• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adhin Busro Membuka Pintu Keyakinan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Adhin Busro Membuka Pintu Keyakinan"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Panduan

Rahasia

Kunci

Sukses

Mukadimah

“Membuka Pintu Keyakinan” ditujukan untuk free

member.

Silahkan kalau mau dibagi kepada keluarga, sahabat

dan orang lainnya. Untuk pembahasan secara lengkap

dari bab 1 sampai dengan bab 7 (85 Halaman pdf 14

inch) hanya untuk upgrade member. Segera upgrade

keanggotaan anda, klik

http://rahasiakuncisukses.com/order.php

Untuk menambah pemahaman silahkan kunjungi blog

kami

www.adhinbusro.com

Selamat belajar, Insya Allah kami akan memandu

anda dalam email yang terkirim secara periodic.

(3)

Alhamdulillah panduan memahami kebenaran Membuka Pintu Keyakinan telah selesai saya susun tepat waktu. Inilah panduan dasar sekaligus panduan wajib yang benar-benar harus dipahami dengan sebaik-baiknya, jangan sampai tidak. Banyak sahabat kita yang salah didalam memahami kebenaran, untuk itulah panduan wajib ini saya buat. Kesalahan memahami kebenaran ini biasanya dilakukan dengan tidak sadar. Sedangkan kesalahan memahami kebenaran menyebabkan kekeliruan dalam keyakinan. Pada akhirnya yang terjadi adalah sesat dan menyesatkan orang lain.

Karena tidak disadari inilah menyebabkan kita merasa sudah berada dalam kebenaran padahal tidak sama sekali. Ini sangat penting sekali untuk kita pelajari dan pahami bersama. Apa-apa yang menurut kita benar belum tentu benar, dan apa-apa yang menurut kita salah belum tentu salah.

Oleh karena itu sebelum anda membaca panduan wajib yang kedua, ketiga dan seterusnya maka pastikanlah pintu pikiran dan hati anda sudah terbuka terlebih dahulu kemudian masukkanlah nilai-nilai kebenaran. Supaya apa yang akan kita pelajari nantinya tidak sia-sia dan akan memberikan manfaat seperti apa yang

(4)

Image: Setelah merenungkan dengan seksama pertanyaan dari sahabat blog, maka ketemulah jawabannya, yakni dasar pemahaman awal yang salah. Pemahaman awal yang salah ini telah membumi hanguskan bangunan yang selama ini coba disusun dengan susah payah. Oleh karena itu revisilah pemahaman dengan kebenaran.

(5)

Saya menyusun panduan ini dikarenakan ada banyak pertanyaan baik diblog sederhana saya www.adhinbusro.com dan khususnya pertanyaan dari member

www.rahasiakuncisukses.com mengenai kebenaran ini. Tidak lain panduan ini saya buat agar anda mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya, lebih dari mahar yang sudah rela anda keluarkan. Semoga…

Misalnya begini, “…..Pak, lebih sakti mana riyadhoh ayat qursy atau ayat 1.000 dinar, atau amalan lainnya…….?”

Setelah adanya obrolan via email dan chat dengan beberapa sahabat dan member ternyata ada salah penafsiran mengenai hal diatas. Kemudian saya berpikir keras bagaimana caranya supaya ada pemahaman mengenai hal ini. Lalu jadilah panduan ini untuk anda.

Maka menjadi wajib hukumnya sebelum anda lanjut kepada pembahasan-pembahasan berikutnya, anda harus benar-benar memulainya dengan pemahaman yang benar. Akar/ dasar/ pondasi bangunan anda harus benar terlebih dahulu agar bangunan yang anda susun akan berdiri dengan kokoh dan kuat. Jangan sampai kita memulai segala sesuatu dengan pemahaman yang salah sehingga kedepan justru akan semakin salah dan menyesatkan.

Kalau kita memulai segala sesuatu dengan kebenaran maka akan menciptakan keyakinan. Kalau keyakinan sudah tertanam secara natural/ alamiah maka pembelajaran berikutnya akan mudah sekali untuk diserap dan diterapkan.

(6)

Adapun tujuan saya membuat panduan dasar sekaligus panduan wajib ini secara umum adalah mencampakkan pemahaman mengenai kebenaran yang akan memicu kayakinan. Untuk detailnya tujuan panduan ini adalah sbb;

 Membuka akal anda yang selama ini diisi oleh hal yang salah dan sia-sia belaka tanpa kita sadari.

 Mengisinya dengan pemahaman baru yang benar.

 Membuka hati anda yang selama ini dikotori oleh pemahaman tentang keimanan (keyakinan) yang salah dan tanpa kita sadari pula.

 Membuka alam bawah sadar anda dengan keyakinan dan prasangka yang benar sebagai pintu gerbangnya doa.

Pada akhirnya bertujuan agar harapan/ keinginan anda bisa mewujud atau terealisasi. Keinginan apa? Ya apa saja doa anda. Kalau saya lihat dalam trend blog saya maka keinginan anda bisa berupa hidup cukup (kaya), lunas hutang, usaha/ dagangannya bisa rame dan lancar, sembuh dari penyakit, mendapatkan jodoh atau keturunan dan lain sebagainya.

Diatas adalah keinginan dunia. Pada hakikatnya keinginan jiwa/ nafs bukan harta benda dunia dan hal-hal bersifat material lainnya namun mendapatkan kebahagiaan, kenikmatan dan kenyamanan yang langgeng yang saya sebut dengan kemuliaan hidup. Dan kemuliaan hidup sejati dan kekal tentu bukan semata-mata didunia saja namun lebih-lebih di alam/dimensi kekekalan yakni dimensi akhirat. Kalau sudah begitu maka kenikmatan dunia akan didapatkannya dengan lebih mudah sesuai dengan doa (niat).

(7)

Anda percaya sama saya? Kalau anda asal percaya itu namanya taklid buta. Untuk percaya sama saya maka paling tidak anda harus mengenal saya. Caranya bagaimana? Paling mudah adalah membaca alur pemikiran dan pemahaman saya melalui blog www.adhinbusro.com, sampai kemudian menemukan alasan bahwa apa yang saya sampaikan adalah rasional, masuk akal dan benar adanya.

Ini salah satu contoh. Nah ada contoh lainnya dalam sebuah cerita fiksi berikut ini;

Kisah 1. Zull dan Motor Barunya

Zul anak SMP yang baru saja dibelikan motor oleh ayahnya. Dikarenakan begitu senang pada motor barunya hampir setiap hari ia mengelus-elus kendaraan roda dua tersebut sehingga tampak mengkilat.

Pada suatu hari Zul hendak memakai motor barunya untuk main ketempat teman sekolahnya ketika tiba-tiba seorang bapak-bapak yakni ayahnya sendiri mendatanginya.

(8)

“Yaaah, Ayah, aku khan mau makai, mau main ke tempat temen. Memangnya mau kemana Yah?” Jawab Zul

“Lah, katanya kamu les bulu tangkis? Ayah mau beli beras, sekalian beli raket buat kamu” Jawab Ayahnya

“Waaah, beneran nih? Oke deh, tapi jangan lama-lama ya? Jawab Zul

Tak berapa lama ayahnya memakai motor tersebut, kemudian pulang kerumah kembali dengan membawa raket buat Zul. Bukan main senang hatinya Zul karena memiliki motor baru dan raket bulutangkis yang baru pula.

Kisah 2. Zul dan Motor Barunya

Zul anak SMP yang baru saja dibelikan motor oleh ayahnya. Dikarenakan begitu senang pada motor barunya hampir setiap hari ia mengelus-elus kendaraan roda dua tersebut sehingga tampak mengkilat.

Pada suatu hari Zul sedang dalam perjalanan main ketempat teman sekolahnya ketika tiba-tiba seorang bapak-bapak mendatanginya.

“Nak, boleh pinjam motornya sebentar. Bapak sudah tua dan lelah berjalan, sedangkan bapak ingin membeli air ke warung tidak jauh dari sini. Habis itu motor saya balikin, dan kamu bapak belikan coklat”. Kata Bapak itu.

“Lah, Bapak ini siapa?” Tanya Zul heran

“Ya ampuuun, masak lupa sama Bapak. Bapak tinggal tidak jauh dari rumah kamu, dan kenal baik sama orang tuamu. Buruan Bapak pinjem sebentar ya? Nanti keburu tutup warungnya” Jawab Bapak itu

(9)

motor baru. Oh iya, satu lagi jangan lupa coklat buat saya”. Kata Zul

Maka dibawalah motor baru Zul oleh Bapak yang sebenarnya tidak ia kenal. Beberapa saat menunggu Bapak itu belum juga balik lagi. Dan akhirnya Zul menunggu motornya sampai larut malam dalam sebuah isakan tangis. Motornya dibawa orang dan tidak akan kembali lagi.

………. Pada kisah yang pertama Zul begitu yakin kepada Ayahnya sehingga menyerahkan motor barunya untuk dipinjam. Kenapa yakin? Karena ia kenal luar dalam dengan Ayahnya sendiri. Tidak mungkin ayahnya akan membawa lari motornya.

Walaupun Zul sedang membutuhkan motor tersebut namun ia menyerahkan juga kepada Ayahnya. Sebagai gantinya ia mendapatkan raket bulutangkis yang masih baru.

Pada kisah kedua Zul sebenarnya ragu dengan Bapak tersebut. Namun karena adanya rayuan dari Bapak itu maka dengan terpaksa Zul menyerahkan motornya. Keyakinan yang dipaksakan tersebut menyebabkan motornya hilang dibawa lari oleh Bapak tersebut.

Inilah kisah pembuka panduan ini yakni tentang keyakinan yang benar, yakni keyakinan pada tempatnya, bukan asal yakin, bukan asal taklid bukan asal ikut-ikutan keyakinan orang.

Buat apa kita dianugerahi akal pikiran dan hati kalau tidak dipergunakan sebagaimana mestinya? Ini harus benar-benar anda mengerti..

(10)

Makna Percaya (Iman)

Yakin atau percaya dengan sangat, bahasa arabnya adalah iman. Yakin yang benar adalah keyakinan Zul kepada Ayahnya. Sedangkan yakin yang salah adalah keyakinan Zul kepada orang yang bahkan belum dikenalnya.

Maka orang yang beriman adalah mereka yang yakin dan percaya kepada Allah swt sebagai tempat meminta, tempat bergantung, tempat mengharap dan segala hal terkait dengan kodrat manusia yang mempunyai banyak kebutuhan. Sebaliknya orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak percaya dan yakin kepada Allah swt. Tidak peduli mulut mengucap yakin, yang penting adalah penerapan keyakinan tersebut.

Mengapa yakin kepada Tuhan? Karena kita telah mengenal_Nya dan mengenal sifat-sifat_Nya dengan sangat baik. Dengan inilah kita yakin dan percaya untuk melakukan sesuatu yang kadangkala berat namun dibela-belain mengalahkan ego kita demi mendapatkan yang jauh lebih baik. Mengapa kita yakin melakukannya? Karena percaya dengan janji-janji yang ada dalam sunnatullah itu sendiri. Bagaimana bisa yakin?

Nah ini dia fungsi panduan wajib ini. Nanti pembahasan tauhid atau pengenalan kepada Sang Pencipta ini akan kita bahas lebih detail pada bab selanjutnya. Yang penting saat ini anda tahu apa itu yakin atau percaya dan apa itu taklid atau keyakinan karena ikut-ikutan.

(11)

Percaya (Beriman)

Ternyata saya dan anda belum benar-benar beriman, ini adalah kenyataan yang banyak terjadi. Mungkin anda merasa orang yang yakin dan percaya (beriman) namun jika dibedah satu demi satu maka anda akan tahu bahwa ternyata anda tidak beriman namun tidak menyadarinya.

Saya dahulu sewaktu kecil yakni umur 6 tahun sudah mulai belajar ngaji. Dari anak kecil sampai umur 20 tahun lebih isinya ngaji dan ngaji. Sudah beberapa kali saya khatam Al Qur’an saat masih kecil, ditambah dengan mungkin puluhan kitab kuning. Beranjak dewasa saya mulai menganggap bahwa saya adalah muslim sejati, namun pemikiran ini mulai bergeser ke arah yang tidak saya duga. Pada suatu titik saya menyadari bahwa ternyata saya bukanlah muslim yang sesungguhnya karena saya tidak benar-benar beriman.

Kemudian setelah mencoba untuk memahami dan terus mengerti hikmah kehidupan maka akan sampai kepada sebuah kata yang menakutkan yakni, “munafik”. Inilah penyakit hati yang menggerogoti jiwa namun seringkali kita tidak sadar. Dimulut ngomongnya yakin dan percaya ternyata dihati dan kenyataan sesungguhnya tidak demikian.

Berarti sumber/ biang penyakitnya ada dalam hati. Disinilah nanti kedepannya akan kita coba sembuhkan dan bersihkan dari noda-noda kemunafikan dan kedustaan yang sudah kita lakukan tanpa disadari.

(12)

Apa buktinya kita lebih banyak munafiknya? Simak baik-baik

 Disuruh sabar kita tidak sabar bahkan mengatakan bahwa kesabaran ada batasnya.

 Disuruh ikhlas kita bilang, “sampai kapan?”

 Disuruh percaya Tuhan kita malah percaya dukun, akik, rajah, amalan dsb.  Disuruh sedekah kita malah kikir, “bagaimana mungkin sedekah? Untuk

makan sendiri saja susah!”

 Pemimpin itu harus seiman kita malah milih yang tidak seiman.

 Poligami itu boleh kita bilang melanggar HAM. Kita boleh tidak suka, namun jangan sampai ingkar.

 Hukum/ Qisos potong tangan, rajam dsb itu memang ada, kita bilangnya “sadis”.

 Disuruh menyembah Sang Pencipta kita malah bikin sesajen dipohon besar atau malah menyembah patung dan mengatakan, “Patung ini orang suci, agar ia menyampaikan hajatku kepada Sang Pencipta”

 Diminta bersyukur agar nikmatnya ditambah malah mengeluh.  Silahkan tambahkan lagi daftar kemunafikan kita 

Itulah beberapa bukti yang bisa saya berikan. Kesalahan pemahaman yang kemudian menyebabkan penyakit hati. Aneh bin ajaibnya sebagian orang yang mempunyai pemahaman salah seperti diatas menganggap dirinya benar. Menganggap logika dan hawa nafsunya adalah lebih benar dari pada hukum agama, ini jadi semakin runyam. Ini namanya orang jahil atau bodoh. Dalam sebuah atsar Imam Syafii mengatakan bawa beliau bisa berdebat dengan banyak

(13)

yang jahil. Kurang lebih begitulah maknanya. Simak baik-baik firman Allah swt berikut ini

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS Al Baqarah ayat 8-10)

Tidak Peduli Hapal Banyak Dalil, Faktanya Tidak

Beriman

Berapa banyak hapalan anda? Kalau saya sendiri cukup banyak dahulunya. Khatam Qur’an beberapa kali, kalau setiap Ramadhan biasanya khatam membacanya selama 1 bulan. Kemudian saya juga khatam puluhan kitab kuning dan beberapa diantaranya sudah khatam dan nyaris khatam seperti kitab Al Barjanji, Majmu’, Sulam, Hidayah, Dhuror, Ta’lim, Tagrib, Jalalah dan entah kitab apa saja, saya sudah lupa . Kemudian saya juga belajar Ilmu Nahwu, Shorof, Tajwid, Qiro’ah dan lain sebagainya. Maklum saat itu dikampung dimana masih kental dengan nuansa ngaji.

(14)

saya baca tidak manjur? Atau bahkan bacaan dan amalan tersebut adalah bohong belaka? Inilah yang harus kita pahami dengan baik nantinya.

Kemudian sampailah kepada sebuah kenyataan yang mengejutkan itu tadi, dimana kita merasa benar namun belum benar. Dan yang terparah kita lebih banyak “munafiknya” dari pada iman yang jujur dan natural. Ngeri…!

Oleh karena itu tidak peduli anda hapal ayat dan dalil sebanyak apapun kalau hanya sekedar hapalan. Semua manusia juga bisa asalkan mengulang-ngulang berkali-kali maka akan hapal. Namun masalahnya tidak sesederhana ini, ada proses berikutnya yang wajib dipenuhi sehingga dinamakan orang yang beriman. Yang penting sekali lagi bukan hanya hapalan dan klaim semata namun bukti nyata dalam amal perbuatan sehari-hari.

Taklid

Perlu diingat, kita disini tidak hendak membahas syariat agama ya? Namun membahas tentang pemahaman kebenaran yang akan memicu adanya iman dalam hati. Kebenaran itu apa? Ada 2 kebenaran yakni kebenaran akal dan kebenaran hati yang akan kita bahas pada bab-bab berikutnya.

Kebenaran adalah apa adanya, bukan hasil dari rekayasa. Kebenaran akal adalah sebuah kesimpulan yang beredar luas disebabkan adanya argument kuat berupa data dan fakta. Disini ada ilmu matematika, fisika, kimia, biologi, ilmu bisnis, manajemen dan lain sebagainya.

(15)

dijangkau akal. Walaupun tidak bisa dijangkau akal tetap harus masuk akal, kalau tidak masuk akal namanya adalah kesesatan.

Sedangkan taklid adalah ikut-ikutan atau bahasa gaulnya latah. Taklid kepada kebenaran adalah baik tetapi ini masih kelas rendah. Celakanya taklid kepada kesesatan, ini bahaya..! Yang jadi masalah saat ini taklid kepada kebenaran yang menyesatkan. Misalnya, membaca Al Qur’an surah ini ayat sekian maka akan mendapatkan rezeki tak terduga, ini kebenaran. Menyesatkannya dimana? Menyesatkannya adalah salah pemahaman mengenai makna ayat tersebut.

Oleh karena itu kita tidak disarankan untuk sekedar taklid apalagi taklid buta dan fanatic. Buat apa kita punya pikiran dan hati sendiri kalau tidak digunakan? Maka gunakanlah untuk berpikir dan memahami sebuah berita kebenaran sehingga ia akan merasuk dalam kalbu menjadi sebuah keyakinan (iman) yang natural, bukan iman sekedar taklid.

(16)
(17)

Mendapat Ujian Berat

Oleh karena itu pantas saja ujian hidup ini terasa sangat berat dan menghimpit jiwa dan raga. Pantas dan memang seharusnya ujian hidup betah nempel dan enggan pergi. Hal ini disebabkan kita belum memahami, atau mencoba memahami dengan pemahaman yang salah/ keliru. Juga disebabkan karena daya (power) yang ada tidak mencukupi untuk menghadapi serangan ujian tersebut, sebagai akibat salah pemahaman itu tadi.

Maka jadikan ujian berat kehidupan baik masalah ekonomi, hutang, bisnis, relasi dan lain sebagainya sebagai sebuah cara agar kita mau untuk mencari penyebab mengapa bisa demikian. Pada akhirnya jika kita terus mencari jawaban maka pasti akan ditemukan jawabannya.

Jadi apa hikmah ujian yang memang sudah sepantasnya kita alami? Tidak lain supaya kitanya ngerti/ ngeh/ paham akan sesuatu. Ujian itu adalah tempat bagi kita mencari kekuatan “iman” yang sangat berdaya dan digdaya didalam mengenyahkannya. Karena hanya dengan iman yang benar inilah hidup kita pasti akan berubah. Misalnya;

 Awalnya miskin berubah menjadi cukup (baca=kaya)  Awalnya banyak hutang bisa lunas

 Awalnya bisnis sepi bisa rame kembali atau menemukan bisnis lainnya yang lebih menjanjikan.

(18)

Dan segala masalah hidup lainnya akan menemukan solusinya. Inilah hadiah bagi pemahaman akan kebenaran yang sudah meresap dalam hati menjadi the power of iman.

Paham sekarang?

Saya pikir mulai paham namun baru sedikit. Ya jelas saja karena masih bab. 1. Nanti kalau sudah sampai Bab 2 dan seterusnya Insya Allah anda akan paham dan mengangguk-anggukkan kepala seraya menggenggam jari kuat-kuat pertanda adanya energy iman. Optimis, yakin, semangat, bergairah dan lain sebagainya dalam bingkai sabar, ikhlas, tawakal dan pasrah.

Mengapa begitu yakin dengan keyakinan diluar nalar seperti diatas? Karena merasa selalu bersama Tuhan dalam setiap langkah-langkahnya. Manusia beriman, mahluk yang lemah dimana selalu merasa dibawah bimbingan Yang Maha Kuat, Maha Besar, sehingga yakin seyakin-yakinnya mampu menghadapi gelombang ujian kehidupan sebesar apapun. Kalau sudah berjalan bersama Tuhan, siapa yang sanggup menahan? Tidak ada.. Itu…! 

Ke depan dalam bab-bab selanjutnya kita akan belajar dengan lebih detail akan hal ini, yakni memasukkan pemahaman yang dijadikan landasan keyakinan yang berdaya dan digdaya..

(19)
(20)

Panduan

Rahasia

Kunci

Sukses

Mukadimah

Membuka Pintu Keyakinan yang ditujukan untuk free

member hanya berisi bab 1.

Untuk pembahasan secara lengkap dari bab 1 sampai

dengan bab 7 (85 Halaman pdf file 14 inch times new

roman)

hanya

untuk

upgrade

member.

Segera

upgrade keanggotaan anda, klik

http://rahasiakuncisukses.com/order.php

Sekali lagi untuk belajar secara komprehensif dengan

kami plus panduan 360 hari secara berkelanjutan

silahkan klik

Referensi

Dokumen terkait

manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.346 Nilai-nilai Pendidikan Agama

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan terkait hasil pemahaman tentang perilaku beriman kepada malaikat Allah swt.. dan hikmah beriman

Jadi, semua yang terjadi di dunia ini sudah diketahui Allah SWT jauh sebelum hal itu terjadi (Wahyudi dan Lilis, 2017: 274). Iman kepada qada dan qadar artinya percaya serta

yaitu tetap mengutamakan Allah SWT bahwa Dialah tempat berteduh untuk meminta petunjuk dan pertolongan. Bimbingan rohani Islam yang diberikan kepada karyawan

yang telah banyak memberikan informasi terkait dengan strategi komunikasi politik Partai Gerindra.. Semoga Allah SWT memberikan rakhmat dan tempat

Satu pesan mama yang aku ingat “Nak, kamu jangan pulang dulu ya sebelum pendidikan mu benar-benar selesai di tanah Jawa sampai kamu mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang sendiri untuk bisa kembali ke kampung halaman.” Ujar mama dengan nada yang sedih. Nah… disanalah ucapan mama yang aku ingat terus, aku selalu yakin dan percaya, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. ALLAH SWT yang peduli dan orang tua serta saudara-saudara yang peduli. Engkau sudah mengatur nya dari awal, dari sebelum aku memutuskan untuk jauh dari keluarga ku. Semoga ini yang terbaik. Sehingga sampai aku pulang nanti, aku bisa menjadi orang yang membanggakan bagi mereka semua.

Dokumen ini mengisyahkan acara Tahlil & Kirim Do'a yang akan diadakan di rumah Ibu Hj. Maslikah di hari Minggu malam Senin, 22 Agustus