• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

11 Juli 2018, saat diadakan Konferensi Tingkat Tingkit (KTT) oleh North Atlantic Treaty Organization (NATO) di Brussel, Belgium. Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, Donald J. Trump, memberikan kritik terhadap NATO oleh sebab ketergantungan negara anggotanya seperti Jerman yang memiliki interdependensi ekonomi pada sektor energi diproduksi oleh Rusia.1

Lanjut 4 tahun berikutnya pada 24 februari 2022, Vladimir Putin, presiden Federasi Rusia, mengumumkan dimulainya “Operasi Khusus Militer”. Tujuan operasi ini termasuk membebaskan dua republik pecahan dari Ukraina yaitu Donetsk People’s Republic (DPR) dan Luhansk People’s Republic (LPR) dengan basis penentuan nasib diri, serta melaksanakan proses “denazifikasi dan demiliterisasi” terhadap Ukraina sesuai dengan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.2 Tidak lama setelah deklarasi invasi telah diumumkan, dunia internasional langsung menanggapi dengan penuh kecemasan atas konsekuensi yang dapat terjadi oleh sebab konflik ini, melihat Ukraina sebagai negara penyangga dari kelanjutan ekspansi Rusia, pihak barat memutuskan salah satu cara melemahkan kapabilitas Rusia dalam konflik mereka terhadap Ukraina adalah dengan memberikan sanksi untuk mengurangi kapasitas perekonomian Rusia mendukung upaya perang mereka.3

1 North Atlantic Treaty Organization. 2022. “Meeting with US President Donald Trump” Diakses dari https://www.nato.int/cps/en/natohq/photos_156708.htm pada tanggal 19 November 2022.

2 The Russian News Agency TASS. 2022. “Russian actions aim to save people, demilitarize, denazify Ukraine” Diakses dari https://tass.com/politics/1414061 pada tanggal 21 November 2022.

3 European Union. 2022. “EU Response to Russia’s Invasion of Ukraine”. Diakses dari

https://www.consilium.europa.eu/en/policies/eu-response-ukraine-invasion/ pada tanggal 27 April 2022.

(2)

2

Sanksi berupa mulai dari pembekuan aset para oligarki Kremlin,4 pemberhentian operasi perusahaan multinasional seperti McDonald & Maersk dalam tanah Rusia,5 serta institusi finansial dari pihak barat memutuskan hubungan pasar bursa Rusia dari pasar saham global dengan melarang institusi keuangan seperti Bank Sentral Rusia dari menggunakan sistim transaksi global, seperti Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT).6

Melihat segala bentuk kecaman dan respon dikerahkan oleh negara-negara anggota NATO termasuk daftar panjang sanksi yang telah mereka kerahkan, merupakan bentuk manifestasi alasan utama mengapa organisasi dibentuk pada awal masa era perang dingin.7 Sebagai koalisi pakta pertahan, salah satu mekanisme NATO terapkan pada era tersebut adalah untuk menyediakan payung pertahanan diri secara kolektif bagi negara-negara Eropa terutama dari potensi agresi militer oleh Uni- Soviet, sekarang Rusia. Untuk memastikan mekanisme pertahanan secara kolektif NATO memiliki untuk dapat dijalankan, dibentuklah 14 Artikel. Artikel-artikel ini pada dasarnya berujung pada satu maksud yaitu untuk pertahanan kolektif serta upaya mempreservasi keamanan dan perdamaian bagi negara-negara anggota.8 Tentu saja NATO sebagai organisasi dibentuk tidak hanya untuk membendung Uni- Soviet atau hanya sebagai payung pertahanan kolektif dan penjamin perdamaian dan keamanan bagi negara-negara anggotanya. Tetapi juga sebagai wadah untuk membulatkan orientasi fokus kebijakan luar negeri masing-masing anggota yang tentu akan berbeda satu sama lain pada level nasional. Pada level internasional

4 European Commission. 2022. “Freeze and Seize Task Force : Almost €30 billion of assets of Russian and Belarussian oligarchs and entities frozen by the EU so far” Diakses dari

https://ec.europa.eu/commission/presscorner/detail/en/IP_22_2373 pada tanggal 27 April 2022.

5 Hall, Edward P. Evans. 2022. “Over 750 Companies Have Curtailed Operations in Russia - But Some Remain” Yale University : School of Management. Diakses dari

https://som.yale.edu/story/2022/over-750-companies-have-curtailed-operations-russia-some- remain pada tanggal 27 April 2022.

6 Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication. 2022. “An update to our message for the SWIFT Community”. Diakses dari https://www.swift.com/news-

events/news/message-swift-community pada tanggal 28 April 2022.

7 North Atlantic Treaty Organization. 2022. “A Short History of NATO” NATO Archives. Diakses dari https://www.nato.int/cps/en/natohq/declassified_139339.htm pada tanggal 8 Desember 2022.

8 McBeth, Adam. 2019. “Summary of North Atlantic Treaty (1949)” INT LAW. Diakses dari https://intlaw.co.uk/nato pada tanggal 8 Desember 2022.

(3)

3

mereka memiliki wadah dalam bentuk NATO untuk mengabungkan suara jadi satu untuk melakukan tindakan secara kolektif dalam kebijakan luar negeri mereka tanpa harus mengorbankan kepentingan masing-masing negara.9

Membantu Ukraina merupakan salah satu bentuk fokus dan orientasi kebijakan luar negeri bagi NATO kerahkan saat ini, hal ini karena potensi besar ancaman terbesar bagi negara-negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Rusia, seperti negara-negara Baltik, Norwegia dan Polandia. Agar dapat melemahkan ancaman tersebut melalui proksi pasukan Ukraina, tanpa harus melakukan mobilisasi atau melibatkan pasukan NATO dalam perang yang sedang terjadi. Oleh sebab itu salah satu metode yang dapat dikerahkan oleh NATO terutama dalam level masing- masing negara untuk membantu Ukraina dalam mempertahankan eksistensi negara mereka dari invasi oleh Rusia. Adalah dengan membantu Ukraina secara ekonomis baik melalui pemberian dana secara langsung maupun pemberian pinjaman jangka panjang.10 Sebaliknya negara-negara anggota NATO juga akan berupaya untuk melemahkan Rusia dalam hal finansial serta ekonomi domestik maupun industri lokal mereka, dengan berbagai macam sanksi yang dikerahkan dan kondisi isolasi dari pasar global oleh sebab sanksi-sanksi tersebut.11

Namun kenyataannya, seperti apa yang telah disebutkan bahwa setelah fase pertama dalam konflik ini telah selesai, terbukti bahwa balasan dari pihak barat dibawah payung organisasi NATO belum sepenuhnya efektif dalam melemahkan upaya perang ini yang dimulai oleh Rusia. Tidak efektifnya sanksi diberikan oleh negara NATO, disebabkan oleh adanya keterikatan dalam bentuk interdepensi ekonomi

9 O’neal, John Robert. 1994. “The Theory of Collective Action and NATO Defense Burden : A New Empirical Tests” Political Research Quarterly. Diakses dari

https://doi.org/10.1177/106591299404700208 pada tanggal 9 Desember 2022.

10 Cordesman, Anthony, Paul Cormarie. 2022. “NATO Force Planning and the Impact of the Ukraine War” Center For Strategic International Studies. Diakses dari

https://www.csis.org/analysis/nato-force-planning-and-impact-ukraine-war pada tanggal 9 Desember 2022.

11 Gromyko, Aivazyan. 2022. “Stage of a special military operation in Ukraine. Anatomy of anti- Russian policy in Europe” Russian Academic of Science : Institute of European Studies. Diakses dari https://www.instituteofeurope.ru/publications/monografii/item/390f pada tanggal 10 Desember 2022.

(4)

4

antara negara anggota NATO sendiri dengan Rusia.12 Minimnya konsekuensi oleh perusahaan multinasional keluar dari Rusia dapat dijelaskan dengan realita bahwa beberapa perusahaan pihak barat enggan untuk memberhentikan operasi dalam Rusia oleh sebab ketergantungan sektor industri ini miliki pada energi dari Rusia.13 Sayangnya keputusan kurang tempat telah diambil untuk memutuskan hubungan institusi keuangan Rusia dari institusi finansial regional serta sistim transaksi global karena aksi ini merusak inisiatif European Union (EU) dalam upaya mereka mengintegrasikan perekonomian Rusia dengan perekonomian Uni-Eropa agar memiliki sistim ekonomi yang terikat satu dengan lain.14 Harapan dari integrasi ini adalah asumsi bahwa konflik besar dalam benua Eropa tidak akan terjadi lagi oleh sebab interdependensi ekonomi antar kedua belah pihak, tentu dengan adanya perang antara Ukraina dan Rusia saat ini, anggapan itu telah terbukti salah.15 Dari fakta bahwa sanksi ekonomi tidak efektif, industri vital yang multinasional masih beroperasi dalam Rusia, serta kontradiksi antara tindakan NATO dengan kebijakan EU. Penulis ingin melihat mengapa NATO menggunakan metode ekonomis dalam menanggapi konflik yang terjadi seperti tertulis diatas, lalu pertanyaan ini akan dilanjutkan untuk menjawab permasalahan tulisan yaitu bagaimana NATO dapat mengatasi tantangan disebabkan oleh interdependensi ekonomi dengan Rusia dalam menangani konflik Rusia-Ukraina.

12 Rácz, András. 2021. “Authoritarian Ties : The Case of Russia and Hungary”. Wilson Center : Kennan Institute. Diakses dari https://www.wilsoncenter.org/blog-post/authoritarian-ties-case- russia-and-hungary pada tanggal 28 April 2022.

13 Kakissis, Joanna. 2022. “Russia halts gas exports to Poland and Bulgaria, hitting back at Europe over sanctions”. National Public Radio (NPR). Diakses dari

https://www.npr.org/2022/04/27/1094995330/putin-gas-rubles-poland-bulgaria pada tanggal 29 April 2022.

14 European Union External Action. 2016. “EU and Russia : A Strategic Parthnership”. European Union. Diakses dari https://www.eeas.europa.eu/node/49746_en pada tanggal 23 November 2022.

15 Milosevich, Mira. 2021. “Russia’s Westpolitik and the European Union” Center For Strategic &

International Studies. Diakses dari https://www.csis.org/analysis/russias-westpolitik-and- european-union pada tanggal 10 Desember 2022.

(5)

5 1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana nato dapat mengatasi Economic Interdependence dengan Rusia dalam upaya menangani konflik Rusia-Ukraina melalui lensa Neoliberal Institusionalisme?

1.3. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat NATO dengan situasi saat banyak negara anggotanya yang cukup terikat dan bergantung pada hasil bumi Rusia, mampu untuk tetap meneruskan komitmennya dengan menemukan cara untuk mengatasi tantangan terbentuk oleh interdependensi mereka dengan Rusia.

1.4. Manfaat Penulisan

Penulis membagi manfaat penulisan dalam dua kategori yaitu manfaat praktis serta manfaat teoritis.

1.4.1. Manfaat Praktikal

Manfaat praktis dalam tulisan ini adalah memperlihatkan perspektif pada potensi interdependensi ekonomi dengan Rusia dapat menjadi pedang mata dua dalam menciptakan pengaruh yang sangat mengikat negara Eropa, serta memberikan referensi bagaimana NATO mampu mengatasi pengaruh yang muncul dari keterikatan ekonomis negara anggotanya miliki dengan Rusia.

1.4.2. Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis tersirat dalam tulisan ini adalah memberikan argumen tentang kegunaan neoliberalisme institusionalisme dalam mengambarkan metode digunakan oleh NATO sebagai institusi untuk dapat mengatasi isu-isu terbentuk dari interdependensi ekonomi mereka dengan Rusia.

(6)

6 1.5. Ruang Lingkup Penelitian

Batas dari ruang lingkup penelitian ini bermulai dari subjek penulis akan teliti, telah ditentukan bahwa aktor utama dari tulisan ini adalah NATO secara kesatuan serta Rusia, sedangkan aktor pendukung merupakan Ukraina, negara anggota NATO.

Batasan masalah penulis akan teliti juga akan secara ekslusif berfokus pada permasalahan dalam aspek ekonomi dalam upaya NATO menangani invasi Rusia terhadap Ukraina.

Penulis juga menilai bahwa pembatasan waktu diperlukan untuk membatasi skala waktu kejadian penulis akan teliti dan batasan ini berupa fokus pada apa yang fase pertama konflik ini. Lalu variabel penelitian ini merupakan kebijakan diambil oleh NATO dan Rusia, serta melihat tindakan aktor negara anggota NATO dan Ukraina telah lakukan yang tentu akan memiliki kaitan dengan penulisan skripsi.

Referensi

Dokumen terkait

Konflik fisik yang terjadi itu dianggap persoalan dalam negeri, akan tetapi dunia internasional memandang bahwa persoalan tersebut merupakan tindakan pelanggaran terhadap

Salah satu agresi yang paling terbaru hingga dunia internasional menyoroti, tepatnya pada kasus pemukulan yang terjadi dalam kompetisi Indonesia Super League antara

Tujuan peneliti memilih konflik internal dan konflik eksternal karena konflik kerap terjadi pada kehidupan nyata dan tak bisa kita hindari, peneliti ingin

Skripsi yang ditulis Adelsa Murena tahun 2018 dengan judul Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dan Anak Dalam Konflik Bersenjata Non Internasional Menurut Hukum

Kecemasan merupakan hal normal yang terjadi dalam kehidupan, namun kecemasan dapat menjadi abnormal jika respons terhadap stimulus berlebihan.12 Survei yang dilakukan Asosiasi

Menanggapi stabilitas dunia perekonomian dan laju inflasi di Indonesia, maka untuk menjaga stabilitas laju inflasi diperlukan peranan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai

Simpang bersinyal digunakan untuk menghindari konflik-konflik yang terjadi pada setiap simpang dan memisahkan pergerakan lalu lintas bagian mana yang seharusnya berhenti dan yang harus

COSER DALAM TEORI FUNGSIONAL TENTANG KONFLIK : Konsekuensi Logis dari Sebuah Interaksi di Antara Pihak Jamaah LDII Dengan Masyarakat Sekitar Gading Mangu- Perak-Jombang”, Jurnal