• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Suyitno SD Negeri 4 Malasan, Durenan, Trenggalek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh: Suyitno SD Negeri 4 Malasan, Durenan, Trenggalek"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI LARI CEPAT MELALUI LATIHAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 MALASAN

KECAMATAN DURENAN TRENGGALEK SEMESTER I TAHUN 2013/2014

Oleh: Suyitno

SD Negeri 4 Malasan, Durenan, Trenggalek

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui langkah-langkah untuk meningkatkan

prestasi belajar bidang studi Penjaskes dengan menggunakan latihan terbimbing. (2) Peningkatan prestasi belajar siswa setelah guru menggunakan latihan terbimbing pada pembelajaran Penjaskes. Dari hasil data di atas prestasi belajar siswa (hasil tes belajar) dengan menggunakan latihan terbimbing menunjukkan prestasi belajar yang meningkat dari setiap siklusnya. Hal ini dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pada siswa kelas IV sebelum siklus: 63,75 siklus I: 70,94 dan siklus II: 75,00 dengan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal yang tercapai pada akhir siklus II sebesar 93,75%. Hal ini menandakan keberhasilan dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Malasan Tahun 2013/2014, dengan hasil penelitian yang selalu meningkat setiap siklusnya berarti bahwa penelitian tersebut berhasil.

Kata kunci: latihan terbimbing, penjaskes, Kelas IV Olah raga mempunyai peran penting bagi kesehatan tubuh maupun organ tubuh manusia lainnya. Dengan berolah raga maka kesehatan tubuh akan tetap terjaga. Oleh se-bab itu menimbulkan kegemaran/rasa suka untuk tetap berolah raga sangat perlu karna pada saat sekarang ini banyak sekali hal-hal lain yang mempunyai pengaruh sangat kuat untuk menimbulkan rasa malas dalam berolah raga, sehingga banyak saat ini di ciptakan berbagai macam bentuk permainan yang menarik yang intinya agar kita mau untuk berolah raga.

Di dalam pendidikan Jasmani atau yang sering dikenal dengan sebutan olah raga adalah serangkaian gerak raga atau tubuh yang teratur dan terencana yang dilakukan orang untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu. (Y.S. Santoso Giriwijoyo, dkk 2005:10). Olahraga merupakan aktifitas fisik manusia yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Dalam melakukan olahraga, manusia mempunyai empat tujuan dasar, yaitu: (1) Olahraga untuk pendidikan; (2) Olahraga untuk rekreasi; (3) Olahraga

untuk kesegaran jasmani; (4) Olahraga untuk mencapai prestasi tertentu (M. Sajoto, 1995:10).

Kegiatan olahraga terdiri dari ber-bagai cabang. Salah satu cabang yang disukai banyak orang adalah atletik. Salah satu cabang dari atletik adalah lari dan jalan cepat. Olahraga oini sering dilakukan oleh anak-anak sampai orang dewasa, baik pria ataupun wanita. Namun kenyataannya prestasi belajar Penjaskes siswa kelas IV semester I SD Negeri 4 Malasan Tahun 2013/2014 materi pokok Gerak dasar lari cepat masih rendah. Oleh karena itu perlu perbaikan proses pembelajaran sehingga terjadi perubahan kearah peningkatan prestasi belajar siswa. Latihan terbimbing menjadi salah satu metode untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Latihan terbimbing ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan terbimbing, agar siswa memiliki ketangkasan atau keteram-pilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. Teknik mengajar dengan latihan

(2)

199 terbimbing ini biasanya digunakan untuk tujuan agar siswa: (1) Memiliki keterampilan motoris/gerak, seperti menghafalkan kata-kata, menulis, mempergunakan alat/ membuat suatu benda, melaksanakan gerak dalam olah raga; (2) Mengembangkan keca-kapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam hitung mencongak. Mengenal benda/ bentuk dalam pelajaran Penjaskes, ilmu pasti, ilmu kimia, tanda baca dan sebagainya; (3) Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan hal lain, se-perti hubungan sebab akibat banyak hujan-banjir, antara tanda huruf dan bunyi-bunyian dan sebagainya, penggunaan lambang/ sim-bol di dalam peta dan lain-lain.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Malasan Kecamatan Durenan di Kelas IV. Jumlah siswa Kelas IV adalah 16 siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan. Yaitu antara bulan Oktober sampai dengan bulan Nopember 2013 pada Semester I. Prosedur penelitian tindakan Kelas ini terdiri dari 2 siklus, di mana setiap siklus ter-diri dari tahap Perencanaan, Observasi, Tindakan, dan Refleksi. jenis data yang didapatkan adalah data kuantitatif dan kuali-tatif yang terdiri dari: (a) prestasi belajar siswa SD Negeri 4 Malasan Kecamatan Durenan; (b) data hasil observasi terhadap pembelajaran.

HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I

Refleksi Awal

Peneliti bersama mitra guru meng-identifikasi permasalahan yang muncul di

Kelas IV yaitu merosotnya perolehan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Penjaskes materi pokok gerak dasar lari cepat. Dengan merosotnya prestasi belajar ini, peneliti bersama mitra guru mengadakan tindakan kelas untuk memperbaiki pembelajaran me-lalui latihan terbimbing.

Planning (perencanaan)

Persiapan yang perlu dilakukan sebe-lum pelaksanaan tindakan ini adalah: (a) Menentukan topik yang akan diterapkan dalam pembelajaran; (b) Merumuskan Tuju-an PembelajarTuju-an Khusus (TPK); (c) Meru-muskan butir-butir pengarahan, petunjuk dan tindakan-tindakan lain untuk kelancaran jalannya penelitian tindakan.

Action (pelaksanaan)

Kegiatan awal terdiri dari: (1) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa; (2) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa; (3) Siswa me-lakukan pemnasan dengan menirukan gerak binatang kupu-kupu, katak melompat dan ayam yang sedang berjalan. Dilanjutkan dengan kegiatan inti yang terdiri dari: (1) Siswa diajak melakukan gerak dasar lari de-ngan beberapa variasi gerak lurus, zigzag dan berbelok-belok, seperti gambar di bawah; (2) Siswa melakukan gerak dasar lari ke samping, langkah kuda dan membawa ben-da; (3) Siswa melakukan lomba lari rintangan dengan mempraktikkan gerak dasar lari dan variasinya. Dan kegiatan penutup penutup terdiri dari (1) Siswa mengakhiri kegiatan olahraga dengan saling bersalam-salaman untuk menunjukkan sikap sportif; (2) Siswa diminta untuk memimpin doa untuk mengakhiri pelajaran.

(3)

Gambar 1 Lari lurus, zigzag dan berbelak-belok

Gambar 2 Gerak dasar lari ke samping, langkah kuda dan membawa benda

Gambar 3 Lari/jalan lintasan berkelok dan naik turun tangga

Gambar 4 Lari/jalan ke depan bersilangan dengan teman

Gambar 5 Lari/jalan membentuk lingkaran berpasangan dengan teman

Observation (pengamatan)

Gerak dasar lari cepat selama kegi-atan pembelajaran di lapangan SD Negeri 4 Malasan menunjukkan bahwa guru dalam menerapkan latihan terbimbing sudah dalam tingkat baik dengan persentase aktivitas se-besar 60,00%. Artinya metode pembelajaran yang telah direncanakan dapat diaplikasikan secara baik pada siklus I. Untuk aktivitas siswa dalam menerima tindakan perbaikan pembelajaran yag diberikan guru pada siklus I sudah dalam tingkat baik dengan persentase aktivitas sebesar 60,00%. Artinya siswa dapat secara baik merespon dan melaksana-kan tindamelaksana-kan perbaimelaksana-kan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Hanya saja masih ada siswa yang masih malu saat melakukan ge-rakan lari dan jalan berpasangan. Hasil aktivitas siswa pada siklus I dapat dinyatakan dalam tabulasi data sebagai berikut.

(4)

201 Tabel 1 Hasil Aktivitas Belajar Siswa Siklus I

N

o Indikator

Siklus I Skor

1 Sikap siswa dalam menerima pembelajaran 2 3 5 2 Kerjasama siswa dalam team permainan 2 3 5 3 Tanggung jawab siswa dalam team permainan 2 3 5 4 Keberanian siswa dalam melakukan tendangan 2 2 4 5 Kejujuran siswa dalam Gerak dasar lari cepat 2 2 4 6 Keakuratan pertanyaan siswa 2 2 4 7 Keaktifan siswa dalam pembelajaran 2 2 4 8 Sportivitas siswa dalam permainan 2 3 5 9 Ketepatan siswa dalam melakukan tendangan 3 3 6 10 Kedisiplinan siswa dalam Gerak dasar lari cepat 3 3 6

Jumlah 48

Rata-rata 60,00

Tabel 2 Hasil Aktivitas Belajar Guru Siklus I N

o Indikator

Siklus I Skor

1 Guru membuat RPP 3 3 6

2 Alokasi waktu yang digunakan sesuai rencana 3 3 6 3 Materi yang diberikan sesuai dengan RPP 2 3 5 4 Guru mendemonstrasikan gerakan secara jelas 2 3 5 5 Guru melaksanakan kegiatan belajar yang menyenangkan 2 3 5 6 Guru menjadi fasilitator dalam pembelajaran 2 2 4 7 Guru menjadi motivator dalam pembelajaran 2 2 4 8 Guru merangsang interaksi antar siswa 2 3 5

9 Guru mengunakan bahasa yang komunikatif saat proses proses

belajar berlangsung 2 2 4 10 Guru memberikan pertanyaan yang relevan 2 2 4

Jumlah 48

Rata-rata 60,00

Untuk mengetahui kecapakan siswa dalam melakukan Gerak dasar lari cepat guru melakukan unjuk kerja. Adapun hasil dari unjuk kerja siswa dalam Gerak dasar lari cepat peneliti tampilkan dalam tabulasi data

berikut.

Tabel 3 Prestasi Belajar Siswa Siklus I No Nama Siswa Jumlah

Ketuntasan T TT

1 DONI ARYA FIRMANSYAH 75 T

2 RAGIL SAPUTRA 75 T

3 ADISTYA ERLANGGA 75 T

4 AINUS ZULFA 75 T

5 ANDRIAN BAHAR ZAIFUDIN 70 T

6 AZIIZ DWI KUSUMA 65 TT

7 AZZAHRA LAILY NURAFIFAH 65 TT 8 DEPI NUR ANGGRAINI 70 T 9 DIMAS SAKTI ARDIANSYAH 65 TT 10 HEGEL AKIRA SYAH PUTRA 65 TT 11 ILHAM BAKTI MAULANA 65 TT 12 MUHAMMAD FADIL PRATAMA 70 T 13 NIHAN AFIDA HAR'AH 70 T 14 PUTRA NURAINI SOLEHA 70 T 15 SAHRIL MUHAMMAD BINURI 80 T 16 VIVA AILSA LATHIFAH 80 T

Jumlah 1135 11 5

Rata-Rata 70.94 68.75 31.25 Berdasarkan data hasil penilaian siswa pada siklus I ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa pada siklus I mencapai 70,94 dengan ketuntasan belajar sebesar 68,75 masih jauh dari target yang ditentukan peneliti yaitu sebesar 85% maka dari itu perlu ditingkatkan pada siklus selanjutnya.

Reflection (refleksi)

Beberapa perubahan perencanaan pa-da siklus selanjutnya apa-dalah sebagai berikut: (a) Guru dapat meminta perwakilan dari tim untuk maju ke depan lapangan agar dapat mengikuti gerakan dan petunjuk melakukan gerak jalan dan lari secara tepat; (b) Guru meminta siswa untuk menghargai usaha temannya dalam melakukan gerak lari dan jalan cepat secara berpasangan meskipun

(5)

hasilnya belum optimal; (c) Guru memotivasi siswa untuk lebih berani melakukan Gerak dasar lari cepat tanpa takut salah dan ditertawakan oleh teman.

Siklus II

Planning (perencanaan)

Secara garis besar perencanaannya sama dengan siklus I dengan materi yang sa-ma pada siklus I. Ditambah dengan peru-bahan perencanaan drai hasil relfleksi pada siklus sebelumnya.

Action (pelaksanaan)

Kegiatan awal terdiri dari: (a) Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa; (b) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa; (c) Siswa melakukan pemnasan dengan menirukan ge-rak binatang kupu-kupu, katak melompat dan ayam yang sedang berjalan. Kemudian kegiatan inti terdiri dari: (a) Siswa diajak melakukan gerak dasar lari dengan beberapa variasi gerak lurus, zigzag dan berbelok-be-lok, seperti gambar di bawah; (b) Siswa me-lakukan gerak dasar lari ke samping, langkah kuda dan membawa benda; (c) Siswa melakukan gerak dasar lari ke samping, langkah kuda dan membawa benda; (d) Siswa melakukan lomba lari rintangan dengan mempraktikkan gerak dasar lari dan variasinya. Dan yang terakhir kegiatan penu-tup terdiri dari: (a) Siswa mengakhiri ke-giatan olahraga dengan saling bersalam-sa-laman untuk menunjukkan sikap sportif; (b) Siswa diminta untuk memimpin doa untuk mengakhiri pelajaran.

Gambar 6 Lari lurus, zigzag dan berbelak-belok

Gambar 7 Gerak dasar lari ke samping, langkah kuda dan membawa benda

Gambar 8 Lari/jalan lintasan berkelok dan naik turun tangga

Gambar 9 Lari/jalan ke depan bersilangan dengan teman

(6)

203 Gambar 10 Lari/jalan membentuk lingkaran

berpasangan dengan teman

Observation (pengamatan)

Kegiatan pembelajaran berlangsung di lapangan SD Negeri 4 Malasan menunjuk-kan bahwa guru dalam menerapmenunjuk-kan latihan terbimbing sudah dalam tingkat yang baik dengan persentase aktivitas sebesar 68,75%. Artinya metode pembelajaran yang telah direncanakan dapat diaplikasikan dengan baik pada siklus II. Sedangkan untuk aktivitas siswa dalam menerima tindakan perbaikan pembelajaran yang diberikan guru pada siklus II sudah menunjukkan perkem-bangan yang baik dengan persentase aktivitas sebesar 68,75%. Artinya siswa dapat secara baik merespon dan melakasanakan tindakan perbaikan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Hasil Aktivitas Guru dan siswa pada siklus II dapat dinyatakan dalam tabulasi data pada Tabel 4.

Tabel 4 Hasil Aktivitas Belajar Siswa Siklus I No Indikator Skor Siklus I

1 Sikap siswa dalam menerima pembelajaran 3 3 6 2 Kerjasama siswa dalam team permainan 3 3 6 3 Tanggung jawab siswa dalam team permainan 2 3 5 4 Keberanian siswa dalam melakukan tendangan 2 3 5 5 Kejujuran siswa dalam Gerak dasar lari cepat 2 3 5 6 Keakuratan pertanyaan siswa 2 3 5 7 Keaktifan siswa dalam pembelajaran 2 3 5 8 Sportivitas siswa dalam permainan 3 3 6 9 Ketepatan siswa dalam melakukan tendangan 3 3 6 10 Kedisiplinan siswa dalam Gerak dasar lari cepat 3 3 6

Jumlah 55

Rata-rata 68,75

Tabel 5 Hasil Aktivitas Belajar Guru Siklus II N

o Indikator

Siklus I Skor

1 Guru membuat RPP 3 3 6

2 Alokasi waktu yang digunakan sesuai rencana 3 3 6 3 Materi yang diberikan sesuai dengan RPP 2 3 5 4 Guru mendemonstrasikan gerakan secara jelas 3 3 6 5 Guru melaksanakan kegiatan belajar yang menyenangkan 3 3 6 6 Guru menjadi fasilitator dalam pembelajaran 2 3 5 7 Guru menjadi motivator dalam pembelajaran 2 3 5 8 Guru merangsang interaksi antar siswa 2 3 5

9

Guru mengunakan bahasa yang komunikatif saat proses proses

belajar berlangsung 2 3 5 10 Guru memberikan pertanyaan yang relevan 3 3 6

Jumlah 55

Rata-rata 68,75

Selanjutnya untuk mengetahui per-kembangan tingkat kecakapan siswa dalam Gerak dasar lari cepat, peneliti kembali

(7)

melakukan tes unjuk kerja. Adapun hasil dari tes unjuk kerja peneliti tampilkan pada tabulasi data berikut ini.

Tabel 6 Prestasi Belajar Siswa Siklus II No Nama Siswa Jumlah

Ketuntasan T TT

1 DONI ARYA FIRMANSYAH 80 T

2 RAGIL SAPUTRA 80 T

3 ADISTYA ERLANGGA 80 T

4 AINUS ZULFA 75 T

5 ANDRIAN BAHAR ZAIFUDIN 75 T 6 AZIIZ DWI KUSUMA 70 T 7 AZZAHRA LAILY NURAFIFAH 75 T 8 DEPI NUR ANGGRAINI 70 T 9 DIMAS SAKTI ARDIANSYAH 70 T 10 HEGEL AKIRA SYAH PUTRA 70 T 11 ILHAM BAKTI MAULANA 65 TT 12 MUHAMMAD FADIL PRATAMA 75 T 13 NIHAN AFIDA HAR'AH 75 T 14 PUTRA NURAINI SOLEHA 70 T 15 SAHRIL MUHAMMAD BINURI 85 T 16 VIVA AILSA LATHIFAH 85 T

Jumlah 1200 15 1

Rata-Rata 75.00 93.75 6.25

Reflection (refleksi)

Dari hasil observasi dapat direfleksi-kan bahwa kendala pembelajaran yang mun-cul pada siklus I dapat teratasi dengan baik pada siklus II, sehingga dapat tercapai ketun-tasan belajar siswa secara klasikal sebesar 93,75%. Persentase ini sudah sesuai dengan ketuntasan minimal yang telah ditentukan sebesar 85%. Dengan demikian tidak diperlukaan lagi penambahan pertemuan atau siklus selanjutnya.

Untuk menjajaki respon siswa dalam penmbelajaran, angket yang telah disusun oleh peneliti. Dari hasil rekapitulasi angket

diketahui bahwa respon siswa dalam meneri-ma tindakan perbaikan pembelajaran dari guru menunjukkan respon yang sangat positif dengan hasil rekapitulasi respon siswa pada siklus I sebesar 2,68% sedangkan pada siklus ke II sebesar 2,87%.

PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa hasil data di atas prestasi belajar siswa (hasil tes belajar) dengan menggunakan latihan terbimbing menunjukkan prestasi belajar yang mening-kat dari setiap siklusnya. Hal ini dapat dike-tahui bahwa nilai rata-rata pada siswa kelas IV sebelum siklus: 63,75 siklus I: 70,94 dan siklus II: 75,00 dengan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal yang tercapai pada akhir siklus II sebesar 93,75%. Hal ini menandakan keberhasilan dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Malasan Tahun 2013/2014, dengan hasil penelitian yang selalu meningkat setiap siklusnya berarti bahwa penelitian tersebut berhasil.

Saran

Pembelajaran yang menggunakan La-tihan terbimbing perlu dikembangkan untuk Mata Pelajaran Penjaskes untuk dapat meningkatkan pemahaman siswa. Pengguna-an model PembelajarPengguna-an yPengguna-ang menggunakPengguna-an Latihan terbimbing perlu terus dilakukan karena pembelajaran ini lebih menyenangkan bagi siswa, mendorong dan membiasakan siswa untuk belajar mandiri, tidak bergantung kepada guru. Untuk meningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan model Pembelajaran yang menggunakan Latihan terbimbing, pelatihan perlu diberikan

(8)

205 agar guru dapat mengembangkan kemampuannya.

Tabel 7 Hasil Angket siswa siklus I dan Siklus II

No Pernyataan

Siklus I Siklus II

Ya Tidak Menjawab Ya Tidak Tidak Menjawab Tidak 1 Apakah kamu kesulitan gerakan dari guru dalam pembelajaran penjasorkes? 14 2 0 15 1 0 2 Apakah kamu merasa bosan mengikuti pembelajaran Penjas Orkes yang dilaksanakan oleh gurumu? 7 9 0 15 1 0

3 Apkah kamu merasa tertantang untuk lebih menggali kemampuan kamu dalam olahraga setelah guru

menerapkan metode ini? 10 6 0 14 2 0

4 Apakah kamu termotivasi untuk lebih aktif dalam pembelajaran olahraga setelah guru menerapkan latihan

terbimbing? 12 4 0 15 1 0

5 Apakah reward yang diberikan oleh guru mampu memotivasi kamu untuk lebih disiplin dan spotif dalam

Gerak dasar lari cepat? 10 6 0 14 2 0

6 Apakah melalui latihan terbimbing mampu menumnbuhkan kerjasamamu dengan team Gerak dasar lari cepatmu? 12 4 0 15 1 0

7 Apakah melalui metode ini mampu melatih kamu untuk berkomunikasi secara baik dan komunikatif dalam pembelajaran?

12 4 0 14 2 0

8 Apakah metode ini sesuai dengan keinginanmu? 10 6 0 13 3 0 9 Apakah metode ini mampu meningkatkan prestasimu? 12 4 0 12 4 0 10 Apakah metode ini mampu membantu kamu dalam mengatasi kesulitan dalam pembelajaran? 10 6 0 12 4 0

Jumlah 26.81 28.69

Rata-rata 2.68 2.87

DAFTAR RUJUKAN

Giriijoyo, Santoso. 2005. Dasar-dasar

Pen-didian Jasmani. Jakarta: Bumi Aksara.

Sajoto, M. 1995. Teknik-teknik pengajaran

bidang keolahragaan. Bandung:

Man-dar Maju.

Isparjadi. 1980. Statistik Pendidikan. Sura-baya: University Press IKIP Surabaya. Nurkancana, Wayan, dkk. 1992. Evaluasi

Hasil Belajar. Surabaya: Usaha

Nasi-onal.

Winarno, Surachmad. 1986. Pengantar

In-teraksi Mengajar Dasar dan Teknik

Metodologi Pengajaran. Bandung:

Tarsito.

Purwanto, Ngalim MP. 1997. Psikologi

Pen-didikan. Bandung: PT. Remaja.

Pehardjono. 1995. Pedoman Penyusunan

Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pen-didikan dan Angka Kredit Pengem-bangan Profesi Guru. Jakarta:

Depdik-bud.

Jamaluddin. 2001. Pembelajaran yang

Gambar

Gambar 1 Lari lurus, zigzag dan berbelak-belok
Tabel 2 Hasil Aktivitas Belajar Guru Siklus I  N
Gambar 6 Lari lurus, zigzag dan berbelak-belok
Tabel 5 Hasil Aktivitas Belajar Guru Siklus II  N
+3

Referensi

Dokumen terkait

Lari 80 meter termasuk salah satu nomor lari cepat yang dipertandingkan atau dilombakan pada tingkat Sekolah Dasar (SD) yaitu pada cabang Kid , s Atletik nomor Kanga ,

Simpulan dari penelitian ini adalah dengan pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar lari pada peserta didik kelas IV SD Negeri Sambi 3 Sambirejo

Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar lokomotor lari pada peserta didik Kelas III

Dengan permainan, siswa mampu mempraktikkan gerak dasar untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan dan lari dengan teknik yang benar.. Metode dan

Dengan kegiatan variasi lari dan jalan melalui lintasan lurus, zig-zag, dan berbelok-belok, siswa mampu mempraktikkan kombinasi gerak dasar lari dan jalan dengan teknik

3.3 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor dan non lokomotor untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan cepat dan lari melalui permainan dan atau

3.3 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotorr dan non lokomotor untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan cepat dan lari melalui permainan dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran gerak dasar lari terhadap hasil belajar lari jarak pendek 40 meter siswa kelas V SD Negeri