SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SEKOLAH DASAR
MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA
GUGUS SUNGAI JINGAH KECAMATAN BANJARMASIN UTARA
Kenti Yuliana1, Ahmad Aini2
Email: [email protected], [email protected]
Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, STKIP PGRI Banjarmasin Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun Sistem Pendukung Keputusan memilih Sekolah Dasar dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara untuk membantu pemilihan sekolah dasar. Sistem pendukung keputusan yaitu sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Alter, 2002). Sistem ini mengimplementasikan Metode Analytic Hierarchy Proccess (AHP). Analytic Hierarchy Proccess (AHP) yaitu suatu teori umum tentang pengukuran yang digunakan untuk menemukan skala rasio, baik dari perbandingan berpasangan yang diskrit maupun kontinyu. Analytic Hierarchy Proccess AHP menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Pemilihan Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarmasin Utara memiliki beberapa faktor kriteria seperti Pendidikan, Fasilitas, Lokasi, Ekstrakurikuler dan Spiritual. Dari faktor tersebut orang tua murid calon siswa Sekolah Dasar memilih kriteria menurut persepsi masing-masing untuk menentukan Sekolah Dasar bagi putra dan putrinya. Hasil dari pemilihan Sekolah Dasar didapatkan rangking tertinggi yaitu Sekolah Dasar SDN Sungai Jingah 5 (0,405882), yang kedua SDN Sungai Jingah 1 (0,324241) dan yang ketiga SDN-SN Surgi Mufti 1 (0,26987).
Kata Kunci: AHP, SPK, Pemilihan Sekolah Dasar
Abstract
This study aims to design a decision support system for choosing elementary school with Analytic Hierarchy Process (AHP) method at Jingah River Group of North Banjarmasin Subdistrict to assist elementary school election. Decision support system is an interactive information system that provides information, modeling, and data manipulation. This system is used to assist decision making in semi-structured situations and unstructured situations, where no one knows for sure how decisions should be made (Alter, 2002). This system implements Analytic Hierarchy Proccess (AHP) Method. Analytic Hierarchy Proccess (AHP) is a general theory of measurement used to find the ratio scale, either from discrete or continuous pairwise comparisons. Analytic Hierarchy Proccess AHP describes complex multi-factor or multi-criteria problems into a hierarchy. Election of Elementary School in North Banjarmasin Subdistrict has several criteria factors such as Education, Facilities, Location, Extracurricular and Spiritual. Of these factors parents of Primary students choose criteria according to their respective perceptions to determine the Primary School for their son and daughter. The result of the Elementary School election was the highest grade of SDN Sungai Kelah 5 (0.405882), the second SDN Sungai Jingah 1 (0.324241) and the third SDN-SN Surgi Mufti 1 (0.26987).
Keywords: AHP, SPK, Election of Elementary School
1.
PENDAHULUAN
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, pendidikan Dasar di Kecamatan Banjarmasin Utara berjumlah 47 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar negeri ada 41 sekolah dan Sekolah Dasar swasta ada 6 sekolah. Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarmasin Utara terbagi menjadi 4 Gugus yaitu Gugus Sungai Jingah, Gugus Sungai Miai, Gugus Kuin dan Gugus Alalak.
Undang-undang No. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) juga menegaskan setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar serta pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa biaya. Hal ini tentu akan memberikan keringan bagi masyarakat karena tidak ada pembayaran uang pangkal akan tetapi menyebabkan kebingungan bagi orang tua calon siswa Sekolah Dasar dalam memilih sekolah untuk putra dan puterinya, karena banyaknya Sekolah Dasar, serta tidak adanya persyaratan kusus seperti nilai raport akademik dalam pendaftaran Sekolah Dasar. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat menunjang pengambilan keputusan.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan manipulasi data. Sistem ini dapat dipergunakan dalam menunjang pengambilan keputusan pada situasi yang semi terstruktur dan tidak terstruktur. (Alter, 2002).
Pengambilan keputusan dengan banyak kriteria dapat menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan suatu teori tentang pengukuran yang digunakan untuk menemukan skala rasio, dari perbandingan berpasangan diskrit maupun kontinyu. AHP menguraikan masalah multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki.
2.
METODE
Salah satu langkah yang dapat diambil dalam membuat keputusan adalah dengan menggunakan metode AHP. Proses pengambilan Keputusan pada dasarnya adalah memilih suatu alternatif. Peralatan utama AHP adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. (Kusrini 2007:133). Dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecah ke dalam beberapa kelompok, kemudian kelompok-kelompok tersebut disusun menjadi bentuk hirarki sebagai berikut:
2.1. Membuat Hirarki
Sistem yang kompleks bisa dipahami dengan memecahnya menjadi elemen-elemen pendukung, menyusun elemen secara hirarki dan menggabungkannya.
Gambar 1. Struktur Hirarki dalam AHP
2.2. Penilaian
Pada setiap Kriteria dan alternatif dilakukan perbandingan berpasangan. Skala 1 sampai 9 merupakan skala terbaik untuk mengekspresikan pendapat. Nilai dan definisi pendapat kualitatif, ditunjukan pada Tabel 1.
Tabel 1. Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan Intensitas
Kepentingan Definisi Penjelasan
1 Kedua elemen sama pentingnya Dua elemen mempunyai pengaruh yang sama besar terhadap tujuan 3 Elemen yang satu sedikit lebih penting dari pada elemen yang
lainnya
Pengalaman dan penilaian sedikit menyongkong satu elemen dibandingkan elemen yang lainnya 5 Elemen yang satu lebih penting dari pada elemen yang lainnya Pengalaman dan penilaian sangat kuat menyongkong satu elemen
dibandingkan elemen yang lainnya 7 Satu elemen jelas lebih mutlak penting dari pada elemen yang
lainnya
Satu elemen yang kuat disokong dominan terlihat dalam praktek
Intensitas
Kepentingan Definisi Penjelasan
tingkat penegasan tertinggi yang mungkin menguatkan
2,4,6,8 Nilai-nilai pertimbangan yang berdekatan antara 2 nilai Nilai ini diberikan bila ada dua kompromi diantara 2 pilihan Kebalikan Jika aktifitas i dapat satu angka dibandingkan aktifitas j, maka j mempunyai nilai kebalikannya dibandingkan dengan i.
2.3. Menentukan Prioritas (Synthesis of priority).
Perbandingan berpasangan (Pairwise Comprarisons) dilakukan pada setiap kriteria dan alternatif. Nilai-nilai perbandingan relatif dari seluruh alternatif kriteria bisa disesuaikan dengan judgement yang telah ditentukan untuk menghasilkan bobot dan prioritas.
2.4. Konsistensi Logis (Logical consistency).
Konsistensi memiliki dua makna. Pertama, objek-objek yang serupa bisa dikelompokkan sesuai dengan keseragaman dan relevansi, kedua, menyangkut tingkat hubungan antar objek yang didasarkan pada kriteria tertentu.
Menurut (Sri Kusumadewi, 2006:94) pada dasarnya, langkah - langkah menyelesaikan masalah AHP yaitu sebagai berikut :
1. Langkah Pertama, melakukan agregasi terhadap keputusan - keputusan yang tanggap terhadap semua tujuan pada setiap alternatif. Langkah –langkahnya yaitu sebagai berikut :
a. Menentukan matriks perbandingan berpasangan, sebagai berikut : aii = 1, aij =
aik = (aij)(ajk).
b. Matriks perbandingan berpasangan (normalisasi) yang berbentuk, sebagai berikut: (A)(wT) = (n)(wT)
c. Menormalkan setiap kolom (nilai jumlah normalisasi), sebagai berikut :
∑
d. Menentukan nilai rata – rata, sebagai berikut:
∑
e. Uji konsistensi, sebagai berikut :
Hitung : (A)(wT) Hitung :
∑ ( )
Hitung : indeks konsisten
Jika CI = 0 maka A Konsisten;
Jika Jika
Indeks random RIn adalah nilai rata-rata CI yang dipilih secara acak pada A dan
diberikan sebagai:
N 2 3 4 5 6 7 RIn 0 0,58 0.90 1,12 1,24 1,32
2. Langkah kedua, melakukan perangkingan alternatif – alternatif keputusan tersebut berdasarkan hasil agregasi keputusan. Menurut Sri Kusumadewi (2006:100) langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan perbandingan berpasangan setiap alternatif. b. Menentukan vektor bobot (rata – rata) dari setiap alternatif. c. Hitung total skor:
∑( )
d. Pilih alternatif dengan sekor tertinggi.
Perancangan sistem pendukung keputusan untuk memilih Sekolah Dasar dengan Metode Analytic Hierarcy Process (AHP) di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara menggunakan:
1. Flowchart
2. Entitas dan Atribut 3. Struktur Tabel 4. Interface
3.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Objek dari penelitian ini yaitu Sistem Pendukung Keputusan memilih Sekolah Dasar dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara.
Kriteria untuk memilih sekolah dasar di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara yaitu (1) Pendidikan (2) Fasilitas Sekolah (3) Lokasi Sekolah (4) Ekstrakurikuler (5) Spiritual.
Informasi mengenai sasaran, kriteria dan alternatif tersebut disusun dalam bentuk diagram bertingkat/hirarki seperti yang terlihat pada Gambar 2 sebagai berikut :
Gambar 2. Struktur Hirarki Sekolah Dasar
Proses perhitungan sistem pendukung keputusan memilih Sekolah Dasar dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara yaitu sebagai berikut:
3.1. Langkah Pertama, melakukan agregasi terhadap keputusan-keputusan yang tanggap terhadap semua tujuan pada setiap alternatif. Langkah–langkahnya yaitu sebagai berikut : a. Menentukan matriks perbandingan berpasangan.
Menentukan perbandingan berpasangan setiap kriteria ini ditentukan oleh persepsi orang tua calon murid siswa Sekolah Dasar di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. Misalkan persepsi orang tua calon murid siswa Sekolah Dasar di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara seperti: pendidikan sedikit lebih penting dari fasilitas, pendidikan nilai tengah sedikit mendekati dengan lokasi, pendidikan sedikit lebih penting dari ekstrakurikuler, pendidikan lebih penting dari spiritual, fasilitas nilai tengah sedikit mendekati dengan lokasi, fasilitas sedikit lebih penting dari ekstrakurikuler, fasilitas sedikit lebih penting dari spiritual, lokasi nilai tengah sedikit mendekati dengan ekstrakurikuler, lokasi nilai tengah sedikit mendekati dengan spiritual, ekstrakurikuler lebih penting dari spiritual. Hasil penilaian bisa dilihat dalam Tabel 2.
Tabel 2. Matriks Perbandingan Berpasangan
Pendidikan Fasilitas Lokasi Ekstrakurikuler Spiritual
Pendidikan 1 3 2 3 5
Fasilitas 0,3333 1 2 3 3
Lokasi 0,5 0,5 1 2 2
Ekstrakurikuler 0,3333 0,3333 0,5 1 5
b. Matriks perbandingan berpasangan (normalisasi).
Tabel 3. Matriks Perbandingan Berpasangan (Normalisasi)
c. Menormalkan setiap kolom (nilai jumlah normalisasi)
Tabel 4. Menormalkan Setiap Kolom (Nilai Jumlah Normalisasi)
d. Menentukan nilai rata–rata
Tabel 5. Nilai Rata-Rata Rata - Rata Pendidikan 0,3950 Fasilitas 0,2363 Lokasi 0,1634 Ekstrakurikuler 0,1420 Lokasi 0,0633 e. Uji Konsistensi Hitung : (A)(wT).
Tabel 6. Nilai (A)(wT)
(A)(wT) Pendidikan 2,1732 Fasilitas 1,3107 Lokasi 0,8897 Ekstrakurikuler 0,7507 Lokasi 0,3312 Hitung : Jumlah 2,3667 5,1667 6 9,2 16
Pendidikan Fasilitas Lokasi Ekstrakurikuler Spiritual Pendidikan 0,4225 0,5806 0,3333 0,3261 0,3125
Fasilitas 0,1408 0,1935 0,3333 0,3261 0,1875 Lokasi 0,2113 0,0968 0,1667 0,2174 0,125 Ekstrakurikuler 0,1408 0,0645 0,0833 0,1087 0,3125
Spiritual 0,0845 0,0645 0,0833 0,0217 0,0625
Pendidikan Fasilitas Lokasi Ekstrakurikuler Spiritual Jumlah Pendidikan 0,4225 0,5806 0,3333 0,3261 0,3125 1,9751 Fasilitas 0,1408 0,1935 0,3333 0,3261 0,1875 1,1813 Lokasi 0,2113 0,0968 0,1667 0,2174 0,125 0,8171 Ekstrakurikuler 0,1408 0,0645 0,0833 0,1087 0,3125 0,7099 Spiritual 0,0845 0,0645 0,0833 0,0217 0,0625 0,3166 1 1 1 1 1
( )
Hitung, indeks konsistensi:
Hitung : Untuk n = 5, diperoleh RI = 1,12
Maka matriks dikatakan cukup konsisten karena ≤ 0,1.
3.2. Langkah kedua, melakukan perangkingan alternatif–alternatif keputusan tersebut berdasarkan hasil agregasi keputusan. Menurut Sri Kusumadewi (2006:100) langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan perbandingan berpasangan setiap alternatif. b. Menentukan vektor bobot (rata–rata) dari setiap alternatif.
Tabel 7. Matriks Nilai Kriteria Semua Tujuan
c. Hitung Total Skor
Vektor bobot yang diperoleh sebelumnya : W= [0,3950; 0,2363; 0,1634; 0,1420; 0,0633] Skor total setiap alternatif adalah
= (0,1523) (0,3950) + (0,3705) (0,2363) + (0,4) (0,1634) + (0,2727) (0,1420) + (0,2857) (0,0633) = 0,2699 = (0,2677) (0,3950) + (0,3147) (0,2363) + (0,4) (0,16342) + (0,3636) ( 0,1420) + (0,4286) (0,0633) = 0,3242 = (0,5800) (0,3950) + (0,3147) (0,236) + (0,2) (0,1634) + (0,3636) (0,1420) + (0,2857) (0,0633) = 0,40589
d. Menentukan Alternatif Skor
Karena skor total alternatif SDN Sungai Jingah 5 (S3) paling besar, maka
alternatif SDN Sungai Jingah 5 yang terpilih menjadi sekolah yang terbaik dengan skor 0,4059.
Perancangan sistem pendukung keputusan untuk memilih Sekolah Dasar dengan Metode Analytic Hierarcy Process (AHP) di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara adalah sebagai berikut:
1. Flowchart
Perangkingan Pendidikan Lokasi Fasilitas Ekstrakurikuler Spiritual SDN-SN Surgi Mufti 1 0,1523 0,3705 0,4 0,2727 0,2857 SDN Sungai Jingah 1 0,2677 0,3147 0,4 0,3636 0,4286 SDN Sungai Jingah 5 0,5800 0,3147 0,2 0,3636 0,2857
Gambar 3. Flowchart 2. Entitas dan Atribut
Tabel 8. Entitas dan Atribut
Entitas Atribut Login ussername password Alternatif_kriteria Id_alternatif_kriteria Id_alternatif Id_kriteria nilai Alterantif Id_alternatif Nama_alternatif deskripsi Kriteria Id_kriteria Nama_kriteria 3. Struktur Tabel
Tabel 9. Admin
Atribut Tipe Data Keterangan
Username Varchar (10) Username password Varchar (10) password
Tabel 10. Alternatif Kriteria
Atribut Tipe Data Keterangan
Id_alternatif_kriteria Int (11) Alternatif Kriteria Id_alternatif Int (11) Alternatif
Id_kriteria Int (11) Kriteria
nilai double Nilai
Tabel 11. Alternatif
Atribut Tipe Data Keterangan
Id_alternatif Int (11) Alternatif Nama_alternatif Varchar (200) Nama Alternatif
Deskripsi Text Deskripsi
Tabel 12. Kriteria
Atribut Tipe Data Keterangan
Id_kriteria Int (11) Kriteria
Nama_kriteria Varchar (100) Nama Kriteria 4. Interface
Halaman utama aplikasi sistem pendukung keputusan sebagai berikut :
Gambar 4. Halaman Utama
Halaman analisa perbandingan kriteria yang dipilih langsung menurut persepsi orang tua
Gambar 5. Halaman Analisa
Gambar 6. Hasil Proses
4.
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Sistem pendukung keputusan untuk memilih Sekolah Dasar di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara ini diharapkan dapat membantu orang tua calon siswa sekolah dasar untuk menentukan dalam pemilihan sekolah dasar bagi putra putrinya.
Dari hasil pengamatan selama tahap perencanaan, implementasi, dan pengujian maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
a. Sistem pendukung keputusan untuk memilih Sekolah Dasar di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara ini telah berhasil dan dirancang sesuai dengan perencanaan.
b. Sistem pendukung keputusan untuk memilih Sekolah Dasar di Gugus Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara menggunakan metode AHP dalam perhitungannya. c. Berdasarkan analisa hasil uji coba diperoleh kesimpulan bahwa sistem telah berjalan
sebagaimana mestinya.
4.2.Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan dapat diajukan beberapa saran untuk pengembangan sistem ini lebih lanjut, antara lain :
1. Dikembangkan tidak hanya untuk alternatif Sekolah Dasar Negeri tetapi juga Sekolah Dasar Swasta.
2. Dikembangkan dengan versi aplikasi mobile seperti berbasis android atau iOS.
DAFTAR PUSTAKA
Andryana, Septi. Mei 2009. Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Sekolah Dasar Di Kota Depok Menggunakan Metode Proses Analisa Bertingkat, Jurnal Basis Data, ICT Research Center UNAS, Vol. 4 No. 1, ISSN: 1978 – 9483.
Fathansyah, 2005, Basis Data, Informatika, Bandung.
Hartono Jogiyanto, 1999, Pengenalan Komputer, Andi, Yogyakarta. Kadir Abdul, 2002, Penuntun Praktis Belajar SQL, Andi, Yogyakarta.
Khasanah, Nurul. Desember 2012. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Orang Tua Dalam Pengambilan Keputusan Memilih Sekolah Dasar Swasta, Satya Widya, Vol. 28, No. 2 (137-146).
Kusrini. 2007. Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Andi Offset, Yogyakarta.
Kusumadewi, Sri. 2006. Fuzzy Multiple-Attribute Decision Making (Fuzzy MADM). Graha Ilmu, Yogyakarta.
McLeod, Raymond, Jr. 1996. Sistem Informasi Manajemen. Edisi Bahasa Indonesia Jilid II. PT. Prenhallindo. Jakarta.
Pramono Andi, Syafii. M, 2005, Kolaborasi Flash, Dreamweaver dan PHP untuk Aplikasi Website, Andi Offset, Yogyakarta.
S, Rosa A. dan M. Shalahuddin. 2015. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Informatika, Bandung.
Sunarfrihantono Bimo, 2002, PHP dan MySQL untuk Web, Andi Offset, Yogyakarta.
Saaty, L. Thomas. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin: Proses Hirarki Analitik Untuk Pengambilan Keputusan Dalam Situasi Yang Kompleks. Seri Manajemen No.134. Cetakan kedua. PT. Gramedia. Jakarta.
Warjiyono. 2015. Analisis Faktor Pemilihan Perguruan Tinggi Di Tegal Berdasarkan Jenjang Pendidikan Menggunakan Metode Analytical Hieararchy Process (AHP), Jurnal Evolusi – Volume 3 No. 2, ISSN: 2338 – 8161.