• Tidak ada hasil yang ditemukan

penjelasan untuk masing masing tahap adalah sebagai berikut : Gambar 3.1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "penjelasan untuk masing masing tahap adalah sebagai berikut : Gambar 3.1"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

24 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan bentuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Menurut Arikunto ( 2013 : 137 ) PTK model Arikunto terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang keempatnya merupakan satu siklus. Ada pun PTK model Arikunto beserta penjelasan untuk masing–masing tahap adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1

Siklus PTK model Arikunto ( 2013 : 137 ) 3.2 Ruang Lingkup Penelitian

3.2.1 Subjek Penelitian

Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah anak didik di kelompok A PAUD Strawberry Kota Salatiga, yang berjumlah 10 anak, dengan

Perencanaan Siklus 1 Pengamatan Perencanaan

Siklus III dst…

Pengamatan Siklus II

Pelaksanaa n

Refleksi Refleksi

Pelaksanaa n

(2)

25

rincian peserta didik yaitu anak laki–laki sejumlah 2 orang dan anak perempuan sejumlah 8 orang dengan rentang usia berkisar antara 5-6 tahun.

3.2.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di kelompok A PAUD Strawberry Kota Salatiga pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 dengan menyesuaikan jam pembelajaran di kelompok A PAUD Strawberry Kota Salatiga.

3.2.3 Subjek Penelitian

Subjek penelitian dari penelitian ini adalah anak kelompok A PAUD Strawberry Kota Salatiga tahun pelajaran 2014/2015 berjumlah 10 siswa terdiri dari 8 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki.

3.3. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.3.1 Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini memiliki dua variabel yang diteliti, yaitu variabel X dan variabel Y. Sugiyono (2010: 38), mendefinisikan variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

a) Variabel Bebas (X)

(3)

26

Sugiyono (2010: 39) mendefinisikan variable bebas (independen) adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah Dadu Angka . Alat peraga dadu adalah alat bantu bagi anak untuk mengingat pelajaran. Alat peraga dadu angka dapat menimbulkan kesan di hati sehingga anak-anak tidak mudah melupakannya. Sejalan dengan ingatan anak akan alat peraga itu, anak juga diingatkan dengan pelajaran yang disampaikan guru.

Semakin kecil anak, ia semakin perlu visualisasi/konkret (perlu lebih banyak alat peraga) yang dapat disentuh, dilihat, dirasakan, dan didengarnya . Dengan alat peraga, gambar lebih jelas daripada dijelaskan dengan kata-kata saja dan melalui dengan gambar akan lebih jelas daripada diceritakan secara lisan saja.

b) Variabel Terikat (Y)

Sugiyono (2010: 39) mendefinisikan variable terikat (dependen) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Dalam penelitian ini, variabel terikatnya adalah mengenal konsep bilangan dari 1-10. Dalam mengenalkan bilangan pada anak, diharapkan mampu mengenal dan memahami konsep bilangan, transisi, dan lambang sesuai dengan jumlah benda-benda pengenalan bentuk lambang sehingga akhirnya dapat mencocokannya sesuai dengan

(4)

27

lambang bilangannya. Bilangan adalah representasi fisik dari data yang diamati. Bilangan dapat dipresentasikan dalam berbagai bentuk, yang kemudian digolongkan pada sebuah system bilangan, tetapi mempunyai arti yang sama.

3.4 Prosedur Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua siklus dengan rincian prosedur tindakan kelas adalah sebagai berikut:

Siklus 1

Siklus 1 dalam penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 3 hari, dengan rincian sebagai berikut:

1. Perencanaan (planning) Tahap perencanaan ini meliputi:

a) Merancang rencana pembelajaran siklus I pokok bahasan konsep bilangan.

b) Mempersiapkan perlengkapan belajar yang diperlukan.

c) Menetapkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran ini menggunakan media d) permainan dadu angka.

e) Menyajikan pengalaman belajar yang bersifat menyenangkan.

f) Membuat lembar observasi untuk mengamati aktifitas anak didik dan kegiatan pembelajaran.

g) Menetapkan letak pembelajaran di dalam kelas.

2. Tindakan (acting)

Tahap tindakan dalam siklus I terdiri dari 3 pertemuan, dengan masing- masing pertemuan mempunyai rincian kegiatan sebagai berikut:

a. Pertemuan I 1) Kegiatan awal:

(5)

28

Berbaris, berdoa, salam, absen, bernyanyi dan melakukan apersepsi dan motivasi.

2) Kegiatan inti:

Menyampaikan pokok bahasan yang akan dipelajari, menjelaskan metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pokok bahasan ini adalah dengan permainan dadu angka, menjelaskan kepada anak tentang aturan dan cara bermainnya dan bermain dadu angka dengan indikator menyebutkan lambang bilangan 1-10.

3) Kegiatan akhir:

Bernyanyi, melakukan re-calling, memberi pesan dan motivasi, berdoa dan salam.

b. Pertemuan II 1) Kegiatan awal:

Berbaris, berdoa, salam, absen, bernyanyi dan melakukan apersepsi dan motivasi

2) Kegiatan inti:

Menyampaikan pokok bahasan yang akan dipelajari, menjelaskan metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pokok bahasan ini adalah dengan permainan dadu angka, menjelaskan kepada anak tentang aturan dan cara bermainnya dan bermain dadu angka dengan indikator membilang benda dengan lambang bilangan 1-10.

3) Kegiatan akhir:

Bernyanyi, melakukan re-calling, memberi pesan dan motivasi, berdoa dan salam.

c. Pertemuan III 1) Kegiatan awal:

Berbaris, berdoa, salam, absen, bernyanyi dan melakukan apersepsi dan motivasi.

2) Kegiatan inti:

Menyampaikan pokok bahasan yang akan dipelajari, menjelaskan metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pokok bahasan

(6)

29

ini adalah dengan permainan dadu angka, menjelaskan kepada anak tentang aturan dan cara bermainnya dan bermain dadu angka dengan indikator mencocokan bilangan dengan lambang bilangan 1-10.

3) Kegiatan akhir:

Bernyanyi, melakukan re-calling, memberi pesan dan motivasi, berdoa dan salam.

3. Observasi (Observing)

Pada tahap ini peneliti juga melakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi kemampuan anak dan lembar observasi keterlibatan anak. Dimana lembar observasi kemampuan anak bertujuan untuk mengukur peningkatan kemampuan anak dalam pemahaman konsep bilangan yang diukur dalam pencapaian indikator-indikator yang telah ditentukan. Disamping lembar observasi guru, yang bertujuan untuk mencatat dan menilai kinerja pemberi tindakan dalam penelitian ini. Dimana hal ini didasarkan pada kemampuan melaksanakan prosedur penelitian dan pembelajaran di dalam kelas.

4. Refleksi (Reflecting)

Pada tahap refleksi peneliti dan pengamat segera menganalisa pelaksanaan PTK setelah kegiatan belajar mengajar berakhir, sebagai bahan refleksi. Selanjutnya peneliti mengadakan refleksi dalam pelaksanaan pembelajaran dan kekurangan serta hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran, dan bila melalui permainan dadu angka tingkat pemahaman anak masih belum meningkat dalam pokok bahasan konsep bilangan di kelompok A PAUD Strawberry Kota Salatiga tahun ajaran 2014/2015, yang dapat dilihat dari kriteria pencapaian indikatornya. Hasil refleksi tersebut digunakan untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya.

(7)

30 Siklus II

Pada siklus II pun kegiatan pembelajaran akan dilakukan sama seperti pada siklus I hanya saja peneliti mengganti beberapa perintah sesuai dengan indikator yang belum tercapai dan didasarkan pada permasalahan baru yang muncul pada siklus I. Siklus II merupakan penyempurnaan dari kelemahan dan kekurangan pada siklus sebelumnya. Hasil refleksi pada siklus I dijadikan dasar menyusun rencana perbaikan pembelajaran di RKH pada siklus II.

3.5 Instrumen Berdasarkan Observasi Anak-Anak.

Untuk memenuhi indikator usia 4-5 Tahun akhirnya penulis memakai indikator usia 5-6 Tahun sebagai berikut:

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini (permendiknas 58 tahun 2009) terdapat indikator dalam lingkup perkembangan kognitif pada usia 5-≤6 tahun dalam pokok bahasan konsep bilangan, Segagai berikut:

1) Menyebutkan lambang bilangan 1-10

2) Membilang benda dengan lambang bilangan 1-10 3) Mencocokkan lambang bilangan 1-10

(8)

31

Terdapat Perbandingan kedua instumennya sebagai berikut:

Tabel 3.1

Perbandingan usia anak.

Usia 4- < 5 tahun Usia 5- ≤ 6 tahun 1. Mengetahui konsep banyak dan

sedikit.

2. Membilang banyak benda satu sampai sepuluh.

3. Mengenal konsep bilangan.

4. Mengenal lambang bilangan.

1. Menyebutkan lambang bilangan 1-10

2. Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan.

Dalam observasi di kelas A anak sudah memenuhi kemampuan seperti di kelas B sehingga peneliti akan memakai instrumen kelas B. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data langsung yang diperoleh dari subjek penelitian yaitu tentang kemampuan anak dalam pemahaman konsep bilangan di kelompok A PAUD Strawberry Kota Salatiga.

Data primer ini diambil dengan menggunakan alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari.

Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh peneliti dari subjek penelitiannya. Dalam penelitian ini data sekundernya adalah berupa dokumen-dokumen atau data laporan yang telah tersedia dan mendukung dalam penelitian. Seperti, foto-foto saat kegiatan dan hasil pengamatan dalam lembar observasi oleh observer. Data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data yaitu anak, guru yang mengajar, dan kepala sekolah.

Objek penelitian ini adalah strategi pembelajaran untuk menunjang pemahaman anak pada pokok bahasan konsep bilangan yang diterapkan di kelompok A PAUD Strawberry Kota Salatiga pada semester II tahun ajaran 2014/2015.

(9)

32

Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi dilakukan di kelas yang menjadi subjek adalah anak kelompok A PAUD Strawberry Kota Salatiga untuk mendapatan gambaran secara langsung dengan melihat dan mengamati kegiatan anak, dengan demikian data tersebut bersifat objektif dalam melukiskan aspek-aspek kepribadian anak menurut keadaan yang sebenarnya, serta di dalam menyimpulkan hasil penelitian tidak menekankan pada salah satu segi saja dari kemampuan atau prestasi anak.Dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi sebagai berikut:

a) Lembar observasi kemampuan anak dalam pemahaman konsep bilangan

Lenbar observasi ini bertujuan untuk mencatat perkembangan anak dalam pemahaman konsep bilangan melalui permainan dadu angka, dimana pencatatan tersebut juga didasarkan pada indikator-indikator yang akan diteliti, tergantung dari kemampuan anak dalam melaksanakan masing-masing perintah dalam permainan dadu angka.

b) Lembar observasi guru

Lembar observasi ini bertujuan untuk mencatat dan menilai kinerja pemberi tindakan dalam penelitian ini. Dimana hal ini didasarkan pada kemampuan melaksanakan prosedur penelitian dan pembelajaran di dalam kelas.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis kualitatif yaitu membandingkan antara kemampuan pemahaman konsep bilangan dengan metode permainan dadu angka dengan indikator menyebutkan lambang bilangan 1-10, membilang

(10)

33

benda dengan lambang bilangan 1-10 dan mencocokan bilangan dengan lambang bilangan 1-10. Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode alur. Di mana langkah-langkah yang harus dilalui dalam metode alur meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan verivikasi data.

1. Analisis Data

Proses analisis dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Setelah dikaji kemudian membuat rangkuman untuk setiap pertemuan atau tindakan kelas.

2. Penyajian Data

Tahapan penyajian data dalam bentuk tabel dan teks naratif yang disusun, diatur, diringkas dalam kategori-kategori, sehingga mudah dipahami yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan.

3. Verifikasi Data

Data yang diperoleh dicari pola, hubungan, atau hal-hal yang sering timbul dari data tersebut kemudian dihasilkan kesimpulan sementara yang disebut dengan penemuan peneliti. Jika hasil data yang sudah diperoleh setelah melakukan penelitian dibandingkan dengan indikator keberhasilan mencapai 80% anak memperoleh kategori B ( Baik), maka penelitian tersebut sudah dianggap berhasil.

Penilaian akhir terhadap peningkatan kreativitas anak terhadap tagihan indikator penilaian dalam memanfaatkan serbuk gergaji berwarna untuk menghasilkan sebuah karya seperti yang telah diperlihatkan guru, dilakukan atau diberi nilai dengan mengacu pada pedoman pemberian penilaian, yakni memberi

“check list” di dalam kolom kode huruf atau simbol-simbol seperti berikut (Heru, 2006) :

(11)

34

a) Baik atau 3 = baik : jumlah skor 7 – 9, yakni jika anak menunjukkan kreativitas sesuai tagihan indikator tanpa bantuan guru.

b) Cukup atau 2 = Cukup : jumlah skor 4 - 6 ,yakni jika anak mampu menampakkan kreativitas sesuai tagihan indikator namun terkadang masih harus diberikan bimbingan dan bantuan guru.

c) Kurang atau 1 = Kurang : jumlah skor 0 – 3, yakni jika anak telah mampu menampakkan kreativitas sesuai tagihan indikator namun masih dibimbing dan dibantu langsung oleh guru.

Selanjutnya adalah tahap pelaporan berdasarkan hasil pelaksanaan pembelajaran peningkatan kreativitas anak dengan menempel serbuk gergaji berwarna selama kegiatan, dan tahap akhir adalah penarikan kesimpulan dalam bentuk penulisan penelitian.

3.7 Indikator Keberhasilan

Dengan melihat latar belakang permasalahan dan untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap pokok bahasan konsep bilangan, maka dipergunakan indikator keberhasilan dalam penelitian sebagai berikut:

1. ≥75% dari jumlah keseluruhan kegiatan permainan Dadu Angka telah diterapkan oleh guru dengan kategori sangat baik.

2. Indikator hasil belajar anak, peneliti memberi target sebesar 80% anak memeperoleh kategori B (Baik)

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dokumen penawaran Saudara untuk pekerjaan : Pengadaan Material Pembangunan Jalan Rabat Beton Pelaksanaan TMMD Sengkuyung I di Desa Brengkol Kec. Keterangan : -

Pangkep untuk Paket Kegiatan Belanja Modal Jasa Pengawasan, Maka bersama ini Pejabat Pengadaan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Pangkep menyampaikan Penyedia untuk paket pekerjaan

Jumlah Saham yang ditawarkan 726.000.000 Saham Biasa Atas Nama Seri B dengan Nilai Nominal Rp.. HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) PT MULTISTARDA ARAH SARANA Tbk

Pilihlah jawaban dengan memberikan tanda ( X ) atau centang ( ) pada salah satu jawaban yang sesuai dengan kondisi Anda. Ikutilah setiap petunjuk pengisian dengan benar.

Segala biaya yang timbul dengan diterbitkannya Surat Keputusan ini dibebankan kepada dana DIPA.. Fakultas Kedokteran Universitas

Sebagai buruh migran yang bekerja di sektor industri, konstruksi atau transportasi (sopir), para penduduk musiman ini memiliki tingkat penghasilan yang lebih tinggi jika

Sintesis prioritas diperoleh dari metode eigen vektor atau perkalian prioritas lokal dengan prioritas kriteria bersangkutan pada level yang lebih tinggi dan

Telekomunikasi Indonesia Divre V Tbk Surabaya di program Tanggung jawab Sosial Perusahaan menyadari bahwa CSR atau PKBL ini adalah salah satu kewajiban dan