DAFTAR I TEM KEGI ATAN PENANGANAN SEDI AAN SI TOSTATI KA
Rini Noviyani 1, Siti Khoiriyatussolehah 1, Ni Nyoman Ayu Suastiti 1, A.A. RakaKarsana 2 1
Jurusan Farmasi, Fakultas MI PA, Universitas Udayana, 2 I nstalasi Farmasi RSUP Sanglah Denpasar email: [email protected]
ABSTRAK
Pemberian kemoterapi menggunakan obat -obat sit ostatika memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah timbulnya efek samping yang membahayakan t enaga kesehat an yang t erlibat dan pasien, sehingga diperlukan St andar Operasional Prosedur ( SOP) DI RSUP Sanglah Denpasar yang cukup lengkap sebagai pedoman keamanan bekerj a, hanya saj a masih terdapat beberapa item kegiat an yang belum tercantum dalam SOP tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini penting untuk mencari item-item kegiat an apa saj akah yang perlu ditambahkan unt uk melengkapi SOP Penanganan Sediaan Sitot atika di RSUP Sanglah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pust aka artinya beberapa pustaka tent ang penanganan sediaan sit ost atika dikaj i dan dibandingkan dengan SOP RSUP Sanglah, j ika dari studi pust aka terdapat item-item kegiatan yang belum tercantum di dalam SOP RSUP Sanglah maka item-item kegiat an tersebut akan dit ambahkan ke dalam SOP RSUP Sanglah. Gabungan keduanya menjadi Daft ar I sian I tem-I tem Kegiatan Penanganan Sediaan Sit ostatika. Hasil yang diperoleh setelah melakukan kajian literatur yang berhubungan dengan penanganan sediaan sitost atika adalah t erdapat item-item kegiat an yang perlu ditambahkan kedalam SOP RSUP Sanglah yaitu pada bagian pre, proses dan post . Kesimpulan dari hasil studi lit eratur ini adalah terdapat item-item kegiatan yang perlu ditambahkan unt uk melengkapi SOP RSUP Sanglah.
DAFTAR I TEM KEGI ATAN PENANGANAN
SEDI AAN SI TOSTATI KA
Rini Noviyani
1, Siti Khoi ri yatussolehah
1,
Ni Nyoman Ayu Suastiti
1,A.A. Raka
Kar sana
21
Jur usan Far masi, Fakultas MIPA,
Univer sitas Udayana,
2Instalasi Far masi
RSUP Sanglah Denpasar
email:
r [email protected] d
PENDAHULUAN
Pemberian kemot erapi menggunakan obat-obat sitost atika memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah timbulnya efek samping yang membahayakan tenaga kesehatan yang terlibat dan pasien, sehingga diperlukan St andar Operasional Prosedur (SOP) yang cukup lengkap sebagai pedoman keamanan bekerj a. Penanganan sediaan sitost atika di RSUP Sanglah Denpasar telah mengacu pada SOP yang ada di RS tersebut, hanya saj a masih terdapat beberapa item kegiat an yang belum t ercant um dalam SOP tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini penting untuk mencari item-item kegiatan apa saj akah yang perlu ditambahkan untuk melengkapi SOP Penanganan Sediaan Sitot atika di RSUP Sanglah.
METODE PENELI TI AN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pust aka artinya beberapa pust aka tent ang penanganan sediaan sitost atika dikaj i dan dibandingkan dengan SOP RSUP Sanglah, jika dari studi pustaka terdapat item-item kegiat an yang belum t ercantum di dalam SOP RSUP Sanglah maka item-item kegiat an t ersebut akan ditambahkan ke dalam SOP RSUP Sanglah. Gabungan keduanya menj adi Daft ar I sian I tem-I tem Kegiatan Penanganan Sediaan Sitost atika.
HASI L DAN PEMBAHASAN
Dari hasil melakukan kajian literatur yang berhubungan dengan penanganan sediaan sitost atika maka terdapat item-item kegiatan yang perlu ditambahkan kedalam SOP RSUP Sanglah. I tem-it em t ersebut adalah sebagai berikut :
NO PERI HAL I TEM YANG DI TAMBAHKAN
1 Pre
A. Alat 1. Mempersiapkan bahan yang t erdiri dari
- Alkohol swab
- Alkohol 70 % dalam botol spray
- Mendesinfeksi bagian luar kemasan bahan obat sitostatika
- dan pelarut dengan - menyemprotkan
alkohol 70 %
2. Mempersiapkan alat yang t erdiri dari
- Mensterilkan alas unt uk Sitostatika
- Mensterilkan bahan untuk sealing (parafin) - Mensterilkan sarung
tangan, masker, baju, topi, sarung kaki - Spuit inj. Ukuran 2 X vol
yang dibutuhkan. - Jarum
- Mendesinfekt an etiket, label, klip plastik, kantong plastik untuk disposal dengan menyemprotkan Alkohol 70 % .
(Anonim A, 2009)
B Kebijakan personil
1. Semua personel wajib menerima pelatihan khusus dalam bekerja dengan obat-obat sitotoksik.
2. Jumlah personel yang bekerj a dengan obat-obat sitotoksik hendaknya diminimalkan.
3. Akses ke lokasi penyiapan wajib dibatasi hanya untuk personel berwenang yang diperlukan.
4. Personel bekerja dengan obat-obat ini hendaknya diamati secara tetap oleh personel penyelia untuk memastikan kepatuhan. 5. Kej adian pemaparan akut
wajib didokumentasikan. Personal w ajib dit ugaskan untuk ujian profesional.
(Siregar, 2004) SOP RSUP
Sanglah Denpasar
Studi Pust aka
I tem –item yang perlu ditambahkan
C Alat mencakup obat-obat sitotoksik. Sarung tangan ganda direkomendasikan apabila membersihkan tumpahan. Sarung tangan sekali pakai hendaknya terbuat dari polivinilklorida dengan mutu yang sesuai, sarung tangan karet tidak memadai.
2. Pakaian perint ang pelindung hendaknya dikenakan unt uk semua prosedur. Pakaian ini hendaknya tertutup bagian depan, lengan panjang, dan manset tertutup (Elastis atau dirajut).
3. Semua pakaian yang kemungkinan besar terkontaminasi t idak boleh dikenakan diluar lokasi kerja.
4. Masker muka yang biasa untuk bedah dengan mutu yang baik hendaknya disediakan dan dikenakan apabila diperlukan sesuai yang tertera dalam prosedur.
5. Kaca mata debu atau kaca mata pelindung juga tersedia dan dicuci sepenuhnya dengan air setelah digunakan.
6. Fasilitas pencucian yang memadai dan cuci mata yang sesuai harus mudah dicapai untuk penggunaan segera dalam kej adian kont aminasi pada mata, selaput lendir, atau kulit. Sejumlah air leding yang banyak harus digunakan jika cuci mata tidak tersedia.
2 Proses :
3. Menghidupkan biological
safety cabinet (BSC) 5 menit sebelum digunakan.
4. Melakukan dekontaminasi dan desinfeksi BSC sesuai prosedur tetap
5. Menyiapkan meja BSC dengan memberi alas sediaan sitostat ika.
6. Menyiapkan t empat buangan sampah khusus bekas sediaan sitostatika.
7. Melakukan desinfeksi sarung t angan dengan menyemprot alkohol 70% .
10. Melakukan pencampuran sediaan sitostatika secara aseptis.
11. Memberi label yang sesuai pada setiap infus dan spuit yang sudah berisi sediaan sitostatika
12. Membungkus dengan kantong hitam atau aluminium foil untuk obat-obat yang harus terlindung cahaya.
13. Membuang semua bekas pencampuran obat kedalam w adah pembuangan khusus. 14. Memasukan infus untuk spuit yang telah berisi sediaan sitostatika ke dalam w adah untuk pengiriman. 15. Mengeluarkan wadah untuk
pengiriman yang telah berisi sediaan jadi melalui pass box.
16. Menanggalkan APD sesuai prosedur tetap
1. Setiap tumpahan hendaknya dihadapi segera set elah satu prosedur diselesaikan. Pakaian pelindung seperti yang digunakan untuk penyiapan obat-obat sitotoksik hendaknya dikenakan.
2. Tumpahan harus diseka dengan kertas handuk lembab sekali pakai dan ini diletakkan dalam suatu kantong pembuangan sampah resiko tinggi. Wadah dan kantong yang digunakan harus memenuhi persyaratan/ peraturan keamanan.
3. Permukaan lokasi kerja yang telah terkontaminasi harus dicuci dengan air dalam j umlah besar. 4. Jika tumpahan terj adi pada
irigasi dengan pencuci mata natrium klorida dan usahakan bantuan medis.
(Siregar, 2004)
5. Bersihkan t umpahan dengan tepat pembesihan menggunakan deterjen alkali kuat. Kemudian dibilas bersih dengan air steril, dan dilap dengan steril alkohol isopropil (70% ) atau larutan lainnya yang sesuai.
6. Lepaskan semua alat pelindung diri dan jika terkont aminasi harus dibuang
ke dalam wadah limbah sitotoksik. Pakaian dengan jumlah minimal yang terkont aminasi harus dicuci secara terpisah dan dibilas dengan baik. mengembangkan prosedur unt uk transpor sediaan sitotoksik yang aman dan dapat termasuk kemasan, didesain secara khusus unt uk menghindari dan menahan tumpahan. Prosedur merekam pengeluaran dan penerimaan sediaan obat sitotoksik hendaknya dipert imbangkan. (Siregar, 2004)
E Label 1. Etiket hendaknya secara khusus didesain; dan hendaknya menyatakan bahw a ada zat sitotoksik dalam sediaan.
2. Etiket hendaknya menyat akan j umlah dan volume total sediaan; rekomendasi jam; tanggal yang setelah itu sediaan hendaknya tidak digunakan lagi dan rekomendasi penyimpanan.
1. Pengiriman sediaan sitostatika dilakukan oleh petugas ruangan. dikenakan selama kegiat an pemberian semua obat sitotoksik.
b. Semprit dan perlengkapan intravena dengan sambungan Luer-lock harus digunakan bilamana mungkin.
c. Perhatian khusus diberikan dalam “priming” perlengkapan intravena. Tut up ujung akhir harus dibuka sebelum “priming”. Printing hendaknya dilakukan kedalam spon kasa steril, kemudian dibuang sebagai mana mestinya.
d. Ket aat an yang seksama pada prosedur biasa pemberian larutan parenteral pent ing. e. Walaupun setiap tindakan
pencegahan harus dilakukan untuk menghindari resiko yang tidak perlu, perhat ian harus diberikan juga agar pasien tidak dibuat terlalu cemas oleh prosedur yang digunakan.
f. Perlengkapan infus intravena dan wadah, hendaknya dipasang sedemikian untuk menghindari kebocoran. Mata, kulit dan selaput lendir paasien harus dilindungi dengan menggunakan lapisan tahan air dengan suatu absorben sekali pakai diatasnya.
g. Jarum wajib ditukar antara penyediaan dan pemberian unt uk menghindari ketinggalan larutan pada jarum. Semprit dan j arum baru harus digunakan pada setiap kesempatan. h. Semua personil yang
terlibat dalam pemberian obat -obat sitotoksik harus
dilat ih dalam
mengindentifikasi
ekstravasasi (bocornya obat dari pembuluh darah kedalam jaringan sekelilingnya selama pemberian obat) dan mengambil tindakan segera sesuai kebijakan yang ditetapkan rumah sakit. (Siregar, 2004)
sitost atika yaitu tahap pre, t ahap proses dan tahap post.
KESI MPULAN
Terdapat item-item kegiat an yang perlu ditambahkan untuk melengkapi SOP RSUP Sanglah sehingga gabungan dari item-item kegiat an tersebut dan SOP RSUP Sanglah menj adi Daft ar I sian I tem-I tem Kegiat an Penanganan Sediaan Sitost atika yang dapat digunakan untuk mengevaluasi penaganan sediaan sitostatika di RSUP Sanglah.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim B. 2012. Prot ap Kemoterapi Pada Kanker
Serviks. Denpasar: Rumah Sakit Umum
Pusat Sanglah.
Anonim C. 2011. Prot ap Pencampuran Obat
Suntik. Denpasar: Rumah Sakit Umum Pusat
Sanglah.
Anonim E. 2012. Prot ap Cara Menggunakan KI T
Tumpahan Sitot oksik (Cytot oxic Spill Kit).
Denpasar: Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Anonim F. 2012. Prot ap Permintaan Pencampuran
Obat Sitost atika. Denpasar: Rumah Sakit
Umum Pusat Sanglah.
Anonim G. 2012. Prot ap Pencampuran Obat
Sitost atika. Denpasar: Rumah Sakit Umum
Pusat Sanglah.
Anonim H. 2007. Journal Of Oncology Pharmacy
Practice. Los Angeles, London, New Delhi and
Singapore: SAGE Publications.
Anonim I . 2014. Panduan Penanganan Pasien
Kemoterapi di RSUP Sanglah Denpasar.
Denpasar: Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Departemen Kesehat an Republik I ndonesia. 2009.
Pedoman Pencampuran Obat Suntik Dan
Penanganan Sediaan Sitost atika. Jakart a:
Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat
Kesehat an.
Siregar, Prof. Dr. Charles J.P dan Dr. Endang Kumolosasi, M.Si.,Apt . 2004. Farmasi Klinik
Teori & Penerapan. Bandung: EGC.
Sismondi, Piero. 2001. Safet y Of Cyt otoxic Drug Handling, Preparation, St orage, etc.: The Role Of
The Pharmacist And Nurses. I taly: Depart ement