Draft Artikel Hasil Penelitian
PENELITIAN KOMPETITIF DOSEN Kluster: Penelitian Pengembangan Program Studi
Analisis Komparatif Konsep Lembaga Keuangan Perbankan Sosial Syariah Indonesia dan Luar Negeri
1. Dr. Alimin, Lc., M.Ag./ 2005057202 (Ketua Tim) 2. Dr. Rizal Fahlefi, M.Si /2029067302 (Anggota) 3. Drs. Hafulyon, MM/ NIDN: 2024057801 (Anggota) 4. Zulkifli, S.Ag., MH, 2010106302 (Anggota)
Dilaksanakan Atas Biaya DIPA IAIN Batusangkar Sesuai Surat Perjanjian Kontrak Penelitian
Nomor : B-1377/ln.27/R.IV/TL.00/06/2021 Tanggal 03 Juni 2021
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR
2021
Analisis Komparatif Konsep Lembaga Keuangan Perbankan Sosial Syariah Indonesia dan Luar Negeri
5. Dr. Alimin, Lc., M.Ag./ 003445873347 (Ketua Tim) 6. Dr. Rizal Fahlefi, M.Si /2029067302 (Anggota) 7. Drs. Hafulyon, MM/ NIDN: 2024057801 (Anggota) 8. Zulkifli, S.Ag., MH, 2010106302 (Anggota)
Abstrak
Dengan banyak bermunculan lembaga keuangan sosial syariah kontemporer, baik dalam dan luar negeri, maka perlu dilihat perbandingan antar berbagai konsep tersebut. Penelitian di bahas melalui analisis metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian komparatif terhadap lima lembaga keuangan sosial yang ada, baik di dalam, maupun di luar negeri. Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan tentang perbandingan konsep lima lembaga keuangan sosial Islam, dalam dan luar negeri, maka peneliti menyimpulkan bahwa lembaga keuangan sosial model perbankan syariah yang ada di Indonesia sudah bersifat utuh 100% sosial, namun dalam bentuk lembaga keuangan mikor, sedangkan di luar negeri tidak 100% sosial, tapi sudah bersifat bank umum. Terdapat kesamaan yang sangat banyak pada tiga lembaga keuangan sosial mikro yang ada di Indonesia, mulai dari tahun berdiri, soliditas tujuan sosial, status lembaga, jenis sumber modal, dan sasaran nasabah pembiayaan. Sedangkan perbandinan konsep antara Lembaga keuangan sosial perbankan syariah antara dalam dan luar negeri, hampir semuanya berbeda. Lima lembaga keuangan sosial yang diteliti sejalan dengan ekonomi syariah, kecuali pada Vakifbank Turki karena sumber dana, penyaluran dana, laba, dan sasaran benefit sosial tidak sejalan dengan syariah.
Keyworsd: Lembaga Keuangan Sosial Syariah; Bank Wakaf; Bank Sosial; Konsep
lembaga keuangan sosial syariah; funding; financing
Analisis Komparatif Konsep Lembaga Keuangan Perbankan Sosial Syariah Indonesia dan Luar Negeri
A. Latar Belakang Masalah
Lembaga keuangan perbankan sosial syariah adalah termasuk produk baru dalam perkembangan ekonomi syariah, seiring dengan berkembangnya produk “wakaf tunai” karena dana wakaf tunai sejalan konsep investasi lembaga keuangan perbankan yang rendah risiko, oleh karena itu lembaga-lembaga keuangan sosial syariah yang sudah muncul utamanya mengusung konsep bank wakaf. Dan berdasarkan penelusuran penulis, konsep yang ditawarkan oleh para pakar ekonomi syariah tentang bentuk lembaga keuangan perbankan sosial syariah masih tergolong sangat sedikit. Satu buku termasuk utuh membahas konsep lembaga keuangan sosial perbankan syariah adalah buku Fahd Abdurrahman al-Yahya berjudul al-Bank Waqfi, dari Universitas Qusaim, tahun 2013, dan artikel Toward an Islamic Social (Waqf) Bank oleh Mohammad Tahir Sabit Haji dalam International Journal of Trade, Economics and Finance, Vol. 2, No. 5, October 2011. Namun demikian kini sudah berdiri empat entitas lembaga keuangan sosial syariah yaitu: Bank Wakaf Mikro di Indonesia, Bank Infak di Indonesia, Vakifbank (Bank Wakaf) di Turki, dan Social Islami Bank Limited (SIBL) di Pakistan.
Maka keempat bank sosial Islam tersebut menarik untuk dikaji dari sisi perbandingan konsep dan diujikan (dianalisis) sejalan dengan efesiensi ekonomi syariah (taat asas syariah dan memunuhi tuntutan ekonomi).
Di luar negeri, dikenal bank pioner pengelolaan dana wakaf, yaitu Social Islami Bank Limited (SIBL) yang secara tegas menyematkan kata “Islamic sosial” pada namanya. Dalam laporan tahunan Sibl Bank, aset wakaf tunai tidak menjadi bagian saham bank tapi sebagai deposit, maka dari total deposit 248,324,489,649 taka, terdapat 317,048,976 taka dana wakaf tunai.
1berdasarkan data ini, konsep sibl bank ini ia menjadikan dana wakaf sebagai salah satu dana pihak ketiga, bukan dana pihak pertama, dan dana tunai menggunakan akad mudharabah yang berbagi hasil dengan bank.
1
Annual Report 2018 Social Islami Bank Limited, hal. 241, sumber:
https://www.siblbd.com/about/financialreports#Annual, akses: 1 Maret 2021
Di Turki dikenal Bank Wakaf dengan nama Vakifbank (berdiri tahun 1954) yang diakui oleh banyak kalangan sebagai bank wakaf pertama di dunia sesuai dengan nama yang disematkan pada bank ini, sebagaimana dalam tulisan Uswatun Hasanah,
2dan Zainul Arifin
3. Namun demikian, ahli lainnya seperti Fahd Yahya dalam bukunya al-Bank al-Waqfiy secara tegas menyatakan bahwa di dunia saat ini tidak ada bank wakaf, termasuk Vakif Bank yang ada di Turki yang secara jelas menyebut dirinya sebagai bank wakaf.
4Berkaca pada ruang yang lebih luas, sebenarnya Bank Wakaf memiliki konsep yang lebih luas dari sisi pandangan makro ekonomi Islam, karena konsep Bank Wakaf yang dikonsep oleh banyak ahli ekonomi Islam adalah Bank Wakaf Komersial, persis seperti bank umum biasanya yang bertujuan profit yang dananya disalurkan pada salura yang sangat aman risiko, tapi profitnya digunakan untuk kepentingan sosial, sebagaimana dalam konsep Fahd Abdurrahman al-Yahya dalam bukunya al-Bank Waqfi, dari Universitas Qusaim, Saudi Arabia, tahun 2013
5. Bahkan konsep bank wakaf seperti ini sudah dilaksanakan oleh Kekhalifahan Turki Usmani dalam penyaluran dana yang sangat aman dengan skim ba’i al-wafa’, sebagaimana disebut oleh Murat Cizakca.
Sedangkan Asad Zaman secara tegas menyatakan bahwa waqf sebagai lembaga yang dapat mengatasi berbagai akibat buruk bank konvensional kapitalististik, ia menyatakan
“ This spirit was implemented in Islamic society by an institution which the opposite of a bank, namely a waqf”.
6Asad Zaman meyakini bahwa bank wakaf akan memberikan dampak multiplier efek positif dalam mengatasi berbagai keburukan ekonomi kapitalis ribawi sekaligus memberikan penawar bagi berbagai masalah makro ekonomi (kemiskinan, pengangguran, pemerataan, dan pertumbuhan ekonomi).
2
Laporan Akhir Pengkajian Hukum Tentang Aspek Hukum Wakaf Uang, Tim dipimpin oleh : Prof. Dr. Uswatun Hasanah, MA, Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia 2009, hal. 29, tersedia:
https://www.bphn.go.id/data/documents/pkj_aspek_hukum_wakaf_uang.pdf
3
Jurnal Bimas Islam Vol.8. No.IV 2015, tersedia:
jurnalbimasislam.kemenag.go.id›jbi›download
4
(Fahd al-Yahya, al-Bank Waqfi, 2013:191)
5
Fahd Abdurrahman al-Yahya, al-Bank Waqfi, Universitas Qusaim, Saudi Arabia, 2013
6
Asad Zaman, Artikel: Building Genuine Islamic Financial Institutions,
Sumber: https://azprojects.wordpress.com/2018/09/09/building-genuine-islamic-
financial-institutions/, diposting: 9 September 2018.
Berdasarkan perbedaan konsep keempat lembaga keuangan perbankan sosial syariah tersebut dan pentingnya peranannya sebagai lembaga keuangan strategis dalam mengatasi berbagai masalah sosial negara secara mikro dan makro sebagaimana yang dinyatakan oleh Asad Zaman, maka penelitian tentang studi komparatif konsep bank wakaf ini perlu dilakukan yang akan dianalisi berdasar sudut pandang efesiensi ekonomi syariah (taat asas dan bermanfaat maksimal secara ekonomi).
B. Kajian Terdahulu Relevan
Mohammad Tahir Sabit Haji dalam artikelnya, Toward an Islamic Social (Waqf) Bank, pada International Journal of Trade, Economics and Finance, Vol. 2, No. 5, October 2011, menyatakan bahwa konsep bank sosial Islam, harus mengedepankan ciri- ciri yang benar-benar non profit atau sosial murni yang sejalan dengan hukuk Islam. Ia melihat hanya dana cash wakaf yang paling sesuai dengan bank sosial Islam karena sifat bertahannya modal. Sedangkan Fahd Yahya dalam bukunya al-Bank Waqfi menekankan bahwa konsep bank sosial Islam haruslah dalam bentuk bank komersial dalam mencari laba, namun semua hasilnya atau laba bersih digunakan untuk tujuan-tujuan sosial.
Dengan demikian, terdapat berbagai konsep yang nampaknya saling melengkapi untuk diperoleh suatu konsep yang lengkap dan kukuh untuk berdirinya sebuah lembaga perbankan sosial Islam yang diperlukan pada zaman modern ini.
D. Temuan Penelitian Dan Pembahasan A. Bank Wakaf Turki
Vakifbank didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 6219 tanggal 11
Januari 1954 dengan modal TL 50 juta untuk memanfaatkan aset berbagai yayasan amal
dengan cara yang paling efisien, untuk berkontribusi pada tabungan negara dengan
manajemen dan pemahaman kerja yang diperlukan perbankan modern, dan
menggunakan simpanan yang terkumpul sesuai dengan kebutuhan pembangunan
ekonomi. Vakifbank tunduk pada ketentuan hukum privat, mulai beroperasi pada 13
April 1954. Sejak itu, Vakifbank terus memberikan kontribusi penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negara Turki, dan kami mewakili tradisi dan
pengalaman dalam sistem perbankan negara. Selain menyediakan produk dan layanan
perbankan inti, Vakifbank juga berlakusebagai bank investasi dan melakukan kegiatan
pasar modal. Vakifbank memberikan berbagai layanan keuangan termasuk leasing keuangan dan anjak piutang melalui anak perusahaan keuangan Vakifbank dengan teknologi canggih. (Vakifbank Annual Report 2020, 22, tersedia:
https://www.vakifbank.com.tr/annual-reports.aspx?pageID=638)
Vakifbank Annual Report 2020 juga melaporkan bahwa Vakifbank berhasil mendapatkan dana 5,1 miliar USD dari pasar internasional termasuk di dalamnya 4,3 miliar USD obligasi eurobond yang berhasil dijual kepada investor global, merupakan pinjaman obligasi terbesar dalam sejarah Vakifbank, dengan rata-rata bunga 6%/tahun.
Ini menunjukkan bahwa rating dan kepercayaan dunia kepada Vakifbank semakin meningkat. (Vakifbank Annual Report 2020:58)
Dari data Vakifbank Annual Report nampak bahwa kepemilikan bank ini didominasi oleh harta Pemerintah Turki. Dan pada tahun 2020 terdapat pemilik saham baru yang cukup besar, yaitu Turkey Wealth Fund (TWF), sebuah perusahaan milik Pemerintah Turki yang didirikan pada Agustus 2016. Dana TWF dioperasikan dengan
"Rencana Investasi Strategis", yang telah disetujui oleh Kabinet. Perusahaan dan kekayaan yang sebelumnya dimiliki oleh berbagai lembaga negara, dapat dialihkan ke dana dan subdana TWF jika dipandang perlu. Pada tanggal 6 Februari 2017, TWF diumumkan bahwa Ziraat Bankasi dan banyak perusahaan negara lainnya telah
diserahkan kepada TWF.
(https://www.tvf.com.tr/en/home, dan :https://www.ifswf.org › members › turkey- wealth-fund, akses: 10 September 2021)
Berdasarkan data di atas, nampak jelas bahwa Vakifbank adalah bank milik pemerintah secara murni yang sudah mengambil alih semua harta wakaf publik dan keluarga yang ada pada masa Turki Usmani, untuk digunakan untuk kemaslahatan Negara Turki, dengan sistem operasional bank konvensional, bukan berdasarkan sistim syariah. Nampaknya nama bank ini tetap mengabadikan dana wakaf dalam bentuk nama, tapi tujuan yang relatif sama. Secara jelas dalam laporan keuangan Vakifbank disebutkan bahwa bank ini mendapatkan laba dari bunga utang (Annual…. 2020:195)
Dengan demikian, jelaslah bahwa sumber utama dari dana Vakifbank berasal
dari dana wakaf di seluruh negara Republik Turki, lalu dana itu tidak disebut dana
wakaf lagi, tapi sebagai dana milik negara yang dikelola dalam bentuk perbankan
modern untuk kemaslahatan negara secara keseluruhan, adapun operasional bank ini tidak sejalan syariah Islam, atau bukan dalam bentuk bank syariah (Islamic Bank) tapi secara konvensional yang menggunakan bunga atau riba sebagai alat mendapatkan laba, dan peneliti tidak menemukan satupun kata “Islam” dan kata waqf atau vakif dalam laporan tahunan Vakifbank pada tahun 2020, kecuali kata “Islamic Development Bank”
dalam uraian kerjasama. Demikian juga dengan laporan tahunan pada tahun 2018 dan 2019.
Namun demikian, pelaksanaan model Vakifbank cukup bagus jika saja tersebut benar-benar milik lembaga wakaf yang beroperasional secara Islami, sehingga mempunyai nilai-nilai religius dari aspek keislaman, dan mempunyai motivasi nilai keagamaan bagi para stakeholders dalam memajukan bank ini.
Oleh karena itu, dari modal yang mewakili entitasnya sebagai pemilik bank (sharesholders) pada awalnya berasal dari modal Islami, yaitu harta tunai yayasan- yayasan wakaf, lalu modal-modal lainnya yang berasal dari negara ikut mendominasinya. Dari aspek nama sangat Islami, dan ikut mendukung serta memotivasi dunia lain untuk mengembangkannya sebagai “bank wakaf”, dan nama penggunaan nama wakaf atau vakif pada bank ini, dalam analisis peneliti, tidak tepat lagi jika dilihat dari substansinya yang tidak sesuai dengan substansi wakaf. Dari segi konsep operasional, bank ini menggunakan konsep konvensional yang mempraktikkan bunga atau riba, dan berbagai prinsip nilai lainnya dalam ekonomi Islam mungkin juga tidak diperhatikan seperti berinvestasi pada sektor-sektor bisnis yang dilarang syariah seperti menyalurkan dana pada perusahaan rokok, minuman keras, atau usaha yang tidak sejalan dengan syariah. Dari sisi tujuan atau visi misi bank, dari banyak aspek sejalan dengan syariah, yaitu menggunakan laba untuk kemaslahatan publik, dan itu adalah spirit dari tujuan wakaf.
B. Social Islami Bank Ltd (SIBL)
Pada tingkat operasional, kelebihan bank ini adalah ia mampu
mengkombinasikan tiga sektor usaha, dan ini adalah misi dari bank Sibl, yaitu, 1)
Sektor Formal sebagai bank komersial dengan teknologi terkini; 2) ii) Sektor Non-
Formal dalam bentuk memajukan Program Pembiyaan Keluarga, pembiayaan mikro
dan usaha kecil; dan, 3) Sektor Sukarela (pilantropi) dalam bentuk memobilisasi Modal Sosial melalui WAQF TUNAI dan lainnya. Ketiga kegiatan sektor tersebut akan saling bergantung satu sama lain melalui Dana Sosial dan Skema Pemberdayaan Sosial, sehingga membuat semua kegiatan ini transparan dan terbuka menjunjung nilai ekonomis, sosial, dan etis. (Mobas Shirin Jyoti, et.al. 2018)
7Bank Sibl Bangladesh ini telah memobilisasi wakaf benda gerak, dalam bentuk uang yang diproduk dalam produk sertifikat wakaf. Social Islami Bank Ltd (SIBL) dalam menintrodusir Sertifikat Wakaf Tunai Ini adalah suatu produk baru dalam sejarah perbankan sector voluntary. Di kota Dhaka, SIBL membuka peluang kepada masyarakat untuk membuka rekening deposito wakaf uang untuk berbagai macam tujuan produktif.
Bank Sibl berfungsi sebagai fasilitator sekaligus pengelola wakaf uang, membantu masyarakat untuk membuat tabungan wakaf, menjadikan tabungan masyarakat sebagai modal, dan menyalurkan keuntungan pengelolaan untuk kesejahteraan masyarakat.
(Effendi, 2020:231)
8Wakaf Tunai, sebagai produk terkenal dan spesifik yang dipelopori oleh SIBL, tapi diakui bahwa sejauh ini bank masih kurang fokus dalam mengembangkannya. Bank merevitalisasi produk unik ini di tahun 2015, karena pengembangan sosial yang maksimial sangat dimungkinkan melalui Wakaf Tunai. Oleh karena itu, bank mengerahkan segala upaya untuk meningkatkan basis simpanan Wakaf Tunai di Bank.
Total setoran Wakaf Tunai pada tahun 2015 sudah mencapai Tk. 99,28 juta atau tumbuh 80,06% dibandingkan dari tahun 2014. Sedangkan total setoran dalam rekening Wakaf Tunai Bank sudah mencapai Tk. 178,83 juta sampai dengan akhir tahun 2015. Pada tahun 2020, dana wakaf tunai sudah mencapai Tk. 377.056.255,- (377 juta taka), dan sudah memberikan laba sebanyak 31,173 juta taka, atau dengan setara dengan 364.705 USD, yang dalam rupiah setara dengan Rp. 5.470.588.235,- (5,5 miliar rupiah), jika satu USD sama dengan 15 ribu rupiah. Sedangkan pada tahun 2018 laba dana wakaf tunai adalah setara dengan 4,3 miliar ruppiah sebagai dapat dilihat pada gambar berikut (Sibl Annual Report, 2015-2020)
7
Mobas Shirin Jyoti, et.al. 2018. University of Dhaka: Banking & Isurance Departement University. Paper, 30 April 2018: Comparison Between First Security Islami BankLtd. & Social Islami Bank Ltd.
8