• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan AMOKSISILIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "laporan AMOKSISILIN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kapsul menjadi salah satu sediaan farmasi yang diproduksi oleh industri maupun apotek. Berdasarkan FI IV kapsul didefinisikan sebagai sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang dapat dibuat dari pati, gelatin, atau bahan lainnya yang sesuai. Berbeda dengan kapsul lunak,pembuatan kapsul keras khususnya yang berasal dari gelatin dapat dilakukan secara terpisah yakni pembuatan cangkang yang dilanjutkan dengan pengisisian serbuk obat atau minyak atsiri yang tidak mengganggu stabilitas cangkang gelatin.

Kapsul telah digunakan sejak abad 19. Salah satu masalah farmasis yang muncul pada abad 19 adalah rasa dan bau yang tidak enak dari obat herbal, sediaan dan pelayanan yang kurang baik bagi pasien. Banyak sediaan baru diciptakan agar obat lebih enak dikonsumsi. Sediaan yang paling diminati adalah kapsul gelatin. Kapsul gelatin pertama kali di patenkan oleh F.A.B .Mothes , mahasiswa dan Dublanc, seorang farmasis . Paten mereka diperoleh pada tahun 1834, meliputi metode untuk memproduksi kapsul gelatin yang terdiri dari satu bagian , berbentuk lonjong, ditutup dengan setetes larutan pekat gelatin panas sesudah diisi. Penggunaan kapsul gelatin ini menyebar bahkan diproduksi oleh banyak Negara di eropa dan amerika. Pembatasan penggunaan paten kapsul

(2)

gelatin pada perusahaan tertentu saja, memicu dua bentuk kapsul baru. Pada tahun 1839 di Paris, Garot menciptakan produk salut lapis tipis, pil salut gelatin. Pada tahun 1846 famasis paris lainnya J.C. Lebhubby mematenkan kapsul 2 bagian yang sampai saat ini masih digunakan.

Sediaan kapsul bisa digunakan untuk pemakaian dalam (secara oral, melalui hidung, melalui rongga tubuh) dan pemakaian Luar (ditaburkan dibagian luar tubuh). Kapsul bisa ditambahkan bahan bioadesif sehingga bisa melekat dan member efek dalam waktu lama.

(3)

B. Rumusan Masalah

Apakah kadar Amoksisilin dalam sediaan Amoxsan® kapsul sesuai dengan apa yang telah ditetapkan pada literatur?

C. Maksud Praktikum

Untuk menganalisis kadar Amoksisilin dalam sediaan kapsul.

D. Tujuan Praktikum

Untuk menentukan kadar Amoksisilin dalam sediaan kapsul Amoxsan®.

E. Manfaat Praktikum

Untuk mengetahui kadar Amoksisilin dalam sediaan Amoxsan® kapsul kemudian membandingkan dengan literatur tentang kesesuaian terhadap etiket.

(4)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Teori Umum

Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul, keras, atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari Gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain (Ditjen POM, 1979).

Macam-macamkapsul:

a. Hard capsule (cangkangkapsulkeras)

Kapsul cangkang keras terdiri atas wadah dan tutup yang dibuat dari campuran gelatin, guladan air, jernih tidak berwarna dan pada dasarnya tidak mempunyai rasa. Biasanya cangkang ini diisi dengan bahan padat atau serbuk, butiran atau granul.Ukuran kapsul mulai dari yang besar sampai yang kecil yaitu 000, 00, 1, 2, 3, 4, 5.

b. Soft capsule (cangkang kapsul lunak)

Kapsul gelatin lunak dibuat dari gelatin dimana gliserin atau alcohol polivalen dan sorbitol ditambahkan supaya gelatin bersifat elastic seperti plastik. Kapsul-kapsul ini mungkin bentuknya membujur seperti elips atau seperti bola dapat digunakan untuk diisi cairan, suspensi, bahan berbentuk pasta atau serbuk kering (Ansel, 1989).

Asam dan basa mempunyai sifat tertentu yang dapat mempermudah kita untuk mengenalnya. Misalnya larutan suatu asam mempunyai rasa asam. Sebaliknya basa memilki rasa sepat. Sifat-sifat lain dari asam dan basa adalah pengaruhnya pada indikator, suatu zat

(5)

kimia yang warnanya tergantung dari kebasaan dan keasaman larutan (Brady, 1999).

Reaksi penetralan atau asidimetri dan alkalimetri melibatkan titrasi basa bebas. Basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah dengan suatu asam standar (asidimetri) dan titrasi asam bebas atau asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah dengan suatu basa standar (alkalimetri). Reaksi-reaksi ini melibatkan bersenyawanya ion hidrogen untuk membentuk air (Basset,1984).

Ada banyak asam dan basa organik lemah yang bentuk tak terurainya dan ioniknya memilki warna berbeda. Molekul tersebut bisa digunakan untuk menentukan penambahan titran telah mencukupi dan dinamakan indikator visual. Contohnya indikator P. Nitrofenol yang merupakan asam lemah. Contoh lain adalah phenopthalien merupakan asam diprotik dan tidak berwarna serta terurai menjadi warna merah. Metil orange yang banyak digunakan, merupakan basa dan berwarna kuning dalam bentuk molekulnya. Penambahan proton menghasilkan kation yang berwarna merah muda (Underwood, 1999).

Dalam titrasi, suatu larutan yang harus dinetralkan, misalnya asam dimasukkan ke dalam wadah atau tabung larutan lain, yaitu basa dimasukkan ke dalam buret, lalu dimasukkan ke dalam asam, mula-mula cepat, kemudian tetes demi tetes, sampai titik setara dari titrasi tersebut tercapai. Salah satu usaha untuk mencari titik setara adalah melalui

(6)

perubahan warna dari indikator asam dan basa. Titik dimana indikator berubah warna pada titrasi disebut titik akhir titrasi (end point). Yang diperlukan adalah memadankan titik akhir indikator dengan baik atau titik setara pada penetralan. Ini dapat tercapai apabila kita dapat menemukan indikator yang perubahan warnanya terjadi dalam selang pH yang meliputi pH sesuai dengan titik setara (Petrucci, 1985).

Natrium hidroksida adalah basa yang paling lazim digunakan. Natrium hidroksida selalu tercemar oleh pengotoran dalam jumlah kecil. Salah satu yang paling serius diantaranya adalah Natrium karbonat (Na2CO3). Bila CO2 diserap oleh suatu larutan NaOH, terjadilah reaksi berikut :

CO2 + 2OH- → CO32- + H2O

Ion karbonat adalah suatu basa, tetapi bereaksi dengan ion hidrogen dalam dua tahap, sebagai berikut :

CO32- + H3O+ →HCO3- + H2O HCO3 + H3O+ → H2CO3 + H2O

Titrasi dalam penambahan secara cermat volume selalu setiap suatu larutan yang mengandung zat A yanh konsentrasinya diketahui kepada larutan kedua yaitu zat B yang konsentrasinya belum diketahui yang akan mengandung reaksi antara keduanya secara kuantitatif. Selesainya suatu reaksi yaitu pada titik akhir, ditandai dengan semacam perubahan fisis, misalnya warna campuran yang bereaksi. Titik akhir titrasi dideteksi yang tidak berwarna dengan menambahkan indikator.

(7)

Berfungsi sebagai pengubah warna pada titik akhir titrasi (Oxtobby, 2001).

Titrasi Iodometri

Metode titrasi iodometri langsung (iodimetri) mengacu kepada titrasi dengan suatularutan iod standar. Metode titrasi iodometri tak langsung (iodometri) adalah berkenaandengan titrasi dari iod yang dibebaskan dalam reaksi kimia (Bassett, 1994).Larutan standar yang digunakan dalam kebanyakanproses iodometri adalah natriumthiosulfat. Garam

ini biasanya berbentuk sebagai pentahidratNa2S2O3.5H2O.

Larutantidak boleh distandarisasi dengan penimbangan secara langsung, tetapi harus distandarisasidengan standar primer. Larutan natrium thiosulfat tidak stabil untuk waktu yang lama (Day& Underwood, 1981).

Tembaga murni dapat digunakan sebagai standar primer untuk natrium thiosulfate danb dianjurkan apabila thiosulfat harus digunakan untuk penentuan tembaga. Potensial standar pasangan Cu(II) – Cu(I), Cu2+ + e ? Cu+ Eo= +0.15 V (Day & Underwood, 1981).

Karena harga E° iodium berada pada daerah pertengahan maka sistem iodium dapat digunakan untuk oksidator maupun reduktor. I2 adalah oksidator lemah sedangkan iodidasecara relatif merupakan reduktor lemah. Jika Eo tidak bergantung pada pH (pH < eo="0.535" eo=" 6.21" eo=" +" ph =" 5,0">. Dalam menggunakan metode

(8)

iodometrik kita menggunakan indikator kanji dimana warna dari sebuah larutan iodin 0,1 N cukup intens sehingga iodin dapat bertindak sebagai indikator bagi dirinya sendiri. Iodin juga memberikan warna ungu atau violet yang intensuntuk zat-zat pelarut seperti karbon tetra korida dan kloroform. Namun demikan larutan dari kanji lebih umum dipergunakan, karena warna biru gelap dari kompleks iodin–kanji bertindak sebagai suatu tes yang amat sensitiv untuk iodine (Underwood, 1992).

Antibiotik ialah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Banyak antibiotic saat ini dibuat secara semisintetik penuh. Namun dalam praktek sehari – hari antimikroba sintetik yang tidak diturunkan dari produk mikroba (misalnya sulfonamide dankuinolon) juga sering digolongkan sebagai antibiotik. Sedangkan Antimikroba ialah obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia (Setiabudy, 2007).

Amoksisilin adalah antibiotik dengan spektrum luas, digunakan untuk pengobatan seperti yang tertera diatas, yaitu untuk infeksi pada saluran napas, saluran empedu, dan saluran seni, gonorhu, gastroenteris, meningitis dan infeksi karena Salmonella sp., seperti demam tipoid. Amoxicillin adalah turunan penisilin yang tahan asam tetapi tidak tahan terhadap penisilinase (Siswandono, 2000).

Amoksisilin aktif melawan bakteri gram positif yang tidak menghasilkan β-laktamase dan aktif melawan bakteri gram negatif karena

(9)

obat tersebut dapat menembus pori–pori dalam membran fosfolipid luar. Untuk pemberian oral, merupakan obat pilihan karena di absorbsi lebih baik daripada ampisilin, yang seharusnya diberikan secara parenteral (Neal, 2007).

(10)

B. Uraian Bahan

1. Aquadest (Ditjen POM,1979)

Nama resmi : Aqua Destilata Nama lain : Air suling BM / RM : 18,02 / H2O

Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Kegunaan : Sebagai pelarut

2. Asam Klorida ( Ditjen POM, 1979)

Nama Resmi : ACIDUM HYDROCHLORIDUM Nama Lain : Asam klorida

RM/BM : HCl/36,46

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat Kegunaan :

3. NaOH (Ditjen POM, 1979)

Nama resmi : NatriiHidroxidum Nama lain : Natrium hidroksida RM/BM : NaOH / 40,00

Pemerian : Bentuk batang, butiran kasar, hablur atau keeping, kering, keras, rapuh dan

menunjukkan susunan hablur, putih mudah meleleh basah, sangat aklais dan korosif,

(11)

segera menguap CO2

Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol 95 % P

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. Kegunaan : Sebagai

Penyimpanan : Dalamwadahtertutuprapat. 4. Amoksisilin (Ditjen POM,1995)

Namaresmi : AMOXICILINUM Sinonim : Amoksisilin

RM/BM : C16H19N3O5S.3H2O / 419,45

Pemerian : Serbuk hablur,putih, praktis tidak berbau. Kelarutan : Sukar larut dalam air dan metanol, tidak larut

dalam benzena, dalam karbon tetraklorida dan dalam kloroform.

Kegunaan : Sebagaizat aktif 5. Iodum (Ditjen POM,1995)

Nama resmi : IODUM Nama lain : Iodum RM/BM : I2/126,90

Pemerian : Keping atau granul, berat, hitam keabu-abuan, bau khas, berkilau seperti metal.

(12)

Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam karbbon disulfida, dalam kloroform, dalam karbon tetraklorida dan dalam eter, larut dalam etanol dan dalam larutan iodida, aak sukar larut dalam gliserin.

Kegunaan : Sebagai indikator 6. Natrium tiosulfat (Ditjen POM,1995)

Nama resmi : NATRII THIOSULFAS Nama lain : Natrium Tiosulfat RM/BM : Na2S2O3.5H2O/248,17

Pemerian : Hablur besar, tidak berwarna atau serbuk hablur kasar. Menkilap dalam udara lembab, dan mekar dalam udara kerin pada suhu lebih dari 33o. Larutannya netral atau basa lemah terhadap lakmus.

Kegunaan : Sebagai titran

C. Uraian Sampel

Amoxsan® kapsul (ISO INDONESIA:99) Tiap mg mengandung :500 mg

Indikasi : Infeksi saluran nafas, saluran urogenital, kulit, dan jaringan lunak.

(13)

Kontraindikasi : Hipersensitif, bayi dilahirkan ibu diketahui peka terhadap penisilin.

(14)

C. Prosedur kerja

Penetapan kadar amoksisilin kapsul(FI IV; 97)

Penetapan kadar. Lakukan penetapan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi seperti yan tertera pada Kromatografi.

Pengencer, Fase gerak, Larutan baku sistem kromatografi

Lakukan seperti yang tertera pada Penetapan kadar Amoksisilin.

Larutan uji. Timbang isi tidak kurang dari 20 kapsul, keluarkan isi semua kapsul dan campur, bersihkan cankan kapsul dan timbang seksama, hitung bobot rata-rata isi kapsul. Timbang seksama sejumlah isi kapsul setara denan lebih kurang 200 mg amoksisilin anhidrat, masukkan ke dalam labu tentukur 200 ml, tambahkan Pengencer sampai tanda. Jika perlu sonikasikan agar larut sempurna. Sarin larutan melalui penyarin 1

atau dengan lebih halus, dan gunakan filtrat sebagai Larutan uji. Gunakan larutan dalam waktu 6 jam.

Prosedur. Lakukan sesuai Prosedur seperti yang tertera pada Penetapan kadar dalam Amoksisilin. Hitung jumlah dalam mg, C16H19N3O5S, dalam serbuk kapsul yang digunakan dengan rumus:

0,2 CP

Penetapan kadar amoksisilin kapsul (Anonim,6 )

(15)

Sejumlah isi 20 kapsul yang telah dihomogen kan setara dengan lebih kurang 50 mg amoksisilin atrihidrat ditimbang seksama, dilarutkan dalam labu tentuukur 50 ml dengan air sampai tanda (A).

Larutan Baku

Sejumlah lebih kurang 50 mg baku pembanding amoksisilin trihidrat ditimbang seksama, dilarutkan dalam labu tentuukur 50 ml dengan air sampai tanda (B).

Cara penetapan

Masing-masing 2,0 ml larutan A dan B dimasukkan kedalam labu Erlenmeyer 125 ml bertutup, ditambah 2,0 ml NaOH 1 N, dikocok dandibiarkan selama 15 menit. Kemudian kedalam tiap labu ditambahkan 2,0 ml HCl 1,2 N dan 10,0 ml iodine 0,01 N, labu ditutup dan didiamkan selama 15 menit. Larutan dititrasi dengan natrium tiosulfat 0,01 N, mendekati titik akhir ditambahkan 1 ml pasta kanji iodide dan titrasi dilanjutkan sampai warna biru hilang.

Penetapan blanko

Masing-masing 2,0 ml larutan A dan B dimasukkan kedalam labu Erlenmeyer 125 ml bertutup, ditambah 1,0 ml HCl 1,2 a 15 menit dan 10,0 ml iodine 0,01 N, labu ditutup dan didiamkan selama 15 menit. Larutan dititrasi dengan natrium tiosulfat 0,01 N, mendekati titik akhir ditambahkan 1 ml pasta kanji iodide dan titrasi dilanjutkan sampai warna biru hilang.

(16)
(17)

BAB III

KAJIAN PRAKTIKUM A. Alat yang Dipakai

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah batang pengaduk, botol semprot, buret, corong, erlenmeyer, Gelas Kimia, pipet tetes, pipet volum, statif dan klem, timbangan analitik.

B. Bahan yang Digunakan

Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Aquadest, Almunium foil , HCl, Indikator kanji, Iodin, kapsul amoxsan®, kertas timbang, Larutan NaOH, dantissue.

C. Cara Kerja

Penetapan kadar amoksisilin kapsul :

Larutan Uji

Ditimbang sejumlah isi kapsul amoxsan 10 buah serta dengan amoksisilin trihidrat selanjutnya dikeluarkan isi kapsul kemudian ditimbang lagi cangkang kosongnya selanjutnya dihitung berat yang akan ditimbang kemudian ditimbang amoxsan sesuai perhitungan selanjutnya dikeluarkan dalam labu tentukur 50 ml denan air sampai tanda batas.

Larutan Baku

Ditimbang sejumlah 50 mg baku pembanding amoxilin trihidrat selanjutnya Dilarutkan dalam labu tentukur 50 ml dengan air samapai batas tanda.

(18)

Cara Penetapan

Dipipet 2 ml larutanujidan 2 ml larutan baku selanjutnya Dimasukan kedalam Erlenmeyer 25 ml kemudian dicampurkan dan ditambahkan 2 ml NaOH 1N kemudian didiamkan selama 15 menit lalu Ditambahkan lagi HCl 2 ml iodine 10 ml kemudian didiamkan lagi selama 15 menit kemudian ditutupi Erlenmeyer dengan aluminium Foil lalu Dititrasi dengan natrium tiosulfat 0,78 N selanjiutnya Dilakukan pengujian pada kertas kanji sampai menandakan tidak adalagi warna biru pada kertas kanji, Cara pengujiannya dengan cara dioreskan pada kertas indikator kanji.

(19)

BAB IV

KAJIAN HASIL PRAKTIKUM

A. Hasil Praktikum 1. Tabel hasil pengamatan

Sampel Berat sampel Volume titran % kadar Amoxan® 63,07 mg 6,9 ml 0,8694%

2. Perhitungan

Dik : V. titran sampel Amoxan® = 6,9 ml Dit : % kadar ? Penyelesaaian : Amoxan®  % Kadar Amoxan® Mg Hasil titrasi = = 0,4347 mg Berat Zat

(20)

Persen Kadar x 100% x 100%

(21)

B. PEMBAHASAN

Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul, keras, atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari Gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain. Amoxicillin merupakan antibiotika yang paling laku di seluruh dunia. Obat yang mempunyai nama generik Amoxicillin ini mempunyai nama paten yang jumlahnya mencapai ratusan buah. Penmox, Intermoxyl, Ospamox, Amoxsan, Hufanoxyl, Yusimox merupakan beberapa nama dagang/paten dari antibiotika ini.

Pada percobaan ini pertama kali dibuat larutan uji dengan dilarutkan sampel pada 50 ml air pada labu tentukur kemudian dibuat larutan baku seperti pada larutan uji pada larutan baku pun sama dilarutkan baku pembanding berupa amoxilin trihidrat dengan 50 ml air.Kemudian dilakukan penetapan . Larutan baku merupakan larutan yang konsentrasinya sudah pasti dapat dibuat dengan cara penimbangan lalu dilarutkan dengan sejumlah pelarut(air), sampai batas tanda selanjutnya diambil masing-masing sampel yang telah dilarutkan sebanyak 2 ml ke dalam erlenmeyer selanjutnya ditambahkan 2 ml NaOH kemudian didiamkan selama 15 menit lalu Ditambahkan lagi HCl 2 ml iodine 10 ml kemudian didiamkan lagi selama 15 menit kemudian ditutupi Erlenmeyer dengan aluminium Foil lalu Dititrasi dengan natrium tiosulfat 0,07 N selanjutnya Dilakukan pengujian pada kertas kanji sampai menadakan tidak adalagi warna biru pada kertas kanji, Cara pengujiannya dengan cara dioreskan pada kertas indikator kanji.

(22)

Selanjutnya dilakukan penetapan dengan cara 2 ml larutan uji dan 2 ml larutan baku dicampurkan dalam labu Erlenmeyer dan ditambah NaOH, penambahan NaOH dimaksudkan agar pada saat ditambahkan dengan iod NaOH dan digunakan pula indikator iod dimana akan terjadi interaksi kimia antara NaOH dengan indikator iod yang membentuk ikatan semu yang menyebabkan terjadinya perubahan warna, dari biru sampai warna tersebut hilang, namun pada percobaan ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melihat terjadinya perubahan warna.

Pada percobaan ini juga digunakan HCL maksud dari penggunaan Asam klorida merupakan asam pilihan dalam titrasi untuk menentukan jumlah basa. Asam yang lebih kuat akan memberikan hasil yang lebih baik karena titik akhir yang jelas Hidrogen klorida (HCl) merupakan asam monoprotikum yang berarti bahwa ia dapat berdisosiasi melepaskan satu H+hanya sekali hal ini bermanfaat dalam menentukan hasil akhir dalam menganalisis.

Setelah percobaan telah selesai dilakukan terlebih dahulu Titik akhir titrasi ditetapkan dengan mencelupkan batang gelas yang ujungnya runcing kedalam larutan yang dititrasi, lalu digoreskan pada kertas kanji iodida. Bila belum tampak perubahan warna biru yang menghilang, titrasi dilanjutkan perlahan sambil diaduk. Lalu diambil lagi larutan tadi dan digoreskan lagi. Titik akhir titrasi tercapai apabila terjadi warna biru telah hilang seketika dan hal ini dapat ditunjukkan lagi stelah larutan dibiarkan selama1menit.

(23)

Indikator kertas kanji iodida dibuat dengan menetesi / merendam kertas pada larutan kanji dan larutan KI .Sehingga kertas tersebut dapat dijadikan indicator luar.

Dari hasil praktikum didapatkan hasil % kadar yaitu untuk sampel Amoxan®kapsul adalah % kadar 0,86904 %. % Hasil yang diperoleh tidaksesuai dengan literature yang ada, yang menyatakan bahwa kadar amoxicilin dalam sediaan kapsul tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari 120% dari jumlah yang tertera pada etiket.

Pada saat praktikum ini mungkin ada kesalahan prosedur, sehingga menyebabkan kurang akuratnya hasil yang diperoleh, seperti perubahan warna yang terjadi.

Adapun faktor kesalahan - kesalahan dari praktikum yang menyebabkan hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan literatur adalah :

1. Adanya kekurang akuratan penimbangan dari sampel 2. Kurang teliti dalam menitrasi

3. Kesalahan dalam menitrasi yang mengakibatkan perubahan warna yang tidak sesuai.

4. Kesalahan dalam membaca volume titran

(24)

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa % kadar amoksisilin pada kapsul Amoxsan® adalah 0,8694%. Dan diketahuitidak Sesuai dengan literature yang ada bahwa kadar Amoksicilin dalam sediaan kapsul tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari 120% dari jumlah yang tertera pada etiket.

B. Saran

Sebaiknya dilakukan diskusi tentang perhitungan kadar setelah selesai praktikum agar data yang diperoleh dapat seragam.

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Basset, J.dkk. 1984. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik.

Buku kedokteran EGC.

Brady, James. E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Binarupa Aksara. Jakarta.

Day, R. A. Jr dan A. L. Underwood. 1999. Kimia Analisis Kuantitatif. Erlangga. Jakarta.

Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Dirjen POM. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Harjadi, W. 1999. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Gramedia. Jakarta.

Oxtobby, David. W. 2001. Prinsip-prinsip Kimia Modern. Erlangga. Jakarta.

Petrucci, Ralph. H. 1985. Kimia Dasar. Erlangga. Jakarta.

(26)

SKEMA KERJA

Ditimbang Amoxsan sebanyak 63,07mg

Dimasukkan dalam Erlenmeyer dan ditambahkan dengan aqudest 20 ml

Ditambahkan 2 ml NaOH 0,1 Ndan 2 ml

HCl

Ditambah iodum Disiapkan alat dan bahan

Titrasi dengan Natrium tiosulfat0,07N

Referensi

Dokumen terkait

Gejala sumbatan akibat benda asing esofagus tergantung pada ukuran, bentuk dan jenis benda asing, lokasi tersangkutnya benda asing (apakah berada di daerah penyempitan

Dari tabel jawaban diatas dapat diketahui bahwa di Kantor Kecamatan Lotu, pegawai lebih dominan menjawab (kadang-kadang) yaitu sebanyak 21 orang (67,74%), hal ini menunjukkan

Untuk menyelesaikan skripsi ini, penulis akan memberikan apresiasi kepada semua orang yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini.. Oleh karena itu dalam kesempatan ini

Teknik cloze ini dapat dipakai untuk latihan membaca pemahaman dan melatih siswa (pembaca) bersikap kritis terhadap wacana. Teknik cloze ini diharapkan, anak lebih

Hasil Pengukuran Rata- rata Kadar Air Simplisia Daun Gaharu (A. Hasil Ekstrak Metanol Simplisia Daun Gaharu ... Hasil Skrining Simplisia dan Ekstrak Metanol Gaharu ... Hasil

Uji Coba (Testing). Data-data kinerja Dual-Stack didapatkan dari aktivitas video streaming. Dalam hal ini penulis mencatat parameter throughput, packetloss dan delay

Berdasarkan hasil analisis statistik regresi linier berganda , variabel proses rekrutmen memiliki koefisien sebesar 0,186, nilai thitung sebesar 3,098 dengan

MIRM 4 Sistem manajemen data dan informasi rumah sakit menyiapkan kumpulan serta menentukan data dan informasi yang secara rutin (reguler) dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan