• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERBANDINGAN KOAGULAN BIJI KELOR DAN ALUMINIUM SULFAT PADA PROSES PENJERNIHAN AIR SUNGAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH PERBANDINGAN KOAGULAN BIJI KELOR DAN ALUMINIUM SULFAT PADA PROSES PENJERNIHAN AIR SUNGAI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Peralatan Sedimentasi  Keterangan :
Tabel  5.    Hubungan  antara  waktu  Vs  konsentrasi  endapan pada kran 4 untuk berbagai koagulan
Gambar 6. Grafik hubungan antara waktu (t) Vs konsentrasi endapan  (Cn) pada kran 6 untuk berbagai koagulan
Tabel  8.    Hubungan  antara  waktu  Vs  kedalaman  endapan  untuk koagulan Al2(SO4)3.18H2O

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; kemampuan koagulan biji kelor dalam menurunkan turbiditas limbah cair industri pencucian jeans pada proses koagulasi/flokulasi,

Oleh karena itu, dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan perbedaan massa atau konsentrasi koagulan biji kelor dan PAC sangat mempengaruhi penyerapan logam Cd

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui perbandingan massa dan ukuran partikel biokoagulan (biji kelor) yang tepat terhadap jumlah air dalam proses

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui perbandingan massa dan ukuran partikel biokoagulan (biji kelor) yang tepat terhadap jumlah air dalam proses

Tulisan ini merupakan skripsi dengan judul “Pengaruh Kadar Air, Dosis, dan Lama Pengendapan Koagulan Serbuk Biji Kelor Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Cair Industri

Permasalahan pada penelitian ini adalah Bagaimana mengoptimalkan kinerja serbuk biji kelor sebagai koagulan organik dalam menurunkan COD, BOD, TSS (Total

Dosis optimum biji kelor pada penelitian kali ini, dari dosis 0,1 mampu menurunkan tingkat kekeruhan 75,74 %.Air sungai yang akan digunakan untuk kebutuhan air

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja biji kelor sebagai koagulan dan membran ultrafiltrasi dalam pengolahan air payau menjadi air minum dalam