• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENILAIAN LAPORAN KEUANGAN SKPD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENILAIAN LAPORAN KEUANGAN SKPD"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENILAIAN LAPORAN KEUANGAN – SKPD Waktu: 90 menit

Salah satu tugas pemeriksa/auditor pada Inspektorat Daerah adalah melakukan reviu atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) maupun Laporan Keuangan SKPD, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006. Kapasitas pemeriksa/auditor harus mampu memberikan penilaian atas laporan keuangan yang disajikan, apakah sesuai atau tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Pertimbangan pemeriksa/auditor sangat penting dalam memberikan keputusan penilaian atas penyajian laporan keuangan. Sehubungan dengan tugas tersebut Peneliti mendesain kasus yang mirip dengan kondisi di lapangan. Selanjutnya Bapak/Ibu/Saudara sebagai pemeriksa/auditor diharapkan mampu memberikan penilaian atas Laporan Keuangan SKPD sesuai dengan kasus di bawah ini.

Inspektorat Kabupaten Baru melakukan reviu atas laporan keuangan Dinas Peternakan per 31 Desember 2013. Ketua Tim Reviu Inspektorat Kabupaten Baru membagi tugas untuk melakukan reviu LRA dan Neraca SKPD. Informasi dari Dinas Peternakan ditemukan hal-hal sebagai berikut:

1. PPK Dinas Peternakan telah menyusun Neraca per 31 Desember 2013 dan LRA tahun anggaran 2013 (terlampir), berdasarkan catatan akuntansi PPK saja.

2. Buku Kas Umum (BKU) Bendaharawan Pengeluaran telah dilakukan penutupan kas per 31 Desember 2013 dengan saldo nihil. Saldo BKU terdiri saldo buku kas tunai, saldo buku bank, saldo buku pajak. Tidak ada surat berharga (seperti meterai) pada tanggal tersebut.

3. Bendaharawan Pengeluaran telah menyusun Laporan SPJ bulan Desember 2013 (terlampir) berdasarkan register SPM, SP2D diterima dan register SPJ.

4. Bendaharawan Pengeluaran dan PPK belum melakukan rekonsiliasi bank per tanggal neraca. PPK menyajikan pos kas berdasarkan saldo BKU.

5. Rekening koran atas giro Dinas Peternakan per 31 Desember 2013 menunjukkan saldo Rp17.527,00 yang merupakan pendapatan bunga bank.

6. Bendaharawan Barang telah membuat laporan aset tetap dan persediaan

K - II

(2)

retribusi baru membayar pada tanggal 30 Desember 2013.

8. Kebijakan akuntansi dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Baru, mengenai penyusutan aset tetap (kecuali tanah) berdasarkan metode garis lurus, dengan ketentuan: Nilai residu Gedung dan Bangunan = 20% dari nilai perolehan dengan umur ekonomis 20 tahun; peralatan dan mesin = 10% dari nilai perolehan, dengan umur ekonomis 5 tahun, kecuali kendaraan bermotor umur ekonomis 15 tahun. Perolehan aset tetap tahun bersangkutan telah diperhitungkan dalam penyusutan tahun berkenan.

9. Kebijakan akuntansi lainnya juga menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan aset lainnya adalah nilai aset tetap yang kondisinya rusak berat.

10.Informasi lain yang tidak tersedia, seperti pos-pos neraca: dana bergulir; jalan, irigasi dan jaringan, dan aset tetap lainnya, diasumsikan benar.

Berdasarkan data yang ada, Bapak/Ibu/Saudara diminta untuk memberikan penilaian kesesuaian penyajian laporan keuangan SKPD pada lembar jawaban yang tersedia, dengan terlebih dahulu melakukan reviu pada Kertas Kerja Reviu (KKR) yang disediakan.

(3)

PEMERINTAH KABUPATEN BARU Inspektorat Kabupaten Baru

KKR Nomor: ………. Dibuat Oleh : ………. Tgl/Paraf : ………. Direviu Oleh: ……….. Tgl/Paraf : ………. Reviu Penyajian LRA

1 Format LRA dan Struktur Pos-Pos LRA Status (S atau TS) Hasil analisis:  Format LRA ………. ………. ………. ………. ……….  Struktur Pendapatan ………. ………. ………. ………. ……….  Struktur Belanja ………. ………. ………. ………. ………. Simpulan: Keterangan: S = Sesuai TS = Tidak Sesuai

(4)

Reviu Penyajian LRA

2 Pengujian Penyajian Realisasi Belanja Status (S atau TS) Hasil analisis:

 Belanja Pegawai

Menurut LRA ……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ……….  Belanja Barang/Jasa

Menurut LRA ……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ……….  Belanja Modal- Peralatan dan Mesin

Menurut LRA ……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ……….  Belanja Modal- Gedung dan Bangunan

Menurut LRA ……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ……….

(5)

PEMERINTAH KABUPATEN BARU Inspektorat Kabupaten Baru

KKR Nomor: ………. Dibuat Oleh : ………. Tgl/Paraf : ………. Direviu Oleh: ……….. Tgl/Paraf : ………. Reviu Penyajian Neraca

3 Format Neraca dan Struktur Pos-Pos Neraca Status (S atau TS) Hasil analisis:  Format Neraca ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. Simpulan: Keterangan: S = Sesuai TS = Tidak Sesuai

(6)

Reviu Penyajian Neraca

4 Pengujian Nilai Pos-Pos Neraca – Aset Lancar Status (S atau TS) Hasil analisis:

 Kas di Bendahara Pengeluaran

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Kas di Bendahara Penerimaan

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Persediaan Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….

(7)

PEMERINTAH KABUPATEN BARU Inspektorat Kabupaten Baru

KKR Nomor: ………. Dibuat Oleh : ………. Tgl/Paraf : ………. Direviu Oleh: ……….. Tgl/Paraf : ………. Reviu Penyajian Neraca

5 Pengujian Nilai Pos-Pos Neraca – Investasi Jangka Panjang Status (S atau TS) Hasil analisis:

 Non Permanen – Dana Bergulir

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. Simpulan: Keterangan: S = Sesuai TS = Tidak Sesuai

(8)

Reviu Penyajian Neraca

6 Pengujian Nilai Pos-Pos Neraca – Aset Tetap Status (S atau TS) Hasil analisis:

 Gedung dan Bangunan

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Peralatan dan Mesin

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Jalan, Irigasi dan Jaringan

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….

(9)

PEMERINTAH KABUPATEN BARU Inspektorat Kabupaten Baru

KKR Nomor: ………. Dibuat Oleh : ………. Tgl/Paraf : ………. Direviu Oleh: ……….. Tgl/Paraf : ………. Reviu Penyajian Neraca

7 Pengujian Nilai Pos-Pos Neraca – Aset Tetap, Akumulasi Penyusutan Aset Tetap dan Aset Lainnya

Status (S atau TS) Hasil analisis:

 Aset Tetap Lainnya

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Aset Lain-lain Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ………. Simpulan: Keterangan: S = Sesuai TS = Tidak Sesuai

(10)

Reviu Penyajian Neraca

8 Pengujian Nilai Pos-Pos Neraca – Kewajiban Status (S atau TS) Hasil analisis:

 Uang Muka dari BUD

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Utang Perhitungan Kepada Fihak Ketiga (PFK)

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Pendapatan yang Ditangguhkan

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….

(11)

PEMERINTAH KABUPATEN BARU Inspektorat Kabupaten Baru

KKR Nomor: ………. Dibuat Oleh : ………. Tgl/Paraf : ………. Direviu Oleh: ……….. Tgl/Paraf : ………. Reviu Penyajian Neraca

9 Pengujian Nilai Pos-Pos Neraca – Ekuitas Dana Status (S atauTS) Hasil analisis:

 Ekuitas Dana Lancar - Cadangan Persediaan

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Ekuitas Dana Investasi–Diinvestasikan dlm Investasi Jk Panjang

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Ekuitas Dana Investasi–Diinvestasikan dlm Aset Tetap

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ……….  Ekuitas Dana Investasi–Diinvestasikan dlm Aset Lainnya

Menurut Neraca..……….Rp ……….. Menurut data pendukung…….Rp……… Selisih...Rp……….. ………. ………. ………. ………. Simpulan: Keterangan: S = Sesuai

(12)

INTRUKSI:

1. Saudara melihat dan membaca dengan cermat informasi laporan keuangan terlampir 2. Memberikan pernyataan kesesuaian pos-pos LRA dan Neraca dengan memberi tanda X

pada kolom ‘S’ atau kolom ‘TS’ berdasarkan analisis dan KKR Saudara 3. Tidak diperkenankan bekerjasama. percaya dengan kemampuan Saudara 4. Kejujuran jawaban Saudara sangat penting dalam penelitian ini

No Pernyataan Jawaban

S TS

A Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

1 Format penyajian LRA – SKPD S TS

2 Struktur Pendapatan pada LRA – SKPD S TS

3 Struktur Belanja pada LRA – SKPD S TS

4 Besarnya realisasi Belanja – Pegawai S TS

5 Besarnya realisasi Belanja – Barang S TS

6 Besarnya realisasi Belanja - Modal Peralatan dan Mesin S TS 7 Besarnya realisasi Belanja - Gedung dan Bangunan S TS

B Neraca

8 Format Penyajian Neraca S TS

Pos Aset Lancar:

9 Besarnya Kas di Bendaharawan Pengeluaran S TS 10 Besarnya Kas di Bendaharawan Penerimaan S TS

11 Nilai Persediaan S TS

(13)

No Pernyataan Jawaban

S TS

Pos Kewajiban Jangka Pendek

19 Besarnya Uang Muka dari BUD S TS

20 Besarnya Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) S TS

21 Besarnya Pendapatan yang ditangguhkan S TS

Pos Ekuitas

22 Besarnya Cadangan Persediaan S TS

23 Perhitungan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang S TS 24 Perhitungan Diinvestasikan dalam aset tetap S TS 25 Perhitungan Diinvestasikan dalam aset lainnya S TS

Keterangan:

S = Sesuai (penyajian pos-pos LRA/Neraca telah sesuai dengan SAP dan saldo akun yang disajikan telah sesuai dengan data/informasi pendukung.

TS = Tidak Sesuai (penyajian pos-pos LRA/Neraca tidak sesuai dengan SAP dan saldo akun yang disajikan tidak cocok dengan data/informasi pendukung.

(14)

2 NIP (baru) : ……… 3 Jabatan : ……… 4 Nama Inspektorat : ……… 5 Jenis Kelamin Laki-laki Prempuan 6 Pendidikan Terakhir D3 Akuntansi D3 Non-Akuntansi S1/D4 Akuntansi S1/D4 Non-Akuntansi S2 Akuntansi S2 Non-Akuntansi S3 Akuntansi S3 Non-Akuntansi

7 Diklat Sertifikasi JFA

Terakhir Auditor Terampil

Auditor Ahli/Pindah Jalur Terampil ke Ahli

Auditor Ketua Tim

Auditor Pengendali Teknis

Auditor Pengendali Mutu

8 Pelatihan Teknis Reviu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)

Pernah Tidak Pernah

9 Lama bekerja di

Inspektorat 3 tahun lebih Kurang dari 3 tahun

10 Pengalaman penugasan

audit per tahun Rata-rata ≥ 6 kali Rata-rata < 6 kali

11 Pengalaman penugasan

Referensi

Dokumen terkait

PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta memisah bagian aset tetap dari bagian akuntansi, serta metode penyusutan garis lurus yang diterapkan sudah

Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2020 adalah masing-masing (Rp,5.093.684.726,10) Akumulasi Penyusutan Aset Tetap merupakan kontra akun

Sampai saat penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2012, Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap,

Sistem Informasi Akuntansi Penyusutan Aset Tetap ini dibangun menggunakan Metode Garis Lurus, dimana setiap aktiva tetap masing – masung memiliki umur ekonomis dan setiap tahunnya

Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, nilai perolehan dan akumulasi penyusutan aset tersebut dikeluarkan dari pencatatannya sebagai aset tetap dan keuntungan

Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu mengenai aset diantaranya pengelolaan aset tetap [3], perhitungan penyusutan aset dengan metode garis lurus [4] dan perhitungan

Kebijakan penyusutan aset tetap didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90/PMK.06/2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1/PMK.06/2013

Rincian mutasi aset selama Tahun 2020 adalah sebagai berikut:.. Aset Tetap Lainnya tidak dilakukan penyusutan secara periodik, melainkan diterapkan penghapusan jika Aset Tetap