• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DESKRIPSI LOKASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II DESKRIPSI LOKASI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

DESKRIPSI LOKASI

A. Sejarah OMK Santo Petrus

Gambar 2.1 Logo OMK Santo Petrus

Sumber: https://scontent-sjc2-1.cdninstagram.com

Sebelum memakai istilah OMK atau Orang Muda Katolik, dipergunakan istilah Mudika yang muncul sekitar tahun 1974 dan pertama kali dipakai di Keuskupan Bogor untuk menamai gerakan Katolik muda yang berbasis teritori Gereja. Istilah ini menjadi umum dan dipakai di seluruh Indonesia. Sejak munculnya UU Keormasan No. 5 tahun 1985, peran Mudika menguat menggantikan peran Pemuda Katolik sebelumnya. Pada tahun 2004 Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta memunculkan istilah baru, OMK, Orang Muda Katolik. Nama ini kemudian meluas dan diteguhkan dalam Pertemuan Nasional (PERNAS) OMK 2005 menjadi pengganti Mudika. commit to user commit to user

(2)

Namun sampai dengan saat ini, kedua istilah masih dipakai bergantian, sesuai dengan pilihan masing-masing kelompok Katolik muda itu sendiri.

Yang dimaksud dengan OMK menurut Pedoman Karya Pastoral Kaum Muda (PKPKM) yang dikeluarkan Komisi Kepemudaan KWI adalah mereka yang berusia 13 sampai. 35 tahun dan belum menikah. OMK mencakup jenjang usia remaja, taruna dan pemuda. Komisi Kepemudaan mengambil batas 13-35 tahun. Rentang umur ini merujuk pada buku “Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda dan Keputusan Badan Koordinasi Penyelenggaraan Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda No. 01/BK tahun 1982 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda” yang dikeluarkan oleh Kantor Menpora tahun 1985. Rentang umur tersebut menunjukkan bahwa kaum muda terdiri atas usia remaja sampai dengan dewasa awal. Rentang umur tersebut dikategorisasi lebih rinci demi efektivitas pendampingan. Kategorisasi tersebut sebagai berikut: kelompok usia remaja (13 – 15 tahun), kelompok usia taruna (16 – 19 tahun), kelompok usia madya (20 – 24 tahun), dan kelompok usia karya (25 – 35 tahun)

Menurut data pastoral Keuskupan Agung Semarang, tahun 2012 ini tercatat ada 1202 OMK yang terdaftar dalam data jumlah OMK Santo Petrus Purwosari. Jumlah tersebut terbagi dalam 12 wilayah yang ada dalam Gereja Santo Petrus. Saat ini OMK Santo Petrus Purwosati dibina oleh Pastor Paroki yaitu Rm. F.A. Budiono Msf dan dibina oleh tim kerja pewartaan Gereja yaitu Ibu Yustiana.

commit to user commit to user

(3)

B. Bentuk Aktivitas / Kegiatan Rutin 1. LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan)

Latihan Dasar Kepemimpinan atau LDK merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan, selain untuk membangun sikap pemimpin didalam diri anggota OMK, kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengjarkan kepada anggota OMK yang baru saja masuk dan bergabung dalam kegiatan agar lebih mendalami tentang apa yang ada didalam kelompok OMK Santo Petrus Purwosari.

2. Aksi Paskah dan Natal (Bakti Sosial)

Sebagai OMK yang hidup berdampingan dengan masyarakat, OMK Santo Petrus memiliki kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun saat hari raya yaitu bakti sosial. Bakti sosial sendiri meliputi kunjungan untuk panti asuhan, YPAC, dan berbagi nasi bungkus dijalanan untuk saudara yang membutuhkan. Kegiatan ini memiliki tujuan agar sebagai OMK, jiwa saling membantu dan berbagi kasih dapat tertanam sejak dini.

3. Santo Petrus Cup

Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk menyambut Ulang Tahun Gereja.

Selain futsal antar Gereja Katolik di Surakarta ini dilakukan untuk menjalin kerjasama antar tim, futsal ini merupakan cara untuk menjalin anjangsana tiap-tiap OMK di Gereja yang ada di Surakarta. Bukan kalah menang yang dijunjung tinggi dalam turnamen ini, namun kebersamaan dalam tim. antar tim, dan dukungan dari supporter yaitu dari setiap anggota OMK.

commit to user commit to user

(4)

4. Ekaristi Kaum Muda

Ini merupakan acara Ekaristi yang diselenggarakan oleh OMK, mulai dari menjadi panitia, persiapan acara, hingga petugas Ekaristi pun juga dari anggota OMK Santo Petrus. Ekaristi biasanya dilakukan saat memperingati hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, Sumpah Pemuda, Valentine atau hari kasih sayang, dan menjelang taun baru atau tutup tahun.

5. Rosario

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pada saat bulan maria yaitu bulan Mei dan Oktober.

C. Visi, Misi dan Prinsip OMK Santo Petrus 1. Visi

Persekutuan muda-mudi Katolik yang beriman teguh pada Allah Tritunggal Maha Kudus dan bersemangat melayani dalam cinta kasih persaudaraan.

2. Misi

a. Mengevangelisasi (pewartaan Injil) bagi kaum muda.

b. Mengembangkan tali persaudaraan dan keakraban sesama muda-mudi Katolik

c. Mencintai kekayaan iman Katolik.

d. Memperkenalkan pembaharuan karismatik katolik sebagai sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan iman katolik.

e. Mengembangkan sikap pelayanan dalam tubuh Gereja.

commit to user commit to user

(5)

f. Mengenal pribadi Allah melalui Kitab Suci.

g. Memelihara dan meningkatkan hidup doa 3. Tujuan

Untuk memberikan pendampingan pastoral dalam bentuk umum pada kaum muda Katolik dalam mencapai kedewasaan iman dan kepribadian.

D. Instagram @omkstpeter

Gambar 2.2

Header Profil instagram OMK Santo Petrus Sumber: https://www.instagram.com/omkstpeter/?hl=id

Berdasarkan hasil screen shoots diatas dapat diketahui beberapa informasi, antara lain yaitu kolom posts, yang berisikan tentang informasi jumlah unggahan. Dari informasi diatas, dapat diketahui bahwa akun

@omkstpetrus telah mengunggah sebanyak 129 buah unggahan. Kolom followers, menunjukan berapa banyak dan nama akun instagram lain yang commit to user commit to user

(6)

telah mengikuti akun tersebut. Dari informasi diatas, dapat diketahui jumlah akun pengikut berjumlah sebanyak 1503 akun. Yang terakhir adalah kolom following, yang menunjukan jumlah dan nama akun yang diikuti oleh akun

instagram bersangkutan. Dapat diketahui bahwa jumlah akun yang diikuti adalah sebanyak 273 akun.

Instagram kelompok OMK merupakan media utama yang digunakan untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat atau khalayak khususnya kepada anggota kelompok OMK Santo Petrus itu sendiri. Hal tersebut dapat terlihat dari bagian Header atau laman profil yang berisi deskripsi tentang akun OMK Santo Petrus Purwosari. Berikut ini merupakan screencapture melalui handphone berupa header atau laman profil yang dimiliki oleh akun OMK Santo Petrus yaitu @omkstpetrus.

E. Deskripsi Asian Youth Day 2017

Asian Youth Day (AYD) atau hari orang muda asia adalah perjumpaan

orang muda Katolik se-Asia. AYD ketujuh ini diadakan tahun 2017 di Keuskupan Agung Semarang khususnya kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Tema yang digagas adalah “Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia” (OMK Asia: Suka cita Injil bagi Asia yang Majemuk).

AYD sudah 6 kali diadakan di negara-negara yang berbeda-beda. Setiap kali pertemuan mengangkat tema yang berbeda. Pertama kali diadakan di Keuskupan Hua Hin Thailand tahun 1999 dengan tema “Asian Youth Journeying with Jesus Towards the Third Millenium” (OMK Asia berjalan bersama Yesus menyongsong Millennium III), AYD kedua pada tahun 2001

commit to user commit to user

(7)

diadakan di Keuskupan Taiwan di kota Taipei, bertema “We are called to Sanctity and Solidarity” (Kita dipanggil kepada Kekudusan dan Solidaritas),

AYD ketiga diadakan di Keuskupan Bangalore, India tahun 2005 dengan tema

“Asian Youth for Peace” (OMK Asia Untuk Perdamaian), AYD keempat tahun 2006 di Keuskupan Hongkong, dengan tema “Asian Youth, Hope of Asian Families” (OMK Asia, Harapan Keluarga-keluarga Asia), AYD kelima

pada tahun 2009 di keuskupan Imus, Filipina dengan tema “YAsia Fiesta:

Young Asians Come Together Share the Word, Live the Eucharist” (Pesta

OMK Asia: OMK Asia, datanglah bersama-sama, berbagi Sabda, Hayati Ekaristi), AYD keenam pada tahun 2014 di Keuskupan Daejeon, Korea, bertema “Wake Up Asian Youth! The Glory of The Martyrs Shines on You”

(OMK Asia, Bangunlah, Kemuliaan para martir bersinar atas kalian).

Acara ini diselenggarakan tiap tiga tahunan dan dihadiri kurang lebih seribu sampai tiga ribu OMK perwakilan dari berbagai negara di Asia. Dalam acara inilah berbagai kegiatan menumbuhkan semangat pewartaan dibuat.

AYD digagas oleh pembina OMK se-Asia dan disetujui oleh Federasi Konferensi Uskup-uskup se-Asia (FABC) dibawah kantor komisi Keluarga dan Kerawam (Kerasulan Awam) bagian kepemudaan. AYD terdiri dari 3 acara besar yakni Pre Event AYD, Day in the Diocese, Days in AYD’s Venue.

commit to user commit to user

(8)

Untuk Pre Event AYD, terdiri dari dua acara yang melibatkan OMK secara khusus antara lain:

1. Kirab Salib Asian Youth Day Gereja Santo Petrus

Acara ini merupakan acara awal atau acara pembuka Asian Youth Day 2017. Kirab Salib AYD 2017 ini adalah acara estafet yang dilakukan

dari Gereja menuju Gereja yang yang ada di Keuskupan Agung Semarang. OMK Santo Petrus sendiri menerima giliran untuk menjadi tuan rumah dan perhentian Salib AYD pada tanggal 16 September 2017 selama satu minggu. Dengan menjadi tempat pemberhentian, OMK Santo Petrus Purwosari harus mempersiapkan acara penyambutan yang akan dilaksanakan dalam menyambut Salib AYD. Dengan mengadakan pertemuan bersama, OMK mulai membahas acara apa yang akan dibuat untuk Kirab Salib AYD. Setelah ditentukan bersama, akhirnya dipilihlah Misa Pembukaan Kirab Salib AYD dengan bernuansa Jawa. Alunan gamelan Jawa pun mengiringi saat berlangsungnya Misa dan sendratari yang dibawakan oleh perwakilan OMK juga ditampilkan dalam Misa.

Tidak hanya itu saja, seusai Misa, Café Rohani menjadi acara selanjutnya yang dipilih oleh OMK Santo Petrus. Acara Kirab Salib OMK Santo Petrus ini akhirnya ditutup dengan Misa Penutup dan setelah itu dilaksanakan estefet Salib AYD menuju Gereja Kleco.

2. Traditional Youth Festival

Acara Pre Event AYD ini bertempat di ATMI Sport Center Surakarta. Acara ini berlangsung pada hari Minggu, 19 Februari 2017.

commit to user commit to user

(9)

Digelarnya Pre Event ini bertujuan untuk membangkitkan gairah sukacita dengan berdinamika dalam permainan tradisional sekaligus mengenang zaman-zaman keemasan saat memainkan permainan itu.

Selain itu, acara ini juga mempunyai misi lain yaitu untuk memperkenalkan permainan tradisional dari berbagai tempat di Asia yang masih setia dimainkan di tengah kencangnya arus perubahan zaman. Ada banyak pihak yang terlibat aktif dalam terselenggaranya Traditional Youth Festival ini, mulai dari peserta Asian Youth Day, volunteer Asian Youth Day, OMK Rayon Kota Surakarta dan Rayon

Timur, dan KOMSOS Kevikepan Surakarta, serta teman-teman muda lainnya. Acara yang digagas sedari Desember tahun lalu ini menampilkan berbagai macam permainan tradisional dari Indonesia seperti Benthik, Yoyo, Bekelan, Congklak, Layangan, Karambol, Gangsingan, dan Gundu, juga berbagai macam permainan tradisional dari Jepang, Tiongkok, India, Korea. Lewat event Asian Youth Day 2017 ini sebagai anak muda, OMK harus bersukacita dalam segala hal. Dan, salah satu cara membangkitkan sukacita itu adalah dengan berdinamika bersama, lewat guyub, lewat bertemu dengan sebuah permainan tradisional, dan untuk sekaligus bisa melestarikan budaya kita.

Day in the Diocese (DID) diadakan 3 hari (30 Juli 2017–2 Agustus 2017)

di mana peserta AYD tinggal (live in) di keuskupan-keuskupan di negara tuan rumah. Paroki Kebonarum sendiri menerima delegasi dari Negara Pakistan, Bangladesh, Korea Selatan, Laos, Filipina, Kamboja yang berjumlah 18 orang.

commit to user commit to user

(10)

Kegiatan pada hari Minggu 30 Juli 2017 adalah Misa Syukur live in di Lapangan Bunder (Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten) yang mengundang umat OMK se Kevikepan Surakarta yang kira-kira berjumlah 500an orang dan setelah itu dilanjutkan dengan Gelar Budaya Lintas Iman “Srawung Asih” yang menampilkan kesenian ganjur, gejlug lesung, hadrah, gedruk Merapi, klenengan, wayang anak, tari, serta jantur dari berbagai lintas agama, budaya, dan daerah oleh OMK setempat. Selanjutnya tanggal 31 peserta DID mengikuti kegiatan yang ada yaitu beradaptasi dengan wilayah dan OMK sekitar, mengikuti dinamika keluarga umat Katolik sekitar dan juga mengikuti kegiatan lingkungan yang ada dari sore hari hingga malam. Lalu pada tanggal 1 Agustus, peserta DID bersama-sama rekreasi bersama dengan OMK di Sapu Angin atau berdinamika bersama membuat bingkai kegiatan selama live in, pentas gamelan di Pendopo Surowono, dan dinamika keluarga atau lingkungan. Pada tanggal 2 Agustus para peserta DID berpamitan dan kemudian berangkat ke Yogyakarta.

Days in AYD’s Venue diadakan selama 5 hari (2–6 Agustus 2017). Semua

Peserta DID menuju ke satu tempat di mana diselenggarakan AYD. OMK yang tersebar di berbagai keuskupan berkumpul bersama. Di sini seluruh perwakilan OMK Asia yang kira-kira berjumlah 2000 orang mengikuti upacara pembukaan dan berbagai kegiatan misalnya sharing, refleksi, festival, ekaristi, sakramen tobat, devosi, berdoa. Pada acara ini juga akan diumumkan negara penyelenggara berikutnya. Perwakilam OMK bisa terlibat dalam kepanitiaan, membuat acara di keuskupan-keuskupan, mempromosikan acara ini dan tidak

commit to user commit to user

(11)

lupa mendoakan acara AYD 2017 terselenggara dengan lancar. Closing Mass The 7th Asian Youth Day atau Misa Penutupan Kegiatan Asian Youth Day ke-7 Tahun 2017 ini diselenggarakan di Yogyakarta. Rangkaian kegiatan Asian Youth Day, yang telah berjalan sejak hari Rabu, tanggal 2 Agustus 2017 lalu

hingga Minggu, 6 Agustus 2017 dan ditutup dengan perayaan Ekaristi.

Perayaan. Ekariti Kudus berlangsung di Lapangan Dirgantara, Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, seluruh peserta AYD mengikuti Misa bersama umat Keuskupan Agung Semarang, yang berada di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Kardinal Patric D'Rozario dari Dhaka Bangladesh, disampaikan pula pesan dari Bapa Suci Paus Fransiskus agar kaum muda dari segala penjuru Asia mendengarkan panggilan Tuhan dengan saksama dan menanggapi panggilan masing-masing dengan iman dan keteguhan hati. Sedangkan dalam homilinya, Mgr. Ignatius Suharyo mengungkapkan, dalam rangkaian proses interaksi selama AYD berlangsung, kaum muda seyogyanya menyadari perbedaan yang melingkupinya. Negara yang berbeda, bahasa, budaya, dan sekian banyak perbedaan lainnya. Dalam perjumpaan ini Mgr. Suharyo berpesan bahwa sebagai OMK, juga harus dituntut bahwa keberbedaan itu tidak memisah- misahkan, tetapi sebaliknya, memancarkan kekayaan kemanusiaan yang satu dan membuktikan kekuatan iman, harapan dan kasih yang mempersatukan.

Beliau pun berharap agar perjumpaan dalam Asian Youth Day ini mendorong para peserta, baik secara pribadi maupun dalam kebersamaan kaum muda, untuk berusaha menghayati nilai-nilai Injil dengan tekun dan setia.

commit to user commit to user

(12)

F. Data Responden

Narasumber penelitian dalam penelitian ini terdiri dari lima orang narasumber yaitu:

1. Skolastika Yuni

Skolastika Yuni merupakan koordinator dari OMK Santo Petrus Purwosari, selain itu dia juga merupakan admin dari instagram OMK Santo Petrus. Dia mengaku lebih banyak memanfaatkan internet khususnya media sosial untuk menyebarkan informasi kepada seluruh anggota OMK Santo Petrus. Skolastika Yuni ini berumur 30 tahun, wanita kelahiran Surakarta ini juga merupakan aktifis Gereja yang selalu aktif dalam berbagai macam kegiatan yang ada di Gereja. Penulis melakukan wawancara dengan Skolastika Yuni ini pada saat setelah berlangsungnya rapat OMK, pada hari Rabu tanggal 12 Juli 1017 dan bertempat di ruang Paulus Gereja Katolik Santo Petrus Purwosari.

2. Veronika Amalia Niken

Veronika Amalia Niken merupakan admin instagram OMK Santo Petrus kedua selain Skolastika Yuni. Lia merupakan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Keaktifannya didalam setiap kegiatan OMK menjadikannya salah satu admin yang dipilih langsung oleh koordinator OMK yaitu Skolastika Yuni. Menurut dia, hadirnya instagram sangat bermanfaat untuk kelompok seperti OMK ini karena memberikan segala macam kemudahan didalamnya. Dengan mencari waktu luang dari informan untuk wawancara, akhirnya wawancara dengan

commit to user commit to user

(13)

Veronika Amalia ini dilakukan oleh penulis pada saat setelah misa Minggu sore yang ke-2, yaitu pada hari Minggu 9 Juli 2017 bertempat di aula Gereja Katolik Santo Petrus Purwosari Surakarta.

3. Leonardo Rio Prabowo

Leonardo Rio merupakan salah satu anggota aktif yang ada dalam kelompok OMK Santo Petrus Surakarta. Selain aktif didalam Gereja, Rio juga aktif berkegiatan dalam band yang dimilikinya yaitu “Devos Band”.

Walaupun dia sibuk dalam bandnya itu karena menjadi seorang vokalis, dia merasa dapat tetap selalu mengikuti setiap kegiatan yang diadakan oleh OMK, hal itu karena menurut dia, informasi dapat dilihat melalui instagram OMK. Penulis dapat melakukan wawancara dengan Leonardo Rio ini pada hari Sabtu tanggal 29 Juli 2017 bertempat tempat tinggal dari Leonardo Rio sendiri yang berada di Colomadu.

4. Daniel Budi

Daniel Budi merupakan anggota OMK Santo Petrus Purwosari. Selain keaktifannya didalam OMK dan juga kegiatan Gereja, dia juga memiliki sifat kritis terharap hal-hal yang ada didalam OMK. Pria kelahiran Surakarta, 22 Desember ini tercatat bekerja sebagai staff di perusahaan swasta di Surakarta. Daniel sangat menggagas bahwa OMK merupakan generasi penerus Gereja, oleh sebab itu menurutnya, keterlibatan OMK itu sangatlah penting. Dan menurutnya, hadirnya instagram bermanfaat bagi OMK khusunya dalam hal penyebaran informasi. Wawancara dengan Daniel Budi ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 September, saat

commit to user commit to user

(14)

itu bertepatan dengan hari Idul Adha dan diadakan rapat anggota OMK, dan wawancara akhirnya bisa dilaksanakan bertempat di ruang Fransiskus Gereja Katolik Santo Petus Purwosari Surakarta.

5. Gabriella Herwinda

Gabriella Herwinda juga merupakan salah satu anggota OMK Santo Petrus Purwosari yang termasuk aktif dalam setiap kegiatan. Winda bergabung dalam OMK ini pada tahun 2013 setelah mengikuti salah satu acara yang diselenggarakan OMK yaitu LDK atau Latihan Dasar Kepepimpinan. Winda sendiri mengaku setelah hadirnya instagram milik OMK, semakin bayak informasi yang dia dapat didalamnya. Wawancara dengan Gabriella Herwinda ini dilakukan pada hari yang sama dengan Daniel Budi yaitu hari Kamis tanggal 21 September 2017. Karena tersedianya waktu yang memadai, setelah wawancara dengan Daniel Budi, dilakukanlah wawncara dengan Gabriella Herwinda ini, yang bertempat sama yaitu ruang Fransiskus Gereja Katolik Santo Petus Purwosari Surakarta.

commit to user commit to user

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pemodelan nilai opsi dengan menggunakan persamaan diferensial penentuan harga suatu aset turunan dan menggunakan pendekatan

Pada bab ketiga laporan ini membahas tentang permasalahan sesuai dengan topik dari laporan akhir ini berdasarkan praktik yang sudah dilaksanakan, tentang bagaimana proses

(2) Dokumen pertanggungjawaban biaya sebagaimana pada ayat (1) terdiri dari : SPPD, bukti tanda terima pembayaran lumpsum oleh Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai

Sampai dengan Tahun 2015, kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh Perpustakaan UBT dalam bidang penataan dan penguatan organisasi adalah bahwa organisasi Perpustakaan

Dengarkan pembicaraan telepon saya dengan 4 gadis cantik dengan karakter dan situasi yang berbeda... pelajari intonasi suara dan cara saya mengatakan kata-kata yang saya

D 23 April 2015 14:00 wib Yohanes Widodo - Yohanes Widodo LUKAS Nobertus Ribut Catherine Dianti 080903594 3. PENGARUH TINGKAT KEPERCAYAAN ENDOSER IKLAN TERHADAP MINAT BELI

Pengecualian (WDP) atas laporan keuangannya. Hal ini merupakan peningkatan status laporan keuangan Departemen Perindustrian yang sebelumnya Disclaimer. Sehubungan dengan

Adapun wujud dari kelompok kekerabaran kindred pada orang Tolaki tersebut adalah warga yang masih saling kenal mengenal karena masih terdiri dari saudara-saudara sepupu