• Tidak ada hasil yang ditemukan

KTSP SMP N 1 Slawi 1415.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KTSP SMP N 1 Slawi 1415.doc"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

DOKUMEN 1

DOKUMEN 1

KURIKULUM

KURIKULUM

SMP NEGERI 1

SMP NEGERI 1

SLAWI

SLAWI

KABUPATEN TEGAL

PROPINSI JAWA

TENGAH

TAHUN PELAJARAN

2014/2015

Jl. Prof. Moh Yamin No.32

(2)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, kami seluruh stakeholder SMP Negeri 1 Slawi telah dapat menyelesaikan penyusunan Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi tahun pelajaran 2014/2015. Kurikulum ini disusun oleh seluruh komponen yang ada di sekolah diantaranya Guru, Kepala Sekolah, Komite Sekolah yang penyusunannya tetap berpedoman pada dasar hukum pelaksanaan pendidikan yaitu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Menengah SMP/MTs-SMPLB, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Selain peraturan tersebut diatas Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi tahun 2014/2015 juga didasarkan pada Permendikbud No. 54 tahun 2013 tentang SKL, Permendikbud No. 65 th 2013 ttg Standar Proses, Permendikbud No. 66 th 2013 ttg Standar Penilaian, Permendikbud No. 68 th 2013 ttg ttg KD dan Struktur Kurikulum SMP-MTs. Hal tersebut dikarenakan SMP Negeri 1 Slawi merupakan sekolah sasaran implementasi Kurikulum 2013.

Kurikulum ini adalah sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Slawi tahun pelajaran 2014/2015, yang berisikan Pendahuluan ( Rasional, Visi, Misi, Tujuan Pendidikan ), Pengertian Kurikulum, Analisis SWOT , Struktur Kurikulum, Kalender Pendidikan, Pengembangan Silabus dan Penutup.

Kami menyadari bahwa kurikulum ini masih belum sempurna dan belum bisa menjawab semua permasalahan pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 1 Slawi, oleh karen itu saran dan usul sangat kami harapkan untuk penyempurnaan kurikulum pada tahun berikutnya.

(3)

Akhir kata, kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua komponen sekolah yang telah membantu tersusunnya kurikulum ini semoga Allah SWT memberkahi kita semua, Amin.

(4)

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN

Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi Tahun Pelajaran 2014/2015 ini telah diteliti dan disahkan penggunaannya pada :

Hari : ………

Tanggal : ………

Menyetujui, Kepala Sekolah Ketua Komite Sekolah

SURATA,S.Pd. SLAMET,S.Pd.

NIP.196411151986011001

Mengetahui

Kepala Dinas DIKPORA Kabupaten Tegal

Drs. EDY PRAMONO Pembina Utama Muda NIP.19580125 1990031002

(5)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

1. Halaman Judul ………. 1 2. Kata Pengantar ………... 2 3. Halaman Pengesahan ……… 3 4. Daftar Isi ………... 4 5. Bab I. PENDAHULUAN A. Rasional ……….. 7 B. Dasar ... 7

C. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah ……….. 8

D. Pengertian Kurikulum ……….. 9

E. Analisis SWOT ……….. 10

F. Tujuan Pengembangan Kurikulum ... 12

G. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum ... 13

6. Bab II. Struktur DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum. ……….. 15

B. Nilai-nilai Karakter ………. 17

C. Muatan Kurikulum ……….. 26

1. Mata pelajaran ……….. 26

2. Muatan Lokal ……….. 31

3. Kegiatan Pengembangan Diri ……… 32

4. Beban Mengajar ……… 41

5. Ketuntasan Belajar ……… 41

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan ……… 43

7. Mutasi dan Kepindahan Siswa ……… 44

7. Kalender Pendidikan A. Alokasi Waktu. ……… 45

B. Penetapan Kalender Pendidikan ………. 46

8. Penegembangan Silabus A. Pengertian Silabus ……….. 51

B. Prinsip Pengembangan Silabus ……….. 51

(6)

D. Pengembangan Silabus ……… 52 E. Langkah-langkah Pengembangan Silabus ……… 52

(7)

BAB I PENDAHULUAN i. Rasional

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 (PP. 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan tersusunnya kurikulum pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar danmenengah dengan mengacu kepada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Selain itu, penyusunan KTSP mengakomodasi penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah mulai dilaksanakan sejak diberlakukannya otonomi daerah sehingga dengan penyusunan KTSP memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah dan daerah.

ii. Dasar

Dalam pelaksanaan penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) landasan hokum yang digunakan sebagai pedoman adalah :

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat (19), Pasal 18 ayat (1),(2),(3),(4) Pasal 32 ayat (1),(2),(3), Pasal 32 ayat (1), (2), (3) Pasal 35 ayat (1), (2), (3), (4) Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4) Pasal 37 ayat (1), (2), (3), (4). 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005

tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 1 ayat (5), (13), 14), (15) Pasal 5 ayat (1), (2). Pasal 6 ayat (6). Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8). Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2) Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.

(8)

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Menengah SMP,MTs – SMPLB.

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Mendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006 Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

5. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah No.481/04639/2013 tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Pada Jalur Pendidikan Formal Tahun Pelajaran 2014/2015

iii. Visi, Misi dan tujuan

1. Visi : BERIMAN,BERTAQWA,UNGGUL DALAM PRESTASI, MULIA DALAM BUDI PEKERTI DAN SEHAT JASMANI, CINTA LINGKUNGAN HIDUP DI ERA GLOBAL

2. Misi : .

1. Mengoptimalkan Pembelajaran dan Bimbingan sesuai jadwal. 2. Menumbuhkan suasana religius dalam setiap kegiatan di sekolah.

3. Menumbuhkan semangat meraih prestasi secara intensif kepada semua warga sekolah.

4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan extra dan intra kurikuler. 5. Mendorong dan membantu semua warga sekolah terutama mengenali

potensi dirinya agar dapat berkembang dengan optimal.

6. Menumbuhkembangkan kepercayaan kepada semua warga sekolah agar berlaku disiplin dan berbudi pekerti yang luhur sesuai dengan budaya Bangsa.

7. Mengoptimalkan peran Komite Sekolah untuk kemajuan sekolah. 8. Menumbuhkan budaya hidup bersih.

(9)

3. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar mengacu pada tujuan umum pendidikan dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut .Sedangkan secara khusus, sesuai dengan visi dan misi, serta tujuan sekolah, SMP Negeri 1 Slawi pada akhir tahun pelajaran 2014/2015, sekolah mengantarkan siswa didik untuk:

a. memperoleh selisih NUN (gain score achievement) 0,9 (dari 8,0 menjadi 8,9 );

b. mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning), antara lain CTL, PAKEM, serta layanan bimbingan dan konseling;

c. meraih kejuaraan dalam bidang KIR tingkat Provinsi; d. memperoleh kejuaraan olympiade sains tingkat nasional;

e. melestarikan budaya daerah melalui MULOK bahasa daerah dengan indikator; 85% siswa mampu berbahasa Jawa sesuai dengan konteks; f. menjadikan 85% siswa memiliki kesadaran terhadap kelestarian

lingkungan hidup di sekitarnya;

g. memiliki jiwa cinta tanah air yang diinternalisasikan lewat kegiatan Pramuka.

h. meraih kejuaraan dalam beberapa cabang olah raga di tingkat propinsi i. memiliki jiwa toleransi antar umat beragama dan melaksanakan ibadah

sesuai dengan agama yang dianutnya.

B. Pengertian

1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan yang terdiri dari tujuan pendidikan

(10)

tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

2. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

ii. Analisis SWOT

ANALISIS SWOT IMPLEMENTASI PERMEN 22, 23, DAN 24 TAHUN 2006 Di SMP Negri 1 Slawi Kabupaten Tegal

Propinsi Jawa Tengah

No Fungsi dan Faktor Kondisi Ideal Kondisi Nyata SiapKesiapanTidak 1 Fungsi Perencanaan KTSP 1. Faktor Internal 1.1 Komite Sekolah 1.2 Pendidik 1.3 Tenaga Kependidikan

1.4 Sarana dan Prasarana

Mendukung Mengajar sesuai dengan latar belakang Pendidikan dan jenjang S-1 Berijasah sekurang-kurangnya D-3 Lengkap dan memadai Mendukung berpendidikan S-1 (80%) dan mengajar sesuai dengan latar belakang

pendidikannya.

berijasah < D-3 (8 %)

Belum lengkap dan memadai

v

v

v

(11)

No Fungsi dan Faktor Kondisi Ideal Kondisi Nyata Kesiapan

Siap Tidak

1.5 Biaya Tepenuhi Belum semuanya

terpenuhi v 2. Faktor Eksternal 2.1 Dinas Pendidikan Kota /Kab. 2.2 Dewan Pendidikan 2.3 Organisasi Profesi 2.4 Lingkungan Masyarakat Mendukung Mendukung Mendukung Mendukung Mendukung Mendukung Belum mendukung secara optimal Mendukung V v v v 2.1 Dinas Pendidikan Kota /Kab. 2.2 Dewan Pendidikan 2.3 Organisasi Profesi 2.4 Lingkungan Masyarakat Mendukung Mendukung Mendukung Mendukung Mendukung Mendukung Belum mendukung secara optimal Mendukung V v v v 3 Fungsi Evaluasi Pelaksanaan KTSP 1. Faktor Internal 1.1 Komite Sekolah 1.2 Pengawas Sekolah 1.3 Sarana dan Prasarana

1.4 Biaya Mendukung Mendukung Mendukung Terpenuhi Mendukung Mendukung Belum mendukung secara optimal Belum terpenuhi v v v v 2. Faktor Eksternal 2.1 Dinas Pendidikan Kota /Kab. 2.2 Dewan Pendidikan 2.3 Lingkungan Masyarakat Mendukung Mendukung Terpenuhi Mendukung Mendukung Terpenuhi V v v

iii. Tujuan Penyusunan Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi

(12)

1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum dikembangkan yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak

2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.

Kurikulum dikembangkan agar memungkinkan pengembangan

keragaman potensi, minat, kecerdasan intelektual, emosional, spritual, dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.

3. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional.

4. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Kurikulum dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan dengan teknologi dan seni.

5. Dinamika perkembangan global

Kurikulum dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain

6. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Kurikulum dikembangkan untuk mendorong wawasan dan sikap

kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7. Sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran di SMP Negeri 1 Slawi. Kurikulum dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan cirikhas SMP Negeri 1 Slawi.

8. Sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran di SMP Negeri 1. Kurikulum dikembangkan untuk dijadikan pedoman kegiatan

pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Slawi termasuk didalamnya untuk penyusunan RPS dan RKAS

(13)

iv. Prinsip Pengembangan Kurikulum

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungan secara nasional maupun internasional.

Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi dikembangkan berdasarkan bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab baik nasional maupun internasional.

2. Beragam dan terpadu

Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak deskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi dan gender secara global

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni baik nasional maupun internasional

4. Relevan dengan kebutuhan hidup

Pengembangan kurikulum SMP Negeri 1 Slawi dilakukan dengan melibatkan stake holders untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan hidup, kalangan dunia usaha dan dunia kerja baik nasional maupun internasional.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum SMP Negeri 1 Slawi mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan.

(14)

6. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional, daerah, untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Antara kedua kepentingan tersebut harus saling mengisi, memberdayakan sejalan dengan falsafah negara kita Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI

8. Mampu bersaing di dunia Internasional

Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing di dunia internasional secara global dalam berbagai bidang.

(15)

BAB II

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum

Struktrur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar (SMP) yang tertuang dalam Standar Isi, meliputi lima kelompok mata pelajaran, sebagai berikut :

Kelompok Mata

Pelajaran Cakupan

1. Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2. Kewarganegaraan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan

(16)

Kelompok Mata

Pelajaran Cakupan

nepotisme.

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP Negeri 1 Slawi dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk

meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP Negeri 1 dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

(17)

Adapun pengelompokan mata pelajaran selengkapnya sebagai berikut:

1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia meliputi Pendidikan Agama

2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian meliputi Pendidikan Kewarganegaraan

3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi

4. kelompok mata pelajaran estetika meliputi Seni Budaya dan Bahasa Jawa 5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan meliputi

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

B. Nilai-nilai Karakter

Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi juga memuat nilai-nilai karakter yang harus dikembangkan pada peserta didik.

Berdasarkan kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi butir-butir nilai yang dikelompokkan menjadi lima nilai utama, yaitu nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan serta kebangsaan. Berikut adalah daftar nilai-nilai utama yang dimaksud dan diskripsi ringkasnya.

1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan a. Religius

Pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.

2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. Jujur

(18)

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain

b. Bertanggung jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.

c. Bergaya hidup sehat

Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.

d. Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

e. Kerja keras

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.

f. Percaya diri

Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.

g. Berjiwa wirausaha

Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

(19)

h. Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif

Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki.

i. Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

j. Ingin tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

k. Cinta ilmu

Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.

3. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama a. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain

Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain.

b. Patuh pada aturan-aturan sosial

Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum.

(20)

c. Menghargai karya dan prestasi orang lain

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.

d. Santun

Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang.

e. Demokratis

Cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

4. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan a. Peduli sosial dan lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

5. Nilai kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

a. Nasionalis

Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.

(21)

Sikap memberikan respek/ hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku, dan agama.

Distribusi Butir-butir Karakter Utama ke Dalam Mata Pelajaran

Pada Bagian I disebutkan bahwa ada banyak nilai yang perlu ditanamkan pada siswa. Apabila semua nilai tersebut harus ditanamkan dengan intensitas yang sama pada semua mata pelajaran, penanaman nilai menjadi sangat berat. Oleh karena itu perlu dipilih sejumlah nilai utama sebagai pangkal tolak bagi penanaman nilai-nilai lainnya. Selain itu, untuk membantu fokus penanaman nilai-nilai utama tersebut, nilai-nilai tersebut perlu dipilah-pilah atau dikelompokkan untuk kemudian diintegrasikan pada mata pelajaran-mata pelajaran yang paling cocok. Dengan kata lain, tidak setiap mata pelajaran diberi integrasi semua butir nilai tetapi beberapa nilai utama saja walaupun tidak berarti bahwa nilai-nilai yang lain tersebut tidak diperkenankan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran tersebut. Dengan demikian setiap mata pelajaran memfokuskan pada penanaman nilai-nilai utama tertentu yang paling dekat dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. Tabel 1.1 menyajikan contoh distribusi nilai-nilai utama ke dalam mata pelajaran.

Tabel 1.1. Distribusi Nilai-Nilai Utama ke Dalam Mata Pelajaran

Mata Pelajaran Nilai Utama

1. Pendidikan Agama Religius, jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan social, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, peduli

(22)

Mata Pelajaran Nilai Utama

2. PKn Nasionalis, patuh pada aturan sosial, demokratis, jujur, menghargai keragaman, sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain

3. Bahasa Indonesia Berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, percaya diri, bertanggung jawab, ingin tahu, santun, nasionalis

4. IPS Nasionalis, menghargai keberagaman, Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, peduli social dan lingkungan, berjiwa wirausaha, jujur, kerja keras 5. IPA ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan

inovatif, jujur, bergaya hidup sehat, percaya diri, menghargai keberagaman, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli lingkungan, cinta ilmu 6. Bahasa Inggris Menghargai keberagaman, santun, percaya diri,

mandiri, bekerjasama, patuh pada aturan sosial

7. Seni Budaya Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin tahu, jujur, disiplin, demokratis

8. Penjasorkes Bergaya hidup sehat, kerja keras, disiplin, jujur, percaya diri, mandiri, menghargai karya dan prestasi orang lain

9. TIK/Keterampilan Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai karya orang lain

10. Muatan Lokal Menghargai keberagaman, menghargai karya orang lain, nasionalis, peduli

(23)

Komponen Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 3. Bahasa Indonesia 4 4. Bahasa Inggris 5 5. Matematika 5

6. Ilmu Pengetahuan Alam 4

7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4

8. Seni Budaya 2

9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan

Kesehatan 2 10. TIK 2 B. Muatan Lokal 1. Bahasa Jawa 4. Tata Busana 2 2 C. Bimbingan Konseling D. Pengembangan Diri a. Bahasa Inggris  Story Telling  peech Contest b. Karya Ilmiyah remaja c. Olimpiade

(24)

Komponen Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX  Olimiade Astronomi  Olimiade Biologi  Olimiade Fisika  Olimiade Matematika d. Bahasa Indonesia

 Sinopsis dan Mading

 Puisi (Baca dan Cipta) e. Keagamaan

f. Marching Band

g. Olahraga dan Seni Budaya

 Karawitan

 Basket

 Sepak Takraw

 Panahan

 Musik (nyanyi tunggal)

 Desain Grafis  Lukis  PMR  Bulu Tangkis  Bola Volley  Seni Tari  PKS  Paduan Suara h. Pramuka i. Upacara Jumlah 36

(25)

DISTRIBUSI JAM PER MINGGU

SENIN SELASA RABU KAMIS JUM’AT SABTU

7 8 9 7 8 9 7 8 9 7 8 9 7 8 9 7 8 9

6 8 8 8 4 4

PEMBAGIAN JAM HARIAN

JAM

KE- SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU

07.00-07.15 Pembiasaan 07.00-07.15 Pembiasaan 07.00-07.15 Pembiasaan 07.00-07.40 Pembiasaan 07.00-07.15 Pembiasaan 1 07.00-07.40 07.15-07.55 07.15-07.55 07.15-07.55 07.40-08.20 07.15-07.55 2 07.40-08.20 07.55-08.35 07.55-08.35 07.55-08.35 08.20-09.00 07.55-08.35 3 08.20-09.00 08.35-09.15 08.35-09.15 08.35-09.15 Istirahat 08.35-09.15 4 09.00-09.40 09.15-09.55 09.15-09.55 09.15-09.55 09.20-10.00 09.15-09.55 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat 10.00-10.40 Istirahat 5 10.00-10.40 10.15-10.55 10.15-10.55 10.15-10.55 10.15-10.55 6 10.40-11.20 10.55-11.35 10.55-11.35 10.55-11.35 10.55-11.35

Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat 7 11.40-12.20 11.55-12.35 11.55-12.35 11.55-12.35 8 12.20-13.00 12.35-13.15 12.35-13.15 12.35-13.15

 Senin Jam I Upacara dan jam II Pembinaan

 Jumat Jam I Jumat Sehat/Bersih

Hari Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu melaksanakan kegiatan

pembiasaan 10 menit setelah bel masuk berbunyi atau sebelum jam pelajaran pertama

C. Muatan Kurikulum

Muatan Kurikulum SMP Negeri 1 Slawi meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik dan materi muatan lokal.

(26)

a. Mata Pelajaran Wajib

Mata pelajaran wajib yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Slawi terdiri atas mata-mata pelajaran sebagai berikut ini.

1) Pendidikan Agama

Pendidikan agama yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Slawi meliputi agama Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Tujuan:

 Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik sesuai keyakinan agamanya masing-masing;

 Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia;

 Menumbuhkembangkan sikap toleransi antarumat beragama.

2) PendidikanKewarganegaraan

Tujuan:

Memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan kesatuan.

Ruang lingkup:

a) Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan, cinta lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, partisipasi dalam pembelaan negara, sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.

b) Norma, hukum, dan peraturan yang meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga, tata tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat, peraturan-peraturan daerah, norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sistem hukum dan peradilan nasional, hukum dan peradilan internasional.

(27)

c) Hak asasi manusia, meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM.

d) Kebutuhan warga negara, meliputi: hidup gotong royong, harga diri sebagai warga masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan mengeluarkan pendapat, menghargai keputusan bersama, prestasi diri, persamaan kedudukan warganegara. e) Konstitusi negara, meliputi: proklamasi kemerdekaan dan

konstitusi yang pertama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, hubungan dasar negara dengan konstitusi.

f) Kekuasan dan politik, meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan, pemerintahan daerah dan otonomi, pemerintah pusat, demokrasi dan sistem politik, budaya politik, budaya demokrasi menuju masyarakat madani, sistem pemerintahan, pers dalam masyarakat demokrasi.

g) Pancasila, meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka.

h) Globalisasi, meliputi: globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan internasional dan organisasi internasional, serta mengevaluasi globalisasi.

3) Bahasa Indonesia

Tujuan:

Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap IPTEK.

(28)

Ruang lingkup: a) Mendengarkan b) Berbicara c) Membaca d) Menulis 4) Bahasa Inggris Tujuan:

Membina keterampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi.

Ruang lingkup:

a) Kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional;

b) Kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure,

descriptive, recount, narrative, dan report. Gradasi bahan ajar

tampak dalam penggunaan kosa kata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika;

c) Kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi), kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap

(29)

berlangsung), dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana).

5) Matematika

Tujuan:

Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar Matematika dalam rangka penguasaan IPTEK.

Ruang lingkup: a) Bilangan b) Aljabar

c) Geometri dan Pengukuran d) Statistika dan Peluang

6) Ilmu Pengetahuan Alam

Tujuan:

Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK.

Ruang lingkup:

a) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan b) Materi dan Sifatnya

c) Energi dan Perubahannya

7) Ilmu Pengetahuan Sosial

Tujuan:

Memberikan pengetahuan sosiokultural masyarakat yang majemuk, mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki keterampilan hidup secara mandiri.

Ruang lingkup:

a) Manusia, Tempat, dan Lingkungan b) Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan c) Sistem Sosial dan Budaya

d) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan

(30)

Tujuan:

Mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi, dan kecintaan pada seni budaya nasional.

Ruang lingkup:

a) Seni Rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya.

b) Seni Musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, apresiasi karya musik.

c) Seni Tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari.

d) Seni Teater, mencakup keterampilan olah tubuh, olah pikir, dan olah suara yang pementasannya memadukan unsur seni musik, seni tari, dan seni peran.

9) Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

Tujuan:

Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan keterampilan dalam bidang olah raga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada peserta didik.

Ruang lingkup;

a) Permainan dan olah raga, meliputi: olah raga tradisional, permainan, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor nonlokomotor, dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya.

b) Aktivitas pengembangan, meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya.

c) Aktivitas senam, meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya.

(31)

d) Aktivitas ritmik, meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya.

10) Teknologi Informasi dan Komunikasi

Tujuan:

Memberikan keterampilan dalam bidang teknologi informatika dan komunikasi yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Ruang lingkup:

a) Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi;

b) Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.

b. Muatan Lokal

Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi dan keunggulan daerah, serta ketersediaan lahan, sarana prasarana, dan tenaga pendidik. Sasaran pembelajaran muatan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. Nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan antara lain inovasi, kreatif, berpikir kritis, eksplorasi, komunikasi, kemandirian, dan memiliki etos kerja. Nilai-nilai budaya yang dimaksud antara lain kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan terhadap lingkungan, dan kerja sama.

Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Muatan Lokal merupakan mata pelajaran, sehinggga satuan pendidikan harus mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap muatan lokal yang diselenggarakan.

(32)

No. Jenis Muatan Lokal Alokasi Waktu VII VIII IX 1. Tata Busana 2 2. Tata Boga -2. Bahasa Daerah 2 c. Pengembangan Diri

Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan konseling dankegiatan ekstrakurikuler.

Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan, yaitu terprogram dan tidak terprogram.

1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut ini.

Kegiatan Pelaksanaan

Layanan dan kegiatan pendukung konseling

 Individual

 Kelompok: tatap muka guru BP masuk ke kelas Ekstrakurikuler  Kepramukaan  PMR  UKS  KIR  Olah raga  Kerohaniaan

 Seni budaya/sanggar seni  Kesehatan reproduksi remaja  Latihan dasar kepemimpinan

(33)

2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut.

Kegiatan Contoh Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal  Piket kelas  Ibadah

 Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas  Bakti sosial Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus

 Memberi dan menjawab salam

 Meminta maaf

 Berterima kasih

 Mengunjungi orang yang sakit

 Membuang sampah pada tempatnya

 Menolong orang yang sedang dalam kesusahan  Melerai pertengkaran Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari  Performa guru

 Mengambil sampah yang berserakan

 Cara berbicara yang sopan

 Mengucapkan terima kasih

 Meminta maaf

 Menghargai pendapat orang lain

 Memberikan kesempatan terhadap pendapat yang berbeda

 Mendahulukan kesempatan kepada orang tua

 Penugasan peserta didik secara bergilir

(34)

Kegiatan Contoh

taat pada peraturan)

 Memberi salam ketika bertemu

 Berpakaian rapi dan bersih

 Menepati janji

 Memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi

 Berperilaku santun

 Pengendalian diri yang baik

 Memuji pada orang yang jujur

 Mengakui kebenaran orang lain

 Mengakui kesalahan diri sendiri

 Berani mengambil keputusan

 Berani berkata benar

 Melindungi kaum yang lemah

 Membantu kaum yang fakir

 Sabar mendengarkan orang lain

 Mengunjungi teman yang sakit

 Membela kehormatan bangsa

 Mengembalikan barang yang bukan miliknya

 Antri

 Mendamaikan

Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan SMP adalah sebagai berikut ini.

(35)

Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang ditanamkan Strategi A. Bimbingan Konseling (BK)  Kemandirian  Percaya diri  Kerja sama  Demokratis  Peduli sosial  Komunikatif  Jujur  Pembentukan karakter atau kepribadian  Pemberian motivasi  Bimbingan karier B. Kegiatan Ekstrakurikuler: 1. Kepramukaan  Demokratis  Disiplin  Kerja sama  Rasa Kebangsaan  Toleransi

 Peduli sosial dan lingkungan  Cinta damai  Kerja keras  Latihan terprogram (kepemimpinan, berorganisasi)

2. UKS dan PMR  Peduli social

 Toleransi  Disiplin  Komunikatif  Latihan terprogram 3. KIR  Komunikatif

 Rasa ingin tahu

 Kerja keras  Senang membaca  Menghargai prestasi  Jujur  Pembinaan rutin  Mengikuti perlombaan  Pameran atau pekan ilmiah  Publikasi ilmiah secara internal

(36)

Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang ditanamkan Strategi 4. Olahraga Sportifitas  Menghargai prestasi  Kerja keras  Cinta damai  Disiplin  Jujur  Melalui latihan rutin (antara lain: bola voli, basket, tenis meja, badminton, pencak silat, outbond)  Perlombaan olah raga 5. Kerohanian  Religius  Rasa kebangsaan

 Cinta tanah air

 Beribadah rutin  Peringatan hari besar agama  Kegiatan keagamaan 6. Seni budaya/Sanggar seni  Disiplin  Jujur  Peduli budaya  Peduli sosial

 Cinta tanah air

 Semangat kebangsaan  Latihan rutin  Mengikuti vokal grup  Berkompetisi internal dan eksternal  Pagelaran seni 7. Kesehatan reproduksi remaja  Kebersihan  Kesehatan  Tanggung jawab

 Rasa ingin tahu

 Kegiatan rutin pada waktu hari jum’at

8. Kepemimpinan  Tanggung jawab

 Keberanian  Tekun  Sportivitas  Kegiatan OSIS  Kepramukaan  Kegiatan kerohanian

(37)

Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang ditanamkan Strategi  Disiplin  Mandiri  Demokratis  Cinta damai

 Cinta tanah air

 Peduli lingkungan  Peduli sosial  Keteladanan  Sabar  Toleransi  Kerja keras  Pantang menyerah  Kerja sama  Kegiatan KIR  Kegiatan PMR

9. Festival sekolah  Kreativitas

 Etos kerja  Tanggung jawab  kepemimpinan  Kerja sama  Pasar seni  Pagelaran seni atau musik  Pameran karya ilmiah  Bazaar  Pasar murah  Karya seni  Peringatan hari-hari besar agama/nasional

d. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Pada prinsipnya, pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke

(38)

dalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah. Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam KTSP, silabus dan RPP yang sudah ada. Indikator nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas, dan (2) indikator untuk mata pelajaran.

Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah, guru dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya, bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks. Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru dengan cara integrasi. Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan

(39)

pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial.

Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan), maupun memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya.

Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya guru dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini.

BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan

adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten)

MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten)

MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten)

e) Jadwal Kegiatan

NO JENIS PENGEMBANGAN DIRI HARI PUKUL 1 BAHASA INGGRIS

a. STORY TELLING Senin 14.00-15.30 b. DEBATE IN ENGLISH Selasa 14.00-15.30 c. SPEECH CONTEST Senin 14.00-15.30 2 KARYA ILMIAH REMAJA ( KIR ) Senin 14.00-15.30 3 SCIENCE CLUB

(40)

NO JENIS PENGEMBANGAN DIRI HARI PUKUL a. OLIMPIADE IPS Senin 14.00-15.30 b. OLIMPIADE ASTRONOMI Senin 14.00-15.30 c. OLIMPIADE BIOLOGI Selasa 14.00-15.30 d. OLIMPIADE FISIKA Rabu 15.00-17.00 e. OLIMPIADE MATEMATIKA Jum`at 13.00-14.30 5 BAHASA INDONESIA

a. SINOPSIS DAN MADING Senin 14.00-15.30 b. PUISI ( BACA DAN CIPTA ) Senin 14.00-15.30

6 KEAGAMAAN Selasa 14.00-15.30

7 MARCHING BAND Selasa 14.00-15.30 8 OLAH RAGA DAN SENI BUDAYA

a. KARAWITAN Selasa 14.00-15.30

b. BASKET Rabu 15.00-17.00

c. SEPAK TAKRAW Rabu 15.00-17.00

d. PANAHAN Rabu 15.00-17.00

e. MUSIK ( NYANYI TUNGGAL ) Rabu 15.00-17.00

f. LUKIS Rabu 15.00-17.00

g. PMR Rabu 15.00-17.00

h. BULU TANGKIS Kamis 15.30-17.00 i. BOLA VOLLY Jum`at 15.00-16.30 j. SENI TARI Jum`at 15.30-17.00

k. PKS Jum`at 14.30-16.00

l. PADUAN SUARA Sabtu 13.00-14.30

9 PRAMUKA Sabtu 14.00-17.00

(Wajib bagi kls 7 dan 8)

10 UPACARA Sabtu 12.30-14.00

f) Alokasi Waktu

Untuk kelas 7 dan kelas 8 diberikan 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 40 menit) Untuk kelas 9 semester II diberi kegiatan Bimbingan Belajar secara intensif untuk persiapan menghadapi UN

1. Beban Mengajar

Beban belajar menggunakan sistim paket dengan beban belajar maksimal 40 jam pelajaran per minggu. Satu jam pelajaran 40 menit, dengan rincian sebagai berikut :

(41)

Kelas Satu jam pembelajaran tatap muka/menit Jumlah jam pembelajaran perminggu Minggu efektif Pertahun ajaran Waktu pembelajaran /

jam per tahun

VII

VIII

IX 40 36 35 1260

2. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran ditentukan oleh kelompok guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan materi esensial, kompleksitas, intake siswa, dan daya dukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.

REKAP KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) Komponen KKM VII VIII IX A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 80 2. Pendidikan Kewarganegaraan 80 3. Bahasa Indonesia 80 4. Bahasa Inggris 80

(42)

Komponen KKM VII VIII IX 5. Matematika 80 6. Ilmu Pengetahuan Alam 80 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 80 8. Seni Budaya 80 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 80 10. Teknologi Informasi dan Komunikasi b. Prakarya 80 A. Muatan Lokal 1. Bahasa Jawa 80 2. Tata Boga 3. Tata Busana 80 B. Pengembangan Diri Minimal Cukup

6. Kenaikan Kelas & Kelulusan

Kriteria kenaikan kelas diatur sebagai berikut. 1) Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila:

a) Mencapai nilai sesuai KKM masing-masing mapel, b) Jumlah nilai di bawah KKM mapel maksimal 2 mapel, c) Memiliki nilai kepribadian minimal baik,

(43)

d) Memiliki nilai pengembangan diri minimal cukup (C)

e) Jumlah ketidakhadiran dikelas tanpa keterangan maksimal 10%,

2) Peserta didik dinyatakan tidak naik apabila:

a) Jumlah nilai dibawah KKM Mapel lebih dari 2 mapel, b) Kepribadian kurang baik/tidak baik,

c) Memiliki nilai pengembangan diri Kurang (D) atau Nol (0),

d) Jumlah ketidakhadiran di kelas tanpa keterangan lebih dari 10 %, dan

Kriteria Kelulusan diatur sebagai berikut.

a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran,

b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajara kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajara estetika dan kelompok mata pelajaran jasmani,olah raga dan kesehatan,

c. Lulus ujian Nasional ( kriteria sesuai POS UNAS),

d. Lulus ujian sekolah ( nilai setiap mata pelajaran minimal ditetapkan oleh sekolah).

7. Mutasi atau Kepindahan Siswa

Siswa dari sekolah lain dapat pindah atau menjadi siswa SMP Negeri 1 Slawi apabila ;

1. Memiliki nilai dengan batas ketuntasan minimal yang sama dengan SMP Negeri 1 Slawi

2. Ada tempat

3. Memiliki nilai seleksi PPD yang sama dengan PPD SMP Negeri 1 Slawi pada tahun yang sama.

(44)

BAB III

KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektir belajar, waktu pembelajaran efektir dan hari libur.

A. Alokasi Waktu

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.

Waktu pemebelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu melipiti jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang imaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainya tertera pada tabel:

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

1 Minggu efektif belajar

39 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelaran efektif 2 Jeda tengah

semester

2 minggu Satu minggu setiap semester

3 Jada antar semester 2 minggu Antara semester I dan II 4 Libur akhir tahun

pelajaran

4 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran

(45)

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

5 Hari libur keagamaan

4 minggu Libur awal dan akhir romadon Libur hari raya idhul fitri 6 Hari libur

umum/nasional

2 minggu Disesuaikan dengan peraturan pemerintah

(terlampir)

B. Penetapan Kalender Pendidikan

1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan juli setiap tahun dan berakhir pada bulan juni tahun berikutnya

2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan keputusan Meneri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan Hari Raya Keagamaan, Kepala Daerah Tingkat Kabupaten, dan Sekolah dapat menetapkan hari libur khusus.

3. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh sekolah berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen standar isi ini dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah 4. Hari beljar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk

kegiatan pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kurikulum.

5. Jumlah belajar efektif dalam 1 (satu) tahun pelajaran 238 (dua ratus tigapuluh delapan) hari belajar yang digunakan untuk kegiatan pemrbelajaran sesuai kurikulum yamng berlaku.

6. Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan untuk proses pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas VII, VIII, IX, masing-masing 40 jam pelajaran untuk kelas VII dan 38 jam pelajaran untuk kelas VIII dan kelas IX, dengan alokasi waktu 40 menit per jam pelajaran. Jumlah jam belajar efektif selama satu tahun untuk kelas VII. VIII, masing-masing 1404 jam pelajarn. Sedangkan jam belajar efektif untuk kelas IX selama satu tahun 1365 jam pelajaran.

(46)

PERHITUNGAN HARI EFEKTIF BELAJAR,

HARI-HARI PERTAMA MASUK SATUAN, PENDIDIKANM, KEGIATAN TENGAH SEMESTER, MENGIKUTI UPACARA, PENYERAHAN BUKU

LAPORAN HASIL BELAJAR (BLHB), LIBUR AKHIR SEMESTER, LIBUR UMUM, DAN LIBUR BULAN RAMADHAN/HARI RAYA IDUL

FITRI

(47)

HARI-HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH, KEGIATAN TENGAH SEMESTER, ULANGAN UMUM, UJIAN AKHIR NASIONAL, PENYERAHAN RAPOT, UPACARA HARI NASIONAL, LIBUR SEKOLAH, LIBUR UMUM, LIBUR BULAN RAMADHAN, IDHUL FITRI

No Bulan/Tanggal Kegiatan 1 JULI 2014 14-19 Juli 2014 21-26 Juli 2014 28-29 Juli 2014 30-31 Juli 2014

Hari-hari pertama masuk sekolah Kegiatan Pesantren Ramadhan

Libur sebelum tanggal 1 Syawal 1435 H Libur Hari Raya Idul Fitri 1434 H (1 Syawal 1435 Hijriyah)

Libur setelah Idul Fitri 1435 H 2 AGUSTUS 2014

1 – 2 Agustus 2014 17 Agustus 2014

Libur setelah Idul Fitri 1435 H

Mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI 3 OKTOBER 2014 1 Oktober 2014 13 – 16 Oktober 2014 5 Oktober 2014 28 Oktober 2014 25 Oktober 2014

Mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Kegiatan Jeda Semester Gasal

Libur Umum (Hari Raya Idul Adha / 10 Dulhijah 1345 H)

Mengikuti Upacara Peringan Hari Sumpah Pemuda

Libur Umum (Tahun Baru Hijriyah/1 Muharam 1436 Hijriyah)

4 NOVEMBER 2014

10 November 2014 Mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan 5 DESEMBER 2014

8 – 13 Desember 2014 15 – 19 Desember 2014

20 Desember 2014

25 – 26 Desember 2014

Ulangan Akhir Semester Gasal

Ulangan Susulan dan Persiapan Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar Semester Gasal Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar (BLHP) Semester Gasal

(48)

No Bulan/Tanggal Kegiatan

bersama 6 JANUARI 2015

1 Januari 2015 3 Januari 2015

Libur Umum (Tahun Baru Masehi 2015) Libur Umum (Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 Hijriyah) 7 FEBRUARI 2015

19 Februari 2015 Libur Umum (Tahun Baru Imlek 2565) 8 MARET 2015

21 Maret 2015

16 – 19 Maret 2015

Libur Umum (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937)

Kegiatan Jeda Semester Genap 9 APRIL 2015

3 April 2015 20 – 22 April 2015 27 – 29 April 2015

Libur Umum (Wafat Isa Al-Masih)

Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB (Utama) Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB (Susulan) 10 MEI 2015

2 Mei 2015

14 Mei 2015 16 Mei 2015

20 Mei 2015

Mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Libur Umum (Kenaikan Isa-Almasih) Libur Umum (Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1436 Hijriyah)

Mengikuti Upacara Hari Kebangkitan Nasional 11 JUNI 2015 2 Juni 2015 1 – 8 Juni 2015 9 – 16 Juni 2015 17 Juni 2015 22 – 30 Juni 2015

Libur Umum (Hari Raya Waisak Tahun 2559) Ulangan Akhir Semester Genap/Kenaikan Kelas

Persiapan Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar Semester Genap

Penyerahan Buku Laporan Hasil Belajar Semester Genap

Libur Akhir Semester Genap / Libur Akhir Tahun Pelajaran 2014/2015

(49)

No Bulan/Tanggal Kegiatan

9 Juli 2015 Permulaan Tahun Pelajaran 2015/2016

BAB IV

PENGEMBANGAN SILABUS

(50)

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

B. Prinsip Pengembangan Silabus 1. ILMIAH,

Yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yg menjadi muatan dlm silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

2. RELEVAN,

Yaitu cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.

3. SISTEMATIS ,

Yaitu komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

4. KONSISTEN,

Yaitu adanya hubungan yg konsisten (ajeg,taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.

5. MEMADAI,

Yaitu cakupan indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

6. AKTUAL DAN KONTEKSTUAL,

Yaitu cakupan indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

7. FLEKSIBEL,

Yaitu keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

(51)

Yaitu komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif,afektif, dan psikomotor)

C. Unit Waktu Silabus

1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang

disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tngkat satuan pendidikan.

2. Penyusunan dilabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per

semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.

3. Implementasi pembelajaran persemester menggunakan penggalan silabus

sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dng alokasi waktu yg tersedia pada struktur kurikulum.

hjjk

B. Pengembangan Silabus

Pengembangan silabus dibuat oleh para guru secara mandiri dan kelompok melaui MGMP sekolah, MGMP kabupaten, dan melalui diklat.

C. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus

1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada standar isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut :

a. Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;

b. Keterkaitan antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata pelajaran

c. Keterkaitan antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar antara mata pelajaran.

(52)

Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan memperhatikan:

a. Potensi peserta didik

b. Relevansi dengan karakteristik daerah

c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik

d. Kebermanfaatan bagi peserta didik e. Struktur keilmuan

f. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran g. Relevansi dng kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan h. Alokasi waktu.

3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarapeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.

Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Hal-hal yang diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :

a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.

b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berutan untuk mencapai kompetensi dasar.

c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hirarki konsep materi pembelajaran

(53)

d. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang

ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yg terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

5. Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sitematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Hal-hal yg harus diperhatikan dalam penilaian:

 Penilain diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi

 Penilaian menggunakan acuan kriteria yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya

 Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Artinya semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik

(54)

 Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.

Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapain kompetensinya dibawah criteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi criteria ketuntasan.

e.

 Sistem penilaian disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi baru diberikan baikpada proses (ketrampilan proses) misalnya tekhnik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

6. Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap Kompetensi Dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah Kompetensi Dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan Kompetensi Dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu yg dibutuhkan oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

(55)

Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yg digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.

Penentuan sumber belajar didasarkan pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Hal-hal yang diperhatikan dalam pengembangan silabus :

 Karakteristik dari mata pelajaran seni budaya berorentasi pada logika, etika, dan estetika.

 Proses kegiatan pembelajaran lebih dominan pada praktek  Proses kretifitas lebih berorentasi pada budaya setempat  Kegiatan pembelajaran kontekstual

 Kegiatan pembelajaran mencerminkan kreatifitas guru

 Indikator mencerminkan tahapan untuk mencapai kompetensi dasar  Keterbatasan sarana tidak menghambat kreatifitas pembelajaran

(56)

BAB V

PENUTUP

Penyusunan Kurikulim Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung sehingga KTSP ini dapat tersusun

KTSP yang kami susun akan berubah seiring dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan dan situasi lingkungan sekolah, Sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya revisi KTSP untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan pencapaian visi sekolah

Slawi, Juli 2014 Kepala Sekolah

S

LAMET , S.Pd.,M.Pd. NIP. 19641115 198601 1 001

Gambar

Tabel 1.1. Distribusi Nilai-Nilai Utama ke Dalam Mata Pelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Peserta didik berusaha mengoperasikan pada level yang tepat, tetapi dia menggunakan prosedur atau cara yang tidak tepat (menggunakan prinsip/rumus dengan cara

perenne leaves was to reduce the relative pro- portion of the cell contents and increase the relative proportions of structural components in treated leaves compared to the

UNESCO (1998) m enjelaskan bahw a unt uk m elaksanakan empat perubahan besar di pendidikan t inggi t ersebut , dipakai dua basis landasan, berupa empat pilar

Dengan adanya pengaruh antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap penjualan, maka perusahaan harus dapat melakukan review akan apa yang sudah terjadi di tahun yang

Telah dilakukan penelitian dengan judul uji kandungan unsur yang dikontribusi oleh sumber mata air banjar manuk desa susut bangli.. Dari hasil penelitian pada sampel ( kerak )

Oleh karena itu sangatlah menarik untuk diteliti tentang sejauh mana pengaruh faktor produk, harga, lokasi, dan pelayanan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam

Berita baik soal redistribusi tanah negara dan pemberian akses hutan terhadap masyarakat muncul seiring dengan wacana negara menetapkan kebijakan Hutan Desa

Minyak atsiri yang berasal dari bunga pada awalnya dikenal dari penentuan struktur secara sederhana, yaitu dengan perbandingan aton hidrogen dan atom karbon dari suatu