• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR PADA PEMBELAJARAN SAINS KELAS V PADA POKOK BAHASAN MAHLUK HIDUP DAN PROSES KEHIDUPAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR PADA PEMBELAJARAN SAINS KELAS V PADA POKOK BAHASAN MAHLUK HIDUP DAN PROSES KEHIDUPAN."

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Masyarakat umum mengenal pembelajaran sains sebagai pola

pembelajaran yang lebih banyak memberikan informasi tentang konsep-konsep

materi Sains dari guru terhadap muridnya, karena guru merupakan salah satu

sumber belajar siswa. Informasi-informasi tentang konsep sains tersebut dapat

berupa fenomena-fenomena alam, terminologi konsep, atau pinsip-prinsip dan

hukum-hukum dalam sains. Jika sumber belajar siswa hanya gurunya saja,

akibatnya siswa terjebak dalam sistem pembelajaran yang hanya mengandalkan

hafalan saja, dan hafalan ini dapat dengan mudah dilupakannya jika tidak dikaji

lagi. Cara pembelajaran seperti ini cenderung membuat siswa mudah bosan dalam

belajar, lebih buruknya siswa akan tidak menyukai pembelajaran sains (Widodo,

2008:24).

Ada berbagai macam sumber belajar yang dapat digunakan guru dan siswa

untuk meningkatkan pemahaman konsep sains bagi siswa. Mudhoffir dalam

bukunya yang berjudul prinsip-prinsip pusat sumber belajar (1992:1-2)

menyebutkan bahwa sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen

sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan alat, tehnik dan

lingkungan, yang mana hal ini dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dengan

demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala segala macam sumber

belajar yang ada diluar diri seseorang (siswa) dan dapat memudahkan terjadinya

(2)

Tecnology) (dalam Rohani, 1997:108) menyebutkan ada beberapa jenis sumber

belajar ditinjau dari aspek yang digunakan seperti pada Tabel 1.1

Tabel 1.1

Jenis-Jenis Sumber Belajar

No Jenis Arti Contoh

1 Pesan Pelajaran atau informasi yang ditentukan dalam bentuk yang lain seperti ide, fakta, arti dan data

Bidang studi pelajaran politik, ekonomi, dll

2 Orang Manusia yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah, dan juga penyaji pesan

Guru, tutor, murid, pebicara

3 Bahan Sesuatu yang biasa disebut program yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat atau boleh dirinya

Video, tape, majalah, film, majalah

4 Alat Disebut hardware/perangkat keras untuk menyampaikan pesan yang tersimpan didalam materi

TV, ohp, alat peraga

5 Teknik Prosedur rutin acuan yang disiapkan untuk mempergunakan bahan, orang dan lingkungan untuk menyampaikan pesan

Pengajaran pemograman, diskoveri, simulasi

6 Lingkungan Situasi sekitar dimana pesan diterima

(3)

Sumber belajar merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru.

Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu

seorang guru dalam belajar, mengajar dan menampilkan kompetensinya. Sumber

belajar yang beraneka ragam disekitar kehidupan siswa belum dimanfaatkan

secara optimal dalam pembelajaran. Sebagian besar guru cenderung

memanfaatkan buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar. Masih banyak para

guru-guru di Indonesia yang menjadikan buku teks sebagai satu-satunya patokan

dalam mengajar. Padahal banyak sumber belajar selain buku yang justru sangat

efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa seperti lingkungan sekitar,

perpustakaan, benda dan lain sebagainya.

Belajar merupakan proses interaksi antara siswa dengan guru dan sumber

belajar pada suatu lingkungan belajar. Belajar juga merupakan kegiatan yang

melibatkan siswa dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan

nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Dalam hal ini,

siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasilitator. Ketika seorang guru

menjelaskan pelajaran di depan kelas maka terjadi kegiatan mengajar, tetapi

dalam kegiatan tersebut belum tentu terjadi kegiatan belajar pada setiap siswa.

Peran penting yang harus dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran adalah

mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai

sumber belajar yang ada. Meskipun guru juga merupakan salah satu sumber

belajar bagi siswa, tetapi masih banyak lagi sumber-sumber belajar yang lain yang

(4)

Sumber belajar dapat berfungsi sebagai saluran komunikasi dan mampu

berinteraksi dengan siswa dalam suatu kegiatan pendidikan dan pembelajaran.

Oleh sebab itu guru harus mengembangkan dan merancang sumber belajar secara

sistematis berdasarkan kebutuhan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan

dan juga berdasarkan pada karakteristik para siswa yang akan mengikuti kegiatan

pembelajaran tersebut. Selama ini sumber belajar dianggap sebagai suatu barang

yang sulit dan membutuhkan biaya yang tinggi untuk mendapatkannya. Hal ini

disebabkan karena guru ataupun siswa kurang memiliki kreativitas dan inovasi

dalam memanfaatkan bahan-bahan atau benda-benda yang ada sekitar

dilingkungannya. Dengan berbekal kreativitas, guru seharusnya dapat membuat

dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah. Dengan sentuhan

kreativitas, bahan-bahan bekas yang biasanya dibuang secara percuma dapat

dimodifikasi dan didaur-ulang menjadi sumber belajar yang sangat berharga.

Selain itu, lingkungan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Siswa

tidak perlu harus pergi jauh dengan biaya yang mahal, lingkungan yang

berdekatan dengan sekolah dan rumah pun dapat dioptimalkan menjadi sumber

belajar yang sangat bernilai bagi kepentingan belajar siswa. Tidak sedikit

sekolah-sekolah yang memiliki halaman atau pekarangan yang cukup luas, namun

keberadaannya seringkali ditelantarkan dan tidak terurus. Jika saja lahan-lahan

tersebut dioptimalkan tidak mustahil akan menjadi sumber belajar yang sangat

berharga.

Berbagai sumber belajar juga bisa dimanfaatkan secara sekaligus. Sumber

(5)

dimanfaatkan secara maksimal maka akan lebih baik, prestasi dan motivasi belajar

juga bisa lebih ditingkatkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh

Kusmajid dalam tesisnya tahun 2008 yang berjudul : Kontribusi Pemanfaatan

Sumber Belajar Terhadap Motivasi.

Belajar Siswa dan Pemahaman Konsep Sains SD menyebutkan bahwa

semakin komplit pemanfaatan sumber belajar tadi maka semakin baik prestasi

siswa. Dari hasil penelitiannya menyebutkan bahwa pemanfaatan sumber belajar

secara menyeluruh dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal

senada juga disampaikan oleh Herminingsih (2005) dalam hasil penelitiannya

mengenai pemanfaatan sumber belajar berupa pustaka (dari aspek sumber belajar

berupa lingkungan) menyebutkan bahwa: ”semakin baik pemanfaatan

perpustakaan maka semakin baik pula prestasi belajar yang dicapai.” Artinya

semakin baik pemanfaatan setiap sumber belajar maka akan semakin baik pula

motivasi dan hasil prestasi belajar siswa.

Sudjana (1985:26) mengatakan bahwa sumber belajar itu ada 2 yaitu:

1) Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yaitu sumber

belajar yang sengaja dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem

intruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.

2) Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utililization), yaitu

sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan

keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan

pembelajaran. Sumber belajar ini ada di masyarakat seperti museum, pasar, toko,

(6)

Sumber belajar lainnya yang seharusnya dikelola dengan baik adalah

perpustakaan. Tidak sedikit perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah belum

dikelola dengan baik sebagai pusat sumber belajar, perpustakaan hanya menjadi

sarana atau tempat penyimpanan buku saja sehingga para siswa tidak termotifasi

untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Selain perpustakaan

sumber belajar lain yang juga sangat berperan dalam memberikan manfaat dalam

pembelajaran adalah internet. Bagi para guru, internet sebagai sumber bahan

mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran atau silabus online dengan

metodologi baru, mengakses materi pelajaran yang cocok untuk siswanya, serta

dapat menyampaikan ide-idenya. Sementara itu siswa juga dapat menggunakan

internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan

memperluas pengetahuan, belajar berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan

mereka. Sebagai seorang guru, sudah selayaknya menjelaskan kepada siswa

tentang apa itu sumber belajar dan memberikan motivasi terhadap siswa agar

siswa bisa memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang baik.

Internet pada zaman sekarang merupakan salah satu sumber belajar bagi siswa.

Pengadaan bahan mengajar oleh guru juga dimudahkan dengan memanfaatkan

internet sebagai sumber bahan mengajar.

Namun demikian meskipun aspek variasi dalam pemanfaatan sumber belajar

harus diperhatikan oleh guru-guru ketika mengajar mata pelajaran IPA, bukan

berarti guru-guru mengabaikan aspek pemilihan sumber belajar yang berkualitas

yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran. Pemilihan sumber belajar yang

(7)

pembelajaran yaitu memberikan pemahaman yang mendalam terhadap peserta

didik mengenai konsep-konsep Sains. Akan lebih bermanfaat apabila sumber

belajar yang dimanfaatkan adalah sumber belajar yang berkualitas atau powerful

dari pada sumber belajar yang beragam namun tidak berkualitas. Hal ini

dikarenakan dengan memilih sumber belajar yang berkualitas maka peserta didik

akan langsung dapat memahami tujuan dari suatu pembelajaran. Begitu juga

sebaliknya, apabila sumber belajar yang dimanfaatkan tidak berkualitas maka

akan mengurangi atau memperlambat pemahaman peserta didik terhadap suatu

pembelajaran.

Berdasarkan hasil survey pendahuluan, penulis mengamati pembelajaran di

Sekolah Dasar Kota Bireuen secara umum kegiatan pembelajaran belum

memanfaatkan sumber belajar secara maksimal, dalam arti kata sumber belajar

yang digunakan dalam proses pembelajaran hanya sumber belajar yang sudah

sangat lazim dari dulu digunakan yaitu buku teks. Meskipun metode mengajar

yang diterapkan sudah bervariasi, tidak hanya ceramah saja, namun sumber

belajar belum bervariasi. Kiranya perpaduan antara pemanfaatan sumber belajar

yang bervariasi dan metode mengajar yang kreatif, tentunya akan menambah

kualitas pendidikan generasi kita kedepan nantinya. Ada beberapa sekolah di

Aceh yang sudah berbasis Internasional (SBI). Di sekolah ini sumber belajar yang

digunakan sudah sangat baik dan beragam, kurikulumnya juga berbeda. Model

mengajar yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, seperti dalam

satu semester ada kegiatan survey ke sekolah di luar negeri, studi banding,

(8)

Pokok bahasan makhluk hidup dan lingkungan yang penulis pilih sebagai

perwakilan dari semua materi yang terdapat dalam pelajaran Sains, sangat cocok

untuk pemanfaatan sumber belajar yang lebih komplek selain buku teks saja.

meskipun tidak hanya terbatas pada materi ini pemanfaatan sumber belajar yang

bervariasi, namun untuk semua materi kiranya para guru memanfaatkan berbagai

sumber dalam proses pembelajaran. Materi Makhluk hidup dan lingkungan

membahas tentang ciri makhluk hidup dan interaksinya dengan lingkungan, dan

kebutuhan serta sistem kerja tubuh makhluk hidup baik manusia, hewan dan

tumbuhan.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis melakukan penelitian

yang diberi judul “Pemanfaatan Sumber Belajar dalam pembelajaran Sains di

Sekolah Dasar Kelas V pada pokok bahasan Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan”.

1.2Rumusan Masalah Penelitian

Secara umum rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana

pemanfaatan sumber belajar pada pembelajaran sains pokok bahasan makhluk

hidup dan proses kehidupan di kelas V SD di Kota Bireuen ?. Secara lebih khusus

rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

a. Bagaimana variasi sumber belajar yang dimanfaatkan di sekolah pada pokok

bahasan makhluk dan proses kehidupan di kelas V SD?

b. Seberapa sering sumber belajar dimanfaatkan di sekolah pada pokok bahasan

(9)

c. Tingkat ketepatan pemanfaatan sumber belajar di sekolah pada pokok bahasan

makhluk dan proses kehidupan di kelas V SD?

1.3Tujuan Penelitian

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian pemanfaatan

sumber belajar di sekolah pada pokok bahasan makhluk hidup dan proses

kehidupan yaitu sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui variasi sumber belajar yang dimanfaatkan pada pokok

bahasan makhluk dan proses kehidupan di kelas V SD

b. Untuk mengetahui frekuensi pemanfaatan sumber belajar pada pokok bahasan

makhluk dan proses kehidupan di kelas V SD

c. Untuk mengetahui ketepatan pemanfaatan sumber belajar pada pokok bahasan

makhluk dan proses kehidupan di kelas V SD.

1.4Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk:

1. Bagi guru dan kepala sekolah dapat memperoleh gambaran tentang

bagaimana pemanfataan sumber belajar yang sesuai dengan yang

diharapkan.

2. Bagi penelitian lain diharapkan dapat mejadikan acuan awal untuk

melanjutkan ke penelitian selanjutnya mengenai pemanfaatan sumber

(10)

3. Data yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bukti

tentang bagaimana pemanfaatan sumber belajar yang dilaksanakan oleh

guru sekolah dasar, yang nantinya dapat digunakan oleh para pihak terkait

dengan penjaminan mutu guru sekolah dasar yaitu Dinas Pendidikan

Kabupaten Bireuen dan Lembaga Pelatihan Guru dalam pengambilan

kebijakan yang terkait dengan program pendidikan dan pelatihan dalam

rangka peningkatan kompetensi guru terutama dalam hal penggunaan dan

pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Kota Bireuen.

1.5Definisi Operasional a. Sumber belajar

Sumber belajar didefinisikan sebagai salah satu komponen yang bisa

menuntaskan suatu proses pembelajaran. Ada beberapa item yang digolongkan

kedalam sumber belajar adalah sumber belajar yaitu pesan, orang, alat, teknik, dan

lingkungan. Dengan memanfaatkan peralatan sederhana dari lingkungan berarti

pembelajaran IPA lebih didasarkan pada lingkungan sehingga sesuai dengan

keadaan siswa sehari-hari.

Dalam penelitian ini, penulis tidak membatasi sumber belajar yang ingin

diamati, misalnya sumber belajar yang mungkin dan lazim dimanfaatkan,

diantaranya: Buku, LKS, Perpustakaan, Laboratorium, Tutor, TV, Radio,

Museum, Internet, Lingkungan sekitar, juga akan mengamti sumber belajar lain

(11)

b. Pemanfaatan sumber belajar

Pemanfatan sumber belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah

bagaimana sumber belajar itu dimanfaatkan atau digunakan, atau sejauh mana

sumber belajar itu telah dimanfaatkan oleh sekolah dan guru yang bersangkutan

dalam pelajaran sains di sekolah dasar yang meliputi ketepatan dalam pemilihan

dan pemanfaatan sumber belajar, proses pengkolaborasian antara berbagai sumber

belajar yang tersedia maupun yang dirancang, kesesuaian dengan tujuan

pembelajaran yang telah dibuat. Aspek-aspek yang diobservasi yaitu:

1. Variasi pemanfaatan sumber belajar, yang mencakup jenis sumber belajar

yang dimanfaatkan oleh guru di sekolah.

2. Frekuensi pemanfaatan sumber belajar di sekolah oleh guru dalam

pembelajaran sains terutama pada pokok bahasan makhluk hidup dan

proses kehidupan

3. Ketepatan pemanfaatan sumber belajar, yaitu kesesuaian pemanfaatan

sumber belajar oleh guru dalam pembelajaran sains terutama pada pokok

bahasan makhluk hidup dan proses kehidupan, yang mencakup ketepatan

dalam memilih sumber belajar dan terhadap tujuan pembelajaran.

Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan sumber belajar di Sekolah Dasar

Kota Bireuen, peneliti menyusun instrumen berupa pedoman observasi yang

mewakili setiap aspek yang diteliti. Selain melalui observasi, penelitian ini juga

didukung oleh wawancara, yang dijadikan objek wawancara adalah guru kelas V

yang mengajar mata pelajaran IPA. Pedoman observasi dan pedoman wawancara

(12)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode dan Desain penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan menerapkan

teknik observasi. Metode deskriptif ini digunakan untuk mendeskripsikan dan

menganalisa fenomena, peristiwa, aktifitas, sikap, persepsi, dan pemikiran orang

secara individual atau kelompok (Sa`ud, 2007:84). Penelitian deskriptif tidak

dilakukan untuk menguji hipotesa, menerangkan hubungan antar variabel, tetapi

menggambarkan apa adanya yang terjadi di lapangan. Penelitian ini bertujuan

untuk memaparkan bagaimana pemanfaatan sumber belajar di sekolah dasar di

Kabupaten Bireuen.

Teknik observasi yang dipakai peneliti bertujuan untuk mengamati langsung

sumber data di lapangan. Data yang diamati adalah guru-guru yang mengajar mata

pelajaran IPA Kabupaten Bireuen selama proses pembelajaran. Sejauh mana

pemanfaatan sumber belajar di sekolah dasar tersebut. Dengan observasi, peneliti

bisa langsung bisa mengamati peristiwa yang terjadi di lapangan. Seperti yang

telah disampaikan oleh Nasution (dalam Sugiyono, 2010: 310), bahwa observasi

adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya bisa bekerja

berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui

observasi. Melalui observasi juga peneliti bisa belajar tentang perilaku, dan makna

(13)

Jenis observasi tidaklah hanya satu jenis saja, namun ada beberapa

macamnya, seperti yang disebutkan Sanafiah (dalam Sugiyono: 2010:310),

observasi dibagi menjadi observasi berpartisipasi, observasi yang secara

terang-terangan, tersamar, dan observasi yang tak terstruktur. Untuk lebih jelasnya dapat

dilihat pada gambar 3.1

Gambar 3.1

Macam-macam tehnik observasi (Sugiyono, 2010: 311)

Lebih lanjut Sugiyono menyebutkan, dengan observasi, peneliti bisa terlibat

dengan kegiatan sehari-hari orang yang diamati atau yang digunakan sebagai

sumber data. Sambil melakukan pengamatan, peneliti bisa ikut melakukan apa

yang dikerjakan oleh sumber data. Data yang diperoleh bisa lebih lengkap, tajam,

dan sampai mengetahui sampai tingkat makna dari setiap prilaku yang tampak. Macam

observasi

Observasi partisipatif

Observasi terus terang dan tersamar

Observasi tak terstruktur

Observasi pasif

Observasi moderat

Observasi aktif

(14)

Dalam penelitian ini peneliti menerapkan tehnik observasi partisipatif

bersifat pasif, yakni peneliti datang ke tempat kegiatan yang diamati, tetapi tidak

ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Peneliti masuk ke dalam kelas dan duduk di

belakang/didepan kelas setiap mata pelajaran IPA, dengan mengamati bagaimana

guru melakukan proses pembelajaran dengan pemanfaatan sumber belajar yang

digunakan oleh guru tersebut. Sebelum masuk kelas, peneliti juga berkeliling

sekolah, untuk mengamati sumber belajar apa saja yang tersedia di sekolah

tersebut, misalnya ketersediaan perpustakaan, laboratorium, dan ruang komputer

(internet).

Langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Menentukan sekolah yang akan diobservasi, yaitu dengan memilih

sekolah di pusat kota, dengan pertimbangan sekolah-sekolah yang ada

dipusat kota merupakan sekolah yang nilai akreditasi yang lebih baik.

Jumlah sekolah yang diobservasi sebanyak 10 sekolah.

2. Melakukan survey secara umum di sekolah-sekolah tersebut

menyangkut ketersediaan sumber belajar di sekolah tersebut.

3. Menjadwalkan kunjungan ke setiap sekolah yang akan diobservasi

jumlah sekolah yang terjangkau dikunjungi adalah 10 sekolah, setelah

mendapatkan jadwal mata pelajaran IPA.

4. Melakukan wawancara terhadap guru IPA yang mengajar di keas V

(15)

5. Melakukan observasi di dalam kelas untuk setiap jam pelajaran IPA di

kelas V.

3.2 Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah guru-guru yang mengajar mata pelajaran IPA

Sekolah Dasar yang berada di Kabupaten Bireuen. Guru yang diamati berjumlah

10 orang. Peneliti mengamati bagaimana guru-guru tersebut memanfaatkan

sumber belajar dalam mata pelajaran IPA kelas V. Juga melakukan wawancara

terhadap guru-guru tersebut. Wawancara dilakukan sebelum melakukan

pengamatan pada jam pelajaran IPA. Untuk lebih jelas subjek penelitian dapat kita

amati pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Subjek Penelitian

No Nama sekolah Lokasi Guru

1 SDN 1 Kota Bireuen Guru 1

2 SDN 3 Kota Bireuen Guru 2

3 SDN 4 Kota Bireuen Guru 3

4 SDN 5 Kota Bireuen Guru 4

5 SDN 6 Kota Bireuen Guru 5

6 SDN 8 Kota Bireuen Guru 6

7 SDN 9 Kota Bireuen Guru 7

8 SDN 14 Kota Bireuen Guru 8

9 SDN 18 Kota Bireuen Guru 9

(16)

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan harus sesuai dengan tujuan penelitian untuk

memperoleh hasil yang relevan dan sesuai. Teknik pengumpulan data adalah

sebagai berikut:

1. Studi kepustakaan, yaitu untuk mendapatkan literatur teori tentang sumber

belajar, dan bagaimana mekanisme untuk melakukan penelitian.

Mengenai bagaimana kriteria sumber belajar yang baik, dan indikator

pemanfaatan sumber belajar yang optimal.

2. Studi lapangan, meliputi observasi dan wawancara terhadap guru IPA.

a. Observasi

Instrumen utama dalam penelitian ini adalah lembar observasi.

Lembar observasi digunakan untuk mengamati guru-guru mata

pelajaran IPA ketika guru mengajar pokok bahasan makhluk hidup

dan proses kehidupan. Pedoman observasi terdiri dari beberapa

indikator yang digunakan sebagai standar pengamatan. Observasi

adalah kegiatan pengamatan yang bertujuan mendokumentasikan

segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan yang terjadi

dilapangan. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi

terhadap pemanfaatan sumber belajar yang diterapkan oleh guru dan

pihak terkait di sekolah. Lembar observasi dapat dilihat pada halaman

(17)

b. Wawancara

Selain melakukan observasi, peneliti juga melakukan wawancara

terhadap guru yang mengajar mata peajaran IPA mengenai

pemanfaatan sumber belajar tersebut. Wawancara dilakukan terlebih

dahulu sebelum melakukan observasi secara rutin pada setiap jam

pelajaran IPA berlangsung. Pedoman wawancara dibuat dengan tujuan

untuk mendukung hasil observasi. Wawancara ini berisi tentang

pertanyaan mengenai bagaimana pemanfaatan sumber belajar yang

diterapkan pada pelajaran Sains disekolah terutama dalam pokok

bahasan makhuk hidup dan proses kehidupan.

3.4 Instrumen Penelitian

Ada dua jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

pedoman observasi dan pedoman wawancara. Pedoman observasi terdiri dari

beberapa indikator didalamnya yang dijadikan acuan dalam memperoleh data,

tentang bagaimana pemanfaatan sumber belajar disekolah dasar kelas V pada

pokok bahasan makhluk hidup dan proses kehidupan. Indikator tersebut meliputi

sumber belajar apa saja yang dimanfaatkan, seberapa sering sumber belajar

dimanfaatkan, dan bagaimana tingkat ketepatan pemanfaatan sumber belajar.

Pedoman observasi untuk pemanfaatan sumber belajar digunakan data check

list, yaitu dengan memberi tanda pada lembar observasi yang telah dirancang

peneliti, mengenai aspek-apek yang dimati. Seperti yang disampaikan Narbuko

(18)

subjek dan faktor-faktor yang hendak diselidiki, yang bermaksud memudahkan

catatan observasi, sehingga peneliti tinggal memberi tanda (√) pada blanko

tersebut untuk tiap subjek yang diobservasi.

Ada 3 jenis pedoman observasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

1. Pedoman observasi untuk rumusan masalah variasi sumber belajar yang dimanfaatkan yaitu untuk mengetahui sumber belajar apa saja yang dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran sains terutama pada pokok

bahasan makhluk hidup dan proses kehidupan (untuk selanjutnya penulis

menyebutkan: Pedoman Observasi 1).

Setelah menetapkan pedoman observasi, peneliti juga menentukan skor

atau katagori untuk aspek ini, yaitu sebagai berikut:

Tabel 3.2

Katagori untuk jumlah sumber belajar yang dimanfaatkan

Aspek Skor Katagori

Jumlah sumber belajar

1-3 jenis Kurang variatif 3-5 jenis Variatif

≥5 jenis Sangat variataif

(Jumlah jenis sumber belajar dilihat berdasarkan pembagian sumber belajar kurucut pengalaman Sudjana 1985:26 pada Bab II halaman 18)

2. Pedoman observasi untuk rumusan masalah frekuensi pemanfaatan sumber belajar yaitu seberapa sering sumber belajar dimanfaatkan di sekolah oleh guru dalam pembelajaran sains terutama pada pokok bahasan

(19)

Pedoman Observasi 2). Pedoman observasi dapat dilihat pada bagian

lampiran. Peneliti juga menentukan skor untuk frekuensi pemanfaatan sumber

belajar yaitu:

Tabel 3.3

Katagori untuk frekuensi pemanfaatan sumber belajar

Aspek Skor Katagori

Frekuensi pemanfaatan sumber belajar

0-5 kali Jarang 6-10 kali Sering

≥10 kali Sangat sering

3. Pedoman observasi untuk rumusan masalah ketepatan pemanfaatan sumber belajar yaitu kesesuaian pemanfaatan sumber belajar oleh guru dalam pembelajaran sains terutama pada pokok bahasan makhluk hidup dan proses

kehidupan, yang mencakup kesesuaian terhadap siswa, terhadap tujuan

pembelajaran (untuk selanjutnya penulis menyebut: pedoman observasi 3). Ada

indikator dalam aspek ketepatan pemanfaatan sumber belajar yaitu:

a. Kesesuaian sumber belajar dengan kondisi

b. Tepat dalam memililih sumber belajar

c. Adanya evaluasi pemanfaatan sumber belajar

Untuk lebih lengkap pedoman observasi ini dapat dilihat pada bagian lampiran.

Selain pedoman observasi peneliti juga melakukan wawancara terhadap

guru-guru yang mengajar IPA. Aspek yang diwawancari adalah mengenai

bagaimana pemanfaatan sumber belajar secara umum dalam pelajaran IPA

terutama pada pokok bahasan makhluk hidup dan proses kehidupan. Pedoman

(20)

3.5 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Kota Bireuen, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Dengan subjek penelitian guru-guru yang mengajar mata pelajaran IPA di kelas

V. Kabupaten Bireuen merupakan salah satu Kabupaten hasil pemekaran baru dari

kabupaten Aceh Utara. Saat ini Kabupaten Bireuen masih dalam masa

pembangunan, baik dibidang infrastruktur dan di bidang lainnya, khususnya

pendidikan. Mutu pendidikan di Kabupaten Bireuen secara umum belum terlalu

tinggi bila dibandingkan dengan beberapa Kabupaten lain di propinsi Aceh. Akan

tetapi banyak anggaran yang dicurahkan ke Kabupaten Bireuen dengan harapan

akan digunakan terutama dalam hal meningkatkan mutu pendidikan setempat.

Jumlah sekolah dasar di kota Bireuen ada sebanyak 20 sekolah. Namun yang

terjangkau oleh penulis untuk diteliti sebanyak 10 sekolah saja, mengingat

keterbatasan jangkauan penulis untuk mengobservasi ke seluruh sekolah.

3.6 Tehnik Analisis Data

Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Data

yang telah dikumpulkan berupa data hasil observasi dan wawancara. Data hasil

observasi berupa data mengenai bagaimana pemanfaatan sumber belajar yang

mencakup 3 aspek yaitu jenis sumber belajar yang dimanfaatkan, frekuensi

pemanfaatan sumber belajar, dan ketepatan pemanfatan sumber belajar. Mengenai

yang dilaporkan dalam observasi adalah sesuatu yang ada dalam keadaan wajar

(Ruseffendi, 2005). Namun demikian kemungkinan terdapat kesalahan dari

(21)

lain sebagainya. Semua data mentah yang telah diperoleh akan dikelompokkan

berdasarkan katagori yang diteliti.

Data wawancara digunakan untuk mendukung data hasil observasi, data ini

tidak ditampilkan secara utuh seperti data hasil observasi, karena hanya

diperuntukkan untuk data tambahan saja.

3.7 Prosedur Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menempuh 3 tahapan selama proses penelitian

yaitu tahapan persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap analisis data. Dengan

adanya prosedur penelitian ini, penulis bisa lebih mudah dalam melaksanakan

penelitian ini.

1. Tahap persiapan

Tahapan pertama dalam penelitian ini adalah menyusun proposal

penelitian. Setelah mendapat masukan bimbingan terhadap rumusan

masalah yang ingin diteliti melalui seminar proposal, penulis

melanjutkan ke tahap penyusunan instrumen penelitian. Penyusunan

instrumen penelitian dimulai dengan menyusun kisi-kisi instrumen,

selanjutnya dikembangkan menjadi instrumen yang sesuai dengan aspek

dari rumusan masalah yang telah ditetapkan. Lembar observasi yang

telah siap dijadikan sebagai standar penelitian, dilengkapi dengan

pedoman wawancara yang disusun untuk mendukung pedoman

(22)

Setelah instrumen siap digunakan, peneliti melakukan survey

pendahuluan ke lokasi penelitian, untuk menentukan jadwal penelitian,

setelah mendapatkan surat izin penelitian dari Dinas Pendidikan

Kabupaten Bireuen. Untuk menentukan jadwal penelitian, peneliti

mengunjungi ke sekolah yang ada di Kota Bireuen. Jadwal observasi

yang telah diperoleh dijadikan sebagai pedoman untuk kunjungan pada

tiap jam pelajaran IPA di sekolah tersebut.

2. Tahap pelaksanaan

Langkah awal dalam pelaksanaan penelitian ini adalah melakukan

wawancara terhadap guru-guru IPA yang mengajar di kelas V Sekolah

Dasar Kota Bireuen. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk

mengetahui bagaimana pemahaman guru terhadap sumber belajar dan

bagaimana guru memanfaatkan sumber belajar tersubut. Juga sebagai

data pendukung nantinya ketika peneliti melakukan observasi terhadap

pelaksanaan pemanfaatan sumber belajar. Setelah melakukan

wawancara terhadap guru yang mengajar IPA, peneliti melakukan

observasi pada tiap jam mata pelajaran IPA untuk setiap sekolahnya.

Observasi ini berlangung selama 8 minggu, yaitu selama pokok bahasan

makhluk hidup dan proses kehidupan berlangsung. Dalam seminggu

terdapat 2 kali pertemuan untuk setiap sekolah. Peneliti melakukan

observasi selama pokok bahasan mahluk hidup dan proses kehidupan

(23)

3. Tahap analisis data

Pada tahapan ini, peneliti melakukan analisis data yang telah

diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data dipisahkan menurut

aspek-aspek yang telah ditetapkan. Data wawancara digunakan untuk

mendukung data hasil observasi. Setelah data dianalisis, barulah didapat

kesimpulan bagaimana pemanfaatan sumber belajar di Sekolah Dasar

Kota Bireuen. Untuk lebih rinci, alur penelitian ini dapat kita amati pada

(24)

Gambar 3.2 Alur penelitian Perumusan

masalah

Studi literatur

Pedoman

observasi

Pedoman wawancara

Pengumpulan data

Klasifikasi data

(25)
(26)

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Pada bab ini akan disampaikan beberapa kesimpulan dari hasil penelitian

dan beberapa rekomendasi dengan harapan apa yang terjadi dilapangan seperti

hasil penelitian ini dapat menjadi lebih baik pada masa yang akan datang.

5.1 Simpulan

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana

pemanfaatan sumber belajar oleh guru dan sekolah pada mata pelajaran IPA di

Kabupaten Bireuen. Mengingat sumber belajar adalah faktor penting untuk

meningkatkan prestasi belajar siswa. Pemanfaatan sumber belajar yang peneliti

amati meliputi beberapa aspek yaitu, variasi pemanfaatan sumber belajar,

frekuensi pemanfaatan sumber belajar, dan ketepatan pemanfaatan sumber belajar.

Dari penelitian yang telah peneliti lakukan, peneliti mencoba mendeskripsikan

beberapa kesimpulan sebagai berikut.

Pertama, pemanfaatan sumber belajar di Sekolah Dasar tidak variatif, hal ini

dapat kita amati dari jenis sumber belajar yang dimanfaatkan yaitu rata-rata hanya

1jenis saja. Sumber belajar yang rata-rata digunakan adalah buku teks saja,

sementara sumber belajar yang lain belum dimanfaatkan. Ada beberapa faktor

yang menyebabkan pemanfaatan sumber belajar masih sangat kurang diantaranya

adalah kurang tersedianya sumber belajar yang mendukung proses pembelajaran

(27)

guru mengenai baiknya pemanfaatan sumber belajar yang sesuai dengan

pelajaran IPA, kurangnya motivasi guru dalam memanfaatkan sumber belajar

secara maksimal, dan kurangnya pelatihan untuk guru mengenai pemanfaatan

sumber belajar yang baik dan benar. Pelatihan yang sering dilaksanakan dalam

rangka peningkatan kompetensi guru adalah mengenai metode pembelajaran, dan

penyusunan silabus dan RPP untuk pembelajaran. Sedangkan untuk pemanfaatan

sumber belajar masih sangat minim pengadaannya.

Kedua, frekuensi pemanfaatan sumber belajar sudah sangat sering, namun

masih menggunakan sumber belajar yang sudah sangat lazim dimanfaatkan yaitu

buku dan LKS. Pemanfaatan sumber belajar buku mencapai 100% tingkat

keseringannya, yaitu dapat dilihat dari jumlah penggunaannya yang setiap jam

IPA dimanfaatkan. Dalam pokok bahasan makhluk hidup dan proses kehidupan

jumlah pertemuan yang aktif adalah 16 kali tatap muka dan sumber belajar buku

dan LKS dimanfaatkan hampir pada setiap pertemuan pelajaran IPA

Ketiga, ketepatan pemanfaatan sumber belajar rata-rata kurang tepat tepat,

hal ini dapat kita amati dari ketiga aspek yang mencakup ketepatan pemanfaatan

sumber belajar. Aspek pertama adalah aspek penyesuaian dengan kondisi siswa,

kondisi siswa yaitu jumlah siswa di kelas, tingkat intelektual siswa. Jumlah siswa

di kelas masih belum tergolong baik yaitu melebihi kapasitas yang sebenarnya.

Aspek ke dua adalah pemilihan sumber belajar, guru sama sekali tidak melakukan

pilihan-pilihan terhadap sumber belajar yang akan digunakan. Tidak

menyesuaikan dengan kebutuhan materi yang sedang berlangsung. Hal ini dapat

(28)

saja, padahal banyak sumber belajar yang lebih cocok dimanfaatkan dalam proses

pembelajaran. Sehingga sumber beajar yang dimanfaatkan belum baik

kualitasnya, mengingat ada sumber belajar yang lebih sesuai yang dapat

digunakan dalam pembelajaran IPA. Aspek ke tiga adalah evaluasi pemanfaatan

sumber belajar, dalam hal ini juga masih sedikit pelaksanaannya. Dari 10 sekolah

yang peneliti amati, ada 6 sekolah yang melaksanakan evaluasi terhadap

pemanfaatan sumber belajar, sedangkan 4 sekolah yang lain tidak

melaksanakannya. Pengadaan evaluasi mencakup pemilihan buku-buku yang

sudah lama dijadikan sebagai pegangan wajib bagi siswa dan guru. Yang

diperhatikan adalah bagaimana tingkat pemahaman siswa materi buku yang

disampaikan oleh buku-buku tersebut.

Pengadaan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru masih sangat

jarang dilaksanakan oleh pihak terkait yaitu Dinas Pedidikan Kabuaten Bireuen,

pusat pelatihan guru. Adapun pelatihan yang pernah diadakan adalah hanya

mengenai metode mengajar, penulisan silabus dan RPP, sedangkan mengenai

pemanfaatan sumber belajar belum terlaksana.

5.2 Rekomendasi

Rekomendasi saya setelah melakukan penelitian ini terkait dengan

kemampuan guru dalam mengajar terutama dalam pemanfaatan sumber belajar

adalah sebagai berikut: Pertama, Para pihak terkait dengan peningkatan

kompetensi guru misalnya universitas atau lembaga pendidikan formal yang

(29)

(Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan), Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen

untuk lebih memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan oleh guru mencakup

pengetahuan guru dalam upaya pemanfaatan sumber belajar yang lebih optimal,

dengan memberikan pelatihan yang lebih intensif mengenai pemanfaatan sumber

belajar. Kedua, sumber belajar yang tidak bisa disediakan oleh guru seperti

kelengkapan laboratorium, hendaknya oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen

lebih memperhatikannya, baik dari ketersediannya maupun pemanfaatannya.

Ketiga, guru pelajaran IPA hendaknya lebih bervariatif dalam pemanfaatan

sumber belajar, tidak semata sumber belajar yang sudah terbiasa saja yang

dimanfaatkan, namun lebih jeli dalam memilih sumber belajar yang sesuai dengan

materi ajar IPA. Hal ini bertujuan untuk memperoleh sumber belajar yang

(30)

DAFTAR PUSTAKA

Andra, S. (2006). Pemanfatan internet sebagai sumber belajar. (online) tersedia:

http://www.docstoc.com/docs/21536222/.

Arikunto, S. (1996). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Remaja

Rosda Karya.

Arsyad, A. (2010). Media Pembelajaran. Jakarta : RadjaGrafindo.

Ciremai. (2008). Intelektual Anak. [Online]. Tersedia:

http://www.anakciremai.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang

intelektual.html [02 Februari 2010]

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1983). Teknologi Instruksional. Jakarta :

Ditjen Dikti, Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan Tinggi.

Departemen Pendidikan Nasional.(2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Sekolah Dasar Pelajaran IPA SD/MI. Jakarta: Depdiknas.

Furqon. (2009). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Hamalik, O. (1994). Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bhakti.

Hamalik, O. (2009). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja

(31)

Herminingsih, S. (2005). Studi Deskriptif Tentang Pemanfaatan Perpustakaan

Sekolah Sebagai Sumber Belajar Dan Hubungannya Dengan Prestasi Belajar

Siswa Sekolah Dasar Pangudi Luhur Bernardus Semarang Tahun Pelajaran

2004/2005. Skripsi PSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri

Semarang: tidak diterbitkan

Hinduan, A.A. (1990). Model-model mengajar dalam ilmu pengetahuan alam.

Makalah

Jiyono. (1992). Kemampuan/pemahaman guru tentang ilmu pengetahuan alam (IPA)

dan sarana pelajaran IPA di sekolah dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan

Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan.

Kusmajid. (2008). Kontribusi Pemanfaatan Sumber Belajar Terhadap Motivasi

Belajar Siswa dan Pemahaman Konsep Sains SD. Tesis Pendidikan Dasar

Pasca Sarjana UPI: tidak diterbitkan.

Mars, C. (2008). Becoming A Teacher Knowledge Skill And Issues. Person Education

Australia.

Munadi, Y. (2008). Media Pembelajaan. Jakarta : Gaung persada press.

Muthmainnah.(2011). Analisis Ketepatan Intruksi Kegiatan Praktikum Dalam embar

Kerja Siswa Mata Pelajaran Sains Kelas 1-6 Sekola Dasar. Tesis Pendidikan

Dasar Pasca Sarjana UPI: tidak diterbitkan.

(32)

Nawawi, H & Martini, M. (1996). Penelitian Terapan. Yogyakarta : Gadjah Mada

University Press.

Rohani, A. (1997). Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta Rosdakarya.

Sadiman, A. (2009). Media Pendidikan. Jakarta : Radja Grafindo Persada.

Sa`ud, U.S. (2007). Penelitian Pendidikan Dasar. Modul pada Program

Pascasarjana pendidikan Dasar UPI. Bandung: Tidak diterbitkan

Sagala, S. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Sanjaya, W. (2002). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group.

Sanjaya, W. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Prenada Media Grup.

Santrock, J.W. Penerjemah Pakpahan, V (2007). Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta:

PT Erlangga.

Sardiman. (2007). Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT

RajaGrafindo Persada.

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitataif. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Sofa, P. (2009). Belajar, Mengajar dan Pembelajaran. [Online] Tersedia:

http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&site=massofa.wordpress.com&url=ht

(33)

Sudrajat, A. (2008). Sumber Belajar Untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa

(online).Tersedia:http//akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/15/sumber_bel

ajar_ Untuk Mengefektifkan Pembelajaran Siswa

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sukmadinata, N. S. (1999). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya.

Sunarto, H & Hartono, A. (2006). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Rinka

Cipta.

Sutarno, N. (2008). Materi dan Pembeajaran IPA SD. Jakarta Universitas Terbuka

Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1989). Kamus Besar Bahasa

Usman, M. U. (2008). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Widiasih. (1997). Penggunaan peralatan sederhana dari lingkungan sekitar sebagai

sumber belajar IPA dalam pembelajaran konsep udara. Tesis. Program Pasca

Sarjana Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung: Tidak dipublikasikan.

Widodo, A. (2008). Panduan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI. Jakarta :

Pusat Perbukuan DEPDIKNAS.

Yudha, A. (2009). Kenapa Guru Harus Kreatif?. Bandung: Mizan Media Utama.

Yusuf, S. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja

Gambar

Tabel 1.1  Jenis-Jenis Sumber Belajar
Gambar 3.1 Macam-macam tehnik observasi (Sugiyono, 2010: 311)
Tabel 3.1 Subjek Penelitian
Tabel 3.2 Katagori untuk jumlah sumber belajar yang dimanfaatkan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan : Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Kegiatan : Pengadaan peralatan dan perlengkapan gedung kantor.. Kegiatan : Pemeliharaan

Reza Pahlevi (2013) dalam skripsi nya yang berjudul Analisis Tindak Tutur dalam Dialog Film Perempuan Punya Cerita menyimpulkam bahwa setiap tuturan dalam film tersebut

Penyandang cacat adalah sebutan bagi orang yang memiliki kelainan fisik atau.. mental sesuai dengan pengertian di dalam Undang – Undang No 4 Tahun 1997

[r]

Variabel bebas yang terdapat dalam penelitian ini adalah Produksi Kopi Domestik, Harga Kopi Internasional, dan Nilai Tukar Rupiah terhadap US Dollar, sedangkan variabel

Sebelum Piagam Jakarta disahkan menjadi pancasila ada beberapa hal yang diubah oleh PPKI, salah satunya adalah syarat yang menyebutkan bahwa “presiden Indonesia

Penyakit grastitis/maag merupakan penyakit yang sering dialami oleh orang Indonesia dari remaja sampai lanjut usia, dikarenakan berbagai faktor diantaranya yaitu

3 Saya merasa bahwa penjual di web e- commerce memiliki perhatian untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.. 4 Saya merasa bahwa penjual di web e- commerce