• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. KONSEP DESAIN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. KONSEP DESAIN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

3. KONSEP DESAIN 3.1. Konsep Kreatif Perancangan Komik

3.1.1. Tujuan Kreatif

Tujuan kreatif dari suatu perancangan komik adalah memiliki suatu pesan utama cerita, keuntungan yang ditawarkan dan respon yang diharapkan.

Pesan pokok dalam perancangan Komik yang mengisahkan tentang Saul (1 Samuel 8-14) ini, adalah agar kisah dari Saul mampu memberikan hikmah bagi para pembaca, agar selalu mau berserah kepada Tuhan, selalu taat dan setia kepada kehendak Tuhan. Tidak seperti Saul yang hidup dengan tidak taat pada Tuhan, sehingga hidupnya pun tidak bahagia dan sejahtera.

Keuntungan yang ditawarkan adalah penyampaian pembahasan Alkitab dari kitab 1 Samuel 8-14, dengan gaya komik sehingga lebih menarik dan imaginatif, serta mudah dimengerti baik dari segi layout, ilustrasi maupun alur cerita.

Melalui pesan pokok dan manfaat yang ditawarkan dari perancangan ini diharapkan akan memperoleh respon positif dari target audience. Respon positif tersebut adalah :

• Timbulnya ketertarikan target audience untuk membaca komik.

Target audience dapat memahami isi pesan yang disampaikan dalam cerita yang disampaikan dalam komik.

Target audience memperoleh wawasan dan mampu merespon pesan tersebut melalui tindakan nyata ke dalam kehidupan sehari-hari.

3.1.2. Strategi Kreatif

Dalam suatu perancangan diharapkan dapat memiliki suatu potensi. Dalam perancangan komik ini, memiliki potensi untuk memberikan gambaran tentang kitab 1 Samuel 8-14, yang memiliki pesan untuk selalu taat dan setia pada Tuhan, sehingga Tuhan pun akan selalu menyertai. Dalam perancangan komik, dipakai tokoh yang dikenal sebagai tokoh yang tidak baik untuk menyampaikan pesan tersebut.

(2)

3.1.3. Khalayak Sasaran

Khalayak sasaran atau target audience adalah sekelompok konsumen yang menjadi sasaran produk. Secara spesifik, target audience dideskripsikan dengan jelas melalui 4 segmen utama yang membedakan target audience dari audience lain di luar sasaran produk, yaitu :

3.1.3.1. Demografis

Segmen yang mendeskripsikan target audience berdasarkan usia, etnis, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan jenis kelamin.

Target audience dari perancangan komik ini dikhususkan bagi kaum muda Kristen, yaitu remaja yang berusia kurang lebih 13 sampai dengan 22 tahun. Dengan tingkat pendidikan SLTP, SLTA, dan mahasiswa.

3.1.3.2. Geografis

Segmen yang mendeskripsikan target audience berdasarkan tempat tertentu, daerah, desa/kota, jarak dekat/jauh dengan pusat.

Target utama yang dituju adalah komunitas kaum muda Kristen di kota Surabaya.

3.1.3.3. Psikografis

Segmen yang mendeskripsikan target audience berdasarkan minat, orientasi, dan gaya hidup.

Target audience adalah remaja yang memiliki kegemaran khusus pada komik, dalam batasan yang sesuai dengan norma susila dan agama, serta mau hidup sesuai dengan Firman Tuhan dan menjalankan ketepan-ketetapanNya.

3.1.3.4. Psikografis

Segmen yang mendeskripsikan target audience berdasarkan perilaku dan kebiasaan hidup sehari-hari.

Target audience adalah remaja Kristen yang suka membaca buku-buku bacaaan, termasuk juga Alkitab.

(3)

3.2. Konsep Rancangan Komik 3.2.1. Judul Rancangan Komik 3.2.1.1. Judul Utama Komik

Judul utam komik adalah “Saul : Raja Yang Tidak Taat”. Judul ini diambil karena disesuaikan dengan isi cerita komik yang menceriterakan tentang kehidupan Raja Saul yang tidak taat terhadap perintah Tuhan.

3.2.1.2. Sub-Sub Judul

Ada empat sub judul dalam perancangan komik ini : 1) Bab 1 : “Seorang raja !”

2) Bab 2 : “Inilah raja”

3) Bab 3 : “Kepahlawanan Raja” 4) Bab 4 : “Kegagalan Raja”

3.2.2. Tema Cerita

Tema yang diangkat adalah pembahasan Alkitab dari kitab 1 Samuel 8-31, yakni mengenai Saul yang merupakan raja pertama bangsa Israel. Kitab ini mengisahkan tentang kehidupan yang tidak berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan dan akibat yang ditanggungnya.

3.2.3. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan komik ini dibuat adalah untuk menyampaikan isi pesan Alkitab yang terdapat dalam kitab 1 Samuel 8-14, yang banyak berkisah tentang raja Saul sebagai seorang pemuda yang dikasihi Tuhan, hingga Saul menjadi raja Israel yang tidak taat pada Tuhan.

Inti pesan yang ingin disampaikan terdapat pada kitab 1 Samuel 13 : 13-14, yang bertuliskan :

13 Kata Samuel kepada Saul :

“Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, AllahMu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya Tuhan

mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. 14 Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja

atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu.”

(4)

Yaitu agar pembaca selalu taat dan mengikuti perintah Tuhan. Jika tidak demikian, maka penolakan Tuhan terhadap Saul sebagai akibat dari ketidaktaatannya, juga akan terjadi dalam hidup pembaca.

3.2.4. Bentuk Penyajian dan Variasi Tampilan

Bentuk penyajian karya adalah dalam bentuk buku komik.

3.2.5. Jumlah Seri

Jumlah seri komik adalah satu.

3.2.6. Ukuran dan Jumlah Halaman

Ukuran komik adalah ukuran A5 (21 x 14.85 cm), dengan jumlah halaman 70 halaman.

3.2.7. Sinopsis

Tuhan meminta kita sebagai umatNya, untuk selalu hidup dalam Firman dan ketetapanNya. Dan Allah pun berjanji akan selalu menjaga dan melindungi kita. Begitu juga dalam kehidupan Saul, raja pertama orang Israel. Saul hidup sesuai dengan Firman Tuhan, sehingga Tuhan selalu melindunginya dalam peperangan. Hidup Saul sangat berkenan di hadapan Tuhan.

Seiring berjalan waktu, kehidupan Saul pun berubah. Saul mulai tidak taat pada perintah Tuhan, bahkan tidak mengandalkan Tuhan, tetapi kekuatan sendiri. Saul takut pada orang banyak, bukan kepada Tuhan.

Kehidupan Saul sangat mirip dengan kehidupan kita selaku kaum muda. Kita sering lupa pada Tuhan, kita sering mengandalkan diri sendiri daripada Tuhan, dan juga tidak peduli terhadap FirmanNya. Kehidupan Saul telah menjadi hikmah bagi kita. Hiduplah selalu dalam Tuhan. Andalkan Tuhan selalu dalam hidupmu. Maka Tuhan pun berjanji akan selalu melindungi kita senantiasa.

(5)

3.2.8. Setting Cerita

Setting cerita mengambil setting lokasi sesuai pada ayat di Alkitab. Secara umum, setting diambil pada jaman 1100 SM, di Negeri Kanaan. Secara khusus, setting yang diambil adalah Pegunungan Efraim, Kota Gibea, Kota Yabesy, Kota Gilgal.

Gambar 3.1. Kota Yerusalem kuno

Sumber : http://www.allaboutarchaeology.org/images/ancient-jerusalem-the-city-of-david.jpg

Pada konsep perancangan komik ini juga dilakukan studi properti untuk dapat lebih mengenal dan lebih mengetahui perihal budaya bangsa Israel pada masa itu.

Gambar 3.2. Rumah pada dinding-dinding gunung Yerusalem Sumber : Sven Gillsater, “Pia’s Journey To the Holy Land”

(Penerbit : HARCOURT, BRACE & WORLD, INC. 757 Third Avenue, New York, NY.), hal 19

(6)

Gambar 3.3. Pakaian para Imam (Baju Efod)

Sumber : Kitab Suci Untuk Anak-Anak 5, “Raja Daud dan Raja Salomo” (Penerbit : Kanisius, 1999), hal 20

Gambar 3.4. Penggembala di Israel

Sumber : Sven Gillsater, “Pia’s Journey To the Holy Land”

(Penerbit : HARCOURT, BRACE & WORLD, INC. 757 Third Avenue, New York, NY.), hal 27, 41.

(7)

Gambar 3.5. Baju laki-laki bangsa Israel

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia, “Pahlawan-Pahlawan Iman Komik Alkitab : Kisah Yusuf”

(Penerbit : LAI – Ciluar, Bogor), hal 18-19.

Gambar 3.6. Baju wanita bangsa Israel Sumber : Sven Gillsater, “Pia’s

Journey To the Holy Land” (Penerbit : HARCOURT, BRACE &

WORLD, INC. 757 Third Avenue, New York, NY.), hal 21

Sumber : Lembaga Alkitab Indonesia, “Pahlawan-Pahlawan Iman Komik Alkitab : Kisah Paulus” (Penerbit : LAI – Ciluar, Bogor), hal

17.

3.2.9. Konflik

Konflik dalam komik ini adalah tentang ketidaktaatan Saul pada Tuhan. Tuhan meminta Saul untuk tetap taat dan menurut pada perintahNya. Tetapi Saul tidak mampu melakukannya, sehingga akhirnya Tuhan meninggalkan Saul.

(8)

3.3. Konsep Karakter Tokoh Cerita 3.3.1. Karakter Tokoh Utama

3.3.1.1. Saul

Saul atau Sha’ul (bahasa Yahudi) adalah raja pertama Israel menurut Alkitab perjanjian lama. Dikisahkan, dalam kitab Samuel, Saul adalah seorang pemuda yang tinggi, dan tampan parasnya (1 Samuel. 9. 2).

Selain itu, sikapnya juga rendah hati (1 Samuel. 9. 21), pemberani (1 Samuel. 11), dan juga penuh dengan Roh Tuhan (1 Samuel. 10. 6). Sifatnya yang demikian, akhirnya membuatnya menjadi seorang raja yang dikasihi rakyatnya dan seorang umat yang dikasihi oleh Tuhan.

Namun sifat-sifatnya yang baik tersebut akhirnya mulai hilang selama ia menjadi raja. Saul menjadi tidak taat pada Tuhan, sehingga menyebabkan Tuhan pun meninggalkan Saul.

3.3.1.2. Rujukan / Referensi Karakter

Tokoh / karakter Saul dari berbagai buku dan film.

Gambar. 3.7. Karakter Saul dari berbagai buku dan film

Tokoh referensi untuk pembuatan karakter Saul pada komik ini diambil pada tokoh Hercules pada film “Hercules : The Legendary Journey’s”. Tokoh Hercules ini memiliki sifat yang sama dengan Saul ketika muda, yaitu pemberani, rendah hati, tinggi, serta wajah yang tampan. Karena kecocokan ini, maka dipilih tokoh Hercules ini sebagai referensi karakter Saul yang baru.

(9)

Gambar. 3.8. Hercules

3.3.1.3. Final Desain Karakter

Gambar. 3.9. Final Desain Karakter Saul

3.3.2. Karakter Tokoh Pendukung 3.3.2.1. Samuel

Samuel adalah anak dari Hana dan Elkana, yang ‘diberikan’ ke bait Allah untuk mengabdikan hidupnya pada Tuhan sebagai seorang nabi. Dikisahkan dalam kitab, Samuel adalah seorang yang baik di hadapan Tuhan (1 Samuel. 2. 26). Samuel merupakan hakim terakhir dan terbesar (Kisah Para Rasul 13:20) dan yang pertama di antara para nabi (Kisah Para Rasul 3:24).

Samuel adalah salah seorang nabi yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa. Samuel mendirikan misa-misa yang teratur di Shiloh, dimana dia membangun sebuah altar; dan di Ramah Samuel mengumpulkan pria-pria muda

(10)

dan mendirikan sebuah sekolah nabi. Sekolah nabi ini juga didirikan di Gibea, Bethel, Gilgal, dan Yeriko, sehingga memberikan sebuah pengaruh yang penting terhadap karakter nasional dan pemeliharaan agama.

• Rujukan / referensi karakter

Gambar 3.10. Karakter Samuel dari berbagai buku

Karakter Nabi Samuel ini digambarkan sebagai orang tua berambut putih dan berjanggut.

• Final desain karakter

Gambar. 3.11. Final Desain Karakter Samuel 3.3.2.2. Yonatan

Yonatan adalah salah satu dari Putra Saul, dan merupakan putra sulung Saul. Keberanian dan semangat Yonatan sebagai pendekar dikenang dalam nyanyian ratapan Daud (2 Samuel 1 : 22), yang diperlihatkan ketika ia sendirian menyerang garis depan tentara Filistin. Yonatan juga merupakan sahabat dari Daud, raja kedua bangsa Israel.

Secara jasmani dan rohani, Yonatan merupakan teladan tentang kesetiaan kepada kebenaran dan persahabatan, maupun dalam hal mendamaikan orang, yang merupakan tugas dari anak-anak Allah.

(11)

• Rujukan / referensi karakter

Gambar. 3.12. Karakter Yonatan dari berbagai buku

Sebagai anak dari Saul, maka karakter Yonatan ini dibuat mirip dengan Saul ketika muda. Yang membedakan adalah tinggi badan Yonatan yang lebih pendek daripada Saul.

• Final desain karakter

Gambar. 3.13. Final Desain Karakter Yonatan.

3.4. Konsep Dasar Gaya Desain

Konsep dasar gaya desain yang dipakai dalam perancangan komik adalah gaya gambar manga (komik Jepang), yang disesuaikan dengan target audience remaja usia 13-22 tahun.

3.5. Konsep Warna

Konsep warna yang digunakan dalam isi komik adalah campuran. Sebagian besar isi komik memakai pewarnaan hitam putih, sedangkan beberapa gambar peralihan antar bab memakai pewarnaan full colour, agar komik dapat menjadi lebih menarik.

Pemakaian konsep warna dalam ilustrasi pada cover depan komik serta poster adalah full colour, dengan pewarnaan yang sesuai dengan ilustrasi.

(12)

3.6. Teknik Pengerjaan

Teknik pengerjaan isi komik secara garis besar adalah teknik manual, baik berupa sketsa, dan inking (penintaan). Penulisan huruf (balon kata) pada komik dikerjakan pada komputer. Selain itu juga pemberian efek dan pewarnaan komik dikerjakan di komputer.

Teknik pengerjaan pada cover depan serta poster, digambar secara manual, yang kemudian diwarna di komputer.

3.7. Konsep Font 3.7.1. Font Judul

Font yang dipakai adalah “Snipple”, yang memberi kesan mewah, yang melambangkan kemewahan seorang raja. Dan juga huruf ini mempunyai kesan budaya timur-tengah dengan hurufnya yang tampak melengkung, disesuaikan dengan kehidupan bangsa Israel pada saat itu.

3.7.2. Font Nama Pengarang

Font nama pengarang menggunakan “Arial Narrow”, untuk memberikan kesan sederhana.

3.7.3. Font Teks Narasi

Font teks narasi yang dipakai adalah Comic Sans Ms, karena huruf ini sangat mudah dibaca/ legible, selain itu huruf ini merupakan huruf standar dalam pembuatan komik.

3.8. Storyline

3.8.1. Bab 1 : “Seorang raja!”

Bangsa Israel, bangsa yang dipilih oleh Tuhan sendiri sebagai umatNya. Akan tetapi, bangsa Israel hidup di luar kehendak Tuhan. Mereka hidup dengan suka hati dan tidak mau mentaati perintah Tuhan. Sehingga Allah pun mengangkat hakim atas seluruh Israel sebagai perantara Allah dengan umatNya. Hakim adalah perantara, dan Allah adalah pemimpinnya. Mulai dari Musa, Yosua, Samson, Deborah, dan banyak lagi, hingga Nabi Samuel.

(13)

Nabi Samuel adalah seorang hakim yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Akan tetapi, Nabi Samuel mulai beranjak tua. Bangsa Israel pun meminta raja atas mereka, bukan hakim lagi. Mereka ingin sama dengan bangsa lain yang mempunyai raja atas mereka. Walau permintaan ini sempat tidak disetujui, akhirnya Allah dan Samuel menyetujui dengan kekecewaan.

3.8.2. Bab 2 : ”Inilah raja”

Di daerah Benyamin, hiduplah seorang pemuda bernama Saul, anak Kisy, seorang yang elok rupanya, dan dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. Suatu hari, Saul diperintahkan ayahnya untuk mencari keledai-keledai yang hilang, bersama seorang bujangnya. Lama dicari, tetapi mereka tidak juga menemukan keledai-keledai yang hilang itu.

Bujang Saul pun mengajak Saul untuk menemui seorang pelihat (red. Nabi) dari Israel yang mungkin dapat memberitahukan mereka ke mana mereka harus pergi. Setelah mencari, mereka pun bertemu dengan Samuel, seorang nabi itu. Ketika bertemu dengan Saul, teringatlah Samuel kepada Firman Tuhan yang telah datang kepadanya.

Nabi Samuel pun mengundang Saul beserta bujangnya ke rumahnya, dan mengajaknya untuk makan bersama. Sesudah itu, turunlah mereka ke kota, dan Samuel serta Saul pun bercakap-cakap di atas Sotoh. Sesudah fajar menyingsing, Samuel berkata pada Saul untuk meminta bujangnya untuk pulang, karena ada hal yang harus diberitahukan pada Saul, yakni Firman Allah.

Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak dan dituangkan di atas kepala Saul, dan diciumnya. Demikianlah Saul diurapi sebagai raja atas seluruh Israel. Kemudian Samuel mengatakan pada Saul, segala tanda-tanda yang akan terjadi pada Saul hari itu juga, setelah mereka berpisah. Setelah mereka berpisah, terjadilah tanda-tanda itu :

1. Dekat kubur Rahel, bertemu dengan dua orang laki-laki, yang mengatakan bahwa keledai-keledai itu telah ditemukan.

2. Dekat pohon tarbantin Tabor, bertemu dengan tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel. Mereka akan memberi salam dan memberi dua ketul roti pada Saul.

(14)

3. Di Gibea Allah, bertemu dengan serombongan nabi yang sedang kepenuhan dan membawa gambus, rebana, suling dan kecapi. Dan Saul akan kepenuhan sama seperti nabi.

Sesudah itu pulanglah Saul beserta bujangnya, dan dismabut oleh paman Saul. Saul pun menceritakan apa yang telah terjadi, kecuali perihal dia menjadi raja seperti yang dikatakan Samuel.

3.8.3. Bab 3 : Kepahlawanan Raja

Suatu ketika, seorang pria bernama Nahas, dari bani Amon, ia dan bani Amon menyerang dan mengepung Yabesy-Gilead. Ia mengadakan perjanjian dengan orang Israel, jika tidak ada seorang pun yang menyelamatkan orang-orang Yabesy dalam waktu tujuh hari, maka ia akan mencungkil mata kanan semua orang Israel.

Sesudah bani Amon pergi, datanglah Saul yang baru pulang, dan melihat banyak orang-orang Yabesy yang menangis. Setelah mengetahui apa yang terjadi, ia pun marah. Ia mengambil sepasang lembu, lalu dipotong-potongnya, dan disebarkan ke seluruh daerah Israel dengan pesan, “Siapa yang tidak mengikuti Saul dan mengikuti Samuel, lembu-lembunya akan diperlakukan demikian.” Lalu Tuhan mendatangkan ketakuatan kepada bangsa itu, sehingga majulah bangsa Israel secara serentak. Dan akhirnya mereka berhasil memukul mundur Nahas dan bani Amon.

Setelah kemenangan itu, Samuel pun mangajak Saul dan seluruh bangsa Israel untuk membaharui jabatan raja di Gilgal. Di sana mereka menjadikan Saul sebagai raja di hadapan Tuhan dan mempersembahkan korban keselamatan di hadapan Tuhan.

Sesudah itu, Samuel pun minta diri dari bangsa Israel.

3.8.4. Bab 4 : ”Kegagalan Raja”

(I Samuel 14 : 47-52) Setelah Saul mendapat jabatan raja atas Israel, maka berperanglah ia ke seluruh penjuru melawan seluruh musuhnya. Dan kemana pun ia pergi, ia selalu mendapat kemenangan, sebab Allah selalu besertanya.

(15)

Dua tahun kemudian, bangsa Israel sedang berperang melawan bangsa Filistin. Dalam peperangan itu, bangsa Israel yang sempat menang, terpaksa mundur karena semakin banyaknya bangsa Filistin yang maju untuk berperang. Banyak dari bangsa Israel yang bersembunyi di gua-gua, bukit, bahkan ada yang pergi menyebrangi Sungai Yordan. Sementara itu, Saul dan Yonatan, anaknya, beserta bangsa Israel lainnya masih tinggal di Gilgal.

Saul menunggu kedatangan Samuel selama tujuh hari seperti yang telah dikatakan Samuel kepadanya. Tetapi, saat Samuel tidak datang-datang juga, rakyat pun mulai gelisah dan meninggalkan ia. Melihat itu, Saul pun mengambil korban bakaran dan korban keselamatan itu dan mempersembahkannya. Padahal hal itu hanya boleh dilakukan oleh Samuel selaku seorang nabi.

Ketika Samuel datang, dan ia melihat bahwa korban bakaran sudah dipersembahkan, maka marahlah Samuel kepada Saul, karena ia tidak mengikuti perintah Allah, malah lebih takut kepada rakyat. Kemudian Samuel berkata bahwa karena hal ini, Tuhan tidak akan mengokohkan kerajaan Saul atas Israel untuk selama-lamanya. Mendengar itu, Saul pun menyesal dan memohon ampun. Tapi semuanya sudah terlambat.

Sesudah itu, pergilah Samuel ke Gibea Benyamin. Kemudian, karena kemarahan Samuel, Saul menjadi takut. Tetapi Yonatan, anaknya, maju dan berhasil mendorong mundur orang Filistin. Setelah hal ini kedengaran oleh Saul, maka Saul pun ikut maju, sehingga mereka menang.

(16)

3.9. Hasil Analisa Data

Sebelum melakukan proses pengerjaan perancangan komik, perlu dilakukan pengumpulan data untuk mengetahui selera konsumen sehingga hasil perancangan komik ini dapat menjadi lebih maksimal. Pengumpulan data ini dilakukan melalui kuisoner yang disebarkan kepada target konsumen, yaitu remaja dan pemuda usia 13-22 tahun.

3.9.1. Data Responden

No. Nama Jenis

Kelamin Usia Pekerjaan

1. Rachel Stephanie P 18 Pelajar

2. Olive P 17 Pelajar

3. Shienny Cecilia P 21 Mahasiswa

4. Siska P 17 Pelajar 5. Cha-Cha P 16 Pelajar 6. Fonny P 17 Pelajar 7. Sarah. T P 17 Pelajar 8. Yessy P 17 Pelajar 9. Veve P 17 Pelajar 10. Fransisca P 16 Pelajar 11. Michael L 17 Pelajar

12. Stefanus Zefanya. H L 17 Pelajar

13. Gede Andreas L 19 Karyawan

14. Chandra Hartono L 21 Mahasiswa

15. Yoseph L 22 Mahasiswa

16. Lousie. A. G P 17 Pelajar

17. Cindy P 17 Pelajar

18. Yanti Susilowati P 17 Pelajar

19. Michael Christian. M L 20 Mahasiswa

20. David L 22 Wiraswasta

21. Khrisnamurti L 19 Mahasiswa

22. Denny Purnomo L 22 Mahasiswa

23. Yuanita P 16 Pelajar

24. Hedi Melisa P 17 Pelajar

25. Marissa P 17 Pelajar

26. Febe P 22 Pegawai Swasta

27. Laura Magdalena. H P 18 Pelajar

28. Meli P 17 Pelajar

29. Aprilina P 19 Pelajar

30. Maria Megawati P 18 Accounting Div.

31. Elyana Ekawati P 20 Karyawan

32. Evan Rahardja L 22 Mahasiswa

(17)

34. Suherdy Yacob L 22 Mahasiswa

35. Argo Yanuar L 22 -

36. Ovita P 20 Karyawati

37. Nia P 22 Pegawai Swasta

38. Maya P 21 Pegawai Swasta

39. Ester Handayani P 15 Pelajar

40. Lydia P 19 Mahasiswa

41. Jessiaca P 18 Mahasiswa

42. Citra P 19 Mahasiswa

43. Yohanna Prasetio P 19 Mahasiswa

44. Margaretha. D P 19 Mahasiswa 45. Yuliana P 19 Mahasiswa 46. Weny. S P 21 Mahasiswa 47. Argio L 22 Mahasiswa 48. Rosaline P 21 Mahasiswa 49. Cynthia. D P 22 Mahasiswa 50. Grace. L P 21 Mahasiswa

51. Stefani Noerhadi P 22 Mahasiswa

51. Yessica. M P 21 Mahasiswa

53. Irma Juwitasari. H P 22 Structural Engineer

54. Mindawati Wijaya P 22 Mahasiswa

55. Lisa P 19 Mahasiswa

56. Margareth Andreas P 22 Graphic Designer

57. Gabriella P 13 Pelajar

58. Sisti Intan. P P 17 Pelajar

59. Andrie Lesmana L 22 Mahasiswa

60. Andreas Librawan L 21 Guru Piano

61. Andre L 21 Pegawai Swasta

62. Thomas Tirtajan L 22 Pegawai Swasta

63. Hayden Leonardo L 22 Mahasiswa

64. Dennis L 20 Pegawai Swasta

65. Andrianto. P L 22 Mahasiswa

66. Yunita Natalia P 18 Mahasiswa

67. Stefanie P 18 Mahasiswa

68. Sindy Yustanto P 22 Layouter

69. Endy Poernomo L 22 Mahasiswa

70. Yulius L 16 Pelajar

71. Fenny Katharina. S P 19 Mahasiswa

72. Samuel Yehezkiel L 17 Pelajar

73. David Andrian. D L 14 Pelajar

74. Elfira Rosalim P 22 Mahasiswa

(18)

3.9.2. Jawaban Kuisoner

1. Komik. Pastinya kita akrab dengan benda satu ini. Biasanya, kalau terbit komik baru, kamu lebih suka….

a. Beli b. Pinjam

Jawaban A Jawaban B

Target audiens lebih banyak membeli komik baru daripada meminjam, karena menurut target audiens, membeli komik lebih murah karena bisa dibaca berulang kali. 2. Apa yang menjadi pertimbanganmu dalam memilih sebuah komik? (boleh lebih dari

1).

( ) Jalan cerita ( ) Harga

( ) Pengarang ( ) Karakter / ilustrasi

Jalan Cerita Pengarang Harga

Karakter/Ilustrasi

Target audiens lebih banyak membeli atau meminjam komik berdasarkan jalan cerita komik, setelah itu ilustrasi. Target audiens berpendapat bahwa kedua hal tadi merupakan syarat yang mutlak untuk membeli komik.

(19)

3. Apa manfaat membaca komik bagimu? a. Sebagai hiburan / mengisi

waktu luang saja. b. Sebagai hobby

c. Sebagai pelajaran yang menambah nilai-nilai moral.

d. Sebagai pengetahuan. e. Lainnya (sebutkan……… ………) Jawaban A Jawaban B Jawaban C Jawaban D Jawaban E

Target audiens lebih banyak membaca komik sebagai hiburan dan mengisi waktu luang saja.

4. Bonus apa yang kamu harapkan jika membeli komik? a. Pembatas buku

b. Poster c.d. Stiker Apa saja boleh

Jawaban A Jawaban B Jawaban C Jawaban D

Menurut target audiens, bonus tidak menjadi masalah ketika membeli sebuah komik. Beberapa berpendapat bahwa mendapatkan bonus saja sudah bagus, jadi apapun jenis bonusnya tidak menjadi masalah.

5. Menurutmu, komik yang menarik itu…. a. Komik hitam putih (black

and white) b. Campuran (BW + colour)

Jawaban A Jawaban B

(20)

6. Gaya gambar komik yang bagaimana yang kamu suka? a. Gaya Komik Jepang

b. Gaya Komik Amerika c.d. Gaya Komik Eropa Gaya Komik Lokal

Jawaban A Jawaban B Jawaban C Jawaban D

Target audiens lebih banyak memilih komik dengan gaya gambar Jepang. Hal ini banyak disebabkan oleh banyaknya komik (manga)dan film kartun (anime) Jepang yang masuk di Indonesia.

7. Jika kamu pernah membaca komik bertema rohani / religi, manfaat apa yang kamu dapat?

a. Meningkatkan Iman

b. Mendapatkan informasi tentang kisah-kisah yang ada di dalam Kitab Suci c. Mengetahui nilai-nilai moral yang ada dalam Kitab Suci

d. Lainnya

Jawaban A Jawaban B Jawaban C Jawaban D

Target audiens berpendapat bahwa adanya komik rohani yang terbit di pasaran, telah membantu target audiens untuk lebih mengetahui nilai-nilai moral yang ada dalam Kitab Suci.

Gambar

Gambar 3.2. Rumah pada dinding-dinding gunung Yerusalem  Sumber : Sven Gillsater, “Pia’s Journey To the Holy Land”
Gambar 3.3. Pakaian para Imam (Baju Efod)
Gambar 3.5. Baju laki-laki bangsa Israel
Gambar 3.10. Karakter Samuel dari berbagai buku

Referensi

Dokumen terkait

Alien kecil itu bernama Poprys dan setelah melakukan serangkaian hal aneh pada Ricky, Poprys akhirnya mampu berbicara dalam bahasa manusia (Bahasa Indonesia), dia bercerita bahwa

Visualisasi lagu dalam media video musik selain sebagai media pendukung sekaligus promosi juga merupakan suatu sarana yang dapat mendekatkan audience atau penikmat lagu

Sesudah itu Yusuf menahan salah seorang dari saudaranya, yaitu Simeon anak yang kedua untuk dijadikan jaminan, sementara yang lain harus pulang untuk kembali membawa adik mereka

Adalah warna yang terdiri dari satu warna saja, namun kedalamannya tergambarkan dalam kualitas gelap terangnya. Warna monochrome digunakan untuk mengidentifikasikan

Post card (kartu pos) merupakan salah satu media promosi below-the-line yang dapat menarik perhatian target market dan dibuat untuk mendukung promosi dari peluncuran ini buku

Diantaranya adalah, Matahari yang dianggap sebagai Apollo, sang dewa matahari dan cahaya dalam kepercayaan Yunani kuno; planet Merkurius yang diambil dari nama dewa Hermes; Venus

Bidang gambar diberikan titik berwarna, sesuai dengan bentuk obyeknya yang dari kejauhan seakan-akan menyatu, yang dapat mencapai tiga dimensi yang menggambarkan

Sebagai salah satu elemen dalam desain, tipografi juga dapat berekspresi dan membawa emosi, menunjukkan pergerakan elemen dalam desain, dan memperkuat arah dari suatu desain