• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKONOMIA JURNAL EKONOMIA ISSN : VOL. 7, No. 1, Maret 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EKONOMIA JURNAL EKONOMIA ISSN : VOL. 7, No. 1, Maret 2016"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

“EKONOMIA”

JURNAL EKONOMIA

ISSN : 1858 – 2451 VOL. 7, No. 1, Maret 2016

PEMIMPIN UMUM

Elvera, S.E., M.Sc

PEMIMPIN REDAKSI

Laili Dimyati, S.E. M.Si

WAKIL PEMIMPIN REDAKSI

Mastriati Hini Hermala Dewi, S.H., S.E., M.H

KONSULTAN AHLI

Dr. Zakaria Wahab, M.BA Drs. M. Kosasih Zen, M.Si

DEWAN REDAKSI

Junaidi, S.I.P., M.Si

Marko Ilpiyanto, S.E.,M.M Ruaman Yudianto, S.E., M.M Yadi Maryadi, S.E. M.Si

PENYUNTING AHLI

Yesita Astarina, S.E., M.Si Yusi Nurmala Sari, S.Kom.,M.T.I

SEKRETARIS REDAKSI

Mellisya Efrianti, S.Pdi

DISTRIBUTOR

Fadhila Fitriyanti, S.Si Marthareza, S.E

DITERBITKAN OLEH :

LEMBAGA PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) LEMBAH DEMPO

PAGARALAM

Jl. H. Sidik Adim No. 98 Airlaga, Pagaralam Utara. Telp. (0730) 624445, Fax (0730) 62325

(3)

53

Hubungan Desain Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan Dan Keindahan

Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang

Yadi Maryadi [email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa desain pekerjaan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan Dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Untuk mendapatkan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 41 responden kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan distibusi frekuensi, dan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling.

Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil atribut desain pekerjaan yaitu pembagian tugas sebanyak 33 orang atau sebesar 80 %, hubungan kerja sebanyak 23 orang atau sebesar 56 %, persyaratan kerja sebanyak 26 orang atau sebesar 64 %, tanggung jawab sebanyak 22 orang atau sebesar 54 % dan karakteristik pekerjaan sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %, penilaian rata-rata persepsi responden positif, hal ini berarti responden berpendapat bahwa desain pekerjaan sudah berjalan baik. Hasil atribut kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %, prestasi kerja sebanyak 22 orang atau sebesar 54 %, pengakuan pimpinan sebanyak 24 orang atau sebesar 58 %, pengembangan diri sebanyak 21 orang atau sebesar 54 % dan penghasilan sebanyak 27 orang atau sebesar 66 %, penilaian rata-rata persepsi responden positif, hal ini berarti pegawai merasa puas dengan apa yang telah diberikan oleh Instansi Dinas Pasar, Kebersihan Dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Kata Kunci : Desain Pekerjaan, Kepuasan Kerja PENDAHULUAN

Keberhasilan suatu instansi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sumber daya manusia yang merupakan faktor produksi penting dibanding faktor produksi lainnya karena setiap instansi atau organisasi akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja, dengan harapan tujuan akan tercapai.

Sumber daya manusia merupakan pelaku dari keseluruhan tingkat perencanaan sampai dengan evaluasi yang mampu memanfaatkan sumber daya lainnya, oleh karena itu potensi sumber daya yang ada harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga memberikan output yang optimal.

Suatu instansi atau organisasi merupakan sekumpulan orang-orang

(4)

54 yang saling bekerja sama secara terstruktur untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Tugas-tugas tersebut akan menjadi landasan terbentuknya pekerjaan dan kedudukan dalam sebuah instansi atau organisasi (Cushway dan Lodge, 2008:14).

Pengabaian terhadap salah satu dari aspek-aspek tersebut akan mengurangi efektivitas dan efisiensi organisasional, serta kepuasan kerja. Sikap pegawai terhadap desain pekerjaan akan tercermin dari produktivitas kerja, kepuasan kerja, tingkat ketidakhadiran dan perputaran pegawai (Simamora, 2011). Desain pekerjaan merupakan suatu pengorganisasian kerja ke dalam tugas yang harus dilaksanakan dalam sebuah pekerjaan (Simamora, 2007:23). Desain pekerjaan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, teknologi, dan prilaku (Handoko, 2011:33).

Dimensi manusia dalam administrasi publik untuk mencapai hasil yang lebih baik, mempunyai peranan yang sangat strategis sebagai unsur dinamis, karena dua unsur lainnya dalam peningkatan sumber daya manusia yaitu jenis tugas yang diemban dan ketepatan bentuk organisasi merupakan unsur statis (Tjokroamidjojo, 2005:42).

Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang telah dilakukan upaya untuk meningkatkan kinerja namun semakin berkembangnya Kabupaten Empat Lawang maka diperlukan kinerja lebih dari para pegawai dalam memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat.

Instansi menentukan pekerjaan tersebut berdasarkan

kebutuhan dan ketersediaan keahlian pegawai. Hal ini menyebabkan instansi tidak mengetahui bagaimana kepuasan pegawai terhadap pekerjaan yang sudah ada selama ini pada Instansi tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Desain Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang”.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :

1. Bagaimana desain pekerjaan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang?

2. Bagaimana kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang? 3. Bagaimana hubungan desain

pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengidentifikasikan desain pekerjaan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang 2. Untuk menganalisis kepuasan

kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

(5)

55 3. Untuk menganalisa hubungan

desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Desain Pekerjaan

Desain pekerjaan adalah fungsi penetapan kegiatan kerja seorang individu dalam kelompok karyawan/pegawai secara organisasional yang bertujuan untuk mengatur penugasan-penugasan kerja yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi, teknologi dan keprilakuan (Handoko, 2011:7). Desain pekerjaan sangat mempengaruhi kualitas kehidupan kerja yang tercermin pada kepuasan individu para pemegang jabatan. Menurut Simamora (2011:45), desain pekerjaan adalah proses penentuan tugas-tugas yang akan dilaksanakan, metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut dan bagaimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan pekerjaan lainnya di dalam organisasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah pekerjaan (Cushway dan Lodge, 2012:34) yaitu bahwa pekerjaan harus:

1. Memberikan keragaman dalam hal jenis pekerjaan yang dilaksanakan, langkah, lokasi dan sebagainya.

2. Memungkinkan orang mendapatkan umpan balik langsung dari hasilnya.

3. Menyediakan ruang lingkup bagi perkembangan dengan memberi

kemungkinan pekerjaan menjadi lebih besar pada waktu orang-orang yang menanganinya menjadi lebih ahli dan berpengetahuan.

4. Mempunyai tujuan dan keluaran yang jelas.

5. Mempunyai alur-alur pekerjaan yang jelas.

6. Memberi kemungkinan mengawasi keluaran dan tahap penyelesaiannya.

7. Memberi peluang untuk mengemukakan pendapat dan menyarankan perubahan-perubahan pada proses pekerjaan.

8. Didukung oleh tingkat sumber daya dan proses yang efektif.

Ada beberapa jenis desain pekerjaan yang dapat dipilih oleh sebuah organisasi (Nawawi, 2008:11) antara lain sebagai berikut : 1. Desain pekerjaan mekanistik

yaitu desain pekerjaan yang menggunakan pendekatan spesialisasi untuk meminimalkan waktu pelaksanaan pekerjaan. 2. Desain pekerjaan berurutan

secara berkesinambungan yaitu desain pekerjaan yang menggunakan pendekatan dengan mengatur dua atau lebih tugas/pekerjaan yang saling tergantung satu dengan yang lain dalam satu urutan yang bertahap. 3. Desain pekerjaan ergonomik

yaitu desain pekerjaan yang menggunakan pola keserasian antara kondisi fisik pekerja dengan peralatan kerja agar dapat dilaksanakan secara cepat, nyaman dan mudah.

4. Desain pekerjaan berdasarkan jenis kegiatan yaitu desain pekerjaan yang menggunakan

(6)

56 pola yang memisahkan pekerjaan/jabatan yang membutuhkan keterampilan fisik dengan yang membutuhkan keterampilan mental dari yang terendah sampai yang tertinggi. Pemisahan yang paling banyak dilakukan adalah antara pekerjaan manajerial dan pekerjaan profesional.

5. Desain pekerjaan otonom (individual) yaitu desain pekerjaan yang menekankan pada kemampuan perseorangan untuk melaksanakan pekerjaan dengan pelimpahan tanggung jawab dan wewenang pada seseorang dalam melaksanakan pekerjaan dari awal sampai akhir dengan menghasilkan sesuatu yang berhubungan dengan bisnis organisasi atau perusahaan. 6. Desain pekerjaan tim yaitu

desain pekerjaan yang dilakukan dengan membentuk tim kerja (team work) baik yang bersifat permanen maupun sementara untuk menyelesaikan serangkaian pekerjaan tertentu.

Pengertian Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upah, atau gaji yang diterima, kesempatan pengembangan karir, hubungan dengan pegawai lainnya, penempatan kerja, jenis pekerjaan, struktur organisasi perusahaan dan mutu pengawasan, sedangkan perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan

(Mangkunegara, 2014:7). Menurut Hasibuan (2013:21), kepuasan kerja dapat diartikan sebagai sikap emosional yang mencintai dan menyenangi pekerjaannya.. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana para pegawai memandang pekerjaan mereka (Handoko, 2011:42).

Teori-Teori Kepuasan Kerja

Ada berbagai macam teori yang berhubungan dengan kepuasan kerja pegawai. Masing-masing teori tersebut berupaya menghubungkan antara kepuasan dengan ketidak puasan seseorang dalam pelaksanaan pekerjaannya (Mangkunegara, 2014:9) diantaranya adalah :

1. Teori perbedaan (Discrepancy

Theory).

Menurut Locke kepuasan kerja pegawai bergantung pada perbedaan antara apa yang didapat dengan apa yang diharapkan oleh pegawai. Apabila yang didapat pegawai ternyata lebih besar daripada apa yang diharapkan maka pegawai tersebut menjadi puas. Sebaliknya, apabila yang didapat pegawai lebih rendah daripada yang diharapkan, akan menyebabkan pegawai tidak puas.

2. Teori Keseimbangan (Equity

Theory).

Teori ini dikembangkan oleh Adam. Adapun komponen dari teori ini adalah input, outcome,

comparison person dan equity-in-equity. Input adalah semua

nilai yang diterima pegawai yang dapat menunjang pelaksanaan kerja. Outcome

(7)

57 adalah semua nilai yang diperoleh dan dirasakan pegawai, sedangkan comparison

person adalah seorang pegawai

dalam instansi atau organisasi yang sama, seorang pegawai dalam instansi yang berbeda atau dirinya sendiri dalam pekerjaan sebelumnya. Menurut teori ini puas atau tidak puasnya pegawai merupakan hasil dari membandingkan antara

input-outcome dirinya dengan perbandingan inputoutcome

pegawai lain (comparison

person). Jika perbandingan tersebut dirasakan seimbang (equity) maka pegawai tersebut akan merasa puas, tetapi apabila terjadi ketidak seimbangan (inequity) dapat menyebabkan dua kemungkinan, yaitu over

compensation inequity dan sebaliknya, under compensation

inequity (ketidak seimbangan

yang menguntungkan pegawai lain yang menjadi pembanding atau comparison person).

3. Teori Pemenuhan Kebutuhan (Need Fulfillment Theory). Menurut teori ini, kepuasan kerja pegawai bergantung pada terpenuhi atau tidaknya kebutuhan pegawai. Pegawai akan merasa puas apabila ia mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Makin besar kebutuhan pegawai terpenuhi, makin puas pula pegawai tersebut. Begitu pula sebaliknya apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi, pegawai itu akan merasa tidak puas.

4. Teori Pandangan Kelompok (Social Reference Group Theory).

Menurut teori ini kepuasan kerja pegawai bukanlah bergantung pada pemenuhan kebutuhan saja, tetapi sangat bergantung pada pandangan dan pendapat kelompok yang oleh para pegawai dianggap sebagai kelompok acuan. Kelompok acuan tersebut oleh pegawai dijadikan tolak ukur untuk menilai dirinya maupun lingkungannya. Jadi, pegawai akan merasa puas apabila hasil kerjanya sesuai dengan minat dan kebutuhan yang diharapkan. 5. Teori Dua Faktor dari Herzberg. Teori dua faktor dikembangkan oleh Frederick Herzberg. Ia menggunakan teori Abraham Maslow sebagai titik acuannya. Dua faktor yang dapat menyebabkan timbulnya rasa puas dan tidak puas menurut Herzberg, yaitu factor pemeliharaan (Maintenance

Factor) dan faktor motivasi

(Motivational Factor). Faktor pemeliharaan meliputi administrasi dan kebijakan perusahaan, kualitas pengawasan, hubungan dengan pengawas, hubungan dengan subordinat, upah, keamanan kerja, kondisi kerja dan status, sedangkan faktor motivasi meliputi dorongan berprestasi, pengenalan, kemajuan, work it

self, kesempatan berkembang

dan tanggung jawab.

Variabel-Variabel Kepuasan Kerja

Hasibuan (2013:25), membagi variabel-variabel kepuasan kerja antara lain :

1. Pekerjaan itu sendiri, yaitu jenis pekerjaan yang dikerjakan oleh

(8)

58

pegawai, bagaimana

mengerjakannya dan mengapa pekerjaan itu harus dilakukan serta sejauh mana karyawan memandang pekerjaannya sebagai pekerjaan yang menarik, memberikan kesempatan dan peluang

2. Prestasi kerja, yaitu hasil kerja yang telah dicapai sesuai dengan yang dicapai atau ditunjukan seseorang di dalam pelaksanaan tugas pekerjaan

3. Pengakuan pimpinan, yaitu bentuk penghargaan yang diterima oleh pegawai atas hasil kerja yang dicapai berupa materi maupun non materi yang mencerminkan bentuk perhatian yang diberikan kepada pegawai 4. Pengembangan diri, yaitu

kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Potensi tersebut adalah pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan

5. Penghasilan, yaitu jumlah balas jasa yang diterima pegawai dan tingkat di mana hal ini dipandang sebagai suatu hal yang adil dalam suatu instansi

Kerangka Konseptual Penelitian

DESAIN PEKERJAAN KEPUASAN KERJA 1. Pembagian Tugas 2. Hubungan Kerja 3. Persyaratan Kerja 4. Tanggung Jawab 5. Karakteristik Pekerjaan 1. Pekerjaan Itu Sendiri 2. Prestasi Kerja 3. Pengakuan Pimpinan 4. Pengembangan Diri 5. Penghasilan

Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian

METODELOGI PENELITIAN

Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengamati dan melihat faktor-faktor yang menjadi gejala-gejala dengan keadaan yang diinginkan.

Penelitian ini dilakukan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang beralamatkan di Jalan Noerdin Panji KM. 1 Perum Setda Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Menurut Sugiyono (2009), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Pada penelitian ini populasi yang dituju adalah pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang berjumlah 41 orang. Sampel adalah sebagian dari karakteristik yang akan diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (Haris, 2009 : 45), Berdasarkan populasi tersebut, maka yang menjadi sampel penelitian adalah 41 responden, oleh karena itu penulis menggunakan teknik sensus.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Data Primer

Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian yaitu pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota

(9)

59 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

2. Data Sekunder

Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah :

1. Kuesioner, digunakan untuk memperoleh data mengenai keahlian atau keterampilan yang dimiliki pegawai dan persepsi pegawai terhadap pekerjaan dan faktor-faktor kepuasan kerja. Kuesioner diberikan secara langsung kepada pegawai yang menjadi responden.

2. Teknik wawancara

Dalam penelitian ini digunakan sebagai studi pendahuluan untuk memperoleh informasi mengenai deskripsi instansi terutama yang terkait dengan desain pekerjaan dan kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

3. Studi kepustakaan

Digunakan untuk memperoleh data sekunder mengenai landasan teoritis dan gambaran umum instansi dengan cara membaca dan mengutip dari berbagai sumber literatur berupa buku, skripsi dan dokumen instansi yang berhubungan dengan penelitian ini.

Instrumen penelitian yang diuji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini adalah kuesioner.

1. Uji Validitas

Uji validitas menurut Usman dan Purnomo (2013:18), adalah

mengukur apa yang ingin diukur. Instrumen penelitian dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur yang seharusnya (Sugiyono, 2014:47). 2. Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan uji

Alpha Cronbach. Alpha Cronbach digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen Skala Likert (1 sampai 5) atau instrumen yang item-itemnya dalam bentuk esai.

Metode Analisis Data

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi seseorang terhadap variabel penelitian yang dijabarkan dalam item pertanyaan. Jawaban setiap item yang menggunakan Skala Likert merupakan gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif (Sugiyono, 2014:61). Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan lima skala yang diberi bobot tertentu sesuai dengan tingkat skalanya. Rincian bobot dan skala yang digunakan adalah sebagai berikut :

 Bobot nilai = 5 Sangat setuju/Sangat puas

 Bobot nilai = 4 Setuju/Puas  Bobot nilai = 3 Cukup

Setuju/Biasa saja

 Bobot nilai = 2 Tidak setuju/Tidak puas

 Bobot nilai = 1 Sangat tidak setuju/Sangat tidak puas

Metode statistika digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel desain pekerjaan dengan kepuasan kerja. Menurut Usman dan

(10)

60 Purnomo (2013:26), korelasi rank

Spearman digunakan apabila :

1. Kedua variabel yang akan dikorelasikan itu mempunyai tingkatan data ordinal

2. Jumlah sampel di bawah 30 (sampel kecil)

3. Data tersebut memang telah diubah dari interval ke ordinal 4. Data interval tersebut ternyata

tidak terdistribusi normal.

Interval Koefisien Keeratan Hubungan 0,00 < r < 0,20 Sangat Rendah 0,20 < r < 0,40 Rendah 0,40 < r < 0,60 Sedang 0,60 < r < 0,80 Kuat 0,80 < r < 1,00 Sangat Kuat Sumber Sugiyono, 2009

Indikator Desain Pekerjaan dan Kepuasan kerja

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Temuan Penelitian Karakteristik Responden

Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada pegawai maka dapat disusun karakteristik responden sebagai berikut :

Karakteristik Responden

Berdasarkan Jenis Kelamin.

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, maka pegawai yang menjadi responden dibedakan berdasarkan jenis kelamin, dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini :

Tabel 4.1

Responden berdasarkan jenis kelamin N o Jenis Kelamin Freku ensi Persent ase (%) 1 Laki-laki 31 76 2 Perempuan 10 25 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari tabel 4.1 di atas terlihat dari jenis kelamin mayoritas responden adalah laki-laki sebanyak 31 orang yang berhubungan dengan Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang jika dihubungkan dengan bidang pekerjaan.

Karakteristik Responden

Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Dalam penelitian ini dilihat adalah tingkat pendidikan formal yang ditempuh responden, data mengenai pendidikan, dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini :

(11)

61

Tabel 4.2

Responden berdasarkan tingkat pendidikan No Tingkat Pendidikan Frekuensi Persent ase (%) 1 SLTA 28 68 2 Sarjana 13 32 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari tabel 4.2 terlihat bahwa tingkat pendidikan pegawai yang banyak bekerja pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kabupaten Empat Lawang adalah berpendidikan SLTA dengan jumlah 28 orang atau 68 %.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Pembagian Tugas

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari pembagian tugas pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3

Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang mengalami frustasi bila mengerjakan tugas yang tidak sesuai

dengan kemampuannya dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja. Jawaban Frekuen si Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 2 5 Setuju 6 15 Sangat setuju 33 80 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.3 di atas, diketahui bahwa responden sangat setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mengalami frustasi bila mengerjakan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuannya dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja yaitu sebanyak 33 orang atau sebesar 80 %. Hal ini dikarenakan Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memperhatikan pembagian tugas di dalam pekerjaan.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Hubungan Kerja

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari hubungan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4

Jawaban responden atas pertanyaan hubungan pekerjaan pegawai dengan

pegawai lainnya berjalan dengan baik Jawaban Frekuen si Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak setuju 2 5 Cukup setuju 11 27 Setuju 23 56 Sangat setuju 5 12 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.4 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila hubungan pekerjaan pegawai dengan pegawai lainnya berjalan

(12)

62 dengan baik yaitu sebanyak 23 orang atau sebesar 56 %. Hal ini dikarenakan pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang telah terjalin hubungan yang baik diantara sesama pegawai.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Persyaratan Kerja

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari persyaratan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5

Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan

pekerjaannya

Jawaban Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 5 12 Setuju 26 64 Sangat setuju 10 24 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.5 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan

pekerjaannya yaitu sebanyak 26 orang atau sebesar 64 %. Hal ini dikarenakan keahlian dan keterampilan yang dimiliki pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang sudah sesuai dengan tuntutan tugas-tugasnya di dalam menjalankan aktifitas pekerjaan.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Tanggung Jawab

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari tanggung jawab pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :

Tabel 4.6

Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang merasa memiliki tanggung

jawab terhadap pekerjaan, cara mengerjakan dan keleluasaan dalam

membuat keputusan

Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 4 10 Setuju 22 54 Sangat setuju 15 36 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.6 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila Pegawai Instansi Dinas Pasar,

(13)

63 Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan, cara mengerjakan dan keleluasaan dalam membuat keputusan yaitu sebanyak 22 orang atau sebesar 54 %. Hal ini dapat dilihat dari cara pegawai mengerjakan dan keleluasaan dalam membuat keputusan di dalam pekerjaan.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Karakteristik Pekerjaan

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari karakteristik pekerjaan pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :

Tabel 4.7

Jawaban responden mengenai keanekaragaman tugas yang dilaksanakan pegawai mengalami

kesulitan terhadap rutinitas tugas yang dilaksanakan

Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 12 29 Setuju 21 51 Sangat setuju 8 20 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.7 di atas, dapat dikatahui bahwa responden setuju bila keanekaragaman tugas yang dilaksanakan pegawai mengalami kesulitan terhadap rutinitas tugas yang dilaksanakan yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %. Hal ini

dapat dilihat dari tugas yang dikerjakan beragam, merasa lebih kreatif dan terampil dalam bekerja, merasa membutuhkan banyak keterampilan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Pekerjaan Itu Sendiri

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari pekerjaan itu sendiri pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah sebagai berikut :

Tabel 4.8

Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang merasa bosan terhadap rutinitas pekerjaannya sehari-hari

Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 21 51 Cukup setuju 4 10 Setuju 14 34 Sangat setuju 2 5 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.8 di atas, dapat diketahui bahwa responden tidak setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang merasa bosan terhadap rutinitas pekerjaannya sehari-hari yaitu sebanyak 21 atau sebesar 51 %. Hal ini dilihat karena rutinitas pekerjaan pada Instansi

(14)

64 Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang telah didesain sedemikian rupa agar pegawai tidak merasa bosan maupun frustasi dengan pekerjaannya.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Prestasi Kerja

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari prestasi kerja pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah :

Tabel 4.9

Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang merasa puas dengan hasil

kerja yang dicapainya

Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 2 5 Setuju 17 41 Sangat setuju 22 54 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.9 di atas, dapat diketahui bahwa responden sangat setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa puas dengan hasil kerja yang dicapainya yaitu sebanyak 22 orang atau sebesar 54 %. Hal ini dilihat dari rutinitas kerja pegawai memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan pekerjaannya dan merasa adil dengan

pembagian kerja yang ditetapkan Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Pengakuan Pimpinan

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari pengakuan pimpinan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah :

Tabel 4.10

Jawaban responden mengenai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan

Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang memberikan penghargaan kepada

pegawai yang telah memberikan hasil yang memuaskan

Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sagat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 24 58 Setuju 12 30 Sangat setuju 5 12 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.10 di atas, dapat diketahui bahwa responden cukup setuju bila Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan penghargaan kepada pegawai yang telah memberikan hasil yang memuaskan yaitu sebesar 24 orang atau sebesar 58 %. Hal ini dikarenakan pegawai merasa penghargaan yang diberikan pimpinan dan rekan kerja biasa saja.

(15)

65 Pegawai merasa pengakuan yang diterimanya tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Pengembangan Diri

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari pengembangan diri pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing adalah :

Tabel 4.11

Jawaban responden mengenai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan

Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan berupa

pendidikan dan pelatihan

Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 6 15 Setuju 21 51 Sangat setuju 14 34 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.11 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan berupa pendidikan dan pelatihan yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %. Hal ini dikarenakan kesempatan

yang diberikan untuk

mengembangkan potensi yang ada. Pegawai akan merasa puas dan

bangga bila pengetahuan dan keterampilannnya dapat berkembang sehubungan dengan pekerjaan yang dilaksanakannya.

Persepsi Hubungan Desain

Pekerjaan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Ditinjau Dari Penghasilan

Berikut ini akan dijelaskan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai ditinjau dari penghasilan pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah :

Tabel 4.12

Jawaban responden mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mendapatkan umpan

balik langsung dari hasil pekerjaannya Jawaban Frekuensi Persentas e (%) Sangat Tidak Setuju 0 0 Tidak Setuju 0 0 Cukup setuju 3 7 Setuju 27 66 Sangat setuju 11 27 Jumlah 41 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari Tabel 4.12 di atas, dapat diketahui bahwa responden setuju bila pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mendapatkan umpan balik langsung dari hasil pekerjaannya yaitu sebanyak 27 orang atau 66 %. Hal ini dikarenakan penghasilan yang diterima sesuai dengan hasil kerja yang dicapai dan sesuai dengan yang diterima rekan kerja.

(16)

66

Pembahasan Penelitian

Setelah didapat karakteristik responden dan jumlah serta distribusi frekuensi hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi ditinjau dari desain pekerjaan yaitu pembagian tugas, hubungan kerja, persyaratan kerja, tanggung jawab dan karakteristik pekerjaan serta kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri, prestasi kerja, pengakuan pimpinan, pengembangan diri dan penghasilan, maka dilakukan pembahasan mengenai hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi.

Hubungan Desain Pekerjaan

Terhadap Kepuasan Kerja

Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi

Untuk menerangkan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi bernilai positif, netral atau negatif dari hasil distribusi frekuensi maka akan diambil nilai rata-rata. Adapun penentuan nilai atas hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi adalah :

a. 1.00 ≤ nilai indikator ≤ 2.50 , artinya pegawai mempunyai sikap negatif terhadap indikator yang bersangkutan.

b. 2.51 ≤ nilai indikator ≤ 3.50 , artinya pegawai mempunyai sikap

netral terhadap indikator yang bersangkutan.

c. 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00, artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan.

Berikut ini akan dibahas hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Tabel 4.13

Penilaian Rata-Rata Responden

Sumber : Hasil Penelitian, 2015

Dari tabel di atas, dapat diketahui penentuan nilai atas hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi ditinjau dari desain pekerjaan yaitu pembagian tugas, hubungan kerja, persyaratan kerja, tanggung jawab dan karakteristik pekerjaan serta kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri, prestasi kerja, pengakuan pimpinan, pengembangan diri dan penghasilan, pertanyaan no. 1 mengenai pegawai Instansi Dinas

(17)

67 Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mengalami frustasi bila mengerjakan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuannya dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.75, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 2 mengenai hubungan pekerjaan pegawai dengan pegawai lainnya berjalan dengan baik diperoleh nilai rata-rata sebesar 3.65, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00, artinya pegawai mempunyai sikaf positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 3 mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan pekerjaannya diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.12, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai positif terhadap yang bersangkutan. Pernyataan no. 4 mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan, cara mengerjakan dan keleluasaan dalam membuat keputusan diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.27, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 5 mengenai keanekaragaman tugas yang dilaksanakan pegawai mengalami kesulitan terhadap

rutinitas tugas yang dilaksanakan diperoleh nilai rata-rata sebesar 3.90, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 6 mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa bosan terhadap rutinitas pekerjaannya sehari-hari diperoleh nilai rata-rata sebesar 2.93, menurut nilai persepsinya masuk antara 2.51 ≤ Nilai indikator ≤ 3.50, artinya pegawai mempunyai sikap netral terhadap indikator yang bersangkutan.

Pernyataan no. 7 pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi merasa puas dengan hasil kerja yang dicapainya diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.49, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 8 mengenai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan penghargaan kepada pegawai yang telah memberikan hasil yang memuaskan diperoleh nilai rata-rata sebesar 3.54, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Pernyataan no. 9 mengenai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan keahlian dan

(18)

68 keterampilan berupa pendidikan dan pelatihan diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.20, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ Nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikotor yang bersangkutan. Pernyataan no. 10 mengenai pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi mendapat umpan balik langsung dari hasil pekerjaannya diperoleh nilai rata-rata sebesar 4.20, menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00 artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan.

Nilai rata-rata yang ada di atas menjelaskan besarnya hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi ditinjau dari desain pekerjaan yaitu pembagian tugas, hubungan kerja, persyaratan kerja, tanggung jawab dan karakteristik pekerjaan serta kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri, prestasi kerja, pengakuan pimpinan, pengembangan diri dan penghasilan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Desain Pekerjaan pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi sebagian besar responden berpersepsi positif terhadap

indikator yang bersangkutan. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan yang merupakan indikator-indikator desain pekerjaan yaitu pembagian tugas sebanyak 33 orang atau sebesar 80 %, hubungan kerja sebanyak 23 orang atau sebesar 56 %, persyaratan kerja sebanyak 26 orang atau sebesar 64 %, tanggung jawab sebanyak 22 orang atau sebesar 54 % dan karakteristik pekerjaan sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %, dimana pegawai sangat setuju dengan indikator yang diberikan atau pegawai menganggap desain pekerjaan yang diberikan oleh Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi sudah berjalan dengan baik.

2. Kepuasan Kerja Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi sebagian besar pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan yang merupakan indikaror kepuasan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri sebanyak 21 orang atau sebesar 51 %, prestasi kerja sebanyak 22 orang atau sebesar 54 %, pengakuan pimpinan sebanyak 24 orang atau sebesar 58 %, pengembangan diri sebanyak 21 orang atau sebesar 54 % dan penghasilan sebanyak 27 orang atau sebesar 66 %, dimana pegawai sangat setuju dengan indikator yang diberikan, artinya pegawai merasa puas dengan yang telah diberikan Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi.

(19)

69 3. Hubungan Desain Pekerjaan

Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi, ternyata sebagian besar pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan indikator-indikator desain pekerjaan dan kepuasan kerja pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi menurut nilai persepsinya masuk antara 3.51 ≤ nilai indikator ≤ 5.00, artinya pegawai mempunyai sikap positif terhadap indikator yang bersangkutan.

SARAN

Saran yang dapat diberikan sebagai masukan dalam upaya perbaikan berkesinambungan guna meningkatkan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang adalah :

1. Untuk meningkatkan produktivitas kerja hendaknya Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang memperhatikan pembagian tugas pegawai dalam melakukan pekerjaan.

2. Hendaknya perlu meningkatkan desain pekerjaan dan mengupayakan kepuasan kerja bagi pegawai Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

3. Perlunya perhatian yang lebih serius dari Instansi terhadap desain pekerjaan yang dinilai penting oleh pegawai dalam mempengaruhi kepuasan kerja seperti aspek tampilan fisik misalnya desain gedung yang disediakan serta ruangan yang bersih.

4. Instansi hendaknya perlu melakukan survei secara langsung dengan bertanya kepada pegawai untuk mengetahui tentang kepuasan kerja yang diberikan dan memperhatikan desain pekerjaan untuk memenuhi kepuasan kerja pegawai.

5. Instansi hendaknya dapat mempertahankan dan memelihara pelaksanaan hubungan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja pegawai seperti pembagian tugas, hubungan kerja, persyaratan kerja, tanggung jawab, karakteristik pekerjaan, pekerjaan itu sendiri, prestasi kerja, pengakuan pimpinan, pengembangan diri serta penghasilan.

6. Sebaiknya setelah diadakan penelitian ini Instansi Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang dapat digunakan sebagai acuan di dalam menuju perbaikan pelayanan yang lebih baik.

(20)

70

DAFTAR PUSTAKA

Cushway, Lodge. 2008. Landasan

Terbentuknya Organisasi.

Surabaya.

Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kota Tebing Tinggi, 2014. Data dan Struktur Organisasi Pegawai. Empat

Lawang, Sumsel.

Handoko. 2011. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Edisi kedua. Yogyakarta. BPFE

Haris. 2009. Manajemen Totalitas

Dalam Populasi. Semarang :

Maximum Performance.

Hasibuan. 2013. Metode Penelitian

Bisnis dalam Kepuasan Kerja..

Bandung : CV. Alfabeta. Mangkunegara, 2014. Metode

Penelitian Teori Kepuasan Kerja. LP3ES. Jakarta.

Nawawi, 2013. Pengaruh Budaya

Organisasi Terhadap Motivasi dan Kepuasan Kerja. Surabaya.

Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan

Purnomo. 2013. Instrumen Penelitian. Malang: Gtrix.

Simamora, 2007. Konsep-Konsep

Desain Pekerjaan. Yogyakarta.

Liberty..

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian

Administrasi. Bandung. Penerbit Alfabeta.

Tjokroamidjojo, 2005. Bentuk-Bentuk Organisasi. Jakarta. BEPE.

Gambar

Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian
Tabel 4.7  Jawaban responden mengenai

Referensi

Dokumen terkait

Keberadaan lahan reklamasi diperkirakan akan berdampak terhadap perubahan persepsi masyarakat. Dampak yang akan muncul tergolong dampak negatif kecil, mengingat lingkungan

Encik Bala hanya perlu menyediakan rak- rak untuk memperagakan roti tersebut, manakala pekerja Syarikat Bakeri Sedap akan menyusun dan menggantikan roti yang telah luput

Berdasarkan pembahasan maka kesimpulan dalam penelitian adalah pada tahap inisiasi, guru menggunakan pointing gesture di papan tulis dengan jari tangan dan tuturan

Sebegai lembaga keuangan yang berkomitmen menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah tentu BMT UMY harus memiliki SDI (Sumber Daya Insani) yang berakhlak

Penelitian ini hanya akan mengambil objek Preman Pensiun pada season 2, dikarenakan objek penelitian lebih memiliki kedekatan waktu dengan berlangsungnya proses

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, konseling kelompok dengan pendekatan Adlerian merupakan salah satu bentuk alternatif penanga- nan yang dapat

Graph above shows the number of books borrowed from the school library by a group of 30 students. Graf di atas menunjukkan bilangan buku yang dipinjam dari perpustakaan sekolah oleh

Bersama Mona dan orangutan lain yang diselamatkan selama periode itu, Sarmi tinggal di kandang sosialisasi sampai 2010, kemudian dipindahkan ke Pulau 6, sebuah