyusunan Outline Plan Kota Watansoppeng 1 Pkt 100,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 3 Penyusunan Outline Plan Kota Batu-Batu 1 Pkt 100,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 4 Penyusunan Outline Plan Kota Cabenge 1 Pkt 100,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 5 Penyusunan Outline Plan Kota Takalala 1 Pkt 100,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 6 Penyusunan Perda (Peraturan Daerah) terkait Drainase di Kab. Soppeng 1 Pkt 100,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU 7 Pembangunan Drainase Permanen di Jl. Lingkungan Madello dan Lingk. Lawo 2000 M 900,000,000 APBD II Kec. Lalabata DPU 8 Pemb. Drainase Sebelah Timur Stadion H. A. Wana 900,000,000 APBD II Kec. Lalabata DPU 9 Perbaikan Drainase di Akkampeng 1000 M 450,000,000 APBD II Kec. Lalabata DPU 10 Pemb. Drainase Jalan Poros Leworeng- Kesssing/ Toddang Salo 1000 M 450,000,000 APBD II Kec. Donri-Donri DPU 11 Pemb. Drainase Permanen Ruas Jalan di Desa Donri-Donri 1000 M 450,000,000 APBD II Kec. Donri-Donri DPU 12 Pembangunan Drainase Ruas Policcu-Panincong 1000 M 450,000,000 APBD II Kec. Marioriawa DPU 13 Pemb. Drainase di Macanre 300 M 135,000,000 APBD II Kec. Lilirilau DPU 14 Pemb. Drainase di Jl. Pahlawan (Depan Pasar Takalala) 500 M 225,000,000 APBD II Kec. Marioriwawo DPU Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Soppeng, 2012

Sedangkan program dan kegiatan yang sedang berjalan tahun 2012 kegiatan pengelolaan Drainse di Kabupaten Soppeng tahun 2012 terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.9

(9)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

9

N

O .

Nama Program/ Kegiatan/Paket Pekerjaan Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Lokasi Kegiatan Pelaksana Kegiatan A. Program Pembangunan Saluran Darainase/Gorong-Gorong

1 Pembuatan drainase Jl. Kayangan dpn Rmh H. Nginan 50 M 32,500,000 APBD II Kec. Lalabata DPU 2 Pembangunan Drainase Tertutup Kemakmuran 200 M 200,000,000 APBD II Kec. Lalabata DPU 3 Pembangunan Drainase Tertutup di Pajalesang (lanjutan) 337 M 200,000,000 APBD II Kec. Lilirilau DPU 4 Pembangunan Drainase Rompegading 350 M 192,000,000 APBD II Kec. Liliriaja DPU 5 Pembangunan Drainase + Talud di Sewo 390 M 150,000,000 APBD II Kec. Lalabata DPU 6 Pembangunan Drainase di Macanre 280 M 154,000,000 APBD II Kec. Lalabata DPU B. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan

1 Pembangunan Drainase Di Desa Umpungeng 1000 M 177,411,500 +Swadaya BLM Desa Umpungeng Perdesaan PNPM- 2 Pembangunan Drainase Di Kel. Lemba 466 M 77,502,100 BLM +Swadaya Kel. Lemba Perdesaan PNPM- 3 Pembangunan Drainase Di Kel. Cabenge 1000 M 100,917,900 BLM +Swadaya Kel. Cabenge Perdesaan PNPM- 4 Pembuatan Duikker, perkerasan Jalan dan Rabat Beton Di Desa Pesse 4 Bh 128,113,100 BLM +Swadaya Desa Pesse Perdesaan PNPM- 5 Pembuatan Duikker, perkerasan Jalan dan Rabat Beton Di Desa Pising 3 Bh 164,007,200 BLM +Swadaya Desa Pising Perdesaan PNPM- 6 Pembuatan Duikker, perkerasan Jalan dan Rabat Beton Di Desa Kessing 1 Unt 155,430,900 BLM +Swadaya Desa Kessing Perdesaan PNPM- 7 Pembuatan Duikker,Drainase, Talud dan Rabat Beton Di Desa Citta 122.4 M 292,394,400 BLM +Swadaya Desa Citta Perdesaan PNPM- C. Perbaikan Lingkungan & Permukiman

1 Pembangunan Plat Dekker Ke Pasar TanjongE 1 Pkt 10,000,000 ADD Desa Marioriaja Pemdes BPM & 2 Pemb. Talud dan Penimbunan Lorong 1 Pkt 40,000,000 ADD Kel.TellulimpoE Pemdes BPM & 3 Penimbunan dan Pembuatan Plat Duiker Lorong Dusun LompoE 1 Pkt 22,515,000 ADD Kel.TellulimpoE Pemdes BPM &

4 Pemb. Plat Duikker 1 Pkt 4,068,200 ADD Kel. Jampu Pemdes BPM &

5 Biaya Pekerjaan Plat Duiker 3 Titik 1 Pkt 54,699,000 ADD Desa Sering Pemdes BPM & 6 Drainase Belakang SD 35 Tajuncu 95 M 40,000,000 ADD Desa Donri-Donri Pemdes BPM &

7 Drainase RW IV 35 M 15,000,000 ADD Desa Donri-Donri Pemdes BPM &

8 Plat Dekker 1 Pkt 7,000,000 ADD Desa Donri-Donri Pemdes BPM &

9 Pembangunan Drainase Depan Kantor Desa 200.9 M 56,607,000 ADD Desa Kebo Pemdes BPM & 10 Pembangunan Plat Duiker RW 02 1 Pkt 7,452,300 ADD Desa Panincong Pemdes BPM & 11 Pembangunan Plat Duiker RW 01 1 Pkt 4,594,900 ADD Desa Panincong Pemdes BPM & 12 Pembangunan Saluran Assorajang 1 104.5 M 65,749,000 ADD Desa Labokong Pemdes BPM & Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Soppeng, 2012

4.5 PENINGKATAN KOMPONEN TERKAIT SANITASI Tabel 4.10

(10)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

10

Secara umum permasalahan yang sering dihadapi dalam penyediaan sarana air minum di Kabupaten Soppeng, antara lain cakupan layanan sarana masih rendah, debit air pada sumber mata air yang ada terjadi penurunan terutama pada musim kemarau, belum optimalnya pemanfaatan potensi sumber-sumber mata air yang ada di kabupaten Soppeng dan sarana air minum yang sudah mencapai batas umur pemakaian bahkan lebih. Untuk mengatasi persoalan tersebut, beberapa agenda penting yang harus segera dilaksanakan untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum,antara lain:

a) Membuat suatu sistem perencanaan pemanfaatan sumber mata air dengan melakukan pemetaan awal sumber mata air yang ada di kabupaten Soppeng (pemetaan lokasi dan potensi sumber mata air),

b) Memanfaatkan sumber mata air yang ada untuk peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat, khususnya masyarakat di daerah rawan air minum,

c) Menambah dan merehabilitasi jaringan perpipaan dalam layanan jaringan PDAM ke permukiman warga;

d) Peningkatan kualitas air melalui Pengolahan IPA (Instalasi Pengolahan Air)

e) Penambahan sistem perpipaan pada desa-desa yang belum terlayani air bersih dengan memaksimalkan pengambilan titik sumber mata air agar proses pendistribusian air dilakukan dengan cara gravitasi agar tidak mempersulit masyarakat dalam pengoperasionalannya. f) Meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian sumber mata air.

No Kegiatan Satuan 2012 2013

1 UNIT AIR BAKU

a. Pembangunan baru intake L/dt 80

b. Pembangunan pipa transmisi mm-km Ø 150-300 = 25 km

2 UNIT PRODUKSI (potensi kapasitas yang bisa dimanfaatkan)

a. Kap. Belum termanfaatkan (idle) eksisting L/dt 1 1

b. Peningkatan kapasitas

Pembangunan IPA baru 40 40

3 UNIT DISTRIBUSI DAN PELAYANAN (dinyatakan dalam jumlah sambungan rumah baru yang direncanakan untuk dipasang) a. Pemanfaatan kapasitas yang belum termanfaatkan (Jumlah SR baru) Unit 80 80

b. Penurunan kehilangan air (jJumlah SR baru) Unit 992 992

c. Pembangunan baru (Jumlah SR baru) Unit 1411 1411

d. Insentif: IKK belum punya sistem (SR baru) Unit 3657 3657

Total SR baru (tahunan) Unit 6140 6140

4 Penurunan Kehilangan Air

a. Penggantian Meter Pelanggan Unit 1343 1343

b. Penggantian Pipa mm-km Ø 50-150 = 20,145 Ø 50-150 = 20,145

Sumber: PDAM Kabupaten Soppeng, 2012

Program/kegiatan pengelolaan air minum di kabupaten Soppeng lebih ditekankan pada pengembangan infrastruktur mengingat kondisi infrastruktur Air Minum/Air Bersih di Kabupaten

Tabel 4.10

(11)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

11

Soppeng belum memadai dibandingkan kebutuhan akan air minum yang semakin meningkat. Mengingat kondisi tersebut, maka di Kabupaten Soppeng memerlukan penyediaan air minum yang memenuhi standar kesehatan. Tabel dibawah ini adalah perencanaan program sanitasi sub sektor Air Minum/Air Bersih Kabupaten Soppeng yang akan dilaksanakan pada tahun 2013

NO. Kegiatan/Paket Pekerjaan Nama Program/ Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Kegiatan Lokasi Pelaksana Kegiatan A PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA AIR MINUM

1 Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Kampiri 1 Pkt 773,102,000 DAK + APBD

Pendamping Kec. Citta DPU 2 Pembangunan SPAM Kawasan MBR 1 Pkt 912,523,271 APBN Kec. Lilirilau Satker PK-PAM 3 Pembangunan SPAM Kawasan Khusus PPI 1 Pkt 284,381,697 APBN PPI Salomate Satker PK-PAM 4 Pembangunan SPAM Perdesaan 1 Pkt 605,099,000 APBN Kec. lilirilau Satker PK-PAM

5 Pembangunan SPAM Perdesaan 1 Pkt 2,363,500,000 APBN-SKPA

Desa JennaE, Desa Appanang, Kec. Liliriaja, Desa kampiri Kec. Citta Satker PK-PAM

6 Pembangunan SPAM Perdesaan 1 Pkt 2,403,648,000 APBN-SKPA

Desa Gattareng, Desa Soga, dan

Desa Marioriaja,Kec.

Marioriwawo

Satker PK-PAM

7 Pembangunan SPAM IKK 1 Pkt 7,259,257,500 APBN-SKPA IKK Lalabata Satker PK-PAM 8 Pembangunan SPAM IKK 1 Pkt 7,259,257,500 APBN-SKPA Marioriwawo IKK Satker PK-PAM B Program Pengendalian, Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan/Pengembangan produksi ramah lingkungan 1 Pengujian efluen air Limbah

1 Pkt 32,220,000 APBD II Kab. Soppeng KLH

2 Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (vol. Sampah)

C

Program Pengendalian, Pencemaran dan Perusakan Lingkungan hidup / Koordinasi Penilaian Kota sehat dan Adipura

1 Pkt 55,239,000 APBD II Kab. Soppeng KLH

D Penyusunan Buku Putih dan SSK Kab. Soppeng 1 Pkt 325,000,000 APBD II Kab. Soppeng POKJA PPSP E Penyusunan DED Keciptakaryaan di Kawasan

Kumuh 1 Pkt 50,000,000 APBD II Kab. Soppeng DPU

Sumber: DPU Kabupaten Soppeng, 2012

Tabel 4.12

Rencana program dan kegiatan komponen terkait sanitasi di kabupaten Soppeng tahun 2012

(12)

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN SOPPENG

12

NO. Kegiatan/Paket Pekerjaan Nama Program/ Sat. Vol. Biaya (Rp.) Sumber Dana Kegiatan Lokasi Pelaksana Kegiatan

A PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA AIR MINUM 1 Pembangunan sarana prasarana perpipaan air

minum di Goarie 1 Pkt 700,000,000 DAK + APBD Pendamping Kec. Marioriwawo DPU 2 Pembangunan sarana prasarana perpipaan air

minum di Citta 1 Pkt 800,000,000

DAK + APBD

Pendamping Kec. Citta DPU 3 Pembangunan DED SPAM IKK Liliriaja 1 Pkt 50,000,000 APBD II Kec. Liliriaja DPU 4 Pembangunan Sistem Transmisi Air Minum Kota

Watansoppeng 1 Pkt 12,000,000,000 APBN Kec. lalabata Satker PK-PAM

5 Pembangunan IKK Ganra 1 Pkt 9,500,000,000 APBN Kec. Ganra Satker PK-PAM

6 Pembangunan PSAB Goarie 1 Pkt 1,300,000,000 DAK/1PBD II marioriwawo Kec. DPU

6 Pembangunan PSAB Tae 1 Pkt 750,000,000 DAK/1PBD II Kec. Liliriaja DPU 6 Pembangunan PSAB Abbanuange 1 Pkt 800,000,000 DAK/1PBD II Marioriwawo Kec. DPU Sumber: DPU Kabupaten Soppeng, 2012

Tabel 4.13

Rencana program dan kegiatan komponen terkait sanitasi di kabupaten Soppeng tahun 2013

Referensi

Dokumen terkait

Program kerja dari UNICEF dalam menangani perdagangan anak di Nigeria pada tahun 2003-2007 dapat dilihat bahwa UNICEF berfokus pada upaya peningkatan

Ketika gambaran klinis yang khas dan vesikel muncul, HZ oral dapat dibedakan secara klinis dari lesi multiple akut lainnya pada mulut, dimana lesi bilateral dan tidak didahului

Volume injeksi sampel dipelajari dengan mengukur luas area puncak kromatogram larutan baku klorpirifos 2 ppm dengan volume injeksi divariasikan dari 5 – 30

Menurut Djohari O, (1999: 99) Indonesia senantiasa bersikap konsisten bahwa penyelesaian masalah Timor Timur sebagai masalah politik dan hanya dapat

Terdapat pengaruh nyata dan interaksi ekstrak daun lidah buaya dan sirih dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans sehingga menyebabkan perbedaaan besar

[r]

Bagi guru memberikan informasi kepada guru tentang metode pembelajaran PKn di SD yang dapat melatih siswa untuk memunculkan karakter kewarganegaraan yaitu