commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
i
KEARIFAN LOKAL BANYUMAS DAN NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM NOVEL KARYA AHMAD TOHARI
SEBAGAI MEDIUM KONSERVASI BUDAYA
DISERTASI
Disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Doktor Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonsia
Oleh:
TEGUH TRIANTON NIM T841308012
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2018
commit to user
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
v
Teguh Trianton. T841308012. 2018. Kearifan Lokal Banyumas dan Nilai Pendidikan Budi Pekerti dalam Novel Karya Ahmad Tohari sebagai Medium Konservasi Budaya. Disertasi Program Pascasarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Promotor: Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Kopromotor I: Prof. (Em) Dr. Herman J. Waluyo, M.Pd.
Kopromotor II: Dr. Kundharu Saddhono, S.S, M.Hum.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) representasi nilai kearifan lokal Banyumas dalam novel karya Ahmad Tohari; (2) nilai kearifan lokal dalam novel sebagai medium konservasi budaya Banyumas;
(3) nilai inti pendidikan budi pekerti masyarakat Banyumas dalam novel; (4) upaya pelestarian nilai budaya untuk pendidikan budi pekerti.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Pendekatan yang digunakan adalah antropologi sastra. Teori dikembangkan secara multidisipliner yang dibangun dari bawah (grounded theory). Sumber data penelitian adalah novel karya AhmadTohari, yaitu: (1) Di Kaki Bukit Cibalak, (2) Kubah, (3) Ronggeng Dukuh Paruk, (4) Bekisar Merah, dan (5) Orang Orang Proyek. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan teori. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi kualitatif.
Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Novel-novel karya Ahmad Tohari merepresentasikan nilai-nilai kearifan budaya Banyumas mengenai lima perkara yaitu: hakikat hidup, etos kerja, orientasi ruang waktu, hubungan dengan lingkungan hidup, dan hubungan manusia dengan sesama; (2) Nilai kearifan lokal dalam novel sebagai medium konservasi budaya perlu dikelola selaras untuk pemajuan kebudayaan yaitu dengan tindakan; perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. (3) Nilai inti pendidikan budi pekerti yang terkandung dalam novel berpusat pada falsafah pandangan mengenai hakikat hidup yaitu nrima ing pandum, eling lan waspada, sumarah (pasrah), rila (ikhlas), wani ngalah luhur wekasane (berani atau rela mengalah akan mendapatkan keluhuran pada akhirnya), ngunduh wohing pakarti (menerima hasil dari sebuah upaya, baik di dunia maupun konsekuensi di ahirat), mung saderma nglakoni kersane sing akarya jagat, dan sangkan paraning dumadi (hidup dan kehidupan datang dari Tuhan, dan akan kembali pada Tuhan. Nilai inti ini menjadi landasan atau dasar dalam memandang hakikat karya atau kerja yaitu nunut urip (menumpang hidup sementara). Bekerja bukan hanya persoalan mencari nafkah, tapi ada dimensi moral, humanisme, religiositas, dan spiritualitas. Dimensi ruang dan waktu berorientasi pada masa depan (optimisme) didasarkan pada pengalaman masa lalu dan masa sekarang. Untuk perkara hubungan dengan alam yaitu menjaga harmoni atau keselarasan hidup antara manusia, alam, dan Tuhan.
Dan hubungan antara sesama manusia dilakukan dengan konsep egaliter yang didasari humanisme unuk membangun kerukunan hidup. (4) Pelestarian nilai kearifan lokal untuk pendidikan budi pekerti dapat dilakukan dengan melalui pendidikan, penelitian, transformasi, reproduksi, dan pembuatan aturan hukum.
Kata kunci: Budaya Banyumas, Budi Pekerti, Kearifan Lokal, Konservasi Budaya, Nilai Inti, Novel.
commit to user vi
Teguh Trianton. T841308012. 2018. Banyumas Local Wisdom and Value of Character Education in Ahmad Tohari’s Novel as Medium of Cultural Conservation. Dissertation of Postgraduate Program of Faculty of Teacher Training and Education of Sebelas Maret University (UNS), Surakarta. Promotor:
Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Co-promotor I: Prof. (Em) Dr. Herman J.
Waluyo, M.Pd. Co-promotor II: Dr. Kundharu Saddhono, S.S, M.Hum.
ABSTRACT
This study aimed to describe and discuss about: (1) representation of the value of Banyumas local wisdom in some novels by Ahmad Tohari; (2) the value of local wisdom in the novels as medium for conservation of Banyumas culture;
(3) the core values of the character education of Banyumas people in the novels;
and (4) efforts to preserve cultural values for character education.
This was a qualitative descriptive study with content analysis method.
Literary anthropology was used as the approach of this study. Theory was developed in a multidisciplinary manner built from the bottom (grounded theory).
The data sources were taken from novels by Ahmad Tohari, namely: (1) Di Kaki Bukit Cibalak, (2) Kubah, (3) Ronggeng Dukuh Paruk, (4) Bekisar Merah, and (5) Orang Orang Proyek. The data were collected by literature study. Triangulation of data source and theory was used as the checking technique of data validity.
Qualitative content analysis techniques were used as to analyze the data.
Research results can be summarized as follows: (1) Novels by Ahmad Tohari represent values of cultural wisdom. There are five subjects: the nature of life, work ethic, time-orientation, relationships with the environment, and human relations with others; (2) Value of Local Wisdom In the novels as a medium of cultural conservation is necessary to be corresponded with the development of culture, namely by action, protection, development, utilization, and guidance, (3) The core value of education and culture contained in the novels focuses on the philosophy of the nature of life, namely nrima ing pandum (tenacity and persistence in struggling), eling lan waspada (awareness and alertness), sumarah (resigning oneself to a condition), rila (sincerity), wani ngalah luhur wekasane (willing to hold back anger to be the honorable or the glorious at the end), ngunduh wohing pakarti (the result of a person's actions both in the world and in the hereafter), mung saderma nglakoni kersane sing akarya jagat (being sincere to what has been destined by God), dan sangkan paraning dumadi (living life and life from God, and returning anything to God). This core value is the basis for looking at the nature of work, which is to nunut urip (live a temporary life).
Working is not only a matter of earning a living, but there are dimensions of morality, humanism, religiosity and spirituality. Space and time dimension are about future-oriented (optimism) which is based on past and present experiences.
Keeping the harmony of human life, nature, and God is done as the correlation between human and nature. And the relationship between human activities is carried out with the concept based on humanism to build living harmony. (4) Preservation of local wisdom for the education of culture can be carried out through education, research, transformation, reproduction, and law making.
Keywords: Banyumas Culture, Characters, Local Wisdom, Cultural Conservation, Core Values, Novel.
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
vii PRAKATA
Puji Illahi Rabb semesta alam sentral segala aktivitas yang telah menurunkan Al-Qur’an dengan bahasa yang sangat indah sebagai ‘Maha Karya Sastra’ yang berisi bebagai kisah sebagai petunjuk bagi umat manusia; atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis berhasil menyelesaikan tugas ahir berupa riset sekaligus menyusunnya menjadi disertasi dengan judul
“Kearifan Lokal Banyumas dan Nilai Pendidikan Budi Pekerti dalam Novel Karya Ahmad Tohari sebagai Medium Konservasi Budaya”.
Sholawat dan salam sejahtera semoga senantiasa tercurah pada Rasulullah, Muhammad SAW, beserta para pengikutnya sampai akhir zaman. Amin.
Disertasi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis menyadari bahwa disertasi ini tidak akan dapat selesai dengan baik tanpa adanya bantuan dan arahan dari promotor dan kopromotor. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. (selaku Promotor), Prof. Dr. Herman J.Waluyo, M.Pd. (selaku Kopromotor I), dan Dr. Kundharu Saddhono, S.S., M.Hum. (selaku Kopromotor II) yang telah berkenan memberikan bimbingan selama ini.
Selanjutnya, penulis menyadari juga bahwa disertasi ini dapat diselesaiakan dengan bantuan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu ijinkan penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak- pihak berikut ini.
1. Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan izin kepada penulis untuk menempuh studi S3 di UNS.
2. Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd., Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan izin dan fasilitas kepada penulis untuk melanjutkan dan menyelesaikan studi ini.
commit to user viii
3. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., selaku Ketua Program Studi (Prodi) Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan izin dan fasilitas kepada penulis untuk melanjutkan dan menyelesaikan studi.
4. Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd., Pembimbing Akademik yang telah banyak memberikan arahan, dorongan, bimbingan, dan bantuan kepada penulis.
5. Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd., (selaku penguji dalam) yang telah memberikan arahan dan masukan untuk penyelesaian disertasi ini.
6. Segenap dosen di Prodi S3 Pendidikan Doktor yang telah berbagai ilmu pengetahuan selama penulis menempuh studi.
7. Berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu demi satu.
Penulis menyadari bahwa disertasi ini masih ‘jauh panggang dari api’, namun demikian dengan menundukkan kepala penulis berharap semoga disertasi ini dapat bermanfaat. Amin.
Surkarta, 26 Februari 2018
Penulis
commit to user
library.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
ix DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ... i
PERNYATAAN ORISINALITAS DAN PUBLIKASI ... ii
PERSETUJUAN PROMOTOR ... iii
PENGESAHAN PENGUJI ... iv
ABSTRAK ... v
ABSTRACT ... vi
PRAKATA ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR SINGKATAN ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 13
C. Tujuan Penelitian... 13
D. Manfaat Penelitian ... 14
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR ... 16
A. Kajian Pustaka ... 16
1. Kebudayaan ... 16
2. Sistem Nilai Budaya ... 21
3. Kearifan Lokal ... 26
4. Nilai Budi Pekerti ... 31
5. Budaya Banyumas Sebagai Subkultur Budaya Jawa ... 34
6. Konservasi Budaya ... 38
7. Hubungan Sastra dan Budaya ... 41
8. Pengertian Antropologi Sastra ... 43
B. Kajian Penelitian Yang Relevan ... 47
C. Kerangka Berpikir ... 53
BAB III METODE PENELITIAN... 56
commit to user
x
A. Jenis Penelitian ... 56
B. Latar Penelitian ... 60
C. Data dan Sumber Data ... 61
D. Teknik Pengumpulan Data ... 63
E. Keabsahan Data ... 64
F. Analisis Data ... 65
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 67
A. Hasil Penelitian ... 67
1. Representasi Hakikat Hidup Manusia ... 67
2. Representasi Hakikat Karya Manusia ... 86
3. Representasi Hakikat Ruang dan Waktu ...100
4. Representasi Hakikat Hubungan Manusia dengan Alam ...114
5. Representasi Hakikat Hubungan Manusia dengan Manusia ...120
B. Pembahasan ...134
1. Representasi Nilai Kearifan Lokal Banyumas Pada Novel ...134
2. Nilai Kearifan Lokal dalam Novel sebagai Medium Konservasi Budaya ...159
3. Nilai Inti Pendidikan Budi Pekerti ...164
4. Upaya Pelestarian Nilai Budaya Banyumas untuk Pendidikan Budi Pekerti ...182
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ...189
A. Simpulan ...189
B. Implikasi ...191
C. Saran ...200
DAFTAR PUSTAKA ...204
LAMPIRAN ...226