TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 1
VIII. Manajemen Memory
• Pada uniprograming, main memory dibagi menjadi dua yaitu untuk sistem operasi (resident monitor, kernel) dan program yang dieksekusi sedangkan dalam
multiprograming, main memory yang digunakan user
dibagi-bagi untuk beberapa proses. Tugas pembagian ini yang disebut manajemen memori
• Fungsi manajemen memori
- Mengelola informasi memori yang dipakai dan tidak dipakai
VIII.1. Fixed Memory
• Main Memory dibagi menjadi sejumlah partisi tetap dan pada partisi tersebut ditempatkan proses-proses
• Berdasarkan ukurannya dapat dibedakan menjadi partisi
Klasifikasi
Manajemen Memori
Nyata (Main memory)
Sistem Khusus untuk pemakai tunggal
Sistem multiprograming
Partisi tetap
Partisi dinamis
Alokasi absolut Relokasi
Paging murni Segmentasi murni
Kombinasi paging dan segmentasi Maya
3
Operating system
512 k
512 k
512 k
512 k
512 k
512 k
512 k
512 k
(a) Equal size partition
Operating system
512 k 128 k 256 k
320 k
576 k
768 k
1 M
(b) Unequal size partition
Kesulitan partisi tetap dengan ukuran yang
sama
• Bila program ukurannya lebih besar dibanding partisi yang tersedia maka tidak dapat dimuatkan.
Pemrogram harus mempersiapkan overlay sehingga hanya bagian program yang benar-benar dieksekusi yang dimasukkan ke main memory
• Untuk program yang sangat kecil dibanding ukuran partisi akan terjadi ketidakefisien yang disebut
TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 5
Placement Algorithm
• Untuk partisi tetap dengan ukuran yang sama,
penempatan proses di main memory dilakukan dengan trivial, selama ada partisi yang tersedia proses dapat di load ke partisi tersebut.Bila sudah penuh digunakan swapping.
• Untuk partisi tetap dengan ukuran berbeda dua cara penempatan proses kedalam partisi :
1. Satu antrian proses untuk tiap partisi
2. Satu antrian proses untuk seluruh partisi
Operating system
512 k 128 k 256 k 320 k
576 k
768 k
1 M 512 k
New Process
(b) Single process queque
Operating system
512 k 128 k 256 k 320 k
576 k
768 k
1 M 512 k
New Process
TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 7
Masalah di dalam partisi tetap
• Relokasi
Penempatan proses sesuai alamat fisik yang bisa berubah tergantung penempatannya dalam partisi • Proteksi
Partisi Dinamik
• Partisi yang digunakan memiliki panjang dan jumlah yang bervariasi
• Saat suatu proses dibawa ke main memory, proses
tersebut dialokasikan dengan ukuran memori yang tepat sama dengan yang diperlukan
TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 9
Process space Operating
System 128 k
896 k
(a)
Process space Operating
System 128 k
(b) Process 1
576 k 320 k
Process space Operating
System 128 k
(c) Process 1
352 k 320 k
Process 2 224 k
Operating
System 128 k
(d) Process 1
288 k 320 k
Process 2 224 k
Process 3
64 k
Operating
System 128 k
(e) Process 1
288 k 320 k
224 k
Process 3
64 k
Operating
System 128 k
(f) Process 1
288 k 320 k 128 k
Process 3
64 k Process 4
96 k
Operating
System 128 k
(g)
288 k 320 k 128 k
Process 3
64 k Process 4
96 k
Operating
System 128 k
(h) Process 2
288 k 224 k 128 k
Process 3
64 k Process 4
• (a) mula-mula memori kosong hanya ada sistem operasi • (b, c, d) proses 1, 2, 3 diload ke main memory
Pada (d) terdapat “hole” di akhir memori yang tidak cukup untuk proses 4
• (e) Karena belum ada proses yang ready, proses 2 diswap sehingga cukup untuk proses 4
• (f) Proses 4 berukuran lebih kecil dari proses 2 sehingga terbentuk hole lain
• (g) Kemudian proses 2 menjadi ready, karena ukuran memori tersedia belum cukup maka proses 1 yang
diswap
TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 11
• Partisi dinamik ini menghasilkan beberapa lubang (hole) di memori yang semakin lama memori akan semakin ter-fragment dan penggunaan memori
berkurang. Fenomena ini disebut Fragmentasi Eksternal
• Teknik untuk mengatasi Fragmentasi Eksternal dengan Compaction (pemadatan). Dari waktu ke waktu sistem operasi menggeser proses-proses sehingga menjadi
berdampingan (contiguous) dan free memory dijadikan satu blok. Misal dari gambar (h) akan diperoleh free
memory 256 k sebagai hasil dari compaction
• Kesulitan dari compaction adalah prosedurnya menyita waktu prosesor dan diperlukan kemampuan relokasi
RELOCATION
• Penempatan suatu proses yang telah diswap kembali ke
main memory. Pada partisi tetap suatu proses yang diswap balik (swap in) akan menempati partisi yang sama seperti sebelum diswap. Ini merupakan contoh relokasi sederhana. Saat pertama diload, seluruh acuan memori relatif dalam bentuk code akan digantikn alamat main memory absolut yang ditentukan oleh base address dari proses yang diload • Sedangkan pada single-process queue untuk unequal-size partition dan partisi dinamik suatu proses bisa menempati partisi yang berbeda pada saat diswap balik ke main
TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 13
Untuk itu dibedakan beberapa jenis alamat • Logical Address :
Acuan pada suatu lokasi memory yang tergantung
pengerjaan data ke memory, penerjemahan ke alamat fisik harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memori diakses
• Relative Address :
Contoh khusus dari logical address, alamat dinyatakan sebagai suatu lokasi yang relatif pada titik yang
diketahui, biasanya awal dari program • Physical Address/Absolute Address :
Penerjemahan ke alamat fisik di main memory
Base Register
Adder Relative Address
Comparator Bound Register
Process Control Block
Program
Absolute address
Data Interrupt to
TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 15
• Saat suatu proses ditugaskan menjadi status running, base register diisi alamat awal proses di main memory. Juga terdapat sebuah bound
register yang menunjukkan lokasi akhir dari program, nilai akhir ini harus diatur saat program diload atau process image diswap masuk (ke main memory)
• Pada saat proses dieksekusi, alamat relatif dilibatkan. Alamat relatif terdiri dari isi instruction register (IR), alamat instruksi yang terjadi di dalam cabang dan instruksi pemanggilan, dan alamat data yang terjadi saat instruksi load dan store
• Tiap-tiap alamat relatif mengalami 2 langkah manipulasi oleh prosesor :
1. Nilai di dalam base register ditambahkan pada relative address untuk menghasilkan absolute address
2. Hasilnya dibandingkan dengan nilai di dalam bound register. Jika alamatnya di dalam range nilai ini maka instruksi
Placement Algorithm
• Diperlukan algoritma penempatan untuk menutup
lubang yaitu pada saat load atau swap proses ke main memory terdapat beberapa blok memori bebas yang ukurannya cukup maka sistem operasi akan
memutuskan yang mana yang akan dialokasikan
• Terdapat 3 algoritma penempatan : best-fit, first-fit dan next-fit
- Best-fit memilih blok memori yang ukurannya sangat dekat dengan ukuran proses yang dibawa - First-fit mulai dengan menscan memori dari awal dan memilih blok memori yang pertama ditemui yang memiliki ukuran yang cukup besar
Berikut ini contoh ketiga algoritma. Pada gambar ini blok terakhir yang digunakan adalah blok 22 kb yang kemudian dipartisi 14 kb. Akan dialokasikan 16 kb
8 k
12 k 22 k
18 k Block terakhir yang
dialokasi
8 k
6 k
14 k
8 k
12 k
2 k
8 k
6 k
14 k First-fit
Best-fit
Next-fit
• Algoritma yang terbaik adalah First-fit meskipun akan
menghasilkan memori bebas berukuran kecil diawal memori. Yang kedua adalah Next-fit dan yang paling buruk adalah algoritma Best-fit karena akan menghasilkan memori bebas berukuran kecil yang banyak sehingga compaction harus lebih sering dilakukan
Replacement Algorithm
• Pada sistem multiprogramming menggunakan partisi
dinamik terdapat suatu waktu saat seluruh proses di main memory dalam status block dan meski telah dilakukan
compaction masih kekurangan memori untuk penambahan proses baru
• Maka ada proses yang diswap dari main memory untuk
TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 19
Simple Paging
• Main memory dipartisi menjadi potongan memory berukuran relatif kecil dan setiap proses juga dibagi menjadi potongan kecil berukuran sama dengan
potongan memory yang disebut page.
• Page ini dapat ditempatkan pada potongan main memory yang disebut frame.
0
Number Main memory
(a) 15 page menempati frame yang kosong
TEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 21
• Sistem Operasi menyediakan page table untuk setiap proses, page table ini berisi lokasi frame untuk tiap page dari
proses. Di dalam program setiap logical address berisi nomor page dan offset
• Menggunakan logical address (page number, offset) dan page table, prosesor akan menentukan physical address (frame number, offset)
• Pages table untuk contoh di atas
0
Process A Page Table
---Process B Page Table
7
Process C Page Table
5
Process D Page Table
0 4
13 14
• Untuk memudahkan ukuran page dan ukuran frame ditentukan sebagai kelipatan 2. Sehingga relative address menjadi sama dengan logical address.
Contoh : digunakan pengalamatan 16 bit dan ukuran page 1 k = 1024 byte.
Relative address 1502 yang dalam bentuk biner : 000001 0111011110
Dengan ukuran page 1 k diperlukan offset 10 bit sehingga 6 bit sisa untuk nomor page. Sehingga program maksimum dapat terdiri dari 26 = 64 page
23
• Relative Address 1502 sesuai dengan offset = 478 dan page = 1
000001 0111011110
(a) partitioning User
Process 2700 byte
Relative Address
000001 0111011110
(b) Paging (page size = 1 k) Page 0
Page# = 1, Offset = 478 Logical Address
Page 2
Page 1 478
Internal fragmentation
000001 0111011110 1502
1
Langkah-langkah menterjemahkan alamat untuk alamat n + m bit
1. Ekstrak page number dari n bit paling kiri
pada logical address
2. Gunakan page number untuk mencari frame
number (k) di page table
3. Physical Address awal = k x 2
mTEKNIK KOMPUTER - UNIKOM Jalan 25
Simple segmentation
• Program dan datanya dibagi menjadi beberapa segmentasi. Ukuran tiap segmentasi tidak perlu sama. Logical Address yang menggunakan
segmentasi terdiri dari segment number dan offset.
0001 001 011110000
Segment 0 750 byte
Logical Address
752
Langkah menerjemahkan alamat n+m bit
1. Ekstrak segment number dari n bit paling kiri pada logical address
2. Gunakan segment number ini untuk mencari awal physical address dari segmentasi pada segment table
3. Bandingkan offset (m bit paling kanan) dengan panjang segment. Jika offset lebih besar dari panjang segment berarti alamat tidak absah (valid)
27
16 bit logical address
0000010111011110
6 bit page
number 10 bitoffset
000101 000110 011001 0
1 2
000110 0111011110 A. PAGING
16 bit logical address 4 bit
segment number
12 bit offset
001011101110 0000010000000000 0
1
0010001100010000 0001001011110000
011110011110 0010000000100000 Process Segment Table
Length Base
+ B. SEGMENTATION