Penyakit Radang Genitalia Interna

52 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENYAKIT RADANG GENITALIA

PENYAKIT RADANG GENITALIA

INTERNA

INTERNA

(2)
(3)

Radang pada Genitalia Radang pada Genitalia ::

• EKSTERNAEKSTERNA : Bartholinitis, Vaginitis, Vulvo Vaginitis: Bartholinitis, Vaginitis, Vulvo Vaginitis

• INTERNA : Cervicitis, Endometritis, Miometritis,INTERNA : Cervicitis, Endometritis, Miometritis, Parametritis, A

(4)

RADANG

(5)

Kista Bartholin

Kista Bartholin

• Kelainan vulva yang sering ditemukanKelainan vulva yang sering ditemukan •

• Akibat tersumbatnya saluran keluar kelenjarAkibat tersumbatnya saluran keluar kelenjar

duktus bartholin

duktus bartholin penumpukan mukuspenumpukan mukus

• Biasanya asimptomatikBiasanya asimptomatik •

• Biasanya terjadi Biasanya terjadi karena adanya infeksikarena adanya infeksi InfeksiInfeksi

oleh bakteri

oleh bakteri penumpukan cairan purulenpenumpukan cairan purulen pembengkakan

pembengkakan reaksi peradanganreaksi peradangan nyerinyeri abses Bartholin

abses Bartholin

• Infeksi ini dapat diatasi dengan pemberianInfeksi ini dapat diatasi dengan pemberian

antibiotika antibiotika

(6)
(7)
(8)
(9)

Terapi

Insisi

dan

drainase

dan

marsupialisasi

( menjahit bagian ujung dari kista yang sudah

diinsisi untuk mencegah terjadinya oklusi

kembali )

Atau

Ward catheter ( sebuah kateter dengan bagian

ujung yang dapat dikembangkan , ditinggalkan

pada kelenjar untuk 10 to 14 hari untuk

(10)
(11)
(12)
(13)

Candidiasis

Trichomonas

Gardnerella

(14)

LESI-LESI VAGINA

Beberapa lesi vagina bersifat asimptomatik

dan sering ditemukan secara tidak sengaja

pada saat pemeriksaan

Kista vagina jarang ditemukan memiliki ukuran

besar

Kista vagina dapat ditemukan pada sisi

anterior dan lateral pada sepertiga vagina

bawah atau di sisi posterior pada sepertiga

(15)

LESI-LESI VAGINA

Kista vagina dapat ditemukan berukuran

sebesar biji kacang atau lebih besar, kadang

multipel.

Kista-kista tersebut dapat menimbulkan

dispareuni dan memerlukan eksisi, namun

dapat pula tidak menimbulkan gejala

Perlu dibedakan asal kista karena dapat keliru

(16)

VULVOVAGINITIS

Vulvovaginitis adalah inflamasi pada jaringan

vulva dan vagina.

Dikarakteristikkan dengan adanya duh vagina

dan/atau gatal pada vulvar dan iritasi juga

adanya vagina yang berbau.

Merupakan keluhan ginekologis yang paling

umum dikeluhkan pada wanita pubertas.

(17)

Introduction cont.

• Penyebab paling utama dari vulvovaginitis akut

adalah infeksi, kontak iritasi dan atau alergik, vaginitis atrophi.

• 3 penyebab infeksi yang paling utama adalah:

bacterial vaginosis, candidiasis, dan trichomoniasis.

• Vulvovaginal candidiasis, vaginitis kontak, dan

vaginitis atrofi dapat terjadi pada gadis yang

masih virgin dan setelah menopause, sedangkan bentuk infeksi yang lain dapat dilihat pada wanita yang sexually aktif.

(18)

General Approach to Vulvovaginitis

• Pem. ginekologis yang detil dan juga pemeriksaan

pelvis yang lengkap harus didapatkan.

• Evaluasi mikroskopis dengan menggunakan sekresi

vagina yang masih segar dengan menggunakan metode NSS ( clue cells untuk BV dan motilitas untuk trichomonas ) dan slide KOH 10% (jamur

atau pseudohyphae untuk candida) dan the whiff  test (bau amis untuk BV) dapat memberikan

(19)

General Approach to Vulvovaginitis

Cont.

Alat diagnostik yang lain adalah menggunakan

kertas nitrazine untuk menilai Ph.

Normal Ph of 4-4.5.

Candida Ph of 4-4.5.

BV and Trich Ph >4.5.

(20)
(21)

Pelvic Inflammatory Disease

Pelvic Inflammatory Disease (PID) is adalah

infeksi akut, subakut, recurrent, atau infeksi

kronis dari oviducts, dan ovarium, dengan

(22)

Pelvic Inflammatory Disease

• Proses infeksi kompleks dimana organisme dari traktus genitalia bagian

bawah bermigrasi dari endoserviks ke arah atas melalui kavum uteri menuju tuba falopii

• dengan hasil akhir dari infeksinya adalah :  – Endometritis

 – Salpingitis  – Oophritis  – Parametritis  – Peritonitis

 – Tubal or tubo-ovarian abscess

(23)

Infeksi ascending dari uterus ke

sal.telur + ovarium,lekorea

gonore, pasca persalinan /

abortus, pemasangan IUD,

kuretase, pembedahan.

demam, nyeri cukup

kuat di perut bag.bawah,

bertambah keras bila bekerja

berat.

(24)

Patofisiologi

Dimulai dari servisitis (a), kemudian diikuti oleh perubahan lingkungan serviks dan vagina (b), mengakibatkan vaginitis bakterial (c), kemudian patogen akan naik dari serviks dan vagina untuk menyebabkan penyakit radang panggul (d).

(25)

FAKTOR RISIKO

 ~ faktor risiko PMS

 Usia 15-24 berhubungan dengan prilaku seksual dan faktor anatomis serviks yang imatur

 Riwayat PRP sebelumnya

 Riwayat PMS

 Hubungan seksual usia muda

 Multipartner

 Riwayat pengguna alkohol

(26)

Pelvic Inflammatory Disease

• Termasuk didalamnya adalah inflamasi dari servik

( servisitis ) , uterus ( endometritis ), tuba falopii ( salpingitis ) dan ovarium ( oophoritis ) yang

terbentang dari jaringan pengikat yang berada pada ligamentum latum ( parametritis )

(27)

Pelvic Inflammatory

Diseases

( PID )

Meliputi radang saluran telur &

ovarium serta jaringan

sekitarnya.

1. Radang Akut

(28)

Radang Akut :

Radang akut sal.telur + ovarium.

(29)

Radang Kronik :

Saluran telur membesar berisi

cairan.

Saluran telur membesar berisi

nanah.

Abses sal.telur + ovarium :

pengumpulan nanah.

Kista yang terkena infeksi dan

berisi cairan pus. Asal infeksi

umumnya ascending

(30)

Gejala

• Hanya 50% pasien PID menderita demam

• Pada pemeriksaan abdominal didapatkan nyeri

tekan yang difus, terutama perut bagian bawah

• Sering ditemukan nyeri lepas dan penurunan

bising usus

• Kadang-kadang dapat ditemukan nyeri pada

kuadran kanan atas (10% pasien menderita perihepatitis)

• Sekret endoserviks yang purulen

(31)

Infection

Terapi nya termasuk :

Antibiotik, baik oral maupun parenteral

Intervensi bedah

(32)

Pelvic Inflammatory Disease

servisitis.

Definisi

 –

inflamasi

dari servik.

organisme penyebab - gonococcus, streptococcus, staphylococcus, organisme aerobic dan anaerobic, herpes virus, dan chlamydia.

(33)

Cervicitis

Serviks terlihat merah dan mudah berdarah ketika

disentuh dengan spatula maupun kapas lidi.

Cairan mukopurulen yang keluar berwarna hijau

kekuningan

Forms of

cervicitis--Acute and Chronic

(34)
(35)
(36)

Pelvic Inflammatory Disease

Servisitis akut.

Gejala :

Duh vagina yang Purulent, berbau.

Sensasi gatal atau perasaan terbakar.

Serviks yang merah dan membengkak.

Pelvic discomfort.

(37)

Pelvic Inflammatory Disease

Acute cervicitis.

Penilaian

Pemeriksaan fisik.

apusan sitologis.

Palapasi servik yang memberikan rasa nyeri

.

(38)

Pelvic Inflammatory Disease

Servisitis kronis.

Gejala

Distosia serviks

 –

kelahiran yang sulit.

Laserasi atau eversi dari servix.

Ulserasi dari lesi vesikuler ( ketika servisitis

(39)

Pelvic Inflammatory Disease

Assessment.

Physical examination.

Chronic cervicitis, causative organisms are

usually staphylococcus or streptococcus.

Management - manage by cauterization,

(40)

www.themegallery.com

• Endometritis adalah infeksi dari

endometrium atau desidua, dengan

perkembangannya ke jaringan miometrium and parametrium.

• Endometritis dibagi menjadi endometritis

obstetrik dan endometritis nonobstetrik.

• Pelvic inflammatory disease (PID)

merupakan penyebab endometritis non obstetrik yang paling sering

(41)

Pelvic Inflammatory Disease

Endometritis.

Etiology

 –

disebabkan oleh infeksi bacteri yang

tersering adalah staphylococci, colon bacilli, or

gonococci, trauma, septic abortion.

Tempat

 –

ligamen- ligamen uterus,

(uterosacral, broad, round) and ovarium,

(42)
(43)

Pelvic Inflammatory Disease

Salpingitis dan Oophoritis.

Definisi

 –

infeksi dari tuba fallopii dan

ovarium.

riwayat

 –

biasanya adanya yang hubungan

sexual terbaru, insersi IUD, atau baru

melahirkan atau aborsi,

organisme penyebab nya adalah :gonococcus,

chlamydia, streptococcus, dan organisme

(44)

Pelvic Inflammatory Disease

Salpingitis and Oophoritis. Tanda dan gejala.

• Nyeri perut bagian bawah diikuti dengan tanda dan gejala

dari akut abdomen yang dapat terjadi unilateral atau bilateral.

• Fever.

• Nyeri yang berat pada saat dilakukan palpasi dari servik ,

uterus, dan adnexa (Chandelier sign).

• Duh servik yang Purulent. • Leukositosis.

(45)

Pelvic Inflammatory Disease

Salpingitis and Oophoritis.

Assessment.

Pemeriksaan fisik.

Kultur Gonorrhea.

Test untuk chlamydia.

Komplikasi:

Tubal abscess.

(46)

Pelvic Inflammatory Disease

Salpingitis dan Oophoritis

Management.

Cairan IV untuk mengkoreksi dehydrasi.

suction NG bila terjadi distensi abdomen atau

ileus.

atasi gejala yang berhubungan.

Bedrest.

(47)

Acute Salpingitis

Onset biasanya segera sesudah menstruasi .

Nyeri abdomen bagian bawah menjadi lebih berat dengan bantuan adanya rebound tenderness dan adanya nyeri goyang portio.

Biasanya bilateral.

Nausea dan muntah

 –

muntah biasanya terjadi bersamaan dengan infeksi yang berat.

Pada tahap awal gejala akut abdominal sering tidak ada.

(48)

Acute Salpingitis (PID)

Suara usus biasanya ada kec. Bila ada ileus

Fever, leukositosis, and duh serviks yang mucopurulent sering terjadi

Irregular bleeding

and bacterial vaginosis sering hadir

bersamaan dengan infeksi pelvis.

(49)

Acute Salpingitis (PID)

• Infeksi ini akan menghasilkan eksudat yang difus menyebabkan

terjadinya aglutinasi, adhesi dan oklusi tuba.

 Peritonitis dapat terjadi, menyebabkan nyeri abdomen bagian atas dan adhesi

 Infeksi akut yang tidak diobati atau tidak diobati dengan

adekuat dapat menyebabkan salpingitis kronis dengan parut pada tuba dan kemungkinan adanya pembentukan adhesi  Nyeri pelvis yang kronis, menstruasi yang ireguler, dan

(50)

www.themegallery.com

PARAMETRITIS

Parametritis adalah infeksi jaringan pelvis yang dapat terjadi beberapa jalan :

Penyebaran melalui limfe dari luka serviks yang terinfeksi atau dari endometritis.

Penyebaran langsung dari luka pada serviks yang meluas sampai ke dasar ligamentum.

Penyebaran sekunder dari tromboflebitis. Proses ini dapat tinggal terbatas pada dasar ligamentum latum atau menyebar ekstraperitoneal ke semua jurusan. Jika menjalar ke atas, dapat diraba pada dinding perut

sebelah lateral di atas ligamentum inguinalis, atau pada fossa iliaka.

(51)
(52)

Pelvic Peritonitis : Inflamasi dari peritoneum yang berada di sekitar uterus dan tuba falopii, sering juga di sebut sebagai pelviperitonitis . Lain  – lain ~ Parametritis

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...