• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teorema Menger pada Graf.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Teorema Menger pada Graf."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ix

ABSTRAK

Kusumaningrum, Atika Norma Larasati. 2012. Teorema Menger pada Graf. Skripsi, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Utama Drs. Amin Suyitno, M.Pd. dan Pembimbing Pendamping Dr. Mulyono, M.Si.

Kata Kunci: Graf, Teorema Menger, Lintasan Disjoin, Matching.

Teori graf merupakan pokok bahasan matematika yang digunakan untuk merepresentasikan objek diskrit dan hubungannya antara objek-objek tersebut. Graf didefinisikan sebagai pasangan himpunan , yang dalam hal ini adalah himpunan tidak kosong dari titik-titik (vertices) dan adalah himpunan sisi (edges) yang menghubungkan satu atau dua titik. Salah satu konsep penting dalam graf adalah teorema Menger, karena dengan teorema Menger dapat dengan mudah dicari banyak lintasan disjoin maksimum di antara dua titik tanpa harus menyelidiki bermacam-macam lintasan pada graf.

Permasalahan dalam skripsi ini adalah apa yang dimaksud dengan teorema Menger dan bagaimana sifat dan penggunaan teorema Menger pada graf. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi pustaka, yaitu melakukan kajian pustaka dari berbagai sumber yang berkaitan dengan permasalahan sehingga didapat suatu ide mengenai bahan dasar pengembangan upaya pemecahan masalah.

Dalam skripsi ini dibahas tentang teorema Menger berserta pembuktiannya dan penggunaan teorema Menger pada graf. Pada teorema Menger versi titik, misalkan dan sebarang titik dari graf dengan

. Maka nilai minimum dari -cut sama dengan nilai maksimum dari banyaknya lintasan disjoin titik dari ke . Sedangkan pada teorema Menger versi sisi, misalkan dan sebarang titik dari graf . Maka nilai minimum dari

-disconnecting set sama dengan nilai maksimum dari banyaknya lintasan

disjoin sisi dari ke . Kemudian teorema Menger dapat pula digunakan untuk membuktikan teorema Hall pada Matching.

Referensi

Dokumen terkait

Lintasan (path) adalah jalan yang melewati titik yang berbeda-beda. Graf G dikatakan graf terhubung jika terdapat lintasan yang menghubungkan setiap dua titik yang

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada Bab III, yaitu Pembahasan, dapat disimpulkan bahwa graf hutan (forest) F merupakan gabungan dari graf lintasan dengan titik , dimana dan

Pada bagian ini akan dibahas mengenai penerapan Teorema Polya di dalam masalah enumerasi graf sederhana tak berlabel, yaitu perhitungan banyaknya graf sederhana tak berlabel yang

Gambar 42 Pewarnaan titik pada

Graf yang hanya terdiri atas satu lintasan disebut

Tentukan banyaknya titik dan garis graf yang akan dicari banyaknya jumlah graf terhubung berlabel tanpa garis paralel yang dapat dibentuk dari titik dan

Banyaknya spanning-tree pada graf berarah sederhana yang dikontruksi dapat dicari dengan menggunakan matriks in-degree dengan teorema: banyaknya arborescence pada graf dengan root

Batas Bawah Dimensi Partisi pada Graf Payung π‘Όπ’Ž,π’πŸ dan π‘Όπ’Ž,π’πŸ Batas bawah ditentukan dengan memperlihatkan bahwa graf payung π‘ˆπ‘š,𝑛1 dan π‘ˆπ‘š,𝑛2 bukan merupakan lintasan dari Teorema 3..