• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA MESIN PRODUKSI TUBE MILL DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS ( STUDI KASUS DI PT SEMEN BATURAJA TBK ) -

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ANALISIS PENGUKURAN KINERJA MESIN PRODUKSI TUBE MILL DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS ( STUDI KASUS DI PT SEMEN BATURAJA TBK ) -"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Setiap perusahaan dapat mengetahui efektifitas mesin yang digunakan dengan menggunakan perhitungan tingkat keefektifan peralatan menggunakan metode Total Productive

Quality ratio , yaitu perbandingan jumlah aktual minyak kelapa sawit yang dihasilkan terhadap jumlah ideal minyak kelapa sawit yang dihasilkan dari proses pengolahan

Melalui Total Productive Maintenance dengan melakukan pengukuran mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dapat diaplikasikan delapan pilar yang

Penyebab downtime dari beberapa factor antara lain dari mesin yang sering mengalami kerusakan karena mesin sudah digunakan lama, juga penggunaan faktor material yaitu material

Industri manufaktur tentunya pada mesin/peralatan sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan ketika proses produksi dimulai hingga selesai, namun tentunya mesin /

Peningkatan efisiensi produksi pada perusahaan ini adalah dengan melakukan pengukuran efektivitas mesin Bubut CNC dan mesin Milling CNC dengan menggunakan metode

Berikut ini merupakan hasil perhitungan persentase Overall Equipment Effectiveness OEE mesin Spinning POY periode produksi Januari sampai dengan Desember 2014 dengan rumus: OEE =

Dari data di atas dapat dilihat tingginya down time / breakdown time pada unit kerja produksi, salah satunya karena terdapat masalah pada mesin / peralatan yang menimbulkan loss time