• Tidak ada hasil yang ditemukan

314 POTENSI LEMBAGA DUSUN KLEPU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "314 POTENSI LEMBAGA DUSUN KLEPU"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Nursya’bani Purnama, Very Firmansyah, Agung Cahyo, Lalu Muhammad, Rio Condro, Tri Hidayati, Meitha Rizky, Fairus Syafira, Ayuhalinda Ekso

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, UII Email: [email protected]

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatur struktur organisasi di Klepu. Klepu adalah salah satu bagian desa Kokap, Kulonprogo. Terletak di dekat Waduk Sermo yang merupakan salah satu waduk terbesar di Yogyakarta. Hal ini desa kecil dengan sekitar 600 orang hidup di atasnya karena banyak orang wisatawan ke negara lainnya. Penduduk desa mayoritas hidup pada pertanian. Mereka membuat gula merah dari pohon Niras. Ada beberapa organisasi yang potensial di Klepu, tetapi tidak memiliki struktur manajemen yang jelas dan hanya sedikit dari mereka yang masih aktif. Proyek ini tentang mengatur dan meninjau struktur organisasi. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil dari proyek ini adalah anggota dari organisasi tahu apa struktur dan tahu kendala dari organisasi. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas dari anggota

Kata kunci: Klepu, Kulonprogo, Nira, Brownsugar, Organisasi

ABSTRACT

The aim of the study was to organize the structure of organization in Klepu. Klepu is one of village part of Kokap, Kulonprogo. Located near Waduk Sermo which is one of biggest reservoir in Yogyakarta. It is small village with around 600 peoples live on it because many peoples traveler to other country. The majority villagers live on agriculture. They made brown sugar from Niras tree. There are several potential organization in Klepu but don’t have apparent structure management and only few of them who still active. The project is about organize and reviewing structure of the organization. The methods used are observation and interviews. The results from the project are members from organization know whats the structure and know obstacle from the organization. Besides, to improve quality from the members

Keywords: Klepu, Kulonprogo, Nira, Brownsugar, Organization

PENDAHULUAN

Konsep lembaga kelembagaan telah banyak dibahas dalam sosiologi, antropologi, hukum

dan politik. Dalam bidang sosiologi dan antropologi kelembagaan banyak di tekankan pada

norma, tingkah laku maupun adat istiadat. Dalam ilmu politik kelembagaan banyak ditekankan

pada aturan main, kegiatan kolektif untuk kepentingan bersama. Dalam ilmu Psikologi

menegaskan pentingnya kelembagaan dari sudut pandang tingkah laku manusia. Sedangkan

dari ilmu hukum melihatnya dari sudut hukum atau regulasinya serta instrumen dan litigasinya

(Djogo, dkk, 2003).

Lembaga (institutations) adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting atau secara formal, sekumpulan kebiasaan

dan tata kelakuan yang berkisar pada suatu kegiatan pokok manusia. Dengan kata lain

lembaga merupakan suatu wadah dimana untuk mengumpulkan beberapa orang yang memiliki

(2)

visi dan misi yang sama dan menjalakan proses yang terstruktur (tersusun) untuk melaksanakan

berbagai kegiatan tertentu secara runtut.

Pendapat para tokoh tentang definisi lembaga sosial :

1. Menurut Koentjaraningkrat : Pranata sosial adalah suatu sistem tatakelakuan dan hubungan

yang berpusat kepada aktifitas sosial untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan

khusus dalam kehidupan masyarakat.

2. Menurut Leopold Von Weise dan Becker : Lembaga sosial adalah jaringan proses

hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu

beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat kepentingan individu dan kelompoknya.

3. Menurut Robert Mac Iver dan C.H. Page : Lembaga sosial adalah prosedur atau tatacara

yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu

kelompok masyarakat.

4. Menurut Soerjono Soekanto, Pranata sosial adalah himpunan norma-norma dari segala

tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, pengertian lembaga sosial sebagaimana dikemukakan oleh John Lewis Gillin dan

Jhon Philip Gillin adalah sebagai berikut :

1. Lembaga sosial merupakan suatu organisasi pada pemikiran dan pola perilaku yang

terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan. Hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata

kelakuan, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak

tergabung dalam suatu unit yang fungsional.

2. Hampir semua lembaga sosial mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu sehingga orang

menganggapnya sebagai himpunan norma yang harus dipertahankan. Suatu sistem

kepercayaan dan aneka macam tindakan baru akan menjadi bagian lembaga sosial setelah

melewati waktu yang sangat lama.

3. Suatu lembaga sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.

4. Lembaga sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai

tujuan.

5. Suatu lembaga sosial biasanya juga memiliki lambang tertentu yang secara simbolis

menggambarkan tujuan dan fungsinya

6. Lembaga sosial memiliki suatu tradisi, baik tertulis maupun tidak tertulis yang merupakan

dasar bagi pranata yang bersangkutan dalam menjalankan fungsinya. Tradisi tersebut

(3)

Pengertian Lembaga Pendidikan

Kata lembaga dalam kamus bahasa indonesia modern adalah asal mula, bakal, bentuk

asli, badan keilmuan (Daryanto, 1994). Dalam bahasa Inggris lembaga dalam pengertian fisik

disebut intitute, sarana (organisasi) untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan lembaga dalam pengertian non fisik atau abstrak adalah institution, suatu sistem norma untuk memenuhi kebutuhan (Ali, 1995)

Dalam arti sederhana, pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina

kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Selanjutnya,

pendidikan diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain

agar menjadi dewasa dan mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti

mental (Hasbullah, 2009).

Jadi, yang dimaksud dengan Lembaga Pendidikan adalah lembaga atau tempat

berlangsungnya proses pendidikan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah tingkah

laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.

Dalam memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak, lingkungan ada yang sengaja

diadakan ada yang tidak usaha sadar dari orang dewasa yang normatif disebut pendidikan.

Sedang yang lain disebut pengaruh. Lingkungan yang dengan sengaja diciptakan untuk

mempengaruhi anak ada tiga, yaitu : lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan

masyarakat. Ketiga lingkungan ini disebut lembaga pendidikan atau satuan pendidikan.

Ciri-ciri Lembaga Sosial

Ada lima ciri lembaga sosial, yaitu :

a. Lembaga sosial merupakan himpunan pola-pola pemikiran dan tingkah laku yang

dicerminkan dalam kegiatan kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.

b. Lembaga sosial mempunyai taraf kekekalan tertentu. Lembaga sosial mempunyai satu atau

lebih tujuan.

c. Lembaga sosial mempunyai berbagai sarana untuk menempati tujuannya.

d. Lembaga sosial mempunyai lambang/simbol yang khas.

e. Lembaga sosial mempunyai tradisi lisan maupun tertulis yang berisikan rumusan tujuan,

sikap, dan tindak tanduk individu yang mengikuti lembaga tersebut (Gunawan, 2010).

Macam-macam Lembaga Sosial Serta Fungsinya

Fungsi daripada kelompok sosial dapat bersifat individual dan sosial. Fungsi individual

daripada kelompok ialah dalam tarap-tarap tertentu dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan

(4)

essensial, kecakapan, sikap yang penyesuaian dalam pengalaman-pengalaman pendewasaan

nya dalam kelompok yang lebih luas (Ahmadi, 2007).

a. Lembaga Agama

Agama merupakan suatu lembaga atau institusi penting yang mengatur kehidupan rohani

manusia. Menurut Emile Durkheim, agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri

atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat

beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui

rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

Fungsi lembaga agama antara lain sebagai:

i. Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok.

ii. Pengatur tata cara hubungan antar manusia, dan antara manusia dengan Tuhannya.

b. Lembaga Pendidikan

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar untuk

menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi

peranannya pada masa yang akan datang. Sekolah merupakan bentuk konkrit dari lembaga

pendidikan. Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi nyata

atau fungsi manifest, yaitu:

i. Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Dengan bekal

keterampilan yang diperoleh dari lembaga pendidikan seperti sekolah maka seseorang

siap untuk bekerja.

ii. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan

masyarakat.

iii. Melestarikan kebudayaan masyarakat. Lembaga pendidikan mengajarkan beragam

kebudayaan dalam masyarakat.

iv. Menanamkan ketrampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Sedangkan fungsi laten (fungsi yang tidak disadari )dari lembaga pendidikan adalah sebagai

berikut:

i. Mengurangi pengendalian orang tua. Keikutsertaan seorang anak dalam lembaga

pendidikan seperti sekolah akan mengurangi pengendalian orang tuanya karena yang

berperan saat dalam pengajaran dan pendidikan di sekolah adalah para gurunya.

ii. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Aturan dalam keluarga atau rumah berbeda

dengan aturan di sekolah,maka ada beberapa anak yang ingin mencoba melanggar

(5)

iii. Mempertahankan system kelas social. Adanya jenjang pendidikan secara tidak langsung

telah mempertahankan system kelas sosial seperti adanya kelas-kelas dalam lembaga

pendidikan (kelas 1 sampai kelas XII )

iv. Memperpanjang masa remaja. Anak yang bersekolah hingga kelas XII akan menikmati

masa remajanya berbeda dengan anak yang berhenti sekolah

c. Lembaga Politik

Lembaga politik adalah keseluruhan tata nilai dan norma yang berkaitan dengan kekuasaan.

Misalnya keanggotaan DPR sebagai sarana aspirasi rakyat.

Lembaga politik memiliki beberapa fungsi yaitu:

i. Memelihara ketertiban di dalam negeri (internal order)

Lembaga politik memiliki fungsi untuk memelihara ketertiban didalam masyarakat dengan

menggunakan wewenang yang dimilikinya, baik dengan cara persuasif (penyuluhan

)maupun cara koersif (kekerasan).

ii. Menjaga keamanan di luar negeri (eksternal order)

Lembaga politik memiliki fungsi untuk mempertahankan negara dari ancaman

atau serangan yang datang dari negara lain melalui jalan diplomasi ataupun dengan

perang seperti TNI AL.

iii. Mengusahakan kesejahteraan umum (general welfare)

Lembaga politik memiliki fungsi untuk merencanakan dan melaksanakan

pelayanan- pelayanan sosial serta mengusahakan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat

seperti organisasi politik yang melakukan bakti sosial.

iv. Mengatur proses politik

Lembaga politik memiliki fungsi mengatur proses persaingan untuk memperoleh

kekuasaan agar tidak mengancam keutuhan masyarakat (bangsa dan negara) seperti adanya

kesepakatan politik dari beberapa partai politik dalam menyikapi kebijakan pemerintah.

d. Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi mulai muncul ketika orang mulai membutuhkan produk dari masyarakat

atau orang lain yang menyangkut barang-barang kebutuhan pokok.

Fungsi lembaga ekonomi antara lain ;

i. Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan.

ii. Memberi pedoman untuk melakukan pertukaran barang atau barter.

(6)

Untuk kegiatan untuk mendapatkan kebutuhan pokok diperlukan lembaga ekonomi yang

disebut pasar. Pasar merupakan tempat transaksi jual-beli berbagai kebutuhan pokok

masyarakat. Keberadaan pasar telah memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan

sehari-hari terutama bahan pangan.

Klepu merupakan salah satu desa di daerah Kokap, Kulonprogo. Berlokasi di dekat

Waduk Sermo yaitu salah satu waduk terbesar di daerah Yogyakarta yang dikelilingi oleh

pepohonan ciri khas Sermo yaitu Pohon Sengon laut. Pada dasarnya, waduk sermo menjadi

pusat pengairan di wilayah sekitarnya termasuk dusun Klepu ini. Di dusun Kokap sendiri

mempunyai tumbuhan ciri khas selain sengon laut yaitu pohon kelapa yang menjadi sumber

mata pencaharian untuk diolah kembali menjadi nilai ekonomis yaitu gula jawa dan gula semut

yang mendongkrak perekonomian di dusun Klepu karena mayoritas penduduk dusun Klepu

sebagai pengolah hasil dari pohon kelapa yaitu air nira.

Di dusun ini ada berbagai bidang yang menjadi daya tarik para peneliti untuk

meningkatkan kemajuan dalam berbagai bidang seperti pada bidang Sosial, Budaya, dan

Pemerintahan (SBP), Ekonomi dan Peningkatan Wirausaha (EPW), Prasarana, Sarana, dan

Teknologi (PST), Kesehatan dan Lingkungan Hidup (KLH), dan Dakwah Islamiyah dan

Pendidikan (DIP), dimana wilayahnya terdiri atas enam RT yang memiliki potensi untuk

dikembangkan.

Dalam dusun Klepu ini ada berbagai macam lembaga dusun yang saling melengkapi satu

samalain dan mempunyai tujuan untuk membangun kemajuan desa. Diantaranya seperti

Lembaga bank sampah Bank sampah di Di Dusun Klepu bernama “GIRI UWUH”

berkedudukan di dusun klepu,desa hargowilis kokap kulon progo provinsi D.I.Yogyakarta.

Sejak 1 januari 2014 Bank sampah sudah melakukan kegiatan-kegiatannya. Berbagai maacam

kegiatan bank sampah sangat berdampak positif di dusun klepu ini terutama dalam hal

kebersihan dan pengolahan sampah. Maksud dan tujuan di dirikannya bank sampah untuk

mengurangi timbunan sampah yang dapat mencemarkan lingkungan, dan juga bisa

menciptakan lingkungan yang sehat.

Ada berbagai lembaga di dusun Klepu ini seperti Karang Taruna, Bina Keluarga Balita,

Kelompok tani, PKK, Koperasi, KKLPMD, Bank Sampah dan Takmir Masjid.

Dengan adanya Bank sampah di dusun klepu yang bernama GIRI UWUH di harapkan

sifat kepentingan sosial jauh lebih tinggi dan bersifat gotong royong karena pada dasarnya di

desa sangat menjujung tinggi sifat gotong royong. Bank sampah juga dapat meningkatkan

pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat dusun klepu serta dapat meningkatkan kerjasama

(7)

METODE

Metode yang digunakan adalah dengan observasi dan wawancara dimana penulis

melakukan wawacara terhadap ketua setiap lembaga yang berada di desa Klepu, Hargowilis,

Kokap, Kulonprogo.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dapat diketahui bahwa

lembaga yang aa di daerah klepu diantaranya karang taruna, kelompok tani, PKK, BKB,

Koperasi, KKLPMD, bank sampah dan takmir masjid. Dari beberapa lembaga tersebut sebagian

besar masih mendapati beberapa kendala seperti kurangnya pelatihan, motivasi, ketidak aktifan

anggota, kurangnya lembaga manusia untuk mengelola lembaga tersebut dan manajemen waktu

yang buruk.

Hasil yang didapat dari pendataan lembaga desa ini adalah dapat mengetahui struktur dan

kendala yang dialami oleh setiap lembaga, sehingga dapat mmepermudah untuk menanggulangi

dan mencegah masalah yang akan dihadapi. Dengan demikian ketika sudah mengetahui struktur

setiap lembaga maka dapat meningkatkan kualitas kinerja para anggota setiap lembga dengan

demikian lembaga tersebut dapat berjalan dengan efisien.

KESIMPULAN

Dengan pendataan lembaga desa yang penulis lakukan maka dengan demikian para pihak

terkait dapat mendapatkan dampak positif seperti para anggota dari lembaga tersebut dapat

mengetahui peran nya sebagai anggota lembaga. Dan dimaksutkan kedepannya lebih aktif

untuk terus menjalankan perannya masing-masing dalam lembaga yang ada. Sehingga dapat

mencegah problem yang ada pada lembaga tersebut.

Banyaknya lembaga yang ada di dusun klepu dapat digunakan sebagai wadah untuk

silaturahmi antar individu dalam lingkup dusun, dengan demikian perlunya ke aktifan

lembaga-lembaga dusun. Terutama lembaga-lembaga yang menjadi lembaga-lembaga unggulan yang ada di dusun. Ini

dapat digunakan dasar untuk lembaga lembaga yang lain. Ada juga lembaga yang baru

terbentuk yaitu karang taruna, perlunya terus belajar dan kerja keras untuk menjadi baik

kedepannya.

Dengan demikian setiap lembaga wajib menjalankan tujuan dan sasaran dari lembaga itu

(8)

REFERENSI

[1]http://mrpams.multiply.com/journal/item/15?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2

Fitem, Diakses Hari Minggu, 8 September 2016, Jam 20:57

[2] Tim Sosiologi, Sosiologi Suatu Kajian Masyarakat untuk SMA Kelas X, (Jakarta : Yudhistira, 2007), hal 58

[3] Daryanto, Kamus Bahasa Indonesia Modern, (Surabaya : Apolo, 1994), hal 127 [4] Mohammad Daud Ali dan Habibah Daud, Lembaga-lembaga Islam di

Indonesia,(Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 1995), hal 1

[5] Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 2009), hal 1

[6] Drs. H. Fuad Ihsan, Dasar-dasar Kependidikan, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2003), hal 16

[7] Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2010), hal 28-29

[8]Humam Syaharuddin, 2012, Ciri-Ciri Kurikulum Pendidikan

Islam, http://humamsyaharuddin.blogspot.com/2012/03/ciri-ciri-kurikulum-pendidikan-islam.html, Diakses Hari Kamis 29 Maret 2012

[9] Drs. H. Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2007), hal 86 [10]http://www.edukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20P

okok/view&id=290&uniq=2770, Diakses Minggu 18-Maret-2012, Jam 21:29

[11] Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 2009), hal 38-43

[12] Drs. H. Fuad Ihsan, Dasar-dasar Kependidikan, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2003), hal 17

Referensi

Dokumen terkait

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang bertempat tinggal dalam suatu kawasan dan saling berinteraksi dengan sesama untuk mencapai tujuan (Suwarno, 2006: 46). Dari

dimaksud dengan Kelompok adalah suatu unit yang merupakan sekelompok/sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama lain berinteraksi dalam mencapai suatu tujuan yang

peranan yang paling penting dalam mencapai sebuah tujuan suatu organisasi

KELOMPOK ADALAH SEKUMPULAN 2 (DUA) ORANG ATAU LEBIH YANG SATU SAMA LAIN SALING.. BERINTERAKSI DALAM MENCAPAI TUJUAN BERSAMA DALAM SUATU

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan tersebut, maka dalam lembaga pendidikan formal yaitu sekolah atau madarasah, keberhasilan pendidikan yang pertama ditentukan

Lembaga keuangan adalah suatu badan yang bergerak dibidang keuangan untuk menyediakan jasa bagi nasabah atau masyarakat.. Lembaga Keangan memiliki fungsi utama

KELOMPOK ADALAH SEKUMPULAN 2 (DUA) ORANG ATAU LEBIH YANG SATU SAMA LAIN SALING BERINTERAKSI DALAM MENCAPAI TUJUAN.. BERSAMA DALAM SUATU

Bagi seluruh lapisan masyarakat di seluruh Wilayah Republik Indonesia, yang menemukan, atau melihat suatu aktivitas Anggota atau Pengurus Organisasi Lembaga