• Tidak ada hasil yang ditemukan

Disusun Oleh : Achmad Rizki Nurkarim Dosen Pembimbing : Drs. G. Prasetyo Adithama, M. Sn.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Disusun Oleh : Achmad Rizki Nurkarim Dosen Pembimbing : Drs. G. Prasetyo Adithama, M. Sn."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

J

J

AP

A

P

AN

A

NE

ES

SE

E

MA

M

AR

RT

TI

IA

AL

L

AR

A

RT

T

CE

C

EN

NT

TE

ER

R

L

L

A

A

P

P

O

O

R

R

A

A

N

N

T

T

U

U

G

G

A

A

S

S

A

A

K

K

H

H

I

I

R

R

D

D

E

E

S

S

A

A

I

I

N

N

I

I

N

N

T

T

E

E

R

R

I

I

O

O

R

R

/

/

D

D

I

I

4

4

0

0

Z

Z

0

0

S

S

e

e

m

m

e

e

s

s

t

t

e

e

r

r

I

I

-

-

2

2

0

0

0

0

7

7

/

/

2

2

0

0

0

0

8

8

S SEEBBAAGGAAIISSYYAARRAATTUUNNTTUUKKMMEEMMPPEERROOLLEEHHGGEELLAARRSSAARRJJAANNAA D DAARRIIIINNSSTTIITTUUTTTTEEKKNNOOLLOOGGIIBBAANNDDUUNNGG Disusun Oleh : Achmad Rizki Nurkarim

17302042

Dosen Pembimbing : Drs. G. Prasetyo Adithama, M. Sn.

Koordinator Tugas Akhir / Skripsi : Drs. Andriyanto Wibisono, M.Sn.

JURUSAN DESAIN INTERIOR

FAKULTAS SENI RUPA & DESAIN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

JAPANESE MARTIAL ART CENTER

LAPORAN TUGAS AKHIR DESAIN INTERIOR / DI 40Z0 SEMESTER I / 2007-2008

SEBAGAI SYARAT UNTUK MEMPEROLEH GELAR SARJANA DARI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Oleh :

Achmad Rizki Nurkarim 17302042

Disetujui dan disahkan oleh :

Drs.G. Prasetyo Adithama, M.Sn. Tanggal : Dosen Pembimbing

Drs. Andriyanto Wibisono, MSn Tanggal : Dosen Koordinator Tugas Akhir / Skripsi

(3)

Laporan Tugas Akhir Desain Interior DI40Z0 – Japanese Martial Art Center i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah atas izin Allah SWT., penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Desain Interior. Tulisan ini merupakan laporan pengantar dari Tugas Akhir penulis yang berjudul ‘Japanese Martial Art Center’, sebagai persayaratan untuk menyelesaikan studi Strata 1 dari Program Studi Desain Interior, Institut Teknologi Bandung.

Tugas Akhir merupakan puncak dari proses studi penulis untuk meraih gelar Sarjananya, yang dalam pelaksanaannya penulis mendapatkan banyak dukungan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terimakasih dan rasa hormat kepada berbagai pihak tersebut, antara lain:

ƒ Drs. G. Prasetyo Adhitama M.Sn. yang telah membimbing penulis selama pelaksanaan tugas akhir, dan juga sebagai wali penulis selama menjalani studi di PSDI, ITB.

ƒ Drs. Andriyanto Wibisono, sebagai Dosen Koordinator Tugas Akhir, ƒ Para staff pengajar FSRD ITB, khususnya Staff Pengajar PSDI,

ƒ Para karyawan di lingkungan FSRD ITB, khususnya Pa Ade, A Hendra, dan Pa Narno. ƒ Keluarga SR yang telah mendukung dan menyemangati,

ƒ Teman-teman yang telah membantu selama TA: Anu, Arsa, Wawan, Agnes, Rere, Daus, Dayu, Mitra, Tri, Arnold, Danu, Aur thanks alot!!!

ƒ Teman-teman seperjuangan Tugas Akhir ; Sukma, Iklas, Aji, Novita, Chapid,... semuanya.

ƒ Alm. Bapa, Mamah, Teteh, dan Aa yang telah mendukung penuh anak dan adikmu ini, love you all!

ƒ Pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, yang telah memberikan dukungan sebesar atau sekecil apapun itu.

Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam tulisan ini, namun demikian penulis tetap berharap tulisan ini dapat menjadi manfaat bagi para pembaca.

Bandung, Januari 2008

Achmad Rizki Nurkarim 17302042

(4)

ABSTRAK

Fenomena terbesar bangsa Jepang adalah walaupun dikenal sebagai negara yang sangat maju dalam teknologi dan era modernitas yang mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakatnya, mereka mampu tampil sebagai salah satu negara yang sangat taat dan patuh terhadap konsep budaya tradisional yang telah ada sejak berabad lalu dan tetap berproses secara berdampingan dengan harmoni.

Jepang sebagai salah satu negara maju yang memiliki kebudayaan tinggi dan tetap memegang teguh kebudayaannya tersebut dikenal sebagai pionir dalam mengembangkan teknik beladiri. Dalam Seni Beladiri Jepang tidak hanya pengolahan fisik atau raga dari pesertanya akan tetapi terdapat kandungan aspek-aspek moral tentang bagaimana harus bersikap dan berperilaku.

Didasari pemahaman bahwa aspek budaya memiliki kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan hubungan keakraban dan penghargaan suatu bangsa terhadap bangsa lainnya, sehingga hubungan antar bangsa dapat dikembangkan ke tingkat yang lebih luas. Seni Beladiri sebagai produk dari budaya suatu bangsa, dapat menjadi suatu materi dalam memperkenalkan budaya dari mana seni beladiri tersebut berasal.

Japanese Martial Art menjadi sebuah wadah untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang yang mengkhususkan dalam seni beladiri Jepang. Fasilitas ini menawarkan alternatif pilihan bagi masyarakat kota besar untuk mencari suasana dan aktifitas baru sebagai pelepas kepenatan aktifitas sehari-hari, atau sebagai kegiatan tambahan dalam rangka mengenali budaya yang baru dalam hal ini beladiri Jepang.

(5)

Laporan Tugas Akhir Desain Interior DI40Z0 – Japanese Martial Art Center iii

ABSTRACT

Biggest phenomena of Japan is that even known as one of well developed country in technology and also modernity was affected almost in every aspect of its people live. Japan can still become a nation that can preserve its traditional culture that already there since centuries ago and its still can processed in harmony until present time.

Japan that always keep faith in their traditional culture was also know as a pioneer in developing arts and martial arts. Japanese Martial Art are not only focuses in physical aspect but also psychological aspect, it contain moral how to act and react, and how to keep low profile and patient.

Based on knowing that cultural aspect can have great contribution in strengthen relationship, and respecting a nation to another, so the relation can become greater. Martial art as a product of a culture of a nation can be considered as an material for introducing a culture where it came from.

Japanese Martial Art Center is a place that introducing Japanese culture especially its martial arts. This facility offers as an alternative place for big cities citizen to experience new activity and ambience as relieve from they daily activities. Or as an extra activity in order to knowing a new culture in this case is a Japanese martial arts.

(6)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i

Abstrak ii - iii Daftar Isi iv - vi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 1.1.1 Latar Belakang Umum 1 1.1.2 Latar Belakang Khusus 2

1.2 Pembatasan Masalah 3

1.3 Maksud dan Tujuan 3

1.4 Manfaat 4 1.5 Metode Pembahasan 5

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Pengertian Japanese Martial Art Center 6

2.2 Tentang Jepang 7

2.2.1 Sejarah Singkat Kebudayaan Jepang 7

2.2.2 Gendai Budo (Seni Beladiri Jepang Modern) 9 2.3 Tinjauan Seni Beladiri Modern Jepang 10

2.3.1 Tinjauan tentang Aikido 10

2.3.1.1Definisi Aikido 10

2.3.1.2Sejarah Aikido 11

2.3.1.3Karakteristik Aikido 12

2.3.1.3.1 Prinsip Aikido 12

2.3.1.3.2 Pelaku Aikido dan peralatan yang digunakan 13

2.3.2 Tinjauan tentang Judo 14

2.3.2.1Definisi Judo 14

2.3.2.2Sejarah Judo 14

2.3.2.3Karakteristik Judo 15

2.3.2.3.1 Prinsip Judo 15

2.3.2.3.2 Pelaku Judo dan peralatan yang digunakan 16

(7)

Laporan Tugas Akhir Desain Interior DI40Z0 – Japanese Martial Art Center v

2.3.3.1Definisi Karate 17

2.3.3.2Sejarah Karate 18

2.3.3.3Karakteristik Karate 20

2.3.3.3.1 Prinsip Karate 20

2.3.3.3.2 Pelaku Karate dan peralatan yang digunakan 22

2.3.4 Tinjauan tentang Kendo 23

2.3.4.1Definisi Kendo 23

2.3.4.2Sejarah Kendo 23

2.3.4.3Karakteristik Kendo 25

2.3.4.3.1 Prinsip Kendo 25

2.3.4.3.2 Pelaku Kendo dan peralatan yang digunakan 26

2.3.5 Tinjauan Kegiatan Pelatihan Seni Beladiri Jepang 28

2.4 Tinjauan Kasus Studi 29

2.4.1 Brad Jones Shotokan Karate Dojo (Ontario, Canada) 29

2.4.2 Honbu Dojo Shoto-kan (Tokyo, Jepang) 32

2.5 Tinjauan Teori Standard Dimensi 33

2.5.1 Fasilitas pelatihan. 33

2.5.2 Fasilitas penyimpanan/ganti pakaian (locker) 34

2.5.3 Fasilitas Perpustakaan 35

2.5.4 Restaurant 36

2.5.5 Fasilitas Pengelola (Kantor) 36

BAB III ANALISA MASALAH 3.1 Tinjauan Proyek 38

3.1.1 Deskripsi Proyek 38

3.1.2 Identifikasi Proyek 38

3.1.3 Maksud dan Tujuan Proyek 39

3.2 Analisa Karakter Pengguna 39

3.2.1 Pengelola 40

3.2.2 Anggota 43

3.2.3 Umum 46

3.3 Analisa Aktifitas Pengguna 46

(8)

3.3.2 Pola Sirkulasi Pengguna 48

3.4 Analisa Kebutuhan Ruang 49

3.4.1 Fasilitas Pelatihan 49

3.4.2 Fasilitas Pengelolaan 50

3.4.3 Fasilitas Umum 51

3.4.4 Fasilitas Penunjang 52

3.4.5 Fasilitas Tambahan 53

BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 Pendekatan Konsep 54

4.1.1 Pendekatan Religius dan Filosofis 54

4.1.2 Pendekatan Karakteristik Bangsa 55

4.2 Konsep Desain 56

4.2.1 Konsep Bentuk 56

4.2.2 Konsep Sirkulasi 56

4.2.3 Konsep Material dan Warna 56

4.2.3.1 Konsep Material 56

4.2.3.2Konsep Warna 57

4.2.4 Konsep Pengkodisian Ruang 57

4.2.4.1Konsep Pencahayaan 57

4.2.4.2Konsep Penghawaan 58

4.2.4.3Pengendalian Tata Suara / Akustik 58

4.2.5 Konsep Pengamanan 59

4.2.5.1Konsep Pengamanan Terhadap Kebakaran 59

4.2.5.2Konsep Pengamanan Terhadap Kriminal/Kejahatan 60

BAB V PERANCANGAN 5.1 Dasar Perancangan 61

5.2 Implementasi Konsep Pada Perancangan 61

5.2.1 Implementasi Konsep Ruang 61

5.2.2 Implementasi Konsep Material dan Warna 62

5.2.3 Implementasi Konsep Tata Cahaya 62

5.2.4 Implementasi Konsep Tata Suara 63

(9)

Laporan Tugas Akhir Desain Interior DI40Z0 – Japanese Martial Art Center vii

BAB V KESIMPULAN 64

DAFTAR PUSTAKA 65

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Siregar (2004: 518-519) ada beberapa tahap manajemen aset yang dapat dilakukan guna meningkatkan aset-aset yang dimiliki yaitu inventarisasi aset, legal audit,

Kajian Analisis Efektifitas Birokrasi Kantor Pusat Kementerian Pertanian Tahun 2011. Jakarta, 18

Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam pengembangan industri pengolahan pala adalah harga produk sebagai prioritas utama seperti dalam Tabel

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi RTH yang telah ada

Berdasarkan wawancara dan juga hasil pengamatan di lapangan, pihak dari Polres Bojonegoro selaku pencetus aplikasi TACS ini sudah melakukan strategi ini dengan baik,

Melihat pentingnya peran suatu metode penelitian dalam pelaksanaan penelitian, maka pada bab ini peneliti akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan metodologi

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan laporan tingkat kemiskinan, pengangguran dan indeks pembangunan manusia yang telah dikeluarkan oleh Badan Pusat

Pada superkonduktor tipe-II akan bersifat sama dengan superkonduktor tipe-I apabila dikenai medan magnet luar yang berharga dibawah medan kritis sedangkan saat