• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANDEMI COVID 19

N/A
N/A
indra

Academic year: 2023

Membagikan "PANDEMI COVID 19"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PANDEMI COVID 19

ANTARA BELAJAR DARI RUMAH DAN MAKNA INTERAKSI PERSONAL GURU DAN MURID Oleh

Frumensius Hemat, S.Fil, Kepala SMAN 6 Kota Komba, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur

Pandemi covid 19 saat ini mengganggu bahkan cenderung merusak tatanan dimensi kehidupan manusia. Deras dan dahsyatnya pengaruh covid 19 ini bukan saja menjadi monopoli bidang kesehatan namun menjalar dan merasuki bidang lain mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya, pariwisata, pendidikan, transportasi bahkan pertahanan dan keamanan negara. Tiap negara sibuk mengatur dan mengeluarkan sejumlah kebijakan hampir di setiap bidang kehidupan demi menanggulangi dampak besar pandemi covid 19 ini. Bangsa Indonesia juga mengalami efek buruk pandemi covid 19 ini. Sejumlah peraturan dan kebijakan dibuat oleh pemerintah untuk mengurangi dampak besar dan merugikan dari virus corona.

Lalu bagaimana kebijakan dan peraturan di Indonesia di bidang pendidikan? Ada sejumlah kebijakan dan peraturan yang dibuat pemerintah dalam usaha tetap menjaga aktivitas akademis. Di antaranya home learning (belajar dari rumah) dengan mode daring maupun manual, siaran pendidikan di TVRI, dan masih banyak lagi. Situasi belajar dari rumah ini serentak membuat para murid harus membiasakan diri untuk menghidupi pola baru dalam dunia belajar. Mereka dipaksa untuk belajar dari rumah dan mulai mempelajari segala materi pembelajaran. Covid 19 membawa pengaruh yang sangat besar terhadap aktivitas terpola dalam dunia pendidikan. Dari kebiasaan guru dan murid yang berinteraksi langsung, pendekatan tatap muka selama proses belajar dan mengajar di kelas. Covid 19 akhirnya menghantar guru dan para murid pada situasi ‘dipisahkan’ untuk sementara waktu. Hanya media internet yang bisa mempertemukan guru dan muridnya dalam aktivitas belajar selama pandemi covid 19.

Belajar dari rumah lewat moda daring versus makna interaksi personal guru dan murid di kelas.

Tulisan ini coba mengangkat persoalan belajar dari rumah dengan menggunakan moda daring, belajar online dengan ciri utama mengerjakan tugas dan materi lewat media internet dan guru sesekali menghubungi muridnya lewat media sosial dan lain-lain dengan proses belajar mengajar terpola di kelas dimana ada interaksi langsung guru dan murid di kelas. Keduanya memiliki tujuan dan goal yang sama yakni murid bisa menguasai ilmu dan materi yang diajarkan hanya berbeda metode dan teknisnya. Moda daring, belajar di rumah secara online mengharuskan guru untuk memilih model belajar yang tepat untuk selanjutnya menjadi bagian integral para murid untuk belajar dari rumah. Mulai dari persiapan materi dan model pembelajaran, tugas yang harus dikerjakan para murid secara daring dan bentuk penilaian yang tepat terhadap pekerjaan siswa harus dibuat secara serius oleh para guru. Sedangkan interaksi personal guru dan murid di kelas seperti biasanya guru tampil mendampingi secara personal, dari satu murid ke muridnya secara fisik.

Kehadiran personal guru dan murid di kelas menjadikan suasana belajar mengajar menjadi hidup, ada dinamika akademis yang menghiasi cakrawala pembelajaran. Persoalan utamanya adalah bagaimana membandingkan dua aktivitas yang berbeda ini, belajar dari rumah dan belajar di kelas dimana ada guru dan muridnya. Belajar tanpa kehadiran guru dan belajar tanpa guru yang mendampingi.

Cek fakta: Betulkah murid tidak membutuhkan guru karena digantikan oleh teknologi?

(2)

Kemajuan teknologi komunikasi yang diwakili oleh keberadaan internet, handphone android, dan lain-lain tentu seharusnya bisa memudahkan murid untuk belajar. Para murid semakin mudah mengakses informasi dan literatur lain yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Kemajuan teknologi ini tentu saja akan memudahkan murid dalam mengembangkan pengetahuan dan kemampuan belajarnya. Itulah harapannya. Covid 10 memberi kesempatan dan waktu yang seluas- luasnya kepada murid untuk bisa belajar mandiri. Lalu alat ukur seperti apa yang bisa menentukan murid sudah mampu belajar mandiri dan bisa mempertanggung jawabkan kemampuannya? Sejauh ini para guru percaya bahwa siswa benar benar belajar di rumah. Hal ini dibuktikan dengan penyelesaian tugas setiap mata pelajaran sesuai dengan ketentuan. Kepercayaan ini tentu harus dibuktikan ketika wabah covid 19 ini berlalu. Pembuktian ini harus dilaksanakan ketika antara guru dan siswa sudah bisa disatukan di dalam ruangan kelas. Sadar atau tidak ada yang hilang dari gaya belajar dari rumah ini selama wabak corona ini. Guru merasa kehilangan muridnya. Guru merindukan dinamika yang khas di di kelasnya. Bagaimana dengan penilaian murid itu sendiri berkaitan dengan dinamika belajar dari rumah itu sendiri, tanpa kehadiran personal guru dan murid.

Murid tetap membutuhkan kehadiran gurunya.

Efek kemajuan teknologi yang merasuki dunia pendidikan saat ini belum tentu menjadi jaminan yang meyakinkan akan berhasilnya proses pembelajaran. Para pendidik mesti sadar bahwa tugas menjadi guru adalah menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran. Kehadiran personal, lewat tatap muka langsung dengan para murid adalah momen yang sangat penting untuk dimanfaatkan secara efektif.

Dari titik inilah kita menyadari bahwa spiritualitas kehadiran adalah yang sangat penting dalam membangun komunikasi yang efektif. Sebab dinamika guru dan murid di kelas adalah sebuah bentuk komunikasi timbal balik yang dilakukan secara intens. Murid akan semakin terbuka dan menunjukkan jati diri, karakter dan kemampuannya secara alamiah. Kemampuan guru menangkap setiap ekspersi lahiriah para murid inilah akan memudahkan guru dalam memfasilitasi segala pengetahuan dan pembelajaran itu sendiri. Teknologi tidak mampu menggantikan hubungan atau interaksi personal guru dan murid. Kemajuan teknologi komunikasi yang bisa menghadirkan guru dan murid hanya bisa dilakukan secara maya dan semu. Kualitas interaksi personal menjadi berkurang. Tetap saja, murid membutuhkan sapaan lembut, senyuman, gerakan tubuh dan kehadiran yang nyata sosok guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Referensi

Dokumen terkait

f) Mencatat dan melaporkan hasil-hasil kemajuan kepada instansi atasan (Kementrian Agama tingkat Kabupaten). g) Melaksanakan penerimaan murid baru berdasar ketentuan

Pandemi Covid-19 membuat peran orang tua sebagai pendidik utama bagi anaknya harus berperan penuh dan meluangkan waktu terhadap proses belajar Daring yang berlangsung dari

Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online Selama Pandemi COVID-19 pada Mata Pelajaran Matematika.. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang

pendidikan di indonesia selama masa pandemi covid-19 dilakukan secara daring atau dari rumah (School From Home). Namun karena sekarang masa pandemi covid mulai

- Ucapan, tekanan kata, intonasi, ejaan, tanda baca, dan tulisan tangan Topik yang digunakan oleh peneliti adalah Produk dan jasa terkait dengan kehidupan peserta didik SMP

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, selama pandemic Covid-19 anak belajar di rumah dengan menggunakan pembelajaran jarak jauh (daring) dan home visit, kedua, Pembelajaran

Beberapa penelitian yang telah mengkaji mengenai masalah belajar daring selama pandemi adalah sebagai berikut (1) Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses

Sejak pandemi Covid-19, suka tidak suka, karena khawatir dengan kondisi di rumah sakit, kini akhirnya dia mau belajar dan menggunakan konsultasi online untuk