• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE SURAT KETERANGAN. Nomor: 9/PERPUS/UG/2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE SURAT KETERANGAN. Nomor: 9/PERPUS/UG/2021"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE

BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Nomor Pengunggahan

SURAT KETERANGAN

Nomor: 9/PERPUS/UG/2021

Surat ini menerangkan bahwa:

Nama Penulis : Fitri Yulianti, SP,MSi

Nomor Penulis : 160212

Email Penulis : [email protected]

Alamat Penulis : Margonda Raya Street Number 100 Pondok Cina

Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :

Nomor Induk : FTI/AGR/PENELITIAN/9/2021

Judul Penelitian : Teknik Grafting Mentimun (Cucumis sativus) dan Semangka (Citrullus vulgaris) Tanggal Penyerahan : 10 / 02 / 2021

Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.

Dicetak pada: 11/02/2021 12:56:20 PM, IP:110.138.70.24 Halaman 1/1

(2)

Teknik Grafting Mentimun (Cucumis sativus) dan Semangka (Citrullus vulgaris)

Fitri Yulianti

1*

1

Staf Pengajar Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma (Gunadarma University), Jl. Margonda Raya No. 100, Depok 16424 Indonesia. email: [email protected]

(* penulis korespondensi)

Abstrak

Mentimun (Cucumis sativus) dan semangka (Citrullus vulgaris) merupakan salah satu tanaman yang berasal dari family cucurbitaceae. Grafting (penyambungan) merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Grafting merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman dengan menyisispkan bagian tanaman ke pada tanaman lain guna mendapatkan anakan yang memiliki keungulan yang lebih baik daripada kedua induknya. Proses grafting dapat dilakukan pada sesama spesies tanaman atau pada beda spesies akan tetapi masih dalam satu family. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses grafting dengan menggunakan tanaman hortikultura dalam satu family yaitu tanaman mentimun dan semangka dengan teknik sambung pucuk.

Penelitian ini dilakukan di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada tanggal 27 Mei hingga Juli 2020. Berdasarkan hasil penelitan menunjukkan bahwa teknik grafting pada tanaman mentimun dan tanaman semangka menunjukkan keberhasilan. Hal ini disebabkan karena (1) mentimun dan semangka masih dalam satu family yang sama yaitu cucurbitaceae, (2) bibit mentimun dan semangka yang digunakan berumur 2 MST yang masih memiliki batang yang masih lunak sehingga mudah menyatu, dan (3) Teknik grafting dengan teknik sambih celah (V).

Kata kunci : penyambungan, scion, root stock

(3)

PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

Mentimun (Cucumis sativus) merupakan salah satu tanaman yang berasal dari family cucurbitaceae. Mentimun memiliki batang bewarna hijau, berbulu, batang yang lunak dan mengandung air. mentimun memiliki sulur dahan berbentuk spiral, dimana sulur ini merupakan modifikasi dari batang. Mentimun merupakan tanaman yang memiiki cukup banyak manfaat bagi manusia seperti menjadi bahan makanan dan bahan industri seperti farmasi dan kosmetika. Mentimun mengandung banyak vitamin dan mineral serta mengandung antioksidan yang sangat berguna bagi manusia (DISTAN, 2008).

Semangka (Citrullus vulgaris) merupakan jenis tanaman lain yang berasal dari family cucurbitaceae yang berasal dari afrika. Tanaman ini merupakan tanaman semusim yang merambat dan memiliki banyak keanekaragaman jenis.

Batang tanaman semangka lunak, bersegi dan berambut, memiliki bunga yang tumbuh pada ketiak tangkai daun dengan warna bunga kuning cerah (Ramadhani, 2014). Semangka memiliki daya tarik khusus. Semangka memiliki buah yang umumnya berbentuk lonjong, dengan kondisi kulit buah tebal, warna buah cerah seperti merah dan kuning. Buah semangka memiliki banyak manfaat karena semangka banyak mengandung nilai gizi seperti vitamin A dan C serta kalium yang berguna bagi manusia (Prihatman, 2000).

Grafting (penyambungan) merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Secara umum perkembangbiakan tanaman terdiri dari dua jenis yaitu secara generatif dan secara vegetatif. Perkembangbiakan tanaman secara generatif biasanya menggunakan biji, sedangkan perkembangbiakan tanaman secara vegetatif menggunakan bagian dari tanaman induk (tidak berasal dari biji).

Perkembangbiakan tanaman secara generatif akan mendapatkan hasil anakan yang

terdiri dari gabungan antara kedua induknya, sedangkan perkembangbiakan secara

vegetatif menghasilkan tanaman yang menyerupai induknya. Perbanyakan tanaman

secara vegetatif dilakukan pada tanaman yang sulit untuk mengalami perkawinan

dan persilangan untuk menghasilkan biji atau biji yang dihasilkan dari hasil

perkawinan memiliki komponen yang tidak lengkap seperti kandungan endosperm

(4)

yang tidak dapat memenuhi kebutuhan embrio jika terjadi perkecambahan secara mandiri.

Grafting merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman dengan menyisispkan bagian tanaman ke pada tanaman lain guna mendapatkan anakan yang memiliki keungulan yang lebih baik daripada kedua induknya. Proses grafting dapat dilakukan pada sesama spesies tanaman atau pada beda spesies akan tetapi masih dalam satu family. Grafting merupakan perpaduan antara batang atas dan batang bawah sehingga membentuk sebuah sambungan yang tetap dan kuat sebagai suatu tanaman utuh. Dalam melakukan penyambungan diharapkan bagian batang bawah (root stock) yang digunakan memiliki keadaan perakaran yang kuat, sedangkan bagian batang atas (scion) diharapkan memiliki karakter hasil yang baik secara kuantitatif ataupun kualitatif. Grafting memiliki beberapa teknik penyambungan yaitu, diantaranya sambung pucuk atau apical grafting, layering grafting, clef grafting dan bark grafting. Teknik grafting yang sering digunakan adalah sambung pucuk (Santoso dan Parwata, 2013).

Sambung pucuk merupakan teknik penyambung batang atas dengan batang bawah untuk membentuk tanaman baru yang dapat menyesuaikan satu sama lainya.

Teknik penyambungan ini merupakan teknik penyambungan yang paling sering digunakan petani dan umumnya diterapkan pada jenis tanaman hortikultura. Teknik penyambungan dapat dilakukan pada tanaman dewasa ataupun yang masih bibit.

Teknik grafting untuk tanaman hortikultura biasa dilakukan tekik penyambungan dengan menggunakan bibit. Teknik penyambungan dengan menggunakan bibit biasanya dilakukan pada tanaman yang masih satu family. Penyambung tanaman ini dilakukan penyatuan bertujuan untuk mendapatkan tanaman baru dengan keunggulan yang berasal dari kedua induknya seperti karakter berbuah lebat, kandungan nutrisi banyak, tahan hama dan penyakit ataupun perakaran tanaman kuat.

Tujuan dilakukannya grafting adalah untuk mendapatkan keuntungan dari

batang bawah karena memiliki perakaran yang kuat dan toleran terhadap

lingkungan tertentu, mengubah jenis tanaman yang telah bereproduksi yang disebut

top working, mendapatkan bentuk pertumbuhan tanaman khusus, memperbaiki

kerusakan tanaman dan mempercepat kematangan reproduktif dan serta

(5)

mendapatkan tanaman bereproduksi lebih awal. Keberhasilan penyambungan dipengaruhi oleh kompatibilitas antara bagian batang bawah dan bagian batang atas, teknik sambung yang diterapakan dan proses pelaksanaannya (Santoso dan Parwata, 2013). Grafting tanaman dengan menggunakan tanaman hortikultura yang memiliki satu family yang sama yaitu tanaman mentimun dan semangka, dan dengan teknik sambung pucuk menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan

proses grafting dengan menggunakan tanaman hortikultura dalam satu family yaitu

tanaman mentimun dan semangka dengan teknik sambung pucuk.

(6)

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilakukan di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada tanggal 27 Mei hingga Juli 2020.

Bahan dan alat

Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih semangka (calon scion/batang atas), benih mentimun (calon root stock/batang bawah), polybag ukuran 30 cm x 30 cm, arang sekam, cocopeat, selotif, plastik, tissue, air. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat pemotong/ pisau cutter, sekop, wadah, alat tulis dan kamera

Prosedur Kerja

a. Persiapan media tanam

1. Siapkan polybag, arang sekam, cocopeat dan air

2. Campurkan arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 1:1 menggunakan sekop

3. Masukan campuran media tersebut kedalam polybag sebanyak ¾ bagian menggunakan sekop

4. Siram media tanam sampai run off b. Persiapan bahan tanam

1. Rendam benih semangka dan mentimun pada wadah terpisah dengan menggunakan air hangat selama 1 menit

2. Tiriskan benih semangka dan mentimun c. Penanaman dan pemeliharaan

1. Buat lubang tanam dengan kedalaman ± 3 cm 2. Masukan 1 benih untuk setiap polybag

3. Tutup dan siram benih yang telah ditanam 4. Siram tanaman 2 kali sehari

5. Setelah 2 MST bibit dapat digunakan sebagai bahan grafting (memiliki 2 atau lebih daun sejati)

d. Grafting

(7)

1. Bersihkan alat pemotong menggunakan tissue 2. Ambil calon scion dengan hati-hati

3. Sayat miring scion pada pangkal batang membentuk huruf V (usahakan dilakukan dalam 1 kali sayatan)

4. Siapkan root stock

5. Potong dan belah bagianroot stock menyesuaikan dengan scion

6. Sambungkan bagian scion pada root stock (pastikan kambium terhubung) 7. Ikat sambungan dengan menggunakan selotip (melingkari seluruh bagian

sayatan, lakukan putaran dari bawah ke atas)

8. Sungkup tanaman yang telah di grafting dengan plastik 9. Amati perkembangan grafting

10. Catat dan dokumentasikan hasil pengamatan

Gambaran proses grafting tanaman dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 1. Gambaran proses grafting tanaman

(8)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Gambar 2. Hasil grafting tanaman mentimun dan semangka

Hasil grafting tanaman mentimun dan semangka pada umur 7 hari setelah grafting menunjukkan adanya keberhasilan. Hasil sambungan antara mentimun dan semangka menyatu dan tanaman terlihat segar.

Pembahasan

Pada penelitian perbanyakan tanaman dengan metode grafting pada

tanaman mentimun dan semangka menunjukkan keberhasilan. Keberhasilan

grafting dapat dilihat dengan beberapa tanda seperti batang atas dan batang bawah

menyatu dan munculnya tunas. Munculnya tunas akan dipengaruhi oleh hormon

giberelin yang didukung oleh hormon auksin dan sitokinin yang sudah optimal

dalam tubuh tanaman untuk pembelahan sel yang ditunjukkan dengan pertumbuhan

tunas. Jumlah tunas tidak dipengaruhi oleh ukuran batang bawah melainkan lebih

dipengaruhi oleh kondisi batang bawah utamanya pada sistem perakaran dan juga

dipengaruhi oleh kondisi mata tunas batang atas yang digunakan. Akar merupakan

bagian penting dari tanaman yang mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman

karena akar sebagai media penyerap unsur hara untuk mendukung pertumbuhan

tanaman (Sudjijo, 2008).

(9)

Pemilihan penggunaan batang atas yang berumur 2 MST kompatibel dengan batang bawah. Selain itu, pada umur 2 MST tanaman hanya memiliki daun beberapa helai saja serta batang tanaman pun masih lunak sehingga akan memudahkan proses grafting.

Penempelan batang atas pada batang bawah dengan memastikan kambium menempel agar posisi pertautan kokoh, sehingga batang atas tidak akan mudah bergeser dan jaringan ikatan pembuluh xilem, floem,dan kambium antar batang atas dan batang bawah sangat mudah akan menyatu. Hal ini sesuai dengan pernyataan Santoso dan Parwata (2013) yang menyatakan keberhasilan penyambungan yang lebih tinggi pada teknik sambung celah (V) disebabkan pada teknik ini posisi kambium antara batang bawah dan batang atas berada pada posisi pertautan yang tepat dan kokoh. Kondisi tersebut menyebabkan batang atas tidak mudah bergeser dan jaringan ikatan pembuluh xilem, floem,dan kambium antar batang atas dan batang bawah sangat mudah akan menyatu. Pada sambung celah terbalik posisi bidang sambung jaringan sel kambium batang bawah dan batang atas kurang terpaut atau mudah bergerak atau bergeser, sehingga perlu waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka dan membentuk bidang sambung yang sempurna.

Selain dipengaruhi oleh faktor fisiologis dari tanaman, salah faktor penentu

keberhasilan grafting adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan sangat

mempengaruhi proses maupun hasil grafting dan waktu melakukan proses grafting

juga dapat menjadi faktor keberhasilan atau kegagalan grafting. Inilah mengapa jika

setelah melakukan proses grafting tanaman harus disungkup atau ditaruh di tempat

yang terhindar dari sinar matahari langsung atau terhindar dari hujan. Hal ini untuk

meminimalisir pengaruh yang ditimbulkan dari panas dan hujan seperti tanaman

akan terbakar lalu mengering dan mati ataupun tanaman membusuk yang

disebabkan oleh air hujan.

(10)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan penelitan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa teknik grafting pada tanaman mentimun dan tanaman semangka menunjukkan keberhasilan. Hal ini disebabkan karena (1) mentimun dan semangka masih dalam satu family yang sama yaitu cucurbitaceae, (2) bibit mentimun dan semangka yang digunakan berumur 2 MST yang masih memiliki batang yang masih lunak sehingga mudah menyatu, dan (3) Teknik grafting dengan teknik sambih celah (V).

Saran

Dalam melakukan kegiatan praktikum grafting, disarankan untuk pemilihan

batang atas atau scion yang diambil harus dalam keadaan baik, grafting harus

dilakukan sedemikian rupa, agar floem dan xylem dari batang atas dapat bergabung

dengan xylem dan floem dari batang bawah. Ketidakcermatan dapat menyebabkan

keduanya tidak menyatu yang juga mengakibatkan pada kegagalan dalam

melakukan grafting. Serta, kondisi alat dan bahan harus dijaga kesterilannya agar

mendapatkan hasil yang maksimal.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

DISTAN. 2008. Buku SOP Mentimun. Diakses pada: 18 Juni 2020. Tersedia pada:

https://distan.jogjaprov.go.id/wp-

content/download/teknologi/sop%20mentimun.pdf

Prihatman K. 2000.Semangka(Citrullus vulgaris). BAPPENAS

Ramadhani, A. 2014. Ekstraksi Dan Karakterisasi Pektin Dari LimbahKulit Semangka Secara Enzimatis Dengan Aspergillus niger.Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Santoso, B.B., dan Parwata, I.G.M.A. 2013. Grafting teknik memperbaiki produktivitas tanaman jarak paga(Jatropha curcas L.). LITABMAS DIKTI Sudjijo.2008. Pengaruh Ukuran Batang Bawah dan Batang Atas terhadap

Pertumbuhan Durian Monthong, Hepe dan DCK-01. Balai Penelitian

Tanaman Buah Tropika Jl. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301.

Gambar

Gambar 2. Hasil grafting tanaman mentimun dan semangka

Referensi

Dokumen terkait

Konsep pelapisan untuk pengawetan fungsi komponen yang tahan lama.Lapisan zinc alloy original dengan pasif kromat kuning atau hitam (Zinc-Iron Coating C dan Zinc-Iron

3.Perancangan dan analisis Secara garis besar, tahapan metode penelitian yang dilakukan adalah metode untuk menganalisis penyadapan pada jaringan website dengan

Hal yang dapat dipahami dari teori Rene Descrates yaitu bahwa kesadaran dalam menjalani hidup, dan mencintai kebenaran yang selalu dicari oleh Rene Descrates. Pemikiran ini

Berdasarkan hasil dari Uji Reliabilitas yang dilakukan dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha setiap variabel independen yaitu Persepsi Kemudahan (X1), Persepsi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku perencanaan dan pengelolaan keuangan (anggaran) ibu rumah tangga dalam mengatasi konsumerisme keluarga saat terjadi

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri yang melaju pesat, sumber air baku PT Watertech Estate Cikarang yang berasal dari saluran Tarum

Makanan dan zat gizi yang terkandung di dalam makanan yang yang berguna bagi kesehatan dan di konsumsi ibu pada saat hamil disebut ….. Kebutuhan nutrisi ibu hamil adalah makanan

Hal tersebut dapat dipengaruhi karena TDS di Sungai Cisadane diduga didominasi dari zat organik yang berasal dari limbah domestik, sehingga tingginya nilai TDS tidak