• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di TK Segugus Melati, Karanganyar yang pada anak berusia 4-6 tahun. Peneliti memilih TK tersebut sebagai tempat penelitian karena masih beragam hasil capian perkembangan kemampuan perbandingan yang ada di Gugus Melati dan permasalahan tersebut belum pernah diteliti sebelumnya. Daftar TK yang termasuk dalam gugus sebagai berikut: 1) TK Pertiwi 01 Tegalgede., 2) TK Pertiwi 02 Tegalgede., 3) TK Pertiwi 03 Tegalgedes., 4) TK Penda Ringin Asri., 5) TK Aisyiyah Ngrawoh., 6) TK Pertiwi 01 Jantiharjo., 7) TK Pertiwi 02 Jantiharjo., dan 8) TK Pertiwi 03 Jantiharjo.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2020 hingga bulan Juli 2021 Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari tahapan pengajuan judul, penyusunan proposal, verifikasi proposal, pengurusan surat izin, pelaksanaan penelitian, pengumpulan data, analis data, dan ujian skripsi beserta revisi.

Jadwal penelitian dapat dilihat pada lampiran 1 (halaman 66).

B. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Sesuai dengan pernyataan Creswell dan Effendi apabila tujuan penelitian untuk menjelaskan hasil dari angka-angka maka termasuk dalam pendekatan kuantitatif, pun dengan penilitian ini akan memperoleh hasil berupa angka yang akan disajiakan dengan kata-kata. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Effendi

& Tukiran, 2017). Singarimbun menyatakan bahwa penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner

(2)

sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Suroso, 2009). Maka penelitian ini, peneliti membagikan kuesioner kepada guru untuk mendapatkan data kuantitatif tentang tingkat kemampuan perbandingan anak-anak di masing- masing sekolah sehingga dapat digunakan sebagai generalisasi atau gambaran kemampuan perbandingan yang dimiliki setiap anak.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan anak usia 4-6 tahun di Gugus Melati Karanganyar. Pengumpulan data diperoleh populasi 313 anak dan sampel berjumlah 163 anak. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel probabilitas. Populasi dan sampel yang dipilih untuk penilitian berasal dari permasalahan yang didapatkan pada TK di gugus Melati.

D. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yakni sampel probabilitas dengan jenis sampel acak sederhana. Effendi &

Tukiran (2017) mendefinisikan sampel probabilitas mengandung pengertian bahwa setiap unsur dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Sampel acak sederhana merupakan sebuah sempel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk di pilih sebagai sempel.

Metode pengambilan sampel acak sederhana menggunakan cara dengan mengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi.

Pengambilan sampel dengan teknik probabilitas dengan sampel acak sederhana digunakan agar setiap anak atau subjek penelitian memiliki kedudukan yang sama untuk terpilih.

Peneliti menentukan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan metode Harry King yang mendasarkan tingkat kesalahan berkisar antara 5 % sampai 15 %, atau derajat kepercayaan antara 85 % sampai 95 % dengan penghitungan menggunakan Nomogram Harry King. Cara menentukan sampel menggunakan teknik Nomogram Harry King adalah dengan cara menarik garis lurus dari garis sebelah kanan yang merupakan garis

(3)

besarnya populasi, melewati garis tengah yang merupakan garis tingkat kesalahan yang dikehendaki dan akan sampai padai garis di sebelah kiri yang menunjukkan prosentase besarnya sampel.

Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 313, taraf kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau tingkat kesalahan sebesar 5%. Perhitungan besarnya sampel menggunakan Nomogram Harry King dilakukan dengan cara menarik garis dari populasi sebesar 313, melewati taraf kesalahan 5%, maka akan ditemukan titik di bawah angka 50 atau kurang lebih angka 52, maka maka perhitungan untuk mengambil besarnya sampel yang diambil adalah 0,52 X 313 = 162,76 dibulatkan menjadi 163 orang. Penggunaan metode Nomogram Harry King akan ditunjukkan melalui gambar 2 :

Gambar 1 Nomogram Harry King Untuk Menentukan Ukuran Sampel dari Suatu Populasi Samapi 2.000

(Sumber: Effenndi, Tukiran. Metode Penelitian Survei, 2017: 176)

Selanjutnya setelah mengetahui jumlah sampel pada penelitian ini, maka ditentukan jumlah sampel yang akan diambil dari tiap sekolah tersebut dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

(4)

Tabel 1 Jumlah Tiap-tiap Anak yang Akan Dijadikan Sampel

No Nama Sekolah Jumlah Anak

Sampel

1. TK Pertiwi 01 Tegalgede 28 15

2. TK Pertiwi 02 Tegalgede 33 17

3. TK Pertiwi 03 Tegalgedes 23 12

4. TK Pemda Ringin Asri 43 22

5. TK Aisyiyah Ngrawoh 60 31

6. TK Pertiwi 01 Jantiharjo 45 24

7. TK Pertiwi 02 Jantiharjo 58 30

8. TK Pertiwi 03 Jantiharjo 23 12

(Sumber: dapo.dikdasmen.kemendikbud.go.id, 2021)

(5)

Jumlah sampel yang telah di dapatkan dari setiap sekolah akan di tentukan dengan pengambilan sampel acak sederhana menggunakan metode mengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi. Cara yang di lakukan dengan membuat gulungan kertas yang berisi angka mewakili populasi kemudian di undi agar setiap unit penelitian mempunyai peluang yang sama untuk terpilih. Hasil yang diundi jumlahnya akan disesuaikan dengan jumlah sampel yang telah dihitung.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menuliskan angka yang akan mewakili nama setiap anak TK yang menjadi populasi pada sepotong kertas.

Kertas tersebut lalu digulung hingga angka yang sudah dituliskan tidak tampak.

Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 313, maka gulungan kertas dibuat sesuai dengan jumlah populasi yaitu 313 gulungan kertas. Kemudian gulungan- gulungan kertas tersebut dimasukkan ke dalam sebuah wadah untuk dikocok dan kemudian dipilih satu per satu secara acak. Kertas yang dipilih mewakili nama anak dengan menyesuaikan jumlah sampel setiap sekolah.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuesioner.

Teknik kuesioner akan digunakan untuk mengambil data tentang kemampuan perbandingan anak usia 4-6 tahun yang akan diisi langsung oleh guru/wali kelas.

Kuesioner ini mengukur kemampuan perbandingan anak usia 4-6 tahun.

Kuesioner ini terdiri dari 25 item. Kuesioner ini akan diisi oleh guru anak usia 4-6 tahun di gugus melati.

Kuesioner menggunakan teknik Skala Guttman, dengan rentang penilaian nol sampai satu. Menurut Sugiyono (2019) skala Guttman digunakan untuk mendapatkan jawaban tegas dari responden, yaitu hanya terdapat dua interval seperti setuju-tidak setuju, ya-tidak, benar-salah, positif-negatif, pernah-tidak pernah dan lain-lain. Jawaban tegas diperlukan untuk menemukan jawaban yang pasti karena peniliti tidak dapat menilai secara langsung akan tetapi melalui perolehan data-data dari guru yang akan ditarik kesimpulan untuk mengetahui kemampuan perbandingan anak. Sistem penilaian dalam kuesioner ini menggunakan skala guttman dengan rentang penilaian mulai 0-1 yang terdiri dari

(6)

0 untuk tidak (tidak muncul) dan 1 untuk ya (muncul). Nilai yang digunakan untuk justifikasi hal-hal yang sifatnya kuantitatif ditentukan berdasarkan data-data dan informasi yang tersedia. Aspek dan indikator kemampuan perbandingan anak usia 4-6 tahun pada tabel berikut:

Tabel 2 Blue Print Indikator Kemampuan Perbandingan

Aspek/Variabel Komponen Indikator Nomor Butir

Kemampuan Perbandingan

Membandingkan ukuran

Membandingkan kelompok benda yang paling panjang atau paling pendek

1

Membandingkan 2 benda yang lebih panjang dari benda satunya

1

Membandingkan 2 benda yang memiliki panjang yang sama

1

Membandingkan kelompok benda yang paling tinggi atau paling rendah

1

Membandingkan 2 benda yang lebih tinggi dari benda satunya

1

Membandingkan 2 benda yang memiliki tinggi yang sama

1

Membandingkan kelompok benda yang paling jauh atau paling deket

1

Membandingkan 2 benda yang lebih jauh dari benda satunya

1

Membandingkan 2 benda yang memiliki jauh yang sama

1

Membandingkan kelompok benda yang paling tebal atau paling tipis

1

Membandingkan 2 benda yang lebih tebal dari

1

(7)

benda satunya

Membandingkan 2 benda yang memiliki tebal yang sama

1

Membandingkan kelompok benda yang paling luas atau paling sempit

1

Membandingkan 2 benda yang lebih luas dari benda satunya

1

Membandingkan 2 benda yang memiliki luas yang sama

1

Membandingkan volume

Membandingkan kelompok benda yang paling banyak atau paling sedikit

1

Membandingkan 2 benda yang lebih banyak dari benda satunya

1

Membandingkan 2 benda yang memiliki banyak yang sama

1

Membandingkan berat Membandingkan kelompok benda yang paling berat atau paling ringan

1

Membandingkan 2 benda yang lebih berat dari benda satunya

1

Membandingkan 2 benda yang memiliki berat yang sama

1

Membandingkan nilai angka

Membandingkan nilai angka paling besar antara 1-10

1

Menggunakan atau menuliskan simbol perbandingan

Menuliskan simbol lebih besar (>)

1 Menuliskan simbol lebih

kecil (<)

1 Menuliskan simbol sama

dengan (=)

1 Jumlah 25

(8)

Sumber : Diadaptasi dari Charleswort (2011); Beaty (2013); Mutiara dan Agustin (2017); Handayani, dkk (2017); Li, dkk (2020) dan di sesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dalam Permendikbud No 137 Tahun (2014)

F. Teknik Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen 1. Teknik Uji Validitas

Penelitian ini menggunakan pengujian validitas konstruk (construct validity) sebagai pengukur instumen. Instrumen penelitian kemampuan perbandingan terdiri dari 25 item yang ditinjau ulang dengan berkonsultasi dengan ahli expert judgement. Instrumen yang telah diajukan dipertimbangkan ahli sesuai dengan landasan teori kemudian divalidasi.

Pengujian yang akan digunakan untuk menghitung korelasi antara tiap pernyataan menggunakan rumus teknik korelasi product moment, yang rumusnya sebagai berikut:

Keterangan :

X merupakan skor pernyataan no ke-n Y merupakan skor total

XY merupakan pernyataan no ke-n dikalikan skor total N merupakan jumlah responden

Pengujian korelasi antara tiap pernyataan menggunakan rumus teknik korelasi product moment dengan bantuan Microsoft Excel. Dasar pengambilan keputusan yaitu jika angka korelasi yang diperoleh melebihi angka kritik pada tabel nilai r tabel sebesar 0,1289 maka korelasi tersebut valid. 25 item yang diujikan semuanya lolos dan dinyatakan valid. Rincian hasil uji validitas dapat dilihat pada lampiran 6 (halaman 85-86).

(9)

2. Uji Reliabitas

Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik pengukuran ulang (test-retest), untuk mendapatkan reliabilitas yang tinggi maka dilakukan uji reliabilitas dengan meminta responden yang sama mengisi pada jawaban semua pertanyaan dalam alat pengukur sebanyak dua kali dengan selang waktu 15 hari.

Hasil dari teknik pengukuran ulang diperoleh dengan cara hasil pengukuran pertama dikorelasikan dengan pengukuran kedua menggunakan teknik korelasi product moment. Penghitungannya mengggunakan cara yang sama dengan perhitungan validitas. Perolehan hasil teknik korelasi product moment nilai r hitung sebesar 0,5981. Angka korelasi yang diperoleh melebihi angka kritik pada tabel nilai r tabel sebesar 0,1289 maka korelasi tersebut signifikan. Artinya instrumen tersebut memiliki tingakat reliabilitas yang tinggi.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu pengolahan data untuk tujuan mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi dengan data yang diolah dalam statistik deksriptif hanya satu variabel. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diuji dengan menggunakan bantuan program microsoft excel dan SPSS 22 for windows.

Program SPPS untuk menunjukan gambarana data digunakan menu Analyze-Descriptive Statistic yang berisi sub-sub menu frequencies, deskriptive, dan explore. Hasil statistik deskriptif program SPSS 21 for windows disajikan berupa Sum (S), Mean (M), Median (Me), Modus (Mo), dan Standar Deviasi (SD). Rincian hasil statistik deskriptif dapat dilihat pada lampiran 7 (halaman 87-92).

(10)

H. Prosedur Penelitian 1. Tahap Persiapan Penelitian

Tahapan persiapan dimulai dari langkah pengajuan judul dan gambaran penelitian yang akan dilakukan. Gambaran ini akan dituliskan dalam proposal secara lebih rinci. Langkah-langkah dalam tahap persiapan yaitu: (1) Menentukan lokasi penelitian; (2) mengurus surat perijinan kepada lembaga;

(3) menyusun instrumen penelitian; (4) melakukan uji validitas instrumen;

2. Tahap Pelaksanaan

Setelah tahap persiapan maka tahapan selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Tahap pelaksanaan penelitian terdiri dimuali dari menentukan populasi dan sampel penelitian di TK segugus Melati di Karanganyar, dilanjutkan dengan menyebarkan kuesioner kepada guru segugus Melati di Karanganyar.

2. Tahap Pengolahan Data

Tahap ini merupakan tahap dimana data yang dibutuhkan dan terkumpul diteliti kembali untuk dianalisa dengan tahapan:

a. Mengecek data lembar kuesioner yang sudah terkumpul b. Merekapitulasi hasil lembar kuesioner seluruh sampel.

c. Menganalisis data rumus yang telah ditentukan.

3. Tahap Penyajian Data

Tahap penyajian data merupakan bahasan atas data yang telah dikumpulkan dan dianalisis. Hal utama dalam tahap ini yaitu hasil penelitian yang telah dikumpulkan terkait kemampuan perbandingan anak usia dini. Hasil ini kemudian disajikan dengan bentuk perentase deskriptif. Tujuan dalam penyajian data ini untuk memudahkan dalam memahami hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan disajikan sedemikian rupa sehingga dapat dipahami.

Gambar

Gambar 1 Nomogram Harry King Untuk Menentukan Ukuran Sampel dari                        Suatu Populasi Samapi 2.000

Referensi

Dokumen terkait

Menjelaskan karakteristik ruang, tektonika dan system symbol dalam beberapa lokalitas arsitektur Nusantara Menyimpulkan problem dan prospek perkembangan arsitektur Nusantara,

Penelitian ini lebih dititikberatkan kepada potensi dan kualitas batubara, yaitu dengan melihat distrbusi batubara dari jumlah seam yang ada, perkiraan jumlah

Janita (2009:4) menyatakan merek menjadi sebuah kontrak kepercayaan antara perusahaan dan konsumen, karena merek menjamin adanya konsistensi bahwa sebuah produk

4.4 Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait nama dan jumlah binatang,

Dari penelitian Lynch dkk, menggunakan jarum spinal 27G Quincke dan 27G Whitacre pada pasien-pasien ortopedik dengan spinal anestesi, menunjukkan tidak ada perbedaan yang

Perencanaan yang sering dilakukan didalam bisnis waralaba adalah merumuskan bisnis konsepnya pada bisnis yang akan di waralabakan, yang kedua sebagai pemberi bisnis

Mmenunjukkan hubungan yang searah antara partisipasi anggaran dengan kepuasan kerja sehingga dapat dinyatakan bahwa semakin tinggi partisipasi penyusunan anggaran maka akan

Nah dalam komunikasi antara Master Station (MS) dengan setiap Remote Terminal Unit (RTU) dilakukan melalui media yang bisa berupa fiber optik, PLC (power line carrier), atau