18 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian ini merupakan metode dimana langkah atau cara suatu proses untuk menyelesaikan suatu permasalahan pada tempat kerja atau permasalahan yang ada. Dengan penggunaan flowchart, untuk membantu menyelesakan masalah pada proses identifikasi bahaya yang digambarkan dengan alur pada diagram flowchart, sehingga nantinya pembaca dapat dengan mudah dalam menyelesaikan permasalahannya dengan solusi yang diberikan agar permasalahan tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan tujuan.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Pada penelitian ini letak lokasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berada di daerah yang tidak jauh dari perkotaan yaitu di Desa Sumberarum, Kec.
Kerek, Area Ladang, Sumberarum, Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62356 dimana perusahaan ini bergerak pada produksi pembuatan semen yang menjadi salah satu perusahaan yang dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia menjadi produk yang memiliki kualitas bagus dan memiliki grade tinggi untuk produknya. Tahapan pengerjaan pada penelitian ini ada beberapa diantaranya : mulai dari tahap wawancara dengan narasumber, melakukan observasi untuk mencari potensi bahaya apa saja yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, serta melakukan dokumentasi area kerja. Pada penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan mulai tanggal 3 Desember 2018 sampai 31 Desember 2018.
3.3 Tahapan Penelitian
Pada tahapan ini adalah tahapan dimana melakukan penyelesaian suatu permasalahan yang diakukan peneliti, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram flowchart sebagai berikut :
19
Mulai
Studi lapangan Studi literatur
Selesai Kesimpulan dan Saran Analisa dan Pembahasan Merumuskan masalah dan tujuan
penelitian
Analisa human error pada pekerjaan Mesin Raw Mill menggunakan metode
THERP 1. Menentukan Human Error 2. Penyusunan HTA (Hierarchial Task Analysis)
3. Menentukan HEP (Human Error Probability)
4. Penyusunan HRA (Human Reliability Analysis) Event Tree metode THERP Data Primer
· Wawancara dengan karyawan dan HRD
· Observasi dan dokumentasi area Tuban 1
Data Sekunder
· Data kecelakaan kerja 3 tahun terakhir (2016-2018) Pengumpulan Data
Tahap Pendahuluan
Tahap Pengumpulan Data
Tahap Pengolahan Data
Gambar 3.1 Flowchart Penelitian
20
3.3.1 Tahap Identifikasi dan Penelitian Awal 3.3.1.1 Studi Lapangan
Pada tahap ini melakukan tudi lapangan yang langsung berinteraksi dengan pekerja ataupun dengan atasan yang memiliki tujuan untuk mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi pada suatu tempat kerja atau perusahaan dengan mendapat informasi secara langsung dari pihak manajemen ataupun kepala bidang yang diamati untuk nantinya dapat diberikan solusi permasalahan dengan melakukan identifikasi sampai dengan evaluasi kerja.
3.3.1.2 Studi Literatur
Pada tahap ini melakukan studi literatur dimana data yang diambil diperoleh dengan tujuan untuk mendapatkan konsep dan teori yang berhubungan dengan metode THERP (Technique for Human Error Rate Prediction) sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Dimana studi literatur ini dapat berupa jurnal ataupun buku karya ilmiah yang dapat menunjang dalam penerapan metode THERP (Technique for Human Error Rate Prediction).
3.3.1.3 Merumuskan Masalah dan Tujuan Penelitian
Pada tahap merumuskan sebuah masalah pada penelitian yang difokuskan adalah masalah yang berhubungan dengan metode THERP . Kemudian dalam penetapan tujuan penelitian difokuskan pada pemecahan dalam permasalahan di suatu tempat kerja sehingga peneliti dapat memberikan solusi agar dapat meminimalisir terselesaikannya sebuah masalah.
3.4 Tahap Pengumpulan Data
Kemudian untuk tahap pengumpulan data dapat digolongkan menjadi beberapa pengambilan data diantaranya :
21
3.4.1 Data Primer
Menurut Sugiyono, penelitian kuantitatif adalah penelitian yang memperoleh data dengan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.
Berikut adalah data-data primer untuk melengkapi pengumpulan data.
1. Wawancara
Pada tahap ini peneliti berinteraksi secara langsung dalam melakukan wawancara terhadap karyawan yang bekerja di area Tuban 1 dan atasan kepala unit. Wawancara dalam bentuk tanya jawab langsung kepada kepala unit dan karyawan yang bekerja disekitar proses produksi Tuban 1 khususnya pada proses Raw Mill (penghancur/penggiling material).
2. Observasi dan Dokumentasi
Kemudian pada tahap selanjutnya yaitu tahap melakukan observasi yang digunakan untuk membandingkan kegiatan yang dilakukan secara nyata di lapangan dengan metode THERP. Observasi yang didapat terkadang masih ada yang belum terlaksana dengan baik, contoh : masih ada pekerja alat berat khususnya di mesin Raw Mill dan KILN yang sering melalaikan SOP.
Mendokumentasikan temuan bahaya apa saja yang ada pada proses produksi di mesin Raw Mill dan KILN terkait metode yang digunakan.
3.4.2 Data Sekunder
Tahap pengumpulan data sekunder adalah data penunjang dalam pengolahan data pada proses penelitian yang berhubungan dengan aktifitas dan metode yang dilakukan, data tersebut dapat berupa dalam bentuk seperti tabel, grafik, diagram atau gambar dan sebagainya, sehingga lebih informatif oleh pihak lain. Data sekunder tersebut yaitu data tentang perusahaan dan data kecelakaan kerja selama 3 tahun terakhir 2016-2018 tentang kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kesalahan human error dan berbagai dokumen terkait dengan metode yang digunakan.
22
3.5 Tahap Pengolahan Data
Untuk tahap pengolahan data ini dimana peneliti setelah mendapatkan data dari perusahaan kemudian diolah berdasarkan metode THERP dengan beberapa tahapan yang dapat dilihat pada sub bab dibawah ini.
3.5.1 Analisa Human Error Metode THERP
3.5.1.1 Penyusunan HTA (Hierarchial Task Analysis)
Penyusunan HTA memahami proses alur suatu sistem dengan cara dimana langkah-langkah task dapat berkaitan satu sama lain, melihat alurnya dan kemudian menyusun tiap prosesnya. Untuk HTA ini pembuatan berdasarkan alur dari proses produksi di mesin Raw Mill dan KILN.
Pada tahapan di Raw Mill ini adalah dimana tahap penggilingan awal setelah bahan-bahan yang sudah dicampur pada tahap sebelumnya dimasukkan ke dalam storage dan akan masuk pada tahap penggilingan awal ini, dan tahapan pada di mesin KILN adalah suatu peralatan dengan bentuk tanur yang berputar yang mempunyai fungsi untuk membakar material hingga material tersebut mencair dengan temperatur suhu tertentu atau disebut dengan Clinker.
3.5.1.2 Menentukan Nilai HEP (Human Error Probability) Tertinggi
Untuk menentukan HEP dilakukan pada masing-masing tahapan pekerjaan yang akan diamati, dan nantinya akan diberikan rekomendasi yang sesuai untuk task yang memiliki nilai HEP tertinggi. Untuk nilai HEP dapat ditentukan dari perhitungan probabilitas jumlah kecelakaan kerja yang tergolong berat atau ringan yang terjadi. Untuk menentukan nilai HEP didapat dengan rumus :
𝑃𝑖 = Jumlah jenis kecelakaan kerja yang terjadi di mesin 𝑅𝑎𝑤 𝑀𝑖𝑙𝑙 selama 3 tahun Jam kerja efektif x hari kerja efektif selama 3 tahun
Sehingga nilai HEP diperoleh dengan rumus : 𝑄𝑖 = 1 − (1 − 𝐹𝑖𝑃𝑖)𝑛𝑖
23
Keterangan :
Qi = Nilai Human Error Probabilities Fi = Jumlah Human Error
Pi = Probabilitas kecelakaan yang terjadi ni = Jumlah variabel
Sama halnya dengan mesin KILN untuk perhitungan probabilitas kecelakaan yang terjadi dan nilai HEP sesuai dengan rumus diatas. Jadi untuk Task yang memiliki nilai HEP tertinggi atau nilai yang mendekati 1 akan diberikan perbaikan terlebih dahulu, dengan rumus : 1 − 𝑄𝑖.
3.5.1.3 Penyusunan HRA (Human Realibility Analysis) Event Tree metode
THERP
Penyusunan HRA Event Tree ini adalah untuk mengetahui task yang memiliki nilai HEP tertinggi pada masing-masing tahapan pekerjaan (variabel) dan nilai HEP yang tertinggi atau yang mendekati nilai 1 akan diberikan rekomendasi perbaikan terlebih dahulu dengan melihat kedua mesin yaitu mesin Raw Mill dan KILN yang tiap masing-masing task pada kedua mesin tersebut diambil melihat nilai keandalan yang tertinggi.
Pada pembuatan HRA nilai yang paling tinggi atau mendekati angka 1 akan ditaruh paling atas pada Event Tree yang artinya perlu adanya perbaikan terlebih dahulu pada proses tersebut karena memiliki nilai keandalan tertinggi atau mendekati angka 1.
3.5.2 Analisa dan Pembahasan
Pada tahap selanjutnya penulis kemudian melakukan analisa dan pembahasan terkait dengan data yang didapat peneliti dari perusahaan yang kemudian diproses dalam pengolahan data pada tahap sebelumnya, dimana yang dianalisa dan dibahas adalah terkait hasil yang diperoleh dari metode THERP. Dalam melakukan analisa human error dapat diberikan solusi dengan menggunakan metode THERP yang dapat mengidentifikasi dan
24
mengevaluasi timbulnya human error pada suatu kinerja karyawan yang melakukan kesalahan atau lalai dalam melakukan kerja.
Usulan perbaikan yang nantinya dapat diberikan dengan menggunakan metode THERP diharapkan perusahaan dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja yang terjadi, dengan memberikan rekomendasi perbaikan pada masing-masing tahapan pekerjaan dan akan diberikan rekomendasi yang sesuai untuk task yang memiliki nilai HEP tertinggi atau mendekati nilai 1 menjadi prioritas perbaikan terlebih dahulu. Saran yang nantinya diberikan agar kedepannya perusahaan lebih maju lagi dengan menerapkan metode dan usulan perbaikan yang diberikan.
3.6 Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dan saran ini dapat diberikan dengan berdasarkan terkait hasil dari analisa dan pembahasan pada tahap sebelumnya, kemudian diberikan rekomendasi perbaikan usulan kerja secara optimal dari prioritas yang paling penting untuk diberi perbaikan dahulu dan saran diberikan dengan metode ini diharapkan untuk peningkatan performansi dan produktivitas kinerja perusahaan serta penelitian selanjutnya. Dengan menerapkan metode tersebut diharapkan perusahaan dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja yang terjadi agar lebih optimal dalam pengendalian K3 khususnya.