33
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau sering disebut classroom action research. Menurut Suharsimi Arikunto (2009: 2), penelitian
tindakan kelas merupakan suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan mengunakan cara dan aturan metodelogi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
Penelitian tindakan kelas mempunyai tujuan yaitu untuk memperbaiki dan menigkatkan pembelajaran di kelas. Tujuan ini sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti pada pembelajaran IPS kelas VIII di SMPN 1 Jumo Temanggung yaitu upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar.
Adanya tujuan tersebut maka penelitian ini dilaksanakan sebagai setrategi pemecahan masalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas VIII SMPN 1 Jumo Temanggung. Salah satu strategi untuk memecahkan permasalahan yang dapat digunakan ialah model pembelajaran quantum learning dengan metode simulasi.
Penelitian tindakan kelas ini merupakan penelitian kolaborasi. Pihak yang melakukan tindakan ialah guru, sedangkan yang melakukan pengamatan terhadap semua kegiatan tindakan adalah peneliti. Desain penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart yang membagi menjadi empat tahapan pada satu putaran (siklus) yaitu: perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observing), refleksi (reflecting).
Untuk memperjelas tahapan model Kemmis dan Taggart dapat dilihat gambar sepiral PTK model Kemmis & Taggart sebagai berikut:
Gambar 2. Spiral PTK oleh Kemmis dan Taggart (Endang Mulyatiningsih, 2011: 71)
Rancangan tindakan penelitian ini meliputi empat tahapan yang dilalui, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tahapan-tahapan ini dilakukan pada setiap siklus. Tahapan-tahapan yang dilakukan peneliti antara lain:
1. Siklus 1
a. Perencanaan
Pada perencanaan ini, dilakukan pengamatan pembelajaran IPS di kelas VIII D SMPN 1 Jumo Temanggung. Berdasarkan peggamatan dan diskusi dengan guru kelas VIII D minat belajar siswa dalam belajar IPS masih kurang sehingga berdampak pada rendahnya motivasi siswa
begitu juga dengan hasil belajar siswa yang kurang dari KKM. Dari permasalahan tersebut peneliti membuat perencanaan sebagai berikut:
1) Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP)
Peneliti menyusun RPP sesuai dengan materi yang diajarkan megunakan model pembelajaran quantum learning dengan metode simulasi. Dalam penyusunan RPP ini dilakukan secara bersama-sama antara peneliti dengan guru. Setelah RPP selesai disusun, RPP dinilaikan kepada dosen ahli yang ditunjuk oleh peneliti
2) Mempersiapkan bahan-bahan pembelajaran yang dipergunakan saat proses pembelajaran berlangsung.
a) Menyusun dan mempersiapkan lembar kerja siswa
Dalam penelitian ini lembar kerja siswa berupa soal tes mengenai materi yang dipelajari siswa.
b) Menyusun lembar observasi
Lembar observasi dalam penelitian ini meliputi lembar observasi kegiatan guru dalam menjelaskan materi IPS melalui model pembelajaran quantum learning dengan metode simulasi dan lembar observasi motivasi siswa. Peneliti juga mempersiapkan catatan lapangan untuk mendeskripsikan aktivitas didalam kelas selama pembelajaran berlangsung.
c) Menyusun pedoman wawancara dan angket
Pedoman wawancara terdiri dari pedoman wawancara yang ditunjukan kepada siswa dan kepada guru untuk mengetahui tanggapan terhadap pembelajaran yang dilakukan meggunakan model quantum learning dengan metode simulasi, sedangkan untuk angket atau kuesioner digunakan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS.
b. Tindakan dan Observasi
Pada tahap ini, mengacu pada perencanaan yang telah dibuat dan pelaksanaanya fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan strategi-strategi yang sesuai, dalam hal ini guru menggunakan model quantum learning dengan metode simulasi. Selama pelaksanaan
tindakan, peneliti berkolaborasi dengan guru dan teman mahasiswa.
Tindakan ini dilaksanakan dengan menggunakan panduan perencanaan yang telah dibuat. Pelaksanaan dalam tindakan ini ialah guru sebagai pengajar.
Observasi dilakuakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan, dalam observasi dilakukan pengamatan selama pembelajaran berlangsung untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan pada saat dan setelah diberikan perlakuan dengan model quantum learning dengan metode simulasi. Pengamatan dapat dilakukan dengan
menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, lembar angket, dan butir tes.
c. Refleksi
Refleksi merupakan kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi pada siswa, suasana kelas, dan guru. Refleksi dilakukan oleh peneliti dan guru untuk menilai tingkat keberhasilan dalam meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar IPS mengunakan model pembelajaran quantum learning dengan metode simulasi. Peneliti dan guru berdiskusi untuk memahami proses, kendala dan masalah yang ditemui dalam implementasi tindakan.
Kekurangan dan kendala selama penelitian didiskusikan dan dicari solusinya sebagai pijakan bagi siklus selanjutnya.
2. Siklus II
Kegiatan yang dilakukan pada siklus kedua ditunjukan sebagai perbaikan dari siklus yang pertama. Siklus kedua juga melalui beberapa tahapan perencanaan dari hasil refleksi siklus pertama. Jika sudah ada peningkatan sesuai dengan indikator keberhasilan, siklus selanjutnya ialah dalam rangka pemantapan siklus satu. Namun jika tidak ada peningkatan maka perlu pengulangan siklus dengan perbaikan-perbaikan pada siklus sebelumnya. Siklus ini dihentikan jika sudah tercapainya tujuan penelitian. Tujuan dari penelitian ini yaitu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
B. Definisi Operasional Variabel 1. Motivasi Belajar IPS
Motivasi belajar IPS merupakan daya penggerak dari dalam diri siswa untuk mempelajari materi-materi IPS sehingga tujuan dari belajar IPS dapat tercapai. Adapun untuk megukur motivasi belajar IPS dapat dilihat dari ciri-ciri motiviasi belajar yang meliputi tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa), menunjukan minat terhadap bermacam-macam masalah termasuk permasalahan-permasalahan yang terdapat pada materi pembelajaran, lebih senang bekerja mandiri, cepat bosan pada tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapatnya, tidak mudah melepas hal yang diyakini, dan senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.
2. Hasil Belajar IPS
Hasil belajar IPS merupakan kemampuan yang dimiliki atau dikuasai siswa setelah siswa menerima pelajaran IPS. Dalam penelitian ini, pengukuran hasil belajar siswa diperoleh dengan diadakannya tes materi IPS kelas VIII pada SK 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia, dengan KD 7.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi, serta peranan pemerintah dalam upaya penanggulangannya. Tes dilakukan sebelum tindakan dan sesudah siklus satu, dan dua. Tes akan diberhentikan ketika hasil belajar telah mencapai KKM yang ditentukan yaitu 75.
3. Model Pembelajaran Quantum Learning dengan Metode Simulasi Model pembelajaran quantum learning adalah pengubahan bermacam- macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar dengan menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling, menyusun bahan pengajaran yang sesuai, cara pengajaran yang efektif, dan keterlibatan aktif siswa dan guru dalam pembelajaran. Model pembelajaran quantum learning juga memiliki langkah-langkah perencenaan pembelajaran yang tercermin dari istilah TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan). Model pembelajaran quantum learning memiliki beberapa jenis metode, salah satunya adalah metode simulasi.
Metode simulasi merupakan metode pembelajaran yang menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara memberikan tugas siswa untuk memerankan atau menerapkan perilaku tokoh-tokoh dalam suatu situasi atau kejadian yang senyatanya, contohnya dalam pembelajaran IPS siswa mengadakan simulasi persidangan masalah angkatan kerja dan ketenaga kerjaan di daerah Temanggung, siswa diminta menirukan dengan sunguh-sunguh sesuai peran. Langkah-langkah metode simulasi dalam penelitian ini ialah:
1) Persiapan simulasi
a) Menetapkan topik atau masalah serta tujuan yang hendak di capai dalam pembelajaran.
b) Guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan disimulasikan.
c) Guru menentukan pemain yang akan terlibat dalam simulasi, peranan yang harus dimainkan oleh para pemeranan, serta waktu yang disediakan.
d) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya khususnya pada siswa yang terlibat dalam pemeranan simulasi.
2) Pelaksanaan simulasi
a) Simulasi mulai dimainkan oleh kelompok pemeran.
b) Para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian.
c) Guru hendaknya memberikan bantuan kepada pemeran yang mendapat kesulitan.
d) Simulasi hendaknya dihentikan pada saat puncak. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong siswa berpikir dalam menyelesaikan masalah yang sedang disimulasikan.
3) Penutup
a) Guru bersama siswa melakukan diskusi baik tentang jalannya simulasi maupun materi cerita yang disimpulkan. Guru harus mendorong agar siswa dapat memberikan kritik dan tanggapan terhadap proses pelaksanaan simulasi.
b) Merumuskan kesimpulan pembelajaran yang dilakukan dengan metode pembelajaran simulasi.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIID SMPN 1 Jumo Temanggung. Penentuan subjek penelitian didasarkan secara sederhana dengan memilih salah satu kelas yang memiliki kendala dalam pembelajaran IPS, penentuan kelas juga sesuai dengan pertimbangan guru pengampu mata pelajaran IPS kelas VIII.
D. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Jumo Temanggung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Mei
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan pengamatan di kelas (observasi), wawancara dengan siswa dan guru, pengisian angket, pemberian tes, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran.
Langkah-langkah pengumpulan data dilakukan sebagai berikut:
1. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan dilakukan pada saat proses belajar mengajar menggunakan pedoman observasi. Pengamatan berfungsi untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran IPS mengunakan model quantum learning dengan metode simulasi dan juga digunakan untuk mengetahui motivasi siswa dalam mempelajari IPS mengunakan model quantum learning dengan metode simulasi.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan siswa dan guru. Wawancara digunakan untuk mencari kesulitan dan hambatan dalam pembelajaran IPS pokok bahasan angkatan kerja dan tenaga kerja mengunakan model quantum learning dengan metode simulasi. Wawancara dengan guru dilakukan
tidak terstruktur untuk mengetahui proses pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Angket
Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi siswa, atau hal-hal yang diketahui siswa. Angket mempunyai dua macam jenis, yaitu angket tertutup dan angket terbuka. Angket yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket tertutup, angket yang jawabannya telah disiapkan sehingga siswa tinggal mengkategorikannya kepada alternatif jawaban yang telah dibuat. Tujuan digunakannya angket adalah untuk memperoleh data tentang motivasi siswa sebelum menggunakan model pembelajaran quantum learning dengan metode simulasi dan sesudah menggunakan metode tersebut.
4. Tes
Pemberian tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam belajar IPS pokok bahasan angkatan kerja dan ketenaga kerjaan. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis objektif. Tes jenis objektif yang digunakan berbentuk pilihan ganda karena dengan tes pilihan ganda
semua materi yang telah diajarkan dapat ditanyakan saat tes, dengan demikian sebagian besar atau semua tujuan yang telah ditetapkan dapat diukur ketercapaiannya.
F. Instrumen Penelitian
Guna mendapatkan data yang mendukung penelitian maka diperlukan seperangkat instrumen pengumpulan data yang tepat. Sejumlah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Lembar observasi
Lembar observasi digunakan sebagai pedoman untuk melakukan pengamatan motivasi belajar dan keterlaksanaan pembelajaran IPS mengunakan metode simulasi yang dilakukan oleh guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penilaian lembar observasi dilakukan dengan memberikan alternatif jawaban ya atau tidak. Pada jawaban ya akan diberikan skor satu dan pada jawaban tidak akan diberi skor nol.
Tabel 2. Kisi-kisi Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran IPS Megunakan Model Quantum Learning dengan Metode
Simulasi
No Aspek Kegiatan Butir
Kendali 1. Pembukaan a. Guru membuka pelajaran dengan salam berdoa,
dan melakukan pengecekan kehadiran siswa.
b. Guru menyampaikan apersepsi pembelajaran.
c. Guru menyampaikan motivasi
d. Menyampaikan KD dan tujuan pembelajaran e. Guru memberikan soal tes sebelum tindakan dan
meminta siswa untuk megerjakan.
f. Guru memberikan angket motivasi belajar IPS sebelum tindakan dan meminta siswa untuk megisinya
1 2 3 4 5 6
2. Kegiatan Inti
a. Guru menjelaskan materi kepada siswa
b. Guru menetapkan topik simulasi dan menjelaskan langkah–langkah pembelajaran mengunakan metode simulasi.
c. Guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan disimulasikan.
d. Guru menentukan pemain yang akan terlibat dalam simulasi dan menentukan waktu yang disediakan.
e. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mendiskusikan solusi yang akan diberikan terhadap topik yang telah ditentukan
f. Guru kesempatan siswa untuk mengevaluasi mengenai penampilan dan efek keputusan dari kegiatan simulasi.
g. Guru melakukan penganalisisan proses simulasi h. Membandingkan aktivitas simulasi dengan dunia
nyata
i. Menghubungkan aktivitas simulasi dengan meteri pembelajaran (memberi penguatan materi pada siswa)
j. Guru melakukan evaluasi.
7 8
9 10
11
12
13 14 15 16 3. Penutup a. Melakukan refleksi pembelajaran, membuat
kesimpulan dan memberikan penghargaan pada peserta didik.
b. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
c. Menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
17
18 19
Tabel 3. Kisi-kisi Lembar Observasi Motivasi Siswa
No Indikator Aspek yang Diamati Butir
Kendali 1. Tekun
menghadapi tugas
a. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
1, 2
2. Ulet
menghadapi kesulitan
b. Siswa bertanya kepada siswa lain jika memiliki kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan.
3
c. Siswa bertanya kepada guru jika memiliki kesulitan dalam memahami materi yang sedang diajarkan maupun sudah di ajarkan.
4
3. Menunjukan minat pada pembelajaran
d. Siswa tidak bergurau saat berlangsungnya pembelajaran.
5, 6
4. Lebih senag bekerja
mandiri
e. Siswa mampu mengerjakan tugas secara mandiri.
7 f. Siswa tenang saat mengerjakan
tugas yang diberikan oleh guru
8 5. Cepat bosan
pada tugas- tugas yang rutin
g. Siswa merasa bosan apabila di beri tugas yang sama.
(tidur-tiduran, berbicara sendiri)
9, 10
6. Dapat
mempertahank an
pendapatnya
h. Siswa tidak akan terpengaruh untuk megganti jawaban dari pertanyaan guru apabila jawabanya berbeda dengan siswa lain.
11, 12
7. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini
i. Siswa selalu memberikan alasan- alasan atas jawabannya.
13. 14
8. Senang
mencari dan memecahkan masalah (soal- soal)
j. Siswa mampu menjawab pertanyaan dari guru.
15 k. Siswa mampu menjawab
pertanyaan dari siswa lain.
16
2. Panduan Wawancara atau Pedoman Wawancara
Panduan wawancara ini disusun untuk menambah informasi sebelum dan setedah penelitian dilaksanakan. Wawancara digunakan untuk mengetahui tanggapan, motivasi belajar, kendala dan solusi yang ada selama pembelajaran IPS dengan menggunakan quantum learning dengan metode simulasi. Wawancara dilakukan dengan guru dan siswa. Adapun kisi-kisi instrumen wawancara yang diberikan kepada guru dan siswa:
Tabel 4. Kisi-Kisi Panduan Wawancara Guru Sebelum dan Setelah Tindakan
Sumber Deskripsi wawancara sebelum menerapkan model quantum learning dengan metode simulasi
Deskripsi wawancara setelah menerapkan model quantum learning dengan metode simulasi
No Item
Guru Ketekunan siswa dalam menghadapi tugas IPS.
Ketekunan siswa dalam menghadapi tugas setelah
menggunakan model
quantum learning dengan metode simulasi
1, 2
Keuletan siswa menghadapi kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan.
Keuletan siswa dalam menghadapi kesulitan setelah
menggunakan model
quantum learning dengan metode simulasi
3, 4
Minat siswa pada pembelajaran IPS.
Minat siswa pada
pembelajaran IPS setelah
menggunakan model
quantum learning dengan metode simulasi
5, 6
Siswa dalam mengerjakan tugas atau ulangan IPS (apakah lebih senang bekerja mandiri).
Siswa dalam mengerjakan tugas atau ulangan setelah
menggunakan model
quantum learning dengan metode simulasi (apakah lebih senang bekerja mandiri)
7, 8
Siswa merasa bosan terhadap tugasyang diberikan secara berulang-ulang.
Siswa merasa bosan terhadap tugasyang diberikan secara berulang-ulang.
9, 10
Siswa dapat mempertahankan pendapat
Siswa dapat mempertahankan pendapat setelah
menggunakan model quantum learning dengan metode simulasi
11, 12
Siswa tidak mudah melepaskan hal yang diyakini
Siswa tidak mudah
melepaskan hal yang diyakini setelah menggunakan model quantum learning dengan metode simulasi
13, 14
Siswa senang mencari dan memecahkan soal-soal
Siswa senang mencari dan memecahkan soal-soal setelah menggunakan model quantum learning dengan metode simulasi
15, 16
Tabel 5. Kisi-kisi Panduan Wawancara Siswa Sebelum dan Setelah Tindakan
Sumber Deskripsi wawancara sebelum menerapkan model quantum
learning dengan metode simulasi
Deskripsi wawancara setelah menerapkan model quantum
learning dengan metode simulasi
No Item
Siswa Ketekunan siswa dalam menghadapi tugas IPS.
Ketekunan siswa dalam menghadapi tugas setelah
menggunakan model
quantum learning dengan metode simulasi
1, 2
Keuletan siswa menghadapi kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan.
Keuletan siswa dalam menghadapi kesulitan setelah
menggunakan model
quantum learning dengan metode simulasi
3, 4
Minat siswa pada pembelajaran IPS.
Minat siswa pada
pembelajaran IPS setelah
menggunakan model
quantum learning dengan metode simulasi
5, 6
Siswa dalam mengerjakan tugas atau ulangan IPS (apakah lebih senang bekerja mandiri).
Siswa dalam mengerjakan tugas atau ulangan setelah
menggunakan model
quantum learning dengan metode simulasi (apakah lebih senang bekerja mandiri)
7, 8
Siswa merasa bosan terhadap tugasyang diberikan secara berulang-ulang.
Siswa merasa bosan terhadap tugasyang diberikan secara berulang-ulang.
9, 10
Siswa dapat mempertahankan pendapat
Siswa dapat mempertahankan pendapat setelah
menggunakan model quantum learning dengan metode simulasi
11, 12
Siswa tidak mudah melepaskan hal yang diyakini
Siswa tidak mudah
melepaskan hal yang diyakini setelah menggunakan model quantum learning dengan metode simulasi
13, 14
Siswa senang mencari dan memecahkan soal-soal
Siswa senang mencari dan memecahkan soal-soal setelah menggunakan model quantum learning dengan metode simulasi
15, 16
3. Lembar Angket
Pada penelitian ini digunakan angket tertutup. Angket diberikan dalam rangka untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS.
Skala angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert.
Skala ini menilai sikap seseorang tentang fenomena sosial tertentu. Berikut ini kisi-kisi instrumen angket motivasi belajar siswa:
Tabel 6. Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Siswa
No Indikator Aspek yang Diamati Butir
Kendali 1. Tekun
menghadapi tugas
a. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
1, 2 2. Ulet menghadapi
kesulitan
b. Siswa bertanya kepada siswa lain jika memiliki kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan.
3, -4
c. Siswa bertanya kepada guru jika memiliki kesulitan dalam memahami materi yang sedang diajarkan maupun sudah di ajarkan.
5
3. Menunjukan minat terhadap bermacam-macan masalah
d. Siswa mecatat informasi-informasi penting yang ada dalam pembelajaran.
6, -7
e. Siswa mendengarkan pendapat dari siswa lain.
8, -9 4. Lebih senag
bekerja mandiri
f. Siswa mampu mengerjakan tugas secara mandiri.
10, 11, -12 5. Cepat bosan pada
tugas-tugas yang rutin
g. Siswa merasa bosan apabila di beri tugas yang sama.
-13, 14
6. Dapat
mempertahankan pendapatnya
h. Siswa tidak akan terpengaruh untuk megganti jawaban dari pertanyaan guru apabila jawabanya berbeda dengan siswa lain.
15, -16
7. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini
i. Siswa akan selalu memberikan alasan-alasan atas jawabannya.
17, -18
8. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal
j. Siswa mampu menjawab pertanyaan dari guru.
19 k. Siswa mampu menjawab
pertanyaan dari siswa lain.
20
Kemudian dalam angket dibuat pernyataan sesuai dengan kisi-kisi tersebut dengan memberikan tanda check list (√) untuk peryataan yang diangap sesuai dengan kondisi pengisi angket. Pensekoran pada angket tersebut adalah dengan alternatif pilihan jawaban selalu (SL), sering (SR), jarang (JR), dan tidak pernah (TP).
Tabel 7. Pensekoran Tiap Butir Angket Motivasi Alternatif Jawaban Skor untuk Pernyataan
Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
Selalu (SL) 4 1
Sering (SR) 3 2
Jarang (JR) 2 3
Tidak Pernah (TP) 1 4
( Sugiyono, 2009: 134) 4. Butir Soal Tes
Butir soal tes digunakan untuk menggali data kuantitatif berupa hasil skor tes yang dilakukan sebelum dan sesudah siklus satu, dan dua.
Pertanyaan tersebut berupa soal-soal obyektif pilihan ganda. Soal obyektif pilihan ganda diberikan empat alternatif jawaban, yaitu a, b, c, d.
Kemudian dari alternatif jawaban yang diberikan terdapat satu jawaban yang benar. Skor yang diperoleh dari jawaban ini adalah satu untuk jawaban benar sedangkan nol untuk jawaban yang salah. Tes tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa terhadap pembelajaran IPS. Berikut merupakan Kisi-kisi instrumen tes hasil belajar.
Tabel 8. Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar Siswa Standar
Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Jumlah
Item 7.Memahami
kegiatan perekonomian Indonesia
7.1Mendeskripsikan permasalahan
angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi, serta peranan
pemerintah dalam upaya
penanggulangannya
1. Mendefinisikan pengertian angkatan kerja dan faktor- faktor yang mempengaruhi jumlah angkatan kerja
7
2. Mendefinisikan pengertian tenaga
kerja dan
kesempatan kerja
3
3. Mendefinisikan pengertian bukan angkatan kerja dan menyebutkan kelompok orang
yang bukan
termasuk angkatan kerja
2
4. Mengidentifikasikan jenis-jenis tenaga kerja
7
5. Mendiskripsikan masalah angkatan kerja dan tenaga kerja
11
6. Mengidentifikasikan dampak
pengangguran terhadap keamanan lingkungan
3
7. Mengidentifikasi upaya pemerintah dalam mengatasi masalah
ketenagakerjaan
6
G. Keabsahan Data
Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi.
Triangulasi adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi yang akurat dengan menggunakan berbagai metode agar informasi itu dapat dipercaya kebenarannya sehingga peneliti tidak salah mengambil keputusan (Moleong, Lexy J, 2004: 330-331). Melalui triangulasi guru atau peneliti dapat terhindar dari kesalahan mendapatkan informasi yang sudah tentu juga akan terhindar dari kesalahan mengambil keputusan.
Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi metode. Triangulasi dilakukan dengan mengecek derajat kepercayaan dari beberapa teknik pengumpulan data, hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara, tes, dan angket. Tujuan dari triangulasi ini ialah untuk mendapatkan konsistensi, ketuntasan dan kevalidan data. sumber digunakan untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data.
H. Teknik Analisi Data
Menurut Sugiyono (2009: 244), analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, menggunakan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri atau orang
lain. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan ialah analisis data kualitatif.
Analisis kualitatif adalah bersifat reduksi data, meliputi penyelesaian data melalui ringkasan atau uraian singkat dan pengolahan data ke dalam pola yang lebih terarah. Menurut Milles dan Humberman (Sugiyono, 2010: 246- 252), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu sebagai berikut:
a. Data Reduction (Reduksi data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya, dan membuang yang tidak perlu. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.
Perhitungan skor observasi dapat di analisi dengan r umus sebagai berikut:
(Nana Sudjana, 2006: 133) Keterangan
P : Persentase
a : Jumlah sekor yang diperoleh pada tiap siklus b : Jumlah sekor maksimal tiap siklus
100 : Bilangan tetap
Perhitungan angket dilakukan dengan menggunakan persentages correction. Besarnya nilai yang diperoleh siswa adalah dari skor maksimal
ideal yang seharusnya dicapai jika tes tersebut dikerjakan dengan hasil 100%. Rumus penelitian adalah sebagai berikut:
(Ngalim Purwanto, 2004: 103) Keterangan:
NP : Nilai persen yang diharapkan R : Skor mentah yang diperoleh siswa
SM : Skor maksimal ideal dari tes yang bersangkutan 100 : Bilangan tetap
Sedangkan perhitungan data hasil belajar siswa dapat diketahui dengan rata-rata (mean) dari daftar nilai siswa dan menghitung daya serap siswa terhadap materi. Rata-rata atau mean dapat dihitung mengunakan rumus sebagai berikut:
(Nana Sudjana, 2010: 109) Keterangan:
: Rata-rata (mean) : Jumlah seluruh skor N : Banyak subjek
b. Data Display (Penyajian Data)
Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori flow chart dan sejenisnya, tetapi yang paling sering ialah dengan teks yang bersifat naratif. Mendisplay data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi.
c. Conclusion Drawing (Penarikan Kesimpulan)
Penarikan kesimpulan dalam penelitian diharapkan sesuatu yang merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan terdapat berupa diskripsi atau gambaran suatu objek yang masih belum jelas setelah diteliti maka akan menjadi jelas.
I. Kriteria Keberhasilan Tindakan
Kriteria keberhasilan tindakan berdasarkan pendapat Zainal Aqib (2009: 41) dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 9. Kriteria Tingkat Keberhasilan Tindakan Tingkat Keberhasilan Kategori Pencapaian
>80% Sangat tinggi
60-79% Tinggi
40-59% Sedang
20-39% Rendah
<20% Sangat rendah
Mengacu pada tabel kriteria keberhasilan tindakan di atas, penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila penerapan model quantum learning dengan metode simulasi pada pembelajaran IPS mampu
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 1 Jumo dengan persentase sebesar minimal 75%. Apabila peningkatan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa kurang dari 75% maka penelitian ini belum bisa dikatakan berhasil. Peningkatan motivasi belajar
peserta didik dapat dilihat dari hasil angket, observasi dan wawancara motivasi, sedangkan peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai tes sebelum dan sesudah tindakan.