HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECENDERUNGAN BUNUH DIRI PADA REMAJA YANG BERSTATUS SOSIAL EKONOMI LEMAH.
Teks penuh
Dokumen terkait
rendah cenderung merasa tidak puas dengan diri sendiri, yang disebabkan oleh munculnya pikiran-pikiran negatif terhadap kondisi fisik yang dimiliki remaja difabel pada
Subjek penelitian, penelitian ini dapat memberikan informasi tentang hubungan antara kontrol diri dengan kenakalan remaja, sehingga remaja memiliki kontrol diri yang kuat, dan
Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran kepada orang tua tentang penerimaan diri dan kecenderungan anoreksia nervosa pada remaja puteri sebagai model,
Sebaliknya, semakin rendah penerimaan diri pada remaja penyandang tuna rungu, maka semakin tinggi kecemasan berinteraksi
untuk bunuh diri, akan telapi tidak semua orang yang merasa terlekan pasti ingin..
Individu yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi pada umumnya merasa yakin terhadap apa yang dilakukannya, merasa dapat diterima dalam kelompoknya, merasa yakin pada
Sedangkan dalam hasil analisis kecenderungan perilaku kenakalan remaja pada subjek juga memiliki kategorisasi yang tergolong tinggi juga.maka dalam hal ini subjek memiliki
Koefisien determinasi R2 sebesar 0,194 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel penerimaan diri memiliki kontribusi 19,4% terhadap body dissatisfaction pada remaja perempuan dan sisanya