• Tidak ada hasil yang ditemukan

PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI

FAKULTAS FARMASI DAN SAINS

UHAMKA

2021

(2)
(3)

Tujuan Pembelajaran

Memahami penyakit serta patologi penyakit berdasarkan data diagnosa

klinik yang berkaitan dengan penyakit sistem pernafasan (Penyakit

(4)

BAHAN KAJIAN

• Anatomi dan fisiologi system pernafasan

• Penyakit system pernafasan

• Obstruksi saluran nafas: asma dan PPOK (bronchitis dan emfisema)

• Infeksi saluran nafas (ISPA atas dan ISPA bawah)

• ISPA atas: rhinitis, sinusitis, influenza • ISPA bawah: pneumonia, TB paru

(5)

Referensi yang Bisa Digunakan

Buku Teks:

1. Greene, R.J., Haris, N.D., and Goodyer, L.I., 2000, Pathology and Therapeutics for Pharmacists : A Basic for Clinic Pharmacy, 2nd Ed., Pharm.

Press, London.

2. Kaplan, A. and L.L. Szabo., Clinical Chemistry Interpretation and Techniques, Lea and febiger, Philadelphia.

3. Kumar, V., Cotran, R.S., and Robin, S.L., 1997, Basic Pathology, 6th Ed., W.B.

Sounders, Philadelphia.

4. Price, S., Wilson, L., 2006, Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Edisi 6, EGC, Jakarta.

5. Frizzell, Handbook of Pathophysiology (2001)

6. Kumar, V., et.al., Robbins and Cotran Pathologic Basis Of Disease , 7th ed

(2005)

7. Alldredge, et al., Koda Kimble, Applied Therapeutics, the Clinical Use of Drugs (2013)

(6)

1. ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM

PERNAFASAN

• Fungsi utama sistem respirasi  pertukaran gas (via inspirasi

dan ekspirasi) dengan mekanisme kontraksi dan relaksasi otot

pernafasan.

• Pertukaran gas terjadi di alveoli dengan cara difusi (molekul

gas melalui membran pernafasan / membran kapiler alveoli) 

pernafasan eksternal.

• Pernafasan internal  reaksi kimia intraseluler saat O

2

dipakai

dan CO

2

dihasilkan.

(7)
(8)

-Saluran udara bagian atas :

• hidung, mulut, faring, laring

• Fungsi : menghangatkan, melembabkan, dan

menyaring udara yang masuk ke paru-paru 

memproteksi saluran udara bawah dari benda asing

-Saluran udara bagian bawah :

• trakea, bronkus, bronkiolus, bronkiolus terminal,

dan asinus (bronkiolus respiratorius, duktus

(9)

- Paru-paru dewasa mengandung 300 juta alveoli (masing-masing disuplai

oleh banyak kapiler darah.

- Fungsi : sebagai jalur lewatnya udara ke dan dari paru-paru dan

melindungi paru-paru dengan beberapa mekanisme pertahanan

- Mekanisme pertahanan :

1. Mekanisme pembersihan (refleks batuk dan sistem mukosiliari)

Sistem mukosiliari  menghasilkan mukus  menangkap partikel

asing  dikeluarkan ke saluran pernafasan atas dengan mekanisme

pengeluaran dahak oleh silia.

2. Perlindungan imunologik  makrofag, IgA

(10)

Parameter Yang Diukur dalam Sistem

Pernafasan

(11)

II. KELAINAN PADA SISTEM PERNAFASAN

OBSTRUKSI SALURAN

NAFAS

• ASMA

• PENYAKIT PARU

OBSTRUKTIF KRONIK

(PPOK)

INFEKSI SALURAN NAFAS

• INFEKSI SALURAN

PERNAFASAN AKUT

ATAS (RHINOSINUSITIS,

INFLUENZA)

• INFEKSI SALURAN

PERNAFASAN AKUT

BAWAH (PNEUMONIA,

TB PARU)

(12)
(13)

A. ASMA

• Merupakan kondisi dimana saluran nafas

mengalami inflamasi dan terjadi kejang/hiperaktif pada bronkus (bronkospasme).

• Asma krn alergen tertentu bisa diturunkan. • Ada asma ekstrinsik, ada asma intrinsik.

DEFINISI

(14)

Kategori Asma

ASMA EKSTRINSIKAsma ekstrinsik/alergik : Disebabkan ASMA INTRINSIK oleh alergen

Asma intrinsik/idiopatik, Faktor

pencetus tidak jelas. Nonspesifik : Flu, latihan, emosi

Allergen penyebab umum diketahui Allergen tidak diketahui Test kulit positif Test kulit negatif

IgE meningkat pada 60% penderita IgE normal atau rendah Onset biasanya pada anak-anak dan

dewasa muda

Onset biasanya pada orang tua

Asma intermitten Asma terus menerus

Derajat asma bervariasi Asma pada umumnya berat

(15)

PATOGENESIS (early

phase dan late

(16)

• Batuk, mengi

• Kesulitan bernafas • Dada sakit

• Nafas pendek dan sering • Produksi mukus berlebih

• sianosis, terutama di sekitar mulut

GEJALA

TINGKAT

KEPARAHAN

(17)

B. PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK

(PPOK)

• merupakan penyakit paru yang ditandai dengan gangguan kronis/

keterbatasan pada aliran udara di paru2 yang mengganggu pernafasan

dan susah untuk disembuhkan (WHO).

(18)

Bronkitis

• Merupakan kondisi dimana terjadi inflamasi pada saluran bronkus.

• Ada bronkitis kronis: gangguan klinis yang ditandai dengan pembentukan mukus yang berlebihan pada bronkus hampir setiap hari selama setidaknya 3 bulan dalam setahun untuk setidaknya 2 tahun berturut-turut..

DEFINISI

ETIOLOGI

• Bronkitis akut, disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus sehingga bisa terjadi demam.

• Bronkitis kronis, disebabkan asap rokok (90%), polusi, debu.

(19)

• Inflamasi kronik pada bronkus

• Batuk berdahak, dahak berlebihan • Dahak berwarna  infeksi

• Penebalan saluran bronkus • Dypsnea  FEV menurun • Hypoxia, hypoxemia, cyanosis • Gagal jantung

GEJALA

• Hipertrofi kelenjar mukosa bronkus & peningkatan

sekresi sel. Goblet  pembentukan mukus meningkat : Batuk Produktif

(20)
(21)

Emfisema

• Penyakit sistem respirasi berupa perubahan anatomi pada parenkim paru yang ditandai dengan kerusakan dan pelebaran kantung udara di bronkiolus dan alveolus secara permanen.

DEFINISI

• 95% kasus dari paparan asap rokok. • Polusi udara

• Faktor keturunan (defisiensi alfa 1-antitripsin)

(22)
(23)

• Penurunan kemampuan utk melakukan aktivitas berat

• Batuk produktif  terdapat sputum • Dispnea

• Sering mengalami infeksi saluran nafas • Hipoksemia yang berkelanjutan

• Perubahan bentuk torak (dada) atau chest shape

GEJALA

• Tes spirometri (penilaian volume dan kapasitas paru)  rasio FEV1/FVC kurang dari 70%  menunjukkan

hambatan/obstruksi aliran udara

• Analisia gas darah  menunjukkan derajat hipoksia • X ray dada  sebagai data pendukung

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)

C. INFEKSI SALURAN PERNAFASAN

• Dapat terjadi pada saluran nafas bagian atas dan bagian bawah.

• Disebabkan karena bakteri, virus, jamur, protozoa  parah,

tergantung bakteri dan luasnya area yang terinfeksi.

(29)

 ISPA ATAS

• Infeksi yang menyerang area rongga hidung hingga laring (pipa suara).

• Bentuk penyakitnya adalah common cold, otitis media, dan

rhinosinusitis.

• Penyebab common cold  rhinovirus, parainfluenza virus,

adenovirus, coronavirus, yang bisa sembuh dalam waktu kurang dari

1 minggu.

• Virus menyebar dari 1 orang ke orang lain, virus masuk melalui

mukosa hidung dan mata.

(30)

• Gejala common cold:

• Rinitis  inflamasi pada mukosa hidung

• Sinusitis  inflamasi pada mukosa sinus

• Faringitis  inflamasi pada mukosa faring dan tenggorokan

• Sakit kepala

• Hidung tersumbat dan berlendir

• Pada anak2 bsa terjadi otitis media

(31)

Otitis Media

• merupakan inflamasi pada telinga tengah yang sering terjadi pada bayi dan anak.

DEFINISI

• Penyebab utama: virus dan bakteri (90%)  Streptococcus pneumoniae,nontypeable

Haemophilusinfluenzae, Moraxella catarrhalis.

(32)
(33)

• Otitis media akut bisanya akibat infeksi virus pada saluran nafas atas yang mengganggu mucociliary apparatus dan menyebabkan disfungsi Eustachian tube pada telinga tengah

PATOFISIOLOGI

• Iritasi dan rasa tidak nyaman ditelinga • efusi telinga tengah

• penonjolan membran timpani • Sakit telinga

• Demam

(34)

Rhinosinusitis akut

• Sinusitis adalah inflamasi dan atau infeksi pada mukosa sinus paranasal.

• Sekarang banyak disebut rhinosinusitis karena melibatkan mukosa nasal

DEFINISI

• Penyebab utama ~90% : infeksi virus

(35)
(36)

Influenza

• merupakan penyakit yang paling sering menyerang saluran nafas.

• Ada influenza A, B, dan C, yang paling serius yaitu influenza A.

DEFINISI

• Virus ortomyxoviridae (memiliki 2 protein di

permukaan yaitu hemaglutinin dan neuraminidase yang akan membantu proses replikasinya).

(37)

• Hemaglutinin berikatan dengan sel epitel saluran nafas  RNA bereplikasi dan membentuk virus baru 

pelepasan virus baru dibantu neuraminidase  virus menginfeksi saluran pernafasan.

• Inkubasi 1-4 hari

PATOGENESIS

• Sakit kepala

• Demam, sakit tangan, • sakit badan dan otot • Hidung tersumbat • Batuk kering

(38)

 ISPA BAWAH

• Infeksi yang menyerang mulai dari trakea hingga paru2.

• Paru2 punya mekanisme perlindungan, hanya saja jika masih terjadi

infeksi di paru2, disebabkan karena:

• Virus sangat kuat

• Jumlah virus banyak

• Lemahnya pertahanan karena asap rokok

(39)

Pneumonia

• Inflamasi pada paru2 seperti alveoli dan kantung udara.

DEFINISI

• Penyebab utama  bakteri, virus, jamur, protozoa, berkembang biak di alveoli.

ETIOLOGI

PREVALENSI

1. Elderly

2. Pasien imunocompromise (HIV AIDS) 3. Orang dengan infeksi virus

4. Perokok

5. Pasien dg gangguan jantung dan pernafasan kronik 6. Malnutrisi

(40)

Klasifikasi Pneumonia

• Pneumonia yang didapat dari lingkungan , tanpa kontak dengan fasilitas kesehatan • Faktor resiko: usia >65 tahun, DM, asplenia, penyakit kardiovaskular, hati, merokok • Penyebab : Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Legionella

pneumophilla

1. CAP (Community Acquired Pneumonia)

• Pneumonia terjadi >48 jam setelah masuk RS

• Faktor resiko: COPD,umur >60, trauma kepala, resiko MDR

• Penyebab : Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Staphilococcus aureus

2. HAP (Hospital Acquired Pneumonia)

• Terjadi >48 setelah intubasi dan ventilasi mekanik 3. VAP (ventilator Associated Pneumonia)

• Terutama pasien AIDS  mudah terkena infeksi oportunistik

(41)

• Demam tinggi, sakit dada

• Dahak berwarna merah (darah), atau berwarna coklat (ada bakteri)

• Hipoksemia

• Pengumpulan cairan paru2

GEJALA

• X-ray dada  ada penumpukan cairan dan sel darah putih.

• Cek dahak  cek warna dan uji mikroba

(42)

Tuberkulosis paru

• Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.

• Bakteri ini punya kapsul shg susah untuk dihancurkan • Penularan melalui udara dari droplet.

DEFINISI

• Bakteri Mycobacterium tuberculosis

(43)
(44)

• Batuk berdahak yang lama • Nyeri dada, batuk berdarah

• Demam, berkeringat di malam hari • Tidak nafsu makan, BB turun

GEJALA

• Test Mantoux : penyuntikan tuberkulin: reaksi kulit (48-72 jam setelah penyuntikan) memperlihatkan imunitas seluler

• Pemeriksaan sputum  pewarnaan bakteri basil + (BTA +)

• X-ray dada  melihat jaringan parut di paru2 yang sudah rusak (tuberkel).

(45)

• Berdekatan dengan penderita TBC

• Tenaga kesehatan yang menangani penderita TBC • Orang yang rendah sistem imun + nutrisi

• Pediatri, Geriatri

• Orang yang mengkonsumsi Obat immunosupresan • Infeksi HIV

(46)

Referensi

Dokumen terkait

Field observation data and examine rubber manufactured shown that PB 330 clone was having colorless latex with highly crumb rubber contain (> 40%).. PB 330 has a good

Dengan menemukan prasyarat keberhasilan/keberlanjutan dari kelompok-kelompok ini, maka dapat diketahui substansi persoalan dari tantangan keberlanjutan pengelolaan sumber

Fakultas Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nobel Indonesia, 2019, hlm 3.. penelitian menyimpulkan bahwa fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap

Dari hasil uji menunjukan bawa F hitung > F tabel (3,763>2,37) dan nilai sig (0,004<0,05), sehingga dapat disimbulkan bahwa nilai variabel Dewan Direksi, Komisaris

sampai saat ini (di Majalengka ada ± 65 orang) belum dibayar karena dihargai secara semena-mena dan tidak wajar oleh panitia pembebasan lahan dan tim apresial yang tidak

[r]

Masukkan hanger dan film dalam larutan developer untuk proses pengembangan film dengan waktu yang telah ditentukan, sambil diagitasi ( agitasi naik t urun).. Selesai waktu

Halil isminde ol zat-ı keremkâr Biri Konya vilayet dahilinde Ki Abdullah Efendi nur-ı dîde Biri El hac Hasan Hâce Efendi Ki Erzincan’ı mesken idindi Tarabzonî biri de