• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN KEASLIAN DISIPLIN KERJA TERIIADAP KINERJA KARYAWAN DITINJAU DALAM JAYADI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERNYATAAN KEASLIAN DISIPLIN KERJA TERIIADAP KINERJA KARYAWAN DITINJAU DALAM JAYADI"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

(1)

Dengan

ini

saya menyatakan bahwa slripsi dengan judul "PENGARUII

DISIPLIN KERJA TERIIADAP KINERJA KARYAWAN DITINJAU DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Kasus S/ore Associate pada pT. Gramedia Asri

Media Cirebon)." Beserta isinya adalah benar-benar karya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau mengutip yang tidak sesuai dengim etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat akademik.

Atas pemyataan dia atas, saya siap menanggtng resiko atau sanksi apapun yang dijanrhkan kepada saya yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan, atau ada

klaim terbadap keaslian karya saya ini.

Cirebon, 24 Mei 2019 Yang membuat pemyataan,

JAYADI

(2)

DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KAR}AWAN DMINJAU DALAM Pf,RSPtrKTIF ISLAM

(Studi Kasus Stare Associate Paita PT. Gramedia Asri Media Cirebon)

Oleh :

JAYADI

NIM, 2015.2.4.1.00336

Menyetujui,

Pembimbing I, Pembimbing II,

Dr. Paturrohman, M.Sh NIDN.2112027302

Ridwan, M.E.Sy .212104E904

(3)

DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA

KARYAWAN DITINJAU DALAM PERSPEKTIF ISI-AM (Studi Kasus,Slare Associate Pada PT. Gramedia

Asri Media Cirebon)..

oleh

JAyADI

NIM.

2015 .2.4.1 .00336, telah diajukan dalam Sidang Munaqosah prograrn Studi Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon pada tanggal

24 Mei 2019.

Skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E) pada Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon.

Cirebon, 18 Juri 2019 Sidang Munaqosah, Kfira Merangkap Anggota, Sekretaris, erangkap Anggota, Drs. Sulaiman, M.MPd NIDN.21l8D6201 Taufik M.Hum

t

Dr. H. Oman Fathu NIDN.8886160017 .A I, I P Dr. Muham NIDN.2IOI dun, M.S.I

I

NIDN.2II 8201

(4)

Kepada Yth.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

IAI Bunga Bangsa Cirebon Di

Cirebon

Assalamu'al ailatm Warahmatul lahi

l

abarakotuh

Setelah melakukan bimbingan, telaah, arahan dan koreksi terhadap penulisan skripsi dari JAYADI Nomor Induk Mahasiswa 20T5 .2.4.1 .00336, be{udul *PENGARUH

DISIPI,IN KERIA TERHADAP KINERIA KARYAWAN DITINJAL] DALAM

PERSPEKTIF SLAM (Studi Kasus S/ore l.ssociate Pada pT. Gramedia Asri Media Cirebon)." Bahwa skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis lslam untuk dimunaqosahkan.

Wassalamu'alaikum

I

arahmatullohi l{abarakatuh

Pembimbing I, Pembimbing II,

Dr. Patrrrohman, M.Sh NIDN.2u2027302

mad Ridwan, M.E.Sy N.21210d8904

(5)

vii

Kasus Store Associate Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon)

Skripsi ini membahas pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon. Kajiannya dilatarbekangi oleh adanya permasalahan atau kendala mengenai kedisiplinan karyawan yang bekerja di PT. Gramedia Asri Media Cirebon diantaranya; masih ada yang terlambat masuk jam kerja dan kurang tertibnya dalam pemanfaatan jam istirahat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) seberapa besar tingkat disiplin kerja karyawan Store Associate pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon, (2) seberapa besar tingkat kinerja karyawan Store Associate pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon, (3) seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon dalam persepektif Islam.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis untuk membahas identifikasi masalah seberapa besar tingkat disiplin kerja dan seberapa besar tingkat kinerja karyawan pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon dan metode verifikatif analisis untuk membahas identifikasi masalah seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, angket (kuesioner), penelusuran literatur dan analisis dokumen. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon. Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel tersebut digunakan regresi linier sederhana dan koefisien determinasi dengan bantuan program aplikasi komputer SPSS Statistics 17.0.

Berdasarkan analisis deskriptif responden, disiplin kerja dan kinerja karyawan Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon telah berjalan dengan sangat baik, dibuktikan dengan hasil jawaban responden mengenai disiplin kerja (X) diperoleh rata-rata skor nilai sebesar 200,5 dan kinerja karyawan (Y) diperoleh rata-rata skor nilai sebesar 198,7. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan metode statistik yaitu regresi linier sederhana. Diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 94,1% dengan nilai R Square sebesar 0,941. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon.

Disiplin kerja diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam mecapai tujuan perusahaan. Disiplin kerja, diharapkan mampu merubah kebiasaan buruk karyawan sehingga mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran dalam bekerja. Penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi kegiatan operasional khususnya di PT. Gramedia Asri Media Cirebon, terutama dalam memberi dorongan kepada karyawan untuk senantiasa meningkatkan disiplin kerja agar terciptanya kinerja karyawan yang mampukan memajukan perusahaan.

(6)

viii

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan

skripsi dengan judul: “PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA

KARYAWAN DITINJAU DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Kasus Store Associate Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon)”, dalam rangka menyelesaikan studi Strata 1 untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi (S.E) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Islam Institut Agama Islam Bunga angsa Cirebon.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis telah mendapatkan banyak bimbingan,

dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan yang baik ini, penulis

mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ayahanda dan ibunda tercinta yang senantiasa selalu mendoakan dan memberikan

nasehat kepada penulis hingga sampai saat ini, serta dukungannya dalam hal

materi yang tidak terhingga jumlahnya.

2. Bapak Drs. H.A. Basuni, Ketua Yayasan Pendidikan Bunga Bangsa Cirebon.

3. Bapak Dr. H. Oman Fathurohman, MA. selaku Rektor Institut Agama Islam

Bunga Bangsa Cirebon yang telah memberikan kesempatan untuk dapat menuntut

ilmu di IAI BBC.

4. Bapak Dr. Muhammadun, M.S.I., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

(7)

ix

Mohammad Ridwan, M.E.Sy, selaku Dosen Pembimbing II yang telah

meluangkan waktu dan membimbing penyusunan skripsi ini dengan sabar dan

penuh perhatian.

7. Bapak dan Ibu Dosen IAI Bunga Bangsa Cirebon yang telah membimbing penulis

mengikuti proses belajar dari semester awal hingga semester akhir.

8. Bapak Ign. Edy Sulistiyono selaku pimpinan perusahaan PT. Gramedia Asri

Media Cirebon, yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian.

9. Bapak Thomas Dedi Supriadi, selaku HR Division dan seluruh

karyawan/karyawati PT. Gramedia Asri Media Cirebon, yang turut serta

membantu kelancaran dalam melakukan kegiatan penelitian.

Semoga segala bantuan dan kebaikan tersebut mendapat limpahan balasan

dari Allah SWT. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna dan

bermanfaat bukan hanya bagi penulis tetapi juga bagi pembaca. Amin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cirebon, 24 Mei 2019

(8)

x

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

LEMBAR PERNYATAAN ... iii

LEMBAR PERSETUJUAN ... iv

LEMBAR PENGESAHAN ... v

NOTA DINAS ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Batasan Masalah ... 7

D. Rumusan Masalah ... 7

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian. ... 8

BAB II LANDASAN TEORI ... 9

A. Disiplin Kerja. ... 9

1. Pengertian Disiplin Kerja ... 9

2. Indikator- Indikator Disiplin Kerja ... 12

3. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja ... 17

4. Disiplin Kerja Dalam Perspektif Islam ... 21

B. Kinerja Karyawan ... 24

1. Pengertian Kinerja Karyawan ... 24

(9)

xi

3. Faktor- Faktor Kinerja Karyawan ... 26

4. Kinerja Dalam Perspektif Islam ... 28

5. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan ... 30

C. Hasil Penelitian Yang Relevan ... 31

D. Kerangka Berpikir ... 34

E. Hipotesis Penelitian ... 35

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 36

A. Desain Penelitian ... 36

1. Jenis Penelitian ... 36

2. Variabel Penelitian ... 36

3. Sumber Data ... 38

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 38

C. Populasi dan Sampel ... 39

1. Populasi ... 39

2. Sampel ... 39

D. Teknik Pengumpulan Data ... 42

1. Observasi ... 42

2. Penelusuran Literatur ... 42

3. Analisis Dokumen ... 42

4. Kuesioner atau Angket ... 43

E. Teknik Analisis Data ... 45

1. Pengujian Validitas Eksternal ... 45

2. Uji Reliabilitas Internal Consistency ... 47

3. Koefisien Regresi Linear Sederhana dan Pengujiannya ... 47

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 51

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 51

1. Gambaran Umum Perusahaan ... 51

2. Visi Misi PT. Gramedia Asri Media Cirebon ... 53

3. Struktur Organisasi ... 54

4. Deskripsi Tugas ... 54

(10)

xii

6. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden ... 62

B. Analisis Data ... 65

1. Hasil Uji Validitas ... 65

2. Hasil Uji Reliabilitas ... 67

C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 68

1. Disiplin Kerja Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon ... 68

2. Kinerja Karyawan Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon ... 76

3. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon ... 84

a. Analisis Regresi Linear Sederhana ... 84

b. Analisis Koefisien Korelasi Pearson ... 85

c. Analisis Koefisien Determinasi ... 87

d. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dalam Perspektif Islam ... 88

D. Keterbatasan Penelitian ... 89

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 90

A. Kesimpulan ... 90

B. Saran ... 91

DAFTAR PUSTAKA RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN

(11)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Tabel Rekap Data Pelanggaran Karyawan ... 5

Tabel 3.1 Tabel Penentuan Jumlah Sampel Dari Populasi Tertentu ... 41

Dengan Taraf Kesalahan 1%, 5%, dan 10% Tabel 3.2 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi ... 50

Tabel 4.1 Jumlah Karyawan PT. Gramedia Asri Media Cirebon ... 53

Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 61

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 61

Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja ... 62

Tabel 4.5 Hasil Kuesioner Variabel Disiplin Kerja ... 63

Tabel 4.6 Hasil Kuesioner Variabel Kinerja Karyawan ... 64

Tabel 4.7 Hasil Uji Realibilitas Disiplin Kerja (X) ... 67

Tabel 4.8 Hasil Uji Realibilitas Kinerja Karyawan (Y) ... 67

Tabel 4.9 Tanggapan Responden Mengenai: Tujuan yang jelas ... 68

dan kemampuan kerja yang sesuai akan membuat lebih bersemangat dalam bekerja Tabel 4.10 Tanggapan Responden Mengenai: Keteladanan pimpinan ... 68

sangat diperlukan dalam meningkatkan disiplin karyawan Tabel 4.11 Tanggapan Responden Mengenai: Balas jasa ... 69

(gaji dan kesejahteraan) dapat memberikan kepuasan dalam bekerja agar lebih baik Tabel 4.12 Tanggapan Responden Mengenai: Persamaan hak dan kewajiban ... 70

membuat saya lebih bergairah dalam melaksanakan pekerjaan Tabel 4.13 Tanggapan Responden Mengenai: Pengawasan pimpinan ... 70

membuat saya lebih bertanggung dalam menyelesaikan pekerjaan Tabel 4.14 Tanggapan Responden Mengenai: Pelaksanaan hukuman ketika ... 71

melakukan kesalahan mempengaruhi saya untuk selalu disiplin Tabel 4.15 Tanggapan Responden Mengenai: Penindakan yang ... 71

(12)

xiv selalu disiplin

Tabel 4.16 Tanggapan Responden Mengenai: Keharmonisan hubungan ... 72 antara karyawan dapat menciptakan kedisiplinan di tempat bekerja

Tabel 4.17 Bertanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan dengan ... 73 sikap yang diridhai Allah SWT

Tabel 4.18 Menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan sesuai ... 73 standar dan prosedur yang ada

Tabel 4.19 Menjalankan tugas dengan penuh amanah terhadap ... 74 Allah SWT bukan hanya kepada atasan

Tabel 4.20 Taat kepada atasan dalam hal kebaikan, tidak ... 74 bertentangan dengan nilai-nilai syariah.

Tabel 4.21 Kategori Tanggapan Responden Mengenai: Idikator ... 75 Disiplin Kerja Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon

Tabel 4.22 Tanggapan Responden Mengenai: Kecermatan dalam melakukan ... 76 pekerjaan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas kinerja

Tabel 4.23 Tanggapan Responden Mengenai: Kemampuan dalam ... 77 meningkatkan jumlah pekerjaan menandakan bahwa kinerja saya

semakin baik

Tabel 4.24 Tanggapan Responden Mengenai: Menyelesaikan pekerjaan ... 77 melebihi dengan yang ditargetkan oleh atasan itu jauh lebih baik

Tabel 4.25 Tanggapan Responden Mengenai: Tepat waktu dalam ... 78 menyelesaikan pekerjaan merupakan kewajiban yang harus

dilaksankan

Tabel 4.26 Tanggapan Responden Mengenai: Selalu mengikuti ... 78 prosedur perusahaan dalam menyelesaikan pekerjaan

Tabel 4.27 Tanggapan Responden Mengenai: Kerja tim atau kerjasama ... 79 antar karyawan dapat mempercepat proses penyelesaian pekerjaan

Tabel 4.28 Bekerja dengan professional, jujur, beribadah dan ... 80 amal perbuatan yang sesuai dengan syariat Islam

Tabel 4.29 Memahami nilai-nilai agama dan tekun dalam ... 80 bekerja atau melaksanakan pekerjaan

(13)

xv

Tabel 4.30 Sebelum memulai pekerjaan selalu diawali dengan ... 81 niat dan berdo’a kepada Allah SWT

Tabel 4.31 Motivasi dalam bekerja adalah untuk mendapatkan ... 81 keberuntungan di dunia dan akhirat

Tabel 4.32 Bekerja dengan mencari keseimbangan antara harta dan ibadah ... 82 Tabel 4.33 Bersyukur kepada Allah SWT dengan hasil yang ... 82

didapatkan setelah bekerja.

Tabel 4.34 Kategori Tanggapan Responden Mengenai: Idikator ... 83 Kinerja Karyawan Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon

Tabel 4.35 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana ... 85 Tabel 4.36 Hasil Uji Koefisien Korelasi Pearson ... 86 Tabel 4.37 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 87

(14)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap ... 34 Kinerja Karyawan Pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon

(15)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1a Kuesioner atau Angket Penelitian Lampiran 1b Tanggapan Mengenai Disiplin Kerja (X) Lampiran 1c Tanggapan Mengenai Kinerja Karyawan (Y) Lampiran 2a Hasil Uji Validitas Disiplin Kerja (X)

Dengan SPSS Statistics 17.0

Lampiran 2c Hasil Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y)

Dengan SPSS Statistics 17.0

Lampiran 3 Foto-Foto Kegiatan di PT. Gramedia Asri Media Cirebon Lampiran 4 Bukti Tatap Muka Bimbingan Skripsi

Lampiran 5 Surat Izin Penelitian dari Kampus Lampiran 6 Surat Izin Penelitian dari Perusahaan

(16)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Persaingan antar perusahaan di era globalisasi semakin tajam, sehingga

sumber daya manusia (SDM) dituntut untuk terus-menerus mampu

mengembangkan diri secara proaktif. SDM harus menjadi manusia-manusia

pembelajar, yaitu pribadi-pribadi yang mau belajar dan bekerja keras dengan

penuh semangat, sehingga potensi insaninya berkembang maksimal.1

SDM yang diperlukan pada saat ini adalah SDM yang sanggup

menguasai teknologi dengan cepat, adaptif, dan responsif terhadap

perubahan-perubahan teknologi. Dalam kondisi tersebut integritas pribadi semakin penting

untuk memenangkan persaingan. Namun, agar perusahaan mampu bertahan dan

bersaing, dominasi teknologi saja tidak cukup jika tidak ditunjang oleh SDM

yang andal, sehingga investasi dalam sumber daya ekonomi yang paling

berharga yaitu SDM tidak dapat ditunda lagi.

Ancaman nyata terbesar terhadap stabilitas ekonomi adalah angkatan

kerja yang tidak siap untuk menghadapi tantangan-tantangan maupun

perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya. Sumber daya manusia dalam

hal ini adalah karyawan pada suatu perusahaan.

(17)

Karyawan merupakan mereka yang bekerja pada suatu organisasi atau

perusahaan, baik swasta maupun pemerintah dan diberikan imbalan kerja sesuai

dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada dasarnya karyawan

merupakan makhluk sosial yang akan saling ketergantungan, dan akan

memerlukan kebersamaan. Terutama dalam hal pekerjaan, untuk mewujudkan

tujuan organisasi diperlukan adanya peraturan-peraturan mengenai prosedur

kerja dan disiplin dalam bekerja.

Disiplin adalah sikap mentaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih. Seperti yang terkandung dalam surat An-Nisa ayat 59, Allah SWT memerintahkan disiplin dalam arti taat pada peraturan yang telah ditetapkan :





















Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.

yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

(QS. An-Nisaa’ [4]: 59).2

2

Kementrian Agama Republik Indonesia: Al-Qur'an Tafsir Perkata, (Bandung: Al-Hambra, 2014), h. 87.

(18)

Penyesuaian diri dari tiap individu terhadap segala sesuatu yang

ditetapkan kepadanya, akan menciptakan suatu masyarakat yang tertib dan bebas

dari kekacauan-kekacauan. Demikian juga kehidupan dalam suatu perusahaan

akan sangat membutuhkan ketaatan dari anggota-anggotanya dari pada peraturan

dan ketentuan yang berlaku pada perusahaan tersebut. Dengan kata lain, disiplin

kerja pada karyawan sangat dibutuhkan, karena apa yang akan menjadi tujuan

perusahaan akan sukar dicapai bila tidak ada disiplin kerja.3

Seharusnya karyawan mengerti bahwa dengan dipunyainya disiplin kerja

yang baik, berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna, baik bagi

perusahaan maupun bagi pegawai sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran

para karyawan dalam memenuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Selain itu,

perusahaan sendiri harus mengusahakan agar peraturan itu berifat jelas, mudah

dipahami dan adil, yaitu berlaku baik bagi pimpinan yang tertinggi maupun bagi

karyawan yang terendah.

Singodimedjo dalam buku Edy Sutrisno mengatakan disiplin adalah

sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati

norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan

mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang memprosot akan

menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan.4

3 Sutrisno, op. cit., h. 85. 4 Ibid., h. 86

(19)

Dalam suatu perusahaan seringkali hanya menuntut karyawan untuk

mempunyai kinerja yang tinggi, tanpa melihat penyebab atau faktor-faktor yang

mempengaruhinya. Faktor mendasar dalam menunjang kinerja seperti disiplin

kerja harus diperhatikan juga demi meningkatnya produktivitas karyawan. Saat

ini peningkatan pelayanan dan tuntutan masyarakat merupakan suatu kondisi

yang tidak dapat dihindarkan, ini jelas menuntut adanya profesionalisme di

dalam birokrasi.

Kinerja merupakan suatu perwujudan perilaku kerja seorang karyawan

yang ditampilkan sebagai prestasi kerja sesuai dengan peranannya dalam sebuah

perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Kinerja karyawan merupakan faktor

yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Hal ini harus didukung dengan

kinerja yang baik karena tanpa kinerja yang baik, organisasi tidak akan

mencapai tujuannya.

Whitmore dalam buku Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo secara

sederhana mengemukakan, kinerja adalah pelaksanaan fungsi-fungsi yang

dituntut dari seseorang. Pengertian yang menurut Whitmore merupakan yang

menuntut kebutuhan paling minim untuk berhasil. Oleh karena itu, Whitmore

mengemukakan pengertian kinerja yang dianggapnya representatif, maka

tergambarnya tanggung jawab yang besar dari pekerjaan seseorang.5

Dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang kerja dalam Islam, Allah SWT berfirman dalam QS. Al- Qashash ayat 77:

5 Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Teori Kinerja dan Pengukurannya, (Jakarta:

(20)

















Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu

(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. AL-Qashash [28]: 77).6

Toko Buku Gramedia, merupakan jaringan toko buku terluas, terbesar dan terlengkap di Indonesia. Toko Buku Gramedia telah berperan penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dalam kegiatan operasionalnya PT. Gramedia Asri Media Cirebon menerapkan peraturan kepada seluruh karyawan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen agar selalu menjunjung tinggi etika dan etos kerja sesuai yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Tabel 1.1

Rekap Data Pelanggaran Karyawan Periode Januari – Maret 2019

PT. Gramedia Asri Media Cirebon

NO. BAGIAN KETERANGAN JUMLAH

1 Store Associate Terlambat Masuk Kerja 61 Orang

2 Customer Sevice Terlambat Masuk Kerja 1 Orang 3 Sales Superitendent Terlambat Masuk Kerja 16 Orang

4 Cashier Terlambat Masuk Kerja 13 Orang

5 Go Clean Terlambat Masuk Kerja 2 Orang

TOTAL 93 Orang

Sumber : Data Internal PT. Gramedia Asri Media Cirebon

(21)

Dalam kegiatan observasi dilapangan penulis menemukan

permasalahan atau kendala mengenai kedisiplinan karyawan yang bekerja di PT.

Gramedia Asri Media Cirebon diantaranya; masih ada yang terlambat masuk

jam kerja dan kurang tertibnya dalam pemanfaatan jam istirahat. Hal tersebut

dibuktikan dengan adanya rekap data pelanggaran yang diperoleh langsung dari

pihak security. Terdapat 93 orang yang melakukan pelanggaran pada periode

bulan Januari s/d Maret 2019. Pelanggaran tertinggi dilakukan oleh karyawan

bagian Store Associate sebanyak 61 orang dengan keterangan terlambat masuk,

dan pelanggaran terendah dilakukan oleh karyawan bagian Customer Sevice

sebanyak 1 orang dengan keterangan terlambat masuk.7

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan dilapangan dan kasus

seperti diatas penulis tertarik mengambil penelitian dengan judul "PENGARUH

DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DITINJAU

DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Kasus Store Associate Pada PT.

Gramedia Asri Media Cirebon)”.

B. Identifikasi Masalah

Permasalahan penelitian yang penulis ajukan ini dapat diidentifikasi

permasalahannya apakah ada pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan

Store Associate pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon ditinjau dalam

persepektif Islam.

7 Oki Hadi Tresna. 2019. Dokumen Perusahaan Gramedia: Data Pelanggaran

(22)

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini dapat dilakukan lebih fokus, sempurna dan mendalam

maka penulis memandang permasalahan penelitian yang diangkat perlu dibatasi

variabelnya. Oleh sebab itu, penulis membatasi masalah atau ruang lingkup

penulisan yaitu hanya yang berkaitan dengan disiplin kerja karyawan Store

Associate dan kinerja karyawan Store Associate Pada PT. Gramedia Asri Media

Cirebon ditinjau dalam persepektif Islam.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dirumuskan maka dapat

diambil rumusan permasalahan penelitian ini sebagai berikut :

1. Seberapa besar tingkat disiplin kerja karyawan Store Associate pada PT.

Gramedia Asri Media Cirebon ?

2. Seberapa besar tingkat kinerja karyawan Store Associate pada PT. Gramedia

Asri Media Cirebon ?

3. Seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.

Gramedia Asri Media Cirebon ditinjau dalam persepektif Islam ?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian adalah

sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui data tingkat disiplin kerja karyawan Store Associate pada

(23)

2. Untuk mengetahui data tingkat kinerja karyawan Store Associate pada PT.

Gramedia Asri Media Cirebon

3. Untuk mengetahui data seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap

kinerja karyawan Store Associate pada PT. Gramedia Asri Media Cirebon

dalam ditinjau persepektif Islam

F. Manfaat Penelitian

Penelitian yang penulis lakukan ini diharapkan memberikan manfaat

secara teoritis maupun praktis.

a. Manfaat Teoritis

Untuk menambah wawasan, pengalaman, dan pengetahuan yang

berhubungan dengan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Store

Associate di PT. Gramedia Asri Media Cirebon di tinjau dalam persepektif

Islam.

b. Manfaat Praktis

1. Dapat dijadikan sumber informasi atau bahan evaluasi bagi PT. Gramedia

Asri Media Cirebon dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan Store

Associate melalui disiplin kerja ditinjau dalam persepektif Islam.

2. Dapat dijadikan referensi selanjutnya dan memberikan informasi serta

pengetahuan kepada pihak akademisi dan peneliti mengenai pengaruh

disiplin kerja karyawan Store Associate terhadap kinerja karyawan ditinjau

(24)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Disiplin Kerja

1. Pengertian Disiplin Kerja

Penyesuaian diri dari tiap individu terhadap segala sesuatu yang

ditetapkan kepadanya, akan menciptakan suatu masyarakat yang tertib dan

bebas dari kekacauan-kekacauan. Demikian juga kehidupan dalam suatu

perusahaan akan sangat membutuhkan ketaatan dari anggota-anggotanya dari

pada peraturan dan ketentuan yang berlaku pada perusahaan tersebut. Dengan

kata lain, disiplin kerja pada karyawan sangat dibutuhkan, karena apa yang

akan menjadi tujuan perusahaan akan sukar dicapai bila tidak ada disiplin

kerja.

Seharusnya karyawan mengerti bahwa dengan dipunyainya disiplin

kerja yang baik, berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna,

baik bagi perusahaan maupun bagi pegawai sendiri. Oleh karena itu,

diperlukan kesadaran para karyawan dalam memenuhi peraturan-peraturan

yang berlaku. Selain itu, perusahaan sendiri harus mengusahakan agar

peraturan itu berifat jelas, mudah dipahami dan adil, yaitu berlaku baik bagi

pimpinan yang tertinggi maupun bagi karyawan yang terendah.8

(25)

Disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk

mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya.

Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan,

sedangkan disiplin yang memprosot akan menjadi penghalang dan

memperlambat pencapaian tujuan perusahaan.

Disiplin sangat diperlukan baik individu yang bersangkutan maupun

oleh organisasi. Disiplin menunjukan suatu kondisi atau sikap hormat yang

ada pada diri karyawan terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan. Dengan

demikian bila peraturan dan ketetapan yang ada dalam perusahaa itu

diabaikan, atau sering dilanggar maka karyawan mempunyai disiplin kerja

yang buruk. Sebaliknya bila karyawan tunduk pada ketetapan perusahaan,

menggambarkan adanya kondisi disiplin yang baik. Dalam arti yang lebih

sempit dan lebih banyak dipakai, disiplin berarti tindakan yang diambil

dengan penyediaans untuk mengoreksi perilaku dan sikap yang salah pada

sementara karyawan.9

Bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana, yaitu:

1) Tingginya rasa kepedulian karyawan terhadap pencapaian tujuan

perusahaan.

2) Tingginya semangat dan gairah kerja dan inisiatif para karyawan

dalam melakukan pekerjaan.

9

(26)

3) Besarnya rasa tanggung jawab karyawan untuk melaksanakan tugas

dengan sebaik-baiknya.

4) Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solidaritas yang tinggi

dikalangan karyawan.

5) Meningkatnya efisiensi dan produktivitas kerja para karyawan.

Menurut Terry, disiplin merupakan alat penggerak karyawan. Agar

tiap pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, maka harus diusahakan agar ada

disiplin yang baik. Terry menyatakan bahwa ia kurang setuju jika disiplin

hanya dihubungkan dengan hal-hal yang kurang menyenangkan ( hukuman),

karena sebenarnya hukuman merupakan alat paling akhir untuk menegakkan

disiplin.10

Latainer mengartikan disiplin sebagai sesuatu kekuatan yang

berkembang didalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat

menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, peraturan, dan nilai-nilai

tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit biasanya dihubungkan

dengan hukuman. Padahal sebenernya menghukum seseorang karyawan

hanya merupakan sebagian dari persoalan disiplin. Hal demikian jarang

terjadi dan halnya dilakukan apabila usaha-usaha pendekatan secara

konstruktif mengalami kegagalan.

Dari pemaparan beberapa ahli diatas maka dapat penulis pahami

bahwa disiplin kerja ialah seorang karyawan yang dapat mentaati peraturan-

(27)

peraturan yang telah ditetapkan, dengan tujuan agar meningkatkan kualitas

perusahaan dan tercapainya tujuan perusahaan.

2. Indikator-Indikator Disiplin Kerja

Pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan

karyawan suatu organisasi, diantaranya:

1) Tujuan dan Kemampuan

Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan

karyawan. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara

ideal serta cukup menantang bagi kemampuan karyawan. Hal ini berarti

bahwa tujuan (pekerjaan) yang dibebankan kepada karyawan harus sesuai

dengan kemampuan karyawan yang bersangkutan, agar dia bekerja

sungguh-sungguh dan disiplin dalam mengerjakannya.

Akan tetapi, jika pekerjaan di luar kemampuannya atau jauh di

bawah kemampuannya maka kesungguhan dan kedisiplinan karyawan

rendah. Misalnya: pekerjaan untuk karyawan berpendidikan SMU

ditugaskan kepada seorang sarjana atau pekerjaan untuk sarjana ditugaskan

bagi karyawan berpendidikan SMU. Jelas karyawan bersangkutan kurang

berdisiplin dalam melaksanakan pekerjaan itu. Disinilah letak pentingnya

asas the right man in the right place and the right man in the right job.11

2) Teladan Pemimpin

Teladan pemimpin sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan

11

Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), h. 194-195.

(28)

karyawan karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para

bawahannya. Pimpinan harus memberi contoh yang baik, berdisiplin baik,

jujur, adil, serta sesuai kata dengan perbuatan. Dengan teladan pimpinan

yang baik, kedisiplinan bawahan pun akan ikut baik. Jika teladan pimpinan

kurang baik (kurang berdisiplin), para bawahan pun akan kurang disiplin.

3) Balas Jasa

Balas jasa (gaji dan kesejahteraaan) ikut mempengaruhi

kedisiplinan karyawan karena balas jasa akan memberikan kepuasan dan

kecintaan karyawan terhadap perusahaan/pekerjaannya. Jika kecintaan

karyawan semakin baik terhadap pekerjaan, kedisiplinan mereka akan

semakin baik pula.

Untuk mewujudkan kedisiplinan karyawan yang baik, perusahaan

harus memberikan balas jasa yang relatif besar. Kedisiplinan karyawan

tidak mungkin baik apabila balas jasa yang mereka terima kurang

memuaskan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beserta keluarga.

4) Keadilan

Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan,

karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan minta

diperlakukan sama dengan manusia lainnya.12 Keadilan yang dijadikan

dasar kebijaksanaan dalam pemberian balas jasa (pengakuan) atau

hukuman akan merangsang terciptanya kedisiplinan karyawan yang baik.

12

(29)

5) Waskat

Waskat (pengawasan melekat) adalah tindakan nyata dan paling

efektif dalam mewujudkan kedisiplinan karyawan perusahaan. Dengan

waskat berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral,

sikap, gairah kerja, dan prestasi kerja bawahannya. Hal ini berarti atasan

harus selalu ada/hadir di tempat kerja agar dapat mengawasi dan

memberikan petunjuk, jika ada bawahannya yang mengalami kesulitan

dalam menyelesaikan pekerjaan.

Waskat adalah tindakan nyata dan efektif untuk

mencegah/mengetahui kesalahan, membetulkan kesalahan, memelihara

kedisiplinan, meningkatkan prestasi kerja, mengaktifkan peranan atasan

dan bawahan, menggali sistem-sistem kerja yang paling efektif, serta

menciptakan sistem internal kontrol yang terbaik dalam mendukung

terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.13

6) Sanksi Hukuman

Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan

karyawan. Dengan sanksi hukuman yang semakin berat, karyawan akan

semakin takut melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap, dan

perilaku indisipliner karyawan akan berkurang.

Berat/ringannya sanksi hukuman yang akan diterapkan ikut

mempengaruhi aik/buruknya kedisiplinan karyawan. Sanksi hukuman

(30)

harus ditetapkan berdasarkan pertimbangan logis, masuk akal, dan

diinformasikan secara jelas kepada semua karyawan. Sanksi hukuman

seharusnya tidak terlalu ringan atau terlalu berat supaya hukuman itu tetap

mendidik karyawan untuk mengubah perilakunya. Sanksi hukuman

hendaknya cukup wajar untuk setiap tingkatan yang indisipliner, bersifat

mendidik, dan menjadi alat motivasi untuk memelihara kedsiplinan dalam

perusahaan.

7) Ketegasan

Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan

mempengaruhi kedisiplinan karyawan perusahaan. Pimpinan harus berani

dan tegas, bertindak untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner

sesuai dengan sanksi hukuman yang telah ditetapkan. Pimpinan yang

berani bertindak tegas menerapkan hukuman bagi karyawan yang

indisipliner akan disegani dan diakui kepemimpinannya oleh bawahan.

Dengan demikian, pimpinan akan dapat memelihara kedisiplinan

karyawan perusahaaan. Sebaliknya apabila seorang pimpinan kurang tegas

atau tidak menghukum karyawan yang indsipliner, sulit baginya untuk

memelihara kedisiplinan bawahannya, bahkan sikap indsipliner karyawan

semakin banyak karena mereka beranggapan bahwa peraturan dan sanksi

hukumannya tidak berlaku lagi. Pimpinan yang tidak tegas menindak atau

menghukum karyawan yang melanggar peraturan, sebaiknya tidak usah

membuat peraturan atau tata tertib pada perusahaan tersebut.14

(31)

8) Hubungan Kemanusiaan

Hubungan kemanusiaan yang harmonis diantara sesama karyawan

ikut menciptakan kedisiplinan yang baik pada suatu perusahaan.

Hubungan-hubungan baik bersifat vertikal maupun horizontal yang terdiri

dari direct single relationship, direct group relationship, dan cross

relationship hendaknya harmonis.

Manajer harus berusaha menciptakan suasana hubungan

kemanusiaan yang serasi serta mengikat, vertikal maupun horizontal

diantara semua karyawannya. Terciptanya human relationship yang serasi

akan mewujudkan lingkungan dan suasan kerja yang nyaman. Hal ini akan

memotivasi kedisiplinan yang baik pada perusahaan. Jadi, kedisiplinan

karyawan akan tercipta apabila hubungan kemanusiaan dalam organisasi

tersebut baik.15

Kedisiplinan adalah fungsi MSDM yang terpenting dan menjadi

tolak ukur untuk mengukur/mengetahui apakah fungsi-fungsi MSDM

lainnya secara keseluruhan telah dilaksanakan sesuai dengan baik atau

tidak. Kedisiplinan karyawan yang baik, mencerminkan fungsi-fungsi

MSDM lainnya telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Sebaliknya jika

kedisiplinan karyawan kurang baik, berarti penerapan fungsi-fungsi

MSDM pada perusahaan kurang baik.

15

(32)

3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja

Asumsinya bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung atas

sikap kebiasaan yang diperoleh karyawan. Kebiasaan itu ditentukan oleh

pemimpin, baik dengan iklim atau suasana kepemimpinan maupun melalui

contoh diri pribadi. Karena itu, untuk mendapat disiplin yang baik, maka

pemimpinan harus memberikan kepemimpinan yang baik pula.

Menurut Singodimedjo dalam buku Edy Sutrisno, faktor yang

mempengaruhi disiplin pegawai adalah:

1) Besar kecilnya pemberian kompensasi

Besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi tegaknya disiplin. Para

karyawan akan mematuhi segala peraturan yang berlaku bila ia merasa

mendapat jaminan balas jasa yang setimpal dengan jerih payahnya yang

telah dikontribusikan bagi perusahaan. Bila ia menerima kompensasi yang

memadai, mereka akan dapat bekerja tenang dan tekun, serta selalu

berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi, bila ia merasa

kompensasi yang diterimanya jauh dari memadai, maka ia akan berpikir

mendua, dan berusaha untuk mencari tambahan penghasilan lain di luar,

sehingga menyebabkan ia sering mangkir, sering minta izin keluar.16

2) Ada tidaknya keteladanan pimpinan dalam perusahaan

Keteladanan pimpinan sangat penting sekali, karena dalam lingkungan

perusahaan, semua karyawan akan selalu memperhatikan bagaimana

pimpinan dapat menegakkan disiplin dirinya dan bagaimana ia dapat

(33)

mengendalikan dirinya dari ucapan, perbuatan dan sikap yang dapat

merugikan aturan disiplin yang sudah ditetapkan.

3) Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan

Pembinaan disiplin tidak akan dapat terlaksana dalam perusahaan, bila

tidak ada aturan tertulis yang pasti untuk dapat dijadikan pegangan

bersama. Disiplin tidak mungkin ditegakkan bila peraturan yang dibuat

hanya berdasarkan intruksi lisan yang dapat berubah-ubah sesuai dengan

kondisi dan situasi.

4) Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan

Bila ada seorang karyawan yang melanggar disiplin, maka perlu ada

keberanian pimpinan untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan

tingkat pelanggaran yang dibuatnya. Dengan adanya tindakan terhadap

pelanggar disiplin, sesuai dengan sanksi yang ada, maka semua karyawan

akan merasa terlindungi, dan dalam hatinya berjanji tidak akan berbuat hal

yang serupa. Dalam situasi demikian, maka semua karyawan akan

benar-benar terhindar dari sikap sembrono, asal jadi seenaknya sendiri dalam

perusahaan. Sebaliknya, bila pemimpin tidak berani mengambil tindakan,

walau sudah terang-terangan karyawan tersebut melanggar disiplin, tetapi

tidak ditegur/dihukum, maka akan berpengaruh kepada suasana kerja

dalam perusahaan.17

5) Ada tidaknya pengawasan pimpinan

Orang yang paling tepat melaksanakan pengawasan terhadap disiplin ini

(34)

tentulah atasan langsung para karyawan yang bersangkutan. Hal ini

disebabkan para atasan langsung itulah yang paling tahu dan paling dekat

dengan para karyawan yang ada dibawahnya. Pengawasan yang

dilaksanakan atasan langsung ini sering disebut WASKAT. Pada tingkat

manapun ia berada, maka seorang pemimpin bertanggung jawab

melaksanakan pengawasan melekat ini, sehingga tugas-tugas yang

dibebankan kepada bawahan tidak menyimpang dari apa yang telah

ditetapkan.

6) Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan

Karyawan adalah manusia yang mempunyai perbedaan karakter antara

yang satu dengan yang lain. Seorang karyawan tidak hanya puas dengan

penerimaan kompensasi yang tinggi, pekerjaan yang menantang, tetapi

juga mereka membutuhkan perhatian yang besar dari pemimpinannya

sendiri. Keluhan dan kesulitan mereka ingin didengar dan dicarikan jalan

keluarnya, dan sebagainya. Pimpinan yang berhasil memberi perhatian

yang besar kepada para karyawan akan dapat menciptakan disiplin kerja

yang baik. Karena ia bukan hanya dekat dalam arti jarak fisik, tetapi juga

mempunyai jarak dekat dalam artian jarak batin. Pimpinan demikian akan

selalu dihormati dan dihargai oleh para karyawan, sehingga akan

berpengaruh besar kepada prestasi, semangat kerja, dan moral kerja

karyawan.18

(35)

7) Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin

Kebiasaan-kebiasaan positif itu antara lain:

 Saling menghormati, bila ketemu dilingkungan pekerjaan

 Melontarkan pujian sesuai dengan tempat dan waktunya, sehingga para karyawan akan turut merasa bangga dengan pujian tersebut

 Sering mengilustrasikan karyawan dalam pertemuan-pertemuan, apalagi pertemuan yang berkaitan dengan nasib dan pekerjaan mereka

 Memberi tahu bila ingin meninggalkan tempat kepada rekan sekerja, dengan menginformasikan, ke mana dan untuk urusan apa, walaupun

kepada bawahan sekalipun.

Dengan kepemimpinan yang baik, seorang pemimpin dapat berbuat

banyak untuk menciptakan iklim kerja yang memungkinkan penegakan

disiplin sebagai proses yang wajar, karena para karyawan akan menerima

serta mematuhi peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan sebagai

pelindung bagi keberhasilan pekerjaan dan kesejahteraan pribadi mereka.

Secara umum beranggapan bahwa pelaksanaan disiplin kerja harus

memperhitungkan juga keadaan karyawan. Kebanyakan pemimpin

mengetahui bahwa dari waktu ke waktu para karyawan membawa serta

masalah-masalah pribadi ke tempat kerja. Oleh karena itu, penerapan disiplin

secara membabi buta tanpa meninjau sebab-sebab dan suatu pelanggaran

terlebih dahulu, akan menimbulkan hasil yang tidak menguntungkan.19

(36)

4. Disiplin Kerja Dalam Perspektif Islam

Seorang muslim yang bekerja dalam suatu tempat, ia akan

menyertakan Allah dalam setiap langkahnya, ia takut kepada Allah dalam

setiap prilaku, akan menjalankan atau meninggalkan sesuatu hanya karena

takut kepada Allah. Dengan demikian akan terbentuk etika Islami yang

menuntun prilaku mereka dalam perusahaan atau diluar tempat pekerjaan.20

Masyarakat muslim terbentuk berdasarkan kesamaan akidah dan

keyakinan, para pegawai adalah bagian dari anggota masyarakat untuk

menjalankan tugas bagi kemasalahatan bersama. Setidaknya ada kewajiban

bagi seorang pegawai, yaitu :21

pertama, berkontribusi dalam menerapkan

hukum dan syariah Islam, ia harus loyal dalam menjalankan nilai-nilai

syariah, konsen untuk melakukan perbaikan atas tindak penyimpangan serta

memberikan tindak korektif jika ada kesalahan dan menjalankan segala

tanggung jawab manajemen dengan sikap yang diridhai Allah dan Rasulnya.

Kedua, menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan sesuai standar dan

prosedur yang ada, dengan sikap yang penuh amanah dan bertanggung jawab

terhadap Allah bukan hanya kepada atasan, karena jabatan adalah amanah,

perjanjian dan tanggung jawab. Ketiga, taat kepada atasan dengan kebaikan,

ketaatan kepada pemimpin merupakan persoalan penting untuk mengatur dan

menjalankan kehidupan.

20

Ahmad Ibrahim Abu Sinn, Manajemen Syariah Sebuah Kajian Histories Dan

Kontemporer, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), h. 238.

(37)

Standar untuk taat dan tidak taat kepada pemimpin jika perintah itu berupa

maksiat atau bertentangan dengan nilai-nilai syariah maka seorang pegawai

tidak harus melaksankannya. Setiap pribadi muslim harus sadar akan

tanggung jawabnya dan mengetahui kadar ketaatannya ketaatan mereka

bukanlah ketaatan buta kepada pemimpin untuk mengikuti kedalam

kemaksiatan dan hal yang dilarang, sehingga dia akan merugi di dunia dan

akhirat.22

Allah SWT sangat menghargai orang yang giat dalam bekerja, karena

itu berarti ia telah menunaikan salah satu kewajibannya. Selain

memerintahkan bekerja, Islam juga menuntun setiap muslim dibidang apapun

haruslah bersikap professional. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur'an

Surat At-Taubah ayat 105:















Artinya: Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

(QS. Attaubah [9]: 105).23

22 Ahmad Ibrahim Abu Sinn, Ibid, h. 248.

23 Kementrian Agama Republik Indonesia: Al-Qur'an Tafsir Perkata, (Bandung:

(38)

Disiplin kerja dalam perspektif Islam dikatakan mempunyai ikatan dengan aliran pemikiran, perasaan terhadap kerja dan cara bagaimana seorang karyawan menjalankan sebuah pekerjaan. Disiplin kerja dipengaruhi oleh situasi kerja seseorang. Disiplin kerja merupakan manifestasi dari nilai, sikap dan amalan. Satu set kepahaman yang digabungkan bersama oleh anggota organisasi.24

Disiplin adalah sikap mentaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih. Seperti yang terkandung dalam surat An-Nisa ayat 59, Allah SWT memerintahkan disiplin dalam arti taat pada peraturan yang telah ditetapkan:





















Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nissa’ [4]: 59).

24 Abdul Rahman Abdul Aziz, Pembudayaan Pekerja Dalam Arus Transformasi

(39)

B. Kinerja

1. Pengertian Kinerja Karyawan

Whitmore dalam buku Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo secara

sederhana mengemukakan, kinerja adalah pelaksanaan fungsi-fungsi yang

dituntut dari seseorang. Menurut Withmore, tugas yang dituntut dari

seseorang harus ada hasil, meskipun dalam ukuran yang paling minim. Oleh

karena itu, Whitmore mengemukakan pengertian kinerja yang dianggapnya

representatif, maka tergambarnya tanggung jawab yang besar dari pekerjaan

seseorang.

Istilah kinerja berasal dari kata Job Performance atau Actual

Performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai

seseorang). Pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara

kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam

melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan

kepadanya.25

Suprihanto dalam buku Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo

menyatakan, kinerja dengan istilah prestasi kerja, yaitu hasil kerja seorang

karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai

kemungkinan, misalnya standar, target, atau kriteria yang telah ditentukan

lebih dahulu dan telah disepakati bersama.26

25 Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan,

(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017), h. 67.

26 Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Teori Kinerja dan Pengukurannya, (Jakarta:

(40)

Berdasarkan pembahasan diatas, maka kinerja dapat disimpulkan

sebagai perilaku seseorang yang membuahkan hasil kerja tertentu setelah

memenuhi sejumlah persyaratan. Berhubungan dengan konsep seperti yang

telah dibahas diatas, selanjutnya akan dibahas persyaratan yang menentukan

kinerja tersebut, yaitu masalah dimensi atau indikator kinerja. Sebab, hal

inilah yang menentukan kinerja seseorang. Indikator kinerja harus dipahami

oleh karyawan maupun pimpinan, agar keduanya saling puas dalam rangka

mewujudkan kinerja secara optimal.

2. Indikator-Indikator Kinerja Karyawan

Indikator kinerja merupakan aspek-aspek yang menjadi ukuran dalam

menilai kinerja. Ukuran-ukuran dijadikan tolak ukur dalam menilai kinerja.

Ukuran kinerja sangat diperlukan karena akan bermanfaat baik bagi banyak

pihak. Adapun survey literatur mengenai indikator yang menjadi ukuran

kinerja adalah sebagai berikut.

John Miner dalam buku Sudarmanto, mengemukakan 4 indikator yang

dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam menilai kinerja, yaitu:

1) Kualitas, yaitu; tingkat kesalahan, kerusakan kecermatan.

2) Kuantitas, yaitu; jumlah pekerjaan yang dihasilkan.

3) Penggunaan waktu dalam kerja, yaitu; tingkat ketidakhadiran,

keterlambatan, waktu kerja efektif/jam kerja hilang.

4) Kerja sama dengan orang lain dalam bekerja.27

27 Sudarmanto, Kinerja Dan Pengembangan Kompetensi SDM, (Yogyakarta: Pustaka

(41)

Dari empat dimensi kinerja di atas, dua hal yang terkait dengan aspek

keluaran atau hasil pekerjaan, yaitu: kualitas hasil, kualitas keluaran; dan dua

hal terkait aspek perilaku individu, yaitu: penggunaan waktu dalam kerja

(tingkat kepatuhan terhadap jam kerja, disiplin) dan kerja sama. Dari 4

dimensi kinerja tersebut cenderung mengukur kinerja pada level individu.

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Wirawan dalam buku Arif Yusuf Hamali mengemukakan, Kinerja

karyawan merupakan hasil sinergi dari sejumlah faktor, yang terdiri dari:

1) Faktor Internal Karyawan

Faktor internal karyawan yaitu faktor-faktor dari dalam diri karyawan

yang merupakan faktor bawaan dari lahir dan faktor yang diperoleh ketika

karyawan itu berkembang. Faktor-faktor bawaan misalnya bakat, sifat

pribadi, serta keadaan fisik dan kejiwaan. Faktor-faktor yang diperoleh

misalnya pengetahuan, keterampilan, etos kerja, pengalaman kerja, dan

motivasi kerja. Faktor internal ini menentukan kinerja karyawan, sehingga

semakin tinggi faktor-faktor internal tersebut, semakin tinggi pula kinerja

karyawan; dan semakin rendah faktor-faktor tersebut, maka semakin

rendah pula kinerjanya.28

2) Faktor Lingkungan Internal Organisasi

Karyawan dalam melaksanakan tugasnya memerlukan dukungan

organisasi di tempatnya bekerja. Dukungan tersebut sangat mempengaruhi

28

Arif Yusuf Hamali, Pemahaman Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Center for Academic Publising Service, 2018), h. 101.

(42)

tinggi rendahnya kinerja karyawan, misalnya penggunaan teknologi robot

oleh organisasi. Faktor internal organisasi misalnya strategi organisasi,

dukungan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan,

serta sistem manajemen dan kompensasi. Manajemen organisasi harus

menciptakan lingkungan internal organisasi yang kondusif sehingga dapat

mendukung dan meningkatkan produktivitas karyawan.

3) Faktor Lingkungan Eksternal Organisasi

Faktor-faktor lingkungan eksternal organisasi adalah keadaan, kejadian,

atau situasi yang terjadi karena di lingkungan eksternal organisasi yang

mempengaruhi kinerja karyawan. Misalnya, krisis ekonomi dan keuangan

yang terjadi di Indonesia tahun 1997 meningkat Inflasi, menurunkan nilai

nominal upah dan gaji karyawan, dan selanjutnya menurunkan daya eli

karyawan. Jika Inflasi tidak diikuti dengan kenaikan upah atau gaji para

karyawan yang sepadan dengan tingkat inflasi, maka kinerja karyawan

akan menurun.

Budaya masyarakat juga merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi

kinerja karyawan. Misalnya, budaya alon-alon asal kelakon dan mangan

ora mangan kumpul, mempengaruhi kinerja manusia Indonesia. Hal

tersebut dapat menjelaskan kinerja orang Indonesia rendah, misalnya jika

dibandingkan dengan kinerja bangsa Jepang.28

28

(43)

4. Kinerja Dalam Perspektif Islam

Kinerja dalam perspektif Islam merupakan salah satu sarana hidup

dan aktivitas yang mempunyai peran penting dalam kehidupan sosial. Dalam

Islam, setiap orang dituntut untuk mandiri dengan cara bekerja agar dapat

memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya dan tidak diperbolehkan

meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan primernya.

Berdasarkan cara pandang agama Islam tergambar bahwa orientasi

kinerja tidak hanya untuk memaksimalkan laba semata seperti penggunaan

pada metode penilaian kinerja konvensional, tetapi orientasi kinerja perlu

meliputi dimensi yang lebih luas dan menyeluruh, yakni kesejahteraan para

stakeholder meliputi investor, karyawan, pelanggan, pemasok, komunitas,

lingkungan/social dan generasi yang akan datang.29

Mursi Wibisono dalam buku Kasmir mengatakan bahwa, Kinerja

religius Islam adalah suatu pencapaian yang diperoleh seseorang atau

organisasi dalam bekerja/berusaha yang mengikuti kaidah-kaidah agama atau

prinsip-prinsip ekonomi Islam. Terdapat beberapa indikator kinerja Islami

meliputi :

1) Amanah dalam dalam bekerja yang terdiri atas profesional, jujur, ibadah

dan amal perbuatan,

2) Mendalami agama dan profesi terdiri atas memahami tata nilai agama, dan

tekun bekerja,

29

Bagus, " Etos Kerja Islami Pada Kinerja Bisnis Pedagang Muslim Pasar Besar

(44)

3) Niat bekerja karena Allah,

4) Dalam bekerja harus memberikan kaidah/norma/syariah secara totalitas,

5) Motivasi bekerja adalah mencari keberuntungan di dunia dan akhirat,

6) Dalam bekerja dituntut penerapan azas efesiensi dan manfaat dengan tetap

menjaga kelestarian lingkungan,

7) Mencari keseimbangan antara harta dengan ibadah, dan setelah berhasil

dalam bekerja hendaklah bersyukur kepada Allah SWT.30

Kinerja akan terlihat hasilnya sesuai dengan apa yang dikerjakan.

Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Ahqaaf ayat 19:













Artinya: “Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.

(QS. Al-Ahqaaf’ [46]: 19).31

Maksud dari ayat tersebut ialah Allah SWT pasti akan membalas

setiap amal perbuatan manusia berdasarkan apa yang telah mereka kerjakan.

Artinya jika seseorang melaksanakan pekerjaan dengan baik dan

menunjukkan kinerja yang baik pula bagi organisasi maupun perusahaan,

maka akan mendapat hasil yang baik pula dari kerjaannya dan akan

memberikan keuntungan bagi organisasi maupun perusahaannnya.

30 Kasmir, Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik), (Jakarta:

Rajawali, 2016), h. 14.

Referensi

Dokumen terkait

Bonus yang diberikan pihak perusahaan akan membuat karyawan termotivasi untuk mengliasilkan kinerja yang terbaik.. Analisis jawaban responden dari kuesioner variabel

Dilihat dari hasil TCR, variabel independen disiplin kerja diperoleh jawaban responden yang paling tinggi nilainya adalah pada indikator tanggung jawab pada item

Pada penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa untuk variabel disiplin kerja, responden memberikan jawaban terendah untuk pernyataan memiliki sikap yang baik dengan skor

Untuk variabel kompensasi secara keseluruhan jawaban responden baik dengan nilai rata-rata nilai 70,7% dari skor maksimum variabel, hal ini menunjukkan bahwa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap disiplin kerja dalam kategori cukup baik dengan skor 67,5%, tanggapan responden terhadap pengawasan kerja dalam

tersebut berada pada Range nilai 4,22 ± 3,43 yang menunjukkan bahwa kemampuan kerja berada pada kategori baik. Hasil skor rata-rata jawaban mengenai kinerja karyawan

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar pada karyawan LAZNAS Yatim Mandiri Surabaya, rata – rata jawaban dari para responden menunjukkan bahwa memahami

Berdasarkan skor rata-rata terendah pada disiplin dengan indikator terendah kepatuhan terhadap peraturan, tindakan korektif dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, maka sebaiknya