• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1. Judul Karya Desain

Judul tugas akhir adalah “Peran Warna Pada Interior Ruang Rawat Inap Dalam Menunjang Penyembuhan Pasien Anak di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya”.

Pengertian dari kata-kata berikut yang tercantum dalam judul tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1.1.1. Pengertian Judul

“Peran” adalah:

• Tindakan yang dilakukan oleh orang atau sesuatu dalam suatu peristiwa.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, p. 854).

• Daya yang ada atau timbul dari sesuatu seperti orang, benda, yang turut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.

(Salim, 1992, p.1126).

“Warna” adalah:

• Warna setiap benda sebenarnya pengalaman visual akibat bias cahaya.

(Akmal, 2006, p.18).

• Kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang mengenainya; corak rupa, seperti biru dan hijau.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, p. 1269).

“Interior” adalah:

• Bagian dari ruang, gedung dan sebagainya.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1998, p.725).

• Daerah yang terletak di dalam/ keadaan di dalam.

(Wehmeier, 2000, p.709).

• Tatanan perabot di dalam ruang dalam sebuah gedung.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III, 2001, p. 383).

(2)

• Karya arsitek atau desainer yang menyambut khusus bagian dalam suatu bangunan, bentuk-bentuknya sejalan perkembangan ilmu dan teknologi, yang dalam proses perancangan selalu dipengaruhi unsur-unsur geografi setempat dan kebiasaan- kebiasaan sosial yang diwujudkan dalam gaya-gaya kontemporer.

(Pamudji, 1999, p.11).

“Ruang Rawat” adalah:

• Tempat menjaga dan memberikan pelayanan kesehatan.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, 1991, p. 1285).

• Area dan lokasi untuk memberikan perawatan dalam menunjang penyembuhan bagi yang sakit.

(Suptandar, 1999:61).

“Inap” adalah:

• Menumpang tidur (dirumah orang, di hotel, dan sebagainya).

(Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1982, p. 378).

“Menunjang” adalah:

• Sarana yang akan memperlancar.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, p. 1226).

“Penyembuhan” adalah:

• Proses atau cara, perbuatan penyembuhan atau pemulihan.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, p. 1028).

“Pasien” adalah:

• Orang sakit atau penderita yang dirawat dokter.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, p. 834).

“Anak“ adalah:

• Manusia yang masih kecil.

(3)

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, p. 41).

“Rumah Sakit” adalah:

• Gedung tempat menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi berbagai masalah kesehatan.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, p. 967).

• Tempat merawat dan mengobati orang sakit, tempat pelayanan berbagai macam masalah ksesehatan.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, 1991, p. 1290).

“Surabaya” adalah:

• Nama Ibukota propinsi Jawa Timur yng terletak pada bagian timur Indonesia dan merupakan kota metropolitan kedua setelah Jakarta. Terletak di 7° 12′ - 7° 21′ LS dan 112° 36′ - 112° 54′ BT.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991, p. 632).

1.1.2. Kesimpulan Judul

Berdasarkan definisi diatas, Maka pengertian judul dari “Peran Warna Pada Interior Ruang Rawat Inap Dalam Menunjang Penyembuhan Pasien Anak di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya” adalah peran warna pada interior rumah sakit yang dapat menunjang proses penyembuhan pada pasien anak di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya.

1.2. Latar Belakang Masalah

Rumah sakit merupakan tempat atau fasilitas umum penyembuhan yang vital bagi semua golongan masyarakat, baik dari kalangan menengah bawah hingga menengah atas.

Semua manusia hampir dipastikan atau pernah menggunakan layanan rumah sakit.

Adapun rumah sakit di Indonesia dibagi menjadi 2 bagian yaitu rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta. Masih banyak kondisi interior rumah sakit di Indonesia yang tidak mengindahkan desain interiornya. Mereka beranggapan bahwa pemulihan kesehatan hanya dapat dilakukan dengan jalan medis saja. Faktor pengaruh ruang

(4)

terhadap psikologis pasien sering dikesampingkan, padahal faktor psikologis berperan sangat penting.

Perencanaan desain interior pada rumah sakit antara lain pada elemen pembentuk ruang, elemen pengisi ruang dan elemen estetika. Dalam setiap perencanaan ruang selalu menggunakan warna, sehingga warna memiliki peran penting dalam desain interior secara keseluruhan, yakni mempengaruhi psikologis pasien dalam proses penyembuhan.

Ruang rawat inap anak yang diangkat dalam kasus ini adalah di rumah sakit Husada Utama Surabaya, hal ini dikarenakan pasien anak secara psikologis cenderung lebih sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru dari pada dengan orang dewasa, dalam hal ini adalah lingkungan rumah sakit. Menurut Elizabeth B. Hurlock (1978) kondisi fisik anak- anak jika dalam keadaan letih, lapar dan kurang sehat, membuat mereka bereaksi dengan ketakutan yang lebih besar dibandingkan dengan dalam kondisi normal, dan mereka lebih mudah takut terhadap berbagai macam situasi yang dalam kondisi normal tidak menimbulkan rasa takut. Rasa takut ini membuat penyembuhan pasien pada anak berjalan kurang optimal, sehingga sudah seharusnya ruang rawat inap pasien anak berbeda dengan ruang rawat inap pasien dewasa. Dalam hal ini diaplikasikan pada elemen-elemen interior pembentuk ruang dan elem estetisnya (p. 27)

Rumah sakit Husada Utama Surabaya dijadikan sebagai bahan study kasus karena rumah sakit tersebut kurang memperhatikan penggunaan peran warna dalam mendesain dan menciptakan suasana ruang rawat inap anak. Oleh sebab itu memerlukan penelitian mengenai peran warna guna memberikan rasa nyaman bagi penggunanya dan menunjang penyembuhan pasien anak.

1.3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada, maka rumusan masalah dalam studi kasus ini adalah sebagai berikut:

1. Warna-warna apa saja yang dapat menciptakan suasana ruang rawat inap pasien anak lebih nyaman dan sesuai dengan karakter anak.

2. Bagaimana peran warna dalam menunjang penyembuhan pasien anak.

3. Bagaimana penerapan warna pada interior ruang rawat inap pasien khusus anak di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya.

(5)

1.4. Ruang Lingkup Masalah

Agar penulis tidak rancu dalam melakukan penelitian, dilakukan pembatasan masalah. Adapun beberapa pembatasan masalah yang perlu dilakukan pada penelitian ini adalah:

1. Peran warna pada elemen pembentuk ruang, yang terdiri dari: Dinding, Lantai dan Plafond.

2. Peran warna pada perabot dan elemen estetis di kamar pasien khusus anak, antara lain: Meja, Kursi, Tempat Tidur, Lemari, Gordin, dan sebagainya.

1.5. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan penulis memiliki tujuan dan manfaat yang dapat berguna bagi pendidikan, dan masyarakat pada umumnya. Secfara khusus akan dibahas dibawah ini:

1.5.1. Tujuan Penelitian

Beberapa tujuan dari penelitian adalah:

1. Mengetahui keadaan interior ruang rawat inap pasien anak, khususnya penerapan warna pada elemen pembentuk ruang, dan perabot, apakah sudah sesuai dengan karakter dan sifat anak serta kajian literaturnya.

2. Mencari peran warna yang dapat memberikan efek positif bagi proses penyembuhan pasien anak di ruang rawat inap khusus anak.

3. Efek psikologis warna yang ditimbulkan pada pasien anak.

1.5.2. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dari karya tulis ini adalah:

1. Bagi Ilmu Pengetahuan Desain Interior

Memberikan sumbangan kajian bagi ilmu pengetahuan desain interior, khususnya dalam hal peran warna yang dapat membantu proses penyembuhan bagi pasien rawat inap khusus anak.

2. Bagi Masyarakat Umum

(6)

Memberi sumbangan salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan masyarakat yang normal, sehat dan mengalami penataan emosional, yaitu melalui ’kaca mata’

disiplin ilmu desain interior.

3. Bagi Pengelola Rumah Sakit

Memberikan masukan sebagai referensi dalam pemilihan warna khususnya untuk ruang rawat inap pasien anak agar dapat membantu proses penyembuhan pada pasien anak.

4. Bagi Penulis

Dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang efek psikologis warna. Dapat membantu dalam upaya proses penyembuhan pasien anak saat sedang menjalani perawatan di ruang rawat inap.

1.6. Metode Penelitian

Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan metode kualitatif. Secara umum penelitian ini dibagi menjadi beberapa aspek, antara lain berdasarkan tujuan, metode dan cara pengumpulan data.

1.6.1. Berdasarkan Tujuannya

Penelitian ini dilakukan oleh penulis karena bertujuan untuk menganalisa dan memahami peran warna yang ada di ruang rawat inap pasien khusus anak RS Husada Utama Surabaya. Apakah penerapan warna sudah sesuai dengan karakter pasien anak sehingga dapat membantu dalam memberikan suasana yang nyaman dan membantu pasien dalam beristirahat sehingga nantinya akan membantu dalam proses penyembuhan pasien anak.

1.6.2. Berdasarkan Metode

Metode yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif. Dalam penelitian ini penulis langsung terjun ke lapangan untuk mengamati, menganalisa dan menggambarkan aspek-aspek yang berpengaruh terhadap penyembuhan pasien anak di rumah sakit yang dijadikan bahan studi kasus, diantaranya mencakup:

• Kondisi ruang rawat inap pasien khusus anak

(7)

• Pola perilaku pasien saat berinterkasi di ruang rawat inap pasien khusus anak.

1.6.3. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk pengumpulan data ini adalah dengan cara studi pustaka. Studi kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data sebagai acuan landasan teori dan standart yang ada. Selain itu juga digunakan metode wawancara dan survey di lapangan.

1. Studi Pustaka

• Diperlukan sebagai pegangan pokok secara umum dan sejumlah data digunakan sebagai pertimbangan suatu kesimpulan secara umum dan sejumlah data digunakan sebagai pertimbangan suatu kesimpulan. Pengumpulan data memlalui studi kepustakaan akan sangat bermanfaat bagi peneliti sebagai tolak ukur dan bahan pertimbangan terhadap fakta suatu objek (Surakhmad, 1980, p. ).

• Dalam dugaan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan (Nur & Ardial, 2005, p.60).

2. Observasi

• Observasi yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah observasi formal, yaitu teknik observasi yang tidak melibatkan interaksi sosial antara responden dan peneliti (Vrendenbregt, 1978, p.77).

3. Wawancara

• Wawancara adalah proses interaksi dan komunikasi, proses ini memiliki variabel yang sangat penting dalam menentukan hasil penelitian. Variabel yang dimaksud adalah pewawancara (interviewer), responden (interviewee) pedoman pertanyaan (interview guide), dan hasil antara pewawancara dan responden (catatan atau hasil rekaman saat wawancara) (Vrendenbregt, 1978, p. 88-89).

Jenis data yang diperlukan untuk menyusun karya tulis ini adalah sebagai berikut:

• Berdasar Sumber Data

Data yang didapat untuk melengkapi karya tulis ini bisa didapat dari berbagai sumber, diantaranya seperti majalah dan artikel, data dapat berupa teori-teori maupun disiplin ilmu yang sudah menjadi pedoman sebelumnya. Data literatur yang

(8)

diperlukan mengenai efek psikologis warna (tinjauan dari ilmu desain interior), dan psikologis anak (tinjauan dari ilmu psikologi). Data literatur digunakan untuk menganalisa dan mengkomposisi warna pada interior ruang rawat inap pasien khusus anak di rumah sakit Husada Utama Surabaya.

• Data Lapangan

Data yang diperoleh di lapangan berdasarkan hasil survey dan hasil wawancara dengan pihak yang bersangkutan. Data lapangan ini berguna untuk mengetahui secara langsung realita yang ada dilapangan, baik itu warna pada interior ruang rawat inap khusus anak maupun aktivitas serta kondisi pasien saat sedang menjalani perawatan

4. Berdasarkan sifat data

• Data Kuantitatif

Data yang digunakan untuk mementukan identifikasi warna yang ada sebagai acuan pendukung dalam menjelaskan analisa fakta yang terjadi di ruang rawat inap pasien khusus anak rumah sakit Husada Utama Surabaya.

• Data Kualitatif

Digunakan untuk menjelaskan permasalahan desain yaitu segala hal mengenai teori dan fakta dilapangan berupa penjelasan atau informasi dari pemilik yang merupakan pengelola dan bertanggung jawab pada rumah sakit Husada Utama Surabaya. Adapun data kualitatif yang dipakai pada dalam karya tulis ini adalah teori tentang warna, psikologi dan informasi berupa fakta yang membantu penyembuhan pasien anak terhadap pengaruh warna.

1.6.4. Teknik Penentuan Sampling

Teknik pengambilan sampling untuk penelitian kali ini, penulis menggunakan non probality sampling dengan pengambilan sample yang tidak acak, dimana sample yang dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu (Dr. Suharsimi Arikunto, 1983:

87). Untuk memilih sub group dari populasi yang banyak sehingga sampel yang dipilih memiliki sifat yang sesuai dengan sifat-sifat populasi maka menggunakan Purposive sampling.

(9)

1.6.5. Teknik Analisis Data

Penelitian terhadap ruang rawat inap pasien khusus anak di RS Husada Utama Surabaya menggunakan teknik analisis data yang bersifat kualitatif dengan berdasarkan tujuannya, yaitu: melakukan penelitian dengan cara observasi, yaitu melakukan pengamatan keadaan interior ruang rawat inap anak khususnya pada penerapan warnanya dan berbagai karakter sifat yang muncul dalam proses penyembuhan pasien anak dalam rumah sakit tersebut. Hasil dari penelitian tersebut kemudian dikaji dengan data yang ada di lapangan dan dengan kajian literatur yang ada.

1.6.6. Teknik Kuesioner

Secara umum, dalam kuesioner analisis jaringan tracer study terdapat dua kelompok pertanyaan yang perlu dibuat:

Pertama, kelompok identitas responden, seperti dalam studi lain, identitas responden yang pokok meliputi identitas diri yaitu: (1) Nama, (2) Tanggal lahir/Usia, (3) kedudukan/jabatan dalam kelompok, (4) lama aktif atau berkiprah dalam kelompok/organisasi tersebut.

Pertanyaan pertama dan kedua, jelas, memang sangat diperlukan untuk mengetahui identitas responden. Sedangkan pertanyaan ketiga dan keempat, diperlukan terutama untuk mengetahui kedudukan atau posisi yang bersangkutan dalam kelompok, selama yang bersangkutan menjadi anggota (jaringan) kelompok tersebut. Ada kalanya responden dengan jabatan pengurus kelompok tetapi kiprahnya tidak begitu tampak, meskipun masa aktifnya telah lama. Kemungkinan lain adalah responden dengan kedudukan anggota, dengan masa aktif cukup lama, tetapi memiliki pengaruh kuat, karena yang bersangkutan menjadi sumber informasi dalam kelompok kecil tersebut.

Ringkasnya, yang ingin dilihat dari jawaban pertanyaan nomor 3 dan 4 adalah kedudukan riil, baik secara sosiologis (jabatan) maupun secara psikologis (kedekatan emosional terhadap anggota tim) dari responden.

Kedua, pertanyaan sosiometris, yaitu pertanyaan tentang darimana responden tersebut memperoleh informasi tertentu. Agar tidak condong keluar, dan lebih memusatkan perhatian pada anggota kelompok sendiri, pertanyaan sosiometris ini dapat diberi jawaban antara empat sampai enam pilihan. (Nazir, 1988, p. 25 )

(10)

1.7. Kerangka Penelitian

Kerangka penelitian ini digunakan oleh penulis sebagai alur berpikir untuk mengkaji masalah yang sedang diteliti. Kerangka penelitian terbagi menjadi 3 kelompok.

Yaitu:

1. Latar belakang masalah.

Mencakup fenomena awal yang mempertanyakan peran warna pada interior ruang rawat inap sebagai proses penunjang penyembuhan di rumah sakit.

2. Asumsi awal, kajian pustaka dan keadaan factual lapangan.

Digunakan sebagai bahan penunjang untuk melakukan pengkajian terhadap masalah tersebut. Studi kepustakaan atau studi literature ini dimaksudkan agar penulis dapat meneliti masalah seobyektif dan seakurat mungkin berdasarkan teori yang relevan dan sumber yang dapat dijadikan referensi. Keadaan factual lapangan digunakan untuk membandingkan keadaan yang terdapat di Indonesia untuk melihat apakah terdapat relevansi antara teori, asumsi awal, dengan keadaan factual yang terdapat di rumah sakit tersebut.

3. Analisa penelitian.

Merupakan analisa dari perbandingan yang terdapat pada asumsi awal, kajian pustaka dan keadaan factual lapangan. Hal ini akan dilihat bagaimana hubungan antara ketiganya, dan dari ini akan dibuktikan apakah hal-hal yang terdapat pada teori pendukung memiliki relevansi dengan keadaan lapangan atau tidak.

(11)

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Asumsi awal Analisa Permasalahan Studi Literatur

Analisa Permasalahan Pada Studi Kasus

Teori Pendukung Keadaan Faktual Lapangan

Kesimpulan Penelitian Bagan Kerangka Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Yang akan diteliti oleh peneliti sendiri ialah bagaimana Himpunan Mahasiswa Islam Memaknai tanyangan tersebut jika dikaitkan dengan pengetahuan mereka tentang

Penulis menggunakan metode perbandingan dalam melakukan penelitian ini dimana penulis membandingkan penentuan harga pokok produksi sesuai dengan prinsip akuntansi

Sahabat MQ/ tanggal 1 Mei/ diperingati sebagai Hari Buruh Internasional// Jutaan buruh di seluruh dunia/ memperingatinya dengan pelbagai aksi dan caranya masing-

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila

Hasil penelitian menunjukkan : (1) sering terjadinya kebakaran lahan di Kecamatan Rasau Jaya disebabkan masih dilakukan penyiapan lahan dengan cara dibakar terutama untuk

Kinerja Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik pada Kantor Dinas Pendidikan Semarang Tahun Ajaran 2005/2006 tidak seperti yang diharapkan, sehingga pada saat

Rina selalu menyapu halaman setiap hari The English sentence is ...a. Rina often sweeps the yard

Persentasi abu kerak boiler hasil pembakaran limbah cangkang kelapa sawit yang digunakan dalam campuran beton adalah persentasi paling optimum berdasarkan kekuatan