• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini, beban kerja mental yang berlebihan dapat mempengaruhi produktivitas seorang pegawai dikarenakan beban pekerjaan tidak sesuai dengan mental seseorang pegawai bahkan seringnya overnya suatu pekerjaan yang harus dikerjakan. Pekerjaan yang berlebih dapat menimbulkan resiko yang dirasakan oleh seorang pegawai dan berdampak pada masa jangka pendek ataupun dalam masa jangka panjang. Beban kerja diterima seorang pegawai harus sesuai atau seimbang dengan kondisi fisik dan keterbatasan kondisi pekerja dalan menerima pekerjaanya.

PT Multi Instrumentasi merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi meter air, produk yang dihasilkan berupa produk meter air jenis LF-01, LF-02 da LF-04, produk yang dihasilkan tentunya harus memiliki kualitas mutu yang baik. Strategi produksi yang diterapkan oleh PT Multi Instrumentasi dilakukan dengan staregi produksi make to stock (MTS) dan make to order (MTO). Make To Stock merupakan strategi produksi yang dilakukan proses produksinya tanpa adanya permintaan dari konsumen dan perusahaan tetap melakukan proses produksi barang sedangkan Make To Order merupakan strategi produksi yang dilakukan proses produksinya dengan adanya permintaan dari konsumen. Produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan ini mengutamakan kualitas dan mutu berdasarkan dengan standar internasional maupun nasional sehingga dapat bersaing dengan perusahaan meter air yang lainnya.

Produk LF-01 merupakan produk yang sering di produksi di perusahaan ini dan menjadi produk andalan tersendiri dikarenakan produk yang pertama kali dibuat oleh perusahaan ini yaitu jenis produk LF-01 yang sudah memiliki standarisasinya dan kualitas mutu yang baik. Pejualan untuk produk LF-02 dan LF-04 tidak sebanyak penjualan LF-01, oleh karena itu operator produksi lebih banyak memproduksi produk LF-01 dibandingkan dengan LF-02 dan LF-04. Operator

(2)

produksi melakukan proses produksi sesuai forecast yang diperoleh dari bagian marketing, hal tersebut membuat operator bagian produksi PT Multi Instrumentasi memiliki beban kerja mental maupun fisik sehingga memerlukan konsesntrasi tinggi agar produk yang dihasilkan lolos Quality Control (QC) dengan banyaknya produksi yang sesuai dengan forecast maka tidak menutup kemungkinan reject yang dihasikan pun besar.

Tabel 1. 1 Jumlah Produksi Produk LF-01 Bulan Januari 2019-April 2019 Bulan Jumlah Produksi

(pcs) Reject Lolos QC Reject (%)

Januari 8.309 3.666 4.643 44,12%

Februari 4.188 1.535 2.653 36,65%

Maret 2.610 424 2.186 16,25%

April 4.590 1.962 2.628 42,75%

Total 19.697 7.587 12.110 38,52%

(Sumber: Divisi Quality Control, PT Multi Instrumentasi, 2019)

Berdasarkan Tabel 1.1 terdapat total jumlah produksi dari bulan Januari 2019 - April 2019. Perusahaan memiliki standarisasi produk reject sebesar 20% dan berdasarkan data yang terkumpul dari bulan januari sampai dengan bulan april terdapat produk reject sebesar 38,52%, besar reject tersebut melebihi dari standarisasi perusahaan untuk produk reject. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk pengukuran beban kerjanya dan perbaikan dari segi pekerjanya. Berikut merupakan produk reject yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1.1, Gambar 1.2 dan Gambar 1.3, Gambar 1.4, Gambar 1.5, Gambar 1.6.

Gambar 1. 1 Body Casing Bocor Gambar 1. 2 Body Casing Permukaan Cacat

(3)

Gambar 1. 3 Body Casing Bolong Gambar 1. 4 Core Patah

Gambar 1. 5 Body Casing Patah Gambar 1. 6 Body Casing Gosong

Terjadinya reject menurut Sabrini (2013) disebabkan karena beban kerja yang dirasakan operator, sehingga mengakibatkan kelelahan dalam mengoperasikan mesin ketika sedang melakukan aktivitas kerja. Dapat diketahui bahwa kondisi fisik dan kondisi mental operator memiliki peran penting terhadap produktivitas perusahaan. Untuk meningkatkan perkembangan industri saat ini dibutuhkan sumber daya manusia yang dapat bekerja sesuai pekerjaannya dengan baik sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu dalam mengupayakan efektifitas serta meningkatkan produktivitas dalam mencapai suatu tujuan dengan cara melakukan analisis beban kerja untuk mengetahui tingkat permasalahan sebuah perusahaan.

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalam menghitung beban kerja mental diantarannya adalah dengan metode Modified Cooper Harper (MCH) adalah pendekatan yang memperhitungkan kombinasi skala antara beban kerja fisik dan mental, khususnya dalam menganalisis beban kerja subjektif pada pilot pesawat terbang. Skala penilaian ini berbentuk pohon keputusan juga menyebutkan bahwa pendekatan ini sangat mudah, efisien dan cocok digunakan pada berbagai variasi bidang pekerjaan terutama pada sistem manusia-mesin yang membutuhkan

(4)

persepsi, monitoring, evaluasi, komunikasi dan pengambilan keputusan dari manusia.

1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan peneliti bahas kali ini mengenai pengukuran beban kerja mental operator di PT Multi Instrumentasi dan dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana menentukan kerangka pengukuran beban kerja dengan menggunakan metode Modified Cooper Harper pada bagian produksi dalam proses pembuatan produk LF-01 di PT Multi Instrumentasi?

2. Bagaimana menentukan klasifikasi beban kerja pada operator bagian produksi pada proses produksi pembuatan produk LF-01 di PT Multi Instrumentasi, apakah termasuk beban kerja Underload, Optimal load atau Overload?

3. Bagaimana mengatasi masalah beban kerja mental operator di bagian produksi di PT Multi Instrumentasi?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Menentukan kerangka pengukuran beban kerja dengan menggunakan metode Modified Cooper Harper pada bagian produksi dalam proses pembuatan produk Body Casing LF-01 di PT Multi Instrumentasi.

2. Menentukan klasifikasi beban kerja pada operator bagian produksi pada proses produksi pembuatan produk Body Casing LF-01 di PT Multi Instrumentasi, apakah termasuk beban kerja Underload, Optimal load atau Overload?

3. Memberikan usulan dan rekomendasi terhadap perusahaan untuk mengurangi beban kerja mental operator serta untuk perbaikan kondisi lingkungan kerja, agar perusahaan dapat meningkatkan kinerja operator bagian produksi pembuatan produk Body Casing LF-01 di PT Multi Istrumentasi.

1.4 Ruang Lingkup Penelitian

Agar penelitian ini memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian, maka akan dilakukan pembatasan masalah, seperti tercantum di bawah ini:

1. Penelitian dilakukan di PT Multi Instrumentasi.

(5)

2. Penelitian hanya mengamati pada bagian proses produksi pembuatan produk Body Casing LF-01.

3. Data Kuesioner digunakan sebagai acuan dalam pengukuran beban kerja operator di bagian produksi PT Multi Instrumentasi.

4. Objek penelitian adalah pekerja pada bagian operator mesin furnace, mesin induksi furnace, mesin core elektrik, mesin gravity, mesin gerinda duduk, mesin shotblasting, mesin oven powder coating, mesin six way dan tapping, mesin bor frais dan mesin bor.

5. Pengisian kuesioner tidak dibatasi waktu.

6. Pernyataan dibuat 10 kuesioner.

7. Kerangka kuesioner dibuat berdasarkan metode Modified Cooper Harper 8. Penelitian hanya dilakukan sebatas untuk mengukur beban kerja operator di

bagian produksi di PT Multi Instrumentasi dengan menggunakan metode Modified Cooper Harper dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi beban kerja supaya meningkatkan kinerja operator.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah agar PT Multi Instrumentasi dapat mengurangi beban kerja pegawai pada saat proses produksi berlangsung dan lebih memperhatikan faktor internal (jenis kelamin, umur, berat badan dan kondisi kesehatan) dan faktor eksternal (tugas, organisasi kerja dan kondisi lingkungan kerja) dan dapat meningkatkan kinerja operator bagian produksi selain itu untuk menggembangkan ilmu dalam bidang ergonomi khususnya dalam kajian pengukuran beban kerja subjektif.

1.6 Sistematika Penulisan

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dengan penulisan laporan ini penulis membuat sistematika penulis sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisikan tentang pendahuluan dimana didalamnya terdapat tentang latar belakang masalah diantaranya uraian mengenai keadaan dan berbagai permasalahan yang menarik untuk diteliti yang mendasari dilakukannya peelitian, perumusan masalah yag merupakan rumusan dari beberapa masalah yang akan

(6)

diselesaikan berdasarkan latar belakang yang dibuat, tujuan penelitian yang merupakan jawaban mengapa dilakukannya penelitian, ruang lingkup penelitian merupakan aspek-aspek dan kedalaman pembahasan dalam pemecahan masalah yang dilakukan serta sistematika penulisan laporan yang merupakan acuan disusunnya laporan ini.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan mengenai teori-teori yang menunjang dan mendukung penyelesaian masalah yag diperlukan untuk membahas dan menganalisa terhadap masalah yang sedang dihadapi.

BAB III METODELOGI PENELITIAN

Bab III berisikan pemaparan langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian dalam penyusunan laporan penelitian diantaranya langkah- langkah dalam proses penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Bab IV berisikan tentang pengumpulan data dan pengolahan data dari hasil penelitian. Pengumpulan data berisikan data-data pendukung perusahaan dan data penelitian yag diambil untuk pengolahan data. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode Modified Cooper Harper, sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan peneitian.

BAB V ANALISIS

Bab V berisikan hasil analisa setelah dilakukannya pengolahan data berdasarkan pemecahan masalah dan metode yang digunakan dalam penelitian, sehingga dapat mengetahui besarnya beban kerja dibagian produksi Body Casing.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisik tentang kesimpulan dari hasil yang diperoleh selama penelitian yang telah dilakukan dan saran-saran yang diberikan untuk perusahaan dan memberikan rekomendasi mengenai kinerja dan produktivitas operator agar bekerja secara optimal.

Referensi

Dokumen terkait

Tumor orbita mata adalah tumor yang menyerang rongga orbita (tempat bola Tumor orbita mata adalah tumor yang menyerang rongga orbita (tempat bola mata) sehingga merusak jaringan

Judul laporan Akhir ini adalah “ Analisis Perhitungan Koreksi Fiskal Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan Nomor 36 Tahun 2008 Pada KPRI Dharma Karya Palembang .”

Kao što je već gore spomenuto rješenja postoje, ali one se mogu efektivno pokazati samo promjenama na Zemlji. Primjerice, za proizvodnju jednoj vjenčanog prstena treba se izvaditi

Dr Muzamuil Qomar dalam bukunya manajamen Pendidikan Islam, dikatakan bahwa suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara Islami dengan cara menyiasati

Pada tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba Tahun 2020, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bulukumba dengan Berdasarkan ketentuan

Pada tahun 2012 jumlah kunjungan pasien di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh sebanyak 674 kasus, dengan prevalensi penderita hipertensi pada perempuan cenderung

Pendapatan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) bersumber dari pendapatan asli Desa terdiri atas hasil usaha, hasil aset, swadaya dan partisipasi, gotong

Pemilihan metode ini disesuaikan dengan tujuan penelitian yaitu untuk membandingkan unjuk kerja mesin yang meliputi Torsi, Daya, Konsumsi Bahan Bakar Spesifik, Rasio Udara