• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

37

BAB III

ANALISA DAN DESAIN SISTEM

III.1. Analisis Masalah

Permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi oleh Otoritas Pelabuhan Belawan adalah sering terjadi kesalahan-kesalahan serta kesulitan dalam pencatatan penyusutan aset tetap dan bergerak dalam penggunaan suatu mesin aset tetap dan bergerak oleh suatu perusahaan. Hal ini mendorong otoritas pelabuhan belawan untuk dapat memberikan pelayanan yang cepat dan akurat sehingga dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya.

Dari uraian permasalah diatas maka penulis mencoba untuk merancang suatu sistem Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap Dan Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada Otoritas Pelabuhan Utama Belawan sehingga dapat menghasilkan laporan Penyusutan aset tetap dan bergerak Yang leih cepat, efisien, akurat serta mudah di pahami.

III.2. Penerapan Metode

Setelah melihat permasalahan diatas dan mempelajarinya, maka penulis mencoba untuk merancang suatu program untuk penghitungan nilai depresiasi mesin pabrik dengan menggunakan metode Garis Lurus untuk menyelesaikan masalah tersebut diatas. Dimana dengan menggunakan metode garis lurus yang cenderung menghasilkan Pencatatan Laporan penyusutan set vtetap atau bergerak atau yang sering disebut dengan aktiva perusahaan yang digunakan akan lebih

(2)

ini, perusahaan dapat membuat perhitungan serta dalam pencatan laporan penyusutan aset tetap dan bergerak dengan lebih cepat dan akurat.

Metode garis lurus menghubungkan alokasi biaya dengan berlakunya waktu dan mengakui pembebanan periodik yang sama sepanjang umur aktiva. Asumsi yang mendasari metode garis lurus adalag bahwa aktiva yang bersangkutan akan memberikan manfaat yang sama untuk setiap periodenya sepanjang umur aktiva, dan pembebanannya tidak dipengaruhi oleh perubahan produktifitsa maupun efisiensi aktiva. Estimasi umur ekonomis dibuat dalam periode bulanan atau tahunan. Selisih antara harga perolehan dengan nilai resibunya dibagi dengan masa manfaat aktiva akan menghasilkan beban penyusutan peridik. Dalam metode garis lurus lebih melihat aspek waktu daripada aspek kegunaan. Metode ini paling banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan karena paling mudahdiaplikasikan dalam akuntansi. Dalam metode penyusutan garis lurus, bebanpenyusutan untuk tiap tahun nilainya sama besar dan tidak dipengaruhi dengan hasil/output yang diproduksi.

Gambar III.4. Rumus Metode garis Lurus (Sumber : Hery : 2011 : 175)

III.2.1. Studi Kasus Metode Garis Lurus

Untuk mengilustrasikan penggunaan metode garis lurus, asumsi bahwa Pada awal bulan januari 2008 membeli sebuah aktiva tetap dengan harga

Penyusutan =

Harga Perolehan – Nilai Sisa

(3)

perolehan sebesar Rp. 100.000.000. berdasarkan estimasi manajemen, aktiva tetap ini diperkirakan memiliki umur ekonomis selama 5 tahun dengan nilai sisa sebesar Rp 5.000.000 pada akhir tahun ke lima. Dengan menggunakan metode garis lurus, maka besarnya beban penyusutan pertahun dapat ditentukan sebagai berikut :

Beban Penyusutan = 100.000.000 – Rp 5.000.000 5 Tahun = 19.000.000 per tahun

Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan masa manfaat 5 tahun, maka berarti besarnya tariff penyusutan pertahun adalah 20% (100 % :5), sehingga besarnya beban penyusutan pertahun menjadi 20% datA harga perolehan aktiva yang dapat disusutkan (Rp 100.000.000 – Rp 5.000.0000= Rp 95.000.000), yaitu Rp 19.000.000

Tabel yang meringkas besarnya penyusutan tahunan untuk seluruh umur aktiva tersebut adalah sebagai berikut : (dalam ribuan rupiah).

Akhir Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Akhir Buku 100.000 2008 19.000 19.000 81.000 2009 19.000 38.000 62.000 2010 19.000 57.000 43.000 2011 19.000 76.000 24.000 2012 19.000 95.000 5.000

II.2.2. Flowchart Perhitungan Metode Garis Lurus

Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalah segmen-segmen yang lebih

(4)

pengoperasian. Berikut adalah flowchart untuk perhitungan metode garis lurus :

Gambar III.1. Flowchart Metode Garis Lurus

III.3. Desain Sistem

Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap Dan Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada Otoritas Pelabuhan Utama Belawan menyajikan informasi data Penyusutan Aset tetap dan bergerak yang dimiliki oleh Otoritas

Mulai

Selesai

Beban penyusutan diperoleh dari hasil pengurangan dari harga perolehan dikurangi nilai sisa dibagi dengan taksiran

Umur Ekonomis aktiva

Perhitungan Penyusutan Metode Garis Lurus : Beban

Penyusutan =

Harga Perolehan – Nilai Sisa Taksiran Umur Ekonomis Aktiva

Menentukan Taksiran Ekonomis Menentukan Nilai Sisa Menentukan Harga Perolehan

(5)

Pelabuhan Utama Belawan. Berikut merupakan tahapan dalam perancangan aplikasi Sistem Informasi Akuntansi penyusutan aset tetap dan bergerak pada Otoritas Pelabuhan Utama Belawan menyajikan informasi data Penyusutan dalam sistem perancangan sistem ini terdiri dari beberapa tahap yaitu :

1. Perancangan Use Case Diagram. 2. Perancangan Class Diagram. 3. Perancangan Sequence Diagram. 4. Perancangan Activity Diagram. 5.Perancangan Database.

III.3.1. Use Case Diagram

Dalam penyusunan suatu program diperlukan suatu model data yang berbentuk diagram yang dapat menjelaskan suatu alur proses sistem yang akan di bangun. Dalam penulisan skripsi ini ini penulis menggunakan metode UML yang dalam metode itu penulis menerapkan diagram Use Case. Maka digambarlah suatu bentuk diagram Use Case yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(6)

Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap Dan Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada Otoritas Pelabuhan Utama Belawan

III.3.2. Class Diagram

Class Diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem,sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).

Gambar III.2. Use Case Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap Dan Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada Otoritas Pelabuhan Utama Belawan Bagian Administrasi Login Laporan Aset Penyusutan Penjualan Aset Penjualan Penyusutan Penjualan Jurnal Penyusutan Penjualan <<Include>> Logout Penjualan Data

(7)

III.3.3. Activity Diagram Activity Diagram

Activity diagrams menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. 1. Activity Diagram Form Input Data Login

Activity diagram form input data login dapat dilihat pada Gambar III.4. Sebagai berikut :

Gambar III.3. Class Diagram Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap Dan Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada

Otoritas Pelabuhan Utama Belawan

Aset - var $ NoAset - var $ NamaAset - var $ tglperolehan

- var $ Bulan Perolehan

- var $ TahunPerolehan - var $ HargaPerolehan - var $ NilaiSisa - var $ TaksiranUmurEkonomis - var $ TaksiranPenyPerUnit +Simpan () +Hapus () +Update () +Keluar () Penyusutan - var $ NoPenyusutan - var $ Thn Penyusutan - var $ NoAsett - var $ BebanPenyPerjam - var $ BebanKerjaAktiva - var $TotalBebanPenyusutan +Simpan () +Hapus () +Update () +Keluar () JurnalPenyusutan - var $ Thn - var $ Ket - var $ Noref - var $ Debet - var $ Kredit +Simpan () +Hapus () +Update () +Keluar () 1 1...* 1 1...* 1 1...* Akumulasi - var $ NoAset

- var $ Akumulasi Penyusutan

- var $ Nilai Buku Akhir +Simpan ()

+Hapus () +Update () +Keluar ()

(8)

Gambar III.4. Activity Diagram Halaman Login 2. Activity Diagram Form Input Aset

Activity diagram form input Aset dapat dilihat pada Gambar III.5. Sebagai berikut :

Gambar III.5. Activity Diagram Aset Form Login

Username Dan Password

Pesan Error Tampil Menu Utama

(9)

2 Activity Diagram Form Input Penyusutan

Activity diagram form input Penyusutan dapat dilihat pada Gambar III.6. Sebagai berikut :

Gambar III.6. Activity Diagram Input Penyusutan 4. Activity Diagram Laporan Aset

Activity diagram form Laporan Aset dapat dilihat pada Gambar III.7. Sebagai berikut :

Gambar III.7. Activity Diagram Laporan Aset Click Laporan Pilih Lap. Aset Ya Tidak Keluar Hasil Tampil Informasil

(10)

Activity diagram form Laporan Penyusutan dapat dilihat pada Gambar III.8. Sebagai berikut :

Gambar III.8. Activity Diagram Laporan Penyusutan 4. Activity Diagram Laporan Jurnal Umum

Activity diagram form Laporan Jurnal Umum dapat dilihat pada Gambar III.9. Sebagai berikut :

Click Laporan Cetak Ya Tidak Keluar Hasil Tampil Informasil Pilih Lap. Penyusutan

(11)

Gambar III.9. Activity Diagram Laporan Jurnal Umum

III.3.4 Sequence Diagram

Sequence Diagram menggambarkan perilaku pada sebuah skenario, diagram ini menunjukkan sejumlah contoh objek dan message (pesan) yang diletakkan diantara objek-objek ini di dalam use case, berikut gambar sequence diagram : Click Laporan Pilih Lap. Jurnal Ya Tidak Keluar Hasil Tampil Informasil

(12)

Sequence diagram login dapat dilihat pada Gambar III.10. Sebagai berikut :

Gambar III.10. Sequence Diagram Form Login b. Sequence Diagram Data Aset

Sequence diagram data Aset dapat dilihat pada Gambar III.11. Sebagai berikut :

(13)

Gambar III.11. Sequence Diagram Form Data Aset

c. Sequence Diagram Data Penyusutan

Sequence diagram data Penyusutan dapat dilihat pada Gambar III.12 Sebagai berikut :

Tabel Aset Aset

(14)

Gambar III.12. Sequence Diagram Form Data Penyusutan

d. Sequence Diagram Laporan

Berikut adalah penjelasan mengenai sequence diagram untuk melihat laporan yang meliputi laporan Aset, laporan penyusutan dan laporan jurnal umum. Serangkaian kerja melihat laporan dapat terlihat seperti pada gambar III.13 berikut :

(15)

Gambar III.13. SequenceDiagram Laporan

III.3.5. Desain Database 1. Normalisasi

Berikut adalah normalisasi Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap Dan Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada Otoritas Pelabuhan Utama Belawan adalah seperti pada gambar berikut ini :

1. Step 1 bentuk tidak normal (dalam bentuk ini masukaan semua file tanpa terkecuali, walaupun file-file tersebut ganda).

(16)

Ekonomis

...

MesinPotong 12 05 2016 12500000 5

MesinPotong 15 05 2016 12600000 7

...

NoPenyusutan ThnPenyusutan NoAset BebanPeny/Jam BebanKerjaAktiva TotalBebanPenyusutan ...

2016 10/ Tahun 200 20000000

2016 35/ Tahun 300 3000000

...

Thn Ket NoRef Debet Kredit

2016 Beban Penyusutan GRL01 30000000 - 2016 Akumulasi Penyusutan GRL02 - 30000000

Gambar III.14. Bentuk Tidak Normal

2. Step 2 bentuk 1 NF (dalam bentuk kesatu pisahkan file-file tersebut menjadi miliknya sendiri dalam satu tabel).

NoAset NamaAset TglPerolehan BulanPerolehan TahunPeroleahn HargaPerolehan TaksiranUmur Ekonomis

...

NST01 MesinPotong 12 05 2016 12500000 5

NST02 MesinPotong 15 05 2016 12600000 7

...

NoPenyusutan ThnPenyusutan NoAset BebanPeny/Jam BebanKerjaAktiva TotalBebanPenyusutan ...

NPY01 2016 NST01 10/ Tahun 200 20000000

NPY02 2016 NST02 35/ Tahun 300 3000000

...

Thn Ket NoRef Debet Kredit

2016 Beban Penyusutan GRL01 30000000 - 2016 Akumulasi Penyusutan GRL02 - 30000000

Gambar III.15. Normalisasi Tahap 1 (1 NF)

3. Step 3 bentuk 2 NF (dalam bentuk kedua, sudah dalam bentuk normal kesatu). Lalu tiap-tiap tabel diberi nama file dan primary key, serta terakhir beri nama relasinya.

(17)

NoAset NamaAset TglPerolehan BulanPerolehan TahunPeroleahn HargaPerolehan TaksiranUmur Ekonomis

NST01 MesinPotong 12 05 2016 12500000 5

NST02 MesinPotong 15 05 2016 12600000 7

NoPenyusutan ThnPenyusutan NoAset BebanPeny/Jam BebanKerjaAktiva TotalBebanPenyusutan ...

NPY01 2016 NST01 10/ Tahun 200 20000000

NPY02 2016 NST02 35/ Tahun 300 3000000

...

NoAset NamaAset TglPerolehan BulanPerolehan TahunPeroleahn HargaPerolehan

NST01 MesinPotong 12 05 2016 12500000

NST02 MesinPotong 15 05 2016 12600000

Gambar III.16. Normalisasi Tahap 3 (2 NF)

4. Step 4 bentuk 3 NF (dalam bentuk ketiga, sudah dalam bentuk normal kedua). yakni dengan menghilangkan field yang bergantung Transitif dan membentuk relasi dengan dengan menentukan Foreign Key.

Gambar III.17. Normalisasi Tahap 4 (3 NF)

2. Desain Tabel

Perancangan struktur database adalah untuk menentukan file database yang digunakan seperti field, tipe data, ukuran data. Sistem ini dirancang dengan menggunakan database SQLserver

Aset NoAset NamaAset tglperolehan Bulan Perolehan TahunPerolehan HargaPerolehan NilaiSisa TaksiranUmurEkonomis TaksiranPenyPerUnit Penyusutan NoPenyusutan Thn Penyusutan NoAset BebanPenyusutanPerjam BebanKerjaAktiva TotalBebanPenyusutan JurnalPenyusutan Thn Ket Noref Debet Kredit

(18)

1. TabelUser

Tabel User berfungsi sebagai tabel untuk menampung data-data pengguna program yang akan menggunakan program.

Nama Database : Aktiva Nama Tabel : TabelUser Primary Key : IDUser Foreign Key : -

Tabel III.1 Tabel User

2. Tabel Aset

Tabel Aset berfungsi sebagai tabel untuk menampung data-data yang berada pada data Aset.

Nama Database : Aktiva Nama Tabel : Tabel Aset Primary Key : NoMesin Foreign Key : -

Tabel III.2 Tabel Aset

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

*IDUser Varchar 10 *IDUser

Password Varchar 10 Password

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

*NoAset Nchar (10) 10 *NoAset

NamaAset Varchar 30 Nama Aset

TglPerolehan Int 10 Tanggal Perolehan

Bulan Perolehan Nchar 10 Bulan Perolehan

Tahun Perolehan Int 10 Tahun Perolehan

Harga Perolehan Money 10 Harga Perolehan

(19)

3. Tabel Penyusutan

Tabel Penyusutan berfungsi sebagai tabel untuk menampung data-data Penyusutan.

Nama Database : Aktiva

Nama Tabel : TabelPenyusutan Primary Key : NoPenyusutan Foreign Key : NoAset

Tabel III.3 Tabel Penyusutan

4. Tabel Jurnal Penyusutan

Tabel Jurnal Penyusutan berfungsi sebagai tabel untuk menampung data-data Jurnal Penyusutan.

Nama Database : Aktiva

Nama Tabel : Tabel Jurnal Penyusutan Primary Key : -

Foreign Key : -

TaksiranPenyusutanEkonomis Int 10 Taksiran Ekonomis Taksiran Penyusutan Money 10 Taksiran Penyusutan

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan *NoPenyusutan Varchar 15 *No Penyusutan

ThnPenyusutan Int 10 Thn Penyusutan

NoAset Nchar 10 No Aset

BebanPenyusutan Money 20 Beban Penyusutan

BebanKerjaAktiva Int 10 Beban Kerja Aktiva

(20)

5. Tabel Jurnal Akumulasi

Tabel Akumulasi berfungsi sebagai tabel untuk menampung data-data Jurnal Penyusutan.

Nama Database : Aktiva

Nama Tabel : Tabel Akumulasi Primary Key : -

Foreign Key : No Aset

Tabel III.5 Tabel Akumulasi

III.3.6 Desain User Interface III.3.6.1. Desain Input

Perancangan input merupakan masukan yang penulis rancang guna lebih memudahkan dalam entry data. Entry data yang dirancang akan lebih mudah dan cepat dan meminimalisir kesalahan penulisan dan memudahkan perubahan.

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

Thn Int - Tahun

Keterangan Varchar 30 Keterangan

NoRef Varchar 15 Keterangan

Debet Double - Debet

Kredit Double - Kredit

Nama Field Tipe Data Ukuran Keterangan

No Aset Nchar 10 No Aset

Akumulasi Penyusutan

Money - Money

(21)

Perancangan input tampilan yang dirancang adalah sebagai berikut : 1. Perancangan Input Form Login

Perancangan input form login berfungsi untuk verifikasi pengguna yang berhak menggunakan sistem. Adapun rancangan form login dapat dilihat pada Gambar III.18. sebagai berikut :

Gambar III.18. Rancangan InputForm Login

2. Rancangan Input Form Input Menu Utama

Rancangan input menu utama berfungsi untuk menampilkan tampilan utama dari user interface. Adapun rancangan menu utama dapat dilihat pada Gambar III.19 sebagai berikut :

Gambar III.19. Rancangan InputForm Menu Utama

OTORITAS PELABUHAN BELAWAN

LOGO

ID User

Pasword

Login

Keluar

Form Menu Utama

Data Laporan Exit Program

(22)

Perancangan input form input Aset merupakan form untuk penyimpanan data-data daftar aset. Adapun bentuk form input Aset dapat dilihat pada Gambar III.20 Sebagai berikut :

Gambar III.20. Rancangan InputForm Input Aset 4. Rancangan Input Form Input Penyusutan

Perancangan input form input Penyusutan merupakan form untuk penyimpanan data-data Penyusutan yang telah susut. Adapun bentuk form input Penyusutan dapat dilihat pada Gambar III.21 Sebagai berikut :

Form Aset

Aset

Nama Aset Tanggal Perolehan

Harga Perolehan Nilai Sisa Aset TaksiranUmurEkonomis Taksiranjampemakaian Noaset Nama Aset Tgl Harga Perolehan Nilai Sisa Taksiran Umur Taksi ran Jam Xxx999 Xxxx Ddmm yy 999999 9999 9999 9999 Xxx999 Xxxx Ddmm yy 999999 9999 9999 9999

(23)

Gambar III.21. Rancangan InputForm Penyusutan

III.3.6.2. Desain Output

Desain sistem ini berisikan pemilihan menu dan hasil pencarian yang telah dilakukan. Adapun bentuk rancangan output dari Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap Dan Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada Otoritas Pelabuhan Utama Belawan ini adalah sebagai berikut :

1. Rancangan Output Laporan Mesin

Rancangan output laporan Mesin berfungsi menampilkan data-data Mesin. Adapun rancangan output laporan Mesin dapat dilihat pada Gambar III.22. sebagai berikut : Form Penyusutan No Penyusutan NoAset NamaAktivaTetap TanggalPerolehan HargaPerolehan Nilai Sisa

Tak. Umur Ekonomis

New Simpan Edit Hapus Update Tahun Tak.Perk.Penyusuta n BebanPeny/thn Rp Jml Bln KerjaAktiva TotalBebanPeny Rp Bulan

Hitung Beban Peny/ Jam

Hitung Total Beban Peny

NoPenyu Thn Penyu NoAset Beban Penyu

Nilai Sisa

Xxx999 Ddmmyy Xxx9999 999999 99999 Xxx999 Ddmmyy Xxx9999 999999 99999

(24)

Gambar III.22. Rancangan Output Laporan Aset 2. Rancangan Output Laporan Buku Penyusutan

Perancangan Output Laporan Buku Penyusutan merupakan form untuk penyimpanan data-data daftar Buku penyusutan yang terjadi. Adapun perancangan output Laporan Buku penyusutan dapat di lihat pada gambar III.23 sebagai berikut:

LOGO

Laporan Aset Tetap Dan Bergerak

NoAset Nama Aset Tgl Perolehan Harga Perolehan

Nilai Sisa Taksiran Umur Ekonomis Taksiran Jam Kerja Xxx999 Xxxxx Ddmmyy 99999 999999 9999999 999999 Xxx999 Xxxxx Ddmmyy 99999 999999 9999999 999999 Belawan, ddmmyy Dicetak Oleh Staff Accounting ( )

(25)

Gambar III.23. Rancangan Output Tampilan form Buku Penyusutan 3. Rancangan Output Laporan Jurnal Penyusutan

Perancangan Output Laporan Jurnal Penyusutan merupakan form untuk penyimpanan data-data daftar Penyusutan yang terjadi. Adapun bentuk Laporan Penyusutan dapat dilihat pada Gambar III.24 Sebagai berikut :

FormLapBukuPenyusutan LOGO

Laporan Aset Tetap Dan Bergerak

Thn Penyusutan Total Beban Penyusutan

Akumulasi Penyusutan

Nilai Buku Akhir

Ddmmyy 99999 999999 999999 Ddmmyy 99999 999999 999999 Belawan, ddmmyy Dicetak Oleh Staff Accounting ( ) No Aset Sisahkan Oleh Kabag Perlengkapan ( )

(26)

Gambar III.24. Rancangan Output Tampilan form Jurnal Penyusutan FormLapJurnalPenyusutan

LOGO

Laporan Aset Tetap Dan Bergerak

Keterangan No Ref Debet Kredit

Xxx999 Xxx999 999999 999999 Xxx999 Xxx999 999999 999999 Belawan, ddmmyy Dicetak Oleh Staff Accounting ( ) Tahun : Sisahkan Oleh Kabag Perlengkapan ( )

Gambar

Tabel  yang  meringkas  besarnya  penyusutan  tahunan  untuk  seluruh  umur  aktiva  tersebut adalah sebagai berikut : (dalam ribuan rupiah)
Gambar III.1. Flowchart Metode Garis Lurus
Gambar III.2. Use Case Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap Dan  Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada Otoritas Pelabuhan Utama Belawan
Gambar III.3. Class Diagram Sistem Informasi Akuntansi  Penyusutan Aset Tetap Dan Bergerak Dengan Metode Garis Lurus Pada
+7

Referensi

Dokumen terkait

PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta memisah bagian aset tetap dari bagian akuntansi, serta metode penyusutan garis lurus yang diterapkan sudah

Bentuk Dokumen masukan penyusutan aktiva tetap sistem yang sedang berjalan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.. Formulir Input Penyusutan

Input Kode Aktiva () Nama Aktiva () Kategori () Tgl Perolehan () Harga Perolehan () Usia Ekonomis () Nilai Residu () Tarif Penyusutan () Beban Penyusutan/Thn () Beban Penyusutan/Bln

Beberapa hal-hal yang harus dipenuhi adalah data dalam penentuan penyusutan aset tetap dengan menggunakan perbandingan metode garis lurus dan metode jam

Metode analisis data untuk pengelolaan data manajemen aset pada PT Jalan Tol Seksi Empat menggunakan metode garis lurus dan penyusutan aset sesuai dengan masa konsesi

Hasil dari perancangan sistem informasi akuntansi penyusutan aktiva tetap metode garis lurus pada KOPKAR Bina Khatulistiwa, maka dapat ditarik simpulan dengan

Wajib pajak diperkenankan untuk memilih metode penyusutan fiskal untuk aset tetap berwujud bukan bangunan, yaitu saldo menurun atau metode garis lurus. Metode mana

Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu mengenai aset diantaranya pengelolaan aset tetap [3], perhitungan penyusutan aset dengan metode garis lurus [4] dan perhitungan