BUPATI SUKAMARA
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL
DAN PEGAWAI TIDAK TETAP
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI SUKAMARA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka efektivitas dan efisiensi serta tertib administrasi pelaksanaan Perjalanan Dinas bagi Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara, perlu Pengaturan Perjalanan Dinas;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang–
Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Timur di Provinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4180);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 210, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4028);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4712);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 310);
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 694);
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013;
17. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113/PMK.05/2012 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara, Pegewai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap;
18.
19
Peraturan Daerah Kabupaten Sukamara Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Sukamara Tahun 2009 Nomor 4);
Peraturan Daerah Kabupaten Sukamara Nomor 14 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukamara Tahun 2012 – 2032 (Lembaran Daerah Kabupaten Sukamara Tahun 2012 Nomor 14, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sukamara Nomor 18);
20. Peraturan Bupati Sukamara Nomor 15 Tahun 2010 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Sukamara.
2. Bupati adalah Bupati Sukamara.
3. Wakil Bupati adalah Wakil Bupati Sukamara.
4. Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap adalah Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.
5. Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disingkat Pimpinan dan Anggota DPRD adalah Ketua dan Wakil-Wakil Ketua DPRD serta Anggota DPRD Kabupaten Sukamara.
6. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Sukamara.
7. Pejabat yang Berwenang adalah Kepala SKPD selaku pengguna anggaran/barang.
8. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara.
9. Perangkat Daerah adalah Unsur Pembantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.
10. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah disingkat APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sukamara.
11. Surat Perintah Tugas selanjutnya disingkat SPT adalah Surat Perintah untuk melaksanakan Tugas Dinas yang ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang.
12. Surat Perjalanan Dinas selanjutnya disingkat SPD adalah surat untuk melaksanakan Perjalanan Dinas yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, sebagai akibat dikeluarkannya Surat Perintah Tugas.
13. Perjalanan Dinas Dalam Negeri yang selanjutnya disebut perjalanan dinas adalah Perjalanan ke luar tempat kedudukan baik perseorangan maupun secara bersama yang jaraknya sekurang-kurangnya 5 (lima) kilometer dari batas kota, yang dilakukan dalam Wilayah Republik Indonesia untuk kepentingan Negara atas perintah Pejabat yang Berwenang.
14. Perjalanan Dinas Dalam Daerah adalah perjalanan dinas yang dilakukan dalam Wilayah Kabupaten Sukamara.
15. Perjalanan Dinas Luar Daerah adalah perjalanan dinas yang dilakukan ke Luar Wilayah Kabupaten Sukamara.
16. Lumpsum adalah suatu jumlah uang yang telah dihitung terlebih dahulu dan dapat dibayarkan sekaligus.
17. Wilayah Jabatan adalah wilayah kerja dalam menjalankan tugas.
18. Tempat kedudukan adalah tempat/kota kantor/satuan kerja berada.
19. Tempat tujuan adalah tempat/kota yang menjadi tujuan perjalanan dinas.
20. Detasering adalah penugasan sementara waktu.
21. Biaya riil adalah biaya yang dikeluarkan sesuai bukti pengeluaran yang sah.
22. Perhitungan Rampung adalah perhitungan biaya perjalanan yang dihitung sesuai biaya riil berdasarkan ketentuan yang berlaku.
BAB II
JENIS PERJALANAN DINAS Pasal 2
Perjalanan Dinas menurut jenisnya, dapat dibedakan yaitu : a. Perjalanan Dinas Jabatan; dan
b. Perjalanan Dinas Pindah.
Pasal 3
(1) Perjalanan Dinas Jabatan merupakan perjalanan dinas untuk kepentingan Negara dan Daerah dari tempat kedudukan ke tempat yang dituju dan kembali ke tempat kedudukan semula.
(2) Dalam Perjalanan Dinas Jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk pula perjalanan yang dilakukan dalam hal :
a. pelaksanaan tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan;
b. ditugaskerjakan atau detasering di luar tempat kedudukan atau tempat tinggal;
c. ditugaskan untuk menempuh ujian dinas atau ujian jabatan yang diadakan di luar tempat kedudukan atau tempat tinggal;
d. diharuskan menghadap Majelis Penguji Kesehatan Pegawai Negeri atau menghadap seorang Dokter Penguji Kesehatan yang ditunjuk yang berada di luar tempat kedudukan atau tempat tinggal untuk memperoleh surat keterangan kesehatan guna kepentingan jabatan;
e. untuk mendapatkan pengobatan di luar tempat tinggal bagi Bupati, Wakil Bupati, Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD di luar tempat tinggal berdasarkan Surat Keterangan Dokter;
f. harus memperoleh pengobatan di luar tempat kedudukan berdasarkan Surat Keterangan Dokter karena mendapat cedera pada waktu/karena melakukan tugas;
g. ditugaskan mengikuti pendidikan kedinasan di luar kedudukan atau tempat tinggal;
h. mengambil/menjemput/mengantar ke tempat pemakaman jenazah pejabat negara/pegawai negeri yang meninggal dunia dalam melaksanakan perjalanan dinas atau tugas kedinasan; dan
i. pengurusan menjelang masa pensiun dan Masa Persiapan Pensiun (MPP) di luar tempat kedudukan atau tempat tinggal, yaitu tempat dimana yang bersangkutan akan menjalani pensiun berdasarkan peraturan yang berlaku.
Pasal 4
(1) Perjalanan dinas pindah merupakan perjalanan dinas dari tempat kedudukan yang lama ke tempat kedudukan yang baru berdasarkan Surat Keputusan pindah bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap beserta keluarganya yang sah.
(2) Keluarga yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu isteri/suami dan anak-anaknya yang masih menjadi tanggungan berdasarkan daftar gaji.
(3) Disamping keluarga yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), bagi Pegawai Negeri Sipil yang termasuk tingkat B menurut penggolongan biaya perjalanan dinas pada Peraturan Bupati ini dan Pejabat Negara diperkenankan pula untuk membawa pembantu rumah tangga sebanyak 1 (satu) orang atas biaya negara.
(4) Dalam perjalanan dinas pindah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk pula perjalanan dinas yang dilakukan dalam hal :
a. pemulangan dari tempat kedudukan yang terakhir ke tempat hendak menetap bagi Pejabat Negara atau Pegawai Negeri Sipil yang berakhir masa tugasnya (pensiun) atau diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun atau mendapat uang tunggu;
b. pengembalian Pejabat Negara atau Pegawai Negeri Sipil yang mendapat uang tunggu dari tempat tinggalnya ke tempat yang ditentukan untuk dipekerjakan kembali;
c. pemulangan keluarga yang sah dari Pejabat Negara atau Pegawai Negeri Sipil yang meninggal dunia dari tempat tugas terakhirnya ke tempat tujuan menetap;
d. pemulangan Pegawai Tidak Tetap yang diberhentikan karena telah berakhirnya masa kerjanya, sepanjang hal dimaksud telah diatur dalam perjanjian kerjanya; atau
e. pemulangan keluarga yang sah dari Pegawai Tidak Tetap yang meninggal dunia dari tempat kedudukan ke tempat tujuan menetap, sepanjang hal dimaksud telah diatur dalam perjanjian kerjanya.
(5) Pengajuan perjalanan dinas pindah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal pemberhentian atau meninggal dunia.
BAB III
SURAT PERINTAH TUGAS DAN SURAT PERJALANAN DINAS
Pasal 5
(1) Untuk dapat melakukan perjalanan dinas, pejabat/pegawai yang bersangkutan terlebih dahulu harus mendapat Surat Perintah Tugas (SPT).
(2) Berdasarkan Surat Perintah Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan Surat Perjalanan Dinas (SPD).
(3) Surat Perintah Tugas ditandatangani oleh Bupati atau Pejabat yang ditunjuk (Pejabat yang Berwenang) sebagaimana tercantum pada Lampiran IV Peraturan Bupati ini.
(4) Surat Perjalanan Dinas (SPD) ditandatangani oleh Kepala SKPD yang bersangkutan sebagaimana tercantum pada Lampiran V Peraturan Bupati ini.
Pasal 6
(1) Bagi Bupati/Wakil Bupati Surat Perintah Tugas ditandatangani oleh Bupati sedangkan Surat Perjalanan Dinas ditandatangani oleh Sekretaris Daerah.
(2) Bagi Pejabat Eselon II kecuali Asisten di Lingkungan Sekretariat Daerah, SPT ditandatangani oleh Bupati atau apabila Bupati tidak berada di tempat, maka SPT ditandatangani oleh Wakil Bupati, dan apabila Bupati dan Wakil Bupati berhalangan/tidak berada di tempat, maka ditandatangani oleh Sekretaris Daerah.
(3) Bagi Pejabat Eselon III yang menduduki jabatan sebagai Kepala SKPD, SPT ditandatangani oleh Bupati atau apabila Bupati tidak berada di tempat, maka SPT ditandatangani oleh Wakil Bupati, dan apabila Bupati dan Wakil Bupati berhalangan/tidak berada di tempat maka ditandatangani oleh Sekretaris Daerah.
(4) Bagi Camat, SPT dan SPD Perjalanan Dinas Dalam Daerah ditandatangani oleh Camat yang bersangkutan.
(5) Bagi Pejabat Eselon III ke bawah pada SKPD, SPT dan SPD ditandatangani oleh Kepala SKPD yang bersangkutan.
Pasal 7
(1) Bagi pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah SPT dan SPD ditandatangani oleh Sekretaris Daerah.
(2) Apabila Sekretaris Daerah tidak berada di tempat, SPT pejabat Eselon III, IV dan staf pada Sekretariat Daerah ditandatangani oleh Asisten atas nama Sekretaris Daerah, sedangkan SPD ditandatangani oleh Sekretaris Daerah.
Pasal 8
(1) SPT bagi Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan Anggota DPRD ditandatangani oleh Ketua DPRD sedangkan SPD ditandatangani oleh Sekretaris DPRD.
(2) Apabila Ketua DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berhalangan melaksanakan tugasnya, SPT ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD.
(3) SPT dan SPD bagi pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD ditandatangani oleh Sekretaris DPRD.
Pasal 9
SPT dan SPD diterbitkan dalam rangkap 2 (dua) disampaikan kepada:
a. Sekretaris/Kepala Sub Bagian Kepegawaian/Tata Usaha Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan;
b. Bendahara Pengeluaran SKPD.
BAB IV
PENGGOLONGAN PERJALANAN DINAS Pasal 10
Untuk menetapkan biaya Perjalanan Dinas, diadakan penggolongan dalam 6 (enam) tingkat yaitu :
Tingkat A : untuk Pejabat Bupati/Wakil Bupati dan Pimpinan DPRD;
Tingkat B : untuk Pejabat Eselon II dan Anggota DPRD;
Tingkat C : untuk Pejabat Eselon III/Golongan IV;
Tingkat D : untuk Pejabat Eselon IV/Golongan III;
Tingkat E : Pegawai yang digaji menurut Golongan II;
Tingkat F : Pegawai yang digaji menurut Golongan I.
Pasal 11
Bagi SKPD yang melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi Pengamanan, Menjaga Ketertiban dan Pengendalian Ketenteraman Masyarakat serta tugas lainya di daerah Kota Sukamara dan sekitarnya tidak mendapatkan perjalanan dinas terkecuali sekurang-kurangnya melebihi jarak 5 (lima) kilometer dari batas kota.
Pasal 12
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dapat melakukan perjalanan dinas atas beban Keuangan Daerah sepanjang dapat diperintahkan untuk melaksanakan tugas dinas tertentu sedangkan uang harian diberikan sebesar 80% (delapan puluh persen).
Pasal 13
PTT dapat melakukan perjalanan dinas tertentu sesuai dengan tugas dan fungsinya atas beban keuangan daerah seperti : awak kapal, motoris, sopir, petugas pendata/ pemungut pajak dan retribusi daerah, penyuluh, dokter, bidan, petugas pemadam kebakaran, Anggota Satpol PP, operator ICT (Information and Communication Technology) dan ajudan yang dilengkapi dengan dasar Pengangkatan Tenaga Teknis. Penggolongan perjalanan dinas termasuk dalam tingkat F sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10.
Pasal 14
(1) Selain Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap, dapat melakukan perjalanan dinas selaku anggota tim/kepanitiaan yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati dan/atau Kepala SKPD, maka SPT ditandatangani oleh Bupati/Wakil Bupati/Kepala SKPD sedangkan SPD ditandatangani oleh Kepala SKPD yang bersangkutan.
(2) Tata cara penganggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicantumkan pada kelompok Belanja Langsung jenis Belanja Barang dan Jasa obyek Belanja Jasa Kantor rincian obyek Belanja Transportasi dan Akomodasi Pihak Ketiga/Peserta.
(3) Penggolongan perjalanan dinas termasuk dalam tingkat F sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10.
Pasal 15
Bagi Isteri/Suami Pejabat Negara/Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mendampingi Suami/Istri dalam rangka menunjang kegiatan tugas Suami/Istri selaku Pejabat Negara/Pegawai Negeri Sipil (PNS), dapat diberikan perjalanan dinas dengan ketentuan hanya diberikan biaya transportasi dan uang saku yang besarnya tidak melebihi uang saku Pejabat Negara/Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang didampingi.
BAB V
WAKTU PERJALANAN DINAS Pasal 16
(1) Lama perjalanan dinas sesuai kepentingan/urgensi dengan mengingat penghematan biaya, waktu dan tenaga serta kemampuan anggaran yang tersedia ditambah waktu tempuh pergi-pulang yang dibutuhkan diatur sebagai berikut :
a. Pangkalan Bun, Lamandau, Sampit, Seruyan dan Kasongan 2 hari;
b. Palangkaraya, Kapuas dan Pulang Pisau 3 hari;
c. Daerah Terjauh di Wilayah Provinsi Kalteng 4 hari;
(Muara Teweh, Puruk Cahu, Kuala Kurun, Tamiang Layang dan Buntok)
d. Pulau Jawa 3 hari;
e. Kalimantan Timur 3 hari;
f. Kalimantan Barat 3 hari;
g. Kalimantan Selatan 3 hari;
h. Sumatera 4 hari;
i. Sulawesi 4 hari;
j. NTB, NTT, Maluku dan Bali 4 hari;
k. Papua 5 hari.
(2) Perjalanan dinas dalam rangka konsultasi dapat dilaksanakan oleh Pejabat/Pegawai dan Anggota DPRD yang membidangi tugas dan fungsinya dengan jumlah paling banyak 2 (dua) orang setiap SKPD, dengan waktu konsultasi dapat diberikan 1 (satu) hari ditambah dengan waktu tempuh sebagaimana tersebut pada ayat (1), jika konsultasi tersebut dilaksanakan selama 2 (dua) hari harus dibuktikan dengan pengesahan pada SPD sebanyak 2 (dua) tujuan.
(3) Perjalanan dinas penyampaian dokumen/barang diberikan selama 1 (satu) hari ditambah waktu tempuh perjalanan sebagaimana tersebut pada ayat (1).
BAB VI
BIAYA PERJALANAN DINAS Pasal 17
Dengan pertimbangan kemampuan keuangan daerah, maka pembayaran biaya perjalanan dinas dibatasi maksimal 7 (tujuh) hari termasuk waktu tempuh pergi-pulang, selebihnya diberikan uang saku, kecuali perjalanan dinas dalam rangka pemeriksaan oleh Inspektorat.
Pasal 18
(1) Perjalanan Dinas Jabatan terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut :
a. uang harian;
b. biaya transport;
c. biaya Penginapan; dan
d. biaya menjemput/mengantar jenazah.
(2) Uang harian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas : a. uang makan;
b. uang transport lokal; dan c. uang saku.
(3) Uang makan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a sebesar 40%
(empat puluh persen) dari total uang harian.
(4) Uang transport lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b sebesar 30% (tiga puluh persen) dari total uang harian.
(5) Uang saku sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c sebesar 30%
(tiga puluh persen) dari total uang harian.
(6) Biaya transport sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas : a. perjalanan dinas dari tempat kedudukan sampai tempat tujuan keberangkatan dan kepulangan termasuk biaya ke terminal bus/stasiun/bandara pelabuhan keberangkatan;
b. retribusi yang dipungut diterminal bus/stasiun/bandara/pelabuhan keberangkatan dan kepulangan;
c. biaya pencarteran/sewa kendaraan air/darat yang dilakukan oleh pejabat/pegawai dalam satu tim/rombongan.
(7) Biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan biaya yang diperlukan untuk menginap :
a. di hotel; dan
b. di tempat menginap lainnya.
(8) Biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dibayarkan sesuai dengan lamanya perjalanan dinas dikurangi 1 (satu) hari.
(9) Biaya menjemput/mengantar jenazah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d meliputi biaya bagi penjemput/pengantar, biaya pemetian dan angkutan jenazah.
(10) Perkiraan besarnya jumlah biaya perjalanan dinas dituangkan dalam Rincian Biaya Perjalanan Dinas yang diketahui oleh Kepala SKPD yang bersangkutan, sebagaimana tercantum pada Lampiran VII Peraturan Bupati ini.
Pasal 19
(1) Biaya perjalanan dinas untuk komponen uang harian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) huruf a merupakan batas tertinggi dan dapat dibayar sekaligus sebagaimana tercantum pada Lampiran II.
(2) Biaya transport pegawai dibayarkan sesuai dengan biaya riil.
(3) Biaya penginapan dibayarkan sesuai dengan biaya riil merupakan batas tertinggi sebagaimana tercantum pada lampiran I.
(4) Dalam hal pelaksana SPD tidak menggunakan biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), berlaku ketentuan sebagai berikut : a. pelaksana SPD diberikan biaya penginapan sebesar 30% (tiga puluh
persen) dari tarif hotel di kota tempat tujuan yang dihitung berdasarkan satuan perkiraan biaya penginapan sebagaimana lampiran I;
b. biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada huruf a diberikan secara lumpsum.
(5) Biaya pemetian jenazah termasuk yang berhubungan dengan pengurusan jenazah dibayarkan sesuai dengan biaya riil.
(6) Biaya angkutan jenazah termasuk yang berhubungan dengan pengurusan jenazah dibayarkan sesuai dengan biaya riil.
(7) Biaya perjalanan dinas dibebankan pada anggaran SKPD yang mengeluarkan SPD bersangkutan.
(8) Biaya perjalanan dinas dapat dibayarkan sebelum perjalanan dinas dilaksanakan.
(9) Biaya perjalanan dinas dibayar secara penuh apabila rincian perjalanan dinas telah diverifikasi oleh Pejabat Penatausaha Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bersangkutan dan disahkan oleh pejabat yang berwenang.
Pasal 20
Biaya perjalanan dinas untuk pimpinan dan anggota DPRD diatur sebagai berikut :
a. untuk Pimpinan DPRD disamakan dengan tarif perjalanan dinas Bupati/Wakil Bupati;
b. untuk anggota DPRD disamakan dengan tarif perjalanan dinas untuk Pejabat Eselon II.
Pasal 21
(1) Biaya perjalanan dinas untuk Pejabat Eselon III yang menduduki jabatan sebagai kepala SKPD tarif transportasi perjalanan dinas disamakan dengan tarif perjalanan dinas untuk pejabat eselon II.
(2) Pejabat Eselon III yang menduduki jabatan sebagai kepala SKPD yang melaksanakan perjalanan dinas dalam dan luar daerah diberikan uang harian dengan penggolongan perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada Pasal 10.
Pasal 22
Bupati/Wakil Bupati, Pimpinan/Anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan PTT yang melaksanakan perjalanan dinas dalam dan luar daerah diberikan uang harian yang besarnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Bupati ini.
Pasal 23
(1) Untuk perjalanan dinas jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dibayarkan biaya-biaya sebagai berikut :
a. untuk perjalanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan ayat (2) huruf a sampai dengan huruf f dibayarkan biaya transport, biaya penginapan dan uang harian;
b. apabila perjalanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dan ayat (2) huruf a dan b, biaya penginapan dan makan telah ditentukan baik tempat maupun besar biayanya dan hal ini telah merupakan kewajiban membayar bagi pejabat/pegawai dengan membayar biaya kontribusi, maka biaya penginapan dan makan selama pelaksanaan kegiatan tidak diberikan dan hanya diberikan uang angkutan setempat dan uang saku;
c. pengecualian huruf b di atas, apabila dalam melaksanakan perjalanan dimaksud telah ditentukan besarnya biaya tertentu bagi pejabat/pegawai dengan membayar biaya kontribusi di luar biaya penginapan dan makan, maka uang harian dibayar penuh; dan
d. untuk perjalanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf g diatur pembiayaan sebagai berikut :
1 apabila dalam penyelenggaraan pendidikan biaya penginapan dan makan peserta ditanggung oleh penyelenggara, maka disamping biaya transport ke tempat pendidikan pergi pulang, kepada pejabat/pegawai yang bersangkutan diberikan biaya angkutan setempat dan uang saku; dan
2 apabila dalam penyelenggaraan pendidikan biaya penginapan dan makan peserta tidak ditanggung oleh penyelenggara, maka disamping biaya transport ke tempat pendidikan pergi-pulang kepada pejabat/pegawai yang bersangkutan diberikan uang harian penuh, dengan memperhatikan pula kemampuan keuangan daerah.
Pasal 24
(1) Perjalanan dinas pindah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 diberikan biaya-biaya sebagai berikut :
a. biaya transport pegawai, transport keluarga, pengepakan, penggudangan dan angkutan barang-barang dan uang harian untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1);
b. biaya transport pegawai, transport keluarga serta biaya pengepakan, penggudangan dan angkutan barang untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (4) huruf a, huruf b, dan huruf d; dan
c. biaya transport keluarga serta biaya pengepakan, penggudangan dan angkutan barang untuk perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (4) huruf c dan huruf e.
(2) Perjalanan dinas pindah atas permintaan sendiri tidak diberikan biaya perjalanan dinas.
Pasal 25
(1) Biaya pengepakan, penggudangan dan angkutan barang-barang berdasarkan biaya riil, ditetapkan sebagaimana tercantum pada Lampiran III Peraturan Bupati ini.
(2) Jumlah yang tertera dalam Lampiran III merupakan dasar perkiraan perhitungan untuk menetapkan biaya yang dibayarkan kepada Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap yang melakukan perjalanan dinas menurut tingkatannya masing-masing.
(3) Perhitungan biaya angkutan barang di darat didasarkan pada jarak perjalanan yang ditetapkan menurut daftar jarak resmi atau menurut keterangan resmi dari bupati, dalam hal jarak antara tempat-tempat yang dikunjungi belum termasuk dalam daftar jarak resmi.
(4) Dalam biaya pengepakan, penggudangan dan angkutan barang-barang telah termasuk biaya untuk bongkar muat.
Pasal 26
(1) Bupati, Wakil Bupati, Unsur Pimpinan DPRD dan Sekretaris Daerah dalam melaksanakan perjalanan dinas dapat diberikan biaya pencarteran alat angkutan tertentu (kendaraan darat/air).
(2) Pejabat Eselon II, Kepala SKPD, Plt. Kepala SKPD dan Anggota DPRD dalam melaksanakan perjalanan dinas dapat diberikan biaya pencarteran alat angkutan tertentu (kendaraan darat/air) sepanjang tidak terdapat trayek resmi dari angkutan reguler ke/dari tempat yang dituju.
(3) Pejabat Eselon III, IV, V dan Staf/Pelaksana diperbolehkan diberikan biaya pencarteran alat angkutan tertentu (kendaraan darat/air) yang sifatnya rombongan minimal sebanyak 4 (empat) orang sepanjang tidak terdapat trayek resmi dari angkutan reguler ke/dari tempat yang dituju, kecuali Perjalanan Dinas Kunjungan Kerja, Studi Banding dan Magang.
Pasal 27
(1) Dalam hal bukti transportasi tidak dapat diperoleh disebabkan tidak ada trayek resmi maka yang melaksanakan perjalanan dinas membuat Daftar Pengeluaran Riil yang dibutuhkan untuk biaya transportasi tersebut yang disetujui oleh Kepala SKPD, dengan menyatakan tanggungjawab sepenuhnya atas pengeluaran sebagai pengganti bukti pengeluaran dimaksud sebagaimana tercantum dalam Lampiran IX.
(2) Perjalanan Dinas dengan pencarteran alat angkutan tertentu dalam hal pertanggungjawaban penatausahaan keuangannya disesuaikan dengan peraturan tentang perpajakan bagi sewa alat kendaraan/angkutan, sedangkan tarif pencarteran alat angkutan berdasarkan tarif jasa angkutan penumpang umum darat dan sungai sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bupati Sukamara tentang Standarisasi Harga Barang dan Jasa yang berlaku.
(3) Biaya pencarteran kendaraan air/darat yang dilakukan oleh pejabat/pegawai dalam satu tim/rombongan, dibayarkan kepada pimpinan rombongan.
Pasal 28
(1) Bagi Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap dalam rangka pelaksanaan tugas/kegiatan dengan menggunakan kendaraan dinas roda 4 (empat) dapat diberikan biaya bahan bakar dengan perhitungan 1 (satu) liter Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk jarak 10 kilometer sedangkan untuk kendaraan dinas roda 2 (dua) dapat diberikan biaya bahan bakar dengan perhitungan 1 (satu) liter BBM untuk jarak 30 kilometer, serta biaya penyeberangan sesuai standar tarif yang berlaku.
(2) Besarnya biaya BBM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan ketentuan :
a. melampirkan nota/faktur tagihan BBM yang diajukan pada perjalanan dinas; dan
b. tidak melebihi jarak tempuh ke tempat/lokasi perjalanan dinas dengan total jarak 1.000 km pergi dan pulang, sebagaimana dimaksud pada Lampiran X.
BAB VII
PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS Pasal 29
(1) Perjalanan dinas bagi Pegawai Negeri Sipil dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat/Bimtek) terkait dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Pendidikan dan Pelatihan, Bimbingan Teknis atau sejenisnya dengan membayar biaya kontribusi terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Sekretaris Daerah, kecuali bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sukamara.
(2) Perjalanan dinas dalam rangka kunjungan kerja, studi banding dan magang dilaksanakan secara selektif apabila terkait dalam upaya meningkatkan wawasan dan substansi kebijakan daerah yang sedang dirumuskan oleh pemerintah daerah dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Sekretaris Daerah kecuali bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sukamara.
(3) Pejabat/PNS yang melakukan perjalanan dinas dilarang menerima biaya perjalanan dinas rangkap (dua kali atau lebih) dalam waktu yang sama, dan untuk mempermudah memonitor pelaksanaannya agar setiap PNS melaksanakan perjalanan dinas melampirkan Kartu Kendali Perjalanan Dinas.
Pasal 30
(1) Pejabat yang berwenang memberikan perintah perjalanan dinas wajib membatasi pelaksanaan perjalanan dinas untuk hal-hal yang mempunyai prioritas tinggi dan penting serta mengadakan penghematan dengan mengurangi frekuensi, jumlah orang dan lamanya perjalanan.
(2) Pejabat yang berwenang memberikan perintah perjalanan dinas bertanggung jawab dan wajib memperhatikan lebih dahulu kepentingan perjalanan dinas maupun anggaran yang tersedia.
(3) Pejabat yang berwenang, Pegawai Negeri Sipil dan PTT yang melakukan perjalanan dinas bertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat dari kesalahan, kelalaian atau kealpaan yang bersangkutan dalam hubungannya dengan perjalanan dinas berkenaan.
(4) Terhadap kesalahan, kelalaian dan kealpaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikenakan sanksi berupa :
a. tuntutan ganti kerugian daerah sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku; dan/atau
b. hukuman administratif dan sanksi lainnya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(5) Pejabat/pegawai yang melakukan perjalanan dinas wajib menyampaikan dokumen pertanggungjawaban bukti biaya pengeluaran transport, bukti biaya penginapan dan bukti pendukung lainnya sebagai dasar penetapan perhitungan SPD rampung.
Pasal 31
(1) SPD selain merupakan surat perintah, digunakan pula sebagai alat/bukti pelaporan/pertanggungjawaban/pengawasan.
(2) Pada SPD tidak boleh ada penghapusan-penghapusan atau cacat dalam tulisan, perubahan-perubahan dapat dilakukan dengan coretan-coretan yang dibubuhi paraf dari pejabat yang memberikan perintah.
(3) Pada SPD dicatat :
a. tanggal berangkat dari tempat kedudukan/tempat tinggal/tempat berada, dibubuhi tandatangan pejabat yang berwenang;
b. tanggal tiba dan berangkat di dan dari tempat/daerah yang dikunjungi, dibubuhi tandatangan pejabat yang dikunjungi/berwenang; dan
c. tanggal tiba kembali ke tempat kedudukan, dibubuhi tandatangan pejabat yang berwenang.
(4) Pejabat/pegawai yang melakukan perjalanan dinas selambat-lambatnya 5 (lima) hari sesudah kembali diwajibkan memberikan laporan tertulis kepada pejabat yang memberikan SPT.
(5) Pejabat/pegawai yang melakukan perjalanan dinas selambat-lambatnya 5 (lima) hari setelah perjalanan dinas dilaksanakan dan telah dibubuhi catatan tanggal tiba kembali sebagaimana dimaksud pada ayat (3), lembar asli SPD disampaikan kepada pejabat yang berwenang mengurus keuangan perjalanan dinas tersebut untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan surat pertanggungjawaban keuangannya.
BAB VIII
PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS PEMERIKSAAN Pasal 32
(1) Untuk pemeriksaan reguler, SPT ditandatangani oleh Inspektur dan bagi Inspektur yang melakukan perjalanan pemeriksaan SPT ditandatangani oleh Bupati atau Wakil Bupati.
(2) Pemeriksaan khusus dan kasus pengaduan masyarakat SPT ditandatangani Bupati dan/atau Wakil Bupati.
(3) Untuk Pemeriksaan yang jumlah timnya minimal 3 (tiga) orang dapat diberikan biaya pencarteran alat angkutan kendaraan darat/air sepanjang tidak terdapat trayek resmi dari angkutan reguler ke/dari tempat yang dituju.
(4) Jumlah hari pemeriksaan dan jumlah tim pemeriksa setiap kali penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditentukan oleh Inspektur.
(5) Besaran uang harian perjalanan dinas dalam daerah mengacu pada Lampiran VIII peraturan ini, sedangkan biaya transportasi selama kegiatan pemeriksaan dibayarkan berdasarkan pengeluaran riil.
(6) Biaya uang harian untuk pemeriksaan dalam daerah dibayarkan berdasarkan jumlah hari pemeriksaan.
BAB IX
PERJALANAN DINAS TETAP Pasal 33
(1) Pejabat/staf teknis yang melakukan pengawasan dan evaluasi dalam kegiatan di lapangan secara terus menerus dalam wilayah Pemerintah Kabupaten Sukamara diberikan perjalanan dinas tetap untuk golongan IV sebesar Rp 550.000,- (lima ratus lima puluh ribu rupiah), golongan III sebesar Rp 400.000,- (empat ratus ribu rupiah), dan golongan II/I sebesar Rp 325.000,- (tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah) tiap bulan.
(2) Pejabat/staf teknis yang memperoleh tunjangan perjalanan dinas tetap ditetapkan dengan keputusan Kepala SKPD.
BAB X
KETENTUAN PENUTUP Pasal 34
Dengan ditetapkannya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Sukamara Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perjalanan Dinas Bagi Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Tidak Tetap dan Non Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 35
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Sukamara.
Ditetapkan di Sukamara pada tanggal 1 Juni 2013 BUPATI SUKAMARA,
Ttd.
AHMAD DIRMAN Diundangkan di Sukamara
pada tanggal 1 Juni 2013 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SUKAMARA, Ttd.
SUMANTRI HARI WIBOWO
BERITA DAERAH KABUPATEN SUKAMARA TAHUN 2013 NOMOR 17
LAMPIRAN I
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA
SATUAN PERKIRAAN BIAYA PENGINAPAN
DAN MERUPAKAN BATAS TERTINGGI PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI
NO. PROVINSI
BINTANG
EMPAT BINTANG
TIGA BINTANG
DUA BINTANG SATU TINGKAT A
DAN B TINGKAT C TINGKAT
D TINGKAT E DAN F
1 2 3 4 5 6
1. NANGGROE ACEH
DARUSSALAM 1.300.000,00 1.080.000,00 410.000,00 340.000,00 2. SUMATERA UTARA 1.000.000,00 650.000,00 470.000,00 310.000,00 3. RIAU 960.000,00 720.000,00 450.000,00 380.000,00 4. KEPULAUAN RIAU 930.000,00 650.000,00 380.000,00 280.000,00 5. JAMBI 1.030.000,00 560.000,00 370.000,00 290.000,00 6. SUMATERA BARAT 1.030.000,00 800.000,00 460.000,00 280.000,00 7. SUMATERA SELATAN 1.000.000,00 550.000,00 400.000,00 280.000,00 8. LAMPUNG 960.000,00 770.000,00 340.000,00 320.000,00 9. BENGKULU 790.000,00 580.000,00 570.000,00 510.000,00 10. BANGKA BELITUNG 1.030.000,00 500.000,00 410.000,00 300.000,00 11. BANTEN 1.430.000,00 920.000,00 450.000,00 320.000,00 12. JAWA BARAT 1.470.000,00 830.000,00 460.000,00 390.000,00 13. D.K.I. JAKARTA 1.000.000,00 650.000,00 610.000,00 400.000,00 14. JAWA TENGAH 1.210.000,00 750.000,00 450.000,00 350.000,00 15. D.I. YOGYAKARTA 1.040.000,00 670.000,00 520.000,00 320.000,00 16. JAWA TIMUR 960.000,00 640.000,00 390.000,00 280.000,00 17. BALI 1.810.000,00 1.100.000,00 820.000,00 550.000,00 18. NUSA TENGGARA BARAT 1.000.000,00 550.000,00 540.000,00 360.000,00 19. NUSA TENGGARA TIMUR 1.000.000,00 610.000,00 470.000,00 400.000,00 20. KALIMANTAN BARAT 1.130.000,00 740.000,00 430.000,00 300.000,00 21. KALIMANTAN TENGAH 1.350.000,00 750.000,00 400.000,00 340.000,00 22. KALIMANTAN SELATAN 1.420.000,00 770.000,00 500.000,00 350.000,00 23. KALIMANTAN TIMUR 1.230.000,00 750.000,00 550.000,00 450.000,00 24. SULAWESI UTARA 1.240.000,00 640.000,00 500.000,00 290.000,00 25. GORONTALO 1.010.000,00 910.000,00 410.000,00 240.000,00 26. SULAWESI BARAT 1.030.000,00 910.000,00 400.000,00 360.000,00 27. SULAWESI SELATAN 1.000.000,00 800.000,00 420.000,00 330.000,00 28. SULAWESI TENGAH 1.040.000,00 510.000,00 400.000,00 330.000,00 29. SULAWESI TENGGARA 1.070.000,00 620.000,00 450.000,00 420.000,00 30. MALUKU 1.030.000,00 680.000,00 390.000,00 280.000,00 31. MALUKU UTARA 1.300.000,00 600.000,00 420.000,00 380.000,00 32. PAPUA 1.050.000,00 720.000,00 460.000,00 380.000,00 33. PAPUA BARAT 1.060.000,00 900.000,00 400.000,00 370.000,00
BUPATI SUKAMARA,
Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN II
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA
SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI/DALAM DAERAH
NO. PROVINSI TINGKAT A TINGKAT B TINGKAT C TINGKAT D TINGKAT E TINGKAT F
1 2 3 4 5 6 7 8
1. DALAM DAERAH 250.000,00 200.000,00 150.000,00 125.000,00 100.000,00 75.000,00 2. NANGGROE ACEH
DARUSSALAM 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 305.000,00 3. SUMATERA UTARA 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 4. RIAU 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 305.000,00 5. KEPULAUAN RIAU 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 6. JAMBI 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 7. SUMATERA BARAT 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 305.000,00 8. SUMATERA SELATAN 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 305.000,00 9. LAMPUNG 375.000,00 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 10. BENGKULU 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 11. BANGKA BELITUNG 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 12. BANTEN 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 305.000,00 13. JAWA BARAT 425.000,00 415.000,00 405.000,00 395.000,00 385.000,00 375.000,00 14. D.K.I. JAKARTA 525.000,00 515.000,00 505.000,00 495.000,00 485.000,00 475.000,00 15. JAWA TENGAH 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 16. D.I. YOGYAKARTA 415.000,00 405.000,00 395.000,00 385.000,00 375.000,00 365.000,00 17. JAWA TIMUR 405.000,00 395.000,00 385.000,00 375.000,00 365.000,00 355.000,00 18. BALI 475.000,00 465.000,00 455.000,00 445.000,00 435.000,00 425.000,00 19. NUSA TENGGARA BARAT 435.000,00 425.000,00 415.000,00 405.000,00 395.000,00 385.000,00 20. NUSA TENGGARA TIMUR 415.000,00 405.000,00 395.000,00 385.000,00 375.000,00 365.000,00 21. KALIMANTAN BARAT 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 22. KALIMANTAN TENGAH 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 305.000,00 23. KALIMANTAN SELATAN 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 24. KALIMANTAN TIMUR 425.000,00 415.000,00 405.000,00 395.000,00 385.000,00 375.000,00 25. SULAWESI UTARA 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 26. GORONTALO 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 27. SULAWESI BARAT 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 305.000,00 28. SULAWESI SELATAN 425.000,00 415.000,00 405.000,00 395.000,00 385.000,00 375.000,00 29. SULAWESI TENGAH 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 30. SULAWESI TENGGARA 375.000,00 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 31. MALUKU 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 305.000,00 32. MALUKU UTARA 365.000,00 355.000,00 345.000,00 335.000,00 325.000,00 315.000,00 33. PAPUA 575.000,00 565.000,00 555.000,00 545.000,00 535.000,00 525.000,00 34. PAPUA BARAT 475.000,00 465.000,00 455.000,00 445.000,00 435.000,00 425.000,00
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN III
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA
SATUAN BIAYA PENGEPAKAN/PENGGUDANGAN DAN ANGKUTAN BARANG
NO. URAIAN TINGKAT PEGAWAI
A B C D, E
dan F Jumlah barang yang digunakan sebagai
dasar perhitungan
1 Pegawai yang berkeluarga dengan anak 20 m3 15 m3 10 m3 5 m3 2 Pegawai yang berkeluarga tanpa anak 12 m3 10 m3 7 m3 4 m3 3 Pegawai yang tidak berkeluarga 5 m3 4 m3 3 m3 2 m3
Dasar perhitungan biaya dengan :
I Kereta Api
1 Pengepakan/Penggudangan per m3 Menurut tarif yang berlaku 2 Angkutan per m3 Menurut tarif yang berlaku
II Truck
1 Pengepakan per m3 Menurut tarif yang berlaku 2 Pengangutan per m3/km Menurut tarif yang berlaku
III Kapal Laut/Sungai/Perahu 1 Pengepakan per m3 Menurut tarif yang berlaku 2 Penggudangan/Pengangkatan dari Menurut tarif yang berlaku
dan ke rumah per m3
3 Angkutan laut/sungai/air Menurut tarif yang berlaku
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN IV
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA LAMBANG
DAERAH KOP DINAS/BADAN/UNIT/SATUAN KERJA SURAT PERINTAH TUGAS
NOMOR :……….
Dasar : ...
...
...
M E M E R I N T A H K A N : Kepada : 1. a. Nama :
b. Pangkat/Gol. : c. N I P : d. Jabatan : 2. a. Nama : b. Pangkat/Gol. : c. N I P : d. Jabatan :
Untuk : ...
...
Ditetapkan di Sukamara
pada tanggal . a.n. BUPATI SUKAMARA
(Pejabat yang bewenang)
...
NIP. ...
Tembusan disampaikan kepada Yth :
1. Sekretaris/Sub Bagian Kepagawaian/Tata Usaha SKPD yang bersangkutan;
2. Bendahara pengeluaran SKPD yang bersangkutan.
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN V
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA LAMBANG
DAERAH KOP DINAS/BADAN/UNIT/SATUAN KERJA Nomor :
Lembar ke : SURAT PERJALANAN DINAS
1. Pejabat yang memberi perintah : 2. Nama/NIP Pegawai yang
diperintah :
3. a. Pangkat dan Golongan b. Jabatan
c. Tingkat menurut peraturan perjalanan
: : :
a.
b.
c.
4. Maksud Perjalanan Dinas : 5. Alat angkutan yang
dipergunakan :
6. a. Tempat Berangkat
b. Tempat Tujuan :
: 7. a. Lamanya Perjalanan Dinas
b. Tanggal Berangkat c. Tanggal Harus Kembali
: : : 8. Pengikut : 9. Pembebanan Anggaran
a. Instansi
b. Mata Anggaran :
: a.
b.
10. Keterangan : Lihat Sebelah
Dikeluarkan di Sukamara
pada tanggal . (Pejabat yang bewenang)
...
NIP. ...
Tembusan disampaikan kepada Yth. :
1. Sekretaris/Sub Bagian Kepagawaian/Tata Usaha SKPD yang bersangkutan;
2. Bendahara Pengeluaran SKPD yang bersangkutan
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN VI
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA
I. SPD No. :...
Berangkat dari
(tempat kedudukan) :...
Pada tanggal :...
Ke :...
Pejabat yang Berwenang
II. Tiba di : ... Berangkat dari :...
Pada tanggal : ... Ke :...
Pada tanggal :...
Kepala Kepala
III. Tiba di : ... Berangkat dari :...
Pada tanggal : ... Ke :...
Pada tanggal :...
Kepala Kepala
IV. Tiba di : ... Berangkat dari :...
Pada tanggal : ... Ke :...
Pada tanggal :...
Kepala Kepala
V. Tiba kembali di :...
Pada tanggal :...
Telah diperiksa, dengan keterangan bahwa perjalanan tersebut diatas benar dilakukan atas perintahnya dan semata-mata untuk kepentingan jabatan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
PEJABAT YANG BERWENANG
NAMA PEJABAT VI. CATATAN LAIN-LAIN
VII. PERHATIAN
Pejabat yang berwenang menerbitkan SPD, pegawai yang melakukan perjalanan dinas, para pejabat yang mengesahkan tanggal berangkat/tiba serta Bendaharawan bertanggung jawab berdasarkan peraturan-peraturan Keuangan Negara apabila Negara mendapat rugi akibat kesalahan, kealpaannya.
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN VII
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA
RINCIAN BIAYA PERJALANAN DINAS
1. NAMA :
2. PANGKAT/GOL :
3. JABATAN :
4. NOMOR dan TANGGAL SPD :
No. PERINCIAN BIAYA JUMLAH KET
I.
II.
III.
UANG HARIAN a. Uang Makan
b. Angkutan Setempat c. Uang Saku
Jumlah
@ ……. x … Org x … hari
@ ……. x … Org x … hari
Rp.
Rp.
Rp.
Rp. + Rp.
Rp.
JUMLAH I Rp.
BIAYA TRANSPORTASI -
- Jumlah
Rp.
Rp. + Rp.
JUMLAH II Rp.
BIAYA PENGINAPAN -
- Jumlah
Rp.
Rp. +
Rp.
JUMLAH III Rp.
TOTAL I + II + III Rp.
Telah dibayar sejumlah
Rp………
Bendahara Pengeluaran ...
NIP.
Sukamara, ...
Telah menerima jumlah uang sebesar Rp………
Yang menerima
...
NIP.
PERHITUNGAN SPD RAMPUNG Ditetapkan sejumlah Rp. ...
Yang telah dibayar sementara Rp. ...
Sisa kurang/lebih Rp. ...
Kepala SKPD
(...) NIP.
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN VIII
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA
SATUAN BIAYA UANG HARIAN
PERJALANAN DINAS DALAM DAERAH KEGIATAN PEMERIKSAAN OLEH INSPEKTORAT KABUPATEN SUKAMARA
No. Tingkat B Tingkat C Tingkat D Tingkat E
1. 300.000 250.000 225.000 200.000
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN IX
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA
KOP SURAT
DAFTAR PENGELUARAN RIIL Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : NIP : Jabatan :
Berdasarkan Surat Perjalanan Dinas (SPD) tanggal……….Nomor………….
dengan ini kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :
1. Biaya transport pegawai dan/atau biaya penginapan di bawah ini yang tidak dapat diperoleh bukti pengeluaran, meliputi :
No Uraian Jumlah
Jumlah
2. Jumlah uang tersebut pada angka 1 di atas benar-benar dikeluarkan untuk pelaksanaan perjalanan dinas dimaksud dan apabila dikemudian hari terdapat kelebihan atas pembayaran, kami bersedia untuk menyetorkan kelebihan tersebut ke Kas Daerah.
Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Mengetahui/Menyetujui Kepala SKPD,
………
NIP.
Sukamara,………
Pejabat yang melaksanakan perjalanan dinas,
………
NIP.
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN
LAMPIRAN X
PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 17 TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS BAGI PEJABAT NEGARA, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA JARAK ANTAR SUKAMARA DENGAN IBUKOTA KABUPATEN
DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
NO. KOTA TUJUAN JARAK (KM) KETERANGAN
1. Nanga Bulik 136
2. Pangkalan Bun 237
3. Sampit 459
4. Kasongan 598
5. Palangka Raya 686
6. Kuala Pembuang 689
7. Pulang Pisau 784
8. Kuala Kapuas 828
9. Kuala Kurun 866
10. Tamiang Layang 1.104
11. Buntok 1.197
12. Muara Teweh 1.291
13. Puruk Cahu 1.388
Sumber : Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kalimantan Tengah JARAK ANTAR SUKAMARA DENGAN IBUKOTA KECAMATAN
DI KABUPATEN SUKAMARA
NO. DAERAH TUJUAN JARAK (KM) KETERANGAN
1. Desa Sei Cabang Barat
(P. Lunci) 40
2. Desa Kuala Jelai (Kuala Jelai) 60 3. Desa Ajang (Permata
Kecubung) 93
4. Desa Balai Riam (Balai Riam) 98 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukamara
JARAK ANTAR SUKAMARA DENGAN DESA-DESA DI KABUPATEN SUKAMARA
NO. DESA TUJUAN JARAK (KM) KETERANGAN
1. Desa Kartamulia 14
2. Desa Sukaraja 44
3. Desa Pangkalan Muntai 94
4. Desa Petarikan 105
5. Desa Kuala Jelai 60
6. Desa Sei Baru 80
7. Desa Sei Bundung 75
8. Desa Sei Raja 70
9. Desa Pulau Nibung 40
10. Desa Sei Pasir 36
11. Desa Sei Cabang Barat 40
12. Desa Sei Tabuk 47
13. Desa Sei Damar 55
14. Desa Natai Kondang 100
15. Desa Ajang 93
16. Desa Laman Baru 113
17. Desa Kenawan 118
18. Desa Semantun 100
19. Desa Sembikuan 100
20. Desa Nibung Terjun 115
21. Desa Jihing 140
22. Desa Air Dua 110
23. Desa Bukit Sungkai 85 24. Desa Lupu Peruca 83 25. Desa Sekuningan Baru 94
26. Desa Balai Riam 98
27. Desa Bangun Jaya 105
28. Desa Pempaning 120
JARAK ANTAR SUKAMARA DENGAN DAERAH DAN KOTA LAINNYA
NO. DAERAH/KOTA
TUJUAN JARAK (KM) KETERANGAN
1 PT. Sungai Rangit 14
2 Kotawaringin Lama 71
3 Banjarmasin 866
4 Banjar Baru 926
BUPATI SUKAMARA, Ttd.
AHMAD DIRMAN