“EKONOMIA”
JURNAL EKONOMIA
ISSN : 1858 – 2451 VOL. 7, No. 1, Maret 2016
PEMIMPIN UMUM
Elvera, S.E., M.Sc
PEMIMPIN REDAKSI
Laili Dimyati, S.E. M.Si
WAKIL PEMIMPIN REDAKSI
Mastriati Hini Hermala Dewi, S.H., S.E., M.H
KONSULTAN AHLI
Dr. Zakaria Wahab, M.BA Drs. M. Kosasih Zen, M.Si
DEWAN REDAKSI
Junaidi, S.I.P., M.Si
Marko Ilpiyanto, S.E.,M.M Ruaman Yudianto, S.E., M.M Yadi Maryadi, S.E. M.Si
PENYUNTING AHLI
Yesita Astarina, S.E., M.Si Yusi Nurmala Sari, S.Kom.,M.T.I
SEKRETARIS REDAKSI
Mellisya Efrianti, S.Pdi
DISTRIBUTOR
Fadhila Fitriyanti, S.Si Marthareza, S.E
DITERBITKAN OLEH :
LEMBAGA PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) LEMBAH DEMPO
PAGARALAM
Jl. H. Sidik Adim No. 98 Airlaga, Pagaralam Utara. Telp. (0730) 624445, Fax (0730) 62325
53
Hubungan Desain Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan Dan Keindahan
Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang
Yadi Maryadi [email protected]
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa desain pekerjaan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan Dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Untuk mendapatkan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 41 responden kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan distibusi frekuensi, dan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil atribut desain pekerjaan yaitu pembagian tugas sebanyak 33 orang atau sebesar 80 %, hubungan kerja sebanyak 23 orang atau sebesar 56 %, persyaratan kerja sebanyak 26 orang atau sebesar 64 %, tanggung jawab sebanyak 22 orang atau sebesar 54 % dan karakteristik pekerjaan sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %, penilaian rata-rata persepsi responden positif, hal ini berarti responden berpendapat bahwa desain pekerjaan sudah berjalan baik. Hasil atribut kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %, prestasi kerja sebanyak 22 orang atau sebesar 54 %, pengakuan pimpinan sebanyak 24 orang atau sebesar 58 %, pengembangan diri sebanyak 21 orang atau sebesar 54 % dan penghasilan sebanyak 27 orang atau sebesar 66 %, penilaian rata-rata persepsi responden positif, hal ini berarti pegawai merasa puas dengan apa yang telah diberikan oleh Instansi Dinas Pasar, Kebersihan Dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
Kata Kunci : Desain Pekerjaan, Kepuasan Kerja PENDAHULUAN
Keberhasilan suatu instansi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sumber daya manusia yang merupakan faktor produksi penting dibanding faktor produksi lainnya karena setiap instansi atau organisasi akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja, dengan harapan tujuan akan tercapai.
Sumber daya manusia merupakan pelaku dari keseluruhan tingkat perencanaan sampai dengan evaluasi yang mampu memanfaatkan sumber daya lainnya, oleh karena itu potensi sumber daya yang ada harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga memberikan output yang optimal.
Suatu instansi atau organisasi merupakan sekumpulan orang-orang
54 yang saling bekerja sama secara terstruktur untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Tugas-tugas tersebut akan menjadi landasan terbentuknya pekerjaan dan kedudukan dalam sebuah instansi atau organisasi (Cushway dan Lodge, 2008:14).
Pengabaian terhadap salah satu dari aspek-aspek tersebut akan mengurangi efektivitas dan efisiensi organisasional, serta kepuasan kerja. Sikap pegawai terhadap desain pekerjaan akan tercermin dari produktivitas kerja, kepuasan kerja, tingkat ketidakhadiran dan perputaran pegawai (Simamora, 2011). Desain pekerjaan merupakan suatu pengorganisasian kerja ke dalam tugas yang harus dilaksanakan dalam sebuah pekerjaan (Simamora, 2007:23). Desain pekerjaan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, teknologi, dan prilaku (Handoko, 2011:33).
Dimensi manusia dalam administrasi publik untuk mencapai hasil yang lebih baik, mempunyai peranan yang sangat strategis sebagai unsur dinamis, karena dua unsur lainnya dalam peningkatan sumber daya manusia yaitu jenis tugas yang diemban dan ketepatan bentuk organisasi merupakan unsur statis (Tjokroamidjojo, 2005:42).
Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang telah dilakukan upaya untuk meningkatkan kinerja namun semakin berkembangnya Kabupaten Empat Lawang maka diperlukan kinerja lebih dari para pegawai dalam memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat.
Instansi menentukan pekerjaan tersebut berdasarkan
kebutuhan dan ketersediaan keahlian pegawai. Hal ini menyebabkan instansi tidak mengetahui bagaimana kepuasan pegawai terhadap pekerjaan yang sudah ada selama ini pada Instansi tersebut.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Desain Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang”.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana desain pekerjaan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang?
2. Bagaimana kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang? 3. Bagaimana hubungan desain
pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengidentifikasikan desain pekerjaan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang 2. Untuk menganalisis kepuasan
kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
55 3. Untuk menganalisa hubungan
desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Desain Pekerjaan
Desain pekerjaan adalah fungsi penetapan kegiatan kerja seorang individu dalam kelompok karyawan/pegawai secara organisasional yang bertujuan untuk mengatur penugasan-penugasan kerja yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi, teknologi dan keprilakuan (Handoko, 2011:7). Desain pekerjaan sangat mempengaruhi kualitas kehidupan kerja yang tercermin pada kepuasan individu para pemegang jabatan. Menurut Simamora (2011:45), desain pekerjaan adalah proses penentuan tugas-tugas yang akan dilaksanakan, metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut dan bagaimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan pekerjaan lainnya di dalam organisasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah pekerjaan (Cushway dan Lodge, 2012:34) yaitu bahwa pekerjaan harus:
1. Memberikan keragaman dalam hal jenis pekerjaan yang dilaksanakan, langkah, lokasi dan sebagainya.
2. Memungkinkan orang mendapatkan umpan balik langsung dari hasilnya.
3. Menyediakan ruang lingkup bagi perkembangan dengan memberi
kemungkinan pekerjaan menjadi lebih besar pada waktu orang-orang yang menanganinya menjadi lebih ahli dan berpengetahuan.
4. Mempunyai tujuan dan keluaran yang jelas.
5. Mempunyai alur-alur pekerjaan yang jelas.
6. Memberi kemungkinan mengawasi keluaran dan tahap penyelesaiannya.
7. Memberi peluang untuk mengemukakan pendapat dan menyarankan perubahan-perubahan pada proses pekerjaan.
8. Didukung oleh tingkat sumber daya dan proses yang efektif.
Ada beberapa jenis desain pekerjaan yang dapat dipilih oleh sebuah organisasi (Nawawi, 2008:11) antara lain sebagai berikut : 1. Desain pekerjaan mekanistik
yaitu desain pekerjaan yang menggunakan pendekatan spesialisasi untuk meminimalkan waktu pelaksanaan pekerjaan. 2. Desain pekerjaan berurutan
secara berkesinambungan yaitu desain pekerjaan yang menggunakan pendekatan dengan mengatur dua atau lebih tugas/pekerjaan yang saling tergantung satu dengan yang lain dalam satu urutan yang bertahap. 3. Desain pekerjaan ergonomik
yaitu desain pekerjaan yang menggunakan pola keserasian antara kondisi fisik pekerja dengan peralatan kerja agar dapat dilaksanakan secara cepat, nyaman dan mudah.
4. Desain pekerjaan berdasarkan jenis kegiatan yaitu desain pekerjaan yang menggunakan
56 pola yang memisahkan pekerjaan/jabatan yang membutuhkan keterampilan fisik dengan yang membutuhkan keterampilan mental dari yang terendah sampai yang tertinggi. Pemisahan yang paling banyak dilakukan adalah antara pekerjaan manajerial dan pekerjaan profesional.
5. Desain pekerjaan otonom (individual) yaitu desain pekerjaan yang menekankan pada kemampuan perseorangan untuk melaksanakan pekerjaan dengan pelimpahan tanggung jawab dan wewenang pada seseorang dalam melaksanakan pekerjaan dari awal sampai akhir dengan menghasilkan sesuatu yang berhubungan dengan bisnis organisasi atau perusahaan. 6. Desain pekerjaan tim yaitu
desain pekerjaan yang dilakukan dengan membentuk tim kerja (team work) baik yang bersifat permanen maupun sementara untuk menyelesaikan serangkaian pekerjaan tertentu.
Pengertian Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upah, atau gaji yang diterima, kesempatan pengembangan karir, hubungan dengan pegawai lainnya, penempatan kerja, jenis pekerjaan, struktur organisasi perusahaan dan mutu pengawasan, sedangkan perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan
(Mangkunegara, 2014:7). Menurut Hasibuan (2013:21), kepuasan kerja dapat diartikan sebagai sikap emosional yang mencintai dan menyenangi pekerjaannya.. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana para pegawai memandang pekerjaan mereka (Handoko, 2011:42).
Teori-Teori Kepuasan Kerja
Ada berbagai macam teori yang berhubungan dengan kepuasan kerja pegawai. Masing-masing teori tersebut berupaya menghubungkan antara kepuasan dengan ketidak puasan seseorang dalam pelaksanaan pekerjaannya (Mangkunegara, 2014:9) diantaranya adalah :
1. Teori perbedaan (Discrepancy
Theory).
Menurut Locke kepuasan kerja pegawai bergantung pada perbedaan antara apa yang didapat dengan apa yang diharapkan oleh pegawai. Apabila yang didapat pegawai ternyata lebih besar daripada apa yang diharapkan maka pegawai tersebut menjadi puas. Sebaliknya, apabila yang didapat pegawai lebih rendah daripada yang diharapkan, akan menyebabkan pegawai tidak puas.
2. Teori Keseimbangan (Equity
Theory).
Teori ini dikembangkan oleh Adam. Adapun komponen dari teori ini adalah input, outcome,
comparison person dan equity-in-equity. Input adalah semua
nilai yang diterima pegawai yang dapat menunjang pelaksanaan kerja. Outcome
57 adalah semua nilai yang diperoleh dan dirasakan pegawai, sedangkan comparison
person adalah seorang pegawai
dalam instansi atau organisasi yang sama, seorang pegawai dalam instansi yang berbeda atau dirinya sendiri dalam pekerjaan sebelumnya. Menurut teori ini puas atau tidak puasnya pegawai merupakan hasil dari membandingkan antara
input-outcome dirinya dengan perbandingan inputoutcome
pegawai lain (comparison
person). Jika perbandingan tersebut dirasakan seimbang (equity) maka pegawai tersebut akan merasa puas, tetapi apabila terjadi ketidak seimbangan (inequity) dapat menyebabkan dua kemungkinan, yaitu over
compensation inequity dan sebaliknya, under compensation
inequity (ketidak seimbangan
yang menguntungkan pegawai lain yang menjadi pembanding atau comparison person).
3. Teori Pemenuhan Kebutuhan (Need Fulfillment Theory). Menurut teori ini, kepuasan kerja pegawai bergantung pada terpenuhi atau tidaknya kebutuhan pegawai. Pegawai akan merasa puas apabila ia mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Makin besar kebutuhan pegawai terpenuhi, makin puas pula pegawai tersebut. Begitu pula sebaliknya apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi, pegawai itu akan merasa tidak puas.
4. Teori Pandangan Kelompok (Social Reference Group Theory).
Menurut teori ini kepuasan kerja pegawai bukanlah bergantung pada pemenuhan kebutuhan saja, tetapi sangat bergantung pada pandangan dan pendapat kelompok yang oleh para pegawai dianggap sebagai kelompok acuan. Kelompok acuan tersebut oleh pegawai dijadikan tolak ukur untuk menilai dirinya maupun lingkungannya. Jadi, pegawai akan merasa puas apabila hasil kerjanya sesuai dengan minat dan kebutuhan yang diharapkan. 5. Teori Dua Faktor dari Herzberg. Teori dua faktor dikembangkan oleh Frederick Herzberg. Ia menggunakan teori Abraham Maslow sebagai titik acuannya. Dua faktor yang dapat menyebabkan timbulnya rasa puas dan tidak puas menurut Herzberg, yaitu factor pemeliharaan (Maintenance
Factor) dan faktor motivasi
(Motivational Factor). Faktor pemeliharaan meliputi administrasi dan kebijakan perusahaan, kualitas pengawasan, hubungan dengan pengawas, hubungan dengan subordinat, upah, keamanan kerja, kondisi kerja dan status, sedangkan faktor motivasi meliputi dorongan berprestasi, pengenalan, kemajuan, work it
self, kesempatan berkembang
dan tanggung jawab.
Variabel-Variabel Kepuasan Kerja
Hasibuan (2013:25), membagi variabel-variabel kepuasan kerja antara lain :
1. Pekerjaan itu sendiri, yaitu jenis pekerjaan yang dikerjakan oleh
58
pegawai, bagaimana
mengerjakannya dan mengapa pekerjaan itu harus dilakukan serta sejauh mana karyawan memandang pekerjaannya sebagai pekerjaan yang menarik, memberikan kesempatan dan peluang
2. Prestasi kerja, yaitu hasil kerja yang telah dicapai sesuai dengan yang dicapai atau ditunjukan seseorang di dalam pelaksanaan tugas pekerjaan
3. Pengakuan pimpinan, yaitu bentuk penghargaan yang diterima oleh pegawai atas hasil kerja yang dicapai berupa materi maupun non materi yang mencerminkan bentuk perhatian yang diberikan kepada pegawai 4. Pengembangan diri, yaitu
kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Potensi tersebut adalah pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan
5. Penghasilan, yaitu jumlah balas jasa yang diterima pegawai dan tingkat di mana hal ini dipandang sebagai suatu hal yang adil dalam suatu instansi
Kerangka Konseptual Penelitian
DESAIN PEKERJAAN KEPUASAN KERJA 1. Pembagian Tugas 2. Hubungan Kerja 3. Persyaratan Kerja 4. Tanggung Jawab 5. Karakteristik Pekerjaan 1. Pekerjaan Itu Sendiri 2. Prestasi Kerja 3. Pengakuan Pimpinan 4. Pengembangan Diri 5. Penghasilan
Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian
METODELOGI PENELITIAN
Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengamati dan melihat faktor-faktor yang menjadi gejala-gejala dengan keadaan yang diinginkan.
Penelitian ini dilakukan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang beralamatkan di Jalan Noerdin Panji KM. 1 Perum Setda Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
Menurut Sugiyono (2009), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Pada penelitian ini populasi yang dituju adalah pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang berjumlah 41 orang. Sampel adalah sebagian dari karakteristik yang akan diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (Haris, 2009 : 45), Berdasarkan populasi tersebut, maka yang menjadi sampel penelitian adalah 41 responden, oleh karena itu penulis menggunakan teknik sensus.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Data Primer
Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian yaitu pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota
59 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
2. Data Sekunder
Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah :
1. Kuesioner, digunakan untuk memperoleh data mengenai keahlian atau keterampilan yang dimiliki pegawai dan persepsi pegawai terhadap pekerjaan dan faktor-faktor kepuasan kerja. Kuesioner diberikan secara langsung kepada pegawai yang menjadi responden.
2. Teknik wawancara
Dalam penelitian ini digunakan sebagai studi pendahuluan untuk memperoleh informasi mengenai deskripsi instansi terutama yang terkait dengan desain pekerjaan dan kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
3. Studi kepustakaan
Digunakan untuk memperoleh data sekunder mengenai landasan teoritis dan gambaran umum instansi dengan cara membaca dan mengutip dari berbagai sumber literatur berupa buku, skripsi dan dokumen instansi yang berhubungan dengan penelitian ini.
Instrumen penelitian yang diuji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini adalah kuesioner.
1. Uji Validitas
Uji validitas menurut Usman dan Purnomo (2013:18), adalah
mengukur apa yang ingin diukur. Instrumen penelitian dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur yang seharusnya (Sugiyono, 2014:47). 2. Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan uji
Alpha Cronbach. Alpha Cronbach digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen Skala Likert (1 sampai 5) atau instrumen yang item-itemnya dalam bentuk esai.
Metode Analisis Data
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi seseorang terhadap variabel penelitian yang dijabarkan dalam item pertanyaan. Jawaban setiap item yang menggunakan Skala Likert merupakan gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif (Sugiyono, 2014:61). Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan lima skala yang diberi bobot tertentu sesuai dengan tingkat skalanya. Rincian bobot dan skala yang digunakan adalah sebagai berikut :
Bobot nilai = 5 Sangat setuju/Sangat puas
Bobot nilai = 4 Setuju/Puas Bobot nilai = 3 Cukup
Setuju/Biasa saja
Bobot nilai = 2 Tidak setuju/Tidak puas
Bobot nilai = 1 Sangat tidak setuju/Sangat tidak puas
Metode statistika digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel desain pekerjaan dengan kepuasan kerja. Menurut Usman dan
60 Purnomo (2013:26), korelasi rank
Spearman digunakan apabila :
1. Kedua variabel yang akan dikorelasikan itu mempunyai tingkatan data ordinal
2. Jumlah sampel di bawah 30 (sampel kecil)
3. Data tersebut memang telah diubah dari interval ke ordinal 4. Data interval tersebut ternyata
tidak terdistribusi normal.
Interval Koefisien Keeratan Hubungan 0,00 < r < 0,20 Sangat Rendah 0,20 < r < 0,40 Rendah 0,40 < r < 0,60 Sedang 0,60 < r < 0,80 Kuat 0,80 < r < 1,00 Sangat Kuat Sumber Sugiyono, 2009
Indikator Desain Pekerjaan dan Kepuasan kerja
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Penelitian Karakteristik Responden
Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada pegawai maka dapat disusun karakteristik responden sebagai berikut :
Karakteristik Responden
Berdasarkan Jenis Kelamin.
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, maka pegawai yang menjadi responden dibedakan berdasarkan jenis kelamin, dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini :
Tabel 4.1
Responden berdasarkan jenis kelamin N o Jenis Kelamin Freku ensi Persent ase (%) 1 Laki-laki 31 76 2 Perempuan 10 25 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari tabel 4.1 di atas terlihat dari jenis kelamin mayoritas responden adalah laki-laki sebanyak 31 orang yang berhubungan dengan Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang jika dihubungkan dengan bidang pekerjaan.
Karakteristik Responden
Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Dalam penelitian ini dilihat adalah tingkat pendidikan formal yang ditempuh responden, data mengenai pendidikan, dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini :
61
Tabel 4.2
Responden berdasarkan tingkat pendidikan No Tingkat Pendidikan Frekuensi Persent ase (%) 1 SLTA 28 68 2 Sarjana 13 32 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari tabel 4.2 terlihat bahwa tingkat pendidikan pegawai yang banyak bekerja pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kabupaten Empat Lawang adalah berpendidikan SLTA dengan jumlah 28 orang atau 68 %.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Pembagian Tugas
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari pembagian tugas pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :
Tabel 4.3
Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang mengalami frustasi bila mengerjakan tugas yang tidak sesuai
dengan kemampuannya dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja. Jawaban Frekuen si Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 2 5 Setuju 6 15 Sangat setuju 33 80 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.3 di atas, diketahui bahwa responden sangat setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mengalami frustasi bila mengerjakan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuannya dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja yaitu sebanyak 33 orang atau sebesar 80 %. Hal ini dikarenakan Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memperhatikan pembagian tugas di dalam pekerjaan.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Hubungan Kerja
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari hubungan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah sebagai berikut :
Tabel 4.4
Jawaban responden atas pertanyaan hubungan pekerjaan pegawai dengan
pegawai lainnya berjalan dengan baik Jawaban Frekuen si Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak setuju 2 5 Cukup setuju 11 27 Setuju 23 56 Sangat setuju 5 12 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.4 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila hubungan pekerjaan pegawai dengan pegawai lainnya berjalan
62 dengan baik yaitu sebanyak 23 orang atau sebesar 56 %. Hal ini dikarenakan pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang telah terjalin hubungan yang baik diantara sesama pegawai.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Persyaratan Kerja
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari persyaratan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :
Tabel 4.5
Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan
pekerjaannya
Jawaban Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 5 12 Setuju 26 64 Sangat setuju 10 24 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.5 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan
pekerjaannya yaitu sebanyak 26 orang atau sebesar 64 %. Hal ini dikarenakan keahlian dan keterampilan yang dimiliki pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang sudah sesuai dengan tuntutan tugas-tugasnya di dalam menjalankan aktifitas pekerjaan.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Tanggung Jawab
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari tanggung jawab pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :
Tabel 4.6
Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang merasa memiliki tanggung
jawab terhadap pekerjaan, cara mengerjakan dan keleluasaan dalam
membuat keputusan
Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 4 10 Setuju 22 54 Sangat setuju 15 36 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.6 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila Pegawai Instansi Dinas Pasar,
63 Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan, cara mengerjakan dan keleluasaan dalam membuat keputusan yaitu sebanyak 22 orang atau sebesar 54 %. Hal ini dapat dilihat dari cara pegawai mengerjakan dan keleluasaan dalam membuat keputusan di dalam pekerjaan.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Karakteristik Pekerjaan
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari karakteristik pekerjaan pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :
Tabel 4.7
Jawaban responden mengenai keanekaragaman tugas yang dilaksanakan pegawai mengalami
kesulitan terhadap rutinitas tugas yang dilaksanakan
Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 12 29 Setuju 21 51 Sangat setuju 8 20 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.7 di atas, dapat dikatahui bahwa responden setuju bila keanekaragaman tugas yang dilaksanakan pegawai mengalami kesulitan terhadap rutinitas tugas yang dilaksanakan yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %. Hal ini
dapat dilihat dari tugas yang dikerjakan beragam, merasa lebih kreatif dan terampil dalam bekerja, merasa membutuhkan banyak keterampilan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Pekerjaan Itu Sendiri
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari pekerjaan itu sendiri pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :
Tabel 4.8
Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang merasa bosan terhadap rutinitas pekerjaannya sehari-hari
Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 21 51 Cukup setuju 4 10 Setuju 14 34 Sangat setuju 2 5 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.8 di atas, dapat diketahui bahwa responden tidak setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang merasa bosan terhadap rutinitas pekerjaannya sehari-hari yaitu sebanyak 21 atau sebesar 51 %. Hal ini dilihat karena rutinitas pekerjaan pada Instansi
64 Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang telah didesain sedemikian rupa agar pegawai tidak merasa bosan maupun frustasi dengan pekerjaannya.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Prestasi Kerja
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari prestasi kerja pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah :
Tabel 4.9
Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang merasa puas dengan hasil
kerja yang dicapainya
Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 2 5 Setuju 17 41 Sangat setuju 22 54 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.9 di atas, dapat diketahui bahwa responden sangat setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa puas dengan hasil kerja yang dicapainya yaitu sebanyak 22 orang atau sebesar 54 %. Hal ini dilihat dari rutinitas kerja pegawai memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan pekerjaannya dan merasa adil dengan
pembagian kerja yang ditetapkan Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Pengakuan Pimpinan
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari pengakuan pimpinan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah :
Tabel 4.10
Jawaban responden mengenai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan
Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang memberikan penghargaan kepada
pegawai yang telah memberikan hasil yang memuaskan
Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sagat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 24 58 Setuju 12 30 Sangat setuju 5 12 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.10 di atas, dapat diketahui bahwa responden cukup setuju bila Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan penghargaan kepada pegawai yang telah memberikan hasil yang memuaskan yaitu sebesar 24 orang atau sebesar 58 %. Hal ini dikarenakan pegawai merasa penghargaan yang diberikan pimpinan dan rekan kerja biasa saja.
65 Pegawai merasa pengakuan yang diterimanya tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Pengembangan Diri
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari pengembangan diri pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing adalah :
Tabel 4.11
Jawaban responden mengenai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan
Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan berupa
pendidikan dan pelatihan
Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 6 15 Setuju 21 51 Sangat setuju 14 34 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.11 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan berupa pendidikan dan pelatihan yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %. Hal ini dikarenakan kesempatan
yang diberikan untuk
mengembangkan potensi yang ada. Pegawai akan merasa puas dan
bangga bila pengetahuan dan keterampilannnya dapat berkembang sehubungan dengan pekerjaan yang dilaksanakannya.
Persepsi Hubungan Desain
Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Penghasilan
Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari penghasilan pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah :
Tabel 4.12
Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mendapatkan umpan
balik langsung dari hasil pekerjaannya Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 3 7 Setuju 27 66 Sangat setuju 11 27 Jumlah 41 100
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari Tabel 4.12 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mendapatkan umpan balik langsung dari hasil pekerjaannya yaitu sebanyak 27 orang atau 66 %. Hal ini dikarenakan penghasilan yang diterima sesuai dengan hasil kerja yang dicapai dan sesuai dengan yang diterima rekan kerja.
66
Pembahasan Penelitian
Setelah didapat karakteristik responden dan jumlah serta distribusi frekuensi hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi ditinjau dari desain pekerjaan yaitu pembagian tugas, hubungan kerja, persyaratan kerja, tanggung jawab dan karakteristik pekerjaan serta kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri, prestasi kerja, pengakuan pimpinan, pengembangan diri dan penghasilan, maka dilakukan pembahasan mengenai hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi.
Hubungan Desain Pekerjaan
Terhadap Kepuasan Kerja
Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi
Untuk menerangkan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi bernilai positif, netral atau negatif dari hasil distribusi frekuensi maka akan diambil nilai rata-rata. Adapun penentuan nilai atas hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah :
a. 1.00 ≤ nilai indikator ≤ 2.50 , artinya pegawai mempunyai sikap negatif terhadap indikator yang bersangkutan.
b. 2.51 ≤ nilai indikator ≤ 3.50 , artinya pegawai mempunyai sikap
netral terhadap indikator yang bersangkutan.
c. 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00, artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan.
Berikut ini akan dibahas hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
Tabel 4.13
Penilaian Rata-Rata Responden
Sumber : Hasil Penelitian, 2015
Dari tabel di atas, dapat diketahui penentuan nilai atas hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi ditinjau dari desain pekerjaan yaitu pembagian tugas, hubungan kerja, persyaratan kerja, tanggung jawab dan karakteristik pekerjaan serta kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri, prestasi kerja, pengakuan pimpinan, pengembangan diri dan penghasilan, pertanyaan no. 1 mengenai pegawai Instansi Dinas
67 Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mengalami frustasi bila mengerjakan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuannya dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.75, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 2 mengenai hubungan pekerjaan pegawai dengan pegawai lainnya berjalan dengan baik diperoleh nilai rata-rata sebesar 3.65, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00, artinya pegawai mempunyai sikaf positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 3 mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan pekerjaannya diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.12, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai positif terhadap yang bersangkutan. Pernyataan no. 4 mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan, cara mengerjakan dan keleluasaan dalam membuat keputusan diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.27, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 5 mengenai keanekaragaman tugas yang dilaksanakan pegawai mengalami kesulitan terhadap
rutinitas tugas yang dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata sebesar 3.90, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 6 mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa bosan terhadap rutinitas pekerjaannya sehari-hari diperoleh nilai rata-rata sebesar 2.93, menurut nilai persepsinya masuk antara 2.51 ≤ Nilai indikator ≤ 3.50, artinya pegawai mempunyai sikap netral terhadap indikator yang bersangkutan.
Pernyataan no. 7 pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa puas dengan hasil kerja yang dicapainya diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.49, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 8 mengenai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan penghargaan kepada pegawai yang telah memberikan hasil yang memuaskan diperoleh nilai rata-rata sebesar 3.54, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 9 mengenai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan keahlian dan
68 keterampilan berupa pendidikan dan pelatihan diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.20, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikotor yang bersangkutan. Pernyataan no. 10 mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mendapat umpan balik langsung dari hasil pekerjaannya diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.20, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan.
Nilai rata-rata yang ada di atas menjelaskan besarnya hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi ditinjau dari desain pekerjaan yaitu pembagian tugas, hubungan kerja, persyaratan kerja, tanggung jawab dan karakteristik pekerjaan serta kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri, prestasi kerja, pengakuan pimpinan, pengembangan diri dan penghasilan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Desain Pekerjaan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi sebagian besar responden berpersepsi positif terhadap
indikator yang bersangkutan. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan yang merupakan indikator-indikator desain pekerjaan yaitu pembagian tugas sebanyak 33 orang atau sebesar 80 %, hubungan kerja sebanyak 23 orang atau sebesar 56 %, persyaratan kerja sebanyak 26 orang atau sebesar 64 %, tanggung jawab sebanyak 22 orang atau sebesar 54 % dan karakteristik pekerjaan sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %, dimana pegawai sangat setuju dengan indikator yang diberikan atau pegawai menganggap desain pekerjaan yang diberikan oleh Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi sudah berjalan dengan baik.
2. Kepuasan Kerja Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi sebagian besar pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan yang merupakan indikaror kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %, prestasi kerja sebanyak 22 orang atau sebesar 54 %, pengakuan pimpinan sebanyak 24 orang atau sebesar 58 %, pengembangan diri sebanyak 21 orang atau sebesar 54 % dan penghasilan sebanyak 27 orang atau sebesar 66 %, dimana pegawai sangat setuju dengan indikator yang diberikan, artinya pegawai merasa puas dengan yang telah diberikan Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi.
69 3. Hubungan Desain Pekerjaan
Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi, ternyata sebagian besar pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan indikator-indikator desain pekerjaan dan kepuasan kerja pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00, artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan.
SARAN
Saran yang dapat diberikan sebagai masukan dalam upaya perbaikan berkesinambungan guna meningkatkan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah :
1. Untuk meningkatkan produktivitas kerja hendaknya Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang memperhatikan pembagian tugas pegawai dalam melakukan pekerjaan.
2. Hendaknya perlu meningkatkan desain pekerjaan dan mengupayakan kepuasan kerja bagi pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.
3. Perlunya perhatian yang lebih serius dari Instansi terhadap desain pekerjaan yang dinilai penting oleh pegawai dalam mempengaruhi kepuasan kerja seperti aspek tampilan fisik misalnya desain gedung yang disediakan serta ruangan yang bersih.
4. Instansi hendaknya perlu melakukan survei secara langsung dengan bertanya kepada pegawai untuk mengetahui tentang kepuasan kerja yang diberikan dan memperhatikan desain pekerjaan untuk memenuhi kepuasan kerja pegawai.
5. Instansi hendaknya dapat mempertahankan dan memelihara pelaksanaan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai seperti pembagian tugas, hubungan kerja, persyaratan kerja, tanggung jawab, karakteristik pekerjaan, pekerjaan itu sendiri, prestasi kerja, pengakuan pimpinan, pengembangan diri serta penghasilan.
6. Sebaiknya setelah diadakan penelitian ini Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang dapat digunakan sebagai acuan di dalam menuju perbaikan pelayanan yang lebih baik.
70
DAFTAR PUSTAKA
Cushway, Lodge. 2008. Landasan
Terbentuknya Organisasi.
Surabaya.
Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi, 2014. Data dan Struktur Organisasi Pegawai. Empat
Lawang, Sumsel.
Handoko. 2011. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Edisi kedua. Yogyakarta. BPFE
Haris. 2009. Manajemen Totalitas
Dalam Populasi. Semarang :
Maximum Performance.
Hasibuan. 2013. Metode Penelitian
Bisnis dalam Kepuasan Kerja..
Bandung : CV. Alfabeta. Mangkunegara, 2014. Metode
Penelitian Teori Kepuasan Kerja. LP3ES. Jakarta.
Nawawi, 2013. Pengaruh Budaya
Organisasi Terhadap Motivasi dan Kepuasan Kerja. Surabaya.
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan
Purnomo. 2013. Instrumen Penelitian. Malang: Gtrix.
Simamora, 2007. Konsep-Konsep
Desain Pekerjaan. Yogyakarta.
Liberty..
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian
Administrasi. Bandung. Penerbit Alfabeta.
Tjokroamidjojo, 2005. Bentuk-Bentuk Organisasi. Jakarta. BEPE.