• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas Pembelajaran Invertebrata Berbasis Bioedutainment dengan Memanfaatkan SPESIMIC terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA 2 Ungaran.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efektivitas Pembelajaran Invertebrata Berbasis Bioedutainment dengan Memanfaatkan SPESIMIC terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA 2 Ungaran."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Kusuma, Henny Hendrawati. 2011. Efektivitas Pembelajaran Invertebrata Berbasis Bioedutainment dengan Memanfaatkan SPESIMIC terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA 2 Ungaran. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Andin Irsadi, S. Pd., M. Si. dan Drs. Bambang Priyono, M.Si.

Materi invertebrata merupakan materi yang dianggap sulit oleh siswa kelas X karena materi ini berisi banyak hafalan dari ciri-ciri dan klasifikasi hewan invertebrata. Banyaknya materi invertebrata yang harus diajarkan menyebabkan guru cenderung tidak menggunakan variasi dalam kegiatan pembelajarannya. Kurangnya variasi dalam pembelajaran mengakibatkan siswa mengalami kebosanan dalam belajar, umpan balik menjadi rendah, serta siswa menjadi pasif dan akhirnya mengakibatkan menurunnya hasil belajar biologi siswa. Hasil observasi awal di SMA 2 Ungaran diketahui bahwa ≥ 50% siswa mendapatkan nilai biologi di bawah 70 (KKM). Permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan menerapkan pembelajaran invertebrata berbasis bioedutainment dengan memanfaatkan SPESIMIC. SPESIMIC merupakan penggabungan penggunaan media spesimen dan media MIC (Music In Concert). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran invertebrata berbasis bioedutainment dengan memanfaatkan SPESIMIC terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA 2 Ungaran.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test and post-test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 2 Ungaran yaitu kelas X-1 sampai dengan X-9. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas X-4 dan X-6 dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sample. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran invertebrata berbasis bioedutainment dengan memanfaatkan SPESIMIC. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas X SMA 2 Ungaran pada materi invertebrata (sub konsep Mollusca dan Arthropoda).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara klasikal (91%) siswa di kelas X-4 dan (97%) siswa di kelas X-6 siswa mencapai ketuntasan belajar individual dengan nilai ≥ 70 (KKM), tingkat ketuntasan siswa secara klasikal dalam kategori sangat baik, 97% siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran serta 97% siswa memberi respon positif terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil perhitungan t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test yang menandakan treatment ini efektif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran invertebrata berbasis bioedutainment dengan memanfaatkan SPESIMIC efektif terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 2 Ungaran.

Referensi

Dokumen terkait

Menentukan ketuntasan individual dan klasikal berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan menggunakan rumus penentuan hasil ketuntasan individual dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 15 siswa menjadi 23 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun

submateri Invertebrata di kelas X SMA Kemala Bhayangkari 1 Kapubaten Kubu Raya, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Rata-rata skor pretest hasil belajar siswa yang

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) baik secara individual maupun klasikal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di

70 untuk tingkat pengerjaan LKS dan pada siklus 2 memperoleh ketuntasan klasikal yang optimal dengan arti semua siswa tuntas atau siswa tuntas individual dengan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 19 siswa menjadi 24 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan

Jika dilihat dari persentase ketuntasan klasikal bahwa indikator keberhasilan untuk minimal 50% siswa sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan memperoleh nilai ≥

Dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70, ketuntasan klasikal yang diperoleh hanya sekitar 40%. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru harus kreatif dalam