i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR GAMBAR ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Maksud dan Tujuan ... 2
C. Referensi Hukum ... 2
D. Keluaran Pekerjaan ... 3
BAB II LANDASAN TEORI ... 5
A. Komunikasi dan Informasi ... 5
1. Komunikasi... 5
2. Informasi ... 13
B. Multimedia ... 14
1. Definisi Multimedia ... 14
2. Kelebihan Multimedia ... 14
3. Komponen-Komponen Multimedia ... 15
C. Videografi ... 20
D. Karakteristik Media Video ... 21
E. Tahapan Pembuatan Video ... 22
F. Mitigasi Bencana ... 23
BAB III METODE PELAKSANAAN ... 25
A. Ruang Lingkup Pekerjaan ... 25
B. Standar Teknis ... 26
C. Metode Pelaksanaan Pekerjaan ... 27
1. Tahap Pra Produksi ... 28
2. Tahap Produksi ... 29
3. Tahap Pasca Produksi ... 29
ii
D. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ... 30
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 31
A. Pelaksanaan Pekerjaan ... 31
1. Pra Produksi ... 31
2. Produksi ... 32
3. Pasca Produksi ... 33
B. Hasil Pelaksanaan Pekerjaan ... 33
DAFTAR PUSTAKA ... 39
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Unsur-unsur Komunikasi ... 8 Gambar 4. 1 Screenshot Videografis Pelaksanaan Sosialisasi Mitigasi
Bencana Kepada Masyarakat ... 35 Gambar 4. 2 Screenshot Videografis Pelaksanaan Simulasi Kebakaran
Gedung ... 35 Gambar 4. 3 Screenshot Videografis Pelaksanaan Simulasi Penyelamataan
Korban Kebakaran Gedung ... 36 Gambar 4. 4 Screenshot Videografis Pelaksanaan Simulasi Penggunaan
APAR ... 36 Gambar 4. 5 Screenshot Videografis Pelaksanaan Simulasi Penyelamataan
Korban di Air ... 37 Gambar 4. 6 Screenshot Videografis Pelaksanaan Mitigasi Penyebaran
Virus dengan Cara Menyemprotkan Cairan Disinfectan ... 37 Gambar 4. 7 Screenshot Teks Judul yang Terdapat pada Video ... 38 Gambar 4. 8 Screenshot Logo Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kota Surakarta Pada Video ... 38
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Rencana Pelaksanaan Pekerjaan ... 30
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bencana sebagai ciri khas yang dimiliki di sebagian besar wilayah Indonesia. Keadaan Iklim, Geologi, Geomorfologi, Tanah, dan Hidrologi menjadikan Indonesia sebagai Negara Rawan Bencana. Kondisi Sosial, Ekonomi, Budaya, serta kondisi fisik Indonesia berpengaruh terhadap tingkat risiko bencana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penaggulangan bencana, risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.
Adanya ancaman tersebut menuntut masyarakat untuk diharapkan memiliki kapasitas yang memadai untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana serta tanggap dan sadar bahwa mereka tinggal di daerah rawan bencana. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan adanya mitigasi bencana yang ada dilingkup wilayah khsusunya di Kota Surakarta. Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penaggulangan bencana, mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Semakin maju perkembangan jaman, diiringi dengan adanya keberagaman teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses mitigasi bencana di Kota Surakarta. Sebagai bentuk komitme dalam implementasi mitigasi bencana yang ada di wilayah Kota Surakarta
2 tersebut dapat diwujudkan dengan adanya layanan broadcast pesan singkat mengenai kebencanaan. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk video broadcast mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat.
B. Maksud dan Tujuan
Sesuai dengan kebutuhan dalam pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat maksud dari adanya pelaksanaan pekerjaan ini dapat berupa video sosialisasi mitigasi kebencanaan kepada masyarakat luas.
Sedangkan tujuan dari adanya proses pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat agar lebih mudah dalam menentukan dan mencapai target pekerjaan yang dapat meliputi ketentuan sebagai berikut:
1. Untuk membantu menyediakan media sosialisasi mitigasi kebencanaan di setiap wilayah Kota Surakarta dan sekitarnya.
2. Untuk membantu menyampaikan informasi yang informatif, interaktif, dan inovatif terkait mitigasi kebencanaan di Kota Surakarta.
3. Untuk membantu meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat dalam kaitannya pencegahan dan penanganan bencana.
C. Referensi Hukum
Dasar hukum yang menjadi acuan dasar dalam pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat dapat meliputi ketentuan sebagai berikut:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Undang Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
3 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
6. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
7. Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
8. Peraturan Kepala BNPB Nomor 5 tahun 2012 tentang Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana.
9. Peraturan Walikota Surakarta Nomor 7 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
10. Peraturan Walikota Surakarta Nomor 24-A Tahun 2013 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surakarta.
D. Keluaran Pekerjaan
Dalam proses pelaksanaan Pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat perlu memperhatikan dan mempertimbangkan ketentuan dan kebutuhan pengguna jasa yang perlu dihasilkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan. Keluaran pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat yang perlu dihasilkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan dapat meliputi:
1. Laporan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat sesuai hasil pelaksanaan kegiatan.
4 2. Hasil pembuatan video broadcast pesan singkat mitigasi bencana Kota
Surakarta.
3. Flashdisk yang berisi hasil penyusunan laporan kegiatan dan hasil video mitigasi bencana di Kota Surakarta.
5
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Komunikasi dan Informasi
1. Komunikasi
Secara etimologis istilah komunikasi berasal dari bahasa latin communication dan perkataan ini bersumber pada kata communis.
Perkataan communis tersebut dalam pembahasan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai komunis yang sering dijumpai dalam kegiatan politik. Arti communis di sini adalah sama dalam arti kata sama makna yaitu sama makna mengenai suatu hal. Kesamaan makna dalam proses komunikasi merupakan faktor penting karena dengan adanya kesamaan makna antara komunikan dan komunikator maka komunikasi dapat berlangsung dan saling memahami.
Menurut Trenholm dan Jensen (dalam Fajar, 2009: 31), komunikasi merupakan suatu proses dimana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran.
Suatu proses yang mentransmisikan pesan kepada penerima pesan melalui berbagai media yang dilakukan oleh komunikator adalah suatu tindakan komunikasi. Selanjutnya menurut Weaver (dalam Fajar, 2009: 32), komunikasi adalah seluruh prosedur melalui pemikiran seseorang yang dapat mempengaruhi pikiran orang lain.
Effendy (2002: 60), menjelaskan bahwa komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, himbauan, dan sebagai panduan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, baik langsung secara tatap muka
6 maupun tidak langsung melalui media, dengan tujuan mengubah sikap, pandangan atau prilaku.
Secara terminologis, komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian tersebut, jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang dimana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain. Komunikasi yang dimaksudkan di sini adalah komunikasi manusia atau dalam bahasa asing human communication yang sering pula disebut komunikasi sosial atau social communication. Komunikasi manusia sebagai singkatan dari komunikasi antar manusia dinamakan komunikasi sosial atau komunikasi kemasyarakatan karena hanya pada manusia- manusia yang bermasyarakat komunikasi dapat terjadi. Masyarakat terbentuk dari paling sedikit dua orang yang saling berhubungan dengan komunikasi sebagai penjalinnya.
Komunikasi dapat dilakukan secara langsung maupun menggunakan media. Contoh komunikasi langsung tanpa media adalah percakapan tata muka, pidato tatap muka dan lain-lain sedangkan contoh komunikasi menggunakan media adalah berbicara melalui telepon, mendengarkan berita lewat radio atau televisi dan lain-lain. Menurut Effendy (2003: 8), komunikasi dilakukan dengan tujuan untuk perubahan sikap (attitude change), perubahan pendapat (opinion change), perubahan perilaku (behaviour change) dan perubahan sosial (social change). Sedangkan tujuan komunikasi menurut Cangara (2002: 22) adalah sebagai berikut:
a. Supaya Yang Disampaikan Dapat Dimengerti, Seorang komunikator harus dapat menjelaskan kepada komunikan dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga dapat mengikuti apa yang dimaksud oleh pembicara atau penyampai pesan.
7 b. Memahami Orang Sebagai komunikator harus mengetahui benar
aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkannya dan tidak berkomunikasi dengan kemauan sendiri.
c. Supaya gagasan dapat diterima orang lain Komunikator harus berusaha agar gagasan dapat diterima oleh orang lain dengan menggunakan pendekatan yang persuasif bukan dengan memaksakan kehendak.
d. Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu Menggerakkan sesuatu itu dapat berupa kegiatan yang lebih banyak mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki.
Menurut Effendy (2003: 8), komunikasi berfungsi untuk menyampaikan informasi (to inform), mendidik (to educate), menghibur (to entertain), dan mempengaruhi (to influence). Agar komunikasi berlangsung efektif, komunikator harus tahu khalayak mana yang akan dijadikan sasaran dan tujuan yang diinginkannya.
Komunikator harus terampil dalam membuat pesan agar komunikan dapat menangkap pesan yang disampaikan komunikator dan untuk menciptakan komunikasi yang efektif maka pesan dalam komunikasi harus berhasil menumbuhkan respon komunikan yang dituju.
Menurut Effendy (2002: 6), terdapat 5 (lima) komponen yang ada dalam komunikasi yaitu: komunikator (orang yang menyampaikan pesan), pesan (pernyataan yang didukung oleh lambang), komunikan (orang yang menerima pesan), media (sarana yang mendukung pesan apabila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya), dan efek (dampak sebagai pengaruh dari pesan).
Komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Jelasnya, jika seseorang mengerti tentang sesuatu yang dinyatakan orang lain kepadanya maka komunikasi
8 berlangsung dan dengan kata lain hubungan antara mereka itu bersifat komunikatif. Sebaliknya jika ia tidak mengerti maka komunikasi tidak berlangsung dan dengan kata lain hubungan antara orang-orang itu tidak komunikatif. Selanjutnya, Cangara (2006: 115) menggambarkan kaitan antara satu unsur dengan unsur yang lain dalam komunikasi sebagai berikut
Gambar 2. 1 Unsur-unsur Komunikasi
a. Sumber
Sumber sering disebut pengirim pesan atau komunikator.
Menurut Vardiansyah (2004: 19), komunikator adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan komunikasinya. Sebagai pelaku utama dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang sangat penting terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi.
Untuk itu, seorang komunikator harus terampil berkomunikasi dan juga kaya ide serta penuh dengan daya kreativitas.
Dilihat dari jumlahnya, komunikator dapat terdiri dari (a) satu orang, (b) banyak orang atau (c) massa. Apabila lebih dari satu orang (banyak orang) dimana mereka relatif saling kenal sehingga terdapat ikatan emosional yang kuat dalam kelompoknya, maka kumpulan banyak orang ini disebut dengan kelompok kecil. Apabila lebih dari satu orang atau banyak orang dan relatif tidak saling kenal secara pribadi sehingga ikatan
9 emosionalnya kurang kuat maka disebut dengan massa (kelompok besar). Namun, apabila banyak orang dengan tujuan yang sama dan untuk mencapai tujuan tersebut terdapat pembagian kerja diantara para anggotanya maka wadah kerja yang terbentuk sebagai kesatuan banyak orang ini lazim disebut dengan organisasi.
b. Pesan
Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan pada dasarnya bersifat abstrak dan untuk membuatnya konkret agar dapat dikirim dan diterima oleh komunikan, manusia dengan akal budinya menciptakan sejumlah lambang komunikasi berupa suara, lambang, gerak-gerik, bahasa lisan dan bahasa tulisan. Suara, lambang dan gerak-gerik lazim digolongkan dalam pesan non-verbal sedangkan bahasa lisan dan bahasa tulisan dikelompokkan dalam pesan verbal (Vardiansyah, 2004:
23).
Hal yang paling penting diperhatikan adalah pesan yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami oleh komunikan.
Mengingat hal ini maka yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bentuk pesan dan cara penyajian pesan termasuk juga penentuan saluran/ media yang harus dilakukan oleh komunikator sebagai penyampai pesan.
c. Media
Media yang dimaksud disini adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.
Terdapat beberapa pendapat mengenai saluran atau media, ada yang menilai bahwa media bisa bermacam-macam bentuknya misalnya dalam komunikasi antar pribadi panca indera dianggap sebagai media komunikasi. Selain indera manusia, ada juga
10 saluran komunikasi seperti telepon, surat dan telegram yang digolongkan sebagai media komunikasi antar pribadi.
Dalam komunikasi massa, media adalah alat yang dapat menghubungkan antara sumber dan penerima yang sifatnya terbuka, dimana setiap orang dapat melihat, membaca dan mendengarnya. Media dalam komunikasi massa dapat dibedakan atas dua macam yaitu media cetak dan media elektronik. Selain media komunikasi tersebut, kegiatan dan tempat tertentu yang banyak ditemui dalam masyarakat pedesaan dapat juga dipandang sebagai media komunikasi sosial, misalnya rumah ibadah, balai desa, arisan, panggung kesenian dan pesta rakyat.
d. Penerima
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih dan juga bisa dalam bentuk kelompok, partai atau negara.
Penerima adalah elemen terpenting dalam proses komunikasi karena menjadi sasaran dari komunikasi. Dalam proses komunikasi dapat dipahami bahwa keberadaan penerima adalah akibat adanya sumber.
e. Efek
Efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Efek ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang (Cangara, 2006: 25). Menurut Vardiansyah (2004: 110), efek komunikasi dapat dibedakan atas efek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan konatif (tingkah laku).
Efek bisa terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku. Pada tingkat pengetahuan, efek bisa terjadi dalam bentuk perubahan persepsi dan perubahan pendapat.
11 Perubahan pendapat terjadi apabila terdapat perubahan penilaian terhadap suatu obyek karena adanya informasi yang lebih baru. Perubahan sikap ialah adanya perubahan internal pada diri seseorang yang diorganisir dalam bentuk prinsip sebagai hasil evaluasi yang dilakukannya terhadap suatu objek baik yang terdapat di dalam maupun di luar dirinya. Berbeda dengan perubahan sikap, perubahan perilaku adalah perubahan yang terjadi dalam tindakan.
Dalam komunikasi antar pribadi dan kelompok, efek dapat diamati secara langsung. Sebaliknya dalam komunikasi massa, efek tidak begitu mudah diketahui sebab selain sifat massa tersebar juga sulit dimonitor pada tingkat mana efek tersebut terjadi. Komunikasi massa cenderung lebih banyak mempengaruhi pengetahuan dan tingkat kesadaran seseorang sedangkan komunikasi antar pribadi cenderung berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang.
f. Umpan Balik
Ada yang beranggapan bahwa umpan balik sebenarnya adalah salah satu bentuk dari pada pengaruh yang berasal dari penerima, tetapi sebenarnya umpan balik juga bisa berasal dari unsur lain seperti pesan dan media meskipun pesan belum sampai pada penerima. Contoh dari umpan balik adalah sebagai berikut sebuah konsep surat yang memerlukan perubahan sebelum dikirim atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengalami gangguan sebelum sampai ke tujuan.
g. Lingkungan
Lingkungan adalah faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi. Faktor ini dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu lingkungan fisik, lingkungan sosial budaya, lingkungan psikologis dan dimensi
12 waktu. Beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi yaitu:
1) Respect, merupakan sikap hormat dan menghargai terhadap lawan bicara. Melalui sikap ini, kita belajar untuk berhenti sejenak agar tidak mementingkan diri kita sendiri akan tetapi lebih mengutamakan kepentingan orang lain. Melalui informasi yang telah disampaikan, kita berusaha untuk memahami orang lain dan menjaga sikap bahwa kita memang butuh akan informasi tersebut.
2) Empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Dalam hal ini, kita berusaha untuk memahami sikap seseorang serta ikut dalam kondisi yang sedang dialami oleh orang tersebut sehingga hubungan emosional pun akan lebih mudah terjalin.
3) Audible, yaitu dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Hal yang perlu dilakukan agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti adalah sebagai berikut:
a) Buat pesan untuk mudah dimengerti;
b) Fokus pada informasi yang penting;
c) Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi dari pesan;
d) Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul.
4) Clarity, yaitu kejelasan dari pesan yang disampaikan.
Kejelasan dari pesan dibutuhkan melalui symbol, bahasa yang baik, penegasan kata dan sebagainya. Penyampaian pesan tidak bisa hanya sekali saja akan tetapi harus berulang kali karena sifat pesan yang biasanya pesan yang lama akan kalah dengan pesan yang baru dan agar pesan yang lama tidak dilupakan maka perlu diingatkan kembali.
13 5) Humble, yaitu sikap rendah hati dimana melalui sikap rendah
hati, seseorang akan lebih menghargai orang lain baik sikap, tindakan serta perkataannya. Melalui sikap ini, akan lebih memudahkan seseorang untuk menyampaikan pesan karena sikap ini lebih mengutamakan kepentingan orang lain dari pada kepentingan sendiri.
2. Informasi
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. (Jogiyanto, 2001). Menurut George R. Terry, bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Sedangkan menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang penting bagi penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau yang akan dating. Informasi akan memiliki arti manakala informasi tersebut memiliki unsurunsur sebagai berikut:
a. Relevan artinya Informasi yang diinginkan benar-benar ada relevansi dengan masalah yang dihadapi.
b. Kejelasan artinya terbebas dari istilah-istilah yang membingungkan.
c. Akurasi artinya bahwa informasi yang hendak disajikan harus secara teliti dan lengkap.
d. Tepat waktu artinya data yang disajikan adalah data terbaru dan mutahir.
14
B. Multimedia
Secara umum, multimedia dapat diartikan sebagai kombinasi teks, suara, gambar, animasi, dan video. Media-media tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan kerja yang akan menghasilkan suatu informasi yang akan memiliki nilai komunikasi interaktif yang sangat tinggi (Sutedjo & Budi, 2002).
1. Definisi Multimedia
Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch,1996) atau multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick, 1996) atau multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat audio (suara,musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk,2002) atau multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001).
Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambarbergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi (Suyanto, 2003).
2. Kelebihan Multimedia
Menarik indera dan minat, karena merupakan gabungan antara pandangan, suara, dan gerakan. Lembaga riset dan penerbitan komputer yaitu Computer Technology Research (CTR) menatakan bahwa orang hanya mampu mengingat 20% dari yang dilihat dan 30% dari yang didengar. Tetapi orang mengingat 50% dari yang dilihat dan didengar dan 80% dari yang dilihat, didengar dan dilakukan sekaligus.
15 3. Komponen-Komponen Multimedia
Menurut James A. Sen, multimedia terbagi menjadi beberapa elemen-elemen multimedia, yaitu:
a. Teks
Bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan adalah teks. Teks dapat membentuk kata, surat atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa. Kebutuhan teks bergantung pada penggunaan aplikasi multimedia. Secara umum teks dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu:
1) Teks Cetak
Teks jenis ini berupa teks yang tercetak pada kertas atau buku.Untuk menggunakan teks ini sebagai basis dokumen multimedia perlu dirubah terlebih dahulu ke format yang dapat dibaca mesin.
2) Teks Hasil Scan
Teks ini merupakan hasil konversi teks cetak menjadi format yang dapat dibaca mesin.
3) Teks Elektronis
Teks elektronis merupakan teks yang dapat dibaca komputer karena penulisannya menggunakan program pengolah data dan 16 dapat dikirim secara elektronis melalui jaringan.
4) Hypertext
Hypertext mengacu pada teks yang telah masuk link (linked) dan memberikan nilai lebih untuk objek multimedia yang lain. Dengan kemampuan hypertext melakukan link, maka kita dapat menyembunyikan grafik, audio, video dan animasi.
16 b. Grafik (image)
Gambar atau grafik adalah suatu objek yang dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara yang lebih baru dan lebih berguna. Gambar digunakan dalam multimedia karena lebih menarik dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan teks, gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Beberapa contoh gambar yang digunakan untuk perancangan multimedia adalah:
1) Gambar Vektor
Gambar vector tidak disimpan dalam sebuah gambar tetapi tersimpan sebagai rangkain intruksi yang digunakan untuk membuat suatu gambar yang dinamakan alogaritma.
Gambar ini dapat menentukan bentuk kurva, garis dan bangun.
2) Gambar Bitmap
Gambar bitmap merupakan rekomendasi dari gmbar asli yang tersimpan sebagai rangkaian pixel atau titik-titik yang memenuhi bidang di layar komputer.
3) ClipArt
Grafis ini merupakan koleksi gambar yang dapat digunakan dan dapat diambil dari situs yang menyediakan misalnya ClipArt.Com untuk pengambilan gambar dari situs ada yang mengenakan biaya dan ada yang secara grafis.
4) Digitized Picture
Gambar jenis ini merupakan gambar hasil rekaman dari alat rekam seperti kamera digital.
5) Hyperpicture
Hyperpicture merupakan gambar yang dapat menampilkan link dari objek multimedia yang lain.
17 c. Bunyi (audio)
Suara atau audio adalahTanpa suara atau bunyi PC multimedia tidak dapat dapat disebut dengan multimedia.
Berikut beberapa format audio yang dapat digunakan untuk perancangan multimedia.
1) Waveform Audio (WAV)
Waveform Audio (WAV) merupakan format file audio yang berbentuk digital dan dapat dimanipulasi dengan perangkat lunak PC multimedia
2) Audio Interchange File Format (AIFF)
Audio Interchange File Format (AIFF) merupakan format audio standar untuk mac. Namun dapat bekerja di windows setelah quicktime atau sesudah diinstall.
3) Digital Audio Tape (DAT)
Digital Audio Tape (DAT) merupakan format file audio untuk bentuk rekaman digital.
4) Musical Instrument Digital Interface (MIDI)
Musical Instrument Digital Interface (MIDI) merupakan format untuk rekaman audio dengan cara yang paling efesien.
5) Mpeg Audio Layer 3 (MP3)
Mpeg Audio Layer 3 (MP3) merupakan format audio yang menggunakan sudatu codec untuk melakukan encoding dan decoding suatu rekaman musik.
d. Video
Video menyediakan sumber daya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia. Format file dalam video merupakan hal yang penting (Suyanto, 2003). Isu penting lain adalah jenis berbeda dari format file untuk intergrasi video digital ke dalam aplikasi multimedia. Format file video antara lain:
18 1) Audio Video Interleave (AVI)
Audio Video Interleave (AVI) merupakan format video dan animasi yang digunakan video untuk windows dan berektensi .avi.
2) Quick Time
Quick Time merupakan sebuah system multimedia tambahan pada komputer macintosh dan windows, yang menyediakan lintas platform, sinkronisasi waktu video digital, audio digital, dan lingkungan 3D virtual reality, dikembangkan oleh apple computer.
3) Motion Picture Experts Group (MPEG)
Motion Picture Experts Group (MPEG) merupakan skema kompresi dan spesifikasi format file video digital yang dikembangkan oleh grup ini.
4) Format Shockwave
Format Shockwave merupakan format video untuk format yang dominan untuk menampilkan animasi vector grafik di web.
5) Real Video
Real video merupakan format video yang memungkinkan adanya aliran video (on line video, internet, tv) pada bandwidth yang rendah.
6) Video Object (VOB)
Video Object (VOB) adalah sebuah format container di dvd video media. Vob dapat berisi video, audio, subtitle dan isi.
e. Animasi
Animasi merupakan kumpulan gambar yang ditampilkan secara bergantian dan berurutan sehingga terlihat bergerak dan hidup. Pergerakan animasi akan mudah dimengerti daripada
19 objek atau gambar diam. Selain itu, animasi lebih menarik dan mudah dimengerti daripada hanya sekedar gambar karena lebih komunikatif dalam menyampaikan suatu tujuan. (Suyanto,2004) Dalam multimedia, animasi merupakan pengguan komputer untuk menciptakan gerak pada layer, ada Sembilan macam animasi, yaitu :
1) Animasi Sel
Jenis animasi ini berdasarkan material yang digunakan unuk membuat film gambar bergerak yaitu celluloid.
2) Animasi Frame
Bentuk animasi yang paling sederhana.Animasi ini dibentuk melalui perubahan gambar secara cepat dan berurutan ulang menghasilkan pola gerak tertentu.
3) Animasi Sprite
Animasi sprite serupa dengan teknik animasi tradisonal dimana objek yang diletakkan dan dianimasikan pada puncak grafik dengan latar (background) diam dan bergerak mandiri.
4) Animasi Lintasan
Animasi lintasan merupakan animasi dari objek yang bergerak sepanjang garis kurva yang telah ditentukan sebagai lintasan.
5) Animasi Spline
Animasi Spline berupa gerakan objek yang mengikuti lintasan berbentuk kurva dan bukan berupa lintasan garis lurus.
6) Animasi Vector
Animasi vector bergerak berdasarkan rumus matematika untuk menggambarkan pola gerakan.
20 7) Animasi Karakter
Animasi karakter merupakan sebuah cabang khusus dari animasi. Animasi ini dapat berupa film kartun dimana grafik melibatkan bentuk organik yang komplek dengan penggandaan yang banyak dan gerakan yang hirarkis.
8) Animasi Computational
Animasi Computational dibentuk dengan pembuatan gerak melalui komputer berdasar variasi koordinat x dan y.
9) Morphing
Animasi jenis ini berupa gerak dengan perubahan satu bentuk menjadi bentuk lain dengan menampilkan serangkaian frame yang menciptakan gerakan halus.
C. Videografi
Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik mewakilkan gambar bergerak. Aplikasi umum dari teknologi video adalah televisi, dapat juga digunakan dalam aplikasi teknik, saintifik, produksi dan keamanan. Kata video berasal dari kata Latin, “Saya lihat”. Istilah video juga digunakan sebagai singkatan dari videotape, dan juga perekam video dan pemutar video Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 1119) mengartikan video dengan: 1) bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi; 2) rekaman gambar hidup untuk ditayangkan pada pesawat televisi. Video mampu merangkum banyak kejadian dalam waktu yang lama menjadi lebih singkat dan jelas dengan disertai gambar dan suara yang dapat diulang-ulang dalam proses penggunaannya. Video memiliki kelebihan yaitu mampu membantu memahami pesan secara lebih
21 bermakna. Dengan unsur gerak dan animasi yang dimiliki video, video mampu menarik perhatian khalayak lebih lama bila dibandingkan dengan media lain.
D. Karakteristik Media Video
Menurut Cheppy Riyana (2007:8-11), karakteristik video yaitu:
1. Clarity of Massage (kejalasan pesan)
Dengan media video pesan dapat lebih bermakna dan informasi dapat diterima secara utuh sehingga dengan sendirinya informasi akan tersimpan dalam memory jangka panjang dan bersifat retensi.
2. Stand Alone (berdiri sendiri)
Video yang dikembangkan tidak bergantung pada media atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media lain.
3. User Friendly (bersahabat/akrab dengan pemakainya)
Media video menggunakan bahasa yang sedehana, mudah dimengerti, dan menggunakan bahasa yang umum. Paparan informasi yang tampil bersifatmembantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalammerespon, mengakses sesuai dengan keinginan.
4. Representasi Isi
Materi harus benar-benar representatif, misalnya materi simulasi atau demonstrasi. Pada dasarnya materi apapun baik sosial maupun sain dapat dibuatmenjadi media video.
5. Visualisasi dengan media
Materi dikemas secara multimedia terdapat didalamnya teks, animasi, sound, dan video sesuai tuntutan materi. Materi-materi yang digunakan bersifat aplikatif, berproses, sulit terjangkau berbahaya apabila langsung dipraktikkan, memiliki tingkat keakurasian tinggi.
22 6. Menggunakan kualitas resolusi yang tinggi
Tampilan berupa grafis media video dibuat dengan teknologi rakayasa digital dengan resolusi tinggi tetapi support untuk setiap spech sistem komputer.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Daryanto (2010:90) tentang keuntungan menggunakan media video antara lain: ukuran tampilan video sangat fleksibel dan dapat diatur sesuai kebutuhan.
E. Tahapan Pembuatan Video
Pada proses pembuatan video, melalui beberapa tahapan (SEAMOLEC, 2013), yaitu:
1. Tahap Pra Produksi
Pra Produksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film atau video). Pada intinya tujuan pra produksi adalah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya digital video sesuai dengan harapan.
2. Tahap Produksi
Produksi dimulai dari merekam video dengan script dan konsep yang sudah dirancang dari awal. Kemudian proses rekaman baik Visual maupun audio dilakukan, dan seluruh elemen bekerjasama dalam proses produksi.
3. Tahap Pasca Produksi
Pasca produksi adalah tahap penyelesaian produksi mutimedia menjadi hasil akhir. Tahap Pasca produksi/Post Production diterapkan terutama pada bidang multimedia broadcasting; program television, video, audio recording, photography dan animasi.
23
F. Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana). Bencana sendiri adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana dapat berupa kebakaran, tsunami,gempa bumi, letusan gunung api, banjir, longsor, badai tropis, dan lainnya. Kegiatan mitigasi bencana di antaranya:
1. Pengenalan dan pemantauan risiko bencana;
2. Perencanaan partisipatif penanggulangan bencana; pengembangan budaya sadar bencana;
3. Penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan penanggulangan bencana;
4. Identifikasi dan pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana;
5. Pemantauan terhadap pengelolaan sumber daya alam;
6. Pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi;
7. Pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan mitigasi bencana lainnya.
Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, mengatakan bahwa pengertian mitigasi dapat didefinisikan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
24 Secara Umum pengertian mitigasi adalah usaha untuk mengurangi dan atau meniadakan korban dan kerugian yang mungkin timbul, maka titik berat perlu diberikan pada tahap sebelum terjadinya bencana, yaitu terutama kegiatan penjinakan / peredaman atau dikenal dengan istilah Mitigasi. Mitigasi pada prinsipnya harus dilakukan untuk segala jenis bencana, baik yang termasuk ke dalam bencana alam (natural disaster) maupun bencana sebagai akibat dari perbuatan manusia (man-made disaster).
25
BAB III
METODE PELAKSANAAN
A. Ruang Lingkup Pekerjaan
Dalam proses pelaksanaan pekerjaan khususnya dalam proses pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh tim perlu menyesuaikan dengan ketentuan dan kebutuhan pengguna sesuai dengan hasil diskusi bersama dengan Stakeholder terkait. Ruang lingkup pekerjaan tersebut merupakan acuan dasar yang digunakan dalam segala bentuk kegiatan ataupun rencana kerja pelaksanaan. Ruang lingkup dalam proses pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat, dapat meliputi:
1. Penyedia jasa akan membuat media sosialisasi mitigasi bencana dapat berupa video broadcast pesan singkat.
2. Penyedia jasa akan menyediakan tim produksi dari pra produksi hingga pasca produksi sesuai kebutuhan dalam pekerjaan.
3. Penyedia jasa akan menyediakan seluruh kebutuhan peralatan dalam proses produksi video.
4. Penyedia jasa akan menyiapkan rancangan konsep video mulai dari storyline, storyboard, serta konsep lainnya yang dibutuhkan.
5. Penyedia Jasa akan memproduksi video grafis sesuai konsep yang disepakati serta melakukan penyuntingan video secara lengkap dan revisi hingga final disetujui oleh Stakeholder terkait.
6. Hasil pelaksanaan pekerjaan diserahkan dan menjadi wewenang sepenuhnya oleh pengguna jasa termasuk di dalamnya file raw dari video yang telah disusun.
26
B. Standar Teknis
Dalam proses penyusunan rencana kerja yang disusun perlu mengacu pada hasil keluaran pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat, oleh karena itu segala bentuk rencana pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksankan perlu disesuaikan dengan ketentuan dan kebutuhan pengguna. Acuan dalam mencapai dan menghasilkan keluaran pekerjaan tersebut dapat disesuaikan dengan ketentuan dalam standar teknis pekerjaan. Standar teknis tersebut merupakan salah satu ketentuan yang menjadi acuan dalam proses pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat yang terdiri dari ketentuan sebagai berikut:
1. Mengikuti penjelasan awal untuk memahami gambaran umum program dan aktivitas yang ditetapkan.
2. Menyiapkan story board, script, dan narasi untuk kebutuhan video secara umum dan disetujui bersama Stakeholder.
3. Memproduksi video sesuai kebutuhan dalam pekerjaan.
4. Membuat motion graphics untuk memaksimalkan hasil video (apabila diperlukan).
5. Melakukan editing terhadap bahan produksi sesuai kebutuhan video.
6. Melakukan coloring untuk memaksimalkan hasil video (apabila diperlukan).
7. Melakukan mixing terhadap tampilan video dengan audio sesuai kebutuhan.
8. Melakukan proses randering sesuai kebutuhan.
9. Dalam setiap kegiatan tim selalu berkoordinasi dengan Stakeholder.
10. Melakukan diskusi review dan perbaikan sesuai hasil review yang telah dilakukan, hingga dapat dinyatakan sebagai final hasil produksi.
11. Menyelesaikan produksi video sesuai dengan timeline waktu yang telah ditentukan.
27 12. Menyerahkan hasil akhir produksi video sesuai ketentuan berikut:
a. Kualitas Video Full HD;
b. Resolusi 1.920 X 1.080 c. Frame Rate 30 fps
d. Durasi Video 3 sampai 6 Menit
C. Metode Pelaksanaan Pekerjaan
Selama proses pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat perlu adanya detail spesifikasi teknis sesuai keluaran yang dihasilkan dalam pekerjaan. Sesuai adanya ketentuan dalam spesifikasi pekerjaan tersebut, dalam proses pelaksanaan pekerjaan diperlukan adanya rencana kerja yang jelas untuk dapat dikomunikasikan dan didiskusikan bersama dengan Stakeholder.
Rencana kerja yang telah didiskusikan tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan tim dalam proses penyelesaian pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat. Oleh karena itu rencana kerja perlu disesuaikan dengan ketentuan yang dihasilkan dari diskusi bersama antara pihak konsultan dengan Stakeholder yang terlibat dengan pekerjaan khususnya terkait implementasi kebutuhan pengguna jasa melalui hasil pembuatan video konten yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang layanan yang diberikan.
Sesuai dengan kebutuhan dalam proses pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat tersebut diperlukan adanya penyusunan pendekatan dan metode produksi konten video yang tepat, efektif, dan efisien. Hal tersebut dapat dipenuhi apabila tim selalui melakukan koordinasi dengan Stakeholder sehingga dapat dijabarkan berbagai kebutuhan yang diperlukan.
Pendekatan dan metode yang menjadi konsep kerja dalam produksi video tersebut dipengaruhi oleh berbagai aspek yang terkait dalam pekerjaan sehingga diperlukan adanya monitoring dari Stakeholder baik
28 dari internal tim untuk dapat menghasilkan hasil akhir keluaran sesuai kebutuhan. Secara garis besar pendekatan dan metode pelaksanaan dapat dilakukan sesuai ketentuan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Melalui tahapan pada pendekatan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah diusulkan oleh pihak pengguna jasa tersebut tim perlu melakukan diskusi internal untuk membahas lebih dalam tahapan tersebut agar lebih mudah diterjemahkan oleh internal tim selama proses pelaksanaan pekerjaan. Hasil dari diskusi dan koordinasi internal tim tersebut dapat didetailakn dalam bentuk usulan pendekatan dan metode pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat yang dapat meliputi tahapan sebagai berikut:
1. Tahap Pra Produksi
Tahapan pra produksi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan segala keperluan dan kebutuhan dalam proses pembuatan video. Pada tahap ini diperlukan adanya ketelitian, indentifikasi, dan analisis yang mendalam baik dari segi teknis ataupun non teknis dalam proses pembuatan video. Hal tersebut dilakukan agar dapat memberikan tim persiapan yang matang dan mendetail selama proses produksi pembuatan video sesuai ketentuan dan kebutuhan yang telah didiskusikan Bersama.
Tahapan pra produksi tersebut dapat terdiri dari proses sebagai berikut:
a. Identifikasi dan mobilisasi tenaga yang terlibat yang menjadi Tim produksi video.
b. Mobilisasi peralatan, sebelum memulai kegiatan produksi video perlu dipersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
c. Identifikasi lokasi pengambilan video konten dan setting tempat sesuai kebutuhan dalam produksi video.
29 d. Identifikasi kebutuhan data dan informasi sebagai bahan
pertimbangan dalam penentuan tema dan konsep masing- masing video.
e. Penyusunan naskah/ skenario yang akan diproduksi melalui video. Penyusunan naskah dan skenario tersebut dapat disusun sesuai dengan konsep video yang akan diproduksi.
2. Tahap Produksi
Tahapan produksi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menindaklanjuti tahap sebelumnya. Tahap ini merupakan tahapan implementasi rencana yang telah disusun oleh tim dengan memperhatikan berbagai aspek teknis ataupun non teknis dalam proses Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat. Rangkaian kegiatan dalam tahapan produksi ini dapat meliputi kegiatan sebagai berikut:
a. Survey lapangan, hunting lokasi dan penentuan lokasi sesuai hasil penentuan konsep yang disusun.
b. Pengambilan gambar talent di lokasi secara langsung (sesuai konsep Storyboard yang telah disepakati).
c. Pengambilan gambar dengan mempertimbangkan sudut pengambilan gambar terhadap objek, waktu pengambilan (pagi, siang, malam), kondisi cuaca, kondisi lapangan (lokasi pengambilan gambar).
d. Pembuatan obyek ataupun konsep konten video yang akan dibuat.
3. Tahap Pasca Produksi
Tahapan pasca produksi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk finishing dalam proses pembuatan video.
Pada tahap ini dilakukan proses kegiatan sebagai berikut:
a. Editing (music, narasi, animasi dan color grading).
30 b. Pembuatan infografis atau motion graphics (apabila diperlukan)
sebagai tambahan dalam video.
c. Pengisian suara (jika diperlukan) dan musik latar sesuai konsep yang telah disusun.
d. Preview hasil edit kepada pengguna jasa disertain dengan proses perbaikannya (alih pengetahuan).
D. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Batas waktu yang diperlukan selama proses pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat adalah 1 (satu) bulan atau 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Batas waktu tersebut merupakan pedoman yang perlu dipenuhi agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu diperlukan adanya komunikasi berkala agar progress pelaksanaan pekerjaan dapat dipantau bersama dengan stakeholder. Berikut disajikan jadwal pelaksanaan pekerjaan dalam bentuk tabel.
Tabel 3. 1 Rencana Pelaksanaan Pekerjaan
No Kegiatan Minggu Ke
1 2 3 4 1 Diskusi dan pembahasan persiapan pekerjaan
2 Pra Produksi Video
3 Produksi Video
4 Pasca Produksi Video
5 Penyusunan laporan pelaksanaan pekerjaan 6 Penyerahan Hasil Pekerjaan
31
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Pekerjaan
Pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat Mitigasi Bencana Kota Surakarta merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan cara membuat video yang berisi tentang mitigasi becana yang ada di Kota Surakarta. Proses pelaksanaan Pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat Mitigasi Bencana Kota Surakarta dilakukan melalui tahap-tahap berikut.
1. Pra Produksi
Tahapan pra produksi merupakan tahapan persiapan sebelum proses produksi pembuatan video broadcast pesan singkat mitigasi bencana Kota Surakarta. Pada tahap pra produksi, tim melakukan persiapan kegiatan sebagia berikut.
a. Identifikasi dan mobilisasi personil tim
Identifikasi dan mobilitas personil tim dilakukan untuk memperlancar proses pekerjaan. Identifikasi kebutuhan personil dalam pelaksanaan pekerjaan dilakukan agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan waktu yang tersedia.
Setelah kebutuhan tenaga personil diketahui, langkah selanjutnya yaitu melakukan mobilitas tenaga personil.
b. Penyusunan naskah dan storyline untuk masing-masing video Penyusunan naskah dan storyline disusun sesuai dengan konsep video yang akan diproduksi. Penyusunan naskah dan storyline dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman
32 dalam bidangnya. Penyusunan naskah dan storylin dilakukan berdasarkan hasil diskusi bersama pengguna jasa.
c. Rapat koordinasi internal dengan masing-masing tim ataupun Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak Stakeholder
Focus Group Discussion dilakukan untuk memperoleh berbagai saran dan masukan yang diperlukan agar videografis yang diproduksi sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan yang benar-benar sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK).
d. Penyusunan jadwal proses produksi video
Dalam penyusunan rencana jadwal produksi video, tim perlu melakukan diskusi bersama pihak pengguna jasa, dalam hal ini yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta. Hal ini dilakukan untuk dapat memudahkan dalam proses pengambilan gambar/video.
2. Produksi
Tahapan produksi merupakan tahapan pembuatan video broadcast pesan singkat mitigasi bencana Kota Surakarta. Pada tahap ini tim perlu melakukan kegiatan sebagai berikut.
1. Mempersiapkan peralatan produksi video
Sebelum memulai kegiatan pengambilan video, perlu dipersiapkan peralatan yang dibutuhkan yang dapat meliputi:
a. Kamera: Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) atau kamera broadcast dengan kualitas minimal Full HD, 24MP CMOS Sencor (13.7 Evs Dynamic Range) dan highspeed autofocus. Jumlah minimal kamera yang digunakan 2 unit kamera.
b. Lensa: Minimal menggunakan satu paket lensa dilengkapi dengan ND Vary Filter dalam produksi (normal lens, wide lens & tele lens) satu paket.
c. Drone 4K camera, 1 unit.
33 d. Alat-alat editing: Komputer editing dilengkapi software video
editing (compatible with LUT), software audio editing dan software grafis editing. Jumlah minimal 2 unit komputer (PC atau Laptop).
2. Survey lapangan, hunting, lokasi dan penentuan lokasi
Penentuan lokasi pengambilan gambar dilakukan sesuai dengan hasil konsep video yang telah disusun. Lokasi pengambilan gambar antara lain berada di Kantor BPBD Kota Surakarta, gedung yang digunakan untuk simulasi kebakaran, halaman dapat digunakan untuk melakukan simulasi mitigasi bencana.
3. Pengambilan gambar talent di lokasi secara langsung
Pengambilan gambar dilakukan sesuai konsep storyboard yang telah disepakati. Pengambilan gambar dilakukan dengan mempertimbangkan sudut pengambilan gambar terhadap objek, waktu pengambilan, kondisi cuaca, dan kondisi lapangan.
Gambar yang diambil meliputi kegiatan sebagai berikut.
a. Sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat b. Simulasi kebakaran gedung
c. Simulasi penyelamataan korban kebakaran gedung d. Simulasi penggunaan APAR
e. Simulasi penyelamataan korban di air f. Mitigasi penyebaran virus
3. Pasca Produksi
Proses pasca produksi merupakan tahapan yang dilakukan setelah proses produksi, yang dapat berisi proses editing dan pengelolaan video yang akan ditampilkan. Proses pasca produksi ini dapat terdiri dari kegiatan berikut.
34 a. Editing
Editing (penyuntingan) merupakan kegiatan yang dilakukan setelah proses pengambilan gambar selesai. Proses editing dapat meliputi penambahan musik, penambahan narasi, dan color grading. Selain itu, pada proses editing ini juga dilakukan pembuatan infografis dan pengisian suara konsep yang telah disusun. Proses editing video dilakukan demgan menggunakan software edit video. Software yang digunakan untuk mengedit video broadcast pesan singkat mitigasi bencana Kota Surakarta yaitu Adobe Premiere CS6.
b. Preview hasil pekerjaan
Setelah video selesai diedit, langkah selanjutnya yaitu preview hasil pekerjaan bersama dengan pengguna jasa. Preview dilakukan untuk mengetahui kesesuaian hasil pekerjaan dengan konsep yang telah disusun bersama. Selain itu, pada kegiatan ini juga dilakukan perbaikan dari hasil review yang telah dilakukan bersama dengan pengguna jasa.
B. Hasil Pelaksanaan Pekerjaan
Hasil dari pelaksanaan pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Pelaksana Pengadaan Broadcast Pesan Singkat Mitigasi Bencana Kota Surakarta yaitu dalam bentuk video dengan kulaitas Full HD; memiliki resolusi 1.920 X 1.080, dan memiliki frame rate 30 fps. Video berisi pesan singakt mengenai mitigasi bencana yang ada di Kota Surakarta. Hasil dari pekerjaan ini diharapkan dapat membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta dalam melakukan sosialisasi mitigasi bencana di Kota Surakarta kepada masyarakat luas. Berikut merupakan beberapa screenshot gambar dari hasil video yang telah dihasilkan oleh tim.
35 Gambar 4. 1 Screenshot Videografis Pelaksanaan Sosialisasi Mitigasi
Bencana Kepada Masyarakat
Gambar 4. 2 Screenshot Videografis Pelaksanaan Simulasi Kebakaran Gedung
36 Gambar 4. 3 Screenshot Videografis Pelaksanaan Simulasi
Penyelamataan Korban Kebakaran Gedung
Gambar 4. 4 Screenshot Videografis Pelaksanaan Simulasi Penggunaan APAR
37 Gambar 4. 5 Screenshot Videografis Pelaksanaan Simulasi
Penyelamataan Korban di Air
Gambar 4. 6 Screenshot Videografis Pelaksanaan Mitigasi Penyebaran Virus dengan Cara Menyemprotkan Cairan Disinfectan
38 Gambar 4. 7 Screenshot Teks Judul yang Terdapat pada Video
Gambar 4. 8 Screenshot Logo Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Pada Video
39
DAFTAR PUSTAKA
BNPB. 2014. IRBI Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2013. Jakarta:
Direktorat Pengurangan Risiko Bencana Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Budi Sutedjo Dharma Oetomo. 2002. e-Education. Konsep, Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Fajar, Marhaeni. 2009. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Yogyakarta:
Graha Ilmu
HM, Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi.
Maryono, A. 2005. Menangani Banjir, Kekeringan dan Lingkungan.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurjanah, dkk. 2013. Manajemen Bencana. Bandung: Alfabeta