1 BAB 1
PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mempunyai peran penting didalam perekonomian Indonesia. Namun dalam lima tahun terakhir, secara nasional pangsa industri ini terhadap GDP mengalami penurunan, sementara persaingan TPT di pasar dunia cenderung semakin ketat. Kementerian perindustrian memastikan, industri tekstil Indonesia tengah bersaing ketat dengan industri serupa di China.
Gambar 1.1 Grafik Penurunan GDP Sumber : manajementelekomunikasi.org
Ongkos tenaga kerja di Negeri Tirai Bambu kini semakin mahal sehingga membuat biaya produksi makin melambung. Hal ini membuat para produsen tekstil dunia kini mulai melirik Indonesia sebagai basis produksinya yaitu dengan mengalihkan pabriknya ke Indonesia. Selain Indonesia, kini para investor juga mulai melirik Vietnam. Walaupun dari sisi upah buruh Indonesia masih kalah murah ketimbang Vietnam tetapi unggul dari segi kualitas. Karenanya diperlukan semacam insentif atau dukungan teknologi untuk menjamin mutu guna menarik minat investor.
Menghadapi keadaan demikian, langkah yang umumnya ditempuh adalah mengusahakan peningkatan jumlah mesin dan efisiensi agar tercapai hasil yang maksimal maka menggunakan pengelolaan CRP (Capacity Requirement Planning).
Berdasarkan pendapat Sumayang (2008, hal 125) Capacity Requirement Planning adalah metode tingkat kemampuan produksi suatu fasilitas yang biasanya dinyatakan dalam jumlah volume output per periode waktu.
Diawali pada tahun 1970-an industri TPT Indonesia mulai berkembang dengan masuknya investasi dari Jepang di sub-sektor industri hulu (spinning dan man-made fiber making). Adapun fase perkembangannya sebagai berikut :
1. Tahun 1970 - 1985, Industri TPT di Indonesia tumbuh lamban serta terbatas dan hanya mampu memenuhi pasar domestik (substitusi impor) dengan segmen pasar menengah-rendah.
2. Tahun 1986, industri TPT Indonesia mulai tumbuh pesat dengan faktor utamannya adalah: (1) iklim usaha kondusif, seperti regulasi pemerintah yang efektif yang difokuskan pada ekspor non-migas, dan (2) industrinya mampu memenuhi standar kualitas tinggi untuk memasuki pasar ekspor di segmen pasar atas fashion.
3. Tahun 1986 - 1997 kinerja ekspor industri TPT di Indonesia terus meningkat dan dapat membuktikan bahwa TPT merupakan industri yang strategis sekaligus dianggap sebagai salah satu andalan penghasil devisa negara sektor non-migas. 1,2,4 nat 2,3,9
4. Tahun 1998 - 2002 merupakan masa paling sulit. Pada periode ini dapat dikatakan TPT mengalami periode cheos, rescue, dan survival.
5. Tahun 2003 - 2006 merupakan outstanding rehabilitation, normalization, dan expansion . Pada periode ini TPT mengalami berbagai kendala antara lain sulitnya sumber pembiayaan dan iklim usaha yang tidak kondusif.
6. Tahun 2007 dimulainya restrukturisasi permesinan industri TPT Indonesia.
7. Tahun 2008-2014 industri TPT mulai mengalami masa baik setelah melakukan restrutrurisasi mesin.
Gambar 1.2 Fase Perkembangan Tekstil Sumber: inatrims.kemendag.go.id
1.5 1.9 2 2.5 2.9 3.2 2.1 2
9.1 11.1 13.1 12.3 12.5
0 20
1970 1975 1980 1985 1990 1995 2000 2005 2009 2010 2011 2012 2014
Industri Tekstil
PT. Surya Mas Indo merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang tekstil dengan kegiatan utama membuat bahan setengah jadi. Perusahaan ini membuat kain katun, kain polyster, kain corak dan kain lainnya. PT. Surya Mas Indo terletak di Jakarta Barat dan berdiri sejak tahun 1997. Permasalahan dalam perusahaan ini adalah kurangnya jumlah mesin dan waktu produksi yang kurang memadai sehingga tidak dapat menyelesaikan permintaan konsumen dengan tepat waktu. Dalam penelitian ini penulis ingin membantu PT. Surya Mas Indo menyelesaikan masalah yang ada pada perusahaan tersebut dengan metode CRP (Capacity requirement Planning) dengan judul penelitian “Strategi Pelaksanaan Produksi Dengan Metode Capacity Requirement Planning Pada PT. Surya Mas Indo”
PT. Surya Mas Indo saat ini bisa dikatakan belum mengalami perkembangan dalam sistem menejemennya sehingga mengalami ketertinggalan perkembangan industri. Penulis ingin menerapkan sistem manajemen modern terhadap perusahaan ini sehingga PT. Surya Mas Indo dapat berkembang dalam hal industri dan menejemennya. Peneliti menerapkan metode CRP di perusahaan ini agar PT. Surya Mas Indo dapat dengan pasti memberikan pengaruh yang positif kepada konsumennya, baik dalam hal kinerja mesin dan ketepatan waktu produksi, fungsi CRP ini mempunyai peranan tersendiri yaitu menunjukan perbandingan antara beban yang diterapkan pada pusat-pusat kerja melalui pesanan kerja yang ada dan kapasitas dari setiap pusat kerja selama periode waktu tertentu .
CRP atau biasa yang disebut Capacity Requirement Planning memiliki keuntungan apabila kita menerapkan dalam suatu perusahaan, antara lain:
memberikan time-phased visibility dari ketidakseimbangan kapasitas dan beban, mengkonfirmasi bahwa fasilitas cukup, ada pada basis kumulatif sepanjang horizon perencanaan, mempertimbangkan ukuran lot spesifik dan routings serta menggunakan perkiraan lead time yang lebih tepat daripada MRP. Gaspersz (2011, hal 261)
Permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan adalah menurun kapasitas produksi 2 tahun terakhir ini, pada tahun 2013 kapasitas produksi kain polos dan kain corak mencapai 879 roll dan 703 roll mengalami penurunan pada tahun 2014 dimana kain polos dan kain corak hanya mencapai 590 roll dan 513 roll.
Karena menurunnya kapasitas produksi sehingga ditakutkan profit perusahaan di tahun 2015 juga akan menurun.
Gambar 1.3
Sumber: Data sekunder, PT. Surya Mas Indo
Berdasarkan grafik diatas dapat diartikan bahwa produksi kain polos dan corak pada tahun 2013 mencapai 879 roll dan 703 roll dan pada tahun 2014
kain polos dan kain corak mencapai 590 roll dan 513 roll
berdampak loyalitas konsumen terhadap perusahaan dan perusahaan pun mengalami kerugian sehingga perusahaan melakukan kebijakan yaitu pengurangan jumlah karyawan dan jam kerja karyawan. Apabila ini tidak diatasi maka perusahaan tidak dapat bertahan dan akan melakukan penutupan. Permasalahan bisa diatasi apabila adanya penambahan jumlah unit mesin, namun karena keterbatasan modal perusahaan tidak berani untuk melakukan penam
melakukan peminjaman modal kerja terhadap metode CRP ini untuk mengetahui
dapat mengetahui profit yang akan di
pembiayaan mesin itu sendiri dari pelunasan yang harus di tanggung oleh 1 unit mesin. Dan dengan menerapkan meto
merincikan durasi optimal yang dibutuhkan dalam proses produksi suatu barang sesuai dengan pesanan. Apabila perusahaan sudah dapat mengatasi masalah kapasitas produksi ini maka permasalahan pemesanan bahan baku akan tepat
perencanaan.
0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000
2013 (kain polos) 2013 (kain corak)
1.3 Grafik Penurunan Produksi Tekstil (Roll) Sumber: Data sekunder, PT. Surya Mas Indo
Berdasarkan grafik diatas dapat diartikan bahwa produksi kain polos dan corak pada tahun 2013 mencapai 879 roll dan 703 roll dan pada tahun 2014
kain polos dan kain corak mencapai 590 roll dan 513 roll. Ini semua tentunya oyalitas konsumen terhadap perusahaan dan perusahaan pun mengalami kerugian sehingga perusahaan melakukan kebijakan yaitu pengurangan jumlah erja karyawan. Apabila ini tidak diatasi maka perusahaan tidak dapat bertahan dan akan melakukan penutupan. Permasalahan bisa diatasi apabila adanya penambahan jumlah unit mesin, namun karena keterbatasan modal perusahaan tidak berani untuk melakukan penambahan mesin, perusahaan juga ingin melakukan peminjaman modal kerja terhadap bank. Maka penulis ingin menerapkan metode CRP ini untuk mengetahui berapa unit mesin yang harus ditambah
it yang akan didapatkan untuk modal bahan bak
pembiayaan mesin itu sendiri dari pelunasan yang harus di tanggung oleh 1 unit Dan dengan menerapkan metode CRP pada perusahaan, pen
durasi optimal yang dibutuhkan dalam proses produksi suatu barang Apabila perusahaan sudah dapat mengatasi masalah kapasitas produksi ini maka permasalahan pemesanan bahan baku akan tepat pada
2013 (kain corak) 2014 (kain polos) 2014 (kain corak)
Grafik Penurunan Produksi Tekstil (Roll)
Berdasarkan grafik diatas dapat diartikan bahwa produksi kain polos dan corak pada tahun 2013 mencapai 879 roll dan 703 roll dan pada tahun 2014 produksi . Ini semua tentunya oyalitas konsumen terhadap perusahaan dan perusahaan pun mengalami kerugian sehingga perusahaan melakukan kebijakan yaitu pengurangan jumlah erja karyawan. Apabila ini tidak diatasi maka perusahaan tidak dapat bertahan dan akan melakukan penutupan. Permasalahan bisa diatasi apabila adanya penambahan jumlah unit mesin, namun karena keterbatasan modal perusahaan juga ingin ingin menerapkan tambahkan dan modal bahan baku dan pembiayaan mesin itu sendiri dari pelunasan yang harus di tanggung oleh 1 unit de CRP pada perusahaan, penulis dapat durasi optimal yang dibutuhkan dalam proses produksi suatu barang Apabila perusahaan sudah dapat mengatasi masalah kapasitas pada periode
1.2 Identifikasi Masalah
Dalam penelitian ini akan di angkat beberapa masalah yang berkaitan dengan konsep manajemen proyek yang digunakan oleh PT. Surya Mas Indo.
Adapun identifikasi masalah yang penulis jabarkan dalam penelitian ini adalah : 1. Berapakah kapasitas teoritisnya, kapasitas yang dilihatkan serta
kapasitas kalkulitasnya terhadap perusahaan ?
2. Berapa kapasitas actual setelah dilakukan perencanaan CRP yang dibutuhkan dalam proses produksi kain polos dan kain corak sesuai dengan pesanan?
3. Berapakah tambahan mesin yang diperlukan untuk menyelesaikan pengerjaan dengan tepat waktu?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian
Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui kinerja suatu mesin untuk mencapai hasil yang optimal, dengan konsep manajemen proyek yang digunakan oleh PT. Surya Mas Indo. Adapun tujuan penelitian yang penulis jabarkan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk menentukan berapa kapasitas teoritis, kapasitas yang terlihat dan kapasitas kalkulitasnya.
2. Untuk mengetahui kapasitas actual setelah dilakukan perencanaan CRP dalam proses produksi kain polos dan kain corak sesuai dengan pemesanan.
3. Untuk menentukan tambahan mesin yang diperlukan untuk menyelesaikan pengerjaan dengan tepat waktu.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan kegunaan dari aspek praktik dan aspek pengembangan ilmu, serta penulis berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi :
Bagi Perusahaan:
1. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengevaluasi manajemen produksi pada kebutuhan pelanggan.
2. Dengan mengetahui penjadwalan produksi induk yang tepat
dalam memenuhi pesanan pelanggan
Bagi Peneliti:
1. Agar dapat menerapkan tentang konsep manajemen produksi baik teori maupun pelaksanaannya di lapangan.
2. Dapat menjadi pengetahuan bagi penulis mengenai penerapan manajemen produksi pada industri tekstil.
1.4 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini akan dijalankan di PT. Surya Mas Indo yang beralamat di Jalan Raya bogor Parung, Desa Tonjong no 99, Bogor, 16330. Penelitian ini dijalankan dari bulan 2 Febuary 2015 hingga bulan juni 2015 dan membahas mengenai perencanaan kapasitas mesin untuk menjalankan kegiatan produksi garment pada PT. Surya Mas Indo berupa bahan setengah jadi yaitu kain yang akan diolah menjadi suatu produk tekstil.
1. Peneliti membatasi membahas masalah tentang metode Capacity Requirement Planning yang berkaitan dengan data produksi 12 bulan sebelum penulis melakukan penelitian pada PT. Surya Mas Indo.
2. Objek yang diteliti yaitu kapasitas unit mesin dan kapasitas produksi tiap mesin untuk pembuatan kain setengah jadi dari PT. Surya Mas Indo yang di nilai oleh perusahaan memiliki permasalahan paling besar.
3. Penulis hanya membahas tentang penerapan CRP pada perusahaan PT. Surya Mas Indo.
1.5 State of The Art
Penelitian yang dapat dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1 State of The Art Metode
Penelitian
Jurnal Nama
Pengarang
Hasil Penelitian
Capacity Requirement Planning
Integrated production planning and control: A multi- objective
optimization model
Wang Cheng, Liy Xiao-Bing Dalian
University of Technology, Qiqibar University (China) (2013)
Production planning and control has crucial impact on the production and business activities of enterprise. Enterprise Resource Planning (ERP) is the most popular resources planning and management system, however there are some shortcomings and deficiencies in the production planning and control because its core component is still the Material Requirements Planning (MRP). For the defects of the ERP system, many improvement and optimization schemes have been proposed, and improve the feasibility and practicality of the plan in some extent, but it is fewer studies considering the whole planning system optimization in the multiple performance management objectives and achieving better application performance.The purpose of this paper is to propose a multi-objective production planning optimization model Based on the point of view of the integration of production planning and control, in order to achieve optimization and control of enterprise
Capacity Requirement Planning
Perencanaan KapasitasWaktu Produksi yang optimal dengan menggunakan metode Capacity Requirement planning di PT SPI SURABAYA.
Erlina P ,Teknik Industri FTI- UPNV Jawa Timur (2014)
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kapasitas waktu produksi yang optimal dengan menggunakan metode Capacity Requirement Planning pada PT. Steel Pipe Industry Of Indonesia.
Variabel penelitian ini adalah Schedule Of Planned Facto Order Release. Work Order Status, Routing Data dan Work Center.
Pengumpulan diperoleh dari dokumen di PT. SPI
Surabaya, meliputi data dibagian produksi, bagian PPIC dan bagian penjualan dengan pengukuran
kebutuhan kapasitas produksi. Analisis data dilakukan dengan
perhitungan perencanaan kebutuhan kapasitas atau Capacity Requirement Planning (CRP). Hasil penilitian dapat disimpulkan bahwa pada bulan juli sampai dengan juni 2008 kapasitas tersedia sebesar 266.872 menit per tahun, sedangkan kebutuhan aktualnya 269.681 menit
pertahun, dan kapasitas mesin mempunyai kekurangan kapasitas pertahun yaitu sebesar 28.087 menit.
Capacity Requirement Planning
Capacity
Planning and Its Implications on the Infrastructural Development Needs of Some Selected Higher Institutions inthe Eastern
Senatorial District of Kogi State
Sule Jaafaru Garba, Dr Ogbadu, Elijah Ebenehi &
Olukotun, Gabriel
Ademola (2012)
The research work is on
“The implications of capacity planning of infrastuctural development in the kogi state higher institutions, a study of selected higher institutions in kogi shortages of infrastuctural nneeds of the higher institutions in kogi state occasioned by the inability on the part of both the goverment and managemenet of these institutions to put in place a workable capacity planning.
Capacity Requirement Planning
Decision Support System (DSS) for Capacity
Planning: A Case Study
Jawahar Babu A & Raja Gopal K
International Journal of Advance Research in Computer Science and Management Studies (2013)
A Decision Support System (DSS) refers to a class of systems which support the process of making decisions.
DSS is given the opportunity to overcome the cognitive limitations of human decision makers and offers effectiveness and efficiency in making decisions.
Capacity planning is the process of determining the
necessary people, machines, and physical resources to meet the production objectives of the firm.
Without provision of adequate capacity or recognition of the existence of excess capacity, the benefits of an effective Manufacturing Planning and Control system cannot fully realize. The proposed
DSS provides a
correspondence between the capacity required to execute Master Production Schedule (MPS) and capacity available to implement MPS.
Capacity Requiremnet Planning
CAPACITY REQUIREMENTS PLANNING(CRP) IN LINE 3. ASSY WHEEL
SECTION PT Indomobil Suzuki INTERNATIONAL
Tejo Wibowo, GUNADARMA UNIVERSITY LIBRARY (2011)
CAPACITY REQUIREMENTS
PLANNING (CRP) IN LINE 3. ASSY WHEEL SECTION PT Indomobil Suzuk INTERNATIONAL Tejo Wibowo Undergraduate Program, 2011 Gunadarma University
http://www.gunadarma.ac.id Key Words: Demand Fore- casting, Production Planning, MPS, MRP, CRP
ABSTRACT : PT. Indomobil Suzuki International (ISI) Plant I engaged in manufacturing motorcycles.
The company is taking into account all the things that cause problems in- cluding the balance between load capacity. If the load is determined not comparable with the available capacity then what is being done by the management company to address them so that the company does not lose.
Losses suered by the company, if the load exceeds the capacity of the waiting time is too long so feared divert customers desire to obtain a motorcycle to the other competitors. The object is used as the research is the type XCSDF wheel motorcycle (mo- tor bike with front wheel disc) and XCDF (motorcycle with the front wheel drum) because of the problems that occur is a matter of balance between load capacity. If the load is determined not comparable with the
available capacity then what is being done by the management company to address them so that the company does not lose.
Capacity Requirements Planning has an important role in adjusting the production plan with the capacity of available resources. So that existing resources can be optimized in order to ful- _ll the production plan. Moreover, taking into account the production process is very helpful to give a picture to get more detailed data to be processed to determine the load at each work center.
CRP provides an overview of existing load and capacity are available making it easier for com- panies to set all the resources to obtain maximum results.
Sumber Data : Peneliti
Seperti jurnal diatas, menurut Wang Cheng, Liy Xiao-Bing (2013) pengendalian produk harus sesuai dengan banyaknya kapasitas mesin yang ada sehingga perusahaan dapat mengatasi kelebihan produksi pada pengerjaannya dan dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Seperti menurut Erlina P. (2014) metode yang baik untuk digunakan dalam penelitian ini adalah capacity requirement planning dimana dengan CRP ini perusahaan dapat menghitung bagaimana solusi yang digunakan dengan menggunakan perhitungan schedule of planned factor order release. work order status, routing data dan work center. Setelah itu jurnal menurut Sule Jaafaru Garba, Dr Ogbadu, Elijah Ebenehi Olukotun, Gabriel Ademola (2012) dan Tejo Wibowo (2011) untuk menggunakan capacity requirement planning perusahaan harus dapat mengontrol permintaan pengerjaan dari para konsumen. Dan menurut jurnal Jawahar Babu A & Raja Gopal K (2013) jika perhitungan kapasitas permintaan yang dilakukan sudah dapat ditanggung oleh perusahaan maka capacity requirement planning harus dapat diterapkan dalam perhitungan ini dimana dengan menggunakan perhitungan kapasitas teoritis dan kapasitas actual serta menggunakan cara untuk menghitung tambahan unit mesin yang harus ditambahkan oleh perusahaan tersebut. Berdasarkan jurnal-jurnal diatas penulis dapat mengambil sebuah kesimpulan yang berupa perhitungan manual untuk menghitung kapasitas serta waktu operasional suatu perencanaan produksi yang akan diterapkan keperusahaan yang akan diteliti. Perhitung manual tersebut dapat berupa perhitung kapasitas yang diantaranya perhitungan kapasitas secara teroritis, kapasitas yang diperlihatkan, dan kapasitas kalkulatisnya. Perhitungan tersebut dibutuhkan oleh penulis untuk mengetahui tingkat utilisasi dan efisiensinya. Lalu tahap berikutnya adalah penulis membutuhkan data-data yang ada diperusahaan berupa workorder status yang didapat dari pemesanan produksi yang diorder oleh konsumen untuk perusahaan setelah itu barulah didapat hasil berupa perbaikan Schedule of planned factory order releases, dengan hasil output CRP itulah maka penulis dapat melihat dan melakukan perencanaan produksi yang harus dilakukan untuk kedepannya. Apabila perencanaan telah diketahui maka ini merupakan suatu pelaksanaan produksi yang bisa bermanfaat bagi perusahaan.
1