JURNAL KEKUATAN ALAT BUKTI KETERANGAN SAKSI PENYANDANG DISABILITAS TUNA RUNGU DALAM PROSES PERADILAN PIDANA
Teks penuh
Dokumen terkait
(3) M odel kebijakan hukum pidana mengenai keterangan saksi m elalui t eleconference sebagai alat bukt i di masa yang akan dat ang adalah kebijakan hukum secara
Berdasarkan putusan hakim nomor 253/Pid.B/2007/PN.SKa, keterangan saksi yang diberikan tidak mempengaruhi putusan yang dijatuhkan hakim karena keterangan saksi
Berdasarkan putusan hakim nomor 253/Pid.B/2007/PN.SKa, keterangan saksi yang diberikan tidak mempengaruhi putusan yang dijatuhkan hakim karena keterangan saksi yang
Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk mengambil judul dalam penelitian tentang KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI MAHKOTA DALAM PROSES PERSIDANGAN PERKARA PIDANA
Berdasarkan ketentuan tersebut maka seorang penyandang disabilitas tuna rungu wicara maupun tuna grahita dapat mengakses proses peradilan dan juga menjadi saksi
Bahwa karena nilai dan kekuatan keterangan saksi sebagai salah satu alat bukti utama mempunyai peranan dalam mengungkap terjadinya suatu tindak pidana, maka
Apabila dilihat lebih jauh, sebenarnya proses penyiaran secara langsung proses persidangan perkara pidana pada tahapan pemeriksaan alat bukti keterangan saksi tidak sesui dengan
Oleh karena itu, supaya tidak menimbulkan pro dan kontra di masa yang akan datang, maka regulasi mengenai keterangan saksi melalui teleconference sebagai alat bukti dalam