3. KONSEP DESAIN
3.1. Tinjauan tentang Gambar
3.1.1. Tinjauan tentang Unsur Gambar
Unsur-unsur dalam gambar harus dapat dikenali dan dipahami oleh para seniman, khususnya yang berkecimpung di dunia ilustrasi. Hal ini agar supaya seniman dapat mengeksploitasi ide-ide yang terkandung didalamnya dan menerapkannya dalam bidang dua ataupun tiga dimensi.
3.1.1.1. Garis (Line)
Garis adalah sesuatu yang memiliki bentuk yang bersifat memanjang, tanda tepi sebuah bentuk, juga sebagai bentuk yang bersifat tulisan, sebagai ungkapan ekspresi gerakan-gerakan emosional. Menurut Rathbun and Hayers, garis dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
a. Calligrapic Lines b. Out Lines
c. Countur Lines d. Expressive Lines
Garis-gari ekspresif adalah garis-garis yang mewakili suasana batin stiap orang. Beberapa karakter garis-garis ekspresif adalah:
a. Ekspresi kesusahan, kelelahan b. Kebangkitan, tolak keatas c. Berirama datar, malas d. Bercita-cita, tak terduga e. Perluasan terbatas, nostalgia
f. Kemerdekaan, kebebasan tak terbatas g. Gaya berat kebawah, berat irama murni h. Mengambang keatas, suasana gembira i. Tenang, istirahat
j. Stabil, mulia
k. Kekuatan, kekerasan l. Tidak stabil, bergerak m. Berat
n. Meninggi, keagamaan o. Gembira, molek, remaja p. Kelahiran, putaran, kekuatan q. Fantastis, kegembiraan ringan r. Perang, kebencian
s. Kegairahan
t. Pemusnahan, letusan, spontan (dalam Mudjiono and Irawan 5-8)
3.1.1.2. Kualitas Gelap Terang (Value)
Merupakan tingkatan nilai (value) dari warna putih atau cerah ke warna hitam atau gelap. Berfungsi untuk memberikan kejelasan perihal bentuk suatu objek dlam karya agar tampak lebih hidup dan nyata. Juga untuk memperjelas arah sumber cahaya yang menimpa objek.
3.1.1.3. Bentuk dan Ruang (Shape and Space)
Bentuk merupakan perpotongan beberapa garis yang saling bersimpangan/melintas dari berbagai macam arah pada bagian ujung pangkalnya dan ditentukan oleh kontur dari garis yang membentuk tepian dari bidang datar tersebut. Sedangkan ruang adalah keluasan dari bidang yang terbentuk akibat dari adanya bentuk. (Mudjiono and Irawan 15-18)
3.1.1.4. Pola (Pattern)
Pola adalah susunan yang terdiri dari berbagai macam benda dalam suatu bidang. Susunan tersebut bisa terjadi secara alamiah atau memang diatur oleh manusia. Fungsinya adalah untuk menambah unsur keindahan dan kesan yang lebih mendalam.
3.1.1.5. Tekstur (Texture)
Tekstur ialah nilai raba pada suatu permukaan baik berupa bidang maupun bentuk. Tekstur dibedakan menjadi dua jenis:
a. Tekstur Nyata, yaitu nilai raba suatu permukaan yang memiliki nilai yang sama saat diraba.
b. Tekstur Semu, yaitu nilai raba suatu permukaan yang tidak memiliki nilai yang sama saat diraba.
Adapun tujuan membuat tekstur ialah untuk:
a. Memberi kesan maju atau mundur b. Mencerahkan atau meredupkan suasana c. Memantulkan/menyerap cahaya/sinar d. Untuk mengunci warna
(Mudjiono and Irawan 32-34)
3.1.1.6. Warna (Colors)
Menurut Mudjiono dan Irawan (19), “warna adalah salah satu unsur seni rupa yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia”. Karena itu warna mempunyai kekuatan kesan yang universal. Mulai kebutuhan visual sampai dengan keperluan hidup manusia hampir tidak meninggalkan penggunaan warna.
Baik kebutuhan praktis sampai dengan kebutuhan non praktis. Disamping itu warna dapat menjdai bentuk visual yang mampu mempengaruhi jiwa manusia.
a. Klasifikasi Warna berdasarkan Spektrum Warna
Warna spectrum ditemukan oleh Issac Newton pada abad XVII. Yaitu sebuah warna sinar yang dipantulkan ke sebuah prisma dan dari pembiasan itu menghasilkan sinar warna-warna pelangi, yaitu: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu.
Gambar 3.1. Spektrum Warna
Sumber: http://alvinanddiarycupuku.blogspot.com
Penggolongan warna-warna spektrum adalah sebagai berikut:
1. Warna Primer
Adalah warna yang tidak berasal dari hasil pencampuran warna atau dengan kata lain merupakan warna yang yang paling dasar dan asli. Mereka adalah: Merah, Kuning dan Biru.
2. Warna Sekunder
Adalah warna-warna yang merupakan hasil dari pencampuran warna- warna primer. Di dalam lingkaran yang sama, warna-warna sekunder menjadi lawan warna bagi warna-warna primer. Mereka adalah: Jingga (campuran Merah dengan Kuning), Hijau (campuran Kuning dengan Biru) dan Ungu (campuran Biru dan Merah).
3. Warna Tertier
Merupakan warna-warna yang didapat dari pencampuran warna-warna sekunder. Mereka adalah: Kuning-Hijau (moon green), Kuning-Jingga (deep yellow), Merah-Jingga (red vermillion), Merah-Ungu (purple), Biru-Ungu (indigo blue) dan Biru –Hijau (sea green).
(Mudjiono and Irawan 20)
b. Klasifik 1. Warna K
Ad berlawana berlawana abu yang Ungu deng
2. Warna A Me intensitas (dominasi (Mudjiono
c. Klasifik 1. Warna M
Wa tergambar mengident bervolume
kasi Warna Komplemen dalah warn an pada lin an secara ko sifatnya m gan Hijau, B
Analogus erupakan w
dari warna warna Kun o and Irawa
Sumber
kasi Warna b Monochrom arna yang rkan dalam
tifikasi kese e bagi warn
berdasarkan nter
na-warna y ngkaran ya ontras dan a menetralkan Biru dengan
warna-warn a yang terd ning), dan la an 27)
Gambar : http://www
berdasarkan me
hanya terd m kualita eimbangan na.
n Keselaras
ang dihasi ang sama.
apabila terc n. Macam-m n Oranye da
a yang me dekat. Conto ain sebagian
3.2. Teori W w.igl.net.au
n Gambar/Il
diri dari sa as gelap gelap-teran
san Warna
lkan dari Sesama w campur yang macam wa an Merah de
enggunakan ohnya: Kun nya. Sifatny
Warna Mun u/munsellcol
lustrasi
atu warna dan teran ng dari suatu
pencampur warna kom g timbul ad arna kompl
engan Hijau
ran warna mplementer
dalah warna ementer ad u.
n tingkat g ning-Hijau, ya selaras da
nsell
lorgrading.p
saja, tetap ngnya. B u objek dan
gelap-terang Kuning-Or an harmonis
php
pi kedalama erfungsi u n memberi k
yang akan a abu- dalah:
g dan ranye s.
annya untuk kesan
2. Warna Polychrome
Merupakan warna yang terdiri dari banyak warna dan dicampurkan untuk dapat membuat suatu objek menjadi realis dan ekspresif.
d. Klasifikasi Warna berdasarkan Sensasinya 1. Warna Panas
Yang termasuk kedalam jajaran warna panas adalah Merah, Kuning dan pencampuran diantara keduanya. Warna-warna ini dikatakan panas karena secara psikiologis dapat memberikan kesan gairah, aktif dan semangat bagi yang melihatnya.
2. Warna Dingin
Disebut demikian karena warna-warna yang termasuk dalam warna dingin dapat memberi kesan sejuk, tenang dan jauh. Yang merupakan warna-warna dingin adalah: Hijau, Biru dan pencampuran diantara keduanya.
(Mudjiono and Irawan 25)
e. Klasifikasi Warna berdasarkan Karakteristiknya 1. Warna Positif/Aktif
Memberikan kesan aktif dan semangat. Yang termasuk kedalam warna aktif adalah: Merah, Kuning dan Jingga.
2. Warna Negatif/Pasif
Warna-warni ini memberikan kesan kegelisahan, kepatuhan, kepasrahan, kegairahan dan kelemah lembutan. Yang merupakan warna-warna pasif adalah:
Biru, Merah Kebiruan atau sebaliknya.
f. Klasifikasi Warna berdasarkan Kualitasnya
1. Hue: Merupakan kualitas atau sifat, nama warna, sehinggs dapat dibedakan warna satu dengan warna yang lain.
2. Chroma/Intensity: Menunjukkan kekuatan warna yang diukur dengan banyak sedikitnya pigmen warna. Desain yang ditimbulkan merupakan perbedaan banyak sedikitnya pigmen/keluasan obyek dalam warna yang sama.
3. Value: Yaitu nilai warna yang diukur dengan jenjang gelap dan terang, melalui kandungan warna putih atau hitam. Nilai sebuah warna tergantung dari cerah dan redupnya. Bukan diukur melalui luas dan kekuatannya.
(Mudjiono and Irawan 23-24)
f. Klasifikasi Warna berdasarkan Maknanya
Warna-warna tertentu memiliki makna, hal mana akan berkaitan dengan kejiwaan, contohnya:
1. Hijau: Sejuk, tumbuh harapan 2. Kuning: Anggun, agung
3. Merah: Berani, melawan, bersemangat 4. Biru: Dalam, tenang
5. Hitam: Sedih, berkabung 6. Putih: Suci, bersih (Mudjiono and Irawan 31)
3.1.2. Tinjauan Unsur Komposisi 3.1.2.1. Penataan Layout
Penataan layout atau komposisi dalam perancangan karya buku ilustrasi mempunyai peranan yang cukup penting, dimana layout sangat berguna di dalam membantu penyampaian pesan yang ada agar dapat lebih mudah diterima dan nyaman untuk dibaca. Layout juga dapat berfungsi sebagai tambahan unsur artistik dan menambah kedalaman nilai dari suatu karya. Layout yang menarik dan benar dapat membuat para pembaca dan pengamat akan senantiasa mengikuti halaman demi halaman yang diberikan dengan perasaan yang senang.
a. Komposisi secara Umum (Vertikal-Horizontal)
Komposisi vertikal digunakan untuk mengisi kekosongan ruang dan untuk memberikan kesan tinggi dan agung. Sedangkan komposisi horizontal digunakan
untuk membuat gambar yang membutuhkan bidang gambar luas seperti pemandangan atau ingin memberi kesan luas.
b. Perkembangan Komposisi
Dimasa sekarang, komposisi sudah seringkali keluar dari pakem yang ada.
Sejalan dengan kemajuan budaya dan teknologi, seorang seniman semakin bebas untuk berkarya mendobrak norma-norma yang ada. Walaupun tentu saja dengan tetap mempertahankan esensi utama dari desain, yaitu keseimbangan. Unsur-unsur pendukung seperti warna, bayangan, garis dan lain sebagainya juga masih tetap digunakan untuk mencapai komposisi yang terbaik.
c. Warna dalam Komposisi
Warna juga mempengaruhi didalam usaha membentuk suatu komposisi yang menarik. Sebagai contoh, warna yang netral apabila dipadukan dengan area yang memiliki tekstur cenderung akan mengurangi berat dari komposisinya. Atau sebuah area yang luas dapat diseimbangkan dengan warna-warna beritensitas tinggi atau kontras tinggi.
3.1.2.2. Tinjauan Teori Perspektif Sederhana
Menurut seniman Italia Leonardo da Vinci, perspektif merupakan suatu hal yang alami yang menampilkan yang datar menjadi berelief dan sebaliknya.
Perspektif adalah suatu sistem matematikal untuk memproyeksikan bidang tiga dimensional kedalam bidang dua dimensional. Perspektif berasal dari kata prospettiva yang merupakan bahasa Italia, dimana berarti pandangan. Dalam ilmu perspektif, ada tiga macam jenis perspektif, yaitu:
a. Perspektif Satu Titik Lenyap: Merupakan pengaambaran secara frontal sejajar dengan garis horisontal dengan bagian depan semakin membesar dan bagian belakan semakin mengecil.
b. Perspektif Dua Titik Lenyap: Yaitu penggambaran objek yang tampak pada kedua sisi sampingnya dan tetap menggunakan sudut pandang mata datar.
c. Perspektif Tiga Titik Lenyap: Hampir sama dengan perspektif dua titik lenyap, hanya saja menggunakan sudut pandang dari atas (mata burung) atau bawah
(mata katak) (Pengembangan Kemampuan Menggambar Perspektif Untuk Mahasiswa Desain Interior Bab 2 3).
3.1.2.3. Tinjauan Teori Tata Cahaya a. Cahaya Natural
Penggambaran dengan teknik ini dipengaruhi oleh musim, arah cahaya dan bayangan yang terjadi berubah-ubah sejalan dengan waktu. Terkesan menarik dan dapat menimbulkan suasana tertentu.
b. Cahaya Membaur
Penggambaran dengan teknik ini bersifat ideal karena cahaya tidak langsung kena dari atas objek, sehingga pewarnaan yang terjadi menjadi lebih halus dan membaur
c. Cahaya Latar Belakang
Teknik berarti cahaya berasal dari belakang objek. Penggambaran ini menghasilkan tepian pada objek memiliki kontras yang tinggi karena cahaya dari belakang intensitasnya lebih tinggi daripada yang di depan.
d. Cahaya Buatan
Penggambaran dengan menggunakan sumber cahaya selain cahaya matahari. Contohnya dengan cahaya lampu studio.
3.1.3. Tinjauan Gambar Ilustrasi
3.1.3.1. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Bidang Kajian
a. Ilustrasi Periklanan: Merupakan ilustrasi yang berfungsi untuk promosi dan pemasaran.
b. Ilusrasi Editorial: Ilustrasi pada buku novel, bacaan, olahraga dan lain-lain.
Berfungsi sebagai penjelas isi dan menarik minat pembaca.
c. Ilustrasi Medis: Digunakan untuk menggambarkan berbagai bidang yang berhubungan dengan bidang kedokteran atau medis. Contohnya gambar anatomi tubuh, sel dan lain-lain.
d. Ilustrasi Ilmiah: Ilustrasi yang menggambarkan berbagai hal yang berhubungan dengan bidang kajian ilmiah. Seperti diagram sirkuit, perakitan mesin dan lain- lain.
3.1.3.2. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Sifat dan Fungsi
a. Untuk menggambarkan keadaan yang terjadi. Dapat hanya berupa sketsa dengan garis-garis kasar atau detil sekalipun.
b. Untuk menggambarkan apa yang dipikirkan/diimajinasikan. Yaitu menggambar obyek yang ada didalam pikiran atau khayalan. Wujud akhirnya dapat berupa gambar abstrak.
c. Memvisualisasikan suatu ide atau konsep yang berbentuk simbolisasi. Dalam ilustrasi ini, menuntut kemampuan didalam menggambarkan dan mempresentasikan kedalaman isi gambar untuk dapat menghadirkan perasaan dan emosi serta ekspresi sang seniman.
d. Berfungsi sebagai penghias untuk mengisi bidang gambar yang ada sehingga memberikan kepuasan estetis pada pengamatnya.
e. Menggambarkan dan menjelaskan bahasa verbal. Biasanya ilustrasi disandingkan dengan bahasa verbal dalam penyajiannya serta saling mendukung untuk mengarahkan pembaca sesuai keinginan penulis.
3.1.3.3. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Alat
Dibedakan menjadi Manual dan Digital. Alat ilustrasi manual antara lain:
a. Perlengkapan membuat sketsa, meliputi pensil biasa, pensil conte, felt pen, ballpoint dan penghapus.
b. Perlengkapan mewarnai, yang meliputi pensil warna, cat air, cat poster, pastel, crayon dan lain-lain.
c. Bidang gambar, bisa berupa kertas, kanvas atau buku sketsa yang dapat mendukung berbagai peralatan menggambar.
d. Kuas, digunakan untuk menyapukan warna apabila menggunakan media warna cair. Tersedia dalam berbagai ukuran dan bahan.
e. Palet, merupakan wadah untuk menaruh warna dan mencampurkan warna untuk pewarnaan dengan media cat.
Peralatan Digital meliputi:
a. Perangkat lunak computer yang didalamnya sudah terdapat perlengkapan untuk membuat sketsa, warna dan bidang.
b. Mouse, alat penunjuk yang dapat digunakan untuk mengatur pergerakan atau memilih perlengkapan menggambar pada perangkat lunak penunjang grafis.
c. Pen tablet, yaitu selain sebagai pengganti mouse, alat ini dapat membuat pengguna serasa menggunakan pensil atau pena yang langsung dapat terintegrasi kedalam perangkat lunak grafis pada komputer.
3.1.3.4. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Teknik
a. Manual: Teknik yang mengutamakan keterampilan dan kreatifitas tangan.
Menonjolkan cirri khas goresan dan gaya pewarnaan seorang seniman dan bernilai estetis tinggi.
b. Digital: Menggunakan perangkat komputer. Lebih efisien dan praktis, namun kurang memiliki nilai estetis yang cukup tinggi.
c. Fotografi: Ilustrasi menggunakan gambar yang diambil dengan kamera. Pada jaman sekarang, dengan bantuan perangkat lunak pda komputer, foto yang ada dapat dibuat lebih ekspresif dan dramatis.
d. Collage atau Photomontage: Collage merupakan teknik membuat gambar dengan menyatukan berbagai macam kertas, kain, gambar-gambar dan ditempel pada suatu bidang. Hampir sama dengan prinsip collage, maka perbedaannya apabila photomontage adalah dengan menggunakan foto.
3.1.3.5. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Goresan
a. Arsir: Yaitu teknik goresan pada bidang gambar yang tidak terkena cahaya sehingga menghasikan efek bervolume dan berdimensi. Bisa berupa garis-garis parallel maupun kontur.
b. Brush: Dilakukan dengan sapuan kuas dan tampak memiliki perminan tebal tipis pada garisnya yang menambah nilai estetis tersendiri. Terdapat teknik dry brush dan wet brush.
c. Blocking: Memberikan kesan datar dan sedikit gradasi, sederhana dan hanya berfokus pada onjek utama.
d. Pointilism atau Texture: Memanfaatkan kualitas permukaan suatu bidang, kasar ataupun halus, keras atau lembut dan sebagainya. Bidang diberi titik berwarna sesuai bentuk objeknya dimana bila dilihat dari kejauhan seakan menyatu serta dapat membangun suasana melalui pewrnaan kuat lemah.
3.1.3.6. Tinjauan Gambar Ilustrasi berdasarkan Gaya Gambar
a. Realisme: Yaitu gaya gambar yang menyesuaikan dengan keadaan objek yang aslinya.
b. Dekoratif: Menekankan pada ornamen yang menarik dan biasanya hanya memiliki fungsi estetis semata.
c. Simbolis: Merupakan gaya gambar yang hanya mewakili sebagian dari apa yang sebenarnya ingin diungkapkan, seperti yang sering didapatkan pada artikel koran sekarang. Hanya bertujuan untuk menarik pembaca.
d. Diagram: Daplikasikan dalam pembuatan diagram, dimana mewakili kelompok maupun produk tertentu yang menjadi tema dari diagram tersebut.
e. Kartun: Yaitu gaya gambar yang sifatnya simbolis terhadap suatu keadaan dengan humor yang direncankan untuk memancing senyum atau tawa.
f. Karikatur: Merupakan gaya gambr yang menmpilkan ulang suatu obyek nyata, biasanya manusia, dengan cara yang hiperbolis terhadap cirri dari objek tersebut (biasanya kepala dan wajah).
3.2. Konsep Kreatif Perancangan Komik/Buku Bacaan/Cergam/Novel Grafis 3.2.1. Khalayak Sasaran
a. Demografis:
Ditujukan kepada anak-anak usia 12 tahun ke atas, baik pria maupun wanita dan dari segala lapisan dan golongan masyarakat untuk dapat tertarik
mempelajari dasar-dasar tentang tata surya sekaligus menambah wawasan akan nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam mitologi Yunani.
b. Psikografis:
Ditujukan bagi anak-anak yang sedang dalam kondisi mulai berkembangnya pola pikir abstrak di kepala mereka dan senantiasa tertarik pada hal-hal berbau kepahlawanan dan penegasan jati diri.
c. Geografis
Karena memfokuskan pada salah satu materi pelajaran penting yang dibutuhkan bagi anak-anak demi kelangsungan pendidikannya di seluruh Indonesia, yaitu tata surya, maka sasarannya ditujukan bagi seluruh anak-anak di
Indonesia.
d. Behavior
Berkembangnya pola berpikir abstrak pada anak-anak memungkinkan mereka untuk dapat mencerna segala pesan yang didapat dengan baik. Mereka juga memiliki potensi yang besar dalam mencari dan memahami hal-hal baru.
Sehingga melalui perancangan buku ini anak-anak dapat tertarik untuk mempelajari dan mengenal tata surya dengan baik sekaligus belajar tentang nilai- nilai kehidupan yang didapat dari kisah-kisah mitologi Yunani.
3.2.2. Tujuan Kreatif
Perancangan daripada buku ilustrasi ini dalah untuk menumbuhkan minat membaca pada anak-anak, khususnya dalam kajian bidang tata surya. Kemudian untuk menanamkan nilai-nilai filosofi dan kepahlawanan yang diberikan lewat penuturan mitologi Yunani agar anak-anak dapat lebih mengenal makna kehidupan dan mengaplikasikannya di dalam kehidupan bermasyarakat. Dan juga untuk meningkatkan kemampuan anak di dalam menuasai bahasa Inggris.
Sehingga melalui buku ilustrasi ini, anak-anak disamping mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang memang berguna dlam dunia pendidikan, sekaligus mendapatkan wawasan dan pemahaman akan kehidupan yang lebih baik.
3.2.3. Strategi Kreatif
Berbagai strategi kreatif yang digunakan dalam perancangan karya ini antara lain:
a. Penuturan akan disusun dengan pola teks pda satu halaman, disusul dengan gambar pada halaman berikutnya. Hal ini agar dapat mempermudah dan mempercepat anak-anak dalam memahami dan memberikan visualisasi secara cepat untuk meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap materi yang diberikan.
b. Teks akan dibagi menjadi dua, yaitu bahasa Indonesia pada bagian atas dan bahasa Inggris pada bagian bawah. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami, tanpa atau menimalisir istilah-istilah yang rumit dan kompleks. Tentunya bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama dan tetap mendapat porsi yang paling dominan.
c. Visualisasi akan menggunakan warna-warna cerah dan memiliki kontras yang cukup tinggi untuk dapat memberikan kesan yang mendalam dan penokohan yang jelas bagi anak-anak. Juga tidak menampilkan degan kekerasan yang terlalu eksplisit dan vulgar.
d. Layout juga akan dibuat sederhana namun mudah dipahami. Jumlah halaman tidak akan melebihi dari 80 atau 90 halaman dengan pertimbangan anak-anak akan merasa terbebani dan menjadi tidak tertarik karena ketebalannya. Dan juga mengakibatkan buku tersebut tidak fleksibel bagi anak-anak.
3.3. Konsep Rancangan Komik/Buku Bacaan/Cergam/Novel Grafis 3.3.1. Judul Rancangan Komik/Buku Bacaan/Cergam/Novel Grafis
Judul utama dari buku ini adalah “Dewa-Dewi di Angkasa (Gods and Godesses in The Sky)”. Dewa-dewi disini merujuk kepada planet-planet dalam tata surya yang dinamai menurut nama dewa-dewi dalam mitologi Yunani sekaligus sebagai tokoh dewa-dewi itu sendiri.
3.3.2. Tema Cerita
Tema dari buku ini adalah Prof. Astro, narator sekaligus tokoh ahli astronomi dalam buku ini, mengajak anak-anak untuk mengenal dan belajar tentang planet-planet yang merupakan anggota tata surya. Dimana kemudian narator menghubungkan karakterisasi planet-planet tersebut dengan tokoh dewa- dewi dalam mitologi Yunani, yang namanya diberikan kepada planet-planet tersebut. Prof. Astro lalu memberikan sepenggal kisah dari dewa-dewi tersebut yang sarat makna filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang dapat memberikan pengaruh positif bagi anak-anak.
3.3.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari perancangan ini adalah untuk meningkatkan ketertarikan anak-anak untuk membaca dan mempelajari tata surya tanpa harus melakukan paksaan terhadap mereka. Serta memberikan wawasan akan budaya, filosofi dan nilai-nilai kehidupan dari kisah-kisah mitologi Yunani dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak-anak.
3.3.4. Bentuk Penyajian dan Variasi Tampilan
Bentuk daripada buku ilustrasi ini adalah jilid soft cover, memiliki warna- warna cerah yang menarik dan dengan layout yang mudah dipahami dan dicerna oleh anak-anak. Penuturan cerita yang dwi bahasa dan menggunakan baik bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang sederhana dan mudah dipahami, namun sekaligus dapat menambah pengetahuan dan keahlian berbahasa bagi anak-anak.
3.3.5. Jumlah Seri
Buku ini hanya akan berjumlah satu seri saja, karena pemisahan seri akan membuat pesan yang disampaikan menjadi tidak maksimal.
3.3.6. Ukuran dan Jumlah Halaman Ukuran: 18cm x 26cm
Jumlah halaman: 60 halaman
3.3.7. Sinopsis
Tata surya terdiri dari planet-planet yang membentuk sistem dimana Matahari menjadi pusatnya, sebagai bintang yang memiliki daya gravitasi yang sangat besar. Planet-planet tersebut, termasuk di antaranya Bumi telah lama diamati dan dipelajari oleh para nenek moyang. Diantaranya adalah bangsa Yunani kuno yang selain telah mengamati dan mempelajari benda-benda langit tersebut, mereka juga mengaitkan segala sesuatu kejadian alam yang berlangsung disekitar mereka dengan pola kepercayaan mereka yang menyembah banyak dewa (politeisme). Bangsa Yunani kuno menaganggap bahwa setiap unsur di dunia ini merupakan perwujudan dan perbuatan para dewa-dewi yang mereka sembah.
Nama dari dewa-dewi tersebut dijaman modern ini telah diabadikan dalam penamaan planet-planet dalam tata surya. Diantaranya adalah, Matahari yang dianggap sebagai Apollo, sang dewa matahari dan cahaya dalam kepercayaan Yunani kuno; planet Merkurius yang diambil dari nama dewa Hermes; Venus yang berasal dari Aphrodite, dewi kecantikan Yunani karena warnanya yang indah saat dipandang dari bumi; Bumi yang disebut sebagai Gaea; Mars, planet merah yang dinamakan sesuai dengan dewa perang Ares; Yupiter, planet terbesar yang diambil dari nama Zeus, raja bagi semua dewa-dewi; Saturnus yang merupakan nama lain dari Kronos, ayah dari Zeus; Uranus yang merupakan personifikasi dari langit, yang bergabung dengan Gaea dan menghasilkan kehidupan di dunia; lalu kemudian ada Neptunus, yang diambil dari nama sang dewa laut Poseidon; dan yang terakhir adalah planet terjauh dari matahari yaitu Pluto, dinamakan sesuai dengan dewa kegelapan dunia bawah tanah Hades.
3.3.8. Setting Cerita
Setting cerita berlangsung di antara dua tempat yang berbeda, yaitu di luar angkasa dimana terletak planet-planet dalam tata surya dan dunia Yunani kuno didalam mengisahkan dewa-dewi tersebut.
3.3.9. Konflik
Konflik-konflik yang terjadi berkisar diantara kisah-kisah para dewa-dewi dan interaksinya dengan sesamanya atau lingkungannya.
3.4. Konsep Karakter Tokoh Cerita 3.4.1. Karakter Tokoh Utama a. Profesor Astro/ Prof. Astro
Gambar 3.3. Prof. Astro
Seorang ahli astronomi fiktif, yang sifatnya ramah dan menyukai anak- anak. Berpengetahuan luas dan sabar. Terinspirasi dari tokoh ilmuwan nyata terkenal yaitu Albert Einstein. Serta diberi sedikit unsur komikal yang lucu. Hal ini juga dipengaruhi dari tokoh Muten Roshi dalam buku komik Dragonball, dimana tokoh ini merupakan tokoh yang sangat humoris.
Referensi::
Gamb Sumber:
Gam Sumber: h
bar 3.4. Alb http://theke
mbar 3.5. M http://runson
bert Einstein erry.tumblr.
uten Roshi nic.blogspot
n com
t.com
b. Apollo
Gambar 3.6. Desain Karakter Apollo
Dewa matahari, musik dan seni. Digambarkan sebagai pria tampan dan selalu membawa lira ditangannya.
Referensi:
Gambar 3.7. Dewa Apollo
Sumber: An Encylopedia of Ancient Greek and Roman Mythology. 2009
c. Hermes
Gambar 3.8. Desain Karakter Hermes
Dewa kecepatan dan olahraga. Dapat bergerak cepat dan menyenangkan.
Bersahabat dan selalu tersenyum ramah.
Referensi:
Gambar 3.9. Dewa Hermes
Sumber: An Encylopedia of Ancient Greek and Roman Mythology. 2009
d. Aphrodite
Gambar 3.10. Desain Karakater Aphrodite
Dewi kecantikan dan cinta. Mempunyai sifat suka menggoda dan sangat menarik dan cantik luar biasa.
Referensi:
Gambar 3.11. Dewi Aphrodite
e. Gaea
Gambar 3.12. Desain Karakter Gaea
Sang ibu bumi. Welas asih dan angun. Disegani dan dihormati oleh seluruh dewa-dewi.
Referensi:
Gambar 3.13. Dewi Gaea Sumber: www.gods-heros-myth.com
f. Ares
Gambar 3.14. Desain Karakter Ares
Sang dewa perang. Beringas dan kejam. Menyukai peperangan dan petumpahan darah.
Referensi:
Gambar 3.15. Dewa Ares
g. Zeus
Gambar 3.16. Desain Karakter Zeus
Raja dari segala dewa-dewi Yunani, bertakhta di puncak gunung Olimpus.
Tegas, berwibawa dan bijaksana.
Referensi:
Gambar 3.17. Dewa Zeus
Sumber: An Encylopedia of Ancient Greek and Roman Mythology. 2009
h. Kronos
Gambar 3.18. Karakter Desain Kronos
Ayah dari Zeus. Ambisius dan kejam. Tidak segan-segan menelan anak- anaknya sendiri demi menyelamatkan takhtanya.
Referensi:
Gambar 3.19. Dewa Kronos
i. Uranus
Gambar 3.20. Karakter Desain Uranus
Awal dari segala kehidupan di dunia. Bijaksana dan yang tertua di antara semuanaya.
Referensi:
Gambar 3.21. Dewa Uranus Sumber: www.gods-heros-myth.com
j. Poseidon
Gambar 3.22. Desain Karakter Poseidon
Saudara kandung Zeus. Lebih tegas dan keras dari Zeus. Memiliki emosi yang labil.
Referensi:
Gambar 3.23. Dewa Poseidon
k. Hades
Gambar 3.24. Desain Karakter Hades
Saudara termuda Zeus. Pembawaanya lebih dingin dan suram. Kejam, licik dan manipulatif.
Referensi:
Gambar 3.25. Dewa Hades
3.4.2. Karakter Tokoh Pendukung a. Artemis
Gambar 3.26. Desain Karakter Artemis
Saudari kembar Apollo dan merupakan dewi Bulan dan kegadisan. Senang berburu dan ramah serta mempunyai banyak teman.
Referensi:
Gambar 3.27. Dewi Artemis
3.5. Konsep Dasar Gaya Desain
Gaya desain yang digunakan adalah simple dan colorful. Untuk menarik minat anak-anak perlu digunakan tampilan yang menarik dan memanjakan mata serta tidak terlalu membebani dengan layout yang terlalu penuh dan rumit. Serta gaya gambar yang realistis untuk memberikan kesan nyata dan akurat, karena anak-anak usia 12 tahun keatas telah memiliki selera yang cukup dewasa dan matang.
3.6. Konsep Warna
Menggunakan warna-warna cerah dan kontras untuk dapat memberikan penekanan kepada setiap karakter. Juga untuk dapat memberikan variasi visual yang dapat menstimulasi kreatifitas anak dalam mengolah pesan yang disampaikan.
3.7. Teknik Pengerjaan
Menggunakan teknik manual gambar tangan dan nantinya dipadu dengan pewarnaan menggunakan computer untuk memperdalam kesan karakter dan penokohan serta alur cerita agar dapat lebih dramatis.
3.8. Konsep Font 3.8.1. Font Judul Papyrus Bold
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
3.8.2. Font Nama Pengarang Tahoma Bold
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
3.8.3. Font Teks Narasi a. Bahasa Indonesia Bookman Old Style
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 b. Bahasa Inggris Tw Cen MT Bold
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
3.8.4. Font Dekoratif Papyrus Bold
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
3.9. Biaya Kreatif (Budgeting)
Biaya Kreatif (Budgeting) adalah perkiraan biaya dalam perancangan ini.
Perencanaan biaya publikasi buku sebanyak 3000 eksemplar dengan pertimbangan masih dalam tahap post-production (percobaan).
Plat A2++
4 warna CMYK = Rp. 50.000 perwarna, total 4 warna = Rp. 200.000 Film Rp. 75 @ 1cm
Jumlah cetakan = 3000 buku
Harga 1 Rim Plano = Rp. 1.650.000
Isi Buku Plat
Luas buku 18 x 26 cm = 468 cm2 1 plat untuk 8 halaman
Total halaman buku = 60 halaman 60 : 8 = 8 plat
Plat buku 8 x Rp. 200.000 = Rp. 1.600.000 Fillm 468 cm2 x Rp. 75 = Rp. 35.100
Plat dan Film = Rp. 1.635.100
Kertas Isi Buku
1 plano = 8 plat x 3000 eksemplar = 24.000 lembar plano 24.000 lembar / 500 lembar = 48 Rim
Harga kertas untuk isi buku:
48 Rim x Rp. 1.650.000 = Rp. 79.200.000
Cover Buku
Satu Plat untuk 2 cover (cover depan + cover belakang) = 2 cover depan dan 2 cover belakang.
Luas cover 18 x 26 cm = 468 cm2
1 Plat x Rp. 200.000 = Rp. 200.000 Film (468 cm2 x Rp. 75) = Rp. 35.100 Plat dan Film untuk cover = Rp. 235.100
Kertas Cover Buku
(1 x 3000) : 2 = 1500 lembar : 500 lembar = 3 Rim Harga kertas untuk cover buku:
3 Rim x Rp. 1.650.000 = Rp. 4.950.000
TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp. 86.020.200
Harga Bersih Per buku:
Rp. 86.020.200 : 3000 eksemplar = Rp. 28.673
3.10. Storyline 3.10.1. Halaman 1-2
Perkenalan tokoh narator yang bernama Prof. Astro. Dimana tokoh ini akan mengajak para pembaca untuk memasuki dunia dunia astronomi yang dibalut dengan unsur filosofis dari mitologi Yunani.
3.10.2. Halaman 3-4
Prof. Astro mengajak pembaca untuk melihat ke atas langit dan mengamati benda-benda yang yang senantiasa bersinar dimalam hari. Serta menebak sekiranya benda apa saja yang ada diatas sana berkilauan itu.
3.10.3. Halaman 5-6
Prof. Astro memberitahu bahwa ternyata planet Bumi yang ditinggali oleh semua makhluk hidup termasuk para pembaca ternyata merupakan bagan daripada benda-benda langit tersebut. Dan masih ada planet-planet lain di luar Bumi yang tersusun dalam suatu sistem bernama Tata Surya.
3.10.4. Halaman 7-8
Prof. Asrtro menjelaskan tentang Tata Surya dan apa saja yang termasuk didalamnya.
3.10.5. Halaman 9-10
Prof. Astro lebih jauh menjelaskan bahwa pada jaman dahulu, manusia telah terpesona oleh keindahan dan misteri alam termasuk tentang benda-benda langit yang senantiasa tampak tersebut. Hal ini juga berlaku bagi para bangsa Yunani kuno, mereka telah banyak melakukan banyak pengamatan terhadap dan seringkali mengaitkannya dengan kepercayaan mereka akan dewa-dewi dan mitologi.
3.10.6. Halaman 11-12
Untuk lebih jelasnya, maka Prof. Astro segera mengajak para pembaca untuk mengetahui lebih lanjut tentang susunan Tata Surya dimulai dari Matahari.
Prof. Astro menjelaskan tentang Matahari dan karakteristiknya.
3.10.7. Halaman 13-14
Pada bagian ini, Prof. Astro membedah bagian-bagian daripada Matahari untuk kemudian menjelaskannya agar supaya pembaca dapat mengerti perihal bagian-bagian Matahari dengan baik bersertsa karakteristiknya masing-masing.
3.10.8. Halaman 15-16
Prof. Astro melanjutkan bahwa, dalam mitologi Yunani kuno, Matahari merupakan perwujudan dari Apollo yang berperan sebagai dewa matahari dan kehangatan. Serta merupakan pelindung bagi para hewan ternak dan gembala.
3.10.9. Halaman 17-18
Setelah Matahari, Prof. Astro melanjutkan penjelasannya ke planet Merkurius, yang merupakan planet terdekat dengan Matahari dalam sistem Tata Surya.
3.10.10. Halaman 19-20
Prof. Astro kemudian menjelaskan bahwa Merkurius adalah Hermes, yaitu dewa kecepatan dan olah raga dalam mitologi Yunani kuno. Dimana Hermes adalah dewa yang banyak disenangi oleh para dewa-dewi yang lain karena ramah dan menyenangkan.
3.10.11. Halaman 21-22
Kemudian Prof. Astro melanjutkan penjelasannya kepada planet Venus.
Planet yang terlihat sangat cantik dan rupawan.
3.10.12. Halaman 23-24
Nama Venus diambil dari nama dewi kecantikan dan daya tarik dalam mitologi Yunani kuno, yaitu Aphrodite. Dimana kecantikannya dapat membuat perselisihtan diantara para dewa-dewi itu sendiri.
3.10.13. Halaman 25-26
Setelah dari Venus, penjelasan Prof. Astro sampai kepada planet Bumi.
Yaitu planet yang ditinggali oleh para pembaca dan merupakan planet dengan kandungan air yang paling banyak untuk menunjang kehidupan yang ada didalamanya.
3.10.14. Halaman 27-28
Dalam mitologi Yunani kuno, Gaea merupakan dewi yang dianggap sebagai “Ibu Bumi”. Dimana segala kehidupan berasal dari “Sang Ibu” tersebut.
Dan Gaea sangat dihormati diseluruh kalangan dewa-dewi Yunani.
3.10.15. Halaman 29-30
Prof. Astro menambahkan bahwa Bumi juga mempunyai satelit yang disebut dengan Bulan. Dimana dalam mitologi, Artemis dianggap sebagai dewi bulan serta merupakan saudara kembar dari Apollo.
3.10.16. Halaman 31-32
Setelah mengunjungi Bumi, Prof. Astro mengajak pembaca untuk mengamati planet Mars. Planet yang dikenal sebagai planet Merah.
3.10.17. Halaman 33-34
Mars merupakan nama lain dari Ares, yang dalam mitologi Yuanni merupakan dewa perang dan kehancuran yang senang akan hal-hal berbau kematian dan kehancuran. Dan merupakan dewa yang memiliki perangai buruk.
3.10.18. Halaman 35-36
Setelah dari Mars, Prof. Astro sampai kepada Yupiter, yaitu planet terbesar yang berada dalam sistem Tata Surya kita.
3.10.19. Halaman 37-38
Yupiter diambil dari nama dewa Zeus. Yaitu sang dewa petir dan halilintar yang juga merupakan raja bagi segala dewa-dewi dalam mitologi Yunani.
Diamana saat masih kecil dibunag ke Pulau Kreta demi menghindari kekejaman sang ayah.
3.10.20. Halaman 39-40
Setelah dewasa, Zeus akhirnya dapat mengalahkan ayahnya dan menjadi pemimpin di puncak gunung Olimpus.
3.10.21. Halaman 41-42
Setelah Yupiter, planet Saturnus merupakan planet yang selanjutnya didatangi oleh Prof. Astro. Dimana planet ini merupakan keunikan tersendiri, yaitu sebuah cincin yang mengelilingi planet tersebut.
3.10.22. Halaman 43-44
Saturnus dalam mitologi Yunani adalah Kronos, yaitu ayah dari Zeus yang merupakan pemimpin sebelum masa Zeus berkuasa. Kronos menelan anak- anaknya sendiri karena takut akan ramalan yang mengatakan bahwa suatu saat ia akan digulingkan oleh anak-anaknya sendiri.
3.10.23. Halaman 45-46
Lewat dari Saturnus, Prof. Astro mengajak para pembaca untuk mengenal dan memahami planet Uranus.
3.10.24. Halaman 47-48
Dimana dalam mitologi Yunani, Uranus adalah awal dari semua kehidupan yang ada. Dia bersatu dengan Gaea untuk melahirkan segala makhluk yang ada dimuka bumi ini.
3.10.25. Halaman 49-50
Lepas dari planet Uranus, planet Neptunus menjadi tujuan selanjutnya bagi Prof. Astro untuk memberikan penjelasan kepada pembaca.
3.10.26. Halaman 51-52
Neptunus adalah Poseidon dalam mitologi Yunani, yang merupakan dewa lautan dan pelindung bagi para nelayan.
3.10.27. Halaman 53-54
Para penduduk yang tinggal di daerah pantai atau para nelayan sering menyembah Poseidon untuk meminta keselamatan dalam pelayaran mereka.
3.10.28. Halaman 55-56
Akhirnya pembaca telah sampai pada planet terkahir, yaitu Pluto. Yang merupakan planet terjauh dari Matahari dan sampai sekarang masih diperdebatkan apakah Pluto masih termasuk planet atau tidak karena ukurannya.
3.10.29. Halaman 57-58
Pluto adalah nama lain dari dewa dunia bawah tanah dan kegelapan, Hades. Yang memerintah dunia dari para arwah yang telah meninggal. Sifatnya kejam dan dingin.
3.10.30. Halaman 59-60
Akhirnya Prof. Astro mengakhiri perjalanannya serta memberikan nasihat bagi para pembaca untuk senantiasa belajar dan menghargai segala sesuatu yang ada dialam ini, karena pembaca dan Prof. Astro sendiri merupakan bagian didalamnya yang saling berhubungan satu sama lain.