34 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat penelitian
Penelitian yang berjudul “Pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi pada hotel royal senyiur”
dilaksanakan pada hotel royal senyiur. Lokasi penelitian akan dilaksanakan di Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
B. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian eksplanatori. Menurut Umar (2005) penelitian eksplanatori (explanatory research) adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan
hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya
C. Definisi Operasional Variabel dan Indikator
Variabel yang akan di gunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 variabel yaitu motivasi, disiplin kerja, serta kinerja karyawan.
Motivasi adalah hal yang menjadi pendukung perilaku seorang karyawan agar mau berkerja dengan giat dan antusias demi mencapai hasil (kinerja) yang optimal. Indikator motivasi dalam penelitian ini menggunakan teori motivasi ERG:
a. Existence Needs (Kebutuhan Keberadaan) Karyawan bekerja dengan rasa aman, nyaman, serta mendapatkan hak yang sesuai.
35
b. Relatedness Need (Kebutuhan Berhubungan), Karyawan mempunyai hubungan yang erat dengan karyawan lainnya dengan kooperatif dan penuh sikap persahabatan sehingga dapat memberi dukungan satu sama lainnya dalam melakukan pekerjaannya.
c. Growth Needs (Kebutuhan Pertumbuhan) Karyawan mampu bekerja secara kreatif, produktif serta mampu mengaktualisasikan diri terhadap lingkungannya.
Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan karyawan untuk menaati semua peraturan yang telah ditetapkan dan norma-norma sosial yang berlaku.
Kesadaran merupakan sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya.
Amriany, dkk., (2004) menyebutkan bahwa indikato-indikator disiplin kerja adalah sebagai berikut:
1. Kepatuhan terhadap perintah
Kepatuhan terjadi jika seseorang melakukan apa yang dikatakan kepadanya 2. Waktu kerja
Waktu kerja sebagai jangka waktu saat pekerja yang bersangkutan harus hadir untuk memulai pekerjaan dan ia dapat meninggalkan pekerjaan, dikurangi waktu istirahat antar permulaan dan akhir kerja. Mencetak jam kerja pada waktu hadir (check clok) merupakan sumber data untuk mengetahui tingkat disiplin waktu kerja karyawan.
3. Kehadiran
36
Seseorang yang dijadwalkan untuk bekerja harus datang atau hadir pada waktunya tanpa alasan apapun
4. Pemakaian seragam
Setiap karyawan terutama di lingkungan organisasi menerima seragam- seragam kerja setiap dua tahun sekali.
Gomes (2002:140) Kinerja karyawan adalah ungkapan output pekerjaan, efisiensi maupun aktivitas yang sering dihubungkan dengan produktivitas”.
Menurut T.R. Michel dalam Rizky (2001) indikator kinerja meliputi 1. Kualitas Pekerjaan
Karyawan Hotel Royal Senyiur mampu memberikan pelayanan yang baik kepada pengguna Hotel Royal Senyiur.
2. Komunikasi
Karyawan bekerja dengan menggunakan komunikasi yang baik kepada pengguna Hotel Royal Senyiur.
3. Ketepatan penyelsaian tugas. (Setiyawan dan Kartika, 2014)
Karyawan di hotel royal senyiur mampu menyelsaikan tugas atau pekerjaannya dengan baik.
4. Kemampuan
Karyawan Hotel Royal Senyiur mampu melakukan pekerjaannya dengan semaksimal mungkin.
D. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi
37
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Hotel Royal Senyiur.
Menurut Arikunto (2012:104) jika jumlah populasinya kurang dari 100 orang, maka jumlah sampelnya diambil secara keseluruhan, tetapi jika populasinya lebih besar dari 100 orang, maka bisa diambil 10-15% atau 20%-25% dari jumlah populasinya.
2. Teknik Sampel
Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Menurut Arikuntoro (2014) adalah teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu. Pada penlitian ini sampel diambil dengan ketentuan telah bekerja minimal 1 tahun pada Hotel Royal Senyiur dengan jumlah 43 orang.
E. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif dimana data diukur dalam suatu skala numerik atau angka. (Kuncoro, 2013:145)
2. Sumber Data
Menurut Sutopo (2006), sumber data adalah tempat data diperoleh dengan menggunakan metode tertentu baik berupa manusia, artefak, ataupun dokumen-dokumen.
Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh langsung dari responden sebagai sumber pertama
38
subyek penelitian (Tjahjono, 2015). Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey yaitu dengan wawancara dan menyebarkan kuesioner kepada karyawan tetap hotel royal senyiur.
Wawancara yaitu cara pengumpulan data dengan jalan komunikasi atau tatap muka langsung melalui proses tanya jawab secara lisan kepada responden yang terpilih sebagai sampel (Fuad, 2004). Wawancara dilakukan dengan Direktur Sumber Daya Manusia hotel royal senyiur
F. Tekhnik Pengumpulan Data 1. Kuisioner
Anwar (2009:168) angket atau kuisioner merupakan sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis tentang data faktual atau opini yang berkaitan dengan diri responden,yang dianggap fakta atau kebenaran yang diketahui dan perlu dijawab oleh responden.
2. Interview
Wawancara atau interview adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu dan merupakan proses tanya jawab lisan di mana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik. (Gunawan, 2013:160)
G. Tekhnik Pengukuran Variabel
Penelitian ini skala pengukurannya menggunakan skala likert. Menurut (Sugiyono, 2010) adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap,pendapat dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenoena sosial. Dalam peneliti fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dalam skala
39
likert, variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Tabel 3.1 Skala Likert
Pilihan Jawaban Nilai Motivasi Disiplin Kerja Kinerja Karyawan Sangat Setuju 5 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi
Setuju 4 Tinggi Tinggi Tinggi
Netral 3 Cukup Cukup Cukup
Tidak Setuju 2 Rendah Rendah Rendah
Sangat Tidak
Setuju 1 Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah
H. Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas
Menurut Ghozali (2018) uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dapat dikatakan valid apabila pertanyaan maupun pernyataan yang ada pada kuesioner mampu
mengungkapkan sesuatu yang dapar diukur. Uji validitas pada penelitian ini digunakan analisis Pearson Correlation.
Adapun dasar penentuan dalam uji validitas adalah
a) Apabila 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 , berarti pertanyaan tersebut dinyatakan valid.
b) Apabila 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, berarti pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid.
Kriteria pengujian validitas instmen penelitian adalah sebagai berikut (sugiyono, 2014:125):
a) Nilai r hitung dibandingkan dengan nilai r tabel, dengan df= n-2 dan taraf signifikansi untuk uji dua arah sebesar 5%
40
b) Instrumen penelitian dikatakan valid apabila nilai r hitung > r tabel c) Instrument penelitian dikatakan tidak valid apabila nilai r hitung < r
tabel
2. Uji Reliabilitas
Suatu alat ukur instrumen dapat dikatakan reliable jika jawaban responden terhadap pertanyaan yaitu konsisten dari waktu ke waktu (Ghozali, 2018). Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur kestabilan dan konsisten responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan daftar pertanyaan ataupun pernyataan yang merupakan dimensi suatu alat variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuesioner. Pengukuran pada uji reliabilitas ini dapat menggunakan rumus cronbach alpha sebagai berikut:
𝑟11 = ( 𝑘
𝑘 − 1) (1 −∑ 𝜎𝑏2 𝜎𝑡2 ) Keterangan:
𝑟11 = Reabilitas Instrument k = Banyaknya butir pertanyaan
∑ 𝜎𝑏2 = Jumlah varian butir 𝜎𝑡2 = Varian total
Adapun kriteria reliabilitas adalah sebagai berikut : a) Apabila nilai alpha cronbach > 0,6 = reliabel b) Apabila nilai alpha cronbach ≤ 0,6 = tidak reliable 3. Uji Asumsi Klasik
41
Sebelum dilakukan analisis jalur, terdapat dua persyaratan asumsi yang harus dipenuhi adalah hubungan antar variabel bersifat normal dan linear (Riduwan & Kuncoro, 2008:2). Maka dari itu dilakukan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas dan uji lineartias. Penjelasan asumsi dijabarkan berikut ini:
a. Uji normalitas
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal atau tidak. Model jalur yang baik adalah nilai residualnya berdistribusi normal. Pengujian normalitas data akan dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Apabila nilai signifikansi residual > 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa nilai residual berdistribusi normal
2) Apabila nilai signifikansi residual < 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa nilai residual tidak berdistribusi normal
b. Uji linearitas
Uji lineartias perlu dilakukan untuk menguji bentuk hubungan variabel eksogen dan variabel endogen liniear atau tidak. Model jalur yang baik yaitu ketika hubungan antar variabel liniear. Ketentuan uji linearitas disajikan berikut ini:
1) Hubungan antar variabel dapat dikatakn linear ketika nilai signifikansi deviation from linearity > 0,05.
42
2) Hubungan antar variabel dapat dikatakan tidak linear ketika nilai signifikansi deviation fom linearity < 0,05
I. Tekhnik Analisis Data 1. Rentang Skala
Dalam penelitian ini rentang skala digunakan untuk mengetahui motivasi kerja, disiplin kerja,dan kinerja karyawan dengan menggunakan rumus rentang skala menurut Umar (2005) sebagai berikut:
R𝑆 =𝑛(𝑚 − 1) 𝑚 Keterangan:
n= Jumlah Sampel
m= Jumlah tabulasi jawaban Rs=Rating scale (skala penilaian)
Maka rentang skala dapat diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:
R𝑆 =𝑛(𝑚 − 1) 𝑚 R𝑆 =43(5 − 1)
5
R𝑆 =172 5 R𝑆 = 34,4
R𝑆 = 34
Skor terendah: Bobot terendah x jumlah sampel 1 x 43= 43 Skor tertiggi: Bobot tertinggi x jumlah sampel 5 x 43= 215
43
Tabel 3.2 Interval penilaian jawaban responden
Kriteria Motivasi Kerja Disiplin Kerja Kinerja Karyawan 43-76 Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah
77-110 Rendah Rendah Rendah
111-144 Cukup Cukup Cukup
145-178 Tinggi Tinggi Tinggi
179-215 Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat Tinggi
2. Path Analysis
Ghozali (2018) menyatakan bahwa analisis jalur (Path Analysis) merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antara variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hasil dari uji analisis jalur ini juga akan digunakan untuk membandingkan pengaruh mana yang lebih besar pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung, lalu dapat ditarik kesimpulan apakah dengan adanya variabel intervening ini dapat memperkuat atau justru memperlemah pengaruh independen terhadap dependen. Pada penelitian ini analisis jalur bias dijelaskan sebagai berikut:
1) Persamaan jalur 1: Pengaruh Motivasi terhadap Disiplin Kerja. Disiplin Kerja dirumuskan dalam persamaan berikut: M = a + b3X + e
2) Persamaan Jalur 2: Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Kinerja Karyawan dirumuskan dalam persamaan berikut Y = a + b2M + e
44
3) Persamaan Jalur 3: Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan dirumuskan dalam persamaan berikut Y = a + b1X + e
4) Persamaan Jalur 4: Beban Kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja melalui stres kerja yang dirumuskan dalam persamaan berikut :
Y = a + b 1X + b2M + b3XM + e
Keterangan:
Y = Kinerja Karyawan
M = Disiplin Kerja
X = Motivasi β = Beta
= Hasil Pengaruh Motivasi terhadap Disiplin kerja
= Hasil Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan
= Hasil Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
J. Uji Hipotesis 1. Uji t
Menurut Kuncoro (2013) uji-t bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh
45
pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen.
Berdasarkan hipotesis yang telah disajikan, penelitian ini menguji hipotesis dengan uji t
a. Uji Hipotesis 1
Hipotesis 1 yang menyatakan diduga motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diuji dengan uji t. Setelah itu untuk mengetahui signifikan analisis jalur membandingkan antara nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas Sig dengan pengambilan keputusan sebagai berikut :
a) variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan. Jika probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≤ Sig), maka Ho diterima Ha ditolak, artinya tidak signifikan.
b) Jika probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
b. Uji Hipotesis 2
Hipotesis 2 menyatakan diduga motivasi berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja diuji dengan uji t. Selanjutnya untuk mengetahui signifikasi analisis jalur membandingkan antara nilai
46
probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas Sig dengan pengambilan keputusan sebagi berikut :
a) Jika Probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≤ Sig), maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak signifikan.
b) Jika probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
c. Uji Hipotesis 3
hipotesis 3 menyatakan diduga disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diuji dengan uji t. Selanjutnya untuk mengetahui signifikansi analisis jalur membandingkan antara nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas Sig dengan pengambilan keputusan sebagai berikut :
a) jika Probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
b) jika probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0.05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
d. Uji Hipotesis 4
47
Hipotesis 4 yang menyatakan motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui disiplin kerja sebagai variabel mediasi dapat dilihat dari hasil uji sobel. Uji Sobel bertujuan untuk menguji hipotesis mediasi. Caranya dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka dapat dikatakan terjadi pengaruh mediasi yang signifikan. Uji hipotesis 4 dengan kriteria sebagai berikut :
a) Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (t hitung > t tabel) maka Ho ditolak dan Ha diterima.
b) Jika nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (t hitung < t tabel) maka Ha ditolak dan Ho diterima.
a. Uji Sobel
Pengujian sobel dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel mediasi sebagai pengaruh tidka langsung X terhadap Y (Sholihin &
Ratmono, 2013:80). Kriteria pengujian mediasi meliputi :
1) Apabila koefisien jalur pengaruh tidak langsung (X→M→Y) signifikan dan koefisien jalur pengaruh langsung (X→Y) juga signifikan, maka M sebagai variabel mediasil parsial (partial mediation).
2) Apabila keofisien jalur pengaruh tidak langsung (X→M→Y) signifikan dan koefisien jalur pengaruh langsung (X→Y) tidak signifikan, maka M sebagai variabel mediasi penuh (full mediation)
48
Pengujian mediasi dengan metode sobel dilakukan dengan menguji tingkat signfikan M sebagai variable mediasi dengan menghitung standart error Sab, digunakan rumus sebagai berikut :
𝑆𝑎𝑏 = √𝑏2𝑠𝑎2 + 𝑎2𝑠𝑏2 + 𝑠𝑎2𝑠𝑏2 Dimana :
a : Koefisien regresi Motivasi Kerja – Disiplin Kerja (X-M) b : Koefisien regresi Disiplin Kerja – Kinerja Karyawan(M-Y) Sa : Standart error Motivasi Kerja – Kinerja Karyawan (X-Y) Sb : Standart error Disiplin Kerja – Kinerja Karyawan (M-Y)
Selanjutnya untuk menguji signifikan pengaruh tidak langsung secara parsial (z), dihitungan dengan rumus sebagai berikut.
𝑧 = 𝑎𝑏 𝑆𝑎𝑏
Apabila nilai z > 1,96 (nilai z mutlak), maka variabel disiplin kerja secara signifikan memediasi pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja karyawan (Solimun et al., 2017:92).