3. PERANCANGAN
Dalam bab ini secara berturut-turut akan diuraikan tentang tujuan perancangan, konsep perancangan, perancangan unsure-unsur buku, hingga prosedur perancangan buku.
3. 1. Tujuan Perancangan
Tujuan perancangan ini yaitu menghasilkan materi kegiatan training Sumber Daya Pelayan Tuhan dan training Leadership FAST”Excellent Leader”
BOOT CAMP Pemuda Gereja Bethany Indonesia dalam format buku panduan dan CD ROM sehingga pembacanya tertarik untuk membacanya, mudah memahami, dan termotivasi untuk mempelajari lebih lanjut.
Adapun identitas buku sebagai berikut:
Judul Buku Leadership Guide Gereja Bethany Indonesia Ukuran halaman: 14.8 x 21cm
Jumlah halaman: 116 halaman Warna: fullcolour
Isi buku terdiri atas a. Cover depan b. Cover dalam
c. Halaman pengumuman hak cipta d. Halaman daftar isi
e. Halaman kata pengantar
f. Halaman bab yang terdiri 3 bagian yaitu: All About Training , Training SDPT, Training Kepemimpinan FAST ”Excellent Leader” BOOT CAMP
g. Halaman isi
Halaman isi terdiri atas tiga, bagian yang meliputi (1) All About Training, yang berisi: sejarah singkat, tujuan visi misi, konsep kepemimpinan, skema tingkat pertumbuhan rohani. (2) Bab Training SDPT, yang berisi: 12 materi pembahasan SDPT. (3) Bab Training Kepemimpinan FAST ”Excellent Leader” BOOT CAMP, berisi: standart dan keterangannya serta evaluasi dan
keterangannya.
h. Halaman subbab yang terdiri dari 12 bagian: subbab Hati BAPA, Gambar diri, Hati nurani yang murni, Doa, Meditasi Firman, FA SULUH, Penginjilan, Tertanam, Yesus Tuhan, Penundukan diri, Apakah Pelayanan, Karakter Pelayan.
i. Halaman penutup j. Halaman referensi k. Halaman lampiran
l. Halaman ucapan terimakasih dan biografi desainer m. Cover belakang
3.2. Model Perancangan
Dalam perancangan buku panduan training ini digunakan model perancangan yang mengadaptasi model perancangan Dick & Carey.
Langkah-langkah model perancangan Dick & Carey dalam Shieny (2004) selengkapnya adalah sebagai berikut:
a. Tentukan tujuan instruksional, apa yang anda kehendaki agar para pelajar dapat lakukan setelah mereka melaksanakan instruksi tersebut.
b. Analisis tujuan instruksional tersebut. Yaitu sebuah ketentuan langkah demi langkah dari orang-orang lakukan ketika mereka melaksanakan tujuan mereka tersebut dan apa saja perilaku awal yang dibutuhkan
c. Analisis para pelajar dan konteks-konteks, konteks-konteks dimana kemampuan-kemampuan akan dipelajari dan konteks-konteks dimana kemampuan-kemampuan tersebut digunakan
d. Menuliskan tujuan pelaksanaan. Kemampuan perilaku spesifik yang dipelajari, kondisi-kondisi dimana kemampuan-kemampuan tersebut harus dilaksanakan dan kriteria untuk pelaksanaan yang sukses
e. Mengembangkan alat-alat evaluasi, didasarkan dari tujuan-tujuan yang diinginkan
f. Mengembangkan strategi instruksional, kenali strategi untuk mencapai tujuan yang diinginkan saat ini; penekanan presentasi informasi, latihan dan feedback, ujucoba.
g. Mengembangkan dan memilih instruksi, menggunakan strategi yang telah ditentukan untuk menghasilkan bahan-bahan instruksional
h. Mendesain dan melakukan evaluasi formatif. Ujicoba akan bahan-bahan instruksional dalam evaluasi-evaluasi terhadap, grup-grup kecil, maupun pada kondisi sebenarnya sehingga bahan-bahan ajar tersebut dapat dievaluasi dengan para pelajar dan direvisi sebelum didistribusikan
i. Merevisi instruksi, data dari evaluasi formatif tersebut dirangkum dan di interpretasikan dalam usaha untuk mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan yang dialami para pelajar dalam melaksanakan tujuan-tujuan dan untuk merelasikan kesulitan-kesulitan initerhadap kekurangan-kekurangan spesifik dalam bahan-bahan ajar/ instruksional
j. Evaluasi rangkuman dan evaluasi independent untuk menentukan nilai dari instruksi tersebut.
Langkah-langkah model perancangan Dick & Carey yang dipresentasikan oleh Hee Sun Lee dan Soo Young Lee sebagai berikut:
Stage 1. Instructional Goals
* Instructional Goal: Desirable state of affairs by instruction
* Needs Analysis : Analysis of a discrepancy between an instructional goal and the present state of affairs or a personal perception of needs.
Stage 2. Instructional Analysis
* Purpose : To determine the skills involved in reaching a goal
* Task Analysis (procedural analysis) : about the product of which would be a list of steps and the skills used at each step in the procedure
* Information-Processing Analysis : about the mental operations used by a person who has learned a complex skills
* Learning-Task Analysis : about the objectives of instruction that involve intellectual skills
Stage 3. Entry Behaviors and Learner Characteristics
* Purpose : To determine which of the required enabling skills the learners bring to the learning task
* Intellectual skills
* Abilities such as verbal comprehension and spatial orientation
* Traits of personality
Stage 4. Performance Objectives
* Purpose : To translate the needs and goals into specific and detailed objectives
* Functions : Determining whether the instruction related to its goals.
Focusing the lesson planning upon appropriate conditions of learning Guiding the development of measures of learner performance
Assisting learners in their study efforts.
Stage 5. Criterion-Referenced Test Items
*To diagnose an individual possessions of the necessary prerequisites for learning new skills
*To check the results of student learning during the process of a lesson
*To provide document of students progress for parents or administrators
*Useful in evaluating the instructional system itself (Formative/
Summative evaluation)
*Early determination of performance measures before development of lesson plan and instructional materials
Stage 6. Instructional Strategy
* Purpose : To outline how instructional activities will relate to the accomplishment of the objectives
*The best lesson design : Demonstrating knowledge about the learners, tasks reflected in the objectives, and effectiveness of teaching strategies
Stage 7. Instructional Meterials
* Purpose : To select printed or other media intended to convey events of instruction.
* Use of existing materials when it is possible
* Need for development of new materials, otherwise
* Role of teacher : It depends on the choice of delivery system
Stage 8. Formative Evaluation
* Purpose : To provide data for revising and improving instructional materials
* To revise the instruction so as to make it as effective as possible for larger number of students
* One on One : One evaluator sitting with one learner to interview
* Small Group
* Field Trial
Stage 9. Summative Evaluation
* Purpose : To study the effectiveness of system as a whole
* Conducted after the system has passed through its formative stage
* Small scale/ Large Scale
* Short period/ Long period
Gambar 1.3. Model perancangan Dick & Carey
Perancangan ini hanya akan mengambil sebagian dari langkah-langkah model Dick & Carey yang terdapat dalam (Shieny M.S, 2004, hal 43) karena tidak menggunakan langkah revisi dan evaluasi. Hal ini disebabkan keterbatasan waktu yang tersedia untuk pelaksanaan tugas akhir ini. Adapun langkah-langkah tersebut adalah:
a. Menentukan tujuan instruksional yang dikehendaki untuk dapat dilakukan target audiens setelah membaca dan mempelajari isi buku
b. Analisis target audiens, baik secara karakteristik maupun behaviouristik c. Menuliskan tujuan pelaksanaan. Kemampuan perilaku spesifik yang akan dipelajari oleh target audiens dan kriteria untuk pelaksanaan yang sukses dalam melaksanakan tujuan tersebut serta apa saja perilaku awal yang dibutuhkan
d. Mengembangkan strategi kreatif untuk menghasilkan bahan-bahan ajar atau instruksional.
3. 3. Struktur Perancangan
Berdasarkan model perancangan yang telah dipilih maka struktur perancangan buku panduan Training Sumber Daya Pelayan Tuhan dan Kepemimpinan ini adalah:
3.3.1. Menentukan tujuan instruksional perancangan buku
Diharapkan setelah membaca dan mempelajari buku ini, maka target audiens` mampu:
a. Mengetahui sejarah diadakannya training dan memahami tujuan dan visi misi kegiatan training Gereja Bethany Indonesia
b. Mengerti prosedur training yang wajib diikuti oleh pelayan Tuhan dan pemimpin di Gereja Bethany Indonesia
c. Memahami materi-materi training yang tersaji dalam buku panduan tersebut
d. Termotivasi untuk mempelajari lebih lanjut secara mandiri meskipun tidak dalam waktu training .
3.3.2. Menganalisa Target Audiens a. Sasaran Primer
Karena training ini hanya diadakan bagi pelayan Tuhan yang melayani dalam kebaktian remaja, kebaktian pemuda, kebaktian dewasa muda dan para guru sekolah minggu, maka kelompok umur yang menjadi sasaran primer buku ini adalah usia muda, secara spesifik dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Usia remaja +/- 14-17 tahun - Usia pemuda +/- 18-24 tahun
- Usia dewasa muda > 24 tahun / professional muda / pasangan muda
- Guru sekolah minggu, usianya beragam namun termasuk juga dalam kelompok usia muda
Target audiens tidak dapat dimasukkan dalam golongan tertentu karena secara demografis karena para pelayan Tuhan berasal dari latar belakang status ekonomi yang berbeda-beda, dari kelas bawah sampai menengah ke atas, juga latar belakang pendidikan dan berasal dari dunia kerja yang sangat beragam.
Demikian pula secara geografis target market buku ini mencakup scope yang cukup luas, mengingat training Sumber Daya Pelayan Tuhan dan Kepemimpinan akan diterapkan di seluruh cabang Gereja Bethany di Indonesia.
Secara behavioural dapat disimpulkan bahwa target market dari buku ini adalah umat Kristiani yang menjadi jemaat Gereja Bethany Indonesia
Sedang secara psikografis, yang menjadi target market adalah para pelayan Tuhan dan pemimpin kaum muda baik dalam sie remaja, pemuda dewasa muda maupun guru sekolah minggu yang mengikuti training Sumber Daya Pelayan Tuhan dan Kepemimpinan.
b. Sasaran sekunder
Sasaran sekunder dari buku ini adalah masyarakat pada umumnya, khususnya para kawula muda yang ingin membekali diri dengan pengetahuan Firman Tuhan tentang pelayanan dan kepemimpinan.
3.3.3. Merumuskan tujuan pelaksanaan perancangan buku
Menjelaskan tentang seluk-beluk training sehingga target audience mampu:
a. Menunjukkan apakah arti penting training sehingga : - Mengetahui apakah training itu
- Mengetahui sejarah diadakannya training - Memahami tujuan dan visi misi kegiatan ini
b. Menunjukkan prosedur training yang wajib diikuti sehingga target audience dapat:
- Mengetahui langkah apa yang harus dilakukan bila ingin berkomitmen melayani
- Memperoleh gambaran seperti apakah program pelatihan yang akan diikutinya
c. Menginformasikan materi-materi training yang tersaji dalam buku panduantersebut sehingga target audience dapat:
- Mengikuti sesi training baik sesi retret, tatap muka, konseling, pelatihan maupun sesi outbond dengan baik
- Memperoleh bimbingan yang ia butuhkan
pelayan Tuhan dan pemimpin di Gereja Bethany Indonesia
d. Menunjukkan standar, penghargaan dan evaluasi standar sehingga target audiens:
- Mengerti dirinya harus selalu hidup dalam integritas - Memiliki kehidupan rohani yang kuat
- Membantu menumbuhkan karakter dan tanggung jawab
e. Mendorong target audiens supaya mempelajari materi lebih lanjut secara mandiri meskipun tidak dalam waktu training sehingga target audiens:
- Memiliki dasar kehidupan doa pribadi dan perenungan firman Tuhan yang kuat
3.3.4. Menentukan strategi kreatif perancangan buku
Strategi kreatif meliputi perencanaan perancangan awal yang terdiri atas pengenalan karakteristik dan kebutuhan pembaca buku serta sajian apa dan bagaimana agar isi buku dapat sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pembaca tersebut.
Perancangan isi buku agar buku tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan dan karakteristik pembaca tapi juga secara teknis penyajian buku tersebut dapat tampil menarik secara visual dan mudah dipahami.
Hal-hal yang diterapkan dalam perancangan buku ini adalah:
a. Tampilan visual latar belakangnya menggambarkan setting dan suasana training serta efek gambar–gambar lain yang dapat memvisualkan isi.
b. Fungsi white space dimanfaatkan untuk memberikan keseimbangan dalam tampilan visual supaya tidak terlalu padat dengan kehadiran detail background dan tulisan.
c. Tiap halaman akan dibuat berwarna
3.3.5. Perancangan
Yang dimaksud dengan perancangan adalah aktivitas merencanakan isi buku dan konsep visualisasi buku sampai terwujud sebuah buku.
3.4. Konsep Isi Buku
Secara umum buku ini akan berisikan tentang training Sumber Daya Pelayan Tuhan dan Kepemimpinan yang diadakan bagi kawula muda pelayan Tuhan Gereja Bethany Indonesia. Yang antara lain meliputi:
a. Sejarah, tujuan dan visi misi training SDPT dan FAST” Excellent Leader “BOOT CAMP.
b. Prosedur dan persyaratan mengikuti training SDPT dan FAST “Excellent Leader “ BOOT CAMP
a. Penyajian materi training SDPT dan FAST “Excellent Leader “ BOOT CAMP.
b. Menunjukkan standar, penghargaan dan evaluasi standar dalam training FAST
“Excellent Leader “ BOOT CAMP
3.7. Proses perancangan
Proses perancangan isi buku panduan training Sumber Daya Pelayan Tuhan dan kepemimpinan dimulai dari:
a. Brainstorming ide
Ide untuk membuat buku panduan muncul pada saat akan mengajukan proposal tugas akhir. Pemilihan topik ini dilandasi oleh keinginan penulis untuk ikut serta memaksimalkan pemaknaan training Sumber Daya Pelayan Tuhan dan training FAST “Excellent Leader “ BOOT CAMP sehingga training-training tersebut tidak hanya diikuti sebagai pemenuhan persyaratan untuk melayani dan memimpin namun dilakukan dengan kesungguhan hati dan integritas yang tinggi sehingga nilai-nilai rohani yang terkandung didalamnya sungguh-sungguh tercermin dalam kehidupan para pelayan Tuhan dan pemimpin.
Biasanya kesulitan yang muncul pada waktu penyampaian materi adalah tidak adanya buku materi ataupun buku panduan bagi trainee. Seperti yang dihadapi penulis selama training, karena tidak memiliki materi-materi training yang tersusun secara runtut, penulis menghadapi masalah dalam berkonsentrasi penuh, mengingat dan memahami bahan-bahan training tersebut. Ada satu bukti yang dapat mendukung bahwa penyampaian materi akan dapat diterima dengan baik jika trainee mendapatkan buku panduan. Pada waktu penulis mengikuti International Church Growth Seminar dibagikan sejenis buku panduan tentang materi yang akan disampaikan, dan hal ini terbukti telah meningkatkan konsentrasi pada saat mendengarkan seminar juga akan mempermudah penulis jika ingin mempelajarinya kembali secara mandiri.
Atas dasar itulah itulah penulis berkeinginan untuk membuat buku panduan yang berisi materi training secara singkat disertai kolom-kolom kosong yang menuntut partisipasi trainee dalam pengisiannya.
b. Perancangan konsep buku panduan training Sumber Daya Pelayan Tuhan dan training Leadership FAST “Excellent Leader” BOOTCAMP
Tahap perancangan diawali dengan berbagai wawancara, pengumpulan data dan studi daftar pustaka. Adapun wawancara dilakukan dengan Ketua
Pelatihan dan Pengembangan (Litbang) Gereja Bethany Indonesia: Pdp. Angga Prasetya dan sekretaris Litbang: Caroline Sekarwati, S. psi.
Sedangkan untuk studi daftar pustaka, penulis banyak membaca buku- buku, newsletter, bulletin tentang kepemimpinan Kristen maupun kepemimpinan organisasi, antara lain:
- Pemimpin Yang Sedang Dibentuk, buku karangan Joice Meyer
- Kepemimpinan Kristiani Spiritualitas, Etika, dan Teknik-teknik Kepemimpinan dalam Era Penuh Perubahan, jurnal terbitan Unit Publikasi dan Informasi Sekolah Tinggi Teologi Jakarta
- Murid Sejati Suatu Pilihan Mutlak karangan Ir. Eddy Leo, M.Th
c. Merancang isi buku berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan
Pada tahap ini penulis mulai membuat kerangka dasar buku, antara lain memperkirakan jumlah halaman, jumlah bab dan materi masing-masing bab.
Materi isi training Sumber Daya Pelayan Tuhan didapat dari Sie Training Departemen Penggembalaan Pemuda Bethany Nginden Surabaya, sedangkan materi FAST “Excellent Leader” BOOT CAMP didapat dari pihak Penelitian dan Pengembangan Gereja Bethany Indonesia, hasil diskusi dan wawancara dengan ketua dan sekretaris Litbang Gereja Bethany Indonesia: Pdp. Angga Prasetya dan Caroline Sekarwati, S.Psi dan studi pustaka.
d. Menulis script buku
Script buku adalah rancangan isi buku yang masih berbentuk tulisan.
Pada tahap ini materi apa yang akan ditulis dalam buku sudah dipersiapkan secara matang dan setelah melalui tahap ini penulis hanya tinggal memvisualisasikan materi-materi tersebut. Dalam hal materi isi buku, penulis dibantu oleh pihak Litbang Gereja Bethany Indonesia, karena penulis diberikan materi berbentuk jilidan folio yang berisi tentang seluk beluk training dan materi secara keseluruhan.
e. Membuat desain visual
Pada tahap ini sudah ditentukan terperinci dengan detail halaman per halaman isi buku dan juga tulisan-tulisan apa sajakah yang akan terdapat dalam 1 halaman.
Pertama-tama dilakukan pembuatan thumbnail layout (perkiraan peletakan headline dan bodycopy) , termasuk pemilihan gambar dan foto yang akan digunakan apakah sesuai dengan kata-kata yang dicantumkan di halaman illustrasi. Thumbnail yang dipilih akan dikembangkan lebih lanjut, baik dalam hal pewarnaan maupun peletakan tulisan menjadi thight tissue.
f. Finishing dan editing dengan komputer
Dibagian ini efek-efek dari Photoshop akan dimaksimalkan. Kemudian thight tissue akan diperiksa kembali baik dari segi peletakan huruf dan warna, menghasilkan hasil akhir yang disebut finish ad yang siap dicetak di jenis kertas dan ketebalan kertas yang diinginkan.