• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penciptaan

Segala kegiatan dan hasil dari karya manusia yang disajikan secara unik dan menarik untuk mengutarakan pengalaman batinnya yang memungkinkan timbulnya perasaan pengalaman atau kegiatan batin pada diri orang lain yang menghayatinya adalah seni (Sudarso, 2000: 2). Sebuah karya seni adalah suatu objek karya seseorang yang bersifat ekspresif untuk merepresentasikan sebuah konsep dalam pemikirannya (Marianto, 2002: 24). Karya seni terbentuk melalui ekspresi dari seorang manusia yang kemudian diterapkan pada sebuah bidang sebagai ruang berkreasi. Melalui sebuah karya seni seniman dapat berkomunikasi secara tidak langsung kepada penikmat karyanya, mengenai apa yang ingin disampaikan. Sebuah karya seni adalah jembatan penting yang menghubungkan perasaan, emosi dan ekspresi dari seniman kepada penikmatnya.

Pengalaman indrawi merupakan hasil menangkap dan memproses objek seni yang kemudian diartikan dengan sudut pandang masing-masing individu.

Pengalaman merupakan peng-alam-an, sebuah proses keterlibatan dengan “alam”, meng-alam-i merupakan proses masuk menjadi bagian dari alam (Mohamad, 2020: 1). Alam sekitar memiliki peran dalam pengambilan ide atau gagasan yang dapat digunakan seorang seniman. Alam memiliki banyak keindahan dalam bentuk flora dan fauna, proses interaksi terjadi sehingga energi yang dapat tersalur sebagai bentuk inspirasi. Pengalaman indrawi yang dirasakan merupakan hasil konektivitas energi dari alam yang membentuk ketertarikan perasaan bahagia ataupun perasaan sedih, jika semakin mendalam akan menghasilkan ikatan batin di antara objek dengan pengamat.

Tumbuh dalam lingkup kedua orang tua memiliki hobi bercocok tanam, sering memberikan pengalaman menarik tentang dunia berkebun/bercocok tanam. Pemandangan taman depan rumah dengan hamparan pepohonan dan berbagai macam tanaman hias yang hidup rimbun pada pijakan tanah, merupakan ingatan yang melekat ketika jauh dari rumah. Terutama pada salah satu tanaman

(2)

yang paling menarik minat pribadi ketika bermekaran yaitu tanaman hias wijayakusuma (Epiphyllum oxypetalum) yang hanya berbunga pada saat malam hari. Keunikan tersebut membuat bunga berwarna putih ini terlihat pantas untuk ditunggu saat mekar. Wijayakusuma berarti sebagai bunga kemenangan atau bunga kejayaan, bunga ini memiliki mitos yang tersebar di masyarakat sebagai bunga keberuntungan kepada siapapun yang berhasil melihat bunga ini mekar sempurna.

Wijayakusuma merupakan tumbuhan sejenis kaktus yang memiliki bentuk daun pipih, batang terbentuk dari helai daun yang mengecil dan mengeras pada bagian tengah daun. Memiliki permukaan daun yang halus tidak seperti bentuk kaktus pada umumnya, daun wijayakusuma tidak memiliki duri. Bunga dan tunas muda akan tumbuh pada bagian ketiak daun, bunga akan berwarna merah muda pada saat kuncup dan akan berubah putih pada saat mekar sempurna. Tumbuhan wijayakusuma bukan tumbuhan asli Indonesia, pada habitat aslinya hidup pada Meksiko bagian selatan, Amerika utara dan terlihat pada daerah asia tenggara yang memiliki iklim cenderung sedang hingga tropis (Devi, 2018:972). Tanaman wijayakusuma termasuk ke dalam tanaman yang akan rajin berbunga jika ditanam di tempat terbuka yang dapat menerima sinar matahari secara langsung (Mursito, 2011: 111). Tumbuhan ini termasuk dalam tumbuhan obat-obatan yang dapat berfungsi untuk mengurangi pendarahan pada luka (Kartika, 2017: 14).

Tanaman wijayakusuma dapat ditanam dengan memotong bagian ujung dari daun yang tua yang kemudian disimpan selama 3-14 hari untuk merangsang penebalan kulit pada ujung daun dan pertumbuhan akar pada daun (Rohmand, 2015:90). Terdapat beberapa jenis tanaman wijayakusuma, jenis Epiphyllum oxypetalum dipilih karena pribadi memiliki jenis tumbuhan wijayakusuma tersebut dan jenis lainnya yaitu Epiphyllum pumillum. Bunga dari Epiphyllum oxypetalum terhitung lebih besar dibanding Epiphyllum pumillum yang cenderung kecil dan jarang berbunga dibanding dengan Epiphyllum pumillum yang lebih rajin berbunga membuat kehadirannya dipandang spesial. Berdasarkan pengalaman pada saat bercocok tanam, interaksi yang dilakukan dengan bunga wijayakusuma dan suasana pemandangan pada halaman depan rumah menumbuhkan perasaan bahagia saat menunggu bunga wijayakusuma mekar.

(3)

Bunga wijayakusuma yang hadir menjadi hal yang mengingatkan pada suasana rumah berpadu dalam imajinasi yang dituang dalam bentuk sebuah karya seni lukis dan dapat dinikmati oleh orang lain. Media cat air dipilih dalam pembuatan karya, karena dapat menunjang visualisasi karya dalam segi warna, bentuk dan tekstur yang diinginkan.

B. Batasan Penciptaan

Karya dibatasi pada visual dari bunga wijayakusuma seperti pada bentuk morfologi, tekstur, dan bayangan yang diolah dengan menambahkan beberapa unsur pendukung yang ditemukan dalam ingatan pribadi untuk memperkuat makna atau pesan yang ingin disampaikan dalam karya. Media yang digunakan dalam proses penciptaan adalah cat air.

C. Rumusan Penciptaan

Untuk lebih memahami permasalahan Tugas Akhir maka perlu disusun beberapa rumusan sebagai berikut:

1. Bagaimana ciri dan keunikan dari bunga wijayakusuma.

2. Bagaimana implementasi bunga wijayakusuma sebagai tema dalam penciptaan karya seni lukis.

3. Bagaimana visualisasi karya seni lukis yang bertema bunga wijayakusuma.

(4)

D. Tujuan Penciptaan

Berdasarkan rumusan penciptaan dalam konsep karya Tugas Akhir, maka tujuan yang dicapai antara lain:

1. Menjelaskan bentuk fisik dan keunikan yang dimiliki bunga wijayakusuma.

2. Menjelaskan implementasi bunga wijayakusuma sebagai tema dalam penciptaan karya seni lukis.

3. Memvisualisasikan konsep karya bunga wijayakusuma dalam penciptaan karya seni lukis.

E. Manfaat Penciptaan

Berikut manfaat yang dapat diambil dari penciptaan karya Tugas Akhir ini antara lain sebagai berikut:

1. Memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bunga wijayakusuma, dan manfaatnya dalam kehidupan.

2. Meningkatkan kepekaan perasaan penikmat seni sehingga dapat mengalami hal yang serupa yang dirasakan pribadi terhadap bunga wijayakusuma.

3. Memberikan kontribusi dan referensi untuk mahasiswa lain yang mengangkat tema dan media serupa.

F. Sistematika Penulisan

Sistematika pada penyajian Skripsi (Minat Penciptaan Seni) berjudul

“Bunga Wijayakusuma sebagai Inspirasi dalam Penciptaan Karya Seni Lukis”

mengacu pada standar penulisan skripsi yang ditetapkan di lingkungan Program Studi Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret. Sistematika Penulisan merupakan gambaran garis besar tentang isi dari

(5)

masing-masing BAB, dalam bentuk uraian singkat dan tersusun secara sistematik.

Penulisan ini terdiri dari lima BAB.

BAB I merupakan Pendahuluan yang berisi tentang Latar Belakang Penciptaan yang mendasari proses penciptaan sebuah karya. Batasan Penciptaan diuraikan dengan berfokus pada tema yang diangkat menjadi penciptaan sebuah karya. Perumusan Penciptaan dibuat berdasarkan latar belakang dengan mempertimbangkan batasan penciptaan yang divisualisasikan dalam proses artistik penciptaan karya. Tujuan Penciptaan adalah untuk mengetahui hasil dari rumusan penciptaan yang telah disusun. Manfaat Penciptaan untuk penyusunan Skripsi dan Penciptaan karya adalah menargetkan masyarakat luas, dunia ilmu pengetahuan seni rupa dan untuk diri sendiri dalam proses berkesenian.

BAB II merupakan Tinjauan Karya dan Pustaka berisi mengenai State of The Art atau merupakan gagasan penciptaan karya yang sudah ada. Peninjauan karya terdapat dua jenis yaitu; Tinjauan Tematik Karya Rujukan membahas tema sejenis pada karya dan Tinjauan Teknikal Karya Rujukan membahas mengenai teknik dan media sejenis, berisi pembanding yang merajuk pada kesamaan, perbedaan, serta kebaruan dari karya yang telah ada. Kemudian Tinjauan Pustaka berisi tema atau sumber ide yang diangkat menjadi sebuah karya seni yang memiliki konteks keilmuan dan dijabarkan secara ilmiah. Tinjauan Tematik Penciptaan Karya dijabarkan dalam bentuk deskriptif meliputi pengertian objek, jenis, spesifikasi, karakteristik, dan penjelasan objek yang divisualisasikan dalam penciptaan karya. Sedangkan pada Tinjauan Estetik Penciptaan Karya menjelaskan mengenai tinjauan dari berbagai literatur yang terkait teori seni, ilmu seni rupa dan estetika yang dijabarkan dalam bentuk uraian pustaka tentang aliran/gaya, jenis media, ukuran, dan unsur-unsur seni rupa yang digunakan dalam proses penciptaan karya.

BAB III merupakan Metodologi Penciptaan, dalam bab ini menjelaskan mengenai proses kegiatan penciptaan karya meliputi pengambilan sumber ide dan tematik, media dan bahan, dan metode penciptaan yang berisi penjabaran langkah- langkah dalam proses penciptaan karya seni yang sesuai dengan yang ditargetkan.

BAB IV merupakan penjelasan mengenai hasil kajian dan proses penciptaan karya yang secara substansial rumusan penciptaan karya seni memiliki pola dalam

(6)

penyusunan yaitu, subject matter yang berisi mengenai pokok persoalan dan pesan yang ingin disampaikan, kemudian yang kedua merupakan proses penciptaan karya berisi tentang implimentasi subject matter seperti menentukan media, menguraikan proses penciptaan karya yang berisi uraian auto-kritik atas apresiasi terhadap karyanya sendiri yang meliputi deskripsi, analisis formal, interpretasi dan evaluasi.

BAB V merupakan Penutup berisi Kesimpulan yang berupa pernyataan dari hasil kesimpulan dari kajian dan proses penciptaan karya. Bab terakhir ini merupakan rangkuman atau garis besar dari Bab IV, selain itu terdapat saran yang harus dikemukakan kepada pembaca mengenai hasil penciptaan karya, penyusunan skripsi, dan harapan munculnya kajian dengan tema sejenis sebagai pengembangan dari ilmu terutama di bidang seni rupa.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uji BNT dari uji kemuluran menunjukkan bahwa nilai rataan tertinggi kemulurann pada perlakuan penambahan Gum Guar sebesar 50 ± 0,33, hal ini disebabkan

harveyi Dengan Masa Inkubasi 24 Jam Pada Suhu 30 0 C Gambar 3 terbentuk daerah bening yang menandakan bahwa terjadi penghambatan. pertumbuhan dari Lactobacillus sp

5) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dalam rangka menunjang perbaikan regulasi pengusahaan UCG diperlukan litbang UCG di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan mengingat

Struktur sel bakteri yang terdapat di luar sel dan digunakan untuk : berenang / alat gerak dan sebagai alat untuk menempel pada permukaan objek.. (Pergerakan 3000 panjang tubuh /

Dengan pengalaman Trimegah lebih dari 24 tahun dalam menangani berbagai transaksi di Pasar Modal, Divisi Investment Banking menyediakan jasa keuangan terbaik melalui penjaminan

Selain itu, Eclipse menawarkan alternatif GUI dengan SWT-library -nya yang sangat terintegrasi di dalam Eclipse, akan tetapi Eclipse harus diset terlebih dahulu untuk dapat mulai

Dalam campuran ini, jumlah bahan yang akan digunakan adalah makanan untuk 2 liter sabun cuci

Uraikan kondisi existing wilayah (2 desa sasaran/setara desa atau 1 desa dengan lebih dari 1 pulau ) dalam berbagai segi seperti Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, SDA, SDM, dan