• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan Berbasis Masyarakat. Ernoiz Antriyandarti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pendekatan Berbasis Masyarakat. Ernoiz Antriyandarti"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Pendekatan Berbasis Masyarakat

Ernoiz Antriyandarti

(2)

Cakupan

Untuk mendesain program pendekatan berbasis masyarakat, maka diperlukan pertimbangan di bawah ini:

• Pembangunan dari bawah ke atas

• Pembangunan berbasis sumberdaya lokal

• Pembangunan berbasis modal sosial

• Pembangunan berbasis kebudayaan

• Pembangunan berbasis kearifan lokal

• Pembangunan berbasis modal spiritual

(3)

Definisi

• Pendekatan dari Atas dan Pendekatan dari Bawah

Top – Down VS Bottom – Up

Top Down : Pencetus gagasan (perencanaan), pelaksanaan dan evaluasi milik pemerintah dan atau elit masyarakat

Bottum Up : perencanaan (identifikasi masalah, kebutuhan, cara terbaik yang cocok dengan masyarakat), pelaksanaan, evaluasi milik masyarakat.

(4)

Kelebihan dan Kelemahan

• Dari Atas (Top-Down)

• Kelemahan:

– Masyarakat tidak bisa berperan aktif

– Masyarakat tidak bisa melihat seberapa jauh program telah dilaksanakan

– Masyarakat hanya penerima keputusan

– Pemerintah tidak memahami kebutuhan masyarakat – Msayarakat merasa terabaikan

– Masyarakt tidak mampu kreatif

• Kelebihan:

– Masyarakat tidak perlu bekerja

– Biaya dikeluarkan oleh pemerintah

– Mengoptimalkan kinerja instansi pemerintah

(5)

• Dari-Bawah (Bottom Up)

• Kelemahan:

– Pemerintah tidak begitu berharga karena kurang berperan

– Hasil pelaksanaan program belum tentu lebih baik apabila dibandingkan dengan aparat pemerintah yang memiliki pendidikan lebih tinggi

– Tugas yang tidak jelas antara masyarakat dengan pemerintah

• Kelebihan:

– Peran masyarakat menjadi optimal – Tujuan masyarakat akan berjalan

– Pemerintah tidak perlu bekerja secara optimal – Masyarakat akan lebih kreatif

(6)

Sumberdaya Lokal Untuk Pelaksanaan Program

• Sumberdaya meliputi: manusia, uang, material, sumberdaya alam, SDM (modal sosial, kearifan tradisional, kebudayaan, modal spiritual), infrastruktur, kelembagaan, informasi, waktu, kemudahan, aksebilitas, jejaring.

• Sumberdaya lokal: sumberdaya yang berasal, tersedia, atau digali dari wilayah setempat yang masih termasuk dalam batas geografis komunitas atau lingkungan sosial setempat.

• Arti Penting Penggunaan Sumberdaya lokal adalah menjamin keberlanjutan program/kegiatan pengembagan masyarakat untuk jangka panjang.

(7)

Modal Sosial

Modal Sosial :

• Trust (Kepercayaan)

• Mutual understanding (Kesalingpengertian)

• Shared value (nilai-nilai bersama)

(8)

Dimensi Modal Sosial

• Dimensi modal sosial adalah bagaimana modal sosial tersebut tumbuh dan kembang. Ada dua cara yakni:

– Kohesivitas – Institusional

(9)

Unsur Modal Sosial

• Partisipasi

• Hubungan timbal balik

• Rasa Percaya

• Norma sosial

• Nilai-nilai

• Tindakan proaktif

(10)

P i h a k - p i h a k y a n g t e r l i b a t

Identifikasi stakeholder

Bentuk peran serta

stakeholder

Tujuan dan manfaat kemitraan

Siapa saja yang terlibat dan mempunyai kepentingan ?

Apa kepentingannya dan

bagaimana keterlibatan dalam kegiatan ?

Apa dan siapa yang dapat dijalin kemitraan dan apa manfaatnya?

(11)

I d e n t i f i k a s i d a n p e r a n s t a k e h o l d e r

Identifikasi stakeholder

Bentuk peran serta stakeholder

*Target grup, penerima manfaat, pemerintah, swasta (usaha, industri), organisasi/asosiasi, lembaga/donor, perguruan tinggi/litbang

Stakeholder mapping

(12)

T u j u a n d a n m a n f a a t k e m i t r a a n

Ikatan kerjasama (partnership) berdasarkan kesamaan visi dan

kepentingan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas untuk

mencapai hasil yang lebih baik

Kemitraan semu Kemitraan

konjugasi Kemitraan

mutualistik

• Tidak setara

• Terdapat pihak yang dirugikan

• Setara

• Masing-masing pihak

mendapat manfaat yang seimbang

• Melakukan peleburan lembaga

• Membentuk satu lembaga

(13)

Kebijakan Penyelenggaraan Rumah Swadaya

Diklat Penyelenggaraan Rumah Swadya

T a h a p a n d a l a m p e m b e r d a y a a n

Tahapan persiapan

Mapping : identifikasi sumber daya/potensi sumber daya pertanian

Faktor produksi pertanian

• Ketersedia an

• Harga

• teknologi

masyarakat,

• Kondisi sosial ekonomi

• Struktur kemasyara katan

Lingkunga n

•Cuaca

•Geografis

•Aksesibilit as

•Fasilitas

kearifan lokal

•Budaya, adat istiadat

•Kebiasaan umum

(14)

Kebijakan Penyelenggaraan Rumah Swadaya

Diklat Penyelenggaraan Rumah Swadya

T a h a p a n d a l a m p e m b e r d a y a a n

Tahapan

perencanaan

1. pemilihan :

metoda pelaksanaan,

jenis usaha tani, spesifikasi tanaman

Kriteria lokasi

2. penyusunan jadwal kegiatan 3. pola pelaksanaan >

gotong royong, sambatan.

Memanfaatkan pihak lain 4. Pemilihan faktor-faktor produksi

(15)

Kebijakan Penyelenggaraan Rumah Swadaya

Diklat Penyelenggaraan Rumah Swadya

T a h a p a n d a l a m p e m b e r d a y a a n

Tahapan

pelaksanaan

pembagian

• kelompok

• tugas

• tanggung jawab

seleksi sumber dan manajemen produksi, input, pihak

ketiga

Manajemen pelaksanaan

Controlling (pengawasan

dan

pengendalian)

didampingi oleh fasilitator, penyuluh

(16)

Kebijakan Penyelenggaraan Rumah Swadaya

Diklat Penyelenggaraan Rumah Swadya

T a h a p a n d a l a m p e m b e r d a y a a n

Tahapan terminasi dan paska pelaksanaan

Monitoring dan evaluasi

pemeliharaan dan

pengembangan,

pengembangan ke sector lain

• Ekonomi

• lingkungan

didampingi oleh fasilitator, penyuluh

(17)

B e n t u k d a n j e n i s p e m b e r d a y a a n

Bentuk

pemberdayaan jenis

pemberdayaan

• Pelatihan ketrampilan

• Pendampingan proses kegiatan

• Peningkatan kemampuan

• Sosialisasi/penyuluhan

• Pembinaan usaha Sosek

Budidaya

Lingkung an/fisik

(18)

Studi Kasus

Desa A: secara geografis berada pada daerah lereng gunung. Memiliki 50 kepala keluarga petani. Setiap kepala keluarga memiliki lebih dari 2 anak. Keyakinan bahwa makin banyak anak, makin banyak rejeki oleh setiap kepala keluarga. Mata pencaharian adalah usahatani hortikultura buah-buahan (sayur, cabe, dll). Selama tiga tahun ini, tidak pernah ada pertikaian antar warga dan tidak pernah terjadi kegagalan panen. Warga tekun bertani dan beribadah.

Kelompok tani berkegiatan aktif dan guyub.

• Pemerintah daerah akan membuat Desa A sebagai percontohan pertanian presisi. Bagaimana menurut anda?

• Sumberdaya lokal dan Modal sosial apa saja yang akan anda temukan dan munculkan pada desa tersebut?

• Berdasarkan sumberdaya lokal dan modal sosial tersebut, akan seperti apa program pengembangan pertanian presisi berbasis pendekatan masyarakat yang akan anda sarankan pada pemerintah dan masyarakat?

Referensi

Dokumen terkait

Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mengoptimalkan program desa wisata untuk dijadikan komoditi pariwisata berbasis potensi lokal masyarakat sehingga perekonomian rumah

Tahap analisis terakhir dalam penelitian ini adalah merumuskan arahan pengembangan wilayah melalui industri berbasis perikanan dengan pendekatan ekonomi lokal di Kabupaten

Adpun judul dari skripsi ini adalah Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa Berbasis Modal Sosial di Kabupaten Nganjuk (Studi pada Badan Usaha

Mustangin, dkk, Pengembangan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Desa Wisata di Desa Bumiaji, Vol 2 No 1, November-Desember, 2017, hlm..

Hasil dari segi sosial, kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program desa vokasi berbasis potensi unggulan lokal di Kelurahan Mangkang Kulon dapat

Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat merupakan kegiatan pembangunan desa yang sepenuhnya melibatkan masyarakat lokal sebagai pemegang kepentingan.. Secara

Sri Wahyuni Anggota Memberi penyuluhan tentang pembangunan nagari berbasis sumberdaya lokal, pola hubungan sosial yang ada, dan modal sosial Penyuluhan dan Komunikasi

Dokumen ini membahas studi potensi lanskap perdesaan untuk pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dengan fokus pada pemanfaatan lahan pertanian untuk meningkatkan pendapatan petani, melestarikan sumber daya lahan, dan memelihara budaya