MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI
BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL
JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER
TEKNIK PENGOPERASIAN LOADER PADA UNIT BACKHOE LOADER
KODE UNIT KOMPETENSI:
F45.500.2.2.19.II.02.002.01
BUKU PENILAIAN
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
B AD AN P E MB I N AAN K O N S T R U KS I
DAFTAR ISI
Daftar Isi ... 1
BAB I KONSEP PENILAIAN ... 2
1.1 Metode Penilaian Oleh Instruktur ... 2
1.2 Tipe Penilaian ... 2
BAB II PELAKSANAAN PENILAIAN ... 3
2.1 Kunci Jawaban Tugas-tugas Teori ... 3
2.2 Kunci Jawaban Tugas-tugas Unjuk Kerja (Praktek) ... 8
2.3 Check List Tugas Teori dan Praktek ... 19
2.4 Lembar penilaian ... 20
Buku-buku Referensi untuk bahan pelatihan yang telah direkomendasikan:
- Buku Manual
- Buku Pendukung Teori
BAB I
KONSEP PENILAIAN
1.1 Metode Penilaian Oleh Instruktur
Dalam sistem Pelatihan Berdasarkan Kompetensi, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan, pemahaman dan unjuk kerja tugas- tugas Peserta dan sikap Peserta terhadap pekerjaan. Peserta akan dinilai untuk menentukan apakah telah mencapai kompetensi sesuai dengan standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.
Pada pelatihan berdasarkan kompetensi, pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah “Penilaian berdasarkan criteria/Criterion-Referenced Assessment”. Pendekatan ini mengukur unjuk kerja Peserta terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.
Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.
Penilaian juga dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah Peserta telah mencapai hasil program belajar (contohnya pencapaian kompetensi dalam Unit). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.
Penilaian dapat dilaksanakan di industri (di tempat kerja) atau di lembaga pelatihan (diluar tempat kerja). Jika memungkinkan, sebaiknya penilaian dilaksanakan di tempat kerja sehingga penilai dapat mengamati peserta melakukan kegiatan normal di tempat kerja.
1.2 Tipe Penilaian
1.2.1 Test Tertulis
Test tertulis akan menilai pengetahuan Peserta dan pemahaman konsep dan prinsip yang merupakan dasar unjuk kerja tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
Test tertulis biasanya berupa seri pertanyaan pilihan ganda atau beberapa bentuk test tertulis objectif lainnya, yaitu tes dimana setiap pertanyaan memiliki satu jawaban benar.
1.2.2 Test Unjuk Kerja
Test unjuk kerja akan menilai kompetensi Peserta dalam menampilkan tugas- tugas elemen terhadap standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja. Oleh sebab itu Peserta akan menerapkan pengetahuan dan pemahamannya terhadap unjuk kerja tugas-tugas.
Penilai biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi yang telah dicapai dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika peserta belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama.
BAB II
PELAKSANAAN PENILAIAN
2.1. Kunci Jawaban Tertulis (Tugas-tugas Teori)
Tugas.
1) Setelah anda menerima surat perintah kerja dari atasan langsung anda, yang pertama diperhatikan adalah :
a. Jenis dan rincian tugas yang harus dilaksanakan.
b. Jenis dan rincian tugas yang harus dilaksanakan dan pejabat yang memberi perintah kerja.
c. Jenis dan rincian tugas yang harus dikerjakan, lokasi pekerjaan serta pejabat yang memberi perintah.
d. Jenis dan rincian pekrjaan serta tanggal diterbitkan surat perintah kerja.
Jawab:
c.
2) Bagaimana anda dapat memastikan bahwa buku OMM yang anda pakai untuk pedoman pengoperasian dan pemeliharaan adalah benar-benar untuk alat yang anda operasikan ?
Jawab:
Buku OMM dapat dikatakan benar bila buku tersebut menyatakan khusus untuk alat yang dioperasikan dengan ditandai oleh merk, type dan serial number yang sesuai dengan alat yang dioperasikan
3) Apa akibatnya bila ternyata buku OMM yang anda gunakan sebagai pedoman operasi dan pemeliharaan bukan untuk alat yang anda operasikan ?
Jawab:
Berbahaya sekali karena setiap merk, type dan serial number yang berbeda ada buku OMM-nya masing-masing. Salah pengoperasian yang mengakibatkan kecelakaan kerja dan kerusakan alat dapat terjadi
4) Sesuai dengan posisi anda sebagai operator, apa yang dapat anda interpretasikan dari surat perintah kerja yang diberikan atasan langsung anda ?
Jawab:
Hal-hal yang dapat diinterpretasikan adalah :
• Tanggal penugasan
• Lokasi pekerjaan
• Macam pekerjaan yang harus dikerjakan (biasanya dilengkapi gambar kerja)
• Backhoe Loader yang digunakan
• Durasi / lama waktu penugasan
• Catatan lain yang dianggap perlu.
5) Apa yang harus dipahami dari buku OMM terkait dengan pengoperasian alat yang anda operasikan ?
Jawab:
• Spesifikasi teknik dan kapasitas alat
• Prosedur menghidupkan engine
• Teknik pengoperasian backhoe loader
• Potensi bahaya selama pengoperasian alat.
6) Bagaimana anda dapat menentukan bahwa backhoe loader yang akan anda periksa dalam kondisi baik dan siap operasi?
Jawab:
Berdasarkan hasil pemeriksaan harian yang dilakukan operator yang dapat mendeteksi kondisi fisik dari komponen yang menjadi kewenangan operator
7) Pada saat anda melakukan kegiatan di lapangan, maka APD yang dipakai oleh anda adalah APD yang sesuai dengan standar yaitu :
a. APD yang dibeli sendiri
b. APD yang disediakan oleh Depnakertrans c. APD yang disediakan perusahaan
d. APD yang disediakan oleh mandor/ gangguan lapangan Jawab:
c.
8) Kegiatan apa yang harus anda lakukan di lapangan setelah anda mendapat surat perintah kerja?
Jawab:
• Meneliti dan memahami jenis dan rincian pekerjaan.
• Lokasi pekerjaan
• Waktu penyelesaian pekerjaan.
• Koordinasi dengan atasan langsung di lapangan 9) Fungsi battery switch adalah :
a. Menghidupkan dan mematikan engine
b. Menghidupkan dan mematikan lampu instrumen panel
c. Memberi dan memutus aliran listrik pada komponen elektrikal d. Memberi dan memutus aliran listrik pada komponen hidrolik Jawab:
c.
10) Sebutkan nama komponen loader yang ditunjuk dengan nomor pada gambar dibawah ini :
Jawab:
1. Lift arm 2. Lift cylinder 3. Tilt lever 4. Dump cylinder 5. Bucket
11) Mengapa tuas-tuas kendali harus dalam posisi netral sebelum engine dihidupkan?
Jawab:
• Untuk menghindari gerakan yang tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan bahaya pada saat engine dihidupkan.
• Merupakan prosedur tetap menghidupkan engine pada setiap alat berat dan otomotif
12) Bunyi horn menandakan isyarat beroperasinya alat berat, sebutkan macam bunyi horn dan artinya ?
Jawab:
• Bunyi horn satu kali menandakan engine akan dihidupkan
• Bunyi horn dua kali menandakan peralatan akan bergerak maju.
• Bunyi horn tiga kali menandakan peralatan akan bergerak mundur
13) Jelaskan prosedur menghidupkan engine : Jawab:
• Periksa lingkungan dalam keadaan aman dan bunyikan klakson.
• Atur posisi pengatur bahan bakar pada posisi idling rendah (MIN).
• Putar kunci kontak ke posisi start. Engine akan hidup.
• Lepas kunci kontak dan secara otomatis akan kembali ke posisi ON.
14) Mengapa putaran engine harus diatur pada low idle saat engine baru dihidupkan ? Jawab:
Karena pelumas engine belum naik secara merata sehingga ada bagian-bagian engine yang belum terlumasi dengan baik. Apabila putaran engine dinaikkan akan mempercepat keausannya.
15) Jika engine telah hidup selama + 10 detik akan tetapi indikator tekanan minyak pelumas engine tidak naik atau lampu monitor tetap menyala, maka :
a. Ditunggu sampai 10 menit, kemudian engine dimatikan.
b. Engine segera dimatikan dan segera dilaporkan.
c. Ditambah atau dibesarkan putaran engine-nya
d. Panaskan dulu engine/ mesin lalu dapat dilanjutkan bekerja/ operasi Jawab:
b.
16) Menghidupkan engine idle selama + 5 menit sebelum backhoe loader dioperasikan untuk :
a. Menghidupkan lampu dan mengisi accu.
b. Mensirkulasikan pelumas c. Melakukan pemanasan.
d. Mengisi batere yang kosong karena dipergunakan untuk start engine Jawab:
c.
17) Mengapa kedua pedal rem (service brake) harus dihubungkan pada saat backhoe loader melakukan traveling dan apa akibatnya apabila kita lalai menghubungkan kedua pedal tersebut.
Jawab:
• Agar fungsi pengereman dapat dilakukan pada 4 roda sehingga terjadi kese- imbangan alat pada saat pengereman.
• Untuk menghindari kendaraan berbelok tiba-tiba saat salah satu pedal rem diinjak
• Bila kita lalai menghubungkan pedal tersebut pada saat traveling, unit alat akan berbelok tiba-tiba saat salah satu pedal rem diinjak, dan ini sangat berbahaya untuk orang lain didekatnya
18) Mengapa putaran engine untuk pengoperasian loader pada backhoe loader tidak diposisikan pada kecepatan high idle ?
Jawab:
Putaran engine untuk pengoperasian loader pada backhoe loader tidak diposisikan pada kecepatan high idle karena pengaturan putarannya diatur oleh pedal gas (accelerator pedal) yang diinjak dengan kaki dan putarannya disesuaikan dengan kebutuhan speed yang dikehendaki
19) Bagaimana anda melakukan test fungsi rem servis (service brake) pada unit yang menggunakan standard rear axle (gardan standar belakang)?
Jawab:
• Pada saat engine hidup, injak pedal rem dan angkat bucket sedikit, lalu lepaskan rem parkir
• Tempatkan transmisi pada gigi 3 maju.
• Naikkan putaran engine secara bertahap sampai maksimum. Kendaraan seharusnya tidak bergerak.
• Turunkan putaran engine, netralkan transmisi dan pasang rem parkir.
• Bila kendaraan bergerak saat dilakukan pengujian rem, berarti kondisi rem kurang baik. Lakukan perbaikan seperlunya sebelum loader dioperasikan.
20) Bagaimana anda melakukan test fungsi alat kendali operasional backhoe loader?
Jawab:
Setelah engine hidup normal dan dilakukan pemanasan setiap alat kendali penggerak backhoe loader digerak-gerakkan sambil dilihat reaksi gerakannya pada attachment yang bersangkutan. Apabila ada attachment yang tidak ada respon ketika diadakan uji alat kendali, maka segera laporkan kepada atasan terkait untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan lebih lanjut.
21) Apakah fungsi boom transport lock dan bagaimana menggunakannya ? Jawab:
Fungsi boom transport lock adalah sebagai pengunci boom agar tidak dapat bergerak selama dilakukan gerakan traveling backhoe loader.
Prosedur penguncian boom transport lock :
• Hidupkan engine sesuai prosedur
• Tutuplah bucket dan rapatkan ke stick
• Naikkan boom sampai posisi maksimal
• Naikkan boom lock lever agar dapat mengikat boom lock
• Turunkan lagi boom sehingga boom mengunci pada boom lock hook
22) Coba sebutkan ancaman bahaya yang mungkin terjadi pada saat backhoe loader melakukan traveling ke lokasi pekerjaan
Jawab:
• Backhoe loader terbenam karena jenis tanah yang dilewatinya terlalu lembek
• Bertabrakan dengan kendaraan lain
• Tergulingnya alat karena medan kerja yang berbahaya
• Menyangkut kabel listrik / kabel telpon
23) Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan pada saat traveling backhoe loader ? Jawab:
• Pastikan pada jalur yang dilalui bebas dari orang
• Kenali ukuran kendaraan agar dapat mempertahankan jarak yang aman.
• Kurangi kecepatan kendaraan bila sedang bergerak di tempat yang sempit
• Jangan meluncur dengan gigi netral.
• Pilihlah gigi yang sesuai dengan kemiringan jalan (grade) sebelum memasuki jalan tersebut
• Sebagai pedoman yang mudah saat menurun, gunakan gigi yang sama dengan gigi yang dipakai saat menaiki tanjakan.
• Bila dikhawatirkan beban akan mendorong kendaraan pasanglah gigi satu sebelum memasuki penurunan
24) Mengapa gerakan maju saat loading dilakukan dengan posisi gigi satu ? Jawab:
Untuk mendapatkan gaya dorong / torque yang maksimal
25) Mengapa differential lock diaktifkan saat pemuatan dengan bucket loader ? Jawab:
Untuk menghindari selipnya roda-roda saat mendorong material
Untuk mendapatkan putaran roda kiri dan kanan yang sama
26) Apa yang harus anda perhatikan pada saat traveling dengan membawa muatan (load and carry) dan mengapa load and carry tidak dianjurkan untuk jarak yang panjang?
Jawab:
• Bawalah bucket yang bermuatan serendah mungkin (± 35 cm.), untuk menjaga stabilitas dan tidak mengganggu pandangan.
• Hanya dilakukan untuk jarak yang relatif pendek
• Load and carry tidak dianjurkan untuk jarak yang panjang karena tidak produktif.
27) Jelaskan posisi tuas kendali loader dibawah ini :
Jawab:
Posisi tuas control loader :
(1) Posisi float, bucket akan mengambang mengikuti permukaan tanah (2) Lower : posisi untuk menurunkan bucket
(3) Hold : Tuas akan kembali ke posisi ini bila dilepaskan baik dari posisi Raise maupun Lower
(4) Raise : posisi untuk menaikkan bucket
(5) Tilt back : posisi untuk mengungkit bucket ke belakang
(6) Return to dig : posisi ini untuk mengembalikan bucket ke posisi menggali. Tuas akan tinggal di posisi ini sampai bucket tiba pada posisi memuat. Selanjutnya tuasnya akan kembali ke posisi HOLD.
(7) Dump : posisi untuk menumpahkan muatan
(8) Quick dump : posisi untuk menumpahkan muatan secara cepat.
28) Sebutkan jenis panel instrumen yang harus diamati selama pengoperasian?
Jawab:
Semua indicator kewaspadaan (alert indicator) dan alat pengukur yang ada kemungkinan menyimpang dari batasan normal sehingga perlu diwaspadai.
29) Kelainan suara, getaran yang terjadi serta kondisi gas buang harus dipantau selama backhoe loader dioperasikan dan pemantauan ini menjadi tugas siapa :
a. Pengawas lapangan karena dapat memantau dari luar sehingga lebih jelas b. Mekanik lapangan karena mekanik sangat memahami kondisi tersebut dan dapat
melakukan pemeriksaan dan perbaikannya.
c. Operator karena merupakan orang yang paling memahami kondisi alat yang dioperasikannya dan juga sudah merupakan tugasnya
d. Pembantu operator setiap pagi melakukan tugasnya membantu operator Jawab:
c.
30) Kebocoran yang terjadi pada sistim pendinginan biasanya berdampak pada indikator yang mana ?
Jawab:
Akan berdampak pada indicator suhu air pendingin
2.2. Kunci Jawaban Test Unjuk Kerja (Praktik) Tugas 1
Mendemontrasikan KUK 1.4, 1.5 DAN 1.6 dari Elemen Kompetensi 1: Melakukan peker- jaan persiapan operasi loader.
a. Peralatan:
Unit backhoe loader siap operasi (telah dilakukan pemeliharaan harian) b. Langkah kerja
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan 1.4 Engine dihidupkan sesuai
prosedur
1) Memeriksa lingkungan kerja sekitar alat (backhoe loader), sebelum menghidupkan engine
• Memeriksa apakah ada orang disekitar alat
• Memeriksa apakah sirkulasi udara diruangan cukup baik
• Memeriksa adanya rintangan alat bila dijalankan
2) Memeriksa kondisi dan fungsi instrumen panel sebelum menghidupkan engine
• Memasukkan kunci battery, memutar searah jarum jam ke posisi ACC untuk mengaktifkan system kelistrikan
• Memastikan emergency shut down switch sudah nonaktif
• Memastikan posisi tuas transmisi dalam posisi netral
• Memastikan tuas kendali sistim hidrolik dalam posisi hold
• Memastikan posisi parking brake aktif
• Memutar kunci kontak ke posisi ON
• Memeriksa kondisi dan fungsi semua instrument, harus dalam kondisi baik dan berfungsi dengan baik
• Memastikan indikator charging dan engine oil
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan pressure harus menyala merah
3) Menghidupkan engine sesuai dengan prosedur
• Memberikan isyarat bahwa engine akan dihidupkan dengan klakson
• Memutar kunci kontak ke posisi start hingga engine hidup
1.5 Pemeriksaan setelah engine hidup dilakukan sesuai prosedur
1) Melakukan pemeriksaan instrument panel setelah engine dihidupkan
• Memeriksa fungsi setiap instrument panel
• Melakukan tindakan yang tepat, bila pada indikator tekanan minyak pelumas terjadi kelainan
2) Melakukan pemanasan engine sesuai prosedur
• Memastikan putaran engine pada kecepatan low idle
• Membiarkan engine hidup pada putaran rendah selama 3 - 5 menit
• Memperhatikan alat-alat pengukur sambil mencoba sistim hidrolis
• Memeriksa semua alat-alat ukur, lampu- lampu peringatan dan indikator-indikator secara berkala selama pengoperasian
3) Melakukan pengamatan kelainan suara, getaran dan warna gas buang dan tuliskan laporannya
• Mengamati adanya suara atau getaran yang tidak normal
• Mengamati warna gas buang dari engine yang dikeluarkan lewat muffler
4) Melakukan pemeriksaan kembali, kemungkinan adanya kebocoran pada sistem pelumasan, sistem pendingin dan sistem bahan bakar
• Mengamati adanya kebocoran pada sistim pelumasan
• Mengamati adanya kebocoran pada sistim pendingin
• Mengamati adanya kebocoran pada sistim bahan bakar
1.6 Test fungsi dan kemampuan alat kendali dilakukan sesuai prosedur
1) Melakukan pengetesan kondisi dan fungsi alat/
tuas kendali
• Menggerakkan setiap alat kendali
• Memperhatikan respon pada komponen yang dikendalikan
• Melaporkan pada atasan terkait bila ada komponen yang tidak memberikan respon
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan yang benar
2) Melakukan pengetesan gerakan dasar operasi – Test gerakan dasar unit
– Test gerakan dasar backhoe – Test gerakan dasar loader
3) Melakukan pengetesan gerakan manouver
• Me-nonaktifkan swit penetral transmisi
• Menginjak pedal rem
• Membebaskan rem parkir
• Memastikan posisi tuas governor pada posisi low idle
• Mengangkat bucket loader setinggi ±35 cm dari permukaan tanah
• Menempatkan directional lever kearah yang dikehendaki
• Melakukan gerakan jalan lurus dengan speed 1, 2, 3 dan 4
• Melakukan gerakan belok kiri dan kanan dengan turning radius sesuai spesifikasi
• Menghentikan kendaraan dengan service brake
4) Melakukan pengetesan rem service
• Pada saat engine hidup, injak pedal rem dan angkat bucket sedikit, lalu lepaskan rem parkir
• Menempatkan transmisi pada gigi 3 maju.
• Menaikkan putaran engine secara bertahap sampai maksimum. Kendaraan seharusnya tidak bergerak.
• Menurunkan putaran engine, netralkan transmisi dan pasang rem parkir.
Tugas 2
Mendemontrasikan KUK 2.1, 2.2 dan 2.3 dari Elemen Kompetensi 2: Melakukan traveling ke lokasi.
a. Peralatan:
Unit backhoe loader sedang operasi b. Langkah kerja
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan 2.1 Keamanan disekeliling unit
diidentifikasi sesuai ketentuan
1) Melakukan pemeriksaan kesiapan jalan yang akan dilalui backhoe loader terhadap bahaya
K3-LH yang berlaku longsor, terbenam dan lain-lain
• Periksa kondisi jalan kerja yang akan dilewati
• Periksa adanya rintangan kabel telpon / kabel listrik yang melintang pada jalur traveling yang akan dilewati
• Periksa adanya jembatan yang
membahayakan pada jalur traveling yang akan dilewati
2) Melakukan pemeriksaan rambu-rambu K3 dan rambu-rambu lalu lintas sepanjang jalan yang akan dilalui untuk menjaga keselamatan
• Periksa adanya rambu-rambu pada tempat yang berpotensi bahaya pada saat traveling 3) Memeriksa kondisi lingkungan dari kemungkinan
adanya orang yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja
• Periksa kondisi lingkungan akan adanya orang yang lalu lalang yang akan
membahayakan saat traveling 2.2 Attachment diatur pada posisi
travel
1) Melakukan penguncian boom (boom locked) sesuai prosedur
• Tutuplah bucket dan rapatkan ke stick
• Naikkan boom sampai posisi maksimal
• Naikkan boom lock lever agar dapat mengikat boom lock
• Turunkan lagi boom sehingga boom mengunci pada boom lock hook 2) Melakukan pemasangan swing lock sesuai
prosedur
• Ambil pin pengunci swing dari tempat penyimpanan
• Pasang pin pengunci agar backhoe tidak berputar (swing atau bergerak saat melakukan traveling
2.3 Gerakan traveling dilakukan sesuai dengan prosedur
1) Melakukan travelling sesuai dengan prosedur dalam suatu tim/ kelompok kerja
• Atur tempat duduk
• Kencangkan sabuk keselamatan
• Angkat bucket agar aman setinggi ± 35 cm dari permukaan tanah, tetapi tidak
mengganggu pandangan
• Injak pedal rem. Pasanglah penghubung pedal rem bila kendaraan tidak dioperasikan pada gigi satu.
• Bila kendaraan diperlengkapi dengan AWS
(All Wheel Steering), pastikan posisi switch AWS off sebelum kendaraan dijalankan
• Lepaskan rem parkir
• Tekan tombol penetral dan tempatkan transmisi pada arah dan gigi yang diinginkan
• Lepaskan pedal rem dan injak pedal akselerator
• Jalankan kendaraan maju untuk mendapatkan pandangan yang jelas
• Jangan mempercepat, berhenti dan berbelok secara tiba-tiba
2) Memperhatikan keamanan dan keseimbangan alat selama melakukan travelling
• Untuk menghindari kecelakaan perhatikan orang-orang jang ada di jalur traveling.
• Kenali ukuran kendaraan agar dapat mempertahankan jarak yang aman.
• Jangan menjalankan kendaraan dengan gigi netral.
• Pilihlah gigi yang sesuai dengan kemiringan jalan (grade) sebelum memasuki jalan tersebut
• Sebagai pedoman yang mudah saat menurun, gunakan gigi yang sama dengan gigi yang dipakai saat menaiki tanjakan.
• Bila dikhawatirkan beban akan mendorong kendaraan pasanglah gigi satu sebelum memasuki penurunan
Tugas 3
Mendemontrasikan KUK 3.1, 3.2, 3.3 dan 3.4 dari Elemen Kompetensi 3: Mengambil dan menuangkan material ke tempat tertentu
a. Peralatan:
Unit backhoe loader yang sedang mengoperasikan loader b. Langkah kerja
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan 3.1 Unit alat diposisikan untuk
pengambilan material yang akan dituangkan ke tempat yang ditentukan
1) Melakukan identifikasi posisi backhoe loader yang tepat sesuai surat perintah kerja.
• Lakukan pekerjaan sesuai dengan surat perintah kerja
• Komunikasi dengan Pelaksana Lapangan untuk penempatan backhoe loader 2) Melakukan penempatan unit backhoe loader
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan
sesuai dengan surat tugas / surat perintah kerja
• Posisikan loader tegak lurus dengan stock pile
• Ambil posisi terdekat dengan tempat pembuangan
3.2 Material diambil sesuai dengan prosedur
1) Melakukan identifikasi stockpile material yang akan diambil
• Perhatikan jenis material yang akan diambil
• Perhatikan jumlah material yang akan diambil
2) Melakukan gerakan maju ke stock pile
• Posisikan bucket rata dengan permukaan tanah
• Berjalan maju dengan kecepatan gigi dua setelah bucket masuk material pindah gigi satu untuk mengambil material
• Injak differential lock
• Hindari tekanan yang berlebihan karena akan mempercepat keausan pada bucket loader
• Usahakan ban depan maupun belakang tidak sampai terangkat
3) Melakukan gerakan kombinasi untuk mengambil material
• Angkat bucket sedikit begitu putaran roda- roda mulai lambat (hindari terjadinya slip pada ban)
• Gunakan kombinasi bucket naik dan ungkit kebelakang secara simultan.
• Angkat bucket yang telah penuh.
• Gerakan manouver dengan menggunakan gigi 2
3.3 Material dituangkan ke tempat yang telah ditentukan sesuai dengan prosedur
1) Melakukan identifikasi tempat penuangan material yang ditentukan sesuai surat perintah kerja
• Bawalah material ke tempat penuangan sesuai surat perintah kerja
• Tentukan metode penuangan yang akan dilakukan (load and carry atau dituangkan ditempat)
2) Melakukan gerakan penuangan material ke tempat yang ditentukan
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan
• Pastikan kondisi aman sebelum gerakan mundur
• Nonaktifkan differential lock
• Bucket yang telah berisi muatan dibawa mundur.
• Untuk penuangan dengan metode load and carry bucket bermuatan diangkat ±35 cm dan lakukan gerakan maju menuju tempat yang ditentukan
• Tuangkan isi muatan dalam bucket ketempat yang ditentukan.
3) Melakukan penuangan keatas bak truck
• Untuk mengurangi sudut putar loader, posisikan truck pada sudut 45° terhadap stockpile
• Jarak langkah loader harus cukup dekat, namun bucket dapat naik cukup tinggi dengan memperhatikan keseimbangan kecepatan loader dan kenaikan bucket
• Loader degerakkan maju kearah bak truck.
• Setelah ketinggian tercapai, tumpahkan muatan di bagian tengah truck agar seimbang.
• Goncangkan bucket agar material yang menempel bisa lepas
3.4 Unit alat diposisikan untuk proses berikutnya sesuai dengan prosedur
1) Melakukan gerakan kembali ke stock pile
• Gerakkan loader kembali ke stock pile
• Hentikan loader dengan rem setelah sampai diposisi yang dikehendaki
2) Melakukan gerakan posisi memuat berikutnya
• Ulangi gerakan memuat sesuai prosedur
Tugas 4
Mendemontrasikan KUK 4.1, 4.2, 4.3 dan 4.4 dari Elemen Kompetensi 4: Meratakan/
membersihkan sisa material di lokasi kerja.
a. Peralatan:
Unit backhoe loader yang sedang mengoperasikan loader b. Langkah kerja
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan
4.1 Tip bucket diposisikan selalu 1) Mengidentifikasi ketinggian material yang akan
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan sejajar dengan permukaan
tanah
diratakan
• Aturlah ketebalan pemotongan sesuai dengan ketinggian material yang akan diratakan
• Sesuaikan metode kerja dengan volume material yang akan diratakan
2) Memposisikan tip bucket sejajar dengan permukaan tanah
• Posisikan loader ditempat yang rata
• Posisikan bucket loader sejajar dengan permukaan tanah
4.2 Gerakan maju dengan
kecepatan sesuai kondisi kerja dilakukan menuju stock pile
1) Mengidentifikasi arah perataan material sesuai dengan surat perintah kerja
• Identifikasi jenis material yang akan diratakan
• Pastikan alat mampu mendorong material yang akan diratakan
2) Melakukan gerakan perataan material menuju ke stock-pile
• Lakukan gerakan maju dengan pemilihan gigi sesuai beban material yang akan diratakan kearah stock pile
4.3 Material yang ada di dalam bucket dibuang ke stock pile
1) Melakukan Identifikasi jarak stock pile tempat material harus diratakan
• Pastikan lokasi stock pile tempat pembu- angan
2) Melakukan gerakan pembuangan material ke stock-pile
• Hentikan loader ditempat stock pile dengan rem
• Tumpahkan isi bucket di lokasi stock pile
• Goncangkan bucket agar material yang menempel bisa lepas tanpa membentur stopper
4.4 Gerakan mundur dilakukan untuk tahap pekerjaan berikutnya
1) Melakukan gerakan kembali ke posisi awal
• Pastikan kondisi aman sebelum gerakan kembali atau mundur
• Lakukan gerakan kembali ke posisi awal 2) Melakukan gerakan maju untuk siklus gerakan
meratakan berikutnya.
• Ulangi gerakan meratakan sesuai prosedur
• Lakukan gerakan perataan berikutnya dengan overlaping ±20 cm
Tugas 5
Mendemontrasikan KUK 5.1, 5.2, 5.3 dan 5.4 dari Elemen Kompetensi 5: Menimbun kembali (back filling)
a. Peralatan:
Unit backhoe loader yang sedang mengoperasikan loader b. Langkah kerja
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan 5.1 Tip bucket diposisikan selalu
sejajar dengan permukaan tanah
1) Mengidentifikasi ketinggian tanah timbunan yang akan ditimbunkan
• Identifikasi ketinggian tanah timbunan yang akan dipakai untuk menimbun
• Identifikasi volume tanah timbunan
• Pastikan volume material mencukupi untuk menimbun
2) Mengidentifikasi jenis material yang akan ditimbunkan
• Identifikasi jenis material yang akan diratakan
• Pastikan alat mampu mendorong material yang akan ditimbunkan
3) Memposisikan tip bucket sejajar dengan permukaan tanah
• Posisikan loader ditempat yang rata
• Posisikan tip bucket loader sejajar dengan tanah
5.2 Gerakan maju dengan
kecepatan sesuai kondisi kerja dilakukan kearah galian yang akan ditimbun
1) Melakukan identifikasi kedalaman galian yang akan ditimbun kembali
• Identifikasi kedalaman lubang galian yang akan ditimbun kembali
2) Melakukan gerakan maju untuk menimbun galian
• Lakukan gerakan maju dengan pemilihan gigi sesuai beban material yang akan ditimbunkan kearah lubang galian
• Angkat bucket yang sudah terisi sambil terus maju
5.3 Material timbunan didorong dan diratakan ke lobang yang akan ditimbun
1) Menghentikan alat dengan menggunakan service brake
• Ambil jarak penghentian yang aman agar galian yang akan ditimbun tidak longsor dan tidak membahayakan unit alat.
Kriteria Unjuk Kerja Tugas Yang Dilaksanakan
• Hentikan alat dengan menggunakan rem 2) Menumpahkan isi bucket di lokasi timbunan
• Tumpahkan muatan ke dalam lobang bekas penggalian
3) Melakukan gerakan meratakan material kearah lubang galian.
• Ratakan material dilobang bekas penggalian
5.4 Gerakan mundur dilakukan untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya
1) Melakukan gerakan kembali ke posisi awal
• Pastikan kondisi aman sebelum gerakan kembali atau mundur
• Lakukan gerakan kembali ke posisi awal 2) Melakukan gerakan maju untuk siklus gerakan
penimbunan berikutnya.
• Ulangi gerakan penimbunan sampai ketinggian yang ditentukan
2.3 Check List Test Teori dan Praktek
Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani
Uraian materi check list Ya
Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?
Apakah peserta pelatihan mampu memilih dan menggunakan peralatan uji yang sesuai ?
Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan dan melakukan pekerjaan persiapan operasi loader?
Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan dan melakukan traveling backhoe loader ke lokasi pekerjaan ?
Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan dan melakukan pekerjaan mengambil dan menuangkan material ke tempat tertentu ?
Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan dan melakukan pekerjaan meratakan / membersihkan sisa material di lokasi kerja ?
Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan dan melakukan pekerjaan menimbun kembali (back filling)?
Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan dan melakukan pekerjaan pemeliharaan selama operasi?
Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan dan melakukan pencatatan data operasional alat?
Apakah peserta pelatihan sudah memberikan ide dan informasi yang tepat sesuai dengan standar yang dibutuhkan
Apakah peserta pelatihan telah merencanakan dan menyusun kegiatan- kegiatan yang tujuannya telah diperiksa oleh pelatih
Apakah peserta pelatihan menggunakan sumber-sumber yang menguntungkan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
Tanda tangan peserta : ……….
Tanda tangan pelatih : ……….
2.4 Lembar Penilaian
Unit Kompetensi : Mengoperasikan attachment loader pada unit backhoe loader
Kode Unit : F45.500.2.2.19.II.02.002.01
Nama Peserta Pelatihan
:
……….
Nama Pelatih : ……….
Peserta Dinilai
Kompeten
Kompetensi yang dicapai
Umpan Balik untuk Peserta:
Tanda Tangan :
Peserta sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan-alasan mengambil keputusan
Tanda Tangan Penilai :
Tanggal :
Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasan mengambil keputusan tersebut
Tanda Tangan Peserta Pelatihan :
Tanggal :