Karet Alam didunia 70% dihasilkan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Karet
Karet Alam didunia 70% dihasilkan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Karet alamalam didapat dari menyadap pohon karet Hevea Brasiliensis berupa airan karet yan! didapat dari menyadap pohon karet Hevea Brasiliensis berupa airan karet yan! disebut lateks. Karet san!at dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari mulai dari disebut lateks. Karet san!at dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari mulai dari kebutuhan rumah tan!!a hin!!a kebutuhan
kebutuhan rumah tan!!a hin!!a kebutuhan industri. Kebanyakan karet di!unakanindustri. Kebanyakan karet di!unakan dalam pembuatan selan! dan ban mobil "sekitar #0% lebih$.
dalam pembuatan selan! dan ban mobil "sekitar #0% lebih$.
Jenis jenis karet:
Jenis jenis karet:
CrepesCrepes berasal dari lateks, lump karet, atau && yan! berkualitas rendah. 'ara berasal dari lateks, lump karet, atau && yan! berkualitas rendah. 'ara pem
pembuabuatantannynya a mirimirip p denden!an !an &&& & yayan! n! berberbedbeda a adadalaalah h menmen!hi!hilanlan!ka!kan n (ar(arnana okelat tua dari karet kerin!. Kemudian hasilnya adalah karet yan! ber(arna putih okelat tua dari karet kerin!. Kemudian hasilnya adalah karet yan! ber(arna putih yan! di!ilin! men!unakan mesin pen!ilin! men)adi
yan! di!ilin! men!unakan mesin pen!ilin! men)adi lembaran tipis repes.lembaran tipis repes. Lateks
Lateks adalah karet adalah karet alam yan! diampur den!an ammonia. alam yan! diampur den!an ammonia. Kebanyakan lateksKebanyakan lateks
yan! berasal dari pohon mempunyai kadar karet *#+*%. -ateks kebun ini kemudian yan! berasal dari pohon mempunyai kadar karet *#+*%. -ateks kebun ini kemudian bisa dikentalkan den!an men!unakan mesin sentriu!al untuk menin!katkan kadar bisa dikentalkan den!an men!unakan mesin sentriu!al untuk menin!katkan kadar karetnya men)adi sekitar /0%. Karet den!an kadar /0% inilah
karetnya men)adi sekitar /0%. Karet den!an kadar /0% inilah yan! kita sebut karetyan! kita sebut karet
pekat. "speiikasi karet pekat$. Komposisi lateks pekat pekat. "speiikasi karet pekat$. Komposisi lateks pekat RSS: Ribbed Smoked Sheet
RSS: Ribbed Smoked Sheet adalah lateks yan! di!umpalkan den!an menampur adalah lateks yan! di!umpalkan den!an menampur den!an asam. Kemudian dipanaskan dan diasap di ruan! asap. Karena proses den!an asam. Kemudian dipanaskan dan diasap di ruan! asap. Karena proses pen!asapan ini, produt ini disebut ibbed smoked &heet "-embaran karet yan! pen!asapan ini, produt ini disebut ibbed smoked &heet "-embaran karet yan! dipoton! dan diasap$. 1i!unakan untuk membuat ban dan selan! tube untuk mesin. dipoton! dan diasap$. 1i!unakan untuk membuat ban dan selan! tube untuk mesin. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang Ribbed Smoked Sheet?
Ingin mengetahui lebih lanjut tentang Ribbed Smoked Sheet? Klik SiniKlik Sini
TSR: Technical Specified Rubber
TSR: Technical Specified Rubber :: -ateks karet di!umpalkan terus dihaluskan dan -ateks karet di!umpalkan terus dihaluskan dan
dipanaskan untuk di!unakan untuk membuat ban, selan! tube untuk mesin. T& dipanaskan untuk di!unakan untuk membuat ban, selan! tube untuk mesin. T& disebut )u!a blok rubber, pembuatannya membutuhkan mesin yan! ukup komple2 disebut )u!a blok rubber, pembuatannya membutuhkan mesin yan! ukup komple2 dan tena!a listrik
dan tena!a listrik yan! ukup besar.yan! ukup besar. T&
T& didibeberbrba!a!ai ai 3e3e!a!arara T&T& nynya a MaMalaylaysisia a didisesebubutt SMRSMR "&tan"&tandard dard MalayMalaysiansian ubb
ubber$4 T& nya er$4 T& nya &in!a&in!apur disebutpur disebut SSRSSR "&tandard &in!apore ubber$4 T& nya "&tandard &in!apore ubber$4 T& nya Ind
Indoneonesia sia disdisebuebutt SIRSIR "&tandard Indonesian ubber$4 T& nya Thailand disebut "&tandard Indonesian ubber$4 T& nya Thailand disebut TTR
Macam Macam Pohon Karet
Macam Macam Pohon Karet
Hevea rasiliensis: Hevea rasiliensis:
5opular seba!ai karet alam yan! diper)ual belikan 6 asal
5opular seba!ai karet alam yan! diper)ual belikan 6 asal dari brasildari brasil Palaguium gatta
Palaguium gatta Asal
Asal dari dari Malaysia Malaysia 6 6 &tabil &tabil terhadap terhadap air air 6 6 1i!unakan 1i!unakan untuk untuk kabel kabel ba(ah ba(ah air air dandan resin sintesis
resin sintesis !"era #ostulata !"era #ostulata
-ateks asal dari Malaysia 6 bahan dasar permen karet dan bahan perekat untuk ikat -ateks asal dari Malaysia 6 bahan dasar permen karet dan bahan perekat untuk ikat pin!!an! "
pin!!an! "
$ccacia senegal $ccacia senegal Asal
Asal pantai barat pantai barat arika arika 6 6 mudah larut mudah larut di di air air 6 6 banyak di!unakan banyak di!unakan dalam pembuatandalam pembuatan tinta, perekat peran!ko, dan pembuatan tablet dan pil.
tinta, perekat peran!ko, dan pembuatan tablet dan pil. %untumia elastic
%untumia elastic Asal
Asal Arika Arika Barat Barat 6 6 karet karet untumia untumia lebih lebih halus halus dibandin!kan dibandin!kan Hevea Hevea Brasiliensis Brasiliensis 66 Ban
Banyayak k ditditanaanam m di di asiasia a tenten!!a!!ara ra 6 6 biabias s dikdikerierin!kn!kan an karkaret et beber(ar(arna rna tratranspnsparaarann sedan!kan karet kerin! hevea brasiliensis ber(arna okelat
sedan!kan karet kerin! hevea brasiliensis ber(arna okelat !elap.!elap.
Pemakaian Karet didunia
Pemakaian Karet didunia
AdaAda dua dua )enis )enis karet karet karet karet alam alam yan! yan! diambil diambil dari dari pohon pohon karet karet dan dan karet karet sintesissintesis yan! dibuat
yan! dibuat dari dari derivderivati ati minyaminyak k bumi. 5emakaiabumi. 5emakaian n !abu!abun!an keduanyn!an keduanya a banybanyakak di!unakan untuk membuat ban, selan!, kabel, dan insulator. Misalnya pada ban di!unakan untuk membuat ban, selan!, kabel, dan insulator. Misalnya pada ban di!unakan komposisi 8#% karet sintesis dan ## % karet alam.
di!unakan komposisi 8#% karet sintesis dan ## % karet alam. 1ikar
1ikarenakenakan an pembpembuatan karet uatan karet sintesintesis sis men!men!unakunakan an bahan dasar bahan dasar minyminyak ak bumi,bumi, kenaikan har!a minyak bumi memiu kenaikan har!a karet sintesis. Karet sintesis kenaikan har!a minyak bumi memiu kenaikan har!a karet sintesis. Karet sintesis dan karet alam adalah baran! omplementary, artinya keduanya harus di!unakan dan karet alam adalah baran! omplementary, artinya keduanya harus di!unakan bersamaan, karena itu kenaikan har!a karet sintesis )u!a memiu kenaikan har!a bersamaan, karena itu kenaikan har!a karet sintesis )u!a memiu kenaikan har!a
karet alam. &eara tidak lan!sun! kenaikan minyak bumi akan memiu kenaikan karet alam. &eara tidak lan!sun! kenaikan minyak bumi akan memiu kenaikan har!a karet alam
Karet lembaran asap bergaris
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa
Gambar karet lembaran asap bergaris. Disebut ribbed karena adanya motif bergaris-garis di permukaannya
Karet lembaran asap bergaris ( bahasa Inggris: Ribbed Smoked Sheet (RSS)) adalah salah satu jenis produk olahan yang berasal dari lateksgetah tanaman karet Hevea brasiliensis yang diolah se!ara teknik mekanis dan kimia"i dengan pengeringan menggunakan rumah asap serta mutunya memenuhi standard The Green Book dan konsisten #$%. &rinsip pengolahan jenis
karet ini adalah mengubah lateks kebun menjadi lembaran-lembaran ( sheet ) melalui proses penyaringan, pengen!eran, pembekuan, penggilingan serta pengasapan #'%. eberapa faktor
penting yang memengaruhi mutu akhir pada pengolahan ** diantaranya adalah pembekuan atau koagulasi lateks, pengasapan dan pengeringan. +aret lembaran asap bergaris digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan ban kendaraan bermotor, khususnya jenis ban radial#%.
Daftar isi
• $ &roses &engolahan
o $.$ &enerimaan ateks +ebun
o $.' &engen!eran o $. &embekuan o $. &enggilingan o $./ &engasapan o $.0 *ortasi • ' +elas 1utu
o '.$ ** $
o '.' ** '
o '. **
o '. **
o './ ** /
• 2aktor yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lembaran
• ujukan
Proses Pengolahan
Penerimaan Lateks Kebun
3ahap a"al dalam pengolahan karet lembaran asap bergaris adalah penerimaan lateks kebun dari pohon karet yang telah disadap.#butuh rujukan% ateks pada mangkuk sadap dikumpulkan
dalam suatu tempat kemudian disaring untuk memisahkan kotoran serta bagian lateks yang telah mengalami prakoagulasi.#butuh rujukan% *etelah proses penerimaan selesai, lateks kemudian
dialirkan ke dalam bak koagulasi untuk proses pengen!eran dengan air yang bertujuan untuk menyeragamkan +adar +aret +ering (+++).#butuh rujukan%
Pengenceran
3ujuan pengen!eran adalah untuk memudahkan penyaringan kotoran serta menyeragamkan kadar karet kering sehingga !ara pengolahan dan mutunya dapat dijaga tetap. &engen!eran dapat dilakukan dengan penambahan air yang bersih dan tidak mengandung unsur logam, p4 air antara /.5-5.6, kesadahan air maks. 0o serta kadar bikarbonat tidak melebihi 6.6 7.
&engen!eran dilakukan hingga +++ men!apai $'-$/ 7. ateks dari tangki penerimaan dialirkan melalui talang dengan terlebih dahulu disaring menggunakan saringan aluminium
#%.
ateks yang telah dibekukan dalam bentuk lembaran-lembaran (koagulum)
Pembekuan
&embekuan lateks dilakukan di dalam bak koagulasi dengan menambahkan 8at koagulan yang bersifat asam. &ada umunya digunakan larutan asam formatasam semut atau asam
asetat asam !uka dengan konsentrasi $-'7 ke dalam lateks dengan dosis mlkg karet kering#/%. 9umlah tersebut dapat diperbesar jika di dalam lateks telah ditambahkan 8at
antikoagulan sebelumnya. &enggunaan asam semut didasarkan pada kemampuannya yang !ukup baik dalam menurunkan p4 lateks serta harga yang !ukup terjangkau bagi kebun dan petani karet dibandingkan bahan koagulan asam lainnya. 3ujuan dari penambahan asam
adalah untuk menurunkan p4 lateks pada titik isoelektriknya sehingga lateks akan membeku atau berkoagulasi, yaitu pada p4 antara ./-.#0%. ;sam dalam hal ini ion 4< akan bereaksi
dengan ion =4- pada protein dan senya"a lainnya untuk menetralkan muatan listrik sehingga terjadi koagulasi pada lateks.#butuh rujukan% &enambahan larutan asam diikuti dengan pengadukan
agar ter!ampur ke dalam lateks se!ara merata serta membantu memper!epat proses
pembekuan. &engadukan dilakukan dengan 0-$6 kali maju dan mundur se!ara perlahan untuk men!egah terbentuknya gelembung udara yang dapat mempegaruhi mutu sheet yang
dihasilkan. +e!epatan penggumpalan dapat diatur dengan mengubah perbandingan lateks, air dan asam sehingga diperoleh hasil bekuan atau disebut juga koagulum yang bersih dan kuat.
#butuh rujukan% ateks akan membeku setelah 6 menit. &roses selanjutnya ialah pemasangan plat
penyekat yang berfungsi untuk membentuk koagulum dalam lembaran yang seragam.#butuh rujukan%
&roses penggilingan koagulum menjadi lembaran ( sheet )
Penggilingan
&enggilingan dilakuan setelah proses pembekuan selesai.#butuh rujukan% 4asil bekuan atau
koagulum digiling untuk mengeluarkan kandungan air, mengeluarkan sebagian serum, membilas, membentuk lembaran tipis dan memberi garis batikan pada lembaran. >ntuk memperoleh lembaran, koagulum digiling dengan beberapa gilingan rol li!in, rol belimbing dan rol motif (batik).#butuh rujukan% *etelah digiling, lembaran di!u!i kembali dengan air bersih
untuk menghindari permukaan yang berlemak akibat penggunaan bahan kimia,
membersihkan kotoran yang masih melekat serta menghindari agar lembaran tidak menjadi lengket saat penirisan. +oagulum yang telah digiling kemudian ditiriskan diruang terbuka dan terlindung dari sinar matahari selama $-' jam. 3ujuan penirisan adalah untuk mengurangi kandungan air di dalam lembaran sebelum proses pengasapan.#butuh rujukan% &enirisan tidak boleh
timbul "arna yang seperti karat akibat redoks. &enirisan dilakukan pada tempat teduh dan terlindung dari sinar matahari.
&roses pengasapan +aret lembaran asap bergaris dalam kamar asap
Pengasapan
3ujuan pengasapan adalah untuk mengeringkan lembaran, memberi "arna khas !okelat dan menghambat pertumbuhan jamur pada permukaan #/%. asap yang dihasilkan dapat
menghambat pertumbuhan jamur pada permukaan lembaran karet. 4al ini disebabkan asap mengandung 8at antiseptik yang dapat men!egah pertumbuhan mikroorganisme#%. suhu yang
digunakan di dalam kamar asap adalah sebagai berikut :
$. 4ari pertama, pengasapan dilakukan dengan suhu kamar asap sekitar 6-/ o?.
'. 4ari kedua, pengasapan dengan suhu kamar asap men!apai /6-//o?.
. 4ari ketiga sampai berikutnya, pengasapan dengan suhu kamar asap men!apai //-06
o?.
&ada hari pertama dibutuhkan asap yang lebih banyak untuk pembentukan "arna. >ntuk memperbanyak asap dapat digunakan jenis kayu bakar (umumnya menggunakan kayu karet) yang masih basah. &ada hari kedua lembaran harus dibalik untuk melepaskan lembaran yang lengket terhadap gantar dan juga agar sisi lain lembaran bisa terkena asap sehingga
pengasapan merata. 1ulai hari ketiga dan seterusnya yang dibutuhkan adalah panas guna memperoleh tingkat kematangan yang tepat.#butuh rujukan%
Sortasi
embaran yang telah matang dari kamar asap diturunkan kemudian ditimbang dan di!atat dalam arsip produksi. &roses sortasi dilakukan se!ara @isual berdasrkan "arna, kotoran, gelembung udara, jamur dan kehalusan gilingan yang menga!u pada standard yang terdapat pada *AI 60-666$-$B5. *e!ara umum lembaran diklasifikasikan dalam mutu ** $, ** ',
** , ** , ** / dan ?utting. ?utting merupakan potongan dari lembaran yang terlihat masih mentah, atau terdapat gelembung udara hanya pada sebagian ke!il, sehingga dapat digunting#%.
Kelas Mutu
RSS 1
+elas ini harus memenuhi persyaratan yaitu, lembaran yang dihasilkan harus benar-benar kering, bersih, kuat, tidak ada !a!at, tidak berkarat, tidak melepuh serta tidak ada benda- benda pengotor. 9enis ** $ tidak boleh ada garis-garis pengaruh dari oksidasi, lembaran
lembek, suhu pengeringan terlalu tinggi, belum benar-benar kering, pengasapan berlebihan, "arna terlalu tua serta terbakar. ila terdapat gelembung-gelembung berukuran ke!il
(seukuran jarum pentul) masih diperkenankan, asalkan letaknya tersebar merata.
&embungkusan harus baik agar tidak terkontaminasi jamur. 3etapi, bila se"aktu diterima terdapat jamur pada pembungkusnya, masih dapat dii8inkan asalkan tidak masuk ke dalam karetnya.#butuh rujukan%
RSS 2
+elas ini tidak terlalu banyak menuntut kriteria.#butuh rujukan% *tandar ** ' hasilnya harus
kering, bersih, kuat, bagus, tidak !a!at, tidak melepuh dan tidak terdapat kotoran. embaran tidak diperkenankan terdapat noda atau garis akibat oksidasi, lembaran lembek, suhu
pengeringan terlalu tinggi, belum benar-benar kering, pengasapan berlebihan, "arna terlalu tua serta terbakar. embaran kelas ini masih menerima gelembung udara serta noda kulit pohon yang ukurannya agak besar (dua kali ukuran jarum pentul). Cat-8at damar dan jamur pada pembungkus, kulit luar bandela atau pada lembaran di dalamnya masih dapat ditorerir.
3etapi bila sudah melebihi /7 dari bandela, maka lembaran akan ditolak.#butuh rujukan%
RSS 3
*tandar karet ** harus kering, kuat, bagus, tidak !a!at, tidak melepuh dan tidak terdapat kotoran.#butuh rujukan% ila terdapat !a!at "arna, gelembung udara besar (tiga kali ukuran jarum
pentul), ataupun noda-noda dari kulit tanaman karet, masih ditorerir. Aamun, tidak diterima jika terdapat noda atau garis akibat oksidasi, lembaran lembek, suhu pengeringan terlalu
tinggi, belum benar-benar kering, pengasapan berlebihan, "arna terlalu tua serta terbakar. 9amur yang terdapat pada pembungkus kulit luar bandela serta menempel pada lembaran tidak menjadi masalah, asalkan jumlahnya tidak melebihi $67 dari bandela dimana !ontoh diambil.#butuh rujukan%
RSS 4
*tandar karet ** harus kering, kuat, tidak !a!at, tidak melepuh serta tidak terdapat pasir atau kotoran luar.#butuh rujukan% ang diperkenankan adalah bila terdapat gelembung udara
ke!il-ke!il sebesar kali ukuran jarum pentul, karet agak rekat atau terdapat kotoran kulit pohon asal tidak banyak. 1engi8inkan adanya noda-noda asalkan jernih. embaran lembek, suhu pengeringan terlalu tinggi dan karet terbakar tidak bisa diterima. ahan damar atau jamur
kering pada pembungkus kulit bagian luar bandela serta pada lembaran, asalkan tidak melebihi '67 dari keseluruhan masih mungkin untuk kelas ** .#butuh rujukan%
RSS
+aret yang dihasilkan harus kokoh, tidak terdapat kotoran atau benda asing, ke!uali yang diperkenankan.#butuh rujukan% Dibanding dengan kelas ** yang lain ** / adalah yang terendah
standarnya. intik-bintik, gelembung ke!il, noda kulit pohon yang besar, karet agak rekat, kelebihan asap dan sedikit belum kering masih termasuk dalam batas toleransi.#butuh rujukan%
lembaran, asalkan tidak melebihi 67 dari keseluruhan masih mungkin untuk kelas ** /. &engeringan pada suhu tinggi dan bekas terbakar tidak diperkenankan untuk jenis kelas ini #'%.
!aktor "ang perlu #iperhatikan #alam pengolahan
lembaran
eberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lembaran antara lain :
$. ateks yang berasal dari tumbuhan muda, pada umumnya menghasilkan karet lembaran yang lekat atau lengkat, lembek serta mudah mengalami pemuluran saat digantung dalam kamar asap. +emudian, lateks yang berasal dari tanaman yang sudah lama tidak disadap, menghasilkan karet lembaran yang mudah sobekrapuh. =leh sebab itu, manajemen penyadapan yang baik perlu dilakukan agar lateks kebun yang disadap sesuai dengan kriteria bahan baku pembuatan lembaran #5%.
'. +ebersihan lateks mulai dari kebun hingga pabrik pengolahan harus senantiasa dijaga agar diperoleh hasil produk yang sesuai dengan standard. 3erutama untuk peralatan penyadapan termasuk pisau sadap, talang lateks, mangkuk, ember pengumpul dan alur
sadap sendiri, harus bebas dari kotoran serta slab sisa penyadapan sebelumnya.
. >ntuk tangki penerima yang jauh dari pabrik hendaknya ditambahkan bahan anti koagulan seperti amoniak .#butuh rujukan% &enambahan antikoagulan diusahakan tidak
melebihi batas yang ditetapkan untuk men!egah pemakaian asam semut yang terlalu banyak pada proses pembekuan. &ada saat pengangkutan sebaiknya dihindari dari
sinar matahari serta panas berlebih untuk menghindai prakoagulasi serta pembentukan gelembung.
. &emberian bahan penggumpal (koagulan) seperti asam yang berlebih atau terlalu banyak akan menyebabkan koagulum menjadi keras dan sulit untuk digiling,
sedangkan jika pemberian kurang maka koagulum akan menjadi lunak, membubur atau tetap en!er (tidak menggumpal).#butuh rujukan% Dalam proses penggumpalan, larutan
asam dimasukkan perlahan-lahan se!ara merata, kemudian diaduk perlahan hingga homogen (seragam). 3ebal karet lembaran yang tidak merata dapat disebabkan karena pen!ampuran lateks dan asam yang tidak seragam, pemberian asam yang tidak !ukup,
lateks terlalu en!er, atau letak bak yang miring. Gelembung gas yang timbul dalam karet lembaran dapat disebabkan karena penggumpalan terjadi terlalu !epat dengan menggunakan asam yang berlebih, atau asam yang terlalu pekat, penyaringan yang kurang baik, "aktu penggumpalan terlalu lama dan kurang sempurna. ;pabila lateks telah menggumpal sempurna, maka di atas gumpalan tersebut digenangi air untuk men!egah terjadinya oksidasi dengan udara yang dapat mengakibatkan timbulnya ber!ak-ber!ak hitam pada permukaan koagulum #5%.
/. &enggilingan lembaran dilakukan untuk memisahkan sebagian besar air yang terkandung dalam gumpalan.#butuh rujukan% Dengan penggilingan permukaan lembaran
akan menjadi semakin besar, sehingga akan memper!epat pengeringan. +e!epatan penggilingan berbeda-beda antara satu rol dengan rol lainya, semakin maju maka
putaran menjadi lebih ke!il. +e!epatan giling serta jarak antar !elah dapat
memengaruhi hasil gilingan lembaran. embaran yang mudah sobek dapat disebabkan karena ke!epatan maju yang tidak tepat atau perbedaan !elah antara dua !elah yang berurutan terlalu besar #5%.
&ada saat pengasapan dan pengeringan harus diperhatikan beberapa faktor seperti berikut agar kesalahan dalam pembuatan lembaran dapat dihindari serta diperoleh kualitas yang baik. eberapa faktor kesalahan yang dapat terjadi antara lain :
$. +aret lembaran yang lembek (ta!ky), dan molor (memanjang) ini dapat disebabkan karena suhu di dalam ruang asap terlalu tinggi. +emudian ber!ak E ber!ak tar pada permukaan lembaran, dapat disebabkan karena kayu bakar yang digunakan
mengandung bahan tar yang tinggi, kondensasi uap air yang mengandung tar, atau dibagian atap ruang asap yang terbuat dari genting atau seng jatuh pada permukaan karet lembaran#B%.
'. Warna yang tidak seragam dapat disebabkan karena ke!epatan pengeringan,
penggunaan bahan kimia seperti natrium bisulfit yang tidak merata sehingga "arna lembaran menjadi lebih muda atau pengisian karet lembaran dalam rumah asap yang terlalu padat#B%.
. apisan tipis ber"arna abu-abu !okelat (rustines) dapat disebabkan oleh adanya mikroorganisme pada lembaran karet sebagai akibat dari penggantungan yang terlalu lama ditempat yang lembap. Dapat juga disebabkan karena sistem @entilasi yang kurang baik, sehingga jamur dapat tumbuh dengan baik pada ruang yang suhunya rendah diba"ah 6 o?. =leh sebab itu, suhu harus dinaikkan pada pengeringan hari pertama dan @entilasi diatur dengan baik #B%.
. Gelembung gas juga dapat terjadi karena kesalahan pada rumah pengasapan. *eperti, pengeringan yang berlangsung sangat lambat karena suhu rendah, kenaikan suhu yang
terlalu !epat, atau suhu terlalu tinggi lebih dar 06 o?. selain itu pengeringan pada suhu
yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan karet lembaran menjadi lengket #B%.
/. abu yang melekat di dalam karet lembaran dapat disebabkan olah api yang terlalu besar, sehingga abu terba"a oleh asap yang masuk ke ruang asap#B%.
*edangkan faktor yang memengaruhi kualitas lembaran dalam ruang sortasi adalah timbulnya jamur atau kapang pada permukaan lembaran.#butuh rujukan% +apang dapat timbul apabila karet
lembaran tidak segera disortasi dan dikemas.#butuh rujukan% uang sortasi harus bersih dan kering.
Gulungan-gulungan harus disusun di atas papan kayu dan dalam penyusunannya tidak boleh lebih dari empat susun.#butuh rujukan%
Ru$ukan
$. % #3im &enulis &*. '66/. +aret F *trategi &emasaran udidaya dan &engolahannya. &enebar *"adaya, 9akarta.%
'. % a b #De"an *tandardisasi Aasional Indonesia. $B5. *AI 60-666$-$B5 ?on@entional ubber. *tandardisasi Aasional Indonesia, 9akarta%
. % #3ri"ijoso, *ri >tami. $BB/. &engetahuan >mum 3entang +aret 4e@ea. Dalam +umpulan 1akalah : In 4ouse 3raining, &engolahan ateks &ekat dan +aret 1entah. Ao : $. alai &enelitian 3eknologi +aret ogor, ogor.%
. % a b #*useno, s. *u"arti.$B5B. &edoman 3eknis &engolahan +aret *it ang
Diasap (ibbed *moked *it). alai &enelitian &erkebunan ogor, ogor.%
/. % a b #Goutara. $B5/. Dasar &engolahan +aret. ;gro Industri &ress Departemen
3eknologi Industri &ertanian, ogor.%
0. % #Cuhra, ?ut 2atima. '660. +aret. +arya 3ulis Ilmiah. Departemen +imia 2akultas 1atematika dan Ilmu &engetahuan ;lam. >ni@ersitas *umatera >tara. 1edan.%
. % #*useno, s. *u"arti.$B5B. &edoman 3eknis &engolahan +aret *it ang Diasap (ibbed *moked *it). alai &enelitian &erkebunan ogor, ogor%
5. % a b ! #;nonim. $BB. +umpulan &edoman &engolahan +aret (uku I, II, III,
I, , I, II). 3im *tandardisasi &engolahan +aret. Direktorat 9endral &erkebunan, 9akarta. %
B. % a b ! d e#;nonim. '66. &edoman &enanganan &as!a &anen +aret. Dire ktorat 9enderal &engolahan Dan &emasaran 4asil &ertanian. Departemen &ertanian, 9akarta.%
Proses &erbentukn"a Lateks
*eperti yang telah dijelaskan lateks berasal dari partikel karet yang dilapisi protein dan fosfolipid. &rotein ini akan memberikan muatan negatif yang mengelilingi partikel karet
sehingga men!egah terjadinya interaksi antara sesama partikel karet, dengan demikian sistem koloid lateks akan tetap stabil. Aamun dengan adanya mikroorganisme maka protein yang terdapat dalam partikel karet akan rusak dan terjadilah interaksi antara partikel karet
membentuk flokulasi atau gumpalan. &embekuan atau koagulasi bertujuan untuk
mempersatukan (merapatkan) butir-butir karet yang terdapat dalam !airan lateks, supaya menjadi suatu gumpalan atau koagulum. >ntuk membuat koagulum ini, lateks perlu dibubuhi bahan pembeku (koagulan) seperti asam semut atau asam !uka. ateks segar yang diperoleh
dari hasil sadapan mempunyai p4 0,/. ;gar dapat terjadi penggumpalan atau koagulasi, p4 yang mendekati netral tersebut harus diturunkan sampai p4 ,.
Di dalam proses penggumpalan lateks, terjadi perubahan sol ke gel dengan pertolongan 8at penggumpal. &ada sol karet terdispersi di dalam serum, tetapi pada gel karet di dalam lateks.
&enggumpalan dapat terjadi dengan penambahan asam (menurunkan p4), sehingga koloid karet men!apai titik isoelektrik dan terjadilah penggumpalan.
&eranan p4 sangat menentukan mutu karet. &enggumpalan pada p4 yang sangat rendah mengakibatkan "arna karet semakin gelap dan nilai modulus karet semakin rendah.
*ebaliknya keuntungannya, masa pemeraman singkat dan &I dapat dipertahankan setinggi mungkin. &enambahan elektrolit yang bermuatan positif juga dapat menetralkan muatan negatif dari partikel karet dan menggumpalkan karet.
$. 3' Klasifikasi Karet
(enis Karet )lam
;da beberapa ma!am karet alam yang dikenal, diantaranya merupakan bahan olahan. ahan olahan ada yang setengah jadi atau sudah jadi. ;da juga karet yang diolah kembali
berdasarkan bahan karet yang sudah jadi. 9enis-jenis karet alam yang dikenal luas adalah :
$. a. Bahan olah karet
ahan olah karet adalah lateks kebun serta gumpalan lateks kebun yang diperoleh dari pohon karet he@ea brasiliensis. eberapa kalangan mengatakan bah"a bahan olah karet bukan
produksi perkebunan besar, melainkan merupakan bokar (bahan olah karet rakyat) karena biasanya diperoleh dari petani yang mengusahakan kebun karet.
1enurut pengolahannya bahan olah karet dibagi menjadi ama!am :
$. ateks kebun adalah !airan getah yang didapat dari bidang sadap pohon karet. ?airan getah ini belum mengalami penggunpalan entah itu dengan tambahan atau tanpa bahan pemantap (8at antikoagulan).
'. *heet angin adalah bahan olah karet yang dibuat dari lateks yang sudah disaring dan digumpalkan dengan asam semut, berupa karet sheet yang sudah digiling tetapi belum jadi.
. *lab tipis adalah bahan olah karet yang terbuat dari lateks yang sudah digumpalkan dengan asam semut
. ump segar adalah bahan olah karet yang bukan berasal dari gumpalan lateks kebun yang terjadi se!ara alamiah dalam mangkuk penampung.
$. b. Karet alam konvensional
;da beberapa ma!am karet olahan yang tergolong karet alam kon@ensional. jenis ini pada dasarnya hanya terdiri dari golongan karet sheet dan !repe. 9enis-jenis karet alam yang tergolong kon@ensional adalah sebagai berikut :
$. Ribbed smoked sheet (**) adalah jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapat proses pengasapan dengan baik.
'. White crepe dan pale crepe adalah jenis !repe yang ber"arna putih atau muda dan ada yang tebal dan tipis.
. Estate brown crepe adalah jenis !repe yang ber"arna !okelat dan banyak dihasilkan oleh perkebunan-perkebunan besar atau estate.
. ompo crepe adalah jenis !repe yang dibuat dari bahan lump, s!rap pohon, potongan- potongan sisa dari ** atau slab basah.
/. Thin brown crepe remilis adalah !repe !oklat yang tipis karena digiling ulang.
0. Thick blanket crepes ambers adalah !repe blanket yang tebal dan ber"arna !oklat, biasanya dibuat dari slab basah, sheet tanpa proses pengasapan dan lump serta s!rap
dari perkebunan atau kebun rakyat yang baik mutunya. *!rap tanah tidak boleh digunakan.
. !lat bark crepe adalah karet tanah atau earth rubber, yaitu jenis !repe yang dihasilkan dari s!rap karet alam yang belum diolah, termasuk s!rap tanah yang ber"arna hitam
5. "ure smoked blanket crepe adalah !repe yang diperoleh dari penggilingan karet asap yang khusus berasal dari **, termasuk juga blo!k sheet atau sheet bongkah, atau dari sisa pemotongan **. 9enis karet lain atau bahan bukan karet tidak boleh digunakan.
B. #$$ crepe adalah !repe yang tidak tergolong bentuk beku atau standar. iasanya tidak dibuat melelui proses pembekuan langsung dari bahan lateks yang masih segar,
melainkan dari !ontoh-!ontoh sisa penentuan kadar karet kering, lembaran-lembaran ** yang tidak bagus penggilingannya sebelum diasapi, busa-busa dari lateks, bekas air !u!ian yang banyak mengandung lateks serta bahan-bahan lain yang jelek.
ateks pekat adalah jenis karet yang berbentuk !airan pekat, tidak berbentuk lembaran atau padatan lainnya. ateks pekat dijual di pasaran ada yang dibuat melalui proses pendadihan
atau !reamed lateksdan melalui proses pemusingan atau !entrifuged lateks. iasanya lateks pekat banyak digunakan untuk pembuatan bahan- bahan karet yang tipis dan bermutu tinggi.
$. d. Karet bongkah (block rubber)
+aret bongkah adalah karet remah yang telah dikeringkan dan dikilang menjadi bandela- bandela denga ukuran yang telah ditentukan. +aret bongkah ada yang ber"arna muda dan
setiap kelasnya mempunyai kode "arna tersendiri.
$. e. Karet spesifikasi teknis (crumb rubber)
+aret spesifikasi teknis adalah karet alam yang dibuat khusus sehingga terjamin mutu teknisnya. &enetapan mutu juga didasarkan pada sifat-sifat teknis. Warna atau penilaian @isual yang menjadi dasar penentuan golongan mutu pada jenis karet sheet, !repe maupun lateks pekat tidak berlaku pada jenis ini
$. f. Tyre rubber
3yre rubber adalah bentuk lain dari karet alam yang dihasilkan sebagai barang setengah jadi sehingga bisa langsung dipakai oleh konsumen, baik untuk pembuatan ban atau barang yang menggunakan bahan baku karet alam lainnya.
$. g. Karet reklim (reclaimed rubber)
+aret reklim adalah karet yang diolah kembali dari barang-barang karet bekas, terutama ban- ban mobil bekas dan bekas ban-ban berjalan. +arenanya boleh dibilang karet reklim dalah
suatu hasil pengolahan s!rap yang sudah di@ulkanisir. iasanya karet reklim banyak dipakai sebagai bahan !ampuran sebab bersifat mudah mengambil bentuk dalam a!uan serta daya lekat yang dimilikinya juga baik.
(enis Karet Sintetis
+aret sintetis sebagian besar dibuat dengan mengandalkan bahan baku minyak bumi.
iasanya karet sintetis dibuat akan memiliki sifat tersendiri yang khas. ;da jenis yang tahan terhadap panas atau suhu tinggi, minyak, pengaruh udara bahkan ada yang kedap gas. 9enis karet sintetis diantaranya adalah:
9enis * merupakan karet sintetis yang paling banyak diproduksi dan digunakan. 9enis ini memiliki ketahanan kikis yang baik dan kalor atau panas yang ditimbulkan juga rendah.
Aamun * yang tidak diberi tambahan bahan penguat memiliki kekuatan yang lebih rendah dibandingkan @ulkanisir karet alam.
'. (butadiene rubber)
Dibanding dengan *, karet jenis lebih lemah. Daya lekat lebih rendah, dan pengolahannya juga tergolong sulit. +aret jenis ini jarang digunakan tersendiri. >ntuk
membuat suatu barang biasanya di!ampur dengan karet alam atau *.
. I (isoprene rubber) atau pol%isoprene rubber
9enis karet ini mirip dengan karet alam karena sama-sama merupakan polimer isoprene. Dapat dikatakan bah"a sifat I yang mirip sekali dengan karet alam, "alaupun tidak se!ara keseluruhan. 9enis I memiliki kelebihan lain dibanding karet alam yaitu lebih murni dalam bahan dan @iskositasnya lebih mantap.
. II (isobutene isoprene rubber )
II sering disebut butyl rubber dan hanya mempunyai sedikit ikatan rangkap sehingga
membuatnya tahan terhadap pengaruh oksigen dan o8on. II juga terkenal karena kedap gas. Dalam proses @ulkanisasinya, jenis II lambat matang sehingga memerlukan bahan
pemer!epat dan belerang. ;kibat jeleknya II tidak baik di!ampur dengan karet alam atau karet sintetis lainnya bila akan diolah menjadi suatu barang. II yang di@ulkanisir dengan damar fenolik menjadikan bahan tahan terhadap suhu tinggi serta proses pelapukanpenuaan.
/. A (n%trile butadiene rubber ) atau acrilon%trile buatadiene rubber
A adalah karet sintetis untuk kegunaan khusus yang paling banyak dibutuhkan. *ifatnya yang sangat baik adalah tahan terhadap minyak. *ifat ini disebabkan oleh adanya kandungan akrilonitril didalamnya. *emakin besar kandungan akrilonitril yang dimiliki maka daya tahan terhadap minyak, lemak dan bensin semakin tinggi tetapi elastisitasnya semakin berkurang. +elemahan A adalah sulit untuk diplastisasi. ?ara mengatasinya dengan memilih A yang memiliki @iskositas a"al yang sesuai dengan keinginan. A memerlukan pula penambahan bahan penguat serta bahan pelunak senya"a ester.
0. ? (chloroprene rubber )
? memiliki ketahanan terhadap minyak tetapi dibandingkan dengan A ketahanannya masih kalah. ? juga memiliki daya tahan terhadap pengaruh oksigen dan o8on di udara, bahkan juga terhadap panas atau nyala api. &embuatan karet sintetis ? tidak di@ulkanisasi
dengan belerang melainkan menggunakan magnesium oksida, seng oksida dan bahan pemer!epat tertentu. 1inyak bahan pelunak ditambahkan ke dalam ? untuk proses pengolahan yang baik.
. & (eth%lene prop%lene rubber )
thylene propylene rubber sering disebut &D1 karena tidak hanya menggunakan monomer etilen dan propilen pada proses polimerisasinya melainkan juga monomer ketiga atau &D1.
&ada proses @ulkanisasinya dapat ditambahkan belerang. ;dapun bahan pengisi dan bahan pelunak yang ditambahkan tidak memberikan pengaruh terhadap daya tahan. +eunggulan
yang dimiliki & adalah ketahanannya terhadap sinar matahari, o8on serta pengaruh unsur !ua!a lainnya. *edangkan kelemahannya pada daya lekat yang rendah.
$. 4' *arietas &anaman Karet
9enis @arietas yang dikembangkan untuk industri:
$. +lon I /
&otensi keunggulan :
&ertumbuhan !epat dan berpotensi sebagai penghasil lateks dan kayu.
ata
‐
rata produksi $,5 tonhatahun.ilit batang /$, !m pada umur / tahun.
+adar karet kering (+++) ,/7.
ateks sangat sesuai diolah menjadi *I W2, *I / dan *I $6.
esisten terhadap gangguan penyakit gugur daun ?olletotri!hum dan ?orynespora.
&ada daerah beriklim basah, klon I / digolongkan moderat terhadap gangguan penyakit !abang (jamur upas) dan mouldirot.
'. +lon I '
&otensi keunggulan:
&ertumbuhan !epat dan berpotensi sebagai penghasil lateks dan kayu.
ata
‐
rata produksi /,05 kgpohontahun.ilit batang /$, !m pada umur / tahun.
esisten terhadap penyakit gugur daun ?olletotri!hum, ?orynespora dan =idium.
+adar karet kering (+++) 0,/7.
ateks dapat diproses menjadi *I
‐
/.&otensi keunggulan:
&ertumbuhannya !epat dan berpotensi sebagai penghasil lateks dan kayu.
ata
‐
rata produksi ',$ tonhatahun.ilit batang 5,B !m pada umur / tahun.
ateks dapat digunakan untuk produksi *I ? dan produk **, serta *I , *I / dan *I $6'6.
?ukup tahan terhadap penyakit ?orynespora dan ?olletotri!hum.
. +aret usa ;lam
&otensi keunggulan:
+aret busa sintetis umumnya dibuat dari karet ;poliuretan karena ringan dan murah. +onsumsi busa sintetis di dalam negeri setiap tahun berkisar $B juta lembar (p miliar), busa plastik ''.666 m' (p00/ juta), dan busa jok mobil ./66 unit (p$50 juta).
&roses produksi busa sintetis berisiko tinggi karena bahan bakunya (isosianat) bera!un dan bersifat karsinogenik. +ondisi ini menyebabkan permintaan terhadap busa alam meningkat.
usa alam lebih unggul dibanding busa sintetis dalam hal kenyamanan dan umur pakai. >ntuk memberikan nilai kepegasan yang sama, busa alam hanya memerlukan
ketebalan sepertiga dari busa sintetis.
$. ' Pengelompokkan +n#ustri Karet Dan Barang Karet
$. +elompok Industri 4ulu
okar (bahan olahan karet)
+ayu karet
$. +elompok Industri ;ntara
?rumb rubber ( karet lemah )
*heet **
etak pekat
3hin pole !repe
$. +elompok Industri 4ilir
an dan produk terkait serba ban dalam
arang jadi karet untuk keperluan industri
arang karet untuk keperluan
;las kaki dan komponennya
arang jadi karet untuk penggunaan umum
;lat kesehatan dan aboratorium
$. ,' Persiapan Bahan Baku +n#ustri Karet #an Lateks
4al yang pertama adalah pemilihan bahan baku' >ntuk menghasilkan pohon karet yang baik perlu diperhatikan:
*uhu udara yang baik bagi pertumbuhan tanaman antara '
‐
'5 derajat ?.+elembaban tinggi sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman karet.
?urah hujan optimal antara $./66
‐
'.666 mmtahun.3anaman karet memerlukan lahan dengan penyinaran matahari antara /
‐
jamhari.4asil karet maksimal didapatkan jika ditanam di tanah subur, berpasir, dapat melalukan air dan tidak berpadas (kedalaman padas yang dapat ditolerir adalah '
‐
meter).3anah >ltisol yang kurang subur banyak ditanami tanaman karet dengan pemupukan dan pengelolaan yang baik. 3anah latosol dan alu@ial juga dapat ditanami karet.
+easaman tanah yang baik antara p4 /
‐
0 (batas toleransi ‐
5)+etinggian ahan, tanaman karet tumbuh dengan optimum pada ketinggian '66 m dpl.
Dalam pemilhan bahan baku dilakukan diagnosis lateks. Diagnosis lateks penting untuk menggambarkan tingkat tekanan fisiologis dan pengaruhnya terhadap kesehatan tanaman. Dalam diagnosis lateks diamati kadar sukrosa, kadar fosfat anorganik (2;), dan kadar tiol.
+adar sukrosa lateks berkaitan erat dengan tingkat eksploitasi yang diterapkan. +andungan *ukrosa dalam pembuluh lateks semakin menurun dengan meningkatnya intensitas
eksploitasi, ambang batas nilai sukrosa adalah m1, apabila intensitas eksploitasi
ditingkatkan sehingga kadar sukrosa di ba"ah m1 maka akan menimbulkan kekosongan bahan penyusun (perkusor) lateks (isoprena).
2osfat anorganik (2;) adalah indikator bagi akti@itas metabolik, dalam hal ini
menggambarkan kemampuan tanaman mengubah bahan baku (sukrosa) menjadi partikel karet.
+adar 3iol (-*4) merupakan indikasi penting yang berhubungan dengan kerentanan fisiologis lateks terutama pada kejadian kering alur sadap (+;*). 2ungsi tiol adalah
mengaktifkan en8im-en8im yang berperan dalm kondisi !ekaman lingkungan, dan status tiol menunjukkan respons tanaman terhadap tekanan eksploitasi. +adar tiol berbanding terbalik dengan intensitas eksploitasi. *emakin tinggi intensitas eksploitasi, maka semakin rendah kadar tiol.
$. -' Proses +n#ustri Karet #an Lateks
3ahap pengolahan ?rumb ubber meliputi :
$. &eremahan
+omponen yang telah mengalami penuntasan selama $6-$/ hari diremahkan dalam
granulator. &eremahan bertujuan untuk mendapatkan remahan yang siap untuk dikeringkan. *ifat yang dihasilkan oleh peremahan adalah mudah dikeringkan sehingga di!apai kapasitas produksi yang lebih tinggi dan kematangan remah yang sempurna.
$. &engeringan
+omponen yang terlah mengalami peremahan selanjutnya dikeringkan dalam dryer selama jam. &emasukan kotak pengering kedalam dryer $' menit sekali, suhu pengering $''o? untuk
bahan baku kompo dan $$6o? untuk proses W2. *uhu produk yang keluar dari dryer diba"ah
6o?. &engeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air sampai batas aman simpan baik
dari serangan serangga maupun mikrobiologis, en8imatis dan hidrolis. Dalam pengeringan faktor yang dapat memepengaruhi hasil adalah lamanya penuntasan, ketinggian remahan, suhu dan lama pengeringan.
$. &engepresan
&engepresan merupakan pembentukan bandela-bandela dari remah karet kering. ahan yang keluar dari pengering kemudian ditimbang seberat /kgbandela yang akan dikemas dalam kemasan *W dan ,/kgbandela untuk kemasan. *etelah itu produk dipress dengan
menggunakan mesin press bandela. >kuran hasil pengepresan 06 J 6 J $ !m.
$. &embungkusan dan &engepakan
&embungkusan dimaksudkan untuk menghindari penyerapan uap air dari lingkungan serta bebas kontaminan lain. *etelah produk dipress, kemudian disimpan diatas meja alumunium
untuk penyortiran dengan menggunakan pengutip. *etelah itu produk dibungkus dengan plastik transparan tebal 6,6 mm dan titik leleh $65o?. andela yang telah dibungkus,
kemudian dimasukkan dalam peti kemas dengan susunan saling mengun!i.
&ada saat mulai keluar dari pohon hingga beberapa jam lateks masih berupa !airan, tetapi setelah kira-kira 5 jam lateks mulai mengental dan selanjutnya membentuk gumpalan karet. &enggumpalan (prakoagulasi) dapat dibagi ' yaitu :
$. &enggumpalan spontan
'. &enggumpalan buatan
&enggumpalan spontan biasanya disebabkan oleh pengaruh en8im dan bakteri, aromanya sangat berbeda dari yang segar dan pada hari berikutnya akan ter!ium bau yang busuk. *edangkan penggumpalan buatan biasanya dilakukan dengan penambahan asam.
&rakoagulasi terjadi karena kemantapan bagian koloidal yang terkandung dalam lateks
berkurang. agian-bagian koloidal ini kemudian menggumpal menjadi satu dan membentuk komponen yang berukuran lebih besar. +omponen koloidal yang lebih ini akan membeku. Inilah yang menyebabkan terjadinya prakoagulasi.
Getah karet atau lateks sebenarnya merupakan suspensi koloidaldari air dan bahan-bahan kimia yang terkandung didalamnya. agian- bagian yang terkandung tersebut tidak larut sempurna, melainkan terpen!ar se!ara homogen atau merata di dalam air. &artikel-partikel koloidal ini sedemikian ke!il dan halusnya sehingga dapat menembus saringan.
&enyebab terjadinya prakoagualasi antara lain sebagai berikut :
$. &enambahan asam
&enambahan asam organik ataupun anorganik mengakibatkan turunnya p4 lateks tit ik isoelektriknya sehingga lateks kebun membeku (p4 lateks kebun 0,B).
'. 1ikroorganisme
ateks segar merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme,
mikroorganisme banyak terdapat dilungkungan perkebunan karet (pepohonan, udara, tanah, air atau pada alat-alat yang digunakan). 1ikroorganisme ini menghasilkan asam-asam yang menurunkan p4 men!apai titik isoelektrik sehingga ateks membeku serta menimbulkan rasa bau karena terbentuknya asam-asam yang mudah menguap (@olatile fatty a!id). ila banyak
mikroorganisme maka senya"a asam yang dihasilkan akan banyak pula.
. Iklim
;ir hujan akan memba"a 8at penyamak, kotoran dan garam yang larut dari kulit batang. Cat-8at ini akan mengkatalisis terjadingan prakoagualasi. ateks yang baru disadap juga mudah menggumpal jika terkena sinar matahari yang terik karena kestabilan koloidnya rusak oleh panas yang terjadi.
. &engangkutan
&engangkutan yang terlambat ataupun jarak yang jauh menyebabkan lateks baru tiba ditempat pengolahan pada siang hari dan sempat terkena matahari sehingga mengganggu kestabilan lateks. 9alan yang buruk atau angkutan yang tergun!ang-gun!ang mengakibatkan lateks yang diangkut terko!ok-ko!ok se!ara kuat sehingga merusak kestabilan koloid.
/. +otoran atau bahan-bahan lain yang ter!ampur
ateks akan mengalami prakoagualasi bila di!ampur dengan air kotor, terutama air yang mengandung logam atau elektrolit. &rakoagualasi juga sering terjadi karena ter!ampurnya kotoran atau bahan lain yang mengandung kapur atau asam.
eberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk men!egah terjadinya prakoagualasi antara lain sebagai berikut :
1enjaga kebersihan alat-alat yang digunakan dalam penyadapan, penampungan, maupun pengangkutan. *elama pengangkutan dari kebun ke pabrik pengolahan, lateks dijaga agar
tidak mengalami banyak gun!angan.
1en!egah pengen!eran lateks dari kebun dengan air kotor, misalnya air sungai, air saluran atau air got.
1emulai penyadapan pada pagi hari sebelum matahari terbit untuk membantu agar lateks dapat sampai ke pabrik atau tempat pengolahan sebelum udara menjadi panas.
;pabila langkah-langkah pen!egahan diatas sudah dilakukan tetapi hasilnya belum seperti yang diinginkan, maka 8at antikoagulan dapat digunakan. Cat antikoagulan ada beberapa ma!am, tetapi harus dipilih yang paling tepat. &ilihan disesuaikan dengan kondisi lokasi, harga, kadar bahaya 8at tersebut dan yang terpenting adalah kemampuan 8at tersebut dalam men!egah prakoagualasi. Dalam pemakaiannya 8at antikoagulan bias digabung untuk
menambah daya antikoagulasinya, bisa dua ma!am menjadi satu atau tiga ma!am !ampuran sekaligus. erikut ini !ontoh beberapa antikoagulan yang banyak dipakai di perusahaan atau tempat- tempat pengolahan karet.
$. *oda atau natrium karbonat (Aa'?=)
Dibanding dengan 8at antikoagulan yang lain, harga s oda atau natrium karbonat memang lebih murah. +arena itu soda banyak digunakan di pabrik-pabrik pengolahan yang sederhana. ;kan tetapi 8at ini tidak dianjurkan digunakan pada pabrik yang akan mengolah lateks
menjadi ribbed smoked sheets (**) karena sheet kering yang dihasilkan akan
bergelembung-gelembung atau bubbles. &emakaian soda aman untuk karet yang akan diolah menjadi !repe. Dosis soda yang digunakan adalah /-$6 ml larutan soda tanpa air kristal (soda ash) $67 setiap liter lateks.
'. ;monia (A4)
Cat antikoagulan ini termasuk yang paling banyak digunakan karena :
Desinfektan sehingga dapat membunuh bakteri
ersifat basa sehingga dapat mempertahankanmenaikkan p4 lateks kebun
se!ara berlebihan karena berpengaruh terhadap "arna !repe yang jadi nantinya. Dosis ammonia yang dipakai untuk men!egah terjadinya prakoagualasi adalah /-$6 ml larutan ammonia ',/7 untuk setiap liter lateks.
. 2ormaldehid
&emakaian formaldehid sebagai anti koagulan paling merepotkan dibanding 8at lainnya, karena:
+urang baik apabila digunakan di musim hujan
;pabila disimpan 8at ini akan teroksidasi menjadi asam semut atau asam format (4?4= K 4?==4) yang dapat menyebabkan pembekuan apabila di!ampur pada lateks. =leh karena itu, formaldehid yang akan digunakan terlebih dahulu harus diperiksa apakah larutan ini bereaksi asam atau tidak, apabila bereaksi asam harus dinetralkan dengan 8at yang bersifat basa seperti soda kaustik. *eteleh formaldehid bereaksi netral baru digunakan. Dosis yang
dapat dipakai adalah /-$6 ml larutan dengan kadar /7 untuk setiap liter lateks yang akan di!egah prakoagualasinya.
. Aatrium sulfit (Aa'*=)
&emakaian 8at ini sebagai 8at antikoagulan paling merepotkan, karena :
ahan ini tidak tahan lama disimpan
;pabila ingin digunakan harus dibuat terlebih dahulu
Dalam jangka "aktu sehari akan teroksidasi oleh udara menjadi natrium sulfat (Aa'*= K
Aa'*=), bila sudah teroksidasi maka sifatnya sebagai antikoagulan menjadi lenyap. *elain
sebagai antikoagulan natrium sulafit juga bias memperpanjang "aktu pengeringan dan
sebagai desinfektan. Dosis yang digunakan adalah /-$6 ml larutan berkadar $67 untuk setiap liter lateks.
&abrik atau tempat pengolahan karet yang membuat karet jenis ribbed smoked sheet (**) rata-rata menggunakan ammonia dan natrium sulfit sebagai antikoagulan. >ntuk membuat karet jenis !repe, antikoagulan yang baiasa digunakan adalah soda atau natrium sulfit.
>ntuk mendapatkan dosis antikoagulan yang paling tepat dapat di!oba dengan dosis rendah terlebih dahulu. ;pabila belum men!ukupi, maka dosis dinaikkan sedikit demi sedikit. >ntuk patokan dapat digunakan dosis seperti yang telah disebutkan diatas. Cat antikoagulan harus
diberikan se!pat mungkin setelah lateks disadap. ;pabila mungkin penambahan antikoagulan pada mangkuk- mangkuk penampung lateks perlu dilakukan, ke!uali untuk formaldehid.
Dengan !ara ini pen!egahan prakoagulasi berjalan lebih efektif. ?ara ini membutuhkan tenaga kerja tambahan untuk menaruh antikoagulan, pada setiap mangkuk pada batang karet yang disadap, berarti juga penambahan biaya.
$. /' Permasalahan "ang Dialami +n#ustri Karet #an Lateks
$. 1asih rendahnya produkti@itas tanaman dan baru sekitar 67 yang menggunakan klon unggul
'. elum terpenuhnya persediaan bibit unggul
. 1asih rendahnya kualitas bokar
. esarnya kapasitas terpasang pabrik !rumb rubber jauh melebihi ketersediaan bahan olahkaret
/. 1asih rendahnya kualitas *D1 petani dan kemitraan usaha serta akses permodalan
0. endahnya posisi ta"ar petani dalam perolehan harga
. 1asih lemahnya dukungan prasarana dan sarana
5. 10' Manfaat asil lahan Karet #an Lateks
4asil =lahan karet dan lateks memiliki banyak manfaat diantaranya :
$. +aret alam banyak digunakan dalam industri-industri barang, antara lain:
$. ahan mesin-mesin penggerak.
'. an kendaraan (dari sepeda, motor, mobil, traktor, hingga pesa"at terbang), sepatu karet, sabuk penggerak mesin besardan mesin ke!il, pipa karet, kabel, isolator, dan bahan-bahan pembungkus logam.
. ahan baku perlengkapan seperti sekat atau tahanan alat-alat penghubung dan penahan getaran, misalnya sho!k absorbers.
. ahan tahanan dudukan mesin.
/. &embuatan lapisan karet pada pintu, ka!a pintu, ka!a mobil, dan pada alat-alat lain membuat pintu terpasang kuat dan tahan getaran serta tidak tembus air.
0. &embuatan jembatan sebagai penahan getaran.
. *ambungan pipa minyak, pipa air, pipa udara, dan ma!am-ma!am oil seals banyak juga yang menggunakan bahan baku karet, "alaupun kini ada yang
menggunakan bahan plastik.
5. ;lat-alat rumah tangga dan kantor seperti kursi, lem perekat barang, selang air, kasur busa, serta peralatan tulis menulis seperti karet penghapus
menggunakan jasa karet sebagai bahan pembuat.
B. eberapa alat olahraga seperti berma!am-ma!am bola maupun peralatan permainan
$6. &eralatan dan kendaraan perang banyak yang bagian-bagiannya di buat dari karet, misalnya pesa"at tempur, tank, panser berlapis baja, truk-truk besar, dan jeep.
$$. +aret sintetis memiliki berbagai manfaat diantaranya:
$. 9enis A ( &%trile Butadiene Rubber ) biasa digunakan dalam
pembuatan pipa karet untuk bensin dan minyak, membran, seal, gasket, serta barang lain yang banyak dipakai untuk peralatan kendaraan
bermotor atau industri gas
'. 9enis ? (?hloroprene ubber) digunakan dalam pembuatan pipa karet, pembungkus kabel, seal, gasket, dan sabuk pengangkut.
. 9enis ? digunakan untuk perekat.
. 9enis II dapat dimanfaatkan untuk pembuatan ban kendaraan bermotor, juga pembalut ka"at listrik, serta pelapis bagian dalam
tangki penyimpan lemak atau minyak.
/. 9enis & dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kabel listrik.
*ebenarnya manfaat karet bagi kehidupan manusia jauh lebih banyak daripada yang telah diuraikan di atas. +aret memiliki pengaruh besar terhadap bidang transportasi, komunikasi, industri, pendidikan,
kesehatan, hiburan, dan banyak bidang kehidupan lain yang @ita l bagi kehidupan manusia. 1anfaat se!ara tak langsung pun banyak yang dapat diperoleh dari barang yang dibuat dari bahan karet.
$. 11' Solusi Limbah Lateks
Ino@asi mena"arkan kemungkinan untuk mengubah masalah yang dilematik menjadi berkah besar. *ejak lama pabrik lateks sinonim dengan bau busuk dan pen!emaran. Dengan
teknologi bio kon@ersi, bau dan pen!emaran LditukarM dengan produk-produk sampingan yang bernilai tinggi.
imbah lateks pekat merupakan polutan yang potensial jika tidak ditangani dengan baik. &engolahan limbah lateks untuk memenuhi persyaratan lingkungan semata, akan
membutuhkan biaya yang !ukup besar.
+ini limbah lateks dapat dikon@ersi se!ara mikrobiologis untuk menghasilkan berbagai produk yang bernilai tambah ekonomis tinggi seperti: I;; (hormon tumbuhan), pupuk bio
organik, dan biomassa mikroalga.
&roses biokon@ersi dapat dibuat berlangsung simultan dengan pengolahan limbah, sehingga bisa mengurangi @olume limbah dan sekaligus menghilangkan bau busuk. &upuk bio organik
yang dihasilkan terbukti dapat menghemat sampai /67 pupuk kimia pada tanaman pangan, tanaman perkebunan, serta tanaman penutup tanah.
'. 1' Pengertian +n#ustri Kulit
Industri kulit adalah industri yang mengolah kulit mentah (hides atau skins) menjadi kulit jadi atau kulit tersamak (leather) dengan menggunakan bahan penyamak. &ada proses
penyamakan, semua bagian kulit mentah yang bukan !olagen saja yang dapat mengadakan reaksi dengan 8at penyamak. +ulit jadi sangat berbeda dengan kulit mentah dalam sifat organoleptis, fisis, maupun kimia"i.
$. 2' Proses +n#ustri Kulit
Dalam industri kulit, ada tiga pokok tahapan penyamakan kulit,yaitu:
&roses &engerjaan basah (beam house).
&roses &enyamakan (tanning).
&enyelesaian akhir (2inishing).
1asing- masing tahapan ini terdiri dari beberapa ma!am proses, setiap proses memerlukan tambahan bahan kimia dan pada umumnya memerlukan banyak air, tergantung jenis kulit mentah yang dignakan serta jenis kulit jadi yang dikehendaki.
*e!ara prinsip, ditinjau dari bahan penyamak yang digunakan, maka ada beberapa ma!am penyamakan yaitu:
$. &enyamakan Aabati.
&enyamakan dengan bahan penyamakan nabati yang berasal dari tumbuhan yang
mengandung bahan penyamak misalnya kulit akasia, saga"e , tengguli, mahoni, dan kayu Nuebra!ho, eiken, gambir, the, buah pinang, manggis, dll. +ulit jadi yang dihasilkan misalnya kulit tas koper, kulit sol, kulit pelana kuda, kulit ban mesin, kulit sabuk dll.
'. &enyamakan mineral.
&enyamak dengan bahan penyamak mineral, misalnya bahan penyamak krom. +ulit yang dihasilkan misalnya kulit boks, kulit jaket, kulit glase, kulit suede, dll. Disamping itu ada pula bahan penyamak aluminium yang biasanya untuk menghasilkan kulit ber"arna putih
( misalnya kulit shuttle !o!k).
!. &enyamakan minyak.
&enyamak dengan bahan penyamak yang berasal dari minyak ikan hiu atau ikan lain,
biasanya disebut minyak kasar. +ulit yang dihasilkan misalnya: kulit berbulu tersamak, kulit !hamois ( kulit untuk lap ka!a) dll.
Dalam prakteknya untuk mendapatkan sifat fisis tertentu yang lebih baik, misalnya tahan gosok, tahan terhadap keringat dan basah, tahan bengkuk, dll, biasanya dilakukan dengan !ara kombinasi.
;da kalanya suatu pabrik penyamkan kulit hanya melaksanakan proses basah saja, proses penyamakan saja, proses penyelesaian akhir atau melakukan ' tahapan atau ketiga- tiganya
sekaligus.
*e!ara garis besar bagab tahapan proses industri penyamakan kulit sebagai berikut:
1 &ahapan proses penger$aan basah beam house
>rutan proses pada tahap proses basah beserta bahan kimia yang ditambahkan dan limbah yang dikeluarkan diantaranya:
$. Perendaman ( Soaking)
1aksud perendaman ini adalah untuk mengembalikan sifat- sifat kulit mentah menjadi seperti semula, lemas, lunak dan sebagainya. +ulit mentah kering setelah ditimbang,
kemudian direndam dalam 566- $666 7 air yang mengandung $ gram liter obat pembasah dan antisepti!, misalnya tepol, moles!al, !ysmolan dan sebagainya selama $- ' hari. +ulit dikerok pada bagian dalam kemudian diputar dengan drum tanpa air selama $ / jam, agar serat kulit menjadi longgar sehingga mudah dimasuki air dan kulit lekas menjadi basah kembali. &ekerjaan perendaman diangap !ukup apabila kulit menjadi lemas, lunak, tidak memberikan perla"anan dalam pegangan atau bila berat kulit telah menjadi ''6- '/67 dari berat kulit mentah kering, yang berarti kadar airnya mendekati kulit segar (06-0/ 7). &ada proses perendaman ini, penyebab pen!emarannya ialah sisa desinfektan dan kotoran- kotoran
yang berasal dari kulit.
'. Pengapuran ( Liming)
1aksud proses pengapuran ialah untuk:
1enghilangkan epidermis dan bulu.
1enghilangkan kelenjar keringat dan kelenjar lemak.
1enghilangkan semua 8at-8at yang bukan !ollagen yang aktif menghadapi 8at-8at penyamak.
?ara mengerjakan pengapuran, kulit direndam dalam larutan yang terdiri dari 66-66 7 air (semua dihitung dari berat kulit setelah direndam), 0-$6 7 +apur 3ohor ?a (=4)', -0 7 Aatrium *ulphida (Aa'*). &erendaman ini memakan "aktu '- hari.
Dalam proses pengapuran ini mengakibatkan pen!emaran yaitu sisa- sisa ?a (=4)', Aa'*, 8at-8at kulit yang larut, dan bulu yang terepas.
. Pembelahan (Splitting)
>ntuk pembuatan kulit atasan dari kulit mentah yang tebal (kerbau-sapi) kulit harus
beberapa lembaran dan dikerjakan dengan mesin belah (*plinting 1a!hine). elahan kulit yang teratas disebut bagian rajah (nerf), digunakan untuk kulit atasan yang terbaik. elahan kulit diba"ahnya disebut split, yang dapat pula digunakan sebagai kulit atasan, dengan diberi nerf palsu se!ara di!etak dengan mesin press (mboshing ma!hine), pada tahap penyelesaian akhir. *elain itu kulit split juga dapat digunakan untuk kulit sol dalam, krupuk kulit, lem kayu dll. >ntuk pembuatan kulit sol, tidak dikerjakan proses pembelahan karena diperlukan
seluruh tebal kulit.
. Pembuangan Kapur (eliming).
=leh karena semua proses penyamakan dapat dikatakan berlangsung dalam lingkungan asam maka kapur didalam kulit harus dibersihkan sama sekali. +apur yang masih ketinggalan akan mengganggu proses- proses penyamakan. 1isalnya :
>ntuk kulit yang disamak nabati, kapur akan bereaksi dengan 8at penyamak menjadi +alsium 3annat yang ber"arna gelap dan keras mengakibatkan kulit mudah pe!ah.
>ntuk kulit yang akan disamak krom, bahkan kemungkinan akan menimbulkan pengendapan +rom 4idroksida yang sangat merugikan.
/. Pengikisan Protein ( Bating)
&roses ini menggunakan en8im protese untuk melanjutkan pembuangan semua 8at- 8at bukan !ollagen yang belum terhilangkan dalam proses pengapuran antara lain:
*isa- sisa akar bulu dan pigment.
*isa- sisa lemak yang tak tersabunkan.
*edikit atau banyak 8at- 8at kulit yang tidak diperlukan artinya untuk kulit atasan yang lebih lemas membutuhkan "aktu proses bating yang lebih lama.
*isa kapur yang masih ketingglan.
0. Pengasaman (Pickling)
&roses ini dikerjakan untuk kulit samak dan krom atau kulit samak sintetis dan tidak
dikerjakan untuk kulit samak nabati atau kulit samak minyak. 1aksud proses pengasaman untuk mengasamkan kulit pada p4 - ,/ tetapi kulit kulit dalam keadaan tidak bengkak, agar kulit dapat menyesuaikan dengan p4 bahan penyamak yang akan dipakai nanti. *elain itu pengasaman juga berguna untuk:
1enghilangkan sisa kapur yang masih tertinggal.
1enghilangkan noda- noda besi yang diakibatkan oleh Aa'g*, dalam pengapuran agar kulit menjadi putih bersih.
2 &ahapan Proses Pen"amakan &anning
&roses penyamakan dimulai dari kulit pikel untuk kulit yang akan disamakkrom dan sintan, sedangkan untuk kulit yang akan disamak nabati dan disamak minyak tidak melalui proses pi!kling ( pengasaman).
&roses penyamakan diantaranya:
$. Penyamakan
&ada tahap penyamakan ini ada beberapa !ara yang bisa dilakukan, yakni:
$) ?ara &enyamakan dengan ahan &enyamakan Aabati, diantaranya:
?ara ?ounter ?urrent
+ulit direndam dalam bak penyamakan yang berisis larutan ekstrak nabati < 6,/6. e selama ' hari, kemudian kepekatan !airan penyamakan dinaikkan se!ara bertahap sampai kulit
menjadi masak yaitu - 6e untuk kulit yang tipis seperti kulit lapis, kulit tas, kuli pakaian kuda, dll sedang untuk kulit- kulit yang tebal seperti kulit sol, ban mesin dll a pada kepekatan 0-5 6 be. >ntuk kulit sol yang keras dan baik biasanya setelah kulit tersanak masak dengan larutan ekstrak, penyamakan masih dilanjutkan lagi dengan !ara kulit ditanam dalam babakan dan diberi larutan ekstrak pekat selama '-/ minggu.
*istem samak !epat.
Didahului dengan penyamakan a"al menggunakan '667 air, 7 ekstrak mimosa (*intan) putar dalam drum selam jam. &utar terus tambahkan 8at peyamak hingga masak diamkan $
malam dalam drum.
') ?ara &enyamakan dengan ahan &enyamakan 1ineral, diantaranya:
1enggunakan bahan penyamak krom
Cat penyamak krom yang biasa digunakan adalah bentuk kromium sulphat basa. asisitas dari garam krom dalam larutan menunjukkan berapa banyak total @elensi kroom diikat oleh hidriksil sangat penting dalam penyamakan kulit. &ada basisitas total antara 6-,7, molekul krom terdispersi dalam ukuran partikel yang ke!il ( partikel optimun untuk
penyamakan). Cat penyamak komersial yang paling banyak digunakan memunyai basisitas ,7. 9ika 8at penyamak krom ini ingin difiksasikan didalam substansi kulit, maka
ukuran partikel 8at penyamak krom. Dalam penyamakan diperlukan ',/- ,67 ?r'= hanya '/ 7, maka dalam pemakainnya diperlukan $66'/ J ',/ 7 ?romosol O $67 ?romosol . =bat ini dilautkan dengan '- kali !air, dan direndam selama $ malam.
?ara &enyamakan dengan ahan &enyamakan 1inyak.
+ulit yang akan dimasak minyak biasanya telah disamak pendahuluan dengan formalin. +ulit di!u!i untuk menghilangkan kelebihan formalin kemudian dierah unuk mengurangi airnya, diputar dengan '6-6 7 minyak ikan, selama '- jam, tumpuk $ malam selanjutnya
digantung dan diangin- anginkan selam -$6 hari. 3anda-tanda kulit yang masak kulit bila ditarikmudah mulur dan bkas tarikan kelihatan putih. +ulit yang telah masak di!u!i dengan larutan Aa'?= $7.
'. Pengetaman (Shaving).
+ulit yang telah masak ditumpuk selama $-' hari kemudian diperah dengan mesin atau tangan untuk menghilangkan sebagian besar airnya, lalu diketam dengan mesin ketam pada bagian daging guna mengatur tebal kulit agar rata. +ulit ditimbang guna menentukan jumlah
khemikalia yang akan diperlukan untuk proses- proses selanjutnya, selanutnya di!u!i dengan air mengalir P jam.
. Pemucatan ( Bleaching).
4anya dikerjakan untuk kulit samak nabati dan biasanya digunakan asam- asam organik dengan tujuan:
$) 1enghilangkan lek- flek bsi dari mesin ketam.
') 1enurunkan p4 kulit yang berarti memudahkan "arna klit.
?ara mengerjakan proses pemu!atan, kulit diputar dengan $/6-'66/ air hangat (0- 6 6? ).
6,/-$,6 7 asam oksalat selama P- $ jam.
. Penetralan (!eutrali"ing).
4anya dikerjakan untuk kulit samak krom. +ulit samak krom dilingkungannya sangat asam (p4 -) maka kulit perlu dinetralkan kembali agar tidak mengganggu dalam proses
selanjutnya. &enetralan biasanya mempergunakan garam alkali misalnya Aa4?=, Aeutrigan
dll. ?ara melakukan penetralan, kulit diputar dengan '667 air hangat 6-066?. $-' 7
Aa4?= atau Aeutrigan. &utar selama P- $ jam.&enetralan dianggap !ukup bila P- Q
penampang kulit bagian tengah ber"arna kunung terhadap romo ?resol Green (?G) indikator, sedangkan kulit bagian tepi ber"arna biru. +ulit kemudian di!u!i kembali.
/. Pengecetan asar ( yeing).
3ujuan penge!etan dasar ialah untuk memnberikan "arna dasar pada kulit agar pemakaian !at tutup nantinya tidak terlalu tebal sehingga !at tidak mudah pe!ah.
?at dasar yang dipakai untuk kulit ada ma!am:
$). ?at dire!t, untuk kulit samak krom.
'). ?at asam, untuk kulit samak krom dan nabati.
). ?at basa, untuk kulit samak nabati.
0. Peminyakan (#at liguoring).
3ujuan proses peminyakan pada kulit antara lain sebagai berikut:
$). >ntuk pelumas serat- serat kulit ag kulit menjadi tahan tarik dan tahan getar.
'). 1enjaga serat kulit agar tidak lengket satu dengan yang lainnya.
). 1embuat kulit tahan air.
?ara mengerjakan peminyakan, kulit setelah di!at dasar, diputar selama P E $jam dengan $/6 7- '667 air 6- 06 6?, -$/7 emulsi minyak. Ditambahkan 6,'- 6,/7 asam formiat untuk
meme!ahkan emulsi minyak. 1inyak akan tertinggal dalam kulit dan airnya dibuang. +ulit ditumpuk pada kuda- kuda selama $ malam.
. Pelumasan ( $iling).
&elumasan hanya dikerjakan untuk kulit sol samak nabati. 3ujuan pelumasan ialah untuk menjaga agar bahan penyamak tidak keluar kepermukaan kulit sebelum kulit menjadi kering, yang berakibat kulit menjadi gelap "arnanya dan mudah pe!ah nerfnya bila ditekuk.
?ara pelumasan, kulit sol sebagian airnya diperah kemudian kulit diulas dengan !ampuran:
$). $ bagian minyak parafine.
'). $ bagian minyak sulfonir.
). bagian air.
5. Pengeringan.
+ulit yang diperah airnya dengan mesin atau tangan kemudian dikeringkan. &roses ini bertujuan untuk menghentikan semua reaksi kimia didalam kulit. +adar air pada kulit
menjadi -$7.
B. Kelembaban.
+ulit setelah dikeringkan dibiarkan $- hari pada udara biasa agar kulit menyesuaikan dengan kelembaban udara sekitarnya. +ulit kemudian dilembabkan dengan ditanam dalam serbuk kayu yang mengandung air /6- // 7 selama $ malam, +ulit akan mengambil air dan menjadi basah dengan merata. +ulit kemudian dikeluarkan dan dibersihkan serbuknya.
$6. Peregangan dan Pementangan.
+ulit diregang dengan tangan atau mesin regang. 3ujuan peregangan ini ialah untuk menarik kulit sampai mendekati batas kemulurannya, agar jika dibuat barang kerajinan tidak terlalu mulur, tidak merubah bentuk ukuran. *etelah diregang sampai le mas kulit kemudian
dipentang dan setelah kering kulit dilepas dari pentangnya, digunting dibagian tepinya sampai lubang-lubang dan keriput- keriputnya hilang.
3 &ahapan Pen"elesaian )khir finishing
&enyelesaian akhir bertujuan untuk memperindah penampilan kulit jadinya, memperkuat "arna dasar kulit, mengkilapkan, menghaluskan penampakan rajah kulit serta menutup !a!at-!a!at atau "arna !at dasar yang tidak rata.
$. 3' Limbah +n#ustri Kulit
Limbah 5air
Dilihat dari asal bahan pen!emar, maka sumber dan sifat air limbah industri penyamakan kulit dapat dibedakan pertahapan proses sebagai berikut:
$. Perendaman ( Soaking).
;ir limbah soaking mengandung sisa daging, darah, bulu, garam, mineral, debu, dan kotoran lain atau bahkan bakteri antraJ. &ada proses perendaman air limbah !airnya berbau busuk, kotor, dengan kandungan suspended solid 6,6/- 6,$7. 1enurut >A& $BB$ menambahkan bah"a air limbah soaking juga mengandung garam dan bahan organi! lain yang akan
mempengaruhi =D,?=D,**. *umber limbahnya antara lain:
;ir pada proses ini ber"arna putih kehijauan dan kotor, berbau menyengat, p4 air limbah pada proses ini berkisar antara B-$6, mengandung kalsium , natrium, sulfide, albunin, bulu
sisa daging, dan lemak. *uspended solid 07. Dampak yang ditimbulkan akibat buangan dalam proses tersebut adalah bah"a air limbah berpengaruh tehadap air, tanah, dan udara. &engaruh terhadap air terutama pada =D, ?=D,**, alkalinitas, sulphida, =rganik, A-ammonia. ;danya gas 4'* pada pen!emaran ini menyebabkan terjadinya pen!emaran udara.
. &ir limbah buanagan kapur (eliming).
;ir limbah pada proses deliming mempunyai beban polutan yang lebih ke!il dibanding dengan unhairing dan liming. 1enurut >A& bah"a air limbah te rsebut akan menyebabkan pen!emaran air berupa =D,?=D, D*, dan A- ammonia. +emudian adanya ammonia akan
menimbulkan pen!emaran udara.
. &ir limbah pengikisan Protein (egreasing).
&ada proses ini air limbah yang dihasilkan pen!emaran air yang ditunjukkan dengan tingginya nilai ?=D,=D,D* dan lemak.
/. &ir limbah Pikel (Pickling) dan Krom (Tanning).
;ir limbah dari proses ini akan mengandung bahan protein, sisa garam, sejumlah ke!il mineral dan !rome @elensi yang apabila ter!ampur dengan alkali akan terbentuk !hrome hidroksida, p4 berkisar antara ,/-, suspendid solid 6,6$-6,6' 7
0. &ir limbah 'abungan Termasuk Pencucian.
&ada buangan air limbah gabungan ini *?;& menjelaskan untuk @olume air 6-/ lkg, p4 berkisar antara ./-$6, total solid $6- '/ mgl, suspended solid $.'/6- 0.666 mgl dan =D
'.666- .666 mgl.
Sumber #an Karateristik Limbah Pa#at'
Didalam proses penyamakan disamping limbah !air juga menghasilkan limbah padat sebagai hasil samping. Dikatakan hasil samping karena dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnyasebagai bahan makanan,obat-obatan, kosmetik, pupuk, kerajinan, dan bahan
bangunan lainnya. ahan padat yang dimaksud antara lainbulu, sisa trimming,fleshing, sisa split,sha@ing, buffing, dan lumpur.
$. 4' Proses Pengolahan Limbah +n#ustri Kulit