SISTEM SUSPENSI
Sistem suspensi dipasang diantara rangka kendaraan dengan poros roda, supaya
getaran atau goncangan yang terjadi tidak di
teruskan ke body.
SPRUNG WEIGHT DAN UNSPRUNG WEIGHT
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa makin besar sprung weightnya dari suatu kendaraan akan menjadikannya makin baik karena tendensi
body untuk terguncang akan menjadi berkurang. Sebaliknya unsprung weight yang terlalu besar cenderung menyebabkan
body mudah terguncang.
Oskilasi dan bergoyangnya bagian pegas dari kendaraan terutama body berpengaruh besar pada kenikmatan kendaraan.
OSKILASI SPRUNG WEIGHT
PITCHING
• Pitching adalah oskilasi turun-naik bagian depan dan belakang berhubungan dengan titik berat depan dan belakang kendaraan. Hal ini terjadi kususnya bila
kendaraan melalui jalan yang kasar yang banyak berlubang. Pitching juga lebih mudah terjadi pada
kendaraan yang pegasnya lemah dibandingkan yang
pegasnya lebih keras.
• BERGULIR (ROLLING)
• Ketika kendaraan membelok atau melalui jalan
yang bergelombang. Salah satu pegas satu sisi
kendaraan mengembang dan pada sisi lainnya
mengkerut. Hal ini mengakibatkan body berputar
(Rolling) dalam arah yang lurus (dari sisi ke sisi).
• MELAMBUNG (BOUNCHING)
• Bounching adalah gerakan naik-turunnya body kendaraan secara keseluruhan. Bila kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi melalui jalan
yang bergelombang, maka seolah-olah terjadi
gerakan naik-turun. Juga mudah terjadi bila
keadaan pegas-pegas lemah
• ZIG-ZAG (YAWING)
• Yawing adalah gerakan body kendaraan arah memanjang, ke kanan dan ke kiri terhadap titik tengah (centerline). Pada permukaan jalan
dimana terjadinya pitching seperti juga terjadi
yawing.
OSKILASI UNSPRUNG WEIGHT.
HOPPING
Hopping adalah
gerakan melambung (bounching) roda-roda keatas dan kebawah yang biasanya terjadi pada jalan-jalan yang berombak pada
kecepatan sedang
dan tinggi.
TRAMPING
TRAMPING
Tramping adalah gerakan oskilasi turun-naik pada arah yang berlawanan pada roda-roda kiri dan
kanan, menyebabkan roda- roda kiri dan kanan
melompat terhadap
permukaan jalan. Keadaan ini mudah terjadi pada
kendaraan yang
menggunakan suspensi poros rigid (rigid axle suspension).
WIND - UP
WIND-UP
Wind-Up adalah gejala dimana pegas daun melintir disekeliling
poros yang disebabkan momen penggerak
(driving torque)
kendaraan.
TIPE SUSPENSI DAN KARAKTERISTIK
Suspensi poros rigid memiliki karakteristik :
• Jumlah komponen suspensinya sedikit dan
konstruksinya sederhana, dan perawatannya mudah
• Cukup kuat untuk operasi yang berat (heavy-duty)
• Bila membelok kemiringan body sedikit
• Perubahan alignment sedikit dengan turun naiknya roda roda. Dengan demikian keausan ban akan berkurang
• Kenikmatan kendaraan berkurang karena unsprung weight-nya besar
• Adanya gerakan roda kiri dan kanan saling
mempengaruhi, maka akan mudah mudah terjadi
getaran dan oksilasi.
SUSPENSI POROS RIGID
(RIGID- AXLE SUSPENSI)
TIPE PEGAS DAUN SEJAJAR
TIPE PEGAS DAUN SEJAJAR
• Suspensi tipe ini digunakan pada roda depan truk dan bus dan untuk suspensi belakang mobil-mobil komersil.
• Karakteristiknya ;
• Pegas daunnya (leaf spring) juga berfungsi sebagai linkage untuk memposisikan poros sehingga tidak diperlukan linkage yang
terpisah. Konstruksi suspensinya sederhana dan cukup kuat. Posisi poros (axle) didukung oleh pegas pegas daun, sehingga sukar
digunakan sebagai pegas yang lembut. Suspensi model ini tidak baik bila digunakan untuk memperoleh kenikmatan dalam
pengemudian.
• Kenikmatan berkendaraan juga kurang karena adanya gesekan
antara daun pegas . akselerasi dan momen pengereman cenderung menyebabkan berputar ke atas (wind-up) dan getaran yang
menyebabkan bagian belakang kendaraan bergerak menurun
(Reas-end squat) dan bagian depan lebih rendah daripada belakang (Nose Driving)
Suspensi independen pegas coil (coil spring)
Konastruksi pegas coil dibuat dari batang baja khusus berbentuk spiral roda dipasang pada steering knuckle melalui dua lengan (upper arm dan lower arm) shock absorber dan pegas koil dipasang di antara kedua arm.
Salah satu ujung arm dipasang pada body atau frame melalui bushing dan ujung lainnya pada streering knuckle melalui ball joint. Bagian atas shock absorber diikat pada body atau frame dan bagian bawahnya ke
lower arm.
Suspensi Rigid
Suspensi Rigid biasanya menggunakan pegas daun yang dibuat dari bila bajah lengkung dan mempunyai elastisitas cukup tinggi suspensi jenis
ini bayak digunakan pada roda belakangnya.
Salah satu ujung pegas dipasangkan pada
frame/kerangka dengan menggunakan bushing, sedangkan ujung lainnya dipasang pada kerangka
menggunakan Hangger Spring (ayunan pegas ).
TIPE LEADING ARM & TRAILING ARM
DENGAN LATERAL ROD
Karakteristik
TIPE LEADING ARM & TRAILING ARM DENGAN LATERAL ROD
Pada tipe ini posisi axle yang biasanya dilakukan pegas daun pada pegas tipe paralel, selanjutnya telah disempurnakan oleh leading arm atau trailing
arm dan lateral control rod. Bila dibandingkan dengan suspensi rigid yang menggunakan pegas
daun, suspensi ini mempunyai beberapa keistimewaan sebagai berikut :
Kenikmatan berkendara akan baik karena konstanta pegas dapat dibuat lebih kecil
Sukar terjadi wind-up karena trailing arm
sifatnya lebih kaku
TRAILING ARM DENGAN TWIST BEAM
Konstanta tipe ini amat sederhana dan kompak,
dan digunakan pada suspensi roda belakang
pada mobil yang letak mesinnya di depan dan
penggerak roda depan (FF), contohnya pada
Daihatsu YRV.
TIPE 4-LINK
Suspensi tipe ini digunakan pada
suspensi belakang.
Diantara suspensi rigid, tipe inilah yang
dapat
menghasilkan kenikmatan
kendaraan terbaik.
SUSPENSI MODEL BEBAS
Karakteristik suspensi model bebas (independent suspension) adalah sebagai berikut :
Unsprung Weight dapat dijaga agak rendah dan karakteristik cengkeraman roda-roda pada jalan akan menghasilkan kenikmatan berkendara yang baik dan stabil.
Pada suspensi model bebas, pegas-pegas hanya
menopang dan tidak membantu memposisikan roda-roda (sehingga diperlukan linkage)
Karena tidak ada hubungan antara roda kiri dan kanan, maka lantai dan posisi engine mounting dapat diperendah.
Ini berarti titik berat kendaraan menjadi rendah dan ruang penumpang serta ruang bagasi akan menjadi lebih luas.
Konstruksinya agak rumit
Tread dan alignment berubah dengan adanya gerakan
roda-roda yang turun-naik.
beberapa macam tipe
suspensi model bebas.
TIPE MACPHERSON STRUT
Suspensi ini banyak digunakan pada sistem suspensi model bebas (independent suspension) untuk roda depan mobil ukuran kecil dan sedang. Tipe ini juga digunakan pada roda
belakang mobil tipe FF (Front engine, Front Wheel Drive), contohnya pada Daihatsu Taruna.
Karakteristik
Konstruksi suspensi relatif sederhana
Komponennya lebih sedikit dan ringan, maka unsprung weight dapat berkurang.
Karena suspensi ini hanya memerlukan tempat yang sedikit, maka ruang mesin dapat ditambah.
Jarak antara titik penyangga suspensi besar, sehingga sedikit pengaruhnya pada front wheel alignment disebabkan salah
pemasangan. Dan hanya diperlukan penyetelan alignment
toe-in saja.
Pada suspensi tipe Macpherson Strut, shock absorber berfungsi
sebagai bagian dari linkage suspensi yang menopang beban vertikal.
Shock absorber menerima sedikit beban dari roda-roda dan sedikit bengkok. Ini menimbulkan
penekanan kearah lateral stress (A dan B seperti diperlihatkan pada gambar) yang menyebabkan
terjadinya gesekan antara piston rod dan rod guide, dan antara piston dan inner shell sehingga menyebabkan bunyi yang tidak normal dan
mempengaruhi kenikmatan kendaraan. Problem ini dapat
dikurangi dengan cara memberikan offset pada pegas-pegas bagian tengah strut atau shock absorber sehingga terjadi gaya-gaya a dan b yang berlawanan dengan gaya A atau B
TIPE DOUBLE WISHBONE
TIPE DOUBLE WISHBONE
TIPE DOUBLE WISHBONE
Karakteristik
DOUBLE WISH BONE
Geometri letak arm yaitu panjang, posisi dan sudut-sudut arm akan menentukan bagian-bagian
roda bila membelok atau melalui tonjolan. Bagian ini berpengaruh pada kemudi, cengkeraman pada jalan dan keausan pada ban. Bila upper dan lower arm sejajar dan sama panjangnya, roda-roda tidak
akan miring pada waktu naik dan turun. Ini akan menyebabkan tread (jarak antara roda kiri dan
kanan) berubah, yang mengakibatkan membeloknya roda-roda tidak lembut dan
keausan ban akan berlebihan
TIPE SEMI-TRAILING ARM
Dengan suspensi ini, besarnya toe-in dan sudut chamber berubah (sesuai gerakan turun-naiknya roda-roda) sudutnya dapat
dikontrol dengan variasi panjang tiap arm dan mengeset sudut pemasangan arm dan sudut axis sway (sudut sumbu ayun) untuk
menentukan karakteristik pengendalian kendaraan, contohnya pada Daihatsu Ceria.