• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS PEREKONOMIAN INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SILABUS PEREKONOMIAN INDONESIA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

FRM/FIS/46-02

26 Oktober 2011

S I L A B U S

Fakultas : Ilmu Sosial Jurusan/Program Studi : Pendidikan IPS

Mata Kuliah : Perekonomian Indonesia

Kode : PIS 218

SKS : Teori : 2. Praktik :

-Semester : 3

Mata Kuliah Prasyarat :

-Dosen : Anik Widiastuti, M.Pd.

I. Deskripsi Mata Kuliah

Bertujuan mengkaji perkembangan perekonomian Indonesia terutama sejak munculnya pemikiran ekonomi Indonesia pada awal abad XX dan ideologi ekonomi yang berkembang di Indonesia serta tokok-tokoh pemikir ekonomi seperti Mohammad Hatta, Sjahrir, dan sebagainya. Materi difokuskan pada perkembangan perekonomian Indonesia pada masa kemerdekaan dan penegasan perkembangan ekonomi dan sosial Indonesia pada masa orde baru dan reformasi.

II. Standar Kompetensi

Mampu menganalisis kondisi serta perkembangan perekonomian Indonesia dan memahami kebijakan dalam perekonomian di Indonesia.

III. Sumber Bahan

A. Wajib

1) Drs. Dumairy, M.A.Perekonomian Indonesia. (1996). Jakarta: Erlangga.

B. Pendukung

1) Cornelis Rintuh. (1995).Perekonomian Indonesia.Yogyakarta: Liberty

2) Drs. P.C. Suroso, M.Sc. Perekonomian Indonesia. Buku panduan mahasiswa.(1994). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

3) Dochak Latief. (2000).Ekonomi Global. Surakarta: Muhammadiyah University Press 4) Faisal Basri.Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XXI.(1995). Jakarta:

Erlangga.

5) Mubyarto.Prospek Otonomi Daerah dan Perekonomian Indonesia.(2001). Yogyakarta: BPFE.

6) Faisal Basri.Perekonomian Indonesia. Tantangan dan Harapan Bagi Kebangkitan Indonesia.(2002). Jakarta: Erlangga.

7) Drs. Hg. Suseno Triyanto Widodo, MS. (1997).Ekonomi Indonesia. Fakta dan Tantangan dalam Era Globalisasi.Yogyakarta: Kanisius.

8) Salman Alfarizi. (2009).Mohammad Hatta. biografi singkat 1902-1980. Yogyakarta: Garasi

9) Sjahrir. (1990).Analisis ekonomi Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 10) Sri-Edi Swasono. (1985).Sistem ekonomi dan demokrasi ekonomi. Jakarta: UI Press. 11) Aristides Katopo, Hendra Esmara, Robert Palandeng, 2000,Sumitro

(2)

13) Revrisond Baswir. (2000).Koperasi Indonesia. Yogyakarta: BPFE.

IV. Skema Pembelajaran

Pertem

uan ke Kompetensi Dasar Materi Pokok PembelajaranKegiatan SumberBahan

1

 Tokoh pemikir ekonomi Indonesia

Ceramah dan tanya

jawab B8, B9,B10

2

Mendeskripsikan perkembangan perekonomian Indonesia sebelum dan saat orde baru

Perkembangan

Perekonomian Indonesia Ceramah dandiskusi kelompok A1, B1, &B2

3 Menganalisis sistemperekonomian Indonesia

Sistem ekonomi Indonesia Diskusi A1, B1 & B2 pertumbuhan dan struktur ekonomi

Ceramah dan tanya

jawab A1, B1

5 Mengidentifikasipemerataan pembangunan

Distribusi pendapatan dan

pemerataan pembangunan Diskusi A1 & B6

6

Penduduk dan tenaga kerja Penugasan dan

diskusi A1

7 Mengidentifikasikonsumsi masyarakat

Pengeluaran konsumsi

masyarakat Ceramah, tanyajawab A1

(3)

11 Menganalisispengeluaran pemerintah

Pengeluaran pemerintah PBM, Diskusi A1

12

pembayaran internasional Diskusi, tanyajawab A1

13 Menganalisisperkembangan sektor pertanian

Sektor pertanian Ceramah dan

diskusi A1, B7

14 Menganalisisperkembangan sektor industri

Sektor industri Diskusi A1, B7

15 Mengidentifikasiperan koperasi dan UKM di Indonesia

Koperasi dan UKM Penugasan dan

diskusi A1, B1,B12, & B13 16 Menganalisisdampak globalisasi

bagi perekonomian Indonesia

Globalisasi Diskusi kelompok

dan ceramah B3, B4 &A1, B1, B5

V. Komponen Penilaian

No Komponen Penilaian Bobot (%) 1 Partisipasi kuliah & kehadiran 20%

2 Tugas 20%

3 Ujian tengah semester 30%

4 Ujian akhir semester 30%

Jumlah 100 %

Mengetahui Yogyakarta, Juli 2013

Ketua Jurusan Dosen,

(4)

RELEVANSI DENGAN KURIKULUM IPS SMP

KELAS VIII SEMESTER 2:

STANDAR KOMPETENSI

MEMAHAMI KEGIATAN PEREKONOMIAN INDONESIA

KOMPETENSI DASAR

MENDESKRIPSIKAN PELAKU-PELAKU EKONOMI DALAM SISTEM EKONOMI INDONESIA

KELAS IX SEMESTER 1:

STANDAR KOMPETENSI

MEMAHAMI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

KOMPETENSI DASAR

(5)

PERATURAN PERKULIAHAN

1. Dilarang menggunakan

celana jeans, kaos (baik berkerah ataupun tidak berkerah), dan

sandal/sepatu sandal.

2. Dilarang datang

terlambat

(kecuali alasan mendesak: ban bocor, motor macet, dll. Tidak

termasuk alasan terlambat bangun & stress putus pacar)

3. Jika tidak dapat mengikuti perkuliahan, sebelumnya harus menyampaikan

ijin

secara

langsung kepada dosen baik dengan surat atau sms (

maaf: tidak terima telfon

.

BERISIK!!!

)

4. Memiliki

buku minimal 1

buku (beli boleh, foto copy ok, pinjem juga no what, what)

5. Setiap masuk perkuliahan harus membawa data yang berkaitan dengan materi (dari

internet boleh, koran/majalah)

6. Harus selalu mengumpulkan tugas

tepat waktu

7. Setiap ketidakdisiplinan terhadap aturan perkuliah akan mendapatkan

poin pelanggaran

8. Poin pelanggaran

mengurangi nilai

partisipasi kuliah/tugas

Referensi

Dokumen terkait

juga mengubah sistem ekonomi yang dianut Indonesia pada masa Orde Lama.. Yakni, dari pemikiran-pemikiran sosialis

Mata Kuliah ini membahas perkembangan kehidupan sosial ekonomi penduduk Indonesia abad ke 19 dan abad ke 20 serta membicarakan konsep-konsep dan teori-teori sosial yang

Sedangkan pada awal Orde Baru, strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama

Pada abad modern ini ditandai dengan berbagai pemikiran masalah ekonomi dan munculnya tempat pembelajaran, pengembangan pemikiran ekonomi yang pada akhirnya

Permasalahan perekonomian Indonesia dan permasalahan pokok dari prospek Kedepan termasuk mekanisme dan perencanaan ekonomi Indonesia..

Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, banyak sudah t okoh-t okoh negara pada saat it u t elah merumuskan bent uk perekonomian yang t epat bagi bangsa

ditekan untuk melakukan reformasi ekonomi : (1) intervensi pemerintah harus dihilangkan atau diminimumkan, (2) swastanisasi perekonomian Indonesia seluas-luasnya, (3)

Penentuan sistem ekonomi tidak dapat dilepaskan dari ideologi yang diyakini oleh negara, Ideologi tertentu akan melahirkan sistem ekonomi tertentu pula karena pada dasarnya, negara