• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU BIMBINGAN AKADEMIK MAHASISWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUKU BIMBINGAN AKADEMIK MAHASISWA"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

BUKU BIMBINGAN AKADEMIK MAHASISWA

Nama Lengkap :………

NIM :………

Jurusan :………

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

IAIN PONTIANAK

2018

(2)

TIM PENYUSUN

BUKU BIMBINGAN AKADEMIK JURUSAN PGMI FTIK IAIN PONTIANAK

Ketua

Drs. Mansur, M.Pd.

Sekretaris

M. Tisna Nugraha

Penyusun

Desty Septianawati, M.Pd.

Buku Bimbingan Akademik Mahasiswa

Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtiaiyah

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

2018/2019

(3)

VISI JURUSAN:

Menjadi program studi yang unggul dalam menghasilkan guru MI (Madrasah IBTIDAIYAH) yang professional, berwawasan luas, kompetitif,

beriman, bertaqwa, berakhlakul karimah, serta mampu melakukan riset pendidikan, keilmuan dan kebudayaan sampai pada tahun 2025”.

MISI JURUSAN :

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang dinamis, efektif, dan efisien berbasis teknologi dan manajemen modern bagi guru MI sesuai standar pendidikan nasional.

2. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pendidikan dasar Islam untuk menyiapkan guru Madrasah IBTIDAIYAH yang professional dalam mengembangkan pendidikan Madrasah IBTIDAIYAH (MI).

3. Mengkaji dan mengembangkan ilmu-ilmu keislaman, ilmu kependidikan dan iptek dalam proses pembelajaran di MI yang dilakukan secara aktif, efektif, inovatif, kreatif, menyenangkan, dan berkesinambungan dengan didukung oleh teknologi, sarana dan prasarana yang memadai.

4. Melakukan pengabdian dalam bentuk pengembangan Madrasah IBTIDAIYAH dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambung- an.

Ketua Jurusan PGMI Ttd

Drs. Mansur, M.Pd

NIP. 196706052000031010

(4)

PETUNJUK BUKU :

1. Buku ini digunakan sebagai buku catatan konsultasi bimbingan akademik.

2. Buku ini wajib dibawa pada saat konsultasi dengan dosen Pembimbing Akademik.

3. Jika buku ini hilang harap hubungi staf administrasi Jurusan PGMI

FTIK IAIN Pontianak.

(5)

KATA PENGANTAR

Buku bimbingan akademik adalah buku bimbingan teknik yang digunakan oleh mahasiswa pada saat proses pembimbingan akademik kepada dosen Pembimbing Akademik (PA) di lingkungan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah IBTIDAIYAH (PGMI) FTIK IAIN Pontianak.

Tujuan penyusunan buku ini adalah agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan tepat waktu. Buku ini juga dapat digunakan sebagai sarana komunikasi mahasiswa dengan dosen PA.

Peran dosen PA dalam memotivasi mahasiswa sangat berperan penting dalam keberhasilan studi mahasiswa.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam proses penyusunan buku ini.

Pontianak, Juni 2018

Tim Penyusun

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

TIM PENYUSUN ... ii

VISI DAN MISI ... iii

PETEUNJUK BUKU ... iv

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... vii

BUKU KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK ... 1

DATA PRIBADI MAHASISWA ... 2

PEMBIMBINGAN AKADEMIK ... 9

A. Pengertian Pembimbing Akademik ... 9

B. Peranan Pembimbing Akademik ... 15

C. Kedudukan dan Kewajiban Dekan, Wakil Dekan, dan Koordinator Pembimbing Akademik ... 16

D. Tugas dan Kewajiban Dosen Pembimbing Akademik ... 18

E. Hak dan Kewajiban Mahasiswa dalam Pembimbingan ... 26

DAFTAR PUSTAKA ... 27

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 28

(7)

BUKU KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN PGMI FTIK IAIN PONTIANAK

IDENTITAS MAHASISWA

Nama mahasiswa : ………..

NIM : ………..

Tahun Angkatan : ………..

DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK

Nama Dosen : ………..

NIP : ………..

NIDN : ………..

Jabatan Akademik : ………..

(8)

DATA PRIBADI MAHASISWA

MAHASISWA JURUSAN PGMI FTIK IAIN PONTIANAK

A. IDENTITAS MAHASISWA

1. Nama Lengkap : ………...

2. NIM : ………...

3. Tempat/tanggal Lahir : ………...

4. Jenis kelamin : ………...

5. Kewarganegaraan : ………...

6. Suku Bangsa : ………...

7. Agama : ………...

8. Golongan darah : ………...

FOTO

3x4

(9)

9. Alamat Rumah :

Jalan : ………...

RT/RW : ………...

Kelurahan/kecamatan : ………...

Kabupaten/kota : ………...

10. Alamat tinggal :

Jalan : ………...

RT/RW : ………...

Kelurahan/kecamatan : ………...

Kabupaten/kota : ………...

11. No telepon/HP : ………...

12. Pendidikan : ………...

Nama sekolah Alamat sekolah Tahun lulus

(10)

13. Kursus/pelatihan yang diikuti

a. ……….

b. ……….

c. ……….

d. ……….

14. Prestasi akademik/non akademik yang diperoleh

a. ……….

b. ……….

c. ……….

d. ……….

15. Organisasi yang pernah/ sedang diikuti

a. ……….

b. ……….

c. ……….

d. ……….

(11)

16. Anak ke ………. dari jumlah saudara ………... Orang

17. Status : Kawin/belum kawin/ Janda/duda Nama Istri/suami : ………...

Pendidikan : ………...

Pekerjaan : ………...

Jumlah anak : ………...

18. Pekerjaan mahasiswa : ………...

B. ORANG TUA /WALI AYAH

1. Nama lengkap : ………...

2. Agama : ………...

3. Pekerjaan : ………...

4. Pendidikan terkahir : ………...

5. Alamat Rumah :

Jalan : ………...

(12)

RT/RW : ………...

Kelurahan/kecamatan : ………...

Kabupaten/kota : ………...

6. Alamat tinggal :

Jalan : ………...

RT/RW : ………...

Kelurahan/kecamatan : ………...

Kabupaten/kota : ………...

7. No telepon/HP : ………...

IBU

1. Nama lengkap : ………...

2. Agama : ………...

3. Pekerjaan : ………...

4. Pendidikan terkahir : ………...

5. Alamat Rumah :

(13)

Jalan : ………...

RT/RW : ………...

Kelurahan/kecamatan : ………...

Kabupaten/kota : ………...

6. Alamat tinggal :

Jalan : ………...

RT/RW : ………...

Kelurahan/kecamatan : ………...

Kabupaten/kota : ………...

7. No telepon/HP : ………...

(14)
(15)

PEMBIMBINGAN AKADEMIK

A. Pengertian Pembimbing Akademik

Pembimbing Akademik memainkaan peranan penting dalam mempertemukan antara peraturan perguruan tinggi, tujuan yang ingin dicapai dengan keadaan mahasiswa. Pelayanan bimbingan Akademik dapat memberikan hasil yang baikdengan ditangani secara khusus oleh dosen yang diberi tanggung jawab. Dosen yang mendapat tugas untum membing mahasiswa disebut sebagai Pembimbing Akademik atau biasa disebut Dosen wali. Dosen Wali/Pembimbing Akademik bertugas membantu mengarahkan dan membimbing mahasiswa dalam menyelesaikan tugasnya melalui proses belajar, untuk mempersiapkan diri sebagai tenaga ahli atau professional. Samidjo dan Sri Mardiani (1985 : 165) menyamakan pembimbing Akademik dengan wali studi, seperti yang tergambar dalam pendapatnya berikut.

1. Perwalian adalah suatu proses kegiatan bimbingan akademik yang diselenggarakan oleh fakultas. Pelaksanaanya dilakukan oleh wali studi.

2. Wali studi adalah tenaga edukatif tetap atau dosen luar biasa yang memungkinkan, yang diangkat dengan Surat Keputusan Rektor berdasarkan usulan Dekan Fakultas sesuai dengan persyaratan tertentu untuk melakukan tugas dan kegiatan pembinaan mahasiswa pada kelompok studi yang menjadi wewenangnya.

3. Kelompok studi adalah sejumlah mahasiswa pada tahun yang bersangkutan yang dibentuk sesuai dengan sistem perwalian.

Selanjutnya Direktorat Jendral Pendidikan Islam (2013),

memberikan batasan bahwa Pembimbing Akademik adalah:

(16)

“Seorang (Dosen) yang memberikan bantuan kepada orang lain (mahasiswa) dalam membuat pilihan penyesuaian diri dan pemecahan problem di bidang akademik dengan tujuan mandiri dan bertanggung jawab bagi dirinya sendiri.”

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dosen pembimbing akademik atau dosen wali adalah dosen yang telah ditunjuk dan ditetapkan, yang memenuhi syarat untuk dibebani tugas dan tanggung jawab dalam membimbing mahasiswa dalam proses perkembangannya untuk menjadi insan yang berilmu, mandiri dan mampu bertanggung jawab terhadap dirinya dan ilmunya.

Untuk menjadi dosen pembimbing akademik harus meme- nuhi beberapa persyaratan, agar pelaksanaan tugasnya dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Beberapa persyaratan tertentu sebagai berikut.

1. Memiliki kualifikasi kepribadian yang memungkinkannya mampu berkomunikasi secara lancar dan baik dengan mahasiswanya.

2. Memiliki motivasi yang jelas dalam membantu mahasiswa.

3. Menyediakan waktu yang cukup untuk membantu mahasiswa.

4. Menguasai secara luas dan benar tentang berbagai peraturan, tuntutan dan tantangan yang berkaitan dengan penyelesaian studi mahasiswa.

Oleh karena itu sebelum menjadi pembimbing akademik, seorang dosen perlu mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan tugasnya. Pengetahuan, keterampilan dan sikap itu adalah:

1. Pengetahuan tentang seluk beluk penyelenggaraan pendidikan di lembaga tempatnya bekerja atau bertugas.

2. Informasi yang memadai tentang sistem penyelenggaraan

pendidikan tinggi di Indonesia.

(17)

3. Pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sekedarnyaa untuk mengenal sifat-sifat khas mahasiswa yang dibimbing.

4. Pengetahuan dan pemahaman akan aneka kriteria penyesuaian akademik dan prinsip prinsip dasarnya serta penanggulangan praktis dari permasalahan akademik.

Pengetahuaan mengenai seluk beluk penyelenggaraan pendidikan di lembaga tempatnya bertugas dan tentang sistem penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia pada umumnya telah dimiliki oleh para dosen, dan setiap dosen pembimbing akademik telah dibekali dengan pedoman penyelenggaran pen- didikan di PT antaraa lain melalui penataran tentang pelaksanaan sistem penyelenggaraan pendidikan dengan Sistem Kredit Semester (SKS).

Sedangkan untuk dapat mengetahui dan memahami sifat- sifat khas manusia, seperti : bakat, minat, kemampuan belajarnya dan lain lain yang berkaitan dengan proses belajarnya di PT, setiap dosen Pembimbing Akademik perlu mempelajarinya, antara lain dengan membaca buku buku tentang Psikologi Perkembangan, Psikologi Kepribadian dan Psikologi Pendidikan. Tugas tambahan itu semakin penting bagi dosen pembimbing akademik yang bukan lulusan sarjana pendidikan. Untuk pengetahuan dan pemahaman tentang penyesuaian akademik, setiap dosen pembimbing akademik perlu mempelajari dan memahami berbagai kegiatan akademik yang harus atau dapat diikuti mahasiswa di PT sebagai lembaga pendidikan dan lembaga ilmiah. Sehubungan dengan itu akan diungkapkan atau diketengahkan uraian singkat tentang pengetahuan ini dengan maksud untuk lebih memperjelaskan pengertian dan ruang lingkupnya.

1. Pengertian Penyesuaian Akademik. Penyesuaian akademik

adalah kemampuan-kemampuan atau proses-proses, untuk

memenuhi harapan atau tuntutan mencapai prestasi akademik

yang wajar, menyeluruh dan memuaskan. Mahasiswa

(18)

memerlukan kemampuan penyesuaian akademik, karena dapat mempertemukan antara tuntutan lingkungan rumah, sekolah dengan kemauan belajarnya.

2. Kriteria Penyesuaian Akademik Pembimbing akademik perlu mengetahui macam macam criteria penyesuaian akademik, agar mampu sesegera mungkin meendeteksi permasalahan akademik yang dihadapi mahasiswa bimbingannya.

Macam macam kriteria tersebut adalah :

1. Performance yang sukses,kriteria ini merupakan patokan primer, karena tanpaa patokan ini sulit untuk menentukan tuntuan akademik yang wajar bagi mahasiswa secara menyeluruh.

Patokan ini tidak dapat diberlakukan secara sistematis, karena tergantung pada batasan kemampuan mahasiswa, misalnya nilai C untuk mahasiswa A mungkin sudah merupakan performan maksimal yang baik, sedang untuk mahasiswa B itu merupakan nilai terburuk.

2. Usaha yang wajar, banyak mahasiswa yang menganggap bahwa performa yang dicapainya sudah sukses, padahal prestasi tersebut sebenarnya berada dibawah kemampuan yang mereka miliki.

3. Perolehan pengetahuan yang berharga,mahasiswa harus memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu yang dipelajarinya itu merupakan milik yang berharga baginya.

4. Perkembangan intelektual, prestasi yang lebih berharga dari pada perolehan pengetahuann adalah terjadinaya perkem- bangan fungsi intelektual secara nyata, yaitu maahasiswa maampu menggunakan dan melakukan eksplorasi fakta, prinsip-prinsip dan teori dengan cara yang efektif dan berguna.

Kegunaan bukan saja ditinjau secara ekonomis, tetapi lebih

pada penggunaan intelegensi yang sukses dalam memecahkan

segala macam masalah pribadi., baik yang terjadi di

lembaganya maupun di luar lembaga.

(19)

5. Pencapaian tujuan akademik, tujuan usaha akademik pada umumnya mencakup masalah meningkatkan kekuatan intelektual dan penghargaan intelektual, peningkatan karir dan taraf kehidupaan. Sejalan dengan pencapaian tujuan tersebut, biasanya tingkaat prestasi belajar seseorang dapat menggambarkan puncak keberhasilan akademik dan penyusuaian akademik yang diberlakukannya.

6. Usaha pemenuhan kebutuhan, hasrat, dan minat, sukses akademik sejalan dengan tercapainya kepuasan akan kebutuhan status, penampilan social serta pencapaian rasa amaan sesuai dengan identifikasi dirinya. Perwujudannya berupa tercapainya pemeenuhan hasrat alamiah terhadap ilmu pengetahuan, informasi, perangsangan dan pertumbuhan intelektual serta kekuatan ekspresi yang serius dan sukses.

7. Prinsip-prinsip dan kegiatan praktis yang penting, demi tercapainya penyesuaian akademik pembimbing akademik diharapkan untuk mengenal gejala dini dari kekurang mampuan mahasiswa bimbingannya dalam usaha mencapai penyesuaian akademik yang optimal. Setelah tampak gejala tersebut, pembimbing akademik wajib melakukan eksplorasi mengenai penyebab kegagalan mahasiswa dan sejauh mana kegagalan tersebut tidak melibatkan faktor persoalan gangguan kepribadian yang berat dan menyeluruh.

Selanjutnya pembimbing akademik dapat memberikan cara cara penanggulangan permasalahan akademik yang dihadapi mahasiswa bimbingannya, dengan meemperhatikan prinsip prinsip sebagai berikut.

1. Prinsip yang utama adalah memahami tujuan pendidikan, tanpa

pemahaman tentang formulasi tujuan, perkembangan dan arah

minat, formasi dari sikap serta kemampuan mengaplikasikan

(20)

pemahaman tersebut secara tepat, maka kemunngkinaan untuk pencapaaian penyesuaian akademis adalah mustahil.

2. Tujuan dasar dari pendidikan harus diarahkan dan diintegrasikan dengan pencapaian tujuan akhir mahasiswa.

Banyak maahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengatasi konflik yang terjadi antara apa yang diharapkan dari pendidikan dan apa yang disajikan pendidikan sebgai penawaran, Hal ini dimungkinkan karena adanya perbedaan yang besar antara pendidikan untuk kehidupan nyata.

Perbedaan ini membuat harapan mahasiswa tidak sesuai dengan tuntutan yang dibebaankan oleh pendidikan itu sendiri.

3. Mahasiswa sedini mungkin harus mengetahui dan memahami bahwa guna mencapai karis akademinya, haarus menghargai karakter integratif dari kurikulum yang dilaksanakan di Pergruan Tinggi.

4. Minat akademik dan sikap akademik. Tanpa minat yang hidup terhadap maateri yang diajarkan, tidak mungkin untuk mempelajarinya secara efektif. Minat membina kesediaan untuk belajar, memotivasi untuk membaca dan melakukan penelitian bila perlu. Atas dasar ini di dalam memberikan bimbingan akademik, pembimbing akademik harus benar benar memahami arah minat dari mahasiswa bimbingannya.

5. Perkembangan kebiasaan akademik. Menghadiri kuliah sama maknanya dengan memiliki pekerjaan. Kehadiraan yang teratur dalam kuliah, kebiasaan memenuhi tugas tugas yang dibebankan oleh dosen, kebiasaan menggunakan perpustakaaan sangat penting bagi peningkaatan dan pembinaaan kebiasaan akademik (academic habits).

6. Keterampiilaan dalam belajar dan kebiasaan akademik sangat

besar pengaruhnya terhadap prestasi akademik, keterampilan

dalam belajar dapat dibentuk kelalui kemampuan untuk

membuat catatan di kelas, memilih maateri yang perlu dicaatat

(21)

dan keterampilan mendapatkan serta mendiskusikan hasil kuliah.

7. Persiapan mengikuti kuliah. Banyak maahasiswa berpendapat bahwa dengan mengikuti kuliah di kelas saja, sudah cukup baginya. Padahal kemampuan menyerap hasil kuliah akan lebih optimal apabila mahasiswa yang bersangkutan sebelum masuk kelas telahmelakukan persiapan. Persiapan dilakukan dengan meempelajari materi kuliah yang diberikan sebelumnya dan yang akan didapatnya. Karena belajar menjadi efisien melalui pengulangaan komulatif.

8. Pengaruh faktor konsentrasi, cara berfikir dan partisipasi aktif.

Efektifitas mendengarkan kuliah dikelas akan lebih optimal apabila mahasiswa mampu memusatkan perhaatiaan, mampu berfikir kritis, dan melakukan partisipasi aktif dalam diskusi mengenai materi kuliah.

9. Mahasiswa harus belajar mengelolah waktu secara efiesien.

Rasa jawab akademik yang besar akan membuat mahasiswa mampu membagi penggunaan waktunya. Ketentuan kapan harus rekreasi dan lain lainnya, harus dipatuhi secara ketat.

10. Distribusi waktu harus sesuai dengan kondisi kerja. Faktor ini menyangkut ventilasi ruangan, alat tulis, sinar lampu dan lain lain.sehingga kondisi kerja dan tata ruangnya memungkinkan bagi mahasiswa untuk bekerja dan belajar secara efektif.

B. Peranan Pembimbing Akademik

Sebagai dosen yang telah ditunjuk untuk memberikan

pelayanan bimbingan akademik kepada mahasiswa bimbingannya,

maka agar pelaksanaan pelayanan tersebut dapat berjalan secara

lancar dan berhasil baik, pembimbing akademik dituntut untuk

dapat melaksanakan peranannya secara efektif dan efisien. Peranan

yang harus dilaksanakan atau dimainkan oleh pembimbing

(22)

akademik dalam memberikan pelayanan bimbingan/perwalian adalah sebagai berikut.

1. Pembimbing akademik harus dapat menciptakan hubungan yang aktif antara kedua arah dengan mahasiswa yang dibimbingnya, Sehingga lebih mudah untuk memahami kebiasaan, kemampuan, kesulitan dan unsur-unsur lain dari mahasiswa, yang berpengaruh terhadap kebiasaan studinya.

Tetapi yang perlu diingat adalah pembimbing akademik tidak memiliki wewenang dan tanggung jawab sebagai administrator pendidikan baagi mahasiswa bimbingannya, yang berarti juga tidak diizinkan menghukum atau mengambil tindakan tindakan yang menyakitkan mahasiswa.

2. Pembimbing akademik harus berperan aktif dalam menumbuhkan disiplin belajar maahasiswa bimbingannya.

3. Pembimbing akademik tidak seyogyanya memaksakan pendapatnya kepada mahaasiswa yang dibimbingnya. Dan tidak pula membuat keputusan keputusan untuk mahasiswa.

Tetapi yag harus dilakukan adalah memberikan bantuan dalam bentuk pandangan dan saran saran yang memungkinkan mahsiswanya membuat keputusan bagi dirinya sendiri. Dengan demikian, perencanaan maupun pelaksanaan studi mahasiswa tetapi menjadi tanggung jawab mahasiswa itu sendiri.

C. Kedudukan dan Kewajiban Dekan, Wakil Dekan, dan Koordinator Pembimbing Akademik

Kelancaran pelaksanaaan pelayanan bimbingan akademik/

perwalian di Perguruan Tinggi, selain terletak ditangan dosen

pembimbing akademik, juga perlu didukung oleh Dekan dan wakil

Dekan III serta koordinator Pemimbing Akademik/Kajur. Berikut ini

akan dijelaskan secara singkat tentang kedudukan dan kewajiban

dari Dekan, wakil Dekan III serta Koordinator Pembimbing

Akademik/Kajur, dalam perwalian.

(23)

1. Kedudukan dan kewajiban Dekan dalam prewalian Dalam perwalian, Dekan berkedudukan sebagai : “Penanggung jawab secara keseluruhan dalam penyelnggaraan sistem Perwalian.

Oleh karena itu Dekan berkewajiban :

a. Meminta pertanggung jawab dari Wakil Dekan III mengenai penyelenggaraan sistem perwalian.

b. Membantu dan mengeluarkan kebijakan-kebikakan yang berhubungan dengan penyelenggaraan sistem perwalian.”) 2. Kedudukan dan kewajiban Wakil Dekan III dalam Perwalian.

Dalam proses perwalian Wakil Dekan III berkedudukan sebagai berikut.

a. Memberikan petunjuk dan saran kepada wali studi secara perorangan atau kelompok.

b. Mengatur dan menentukan penggunaan materi, metode, teknik, prosedur serta hal hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan perwalian.

c. Mempertanggung jawabkan mengenai penyelenggaraan sistem perwalian kepada Dekan.

d. Meminta pertanggung jawab dari koordinator wali studi mengenai pelaksanaan kegiatan perwalian.

3. Kedudukan dan Kewajiban Koordinator Pembimbing Akademik/

Kajur dalam proses perwalian. Pembimbing Akademik/

Kajurberkedudukan sebagai penanggung jawab operasional perwaliadan berkewajiban:

a. Menjaga kelangsungan dan kesinambungan pelaksanaan kegiatan perwalian.

b. Memonitor semua kegiatan perwalian yang dilaksanakan oleh pembimbing akademik.

c. Menampung dan memberikan jalan keluar atas kesulitan

kesulitan yang dihadapi oleh pembimbing akademik.

(24)

d. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan perwalian pada Wakil Dekan III.

e. Meminta pertanggungan jawab tentang kegiatan perwalian dari pembimbing akademik. “(Samidjo – Mardiani, 1985, 166).

Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa Dekan, Wakil Dekan III, dan Koordinator pembimbing akademik/Kajur juga berperan dalam membantu kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan perwalian/

bimbingan akademik. Setiap pembimbing akademik dalam proses perwalian, biasanya mendapat tugas membimbing beberapa orang mahasiswa, sejak mulai masuk kuliah/semester pertama sampai mengakhiri kuliahnya. Dalam proses perwalian/bimbingan akademik ini secara ideal seseorang pembimbing akademik hanya mampu membimbing 10 sampai 20 oranng mahasiswa saja.

Dengan jumlah yang tidak terlalu besar ini, dosen aakan dapat membimbing dan mengarahkan mereka dengan maksimal dalam proses perwaliannyaa, sebab dosen dapat memberikan perhatiannya secara cukup.

D. Tugas dan Kewajiban Dosen Pembimbing Akademik

Kewajiban dosen Pembimbing Akademik membantu mahasiswa dalam menentukan/menyusun rencana studi. Sejak awal, mahasiswa perlu didorong dan dibantu dalam menyusun rencana studinya, baik untuk satu jenjang tersebut/ jangka pendek atau persemester. Rencana ini diperlukan karena merupakan arah atau penggugah motivasi baagi mahasiswa yang bersangkutan.

Dan yang terpenting, rencana ini harus luwes, dan dapat

dimodifikasikan. Dalam penyusunan rencana studi ini, dosen

pembimbing dituntut untuk mampu mengenal mahasiswa secara

individual, dalam arti mengenal kemampuan dan kelemahan

akademiknya. Dengan pengenalan ini akan dapat mempermudah

dosen dalam membantu mahasiswa menyusun rencana studi yang

sesuai dengan kemampuannya.

(25)

Dalam tugas membantu mahasiswa menentukan/ menyusun rencana studi ini ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukaan oleh dosen pembimbing akademik, yaitu :

1. Memberikan bimbingan dan pengarahan kepada mahasiswa anggota kelompok bimbingannya, baik secara perorangan maupun kelompok. Sebelum memulai proses perwalian, kepada mahasiwa baru dosen Pembimbing Akademik perlu terlebih dahulu memberikan bimbingan dan pengarahan kepada mahasiswa bimbingannya dan pengarahan kepada mahasiswa bimbingannya (perorangan maupun kelompok) tentang bagaimana hal yang berkaitan dengan ppenyelenggaraan pendidikan dan proses belajarnya di PT, sebagai :

a. Program pendidikan yang dilaksanakan di PT.

b. Ketentuan akademik yang dilaksanakan di PT.

c. Penyelenggaraan administrasi Di PT.

d. Prosedur pengambilan, pendaftaran serta penyusunan rencan studi selama belajar, dan pengisian kartu hasil studi tiap semester.

e. Sarana dan prasarana yang tersedia di PT dan prosedur penggunaan dan pemanfaatannya.

2. Mengatur jadwal kegiatan perwalian dalam kelompok mahasiswa bimbingannya. Agar proses perwaliannya berjalan secara lancar dan continue, serta benar benar dapat dijadikan sebagai kegiatan membantu mahasiswa dalam keberhasilan belajarnya di PT, maka kegiatan perwalian perlu dilakukan sesering mungkin (minimal 5 kali) dalam satu semester. Oleh karena itu pada permulaan proses perwalian, dosen pembimbin akademik dan mahasiswa bimbingannya peerlu menyusun jadwal tetap kegiatan perwalian, Seperti berikut ini :

a. Pada permulaan semester, untuk merencanakan program

studi prasemester ataupun program studi keseluruhan.

(26)

b. Pada mid semester, untuk menanyakan hal hal yang berkaitan dengan kesiapan belajar

c. Sesudah mid semester, untuk memonitoring dan mengevaluasi hasil belajar mahasiswa, kemudian ditentukan langkah langkaah preventif bila perlu.

d. Menjelang akhir semester, sekali lagi untuk mempersiapkan kegiatan belajar mahasiswa

e. Setelah ujian akhir semester, berlangsung pada waktu mahasiswa menerima lembaran hasil studi, untuk mengevaluasi hasil belajar mereka selama satu semester.

3. Memberikan nasihat tentang pilihaan program yang baik atau yang sesuai dengan disiplin ilmu daan kemampuan mahasiswanya. Setiap semester, mahasiswa selalu disajikan beban kredit oleh PT/Fakultas, yang berkisar antara 18 – 20 sks, walau terkadang lebih kurang sesuai dengan beban studi keseluruhan dari program studi/jurusan atau fakultas masing masing. Dari program yang disajikan tersebut, mahasiswa dituntut untuk memilihnya sesuai dengan disiplin ilmu yang kemampuannya (IP semester sebelumnya). Hal ini guna menciptakan selerasan antara kemampuan mahasiswa denghan program yang dipilihnya. Untuk menghindari kemungkinan mahasiswa memilih program yang kurang tepat/sesuai dengan kemampuannya (IP semester sebelumnya), maka pemberian nasehat tentang program yang baik untuk dipilih sesuai dengan disiplin ilmu dan kemampuan mahasiswa sangat diperlukan.

4. Memberikan pertimbangan dalam menentukaan jumlah sks

yang akan diambil oleh mahasiswa. Dalam memberikan

pertimbangan ini dosen pembimbing Akademik harus

berpatokan pada ketentuan yang telah ditetapkaan oleh

PT/fakultas, di samping memperhatikan kemampuan

mahasiswa. Untuk itu dosen perlu mengenal dan memahami

tingkat kemampuan mahasiswanya, agar pertimbangan yang

(27)

diberikan tersebut tidak merugikan atau membebani mahasiswanya.

5. Membantu mahasiswa dalam memodifikasikan rencana program studinya. Keputusan pertama tentang rencana studi untuk suatu jangka waktu pendek (satu semester), kadang kadang memerlukan modifikasi yang paling sesuai bagi mahasiswa tertentu, diperlukan bimbingan dari dosen pembimbing akademik/ wali.

6. Mendorong mahasiswa agar belajar secara teratur dan terus menerus. Belajar di PT tidak sesederhana seperti belajar di SMTA, apabila mahasiswa ingin berhasill/sukses dalam proses belajarnya, mereka harus mempunyai/memiliki cara belajar yang teratur dan terus menerus. Untuk menumbuhkan kondisi kondisi sehingga mahasiswa mau belajar secara teratur dan terus menerus, diperlukan adanya motivasi.Sehubungan dengan hal itu, dosen pembimbing akademik, selalu dianjurkan untuk mendorong atau memotivasi mahasiswanya agar belajar secara teratur dan terus menerus.Menurut Wade (2007), “Motivasi merupakan dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang didindikasikan dengan adanyan hasrat dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan dan cita-cita, penghargaan dan penghormatan”. Motivasi ini dapat dilakukan oleh dosen dengan cara : 1) Menganjurkan dan membantu mahasiswa untuk menyusun jadwal waktu belajar yang baik.

Untuk memjadi mahasiswa yang sukses, seorang mahasiswa harus mempunyai jadwal atau waktu belajar yang tetap dan terus menerus, jadi belajar bukan hanya saat ujian. Melainkan belajar harus merupakan kebutuhan.

7. Menganjurkan dan membantu mahasiswa untuk menemukan

strategi belajar yang efektif. Banyak mahasiswa yang

gagal/kurang berhasil dalam belajar karena tidak memiliki

strategi belajar yang aktif. Strategi belajar yang baik untuk mata

(28)

kuliah /program yang satu, belum tentu cocok untuk mata kuliah yang lain. Begitu pula strategi belajar yang cocok bagi seorang mahsiswa, belum tentu cocok untuk mahasiswa lainnya.

Sehubungan dengan hal itu Pembimbing Akademik dapat membantu mahasiswanya dalam menemukan strategi belajar yang cocok atau sesuai.

8. Menyarankan mahasiswanya untuk membentuk kelompok belajar. Pembentukan kelompok dalam belajar, sangat besar manfaatnya bagi mahasiswa, karena dalam belajar kelompok, setiap mahasiswa berpartisipasi dan bekerja sama dalam arti saling isi mengisi. Sehingga hasil belajar yang diperoleh akan lebih baik.

9. Mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan segala fasilitas/sumber belajar yang ada, baik didalam maupun di luar lingkungan PT semaksimal mungkin tanpa tergantung pada perkuliahan. Belajar di PT, sangat menuntut aktifitas mandiri dari maahasiswa, tanpa mengandalkan hasil perkuliahan. Oleh karena itu, kreatifitas mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas/sumber belajar yang ada baik di dalam maupun diluar PT secara maksimaal, akan menunjang kelancaran keberhasilan belajar mahasiswa. Untuk itu, dosen pembimbing akademik hendaknya selalu mengingatkaan dan mendoorong mahasiswa untuk selalu memanfaatkan segala fasilitas/sumber belajar yang ada secara optimal.

10. Menanamkan kepada mahasiswa bimbingannya tentang

pentingnya disiplin pribadi dalam belajar. Keberhasilan belajar

tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kecerdasan, bakat, minat

dan sarana semata. Karena disiplin dalam belajar yang

menentukan keberhasilan dalam belajar juga menentukan

keberhasilan atau kesuksesan seseoraang. Di PT yang banyak

menuntut kemampuan mahasiswa belajar secara mandiri

tanpaa tergantung pada perkuliahan, jelas memerlukan strategi

(29)

belajar yang baik, juga harus dibarengi dengan disiplin yang kuat, seorang mahasiswa akan dapat mencapai prestasi akademik yang optimal.

Contoh disiplin pribadi yang perlu ditanamkan oleh maahasiswa adalah : 1) Disiplin dalam waktu belajar, baik dalam perkuliaahan dan diluar perkuliahan. Termasukdidalamnya belajar kelompok. 2) Disiplin dalam mengerjakan tugaas tugas yang diberikan, baik tugas terstruktur maupun mandiri. 3) Disiplin dalam mengikuti ujian, baik mid semester maupun akhir semester.

11. Membantu mahasiswa dalam mengembaangkan kemampuan dan potensi dirinya. Sering ditemui mahasiswa yang tidak mengerti trntang prestasi akademik yang dicapaainya.

Mahasiswa tersebut tidak mengetahui apakah nilai yang dicapainya merupakan prestasinya yang terbaik atau yang terjelek. Hal ini terjadi dikarenakan mereka tidak mengetahui dan memahami tentang kemampuan dan potensi dirinya. Untuk itullah maka Dosen Pembimbing Akademik dituntut untuk membantu mahasiswa bimbingannya dalam mengevaluasi dirinya guna menemukan potensi potensi yang dimilikinya dan memahami kemampuan kemampuan serta kelemahan kelemahan pada dirinya. Selanjutnya dapat digunakan untuk mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan potensi potensi tersebut, dan berusaha mengatasi kelemahan- kelemahannya. Dengan demikian, mahasiswa dapat mencapai prestasi akademik yang maaksimal.

12. Memberikan peringatan kepada mahasiswa yang memiliki

prestasi belajar yang rendah. Dalam proses belejar di

Perguruan Tinggi, tidak semua mahasiswa dapat sukses atau

berprestasi tinggi/ sedang, melainkan tidak sedikit diantara

mereka yang mendapat prestasi rendah. Kepada mereka yang

berprestasi rendah ini, dosen pembimbing akademik tidak

(30)

dapat tinggal diam. Karena ini akan berpengaruh terhadap keberhasilanya di PT.

Oleh karena itu, Dosen Pembimbing Akademik memiliki tugas yang penting:

1. Memonitoring dan mengevaluasi perkembangan prestasi akademik mahasiswa bimbingannya. Sehubungan dengan hal itu, maka pelaksanaan perwaliah itu dianjurkan sesering mungkin, dan minima sebanyak lima kali. Agar dosen dapat selalu memonitoring mahasiswanya.

2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengungkapkan masalah masalah yang dihadapinya dalam belajar.

3. Membantu mahasiswa dalam menemukan kelemahan kelemahan yang mengakibatkan rendahnya prestasi mereka.

Maksudnya dosen harus membantu mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, kemudian membantu menemukan kelemahan kelemahan mereka sehubungan dengan masalah tersebut.

4. Membantu mahasiswa dalam menemukan alternatif yang dapat mengatasi kelemahan kelemahan tersebut.

5. Jika permasalahan yang mengakibatkan rendahnya prestasi itu terlalu serius, dan tidak dapat diselesaikan oleh pembimbing akademik, maka dosen pembimbing akademik dapat mengangkatnya dan menyallurkannya kepada Biro Bimbingan dan Penyuluhan yang ada di PT.

6. Memberikan saran saran kepada mahasiswa bimbingannya

yang membutuhkan. Seorang dosen pembimbing akademik

harus bersedia meluangkan waktunya untuk mahasiswa yang

memerlukan waktu untuk bertukar fikiran dan membutuhkan

saran saran. Pada kenyataannya baanyak mahasiswa yang

enggan untuk berkonsultasi atau bertukar fikiran dengan

(31)

pembimbing sendiri. Hal ini adalah kebiasaan yang tidak perlu dibudayakan dikalangan mahasiswa.

Contoh kegiatan konsultasi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah : 1) Bertukar fikiran tentang kemungkinan untuk pindah jurusan atau program studi atau mungkin untuk pindah jurusan. 2) Meminta saran saran untuk memilih kegiatan ekstra yangsesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan disiplin ilmunya.

3) Bertukar fikiran tentang kemungkinan belajar sambil bekerja. 4) Meminta saran saran dalam memilih permasalahan/ judul untuk penelitian skripsi atau karyaa ilmiah lainnya. 5) Meminta saran saran dalam meletakan strategi penyelesaian program pendidikan di PT.

1. Menganjurkan mahasiswa bimbingannya untuk melakukan konsultasi kepada Biro Bimbingan dan Penguluhaan yang ada di PT. Biro penyuluhan dan Bimbingan yang ada di lingkungan Perguruan Tinggi, bukanlah lembaga yang diperuntukan bagi mereka yang berkasus saja. Melainkan didirikannya untuk membantu kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan pendidikan di Perguruan Tinggi. Dalm proses pendidikan ada tiga bidang yang saling keterkaitan, isi mengisi dalam mengembangkan peserta didik nya secara optimal, (Bidang pengaajaran/kurikulum, bidang administrasi, dan kepemimpinan, dan bidang bimbingan dan penyuluh). Oleh karena itu, dosen pembimbing akademik harus menganjurkan kepada mahasiswanya untuk memanfaatkan pelayanan Biro Bimbingan dan Penyuluhan dengan semaksimal mungkin, baik jika aada masalah maupun tidak.

2. Mempertanggung jawabkan setiap kegiatan perwalian atau

bimbingan akademik yang sudah dijalankan atau dilaksanakan

kepada pembantu Dekan III. Dosen Pembimbing Akademik

yang berkedudukan sebagai penanggung jawab terhadap

pelaksanaan kegiatan perwalian dalam kelompoknya masing

(32)

masing, akan dituntut untuk mempertanggungjawabkannya kepada Pembantu Dekan III.

E. Hak dan Kewajiban Mahasiswa Dalam Pembimbingan a. Hak mahasiswa

1. Mendapatkan penjelasan tentang system pendidikan di Jurusan PGMI FTIK IAIN Pontianak

2. Mendapat bimbingan saat akan mengisi Kartu Rencana Studi semester berikutnya

3. Mendapatkan bimbingan saat mengalami kesulitan IP yang rendah

4. Mendapatkan motivasi dalam mengembangkan potensi diri

b. Kewajiban mahasiswa

1. Mahasiswa diwajibkan membawa buku bimbingan akademik saat berkonsultasi dengan dosen pembimbing 2. Menuliskan hasil bimbingan dalam buku bimbingan

akademik

3. Mahasiswa wajib menemui/ berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik minimal 5 kali dalam satu semester, yaitu pada saat pengisian KRS, akan melaksanakan UTS, setelah UTS, sebelum UAS, dansetelah melaksanakan UAS

4. Konsultasi dengan dosen pembimbing menggunakan

media komunikasi yang disepakati bersama dosen

pembimbing.

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Samidjo dan Sri Mardiani. 1985. Bimbingan Belajar dalam Rangka Penerapan Sistem SKS dan Pola Belajar yang Efisien. Bandung:

Armico.

Carol, Wade dan Tavris. 2007. Psikologi: Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2 Tahun

2013 Tentang Disiplin Kehadiran Dosen Di Lingkungan

Perguruan Tinggi Islam.

(34)

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(35)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

KARTU RENCANA STUDI (KRS) IP Semester Sebelumnya: IPK sementara:

SEMESTER : I (SATU) TAHUN AKADEMIK :

NO KODE

MK MATA KULIAH YANG DI

AMBIL SKS KELAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JUMLAH SKS YANG DIAMBIL

(36)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

LEMBAR KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK TANGGAL PERIHAL

KONSULTASI

CATATAN DOSEN P.A (NASEHAT)

Pontianak,

Mahasiswa Dosen Pemb. Akademik

... ……….

NIM. NIP

(37)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

KARTU RENCANA STUDI (KRS) IP Semester Sebelumnya: IPK sementara:

SEMESTER : II (DUA) TAHUN AKADEMIK :

NO KODE

MK MATA KULIAH YANG DI

AMBIL SKS KELAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JUMLAH SKS YANG DIAMBIL

(38)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

LEMBAR KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK TANGGAL PERIHAL

KONSULTASI

CATATAN DOSEN P.A (NASEHAT)

Pontianak,

Mahasiswa Dosen Pemb. Akademik

... ……….

NIM. NIP

(39)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

KARTU RENCANA STUDI (KRS) IP Semester Sebelumnya: IPK sementara:

SEMESTER : III (TIGA) TAHUN AKADEMIK :

NO KODE

MK MATA KULIAH YANG DI

AMBIL SKS KELAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JUMLAH SKS YANG DIAMBIL

(40)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

LEMBAR KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK TANGGAL PERIHAL

KONSULTASI

CATATAN DOSEN P.A (NASEHAT)

Pontianak,

Mahasiswa Dosen Pemb. Akademik

... ……….

NIM. NIP

(41)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

KARTU RENCANA STUDI (KRS) IP Semester Sebelumnya: IPK sementara:

SEMESTER : IV (EMPAT) TAHUN AKADEMIK :

NO KODE

MK MATA KULIAH YANG DI

AMBIL SKS KELAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JUMLAH SKS YANG DIAMBIL

(42)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

LEMBAR KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK TANGGAL PERIHAL

KONSULTASI

CATATAN DOSEN P.A (NASEHAT)

Pontianak,

Mahasiswa Dosen Pemb. Akademik

... ……….

NIM. NIP

(43)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

KARTU RENCANA STUDI (KRS) IP Semester Sebelumnya: IPK sementara:

SEMESTER : V (LIMA) TAHUN AKADEMIK :

NO KODE

MK MATA KULIAH YANG DI

AMBIL SKS KELAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JUMLAH SKS YANG DIAMBIL

(44)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

LEMBAR KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK TANGGAL PERIHAL

KONSULTASI

CATATAN DOSEN P.A (NASEHAT)

Pontianak,

Mahasiswa Dosen Pemb. Akademik

... ……….

NIM. NIP

(45)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

KARTU RENCANA STUDI (KRS) IP Semester Sebelumnya: IPK sementara:

SEMESTER : VI (ENAM) TAHUN AKADEMIK :

NO KODE

MK MATA KULIAH YANG DI

AMBIL SKS KELAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JUMLAH SKS YANG DIAMBIL

(46)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

LEMBAR KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK TANGGAL PERIHAL

KONSULTASI

CATATAN DOSEN P.A (NASEHAT)

Pontianak,

Mahasiswa Dosen Pemb. Akademik

... ……….

NIM. NIP

(47)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

KARTU RENCANA STUDI (KRS) IP Semester Sebelumnya: IPK sementara:

SEMESTER : VII (TUJUH) TAHUN AKADEMIK :

NO KODE

MK MATA KULIAH YANG DI

AMBIL SKS KELAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JUMLAH SKS YANG DIAMBIL

(48)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

LEMBAR KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK TANGGAL PERIHAL

KONSULTASI

CATATAN DOSEN P.A (NASEHAT)

Pontianak,

Mahasiswa Dosen Pemb. Akademik

... ……….

NIM. NIP

(49)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

KARTU RENCANA STUDI (KRS) IP Semester Sebelumnya: IPK sementara:

SEMESTER : VIII (DELAPAN) TAHUN AKADEMIK :

NO KODE

MK MATA KULIAH YANG DI

AMBIL SKS KELAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JUMLAH SKS YANG DIAMBIL

(50)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK

Jl. Letjend Suprapto No.15, Benua Melayu Darat, Kota Pontianak 78113

LEMBAR KONSULTASI PEMBIMBING AKADEMIK TANGGAL PERIHAL

KONSULTASI

CATATAN DOSEN P.A (NASEHAT)

Pontianak,

Mahasiswa Dosen Pemb. Akademik

... ……….

NIM. NIP

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah benda dengan tinggi 6 cm diletakkan di depan cermin cembung yang jarak titik fokusnya 9 cm, membentuk bayangan maya dari sebuah benda pada jarak 6 cm tentukan

Pengurusan laporan penyelidikan merupakan proses yang penting bagi memastikan maklumat‐maklumat yang terdapat  dalam  laporan  tersebut  boleh  dicapai,  dimanfaat 

Biaya tetap merupakan biaya keseluruhan dari proses membuat tempe sampai menjadi keripik tempe yang sudah di kemas dan dipasarkan yang digunakan dalam industri

– Organela Organela   kompartemen di dalam sitoplasma yang terdiri dari kompartemen di dalam sitoplasma yang terdiri dari. dua bentuk, yaitu: (1) organela bermembran, dan

Pemegang Saham yang tidak menyetujui Penggabungan dapat 9 November 2010 menyatakan kehendak untuk menjual sahamnya pada RUPSLB. Periode Pernyataan Kehendak dari pemegang

Dalam Program Studi D3 Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya.. VINITA

Jika Anda menggunakan pipa logam fleksibel, pastikan bahwa pipa tersebut tidak bersentuhan dengan komponen yang bergerak pada peralatan atau tidak

Variabel independen audit tenure, debt default, kondisi keuangan, opinion shopping, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan hanya memberikan pengaruh sebesar 56,2%