• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PEMASARAN II VINIYATI MAFTUHAH SE, MM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANAJEMEN PEMASARAN II VINIYATI MAFTUHAH SE, MM"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PEMASARAN II

VINIYATI MAFTUHAH SE, MM

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... Error! Bookmark not defined.

BAB I PENDAHULUAN ... 2

LATAR BELAKANG ... 2

RUMUSAN MASALAH ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

DEFINISI PEMASARAN ... 3

Ruang Lingkup Pemasaran ... 4

KONSEP DASAR PEMASARAN ... 5

KONSEP INTI PEMASARAN ... 6

KONSEP PENJUALAN DAN PEMASARAN (KONSEP SELLING AND MARKETING) ... 8

MANAJEMEN PEMASARAN ... 9

PROSES MANAJEMEN PEMASARAN ... 11

APA YANG DIPASARKAN ?... 15

REALITAS PEMASARAN BARU ... 17

BAB III PENUTUP ... 18

KESIMPULAN DAN SARAN ... 18

(3)

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Strategi pemasaran merupakan salah satu cara dalam mengenalkan produk kepada konsumen, dan hal ini menjadi penting karena akan berhubungan dengan laba yang akan dicapai oleh perusahaan strategi pemasaran akan berguna secara optimal bila didukung oleh perencanaan yang terstuktur baik dalam segi internal maupun eksternal perusahaan.

Dalam ilmu pemasaran, sebelum melakukan berbagai macam promosi atau pendekatan pemasaran lainnya, perusahaan harus terlebih dahulu membidik pasar atau segmen secara jelas. Sebagian besar kegagalan usaha yang terjadi disebabkan oleh gagalnya perusahaan mendefinisikan pasar yang dituju dan bagaimana potensinya. Dengan banyaknya jumlah konsumen dan keanekaragaman keinginan pembelian menyebabkan perusahaan tidak dapat memasuki semua segmen pasar, perusahaan harus dapat mengidentifikasi segmen pasar yang dapat dilayani paling efektif, yaitu dengan melakukan penelitian segmentasi.

RUMUSAN MASALAH

a. Definisi pemasaran dan manajemen pemasaran?

b. Proses manajemen pemasaran?

c. Konsep selling dan marketing?

d. Menjelaskan macam-macam produk yang dipasarkan?

(4)

BAB II PEMBAHASAN

DEFINISI PEMASARAN

Pemasaran adalah kinerja dari kegiatan bisnis yang mengarahkan arus barang dan jasa kepada para pelanggan dan pemakai. Dalam perkembangannya, pengertian pemasaran bukan saja masalah penyaluran barang dan jasa kepada pembeli atau konsumen dalam sebuah bisnis, melainkan juga menyangkut berbagai kegiatan yang tidak saja dilakukan oleh sebuah bisnis, tetapi oleh organisasi-organisasi nirlaba, seperti gereja, universitas atau kegiatan pendidikan lainnya, dan organisasi-organisasi sosial.

Perkembangan mengenai arti pemasaran berikutnya mengarah pada pencarian cara untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan para pelalnggan dengan melakukan penelitian dan analisis kebutuhan serta keinginan calon pelanggan, bukan hanya cara menjual barang. Dengan demikian, fokus kegiatan pemasran adalah menemukan cara-cara bagaimana seorang pemasar (marketer) mengatur usaha.

Pemasarannya supaya mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia umumnya, khususnya kebutuhan dan keinginan kelompok masyarakat dengan ciri-ciri tertentu yang dilihat dari faktor pekerjaan penghasilan dan gaya hidupnya, atau dengan kata lain, dari segmen masyarakat tertentu.

Kebutuhan meliputi kebutuhan dasar (primer) manusia, yang terdiri atas kebutuhan makan, pakaian, dan tempat berteduh. Secara populer ketiga kebutuhan pokok ini disebut kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan sekunder ialah kebutuhan tambahan yang dapat lebih memuaskan kebutuhan primer, seperti kebutuhan telepon, mobil, barang mewah yang jika tidak dipunyai tidak akan menyusahkan hidup seseorang, hanya akan mengurangi kepuasan hidup.

Keberhasilan seorang pemasar terletak pada kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan para pelanggan atau konsumennya, dengan kata lain cara ia memuaskan para pelanggan dan konsumen tersebut. Tentunya pekerjaan ini tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh perusahaan secara keseluruhan. Keberhasilannya bergantung pada banyak pihak yang bekerja dalam bagian lain diperusahaan, yang masing-masing membantu pemasar mencapai tujuannya, yang juga merupakam tujuan perusahaan mereka bersama.

(5)

Ruang Lingkup Pemasaran

1.Charted

Institut of 2.Landan

Limakrisna 3.Hamdy Hady

4.Philip Kotler

5.Learnmarketing.net

6.W.hary Susilo The Management Process Responsible for Identifying, Anticipating and Satisfying Customer Requirements

Profitability

Give Solutions to Customer

Marketing is a big efforts to expand the community network in the customers and have high abilities in role customer to drive can make a new creation on products that

needed by society at large.

Mutual Satisfaction Exchange Process Between Selier (Producer) and Buyer (Customer)

Satisfying Needs and Wants Trough an Exchange Process The Common Theme is Meeting

Needs and Providing Benefits

Marketing is not about providing product or service it is essentially about providing changing benefits to the changing needs and demands oh the customer (P. Tailor-

Learnmarketing.net 7/00)

(6)

KONSEP DASAR PEMASARAN

Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbed dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk, dan penjualan.

Konsep-konsep tersebut pada intinya sama dengan konsep pemasaran yang meliputi antara lain; Kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas nilai (Value) dan kepuasan, pertukaran, transaksi, dan hubungan pasar dan pemasaran.

Dengan pemasaran perusahaan berusha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Disinilah peran manajer pemasaran dibutuhkan, dimana tugas dari manajer pemasran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yng dapat membantu dalam pencapaian organisasi.

(7)

KONSEP INTI PEMASARAN

• Kebutuhan, keinginan, permintaan

Pemasar harus berupayah memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran. Kebutuhan merupakan tuntutan dasar manusia. Kebutuhan- kebutuhan ini akan menjadi keinginan bila diarahkan kepada sasaran-sasaran spesifik yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan tersebut, sedangkan permintaan adalah keinginan akan produk spesifik yang didudkung oleh kemampuan untuk membeli. Kita dapat membedakan anatara lima jenis kebutuhan :

1. Kebutuhan yang dinyatakan ( contoh : pelanggan menginginkan sebuah mobil murah)

2. Kebutuhan real (contoh : pelanggan menginginkan sebuah mobil yang bukan soal harga awalnya, melainkan biaya oprasionalnya yang murah)

3. Kebutuhan yang tidak dinyatakan (contoh : pelanggan mengharapkan pelayanan yang baik)

4. Kebutuhan yang disenangi

5. Kebutuhan rahasia (contoh : pelanggan ingin terlihat oelh para sahabat sebagai konsumen yang cerdas)

• Pasar sasaran ,penentu posisi, segmentasi

jarang seorang pemasar dapat memuaskan setiap orang. Tidak semua orang menyukai minuman ringan, hotel, restaurant, mobil, dan film yang sama.

Mereka menidentifikasikan kelompok-kelompok pembeli yang mungkin lebih menyukai atau memerlukan suatu produk. Untuk masing -masing pasar sasaran yang terpilih, perusahaan mengembangkan suau tawaran pasar.

Tawaran ini diposisikan dipikiran para pembeli sasaran sebagai suatu yang memberikan beberapa manfaat yang sangat penting

• Tawaran dan merk

Perusahaan mengajukan kebutuhan-kebutuhan dengan mencetuskan suatu usulan atau proposisi nilai, yaitu suatu perangkat manfaat yang mereka tawarkan kepada pelanggan guna memuaskan kebutuhan mereka.

Merek adalah tawaran dari suatu sumber yang sudah dikenal. Nama merek seperti Mc donal’s menimbulkan banyak asosiasi dalam pikiran orang : hamburger, kegembiraan, anak-anak, dan makanan siap saji.

(8)

• Nilai kepuasan pelanggan

Tawaran akan berhasil jika tawaran tersebut memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Pembeli memilih diantara beraneka ragam tawaran yang di anggap memberikan nilai yang paling banyak (baik) nilai merupakan konsep sentral pemasaran. Pemasaran dapat dilihat sebagai identifikasi, kreasi, komunikasi, pengiriman, dan permantauan nilai pelanggan. Kepuasan pelanggan mencerminkan penilaian komparatif seseorang yang hasil dari kinerja (atau hasil) yang dirasakab dari produk dalam hubungan dengan harapannya.

• Saluran pemasaran

Untuk mencapai pasar sasaran, pemasaran menggunakan tiga jenis saluran pemasaran. Saluran komunikasi digunakan untuk menyerahkan dan menerima pesan dari pembeli sasaran. Saluran komunikasi meliputi surat kabar, majalah, radio, televisi, pos, telepon, papan iklan, poster, pamphlet, DC, dan internet.

Pemasar menggunakan saluran distribusi untuk memasarkan atau menyerahkan produk fisik atau jasa kepada pembeli atau pengguna. Termasuk disini distributor, grosir, pengecer dan agen.

Pemasar juga menggunakan saluran jasa untuk melakukan transaksi dengan pembeli potensial. Saluran jasa mencakup pergudangan, perusahaan angkutan, bank, dan perusahaan asuransi yang memudahkan transaksi.

• Rantai pasokan

Sementara saluran pemasaran menghubungkan pemasar dengan pembeli sasaran , rantai pasokan (supply chain) menggambarkan suatu saluran yang lebih panjang, yang terentang dari bahan mentah, komponen-komponen, hingga produk jadi yang disampaikan kepada pembeli akhir. Rantai pasokan menggambarkan system penyerahan nilai. Setiap perusahaan yang hanya berperan sebesar persentase tertentu dari nilai total yang dihasilkan oleh rantai pasokan.

• Pesaingan

Persaingan mencakup semua tawaran dari pesaing serta barang pengganti yang actual dan potensialnyang mungkin dipertimbangkan oleh pembeli.

(9)

KONSEP PENJUALAN DAN PEMASARAN (KONSEP SELLING AND MARKETING)

Konsep pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk mencapai sasaran organisasi bergantung pada penentuan kebutuhan dan keingatan pasar sasaran dan pemberian kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan lebih efisien dari yang dilakukan para pesaing.

Konsep pemasaran adalah suatu falsafah perusahaan yang relative belum lama.

Konsep penjualan dan konsep pemsaran sering dibuat rancu. Konsep pemasaran mengambil perspektif dalam keluar dan konsep pemasaran mengambil perspetif luar kedalam. Menurut konsep pemasaran , perusahaan memproduksi apa yang diinginkan pelanggan dan dengan cara ini perusahaan dapat memuaskan pelanggan dan menghasilkan laba.

Konsep penjualan adalah menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup banyak produk terkecuali organisasi menjalankan suatu usaha promosi dan penualan yang kokoh.

Konsep penjualan

Konsep pemasaran

laba melalui volume penjualan penjualan

dan promosi produk

yanng ada pabrik

laba melalui kepuasan pelanggan pemasaran

terpadu kebutuhan

pelanggan pasar

Pangkal Tolak

Fokus Sarana Tujuan

Akhir

(10)

MANAJEMEN PEMASARAN

Pemasaran merupakan suatu urutan urutan kegiatan yang saling berkaitan erat dan bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses pertukaran. Dengandemikian perusahaan dalam menjalankan usahanya perlu memperhatikan dan mengembangkan system pemasarannya,

Jadi, pemarasan merupakan pelaksanaan kegiatan perusahaan yang mengarahkan atau mengendalikan arus barang dan jasa dari produsen kepada konsumen atau pemakai , arti pemasaran sering disandarkan dengan penjualan, perdagangan atau distribusi , padahal istilah tersebut hanya salahsatu bagian kegiatan pemasaran secara keseluruhan.

Pemasaran merupakan dimensi pusat dari seluruh pasar, yang dipandang oleh bisnis sebagai hasil dari pandangan konsumen

Sehingga yang dimaksud dengan manajemen pemasaran, secara khusus menurut Philip Kotler adalah penganalisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan pasaryang dituju untuk mencapai tujuan organisasi.

Salah Wahab, Crampon, M.A., dan L.M. Rothfield, M.A. dalam buku Tourism Marketing, menjabarkan manajemen pemasaran sebagai “... proses manajemen yang digunakan oleh organisasi-organisasi pemerintah atau perusahaan-perusahaan swasta untuk mengidentifikasikan wisatawan-wisatawan yang mereka pilih, baik yang aktual maupun yang potensial, dan ber-komunikasi dengan mereka untuk menentukan dan mem-pengaruhi keinginan ( like and dislike ) merek pada tingkat lokal, regional, nasional, dan internasional, dan untuk merumuskan dan menyesuaikan produk pariwisata mereka sesuai dengan situasi maksud untuk mncapai kepuasaan wisatawan sebesar-besarnya, dan dengan demikian mencapai sasaran mereka.

Manajemen pemasaran juga dapat diartikan sebagai salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasaan kepada

(11)

konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan. (Dharmmesta & Handoko,1982).

(12)

PROSES MANAJEMEN PEMASARAN

Proses manajemen pemasaran dibahas menurut tahap-tahap yang bermula dari penganalisaan pasar sampai dengan pengendalian pemasaran. Secara spesifik strategi pemasaran diuraikan untuk memperjelas langkah-langkah penting yang harus dilakukan oleh seorang manajer pemasaran.

proses manajemen perusahaan dimulai oleh (1) Analisis peluang pemasaran, (2) Penelitian dan pemilihan sasaran, (3) Perencanaan strategi pemasaran, (4) Perencanaan program pemasaran, (5) Pengorganisasian dan pelaksanaan pemasaran, (6) Pengendalian usaha pemasaran.

Masing-masing dari proses manajemen pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut :

• Analisis Peluang Pemasaran

tahap analisis akan menghasilkan peluang pemasaran dan alternatif pasar sasaran, tahap perencanaan menghasilkan alternatif strategi pemasaran dan alternatif bauran pemasaran, tahap pelaksaan yaitu melaksanakan alokasi sumberdaya pemasaran, tahap pengendalian mengevaluasi kinerja perusahaan.

jadi, suatu kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap organisasi atau perusahaan dimana mereka hidup dibawah tekanan perubahan. Perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan telah berimplikasi pada semakin beraneka ragamnya kebutuhan dan tuntutan setiap individu.

setiap organiasi hidup dibawah pengaruh perkembangan budaya yang dicapai oleh masyarakat disekitarnya serta faktor-faktor internal lainya; seperti konisi ekonomi, situasi politik, keyaakinan dan nilai serta norma yang dianut oleh masyarakat.

para markerter harus mampu “membaca” secara seksama situasi-situasi diluar tersebut beserta setiap perubahan yang terjad didalamnya. Setelah itu, para markerter harus mampu “menerjemahkan” situasi serta perubahan tersebut kedalam kerangka peluang pasarnya (marketing opportunities). “Marketing opportunity analysis [MOA] is the diagnostic activity of interpreting environmental attributes and change”. (Zikmund dan D’Amico 1989: 57). Yang berarti bahwa analisis peluang pasar merupakan upaya diagnistik untuk menginterpretasikan atribut-atribut lingkungan serta perubahannya.

Menurut Zikmund dan D’Amico MOA akan sangat membantu para manajer (1) sebagai warning system terhadap potensi resiko yang akan dihadapi (a warning system to alert managers to the risk of potential problems) dan (2) di lain pihak MOA dapat berfungsi sebagai appraisal system yang akan menyadar-kan para manajer terhadap keuntungannya yang mungkin diperoleh dari peluang

(13)

tertentu (as an appraisal system to make managers aware of the benefits associated with certain opportunities).

Boone dan Kurtz (1987) menegaskan hal yang sama bahwa analisis peluang pasar sangat berguna menyediakan fondasi bagi kepentingan perencanaan dan strategi pemasaran. Para manajer dipandang perlu mengevaluasi situasi lingkungan, tempat diamana mereka mencurahkan pemasarannya.

Didalam mengidentifikasikan dan mengevaluasi peluang terdapat dua hal pokok yang harus dicermati yaitu (1) Kekuatan dan kelemahan, dan (2) Kesesuaian antara peluang dengan kemampuan organisasi.

Kekuatan dan Kelemahan

MOA, juga, akan mampu menyediakan informasi yang berharga tentang para pesaing (competitors) dan para pendatang/pesaing baru, serta perbandingan kekuatan dan kelemahan mereka secara relatif dengan organisasi milik kita.

Kesesuaian Peluang dengan Kemampuan Organisasi

keanekaragam yang terjadi diluar organisasi mungkin menawarkan begitu banyak peluang, tetapi sudah barang tentu tidak semua peluang yang tersedi tersebut dapat dijadikan sebagai peluang yang realistik karena organisasi dihadapkan pada keterbatasan sumber daya serta visi.

• Tanggung Jawab Manajer

Faktor penting dalam keberhasilan atau kegagalan dari strategi pemasaran adalah apakah elemen strategi pemasaran tersebut konsisten dengan realita dari lingkungan eksternal perusahaan. Langkah awal dalam mengembangkan rencana pemasaran strategis adalah memantau dan menganalisis peluang serta tantangan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor luar perusahaan.

• Penelitian dan pemilihan pasar sasaran

Selama ini terlihat gejala semakin banyak perusahaan memilih pasar sasaran yang akan dituju, keadaan ini dikarenaka mereka mnyadari bahwa pada dasarnya mereka tidak dapat melayani seluruh pelanggan dalam pasar tersebut.

Karena konsumen yang terlalu heterogen itulah maka perusahaan perlu mengkelompoan pasar menjadi segmen-segmen pasar, lalu memilih dan menetapkan pasar segmen pasar tersebut sebagai sasaran.

(14)

Terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, sebagai berikut : a. Segmentasi pasar

b. Penetapan Pasar Sasaran (Target Market) c. Penempatan Produk (Product Positioning)

• Perencanaan strategi pemasaran

Proses manajemen pemasaran adalah proses dari merencanakan aktivita pemasaran, mengatur pelaksanaan dari rencana-rencana tersebut dan mengendalikan rencana-rencana tersebut.

Dari perencanaan (manajemen) strategi adalah tugas strategi perencanaan untuk memandu keseluruhan perusahaan. Hal ini berarti proses manajerial dari mengembangkan dan memelihara perpaduan antara sumberdaya organisasi dan kesempatan pasar yang ada.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perencanaan strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu kewaktu pada masing-masing tingkatan dan serta lokasinya.

target pemasaran adalah paduan pemasaran yang dibuat untuk memenuhi konsumen target yang spesifik. Pemasaran massal hampir sama dengan pendekatan yang berorientasi pada produksi, yaitu ditunjukan dengan tidak jelas kepada setiap orang dengn panduan pemasara yang sama.

• Perencanaan Program Pemasaran

rencana pemasaran adalah pernyataan tertulis dari strategi pemasaran dan bagian- bagian yag berhubungan secara waktu untuk membuat strategi.

Pelaksaan adalah meletakan rencana pemasaran kedalam oprasi. Keputusan oprasional yang merupakan keputusan jangka pendek untuk mambntu pelaksaan strategi akan dibutuhkan dalam pelaksanaan.

Equitas pelanggan adalah arus pendapatan yang diharapkan (keuntungan) dari pelanggan yang ada saat ini dan pelanggan yang prostektif bagi perusahaan selama beberapa periode waktu.

Kegiatan pemasaran harus dihasilkan win-win solucion artinya pelanggan ingin membeli produk kalo produk teresbut sesuai dengan keinginannya. Sebaliknya perusahaan dapt memperoleh profit dari produk yang dihasilkannya kalau produk tersebut dibeli oleh pelanggan.

(15)

• Pengorganisasian dan pelaksanaan pemasaran

Perusahaan-perusahaan haarus mengorganisasikan berbagai macam fungsi yang melekat ;pada mreka sedemikian rupa sehingga memungkinkan kerjasama tim yang berorientasi pada pasar sejak dini dalam prosess pengembangan produk baru, bukannya baru meemperhitungkan pertimbangan-pertimbangan pemasaran setelah produk siap jual.untuk keberhasilan usaha, pimpinan harus membuat keputusan, baik mengenai perencanaan, kegiatan, maupun pelaksaan kegiatan dan pengendaliannya.

• Pengendalian usaha pemasaran

pelaksanaan kegitaan pelaksaan perlu dikendalikan karena selalu ditemui adanya penyimpangan antara rencana atau target emasaran dengan realisasi hasil atau prestasi dibidang pemasaran.

Realisasi pemasaran tidak selalu sama dengan rencana atau target, dapat terjadi karna situasi dimana realisasi melebihi tau melampaui rencana target, sebaliknya situasi dimana realisasi dibawah rencana target.

(16)

APA YANG DIPASARKAN ?

Orang Pemasaran terlibat dalam memasarkan sepuluh jenis entitas yang berbeda:

Barang, jasa, pengayaan pengalaman, acara khusus, orang, tempat kepemilikan, organisasi, informasi, dan gagasan.

1. Barang

Barang-barang fisik merupakan bagian yang terbesardari produksi dan usaha pemasaran kebanyakan negara. Setiap tahun, perusahaan-perusahaan AS saja memasarkan milyaran produk makanan beku, kemasan, kaleng, dan segar, serta jutaan ton baja, jutaan pengering rambut, mobil, perangkat, televisi, mesin dan berbagai penopang utama lain ekonomi modern. Bukan hanya perusahaan yang memasarkan barang-barang mereka, melainkan juga internet, bahkan individu dapat secara efektif memasarkannya.

2. Jasa

Ketika perekonomian semakin maju, maka semakin meningkat proporsi kegiatan mereka yang difokuskan pada produksi jasa. Jasa mencakup hasil kerja perusahaan-perusahaan penerbangan, hotel, sewa mobil, tukang cukur dan ahli kecantikan, orang-orang yang melakukan pemeliharaan dan perbaikan, juga para profesional yang bekerja dalam atau untuk perusahaan.

3. Acara Khusus

Pemasar mempromosikan acara-acara khusus yang terkait dengan waktu bersejarah, seperti pameran dagang yang besar, pementasan seni, dan ulang tahun perusahaan.

Acara-acara khusus olahraga global seperti olimpiade atau piala dunia dipromosika secara agresif, baik pada perusahaan maupun penggemar.

4. Pengalaman

Dengan merangkai beberapa jasa dan barang, seseorang dapat menciptakan, menggelar, dan memasarkan pengalaman.

5. Orang

Pemasaran selebriti telah menjadi bisnis penting. Dewasa ini, setiap bintang film besar memiliki seorang agen, seorang manajer pribadi, dan menjalin hubungan dengan agen-agen kehumasan (PR). Artis, msisi, CEO, dokter, pengacara, dan ahli keuangan yang berpenampilan hebat, serta para profesional lain meminta bantuan dari para pemasar selebriti.

(17)

6. Tempat

Kota, negara bagian, wilayah, dan bangsa-bangsa keseluruhan bersaing aktif untuk para turis, pabrik, kantor pusat perusahaan, dan tempat tinggal baru. Para

pemasar tempat mencakup para spesialis pengembangan ekonom, agen kehumasan serta periklanan.

7. Properti

Properti adalah hak kepemilikan tak berwujud, baik itu berupa benda nyata (realestate) atau finansial (saham dan obligasi). Properti itu diperjualbelikan, dan itu menurut pemasaran. Agen real estate bekerja atas nama pemilik atau pencari properti guna menjual atau membeli real estate untuk keperluan komersial atau tempat tinggal.

8. Organisasi

Organisasi secara aktif bekerja untuk membangun citra yang kuat dan menyenangkan dalam pikiran masyarakat publik mereka. Philips, perusahaan elektronik belanda, memasang iklan dengan kalimat akhir yang berbunyi, “Mari kita jadikan segalanya lebih baik.” Di Inggris program pemasaran “Every Little Bit Helps” dari Tesco telah mengangkat Tesco kepuncak jaringan supermarket di negara itu.

9. Informasi

Informasi dapat diproduksi dan dipasarkan sebagai sebuah produk. Pada hakikatnya, informasi merupakan sesuatu yang diproduksi dan didistribusika oleh sekolah dan Universitas dengan harga tertentu kepada orang tua, mahasiswa, dan masyarakat

10. Gagasan

Setiap penawaran pasar mencakup suatu gagasan dasar. Charley Revson dari Revlon mengamati, “Di pabrik, kami membuat kosmetik; ditoko kami menjual harapan.” Produk dan jasa adalah platform untuk menyerahkan beberapa gagasan atau manfaat. Pemasar sosial sibuk mempromosikan gagasan-gagasan, seperti “Katakan tidak pada narkoba,” “Selamatkan hutan tropis,” “Olahragalah setiap hari,” atau

“Hindarilah makanan berlemak.”

(18)

REALITAS PEMASARAN BARU

KEMAMPUAN BARU KONSUMENMenurut Firnando: 2013, pelanggan masa kini menganggap perbedaan produk yang satu dengan produk yang lain hanya beda tipis sehingga mereka kurang royal terhadap suatu merek. Konsumen semakin peka terhadap harga dan kualitas dan pencarian mereka akan nilai. Yang dulu tidak di miliki konsumen namun kini dimiliki antara lain:

a. Peningkatan yang berarti dalam hal daya beli.

b. Ragam barang dan jasa yang lebih banyak.

c. Sejumlah besar informasi hampir tentang apa saja.

d. Kemudahan yang lebih besar dalam memesan dan menerima pesanan.

e. Kemampuan untuk membandingkan catatan tentang produk dan jasa.

f. Suara yang lebih kuat untuk memengaruhi teman sepergaulan dan pendapat umum.

KEMAMPUAN BARU PERUSAHAANMenurut Kotler (2009: 17-18), kekuatan–kekuatan baru perusahaan masa kini:

a. Pemasar dapat menggunakan internet sebagai saluran informasi dan penjualan yang kuat, memperluas jangkauan geografis mereka untuk memberikan informasi kepada pelanggan dan mempromosikan bisnis dan produk mereka di seluruh dunia.

b. Para peneliti dapat mengumpulkan informasi yang lebih lengkap dan kaya tentang pasar, pelanggan, prospek dan pesaing.

c. Pemasaran target dan komunikasi dua arah menjadi lebih mudah berkat perkembangan majalah minat khusus, saluran TV, dan kelompok diskusi internet.

d. Pemasar dapat mengirimkan iklan, kupon, dan informasi kepada pelanggan yang memintanya.

e. Manager dapat memperbaiki pembelian, perekrutan, pelatihan, dan komunikasi internal serta eksternal.

f. Perusahaan juga dapat merekrut karyawan baru secara online.

Pemasaran target dan komunikasi dua arah menjadi lebih mudah berkat perkembangan majalah minat khusus, saluran TV, dan kelompok diskusi internet. Pemasok dan distributor yang terhubung oleh ekstranet memampukan perusahaan mengirimkan serat menerima informasi, menempatkan pesanan dan melakukan pembayaran secara lebih efisien. Perusahaan juga dapat berinteraksi dengan pelanggan secara individual sehingga pesan, layanan, dan hubungan menjadi lebih personal.

Pemasar dapat mengirimkan iklan, kupon, sample, dan informasi kepada pelanggan yang memintanya atau yang telah mengijinkan perusahaan untuk mengirimkannya kepada mereka.

Perusahaan kini dapat mengumpulkan informasi tentang pembelian, preferensi, data demografis, serta potensi keuntungan yang diberikan pelanggan.Perusahaan dapat menjangkau pelanggan yang sedang bepergian dengan mobile marketing.

(19)

BAB III PENUTUP

Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran adalah banyaknya saingan didalam pasar itu sendiri baik dari produk sejenis maupun dari produk lain. Hal tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dimenangkan oleh suatu perusahaan jika ingin tetap eksis didalam persaingan bisnis. Persaingan yang semakin tajam dan perubahan-perubahan yang terus terjadi harus dapat dijadikan pelajaran oleh manajemen pemasaran agar dapat secara proaktif mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa sekarang dan akan datang.

KESIMPULAN DAN SARAN

• Kesimpulan

Dari pembahasan makalah ini kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa untuk dapat memenangkan persaingan dalam pemasaran terlebih dahulu manajemen pemasaran harus mengetahui situasi apa yang sedang dialami oleh perusahaan sebelum menentukan strategi apa yang yang cocok digunakan untuk menghadapi situasi tersebut.

• Saran

Dalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran sangat penting dan hal ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan memiliki kreatifitas yang tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran anda sebagai bagian penting dalam perusahaan demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi.

Referensi

Dokumen terkait

Pembobotan ini berfungsi untuk mengetahui bobot prioritas indikator kinerja pada sasaran strategis yang memiliki indikator kinerja lebih dari 1. Jika pada sasaran strategis hanya

karena merupakan suatu hal penting untuk dilakukan oleh suatu produsen atau perusahaan yang menjalankan pemasaran,karena dalam konsep pemasaran salah satu cara untuk

Mutasi pegawai adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemindahan pegawai dari suatu tempat ke tempat yang lain baik secara horisontal maupun vertikal dengan

Adapun penelitian yang akan penulis lakukan tertuang dalam proposal skripsi ini berjudul “Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Minat Beli Air Mineral Isi Ulang

(6) Tarif retribusi pelayanan medik dokter spesialis tamu, komponen jasa sarana sesuai dengan jenis dan klasifikasi pelayanan yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang

(2) Dokumen pertanggungjawaban biaya sebagaimana pada ayat (1) terdiri dari : SPPD, bukti tanda terima pembayaran lumpsum oleh Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar matematika siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo pada penerapan Kurikulum 2013. Kerangka pemikiran

Pada tahun 2013, penulis menjadi salah satu anggota Laboratorium Teknik Distilasi (LTD) untuk menjalankan Tugas Akhir Pra Desain Pabrik yang berjudul “Thermal